AKUNTANSI AKAD MUDHARABAH

download AKUNTANSI AKAD MUDHARABAH

of 28

  • date post

    29-Jan-2016
  • Category

    Documents

  • view

    32
  • download

    3

Embed Size (px)

description

akuntansi syariah

Transcript of AKUNTANSI AKAD MUDHARABAH

AKUNTANSI AKAD MUDHARABAHPaper yang disusun sebagai tugas mata kuliah Akuntansi Syariah Semester VII

Disusun oleh :Abby Prakoso(12121001)Chairul Saleh(12121013)Galuh Dwi Antari(12121025)Sugiarti Kiki Handayani (12121036)Nur Ain Pratiwi (12121040)

UNIVERSITAS TRILOGIProgram Pendidikan Studi Strata 1Jurusan AkuntansiJAKARTA 2015PENGERTIAN MUDHARABAHKata mudharabah berasal dari kata dharb ( ) yang berarti memukul atau berjalan. Pengertian memukul atau berjalan ini maksudnya adalah proses seseorang memukulkan kakinya dalam menjalankan usaha. Suatu kontrak disebut mudharabah, karena pekerja (mudharib) biasanya membutuhkan suatu perjalanan untuk menjalankan bisnis. Sedangkan perjalanan dalam bahasa Arab disebut juga dharb fil Ardhi ( ).Dalam bahasa Iraq (penduduk Iraq) menamakannya mudharabah, sedangkan penduduk Hijaz menyebutnya qiradh. Qiradh berasal dari kata al-qardhu, yang berarti al-qathu (potongan) karena pemilik memotong sebagian hartanya untuk diperdagangkan dan memperoleh sebagian keuntungannya.Mudharabah atau qiradh termasuk dalam kategori syirkah. Di dalam Al-Quran, kata mudharabah tidak disebutkan secara jelas dengan istilah mudharabah. Al-Quran hanya menyebutkannya secara musytaq dari kata dharaba yang terdapat sebanyak 58 kali.Beberapa ulama memberikan pengertian mudharabah atau qiradh sebagai berikut:Menurut para fuqaha, mudharabah ialah akad antara dua pihak (orang) saling menanggung, salah satu pihak menyerahkan hartanya kepada pihak lain untuk diperdagangkan dengan bagian yang telah ditentukan dari keuntungan, seperti setengah atau sepertiga dengan syarat-syarat yang telah ditentukan.Menurut Hanafiyah, mudharabah adalah Akad syirkah dalam laba, satu pihak pemilik harta dan pihak lain pemilik jasa.Malikiyah berpendapat bahwa mudharabah adalah: Akad perwakilan, di mana pemilik harta mengeluarkan hartanya kepada yang lain untuk diperdagangkan dengan pembayaran yang ditentukan (mas dan perak).Imam Hanabilah berpendapat bahwa Mudharabah adalah: Ibarat pemilik harta menyerahakan hartanya dengan ukuran tertentu kepada orang yang berdagang dengan bagian dari keuntungan yang diketahui.Ulama Syafiiyah berpendapat bahwa Mudharabah adalah: Akad yang menentukan seseorang menyerahakan hartanya kepada orang lain untuk ditijarahkan.Syaikh Syihab al-Din al-Qalyubi dan Umairah berpendapat bahwa mudharabah ialah: Seseorang menyerahkan harta kepada yang lain untuk ditijarhakan dan keuntungan bersama-sama.Al-Bakri Ibn al-Arif Billah al-Sayyid Muhammad Syata berpendapat bahwa Mudharabah ialah: Seseorang memberikan masalahnya kepada yang lain dan di dalmnya diterima penggantian.Sayyid Sabiq berpendapat, Mudharabah ialah akad antara dua belah pihak untuk salah satu pihak mengeluarkan sejumlah uang untuk diperdagangkan dengan syarat keuntungan dibagi dua sesuai dengan perjanjian.Menurut Imam Taqiyuddin, mudharabah ialah Akad keuangan untuk dikelola dikerjakan dengan perdagangan.Dari beberapa pengertian di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa mudharabah adalah akad kerjasama usaha antara dua pihak di mana pihak pertama adalah pemilik modal (shahibul maal), sedangkan pihak lainnya menjadi pengelola modal (mudharib), dengan syarat bahwa hasil keuntungan yang diperoleh akan dibagi untuk kedua belah pihak sesuai dengan kesepakatan bersama (nisbah yang telah disepakati), namun bila terjadi kerugian akan ditanggung shahibul maal.Secara etimologi, kata mudharabah berasal dari kata dharb yang berarti memukul atau berjalan. Pengertian memukul atau berjalan ini lebih tepatnya adalah proses seseorang memukulkan kakinya dalam menjalankan usaha.Dalam literatur lain (fiqh sunnah), mudharabah bisa disebut juga dengan qiradh yang berasal dari kata qardh yang berarti qathu (potongan) karena pemilik modal memotong sebagian hartanya untuk diperdagangkan dalam rangka memperoleh keuntungan (laba).Secara terminologi, merujuk Fatwa DSN No.07/DSN-MUI/IV/2000 tentang Pembiayaan Mudharabah (Qiradh), mudharabah adalah akad kerja sama suatu usaha antara dua pihak dimana pihak pertama (malik, shahibul al maal, bank) menyediakan seluruh modal, sedang pihak kedua (amil, mudharib, nasabah) bertindak selaku pengelola, dan keuntungan usaha dibagi di antara mereka sesuai kesepakatan yang dituangkan dalam kontrak. Dalam literatur lain, Mudharabah adalah Akad antara dua pihak dimana salah satu pihak mengeluarkan sejumlah uang (sebagai modal) kepada pihak lainnya untuk diperdagangkan/diusahakan. Laba dibagi dua sesuai dengan kesepakatan.Dalam literatur lain, (Fiqh Muamalah : Nasroen Haroen) akad mudharabah adalah pemilik modal menyerahkan modalnya kepada pekerja (pedagang) untuk diperdagangkan, sedangkan keuntungan dagang itu menjadi milik bersama dan dibagi menurut kesepakatan bersama

JENIS AKAD MUDHARABAHDalam PSAK , Mudharabah dibagi menjadi 3 jenis, yaitu :1. Mudharabah Muthlaqah adalah dimana pemilik dana memberikan kebebasan kepada pengelola dana dalam pengelolaan investasinya. Mudharabah ini disebut juga investasi tdk terikat. Dalam mudharabah muthlaqah ini, pengelola dana memiliki kewenangan untuk melakukan apa saja dalam pelaksanaan bisnis bagi keberhasilan tujuan mudharabah ini. Namun, apabila ternyata pengelolan daan melakukan tindakan kelalaian atau kecurangan, maka pengelola dana atas bertanggungjawab atas konsekuensi yang ditimbulkanya. Jika, kerugian yang timbul bukan dari kelalaian pengelola dana maka kerugian ditanggung oleh pemilik dana.2. Mudharabah Muqqayadah adalah mudharabah dimana pemilik dana memberikan batasan kepada pengelola antara lain mengenai dana, lokasi, cara, dan/atau objek investasi atau sektor usaha. Mudharabah ini disebut juga investasi terikat. Jika, pengelola dana bertindak bertentangan dengan syarat-syarat yang diberikan oleh peilik dana, maka pengelola dana harus bertanggungjawab atas konsekuensi yang ditimbulkannya termasuk masalah keuangan.3. Mudharabah Musytarakah adalah mudharabah dimana pengelola dana menyertakan modal atau dananya dalam kerjasama investasi. Diawal akad, modal 100% dari pemilik dana, setelah berjalannya operasi usaha dengan pertimbangan tertentu dan kesepakatan dengan pemilik dana, pengelola dana ikut menanamkan modalnya dalam usaha tersebut. Jenis mudharabah ini merupakan perpadun antara akad mudharabah dan musyarakah.

DASAR SYARIAHSumber Hukum Akad MudharabahMenurut ulama hukum mudharabah ialah jaiz atau boleh. Jenis bisnis ini sangat bermanfaat dan sangat selaras dengan prinsip dasar ajaran syariah, oleh karena itu akad ini diperbolehkan seara syariah. Sumber-sumber hukum akad mudharabah ialah :1. Al-QuranApabila telah ditunaikan shalat maka bertebaranlah kamu dimuka bumi dan carilah karunia Allah SWT. (QS 62:10)... Maka, jika sebagian kamu memercayai sebagian dnegan lain, hendaklah yang dipercayai itu menunaikan amanatnyadab hendaklah dia bertakwa kepada Allah Tuhannya ...: (QS 2:283) 2. As-Sunnah \Dari Shalih bin Suaib r.a bahwa Rasulullah SAW bersabda, tiga hal yang didalamnya terdapat keberkatan: jual beli secara tangguh, muqaradhah (mudharabah, dan mencampuradukkan gandum dengan jewawut untuk keperluan rumah tangga bukan untuk dijual. (HR Ibnu Majah)Abbas bin Abdul Muthalib jika menyerahkan harta sebagai mudharabah, ia mensyaratkan kepada pengelola dananya agar tidak mengarungi lautan dan tidak menuruni lembah, serta tidak membeli hewan ternak. Jika persyaratan itu dilanggar, ia (pengelola dana) harus menanggung resikonya. Ketika persyaratan yang ditetapkan Abbas didengar Rasululloh SAW, beliau membenarkannya. (HR. Thabrani dari Ibnu Abbas).

Rukun dan Ketentuan Syariah Akad MudharabahRukun mudharabah ada empat, yaitu :1. Pelaku, terdiri atas : pemilik dana dan pengelola dana2. Objek mudharabah, berupa : modal dan kerja3. Ijab Kabul/serah terima4. Nisbah Keuntungan Ketentuan syariah, adalah sebagai berikut.1. Pelaku (Transaktor )Investor biasa disebut dengan istilah shahibul maal atau rabhul maal, sedang pengelola modal biasa disebut dengan istilah mudharib. Memiliki kompetensi beraktivitas antara lain mampu membedakan yang baik dan yang buruk dan tidak dalam keadaan tercekal seperti pailit.

a. Pelaku harus cakap hukum dan baligh.b. Pelaku akad mudharabah dapat dilakukan sesama atau dengan nonmuslimc. Pemilik dana tidak boleh ikut campur dalam pengelolaan usaha tetapi ia boleh mengawasi.2. Objek mudharabah (Modal dan Kerja)

a. Modal1. Modal yang diserahkan dapat berbentuk uang atau aset lainnya (dinilai sebesar nilai wajar), harus jelas jumlah dan jenisnya.2. Modal harus tunai dan tidak utang.3. Modal harus diketahui dengan jelas jumlahnya sehingga dapat dibedakan dari keuntungannya.4. Pengelola dana tidak diperkenankan untuk memudharabahkan kembali modal mudharabahnya.5. Pengelola dana tidak diperbolehkan untuk meminjamkan modal kepada orang lain kecuali atas seiizin pemilik dana.6. Pengelola dana memiliki kebebasan untuk mengatur modal menurut kebijaksanaan dan pemikirannya sendiri, selama tidak dilarang secara syariah.

b. Kerja1. Kontribusi pengelola dana dapat berbentuk keahlian, keterampilan. Selling skill, management skill dan lain-lain.2. Kerja adalah hak pengelola dana dan tidak boleh diintervensi oleh pemilik danaa.3. Pengelola dana harus menjalankan usaha sesuai dengan syariah.4. Pengelola dana harus mematuhi semua ketetapan yang ada dalam kontrak.5. Dalam hal pemilik dana tidak boleh melakukan kewajiban atau melakukan pelanggarang terhadap kesepakatan, pengelola dana sudah menerima modal dan sudah bekerja maka pengelola dana berhak mendapatkan imbalan/ganti rugi/upah.Modal yang diserahkan dapat berbentuk uang atau barang yang dirinci berapa nilai uangnya. Modal tidak dapat berbentuk piutang dan harus dibayarkan pada mudharib, baik secara bertaha maupun tidak sesuai dengan kesepakatan dalam akad. Sementara itu, kerja yang diserahkan dapat berbentuk keahlian menghasilkan barang atau jasa, keahlian mengelola, keahlian menjual, dan keahlian maupun keterampilan lainnya. Tanpa dua objek mi, mudharaba