advertorial RAPBN...  perubahan paradigma pengelolaan keuangan ... Infrastruktur dan Ekonomi

download advertorial RAPBN...  perubahan paradigma pengelolaan keuangan ... Infrastruktur dan Ekonomi

of 36

  • date post

    08-Apr-2019
  • Category

    Documents

  • view

    214
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of advertorial RAPBN...  perubahan paradigma pengelolaan keuangan ... Infrastruktur dan Ekonomi

ADVERTORIAL NOTA KEUANGAN & RAPBN 2017

Januari

Siklus APBN

Mei

Maret

Penetapan Arah Kebijakan danPrioritas Pembangunan Nasional

Penyusunan resource envelope,Rancangan RKP dan Pagu Indikatif

Pengajuan Pokok-pokok Kebijakan Fiskal, Kerangka Ekonomi Makro dan RKP ke DPR dan dibahas s.d. akhir Juli

JuliPenetapan Pagu Anggaran

oleh Menteri Keuangandan Penyusunan RKAKL oleh

Kementerian/ Lembaga AgustusPidato Kenegaraan Presiden RI dalam rangka Pengajuan RAPBN (RUU dan Nota Keuangan)

NovemberPenetapan Rincian APBN dalamPeraturan Presiden

Oktober

Desember

Sidang Paripurna pengambilan keputusan persetujuan DPR terhadap

RAPBN (paling lambat pada akhir bulan Oktober) setelah dibahas bersama

Pemerintah sejak pidato kenegaraan

Penetapan DIPA

Pelaksanaan Anggaran(Januari - Desember)

1

2015

ketigaTahun

KabinetKerja

2016

2017

perubahan paradigma pengelolaan keuangan negara dengan mengalihkan sebagian belanja yang bersifat konsumtif menjadi produktif melalui reformasi subsidi energi dan belanja kementerian negara/lembaga (K/L).

tahun percepatan penyerapan anggaran, melalui perubahan regulasi dalam mendorong percepatan lelang pada triwulan IV tahun anggaran sebelumnya, terutama belanja infrastruktur.

tahun konsolidasi fiskal, baik di sisi pendapatan negara dan belanja negara, maupun sisi pembiayaan anggaran yang dirancang agar APBN lebih realistis, kredibel, dan efisien.

TIGATAHUNKABINETKERJA

ADVERTORIAL NOTA KEUANGAN & RAPBN 2017

2

2015

ketigaTahun

KabinetKerja

2016

2017

perubahan paradigma pengelolaan keuangan negara dengan mengalihkan sebagian belanja yang bersifat konsumtif menjadi produktif melalui reformasi subsidi energi dan belanja kementerian negara/lembaga (K/L).

tahun percepatan penyerapan anggaran, melalui perubahan regulasi dalam mendorong percepatan lelang pada triwulan IV tahun anggaran sebelumnya, terutama belanja infrastruktur.

tahun konsolidasi fiskal, baik di sisi pendapatan negara dan belanja negara, maupun sisi pembiayaan anggaran yang dirancang agar APBN lebih realistis, kredibel, dan efisien.

TIGATAHUNKABINETKERJA

ADVERTORIAL NOTA KEUANGAN & RAPBN 2017

perekonomian global yang masih diwarnai ketidakpastian

masih relatif rendahnya harga komoditas

pertumbuhan ekonomi nasional yang belum optimal sebagai konsekuensi sektor industri manufaktur yang masih lemah

perlambatan perekonomian global dan penurunan harga komoditas berdampak nyata pada pencapaian pendapatan negara.

ADVERTORIAL NOTA KEUANGAN & RAPBN 2017

Tantangan Ekonomi Tahun 2017

Global Domestik

3

ADVERTORIAL NOTA KEUANGAN & RAPBN 2017

Kebijakan RAPBN tahun 2017

Kedua, peningkatan kualitas belanja produktif dan prioritas, yang difokuskan pada percepatan pembangunan infrastruktur, pengurangan kemiskinan dan kesenjangan sosial dengan tetap menjaga pemenuhan belanja yang diamanatkan oleh peraturan perundang-undangan (mandatory spending) - anggaran pendidikan 20 persen dari APBN - anggaran kesehatan 5 persen dari APBN

Strategi lain:- mempertajam sasaran subsidi dan meningkatkan kualitas penyalurannya, serta mengarahkan bantuan sosial ke pola non cash/ voucher. - penguatan desentralisasi fiskal melalui peningkatan dana transfer ke daerah dan

dana desa.

Pertama, optimalisasi pendapatan negara dilakukan dengan tetap menjaga iklim investasi dan dunia usaha.- Penerimaan perpajakan diperkirakan tumbuh 13-15 persen dari basis perhitungan pajak tahun 2016. - Penerimaan negara bukan pajak (PNBP) ditingkatkan dengan tetap memerhatikan kelestarian lingkungan hidup.

Ketiga, pengendalian defisit dan rasio utang untuk memperkuat daya tahan dan mengendalikan risiko, sehingga kesinambungan fiskal dapat terjaga.

ADVERTORIAL NOTA KEUANGAN & RAPBN 2017

Memacu Pembangunan Infrastruktur dan Ekonomi untuk Meningkatkan Kesempatan Kerja serta Mengurangi Kemiskinan dan Kesenjangan Antarwilayah

Rencana KerjaPemerintah

Kebijakan Fiskal 2017

3dimensi pembangunan

meningkatkan kualitas hidup bangsa

meningkatkan produktivitas dan daya saing, serta mewujudkan kemandirian ekonomi

memperbaiki distribusi pendapatan dan pengurangan kesenjangan pembangunan antar wilayah

dimensipembangunanmanusiadimensipembangunansektor unggulan

dimensipemerataandan kewilayahan

Pemantapan Pengelolaan Fiskal untuk Peningkatan Daya Saing dan Mengakselarasi Pertumbuhan Ekonomi yang Berkelanjutan dan Berkeadilan

TemaKebijakanFiskal

Stimuluspendapatan (insentif fiskal untuk kegiatan ekonomi strategis)kualitas belanja (infrastruktur untuk peningkatan kapasitas produksi & daya saingpembiayaan (utang untuk produktif)

Daya Tahanbantalan fiskal (fiscal buffer)meningkatkan fleksibiltasmengendalikan kerentanan fiskal (fiscal vulnerability)

Keberlanjutanmenjaga defisitmengendalikan rasio utangmengendalikan keseimbangan primer

4

ADVERTORIAL NOTA KEUANGAN & RAPBN 2017

Kebijakan RAPBN tahun 2017

Kedua, peningkatan kualitas belanja produktif dan prioritas, yang difokuskan pada percepatan pembangunan infrastruktur, pengurangan kemiskinan dan kesenjangan sosial dengan tetap menjaga pemenuhan belanja yang diamanatkan oleh peraturan perundang-undangan (mandatory spending) - anggaran pendidikan 20 persen dari APBN - anggaran kesehatan 5 persen dari APBN

Strategi lain:- mempertajam sasaran subsidi dan meningkatkan kualitas penyalurannya, serta mengarahkan bantuan sosial ke pola non cash/ voucher. - penguatan desentralisasi fiskal melalui peningkatan dana transfer ke daerah dan

dana desa.

Pertama, optimalisasi pendapatan negara dilakukan dengan tetap menjaga iklim investasi dan dunia usaha.- Penerimaan perpajakan diperkirakan tumbuh 13-15 persen dari basis perhitungan pajak tahun 2016. - Penerimaan negara bukan pajak (PNBP) ditingkatkan dengan tetap memerhatikan kelestarian lingkungan hidup.

Ketiga, pengendalian defisit dan rasio utang untuk memperkuat daya tahan dan mengendalikan risiko, sehingga kesinambungan fiskal dapat terjaga.

ADVERTORIAL NOTA KEUANGAN & RAPBN 2017

Memacu Pembangunan Infrastruktur dan Ekonomi untuk Meningkatkan Kesempatan Kerja serta Mengurangi Kemiskinan dan Kesenjangan Antarwilayah

Rencana KerjaPemerintah

Kebijakan Fiskal 2017

3dimensi pembangunan

meningkatkan kualitas hidup bangsa

meningkatkan produktivitas dan daya saing, serta mewujudkan kemandirian ekonomi

memperbaiki distribusi pendapatan dan pengurangan kesenjangan pembangunan antar wilayah

dimensipembangunanmanusiadimensipembangunansektor unggulan

dimensipemerataandan kewilayahan

Pemantapan Pengelolaan Fiskal untuk Peningkatan Daya Saing dan Mengakselarasi Pertumbuhan Ekonomi yang Berkelanjutan dan Berkeadilan

TemaKebijakanFiskal

Stimuluspendapatan (insentif fiskal untuk kegiatan ekonomi strategis)kualitas belanja (infrastruktur untuk peningkatan kapasitas produksi & daya saingpembiayaan (utang untuk produktif)

Daya Tahanbantalan fiskal (fiscal buffer)meningkatkan fleksibiltasmengendalikan kerentanan fiskal (fiscal vulnerability)

Keberlanjutanmenjaga defisitmengendalikan rasio utangmengendalikan keseimbangan primer

5

ADVERTORIAL NOTA KEUANGAN & RAPBN 2017

Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal

Perkembangan Terkini APBN 2012-2016 dan RAPBN 2017

351,8 480,6

175,2

2012 2013 2014 2015 2016 2017

237,4248,9 323,1

296,7

(triliun rupiah)

332,8

1.010,6

513,3

1.137,6

573,7

1.203,6

776,3

1.306,7

760,0

1.310,4

623,1

1.183,3

354,7398,6 255,6

245,0 240,3

980,5 1.077,3 1.146,9

1.240,4

1.539,21.495,9

Pendapatan Negara

Belanja Negara

Pembiayaan Anggaran

Belanja Pemerintah Pusat

Perpajakan PNBP

Transfer ke Daerah & Dana Desa

ADVERTORIAL NOTA KEUANGAN & RAPBN 2017

Target penerimaan perpajakan sebesar Rp1.495,9 T atau 10,6% dari PDB. Target tersebut turun 2,9% dari APBNP 2016. Untuk target PNBP sebesar Rp240,4 T atau 1,7% dari PDB. Target tersebut turun 2,0% dari APBNP 2016

Belanja Pemerintah Pusat sebesar Rp1.310,4 T yang terdiri atas Belanja K/L sebesar Rp758,4 T dan Belanja Non K/L Rp552,1 T. Volume belanja pemerintah pusat tersebut relatif tetap dibandingkan APBNP 2016

Terdapat defisit Rp332,8 T atau 2,41 % dari PDB. Defisit RAPBN 2017 naik sebesar Rp36,1 T dibandingkan dengan defisit dalam APBNP 2016

Transfer ke Daerah & Dana Desa sebesar Rp760,0, yang terdiri atas Transfer ke Daerah Rp700,0 T dan Dana Desa Rp60,0 T. Target tersebut turun 2,1% dari APBNP 2016

Pendapatan Negara

Belanja Pemerintah Pusat

Transfer Ke Daerah & Dana Desa

Pembiayaan Anggaran

Ringkasan RAPBN 20176

ADVERTORIAL NOTA KEUANGAN & RAPBN 2017

Target penerimaan perpajakan sebesar Rp1.495,9 T atau 10,6% dari PDB. Target tersebut turun 2,9% dari APBNP 2016. Untuk target PNBP sebesar Rp240,4 T atau 1,7% dari PDB. Target tersebut turun 2,0% dari APBNP 2016

Belanja Pemerintah Pusat sebesar Rp1.310,4 T yang terdiri atas Belanja K/L sebesar Rp758,4 T dan Belanja Non K/L Rp552,1 T. Volume belanja pemerintah pusat tersebut relatif tetap dibandingkan APBNP 2016

Terdapat defisit Rp332,8 T atau 2,41 % d