8. rancangan penelitian : pola tersarang (nested design)

download 8. rancangan penelitian : pola tersarang (nested design)

of 32

Embed Size (px)

description

rancangan penelitian : pola tersarang (nested design)

Transcript of 8. rancangan penelitian : pola tersarang (nested design)

  • 1.5. POLA TERSARANG (NESTED CLASSIFICATION)

2. PolaTersarang Pola tersarang ini terbentuk bila data diperoleh dengan cara pengambilan sampel secara acak pada dua tingkat atau lebih. 3. Tingkat pertama disebut Grup dan ditentukan secara acak. Tingkat kedua disebut Sub Grup yang dipilih secara acak pula tetapi tersarang dalam Grup. Tingkat ketiga disebut Sub-sub Grup yang dipilih secara acak dan tersarang dalam Sub Grup dan PolaTersarang 4. Jumlah bagian yang tersarang pada bagian lain ditentukan oleh kebutuhan peneliti dan masalah yang dihadapinya. PolaTersarang 5. Dalam bidang Ilmu Genetika rancangan ini banyak digunakan yaitu untuk mengadakan stratifikasi data menurut pejantannya, induk PolaTersarang 6. DUA TINGKAT ( EQUAL ) PolaTersarang A B C 1 2 1 2 1 2 . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 7. PolaTersarang A B C 1 2 1 2 3 1 2 3 4 . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . DUA TINGKAT ( UNEQUAL ) 8. PolaTersarang A B 1 2 1 2 a b a b a b a b . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . TIGA TINGKAT ( EQUAL ) 9. PolaTersarang A B 1 2 1 2 3 a b a b c a b a b c d a b . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . TIGA TINGKAT ( UNEQUAL ) 10. PolaTersarang MODEL MATEMATIK (ij)k(i)jiijkY +++= Yijk : Nilai yang diamati : Nilai tengah populasi i : Pengaruh kelompok/grup ke i (i) j : Galat percobaan/pengaruh satuan percobaan/sub kelompok/sub grup ke j dalam kelompok ke i (ij)k : Galat sampling/pengaruh sampel 11. TATALETAK PERCOBAAN Misal ada 3 ekor pejantan, masing- masing pejantan dikawinkan dengan 4 ekor induk dan setiap PolaTersarang 12. (Catatan : jumlah induk yang dikawinkan dengan pejantan dapat sama atau tidak sama, jumlah anak tiap induk dapat sama / PolaTersarang 13. Dalam hal seperti ini anak tersarang dalam induk dan induk tersarang dalam pejantan. PolaTersarang 14. PolaTersarang Grp (i) A B C SG (j) 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 Spl (k) 1 2 3 4 5 6 7 Yij. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. Yi.. 15. PolaTersarang MENGHITUNG JUMLAH KUADRAT s.r.t (Y...) KoreksiFaktor1. 2 = = = = = t 1i r 1j s 1k 2 ijkTotal KF-YJK2. KF- s.r Yi.. JK3. t 1i 2 PejantanAntar == = 16. PolaTersarang s.r ..Yi - s .Yij JK4. t 1i 2 t 1i r 1j 2 IndukAntar == == = 5. JK Ant Anak = JK Tot - JK Ant Pej - JK Ant Induk 17. PolaTersarang Tabel. ANAVA S. VARIASI J K D B K T F hit F tabel 0,0 5 0,0 1 Ant. Pejtan JK P t-1 KT P KT P KT I Ant. Induk JK I t(r- 1) KT I KT I KT A Ant Anak = Galat JK A tr(s- 1) KT A T O T A L JK T trs-1 18. PolaTersarang KOMPONEN VARIANSI EQUAL UN EQUAL Antar Pejantan a 2 + s i 2 + sr p 2 a 2 + k2 i 2 + k3 p 2 Antar Induk a 2 + s i 2 a 2 + k1 i 2 G a l a t a 2 a 2 19. Contoh soal : Tiga ekor pejantan kelinci kita kawinkan, masing- masing pejantan dikawinkan dengan empat ekor induk. Diperoleh data Bobot lahir anak sebagai berikut : PolaTersarang 20. PolaTersarang Grup A B C S Grup 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 Sampe l 5 5 6 0 50 50 65 6 0 60 55 6 0 6 0 60 60 5 0 5 5 55 55 60 6 5 65 60 6 0 6 5 55 65 4 5 6 5 60 55 60 6 5 60 65 5 5 6 5 60 65 5 5 5 5 50 50 55 5 5 60 60 5 5 5 5 60 65 5 0 6 0 55 45 65 6 0 60 60 6 0 6 0 55 60 5 0 50 55 60 65 65 6 0 50 65 55 65 65 55 Yij. 22 34 37 31 43 30 43 36 29 36 39 38 21. PolaTersarang PERHITUNGAN J K F. Koreksi = 42502 / 73 = = 247431.5 JK Total = 552 +.+ 652 - F K = 249450 - 247431.5 = 2018.493 22. JK Ant Pej = 12852 / 24 + + 14302 / 24 - F K = 248254.2 - 247431.5 = 822.7015 JK Ant Ind = 2552 / 5 +.+ 3802 / 6 248254.2 = 248584.2 - PolaTersarang 23. JK Ant Anak = 2018.493 - 822.7015 - 329.9583 = 865.8333 PolaTersarang 24. PolaTersarang S. Variasi J K D B K T F hit F tabel 0,05 0,01 Ant. Pejtan 822,702 2 411.351 11.220 4.260 8.020 Ant. Induk 329.958 9 36.662 2.583 2.036 2.716 Ant. Anak 865.833 61 14.194 T O T A L 2018.493 72 Tabel. ANAVA 25. Hasil analisis data diperoleh : a. Antar pejantan ada perbedaan sangat nyata b. Antara induk dalam pejantan ada perbedaan nyata c. Jika saudara akan melakukan uji beda dapat dikerjakan pada antar pejantan untuk melihat PolaTersarang 26. d. Pada antar induk dalam tiap pejantan untuk mengetahui induk mana yang beda dalam pejantan yang sama. e. Pada uji beda saudara perhatikan untuk antar pejantan KT Galat = 36,6620 antar induk dalam pejantan PolaTersarang 27. Untuk Antar Pejantan A dengan B BNT 0.05 = 2.2620 x 1.7303 = 3.9140 BNT 0.01 = 3.2500 x 1.7303 = 5.6236 A - B 53.5417 - 61.4000 = 7.8583 ** B - C PolaTersarang 28. A dengan C BNT 0.05 = 2.2620 x 1.7479 = 3.9538 BNT 0.01 = 3.2500 x 1.7479 = 5.6807 A - C 53.5417 - 59.5833 = 6.0417 ** PolaTersarang 29. ANTAR INDUK DALAM PEJANTAN C Induk 1 - 2 dan 1 - 4 BNT 0.05 = 1.9997 x 2.2813 = 4.5620 BNT 0.01 = 2.6593 x 2.2813 = 6.0667 1 - 2 58.0000 - 60.8333 = 2.8333 PolaTersarang 30. Induk 1 - 3 BNT 0.05 = 1.9997 x 2.2060 = 4.4114 BNT 0.01 = 2.6593 x 2.2060 = 5.8665 1 - 3 58.0000 - 56.4286 = 1.5714 PolaTersarang 31. Induk 2 - 3 dan 3 - 4 BNT 0.05 = 1.9997 x 2.0960 = 4.1914 BNT 0.01 = 2.6593 x 2.0960 = 5.5740 2 - 3 60.8333 - 56.4286 = 4.4048 * PolaTersarang 32. Induk 2 - 4 BNT 0.05 = 1.9997 x 2.1752 = 4.3497 BNT 0.01 = 2.6593 x 2.1752 = 5.7844 2 - 4 60.8333 - 63.3333 = 2.5000 PolaTersarang