5. Pmp Ipa Smp Allson 1juni2014

download 5. Pmp Ipa Smp Allson 1juni2014

of 56

  • date post

    15-Sep-2015
  • Category

    Documents

  • view

    241
  • download

    0

Embed Size (px)

description

ipa

Transcript of 5. Pmp Ipa Smp Allson 1juni2014

  • - 429 -

    V. ILMU PENGETAHUAN ALAM

    BAB I PENDAHULUAN

    A. Latar Belakang

    Tema pengembangan Kurikulum 2013 adalah kurikulum yang dapat menghasilkan insan Indonesia yang produktif, kreatif, inovatif, afektif

    melalui penguatan sikap, keterampilan, dan pengetahuan yang terintegrasi. Dalam rangka mewujudkan insan Indonesia yang produktif, kreatif, inovatif, dan afektif maka dalam Permendikbud tentang Standar Proses dinyatakan

    bahwa proses pembelajaran pada satuan pendidikan diselenggarakan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, dan memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi

    prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Pembelajaran diarahkan

    untuk mendorong peserta didik mencari tahu dari berbagai sumber observasi, mampu merumuskan masalah (menanya) bukan hanya menyelesaikan masalah. Di samping itu pembelajaran diarahkan untuk

    melatih peserta didik berpikir analitis (pengambilan keputusan) bukan berpikir mekanistis (rutin) serta mampu kerjasama dan kolaborasi dalam menyelesaikan masalah.

    Sehubungan dengan itu, Kurikulum 2013 menerapkan pendekatan saintifik dalam pembelajaran dan penilaian otentik yang menggunakan prinsip

    penilaian bagian dari pembelajaran. Untuk memperkuat pendekatan ilmiah (scientific), perlu diterapkan pembelajaran berbasis penyingkapan/penelitian (discovery/ inquiry learning). Untuk mendorong kemampuan peserta didik agar menghasilkan karya kontekstual, baik individual maupun kelompok maka sangat disarankan menggunakan pendekatan pembelajaran yang

    menghasilkan karya berbasis pemecahan masalah (problem based learning) dan pembelajaran berbasis projek (project based learning).

    Kurikulum 2013 dikembangkan dengan penyempurnaan pola pikir berkaitan dengan pola pembelajaran, yaitu: (1) berpusat pada peserta didik; (2) pembelajaran interaktif (interaktif guru-peserta didik-masyarakat-

    lingkungan alam, sumber/media lainnya); (3) pembelajaran dirancang secara jejaring (peserta didik dapat menimba ilmu dari siapa saja dan dari

    mana saja yang dapat dihubungi serta diperoleh melalui internet); (4) pembelajaran bersifat aktif-mencari (peserta didik aktif mencari semakin diperkuat dengan model pembelajaran pendekatan sains); (5) belajar

    kelompok (berbasis tim); (6) pembelajaran berbasis multimedia; (7) pembelajaran berbasis kebutuhan pelanggan (users) dengan memperkuat pengembangan potensi khusus yang dimiliki setiap peserta didik; (8) pola pembelajaran menjadi pembelajaran ilmu pengetahuan jamak (multidisciplines); dan (9) pembelajaran kritis.

    Kurikulum 2013 dirancang dengan karakteristik sebagai berikut: (1) mengembangkan keseimbangan antara pengembangan sikap spiritual dan

    sosial, rasa ingin tahu, kreativitas, kerja sama dengan kemampuan intelektual dan psikomotorik; (2) sekolah merupakan bagian dari masyarakat yang memberikan pengalaman belajar terencana dimana peserta didik

    menerapkan apa yang dipelajari di sekolah ke masyarakat dan memanfaatkan masyarakat sebagai sumber belajar; (3) mengembangkan

    sikap, pengetahuan, dan keterampilan serta menerapkannya dalam berbagai situasi di sekolah dan masyarakat; (4) memberi waktu yang cukup leluasa

  • - 430 -

    untuk mengembangkan berbagai sikap, pengetahuan, dan keterampilan; (5) kompetensi dinyatakan dalam bentuk kompetensi inti kelas yang dirinci

    lebih lanjut dalam kompetensi dasar mata pelajaran; (6) kompetensi inti kelas menjadi unsur pengorganisasi (organizing elements) kompetensi dasar, dimana semua kompetensi dasar dan proses pembelajaran dikembangkan

    untuk mencapai kompetensi inti; (7) kompetensi dasar dikembangkan didasarkan pada prinsip akumulatif, saling memperkuat (reinforced) dan memperkaya (enriched) antarmatapelajaran dan jenjang pendidikan (organisasi horizontal dan vertikal).

    Mata pelajaran IPA diberikan sejak SD hingga SMA. Pada level SD kelas I, II dan III muatan IPA diintegrasikan pada kompetensi dasar mata pelajaran Bahasa Indonesia, di kelas IV sampai kelas VI IPA menjadi mata pelajaran

    tersendiri tetapi pembelajarannya melalui pembelajaran tematik terpadu. Mata pelajaran IPA di SMP dilakukan dengan konsep integrative science. Di tingkat SMA barulah IPA disajikan sebagai mata pelajaran yang spesifik yang terbagi dalam mata pelajaran Fisika, Kimia, dan Biologi. Pada penjelasan pasal 77I bagian (e ) PP Nomor 32 Tahun 2013 dinyatakan

    bahan kajian ilmu pengetahuan alam, antara lain, fisika, biologi, dan kimia dimaksudkan untuk mengembangkan pengetahuan, pemahaman, dan kemampuan analisis peserta didik terhadap lingkungan alam dan

    sekitarnya.

    Pada kurikulum 2013, khususnya untuk tingkat SMP, terdapat beberapa

    perubahan pada pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), diantaranya adalah konsep pembelajaran terpadu IPA (integrative science). Konsep keterpaduan ini ditunjukkan dalam Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD) yakni dalam satu KD sudah memadukan konsep-konsep IPA dari bidang Biologi, Fisika, Kimia, dan Ilmu Pengetahuan Bumi dan Antariksa

    (IPBA). Perubahan ini tentu saja berdampak pada proses pembelajaran IPA, untuk itu diperlukan Buku Pedoman Mata Pelajaran IPA sehingga pembelajaran bisa berorientasi pada kemampuan aplikatif, pengembangan

    kemampuan berpikir, rasa ingin tahu, dan pengembangan sikap peduli dan bertanggungjawab terhadap lingkungan sosial dan alam. IPA juga ditujukan

    untuk pengenalan lingkungan biologi dan alam sekitarnya, serta pengenalan berbagai keunggulan wilayah nusantara.

    Melalui pembelajaran IPA, peserta didik dapat memperoleh pengalaman

    langsung, sehingga dapat menambah kekuatan untuk menerima, menyimpan, dan menerapkan konsep yang telah dipelajarinya. Dengan demikian, peserta didik terlatih untuk dapat menemukan sendiri berbagai

    konsep yang dipelajari secara menyeluruh (holistik), bermakna, autentik, dan aktif.

    Pendekatan yang digunakan menekankan pada keterampilan proses, memanfaatkan lingkungan, masyarakat, dan teknologi (STM). Metode belajarnya dapat menggunakan eksperimen, demonstrasi, ceramah dan lain-

    lain. Langkah-langkah atau sintaksnya dimodifikasi sesuai model keterpaduan yang dipilih menggunakan pendekatan saintifik. Hal ini sejalan dengan Permendikbud tentang Standar Proses, kegiatan pembelajaran menggunakan model pembelajaran, metode pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar yang disesuaikan dengan karakteristik

    peserta didik dan mata pelajaran. Model pembelajaran discovery, pembelajaran berbasis proyek atau pembelajaran berbasis masalah

    merupakan model yang disarankan pada implementasi kurikulum. Pendekatan pembelajaran yang disarankan adalah pendekatan saintifik dan penilaiannya berupa penilaian otentik.

  • - 431 -

    Karena perubahan kurikulum yang cukup mendasar inilah, khususnya pada tataran implementasi terkait dengan pembelajaran saintifik dan penilaian

    otentik di kelas, maka perlu disusun Panduan Guru Mata Pelajaran IPA yang dapat memandu guru IPA dalam menggunakan dokumen kurikulum IPA, buku teks mata pelajaran IPA bagi peserta didik, buku guru yang

    dikembangkan sesuai dengan kurikulum 2013 dan implementasi proses pembelajaran IPA yang sesuai dengan Kurikulum 2013.

    B. Tujuan Pedoman

    Secara umum penyusunan pedoman mata pelajaran IPA bertujuan untuk

    membantu guru dan stakeholder lainnya dalam memahami konsep Kurikulum 2013 mata pelajaran IPA di SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/MA

    sehingga guru mampu mengimplementasikan Kurikulum 2013 dalam rangka mencapai SKL dan kompetensi inti (KI). Secara khusus penyusunan pedoman guru mata pelajaran IPA bertujuan untuk:

    1. Menjadi acuan bagi guru dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) dan melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan berbagai strategi dan metode serta model pembelajaran

    IPA.

    2. Menjadi acuan bagi guru dalam mengembangkan dan melaksanakan

    kegiatan pembelajaran dengan pendekatan saintifik.

    3. Menjadi acuan bagi guru dalam mengembangkan teknik dan instrumen penilaian otentik pada pembelajaran IPA.

    4. Menjadi acuan bagi guru dalam memilih media dan sumber belajar.

    5. Menjadi acuan bagi guru untuk mengembangkan kultur sekolah.

    C. Ruang Lingkup Pedoman

    Pedoman mata pelajaran IPA SMP/MTs disusun dalam 9 (sembilan) Bab

    sebagai berikut:

    BAB I Pendahuluan: menguraikan latar belakang/rasional

    penyusunan pedoman, tujuan, ruang lingkup pedoman, dan sasaran/pengguna.

    BAB II Karakteristik Mata Pelajaran IPA: menguraikan rasional pentingnya mata pelajaran IPA yang diberikan di SMP/MTs; prinsip-prinsip penerapan kurikulum IPA; dan tujuan; serta

    ruang lingkup mata pelajaran IPA.

    BAB III Kurikulum 2013 mata pelajaran IPA: menguraikan alur

    pengembangan kompetensi dasar, yang diawali dari pengembangan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) dari tujuan pendidikan nasional dan kebutuhan masa depan, perumusan

    tingkat kompetensi dan ruang lingkup materi, perumusan Kompetensi Inti (KI), hingga perumusan Kompetesi Dasar (KD)

    setiap KI.

    BAB IV Desain pembelajaran: menguraikan kerangka pembelajaran, pendekatan pembelajaran, strategi dan metode dan rancangan

    pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik mata pelajaran IPA dan perkembangan peserta didik.

    BAB V Model-model pembelajaran: menguraikan model-model pembelajaran yang direkomendasikan berdasarkan kebutuhan

    pengembangan kompetensi dan karakteristik materi IPA, diantaranya pembelajaran penemuan (discovery learning),

  • - 432 -

    pembelajaran berbasis proyek (project based learning), dan pembelajaran berbasis masalah