Arsip Koe ... Arsip Koe

download Arsip Koe ...

Arsip Koe

of 39

  • date post

    05-Mar-2021
  • Category

    Documents

  • view

    14
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of Arsip Koe ... Arsip Koe

  • KEWARISAN DALAM PERSPEKTIF HAZAIRJN

    Abclul Ghonr Hamlcl

    Kata kunci : Waxis, Hukum Islam, Bilateral.

    Abstraksi

    Hazainn adalah salah seoEng ulama Indonesia yang hidup di abad ke-20 Masehi. ia sangai m€ngkrjtik sikap taqlid ulama. Di antara pemikiran Hazairin yang paling banyak disoroti adalah mengenai sistem kewarisan bilaieral, yang ia tuangkan dalam karyanya Huk'n Kewarisdn Rilateral MeMrut AI'Qur'at dan Hadith, yang dilulisnya kerika bensia 52 tahun atau sekitar tahun 1958 M. Buku ini membicarakan tentang kritikan terhadap sistem pdl,"t/rrea1 yang telah melekat pada nasyarakat Arab, atau dengan kata lain juga mengkilik mazhab Suini yang dianut nayoritas masyarakar Indonesia. Hazainn menyatakan bahwa sistem kemasyamkatan yang terkandung dalsm Alquran adalal sistem kemasyarakatan bilateral, dan karenanya sistem kewarisannya pun bercorak bilateral jusa. Dalam peneiiiian ini penulis nemaparkan beberapa pemikiran Haz airin tentang kewarisan Islam untuk diteliti dan dianalisis.

    Metode penelitian dalan karya ini adalah Studi Kep$t^k^ar'llibrury rcsarch. Dalam penelitian ini disajikan peNpektif Hazairin tentang konsep konsep kewarisan lslam yans benolak belakans densan Ulama pada umumnya. Kemudian isi dari pemikian Hazaidn tersebut dianalisis. Di sarnping itu, karena masalah pokok yans akan dipecahlan adalah masalah penikiran, yang berupa konsep dan metode ijlihad, maka penulis menggunakan pendekatan ushul fiqh, yalni pemikiran Huairin dilihat dari pe.spektif ushul fiqh. Hasil dari penelitian ini: (l) bahwa sistem kewaisan yang t€rkandung dalam Alquran adalah sistem kewansan bilateral; (2) menetapkan ahli waris penssanti dalam kewarisan; (3) menetapkan golonsan ahli waris kepada 3 (tisa) kelompok yaitu: AdwilJiu mdh, dzawil qarabah dan nawali; (4) dala'rAh3'l kalalah talah orang yang tidak berketunnan tanpa syarat tidak ada ayah.

    Penulis adalah rnahasiswa pasca sarjana IAIN Antasari Jnrusan Filsafat Islam konsentrasi Filsafat Hukum Islam

    JunalStudiAgona dan Maslarak4t, lroluhe 4, Nohat I Juni 2007 29

  • Perkembangan penikiran di dalam hukurn Islam adalah merupakan hal yang wajar, karenahukumlslamitu sendiribersifatdinamis. Oleh sebab itu,kepada senuapih*per1u rnenbuka cakaw r p€miknan mereka te*adap ide dan gagasan baru d€ngan semanglt keilmuan untuk dapat menyesuaikan dengan perubahan zaman dan keadaan.

    A. Pendahuluan 1. LatarBelakang

    Hukum waris merupakan bagian dari hukum yang memegang peranan sangat p€nting, dan merupakan salah satu peraturan yang berlaku dalam masyarakat Indonesia. Hal ini disebabkan hukum waris sangat berkaitan erat dengan kehidupan manusia dan setiap manusia pasti akan mengalami suatu pedstiwa hukum, yaitu meninggal dunia. Apabila ada suatu peristiwa meninggahya seseorang maka sekaligus menimbulkan akibat hukum, yaitu tentang bagoimana mengurus dan melanjutkan hak-hak serta kewajiban seseorang yang meninggal dunia tersebut. Penyelesaian terhadap masalah itu diperlukan adanya hukum waris yang dapat memenuhi rasa keadilan bagi setiappihak.

    Hukum kewarisan yang merupakan bagian dari hukum keluarga memegang peranan yang sangat penting, bahkan menentukan dan mencemrinkan sistem dan bentuk hukum yang berlaku dalam masyarakat itu. Hal ini disebabkan hukum kewarisan sangat erat kaitannya dengan ruang lingkup kehidupan manusia.r Sehin itu, hukum kewa san yang dianggap sebagai bagian tidak terpisahkan dari hukum keluarga mengalami pelbagai pembaharuan dalam implementasinya. Dalam pelbagai variasinya, pembaharuan hukum waris Islam di pelbagai negara muslim berbeda-beda tingkat dan bobotnya sejalan dengan tantangan perubahan yang terjadi di dalam lcta nilai mauoun srukfur mcsvarakct. '

    ' M.Idrus Ramulya,,rlrl m Wais Islam,Jakana:hd Hill,I987,h.l. ' Ku"sniati Rofiah, "Pernbaharuan Hukum Waris di Indonesia", ,raiogla, Vol. 3 No. I,

    Januari-Juni 2005, h. 42.

    30 Ju al Sturli AE trto dnh Ma{a'ola!. v^lunp 1. \lonor Ltuni 240-

  • Kevarisnh lulen Perspektil I!u.oiri

    Pada pertengahan abad XX M, di kalangan Islam terjadi gerakan- gerakan pembaharuan di beberapa negara Islam untuk rnenghidupkan kembali ijtihad dengan rnenyerukan kembali kepada Alquran dan Sunnah. Gerakan ini dipelopori oleh pemimpin-pemimpin terkenal seperti: Taqiyuddin lbn Taimiyah, MuhammadbinAbdul Wahab, Jarnaluddinal-Afghani, Muhammad Abduh, Muhammad Iqbal, Ahmad Dahlan dan lain-lain.' Kemudian muncullah ulama-ulama yang menpsun kitab-kitab fiqh mawaris dan kitab- kitab tafsir (yang memuatjuga penafsimn ayat-ayat kewarisan). Di lndonesia pun muncul beberapa ulama penprsun ilmu faraidh atau hukum kewarisan. Kttab-kitab faraidh tersebut banyak menyebar dan dipelajari di Indonesia. Namun jika dilihat isi dari kitab-kitab tersebut, terlihat bahwa dalam kitab- kitab tersebut kebanyakan para pengalangnya masih menampilkan penafsiran sebagaimana penafsiran ahli-ahli fiqh abad II H dahulu, bahkan kadang- kadang hanya nrennrguhkan hasil penafsiran yang sudahjadi. Karena itu, fiqh mawaris yang berkembang di Indonesia tidakjauh berbcda dengan fiqh-fiqh mawaris yang dihasilkanberabad-abad yang lalu, yang masih banyak diwamai adatbudayaArab.

    Melihat kenyataan ini, di Indonesia muncul seorang mujtahid yang mencoba merambahjalan memunculkan pemikiran lahimya mazhab fiqh yang sesuai dengan kepribadian lndonesia, yaitu seorang ahli hukum adat yang bemama Hazairin. Beberapa konsep pemikirannya masih dianggap sebagai hal yangasing bagi masyarakat Indonesia padaumumnya.

    Menurutnya, umat Islam Indonesia sudahwaktunya melakukan ijtihad menuju pembentukan fiqh mazhab Indonesia sebagaimana oraog Mesir menlusun fiqh sesuai dengan ke-Mesirannya, orang lrak dengan ke-lrakannya dan orang Arab dengan ke-Arabannya.' Hazairin berpendapat babwa negara Indonesia yang berfalsafah Pancasiladan berkonstitusiUUD 1945 hanya akan mencapai kebahagiaan, adil dan makmur apabila mendapat keridhaan Tuhan

    ' Abdullahsiddiq,H,*,,- Wari\ Islam,Jakana:Widj^ya, 1984,h. I l-12.

    hrhol Stu.li A sana dan Metarakat, Volutre 4, Nonot I Jrtj2007 3 l

  • Yang Maha Esa. l)an itu akan bisa tenvujudjika hukum yang bcrlaku dan yang diberlakukan di Indonesia adalah syari'at agama atau sckurang-kurangnya hukunr yang tidak bencnlangan dengan syari atagamalslrrn.'

    Kesan inilah yang mendorong llazairin untuk tampil rnenjadi seorang mujtahid, dengan bekal kenampuan dan pengetahuannya di bidang hukum adat dan hukum Islam. Ia mencoba mengemhkan segala kcmampuannya (benjtihad) untuk meiumuskan fiqh yang sesuai dcngan nasyarakat Indoncsia, khususnya mengenai hukum kewarisan lslam. Sangat menarik bahwa konsep-konsep hasil ijtihad llazairin mengenai kewarisan ini temyata merupakan hal yang baru yang berbeda dengan konsep-konscp mayoritas ulama fiqh lainnya.

    Konscp-konsep Ilazairin terscbut misalnya mengcnai konsep ahli waris pcngganti, selain itu juga rnengenai golongan ahli waris, di mana mayoritas ulama Sunni membagi golongan ahli waris kepada tiga kelompok, yaitu: dzau'il ./iridh, aslnbalt

  • KeMrisan dik'h Perspektif Ha.ai, n,

    3. Tujuan Penelitian Berdasarkan fokus masalah di atas, maka tujuan penelitian ini adalah

    untuk mengkaji bagaimana konsep hukum kewarisan menurut Hazaiin yatg mempunyai perbedaan dengan mayoritas ulama pada umumnya seata untuk menemukan relevansi dari konsep hukum kewarisan Hazairin dengan kondisi saatrnr.

    4, Kajian Pustaka Beberapa kajian sudah dilakukan untuk membahas pemikiran dan

    kiprahHazairin ulama kelahiran BukitTinggi,26 Nopember 1906 ini: Mahsun Fuad, dalam Hukum Islam Indonesia Dari Nalar Partisipaturis Hitryga Emansipatois mengkaji pemikiran tokoh-tokoh pcmikir hukum Islam Indonesia pada rentang wakhr 1970-2000, temasuk di dalamnya Hazairin. Fokus pengamatan adalah pada fenomena munculnya pemikiran pemikiran Hazairin. scrta memerakcn dalam perspekrrf rrpologi. Dalam penelit ian ini disebutkan bahwa tema pemikiran Fiqh Mazhab Nasional yang digagas oleh Hazairin cenderung mengarah pada pola rekonstruksiinterpretatif responsi simpatis partisipatoris. Selain itu penelitian inijuga mengungkapkan setting sejarah sosial yang mempengaruhi konsep pemikiran Hazai n serta pemaparan asas bilateral yang dianut Hazairin. Dalam penelitian ini dinyatakan bahwa asas bilateral yang digagas oleh Hazairin merupakan sebuah metode hasil-hasil keilmuan kontemporer (khususnya antropologi) dalam menetapkan hukum-hukum fi qh (kewarisan).'

    Abdul Halim dalam Jurnal Penelitian Agama, Hazairin dan Penikirannya tentang Pembaharuan Htkum Kekeluargaan dalam Islan, memfokuskan penelitian terhadap pandangan Hazairin tentang hukum kekeluargaan dalam lslam. Dalam penelitian ini diungkapkan mengcnai

    Mahsun Fu'arl, Hukun Islum lndonesia Dari Nalat Portisi?ato ! Hingga Emansipabri.t, Yogyakanai LKiS,2005, Cel.I, h. 10. Ibid., h.246.

    Jurnal Studi Agd'ra dah Masrarakat, Uolune 4. Nattot I Juri 2007

  • koDscp ll i latcral IIazairiD lDengcll0i kcrvarisan secara garis bcsnr saja, sefla aplikasi perrrikirai Hazairin dalarn hukum kekeluargaan nasional. '

    Peneiit ian lain tcntang llazairin adalah oleh Molrd. Idris Ranrulyo dalarn Hukunr Perk$tin,n, lttkun Kcttarisan, ]lukunr Acuru Peradilan ,tganu dtn Zakat, yang lebih urcnitik beratkan pada pe$andingan antora konsep pcmikiran llazairin dengan ajaran Mazhab Syaf i, scbagai maz-hab yang tclah lama dianut dan bcrkcmbang di Indoncsia. Dalan pcnclitian ini terungkap bahwa menurutnya ijtihod llazairin akan dapat diterima sebagai suatu hal yang meDdekati rasa keadilan hukum menuilt Alquran dan umat Islam di Indoncsia, lcbihjauh akan dapat diterima sebagai suatu surnbangsih dalam menetapkaD hukum kewarisan Nasional Indoncsia, setidak-tidaknya khusus umat lslam.' '

    Knrya karya laifi tcnta]rg Ilazairin, adalah tulisan Iskandar Riton