Yayasan Universitas Alhuda Indonesia Gorontalo | … · Web viewAuthor Hp Created Date 04/22/2018...

of 130 /130
Poltekkes Kemenkes Gorontalo | Jl. Taman Pendidikan No. 36 Kota Gorontalo BAB I PENDAHULUAN ` A. Latar Belakang Dalam perencanaan Pembangunan Jangka Panjang Nasional (PJPN) 2005-2025) telah ditetapkan empat tahapan pokok pembangunan nasional jangka menengah lima tahunan. Keempat tahapan pokok tersebut adalah : (1), Tahap Pertama (2005-2009); menata kembali NKRI, membangun Indonesia yang aman dan damai, yang adil dan demokratis, dengan tingkat kesejahteraan yang baik; (2). Tahap Kedua (2010- 2014); memantapkan penataan NKRI, meningkatkan kualitas SDM, membangun kemampuan Iptek, dan memperkuat daya saing perekonomian; Tahap Ketiga (2015-2020); memantapkan pembangunan secara menyeluruh dengan menekankan pada pembangunan keunggulan kompetitif perekonomian yang berbasis SDA yang tersedia, SDM yang berkualitas, serta kemampuan Iptek dan Tahap Keempat (2020-2024); mewujudkan masyarakat Indonesia yang mandiri, maju, adil dan makmur melalui percepatan pembangunan disegala bidang dengan struktur perekonomian yang kokoh berlandaskan keunggulan kompetitif. 1 Renstra Poltekkes Kemenkes Gorontalo 2016-2020

Embed Size (px)

Transcript of Yayasan Universitas Alhuda Indonesia Gorontalo | … · Web viewAuthor Hp Created Date 04/22/2018...

Yayasan Universitas Alhuda Indonesia Gorontalo | Jl. Kiayi Madja, Kota GorontaloBAB I PENDAHULUAN

`

Latar Belakang

Dalam perencanaan Pembangunan Jangka Panjang Nasional (PJPN) 2005-2025) telah ditetapkan empat tahapan pokok pembangunan nasional jangka menengah lima tahunan. Keempat tahapan pokok tersebut adalah : (1), Tahap Pertama (2005-2009); menata kembali NKRI, membangun Indonesia yang aman dan damai, yang adil dan demokratis, dengan tingkat kesejahteraan yang baik; (2). Tahap Kedua (2010-2014); memantapkan penataan NKRI, meningkatkan kualitas SDM, membangun kemampuan Iptek, dan memperkuat daya saing perekonomian; Tahap Ketiga (2015-2020); memantapkan pembangunan secara menyeluruh dengan menekankan pada pembangunan keunggulan kompetitif perekonomian yang berbasis SDA yang tersedia, SDM yang berkualitas, serta kemampuan Iptek dan Tahap Keempat (2020-2024); mewujudkan masyarakat Indonesia yang mandiri, maju, adil dan makmur melalui percepatan pembangunan disegala bidang dengan struktur perekonomian yang kokoh berlandaskan keunggulan kompetitif.

Seiring dengan itu Undang-undang Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan, juga mengamanatkan kepada pemerintah untuk bertanggung jawab terhadap ketersediaan akses pendidikan kesehatan, ketersediaan informasi kesehatan, serta layanan kesehatan sehingga dapat meningkatkan dan memelihara derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya.

Dalam upaya mendukung misi kementerian kesehatan dan untuk mencapai visi badan PPSDM kesehatan yaitu : " Penggerak Terwujudnya Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan yang Professional Dalam Mewujudkan Masyarakat Sehat yang Mandiri dan Berkeadilan", maka telah disusun Misi PPSDM Kesehatan sebagai berikut :

1. Memenuhi jumlah, jenis, dan mutu SDM Kesehatan sesuai yang direncanakan dalam mendukung penyelenggaraan pembangunan kesehatan

2. Menyerasikan pengadaan SDM Kesehatan melalui pendidikan dan pelatihan dengan kebutuhan SDM Kesehatan dalam mendukung pembangunan kesehatan

3. Menjamin pemerataan, pemanfaatan, dan pengembangan SDM Kesehatan dalam pelayanan kesehatan kepada masyarakat

4. Meningkatkan pembinaan dan pengawasan mutu SDM Kesehatan

5. Memantapkan manajemen dan dukungan kegiatan teknis serta sumber daya pengembangan dan pemberdayaan SDM Kesehatan

Peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan salah satu aspek penting dalam mencapai tujuan pembangunan nasional di segala bidang. Untuk membangun kualitas sumber daya manusia diperlukan peningkatan kualitas pendidikan, peningkatan kesejahteraan manusia, dan pembentukan moral yang baik sehingga dapat menunjang tercapainya tujuan pembangunan nasional. Hal tersebut tertuang dalam 9 Agenda Prioritas Nawa Cita dari Kabinet Jokowi-Jusuf Kala Tahun 2015-2019 yang terkait dengan pengembangan sumber daya manusia, yaitu pada poin 5 yang berbunyi demikian : Meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia melalui peningkatan kualitas pendidikan dan pelatihan dengan program "Indonesia Pintar"; serta peningkatan kesejahteraan masyarakat dengan program "Indonesia Kerja" dan "Indonesia Sejahtera". dan pada poin 8 yaitu : Melakukan revolusi karakter bangsa melalui kebijakan penataan kembali kurikulum pendidikan nasional dengan mengedepankan aspek pendidikan kewarganegaraan, yang menempatkan secara proporsional aspek pendidikan, seperti pengajaran sejarah pembentukan bangsa, nilai-nilai patriotisme dan cinta Tanah Air, semangat bela negara dan budi pekerti di dalam kurikulum pendidikan Indonesia. Pembangunan kesehatan merupakan salah satu aspek penting dengan tujuan dalam rangka mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Tujuan pembangunan kesehatan dapat dicapai melalui berbagai bidang baik pendidikan kesehatan, pelayanan medis, pelayanan paramedis, dan bidang-bidang lainnya.

Untuk mewujudkan sumber daya manusia kesehatan yang professional dan kompeten di bidangnya, maka diperlukan suatu upaya guna menjamin mutu institusi pendidikan tenaga kesehatan. Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Gorontalo merupakan institusi pendidikan yang dibentuk oleh Kementerian Kesehatan mempunyai tugas meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui pendidikan kesehatan dengan berbagai disiplin ilmu.

Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Gorontalo saat ini memiliki 3 Jurusan yaitu Jurusan Keperawatan, Jurusan Kebidanan dan Jurusan Gizi. Ketiga jurusan tersebut menyelenggarakan program studi diploma III dan Diploma IV. Pengembangan Jurusan akan dilakukan seiring dengan pemenuhan kebutuhan dari stakeholder dan masyarakat. Untuk menjalankan tugas dan fungsinya, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Gorontalo dengan kepemimpinan yang baru periode 2016-2020 telah menyusun Visi, Misi, Tujuan, Sasaran dan Rencana Strategis dalam mencapai tujuan pembangunan sumber daya manusia kesehatan seperti yang diamanatkan.

Dasar Hukum

Penyusunan Rencana Strategis Poltekkes Kemenkes Gorontalo Tahun 2016-2020 ini dilandasi oleh berbagai aturan dasar hukum, yaitu :

Undang undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Undang-undang Nomor 25 tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional.

Undang-undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan

Undang undang Nomor 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen.

Undang-undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan

Undang undang Nomor 12 Tahun 2012 Tentang Pendidikan Tinggi.

Undang-undang Tenaga Kesehatan nomor 36 tahun 2014

Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2004 Tentang Rencana Kerja Pemerintah

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Sistem Nasional Pendidikan.

Peraturan Pemerintah Nomor 37 Tahun 2009 Tentang Dosen. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1575 Tahun 2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Kesehatan sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 439/Menkes/VII/2009.

Peraturan Menteri Kesehatan RI tentang Petunjuk Teknis Organisasi dan Tatalaksana Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan Nomor : HK.03.05/I.2/03086/2012

Peraturan Menteri Pendayagunanaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2013 tentang Jabatan Fungsional Dosen dan Angka Kreditnya sebagaimana telah di ubah sesuai dengan Peraturan Penyelenggaraan Program Studi pada Politeknik Kesehatan kepada Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan

Peraturan menteri pendidikan kebudayaan Republik Indonesia Nomor 49 tahun 2014 tentang standar nasional pendidikan Tinggi

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 50 tahun 2014 tentang sistem Penjamin Mutu Pendidikan Tinggi.

Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 855/Menkes/SK/IX/ 2009 Tentang Susunan dan Uraian Jabatan serta tata Hubungan Kerja Politeknik Kesehatan.

Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 355/E/O/2012 tentang Alih Bina Penyelenggaraan Program Studi pada Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan dari Kementerian Kesehatan kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Sistematika Penyajian

Agar mudah memahami Rencana Strategis Lima Tahun Kedepan pada Politeknik Kesehatan Kemenkes Gorontalo, maka sistimatika Rencana Strategis yang dibuat adalah sebagai berikut :

BAB I: PENDAHULUAN, meliputi Latar Belakang, Landasan Penyusunan Renstra, dan Sistematika Penulisan.

BAB II: GAMBARAN UMUM ORGANISASI, meliputi Sejarah Singkat Politeknik Kesehatan Kemenkes Gorontalo, Perumusan Visi Misi, Manfaat, Tata Nilai, dan Tugas Pokok dan Fungsi Organisasi Politeknik.

BAB III: KINERJA TAHUN BERJALAN, meliputi Bidang Pendidikan, Bidang Organisasi dan Sumber Daya Manusia, Bidang Keuangan dan Bidang Sarana dan Prasarana

BAB IV: ANALISIS SITUASI, meliputi Isu Strategis dan Analisa Situasi Politeknik Kesehatan Kemenkes Gorontalo.

BAB V: RENCANA STRATEGIS, meliputi Visi, Misi, Tujuan, Strategi, Kebiajakan,Sasaran, Program, Kegiatan, Indikator, dan Target Waktu Capaian

BAB VI: PENUTUP

BAB IIGAMBARAN UMUM ORGANISASI

1. Sejarah Singkat

Sejarah terbentuknya Politeknik Kesehatan Gorontalo adalah merupakan perjuangan yang cukup panjang dengan penuh banyak tantangan dan berbagai kendala, namun semuanya dapat berjalan dengan baik dan lancar sesuai tujuan berkat dukungan motivasi dan kerja sama yang baik dari seluruh jajaran baik yang terlibat langsung maupun yang tidak langsung.

Pendidikan kesehatan di Gorontalo dimulai sejak tahun 1974 di mana jenis pendidikan ini dimulai dengan pelaksanaan sekolah penjenang kesehatan Ijazah C dan Ijazah E dan luaran lulusannya telah dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan didaerah Kotamadya Gorontalo dan Kabupaten Gorontalo.

Berdasarkan kebijaksanaan pemerintah, maka pada tahun 1978, pendidikan penjenang kesehatan dan sejenisnya ditutup, dan dikonversi menjadi Sekolah Perawat Kesehatan. Kemudian pada tahun 1979 daerah Kotamadya Gorontalo disetujui untuk dibuka Sekolah Perawat Kesehatan Gorontalo (SPK) dan secara operasional SPK Gorontalo mulai menerima siswa baru tahun ajaran 1980/1981 bertempat di RSU Gorontalo yang diresmikan oleh Kepala Pusat Pendidikan Tenaga Kesehatan (Kapusdiknakes) Depkes RI tanggal 9 September 1980 dan pada tanggal 11 Maret 1984 SPK Gorontalo telah menggunakan gedung baru yang berlokasi di jalan Pemuda No.36 Gorontalo (Lokasi sekarang).

Kemudian pada tanggal 10 Desember 1998 SPK telah di konversi menjadi PAM, sehingga tahun ajaran 1999/2000 telah menerima mahasiswa baru program DIII Keperawatan dan dengan diterbitkannya Surat Keputusan Menteri Kesehatan dan Kessos RI No. 298 tahun 2001 maka Akper Gorontalo berubah menjadi Program studi keperawatasn Gorontalo masuk dalam Politeknik Kesehatan Manado bersama-sama dengan akademi kesehatan lainnya se Provinsi Sulawesi Utara.

Civitas akademika Program studi Keperawatan Gorontalo melakukan audiensi dengan Gubernur Gorontalo yang membahas rencana peningkatan program studi menjadi Politeknik Kesehatan untuk berpisah dengan Politeknik Kesehatan Manado namun hal tersebut menemui kendala sebagaimana diisyaratkan dalam surat menteri Kesehatan RI tertanggal 16 Juli 2002 bahwa Program studi keperawatan Gorontalo untuk menjadi Poltekkes hendaknya menambah dua program studi baru selain program studi yang telah ada, hal ini sesuai surat edaran Dirjen Dikti No. 470/D/T/1996 tertanggal 28 Pebruari 1996 tentang syarat pendirian Politeknik, disyaratkan minimal 3 (tiga) program studi untuk mendirikan suatu Politeknik.

Dengan dasar tersebut diatas maka civitas akademika Program studi Keperawatan Gorontalo melakukan upaya-upaya pengembangan institusi kesehatan ( Prodi Keperawatan) untuk mengembangkan diri yakni rencana peningkatan status tersebut, maka dilakukan sosialisasi dengan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo tentang rencana tersebut sehingga pada saat itu disepakati rencana penambahan dua program studi yakni Program studi Kebidanan dan Program studi Gizi Gorontalo. Selanjutnya Menteri Kesehatan RI dengan suratnya nomor 1049/Menkes/SK/VII/2003 menetapkan Program studi Kebidanan dan Gizi sebagai bagian dari persyaratan pembentukan Poltekkes Gorontalo.

Dengan lengkapnya persyaratan untuk pembentukan Poltekkes maka panitia yang terdiri seluruh civitas akademika ketiga program studi bersama dengan Pemerintah Provinsi dan DPRD Provinsi melakukan upaya dengan berkonsultasi dengan Badan PPSDM Kesehatan RI agar Ketiga Prodi Kesehatan di Gorontalo segera di usulkan ke Menteri Kesehatan untuk peningkatan Prodi tersebut menjadi Politeknik Kesehatan Gorontalo.

Hal ini mendapat respon baik dari Badan PPSDM Kesehatan RI dan beliau melakukan proses administrasi dengan berpedoman pada ketentuan yang berlaku maka Dirjen Dikti dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara merekomendasikan pembentukan Politeknik Kesehatan Gorontalo untuk berpisah dengan Poltekkes Manado.

Atas ridho Allah SWT maka dengan terbitnya surat rekomendasi tersebut diatas maka Menteri Kesehatan Republik Indonesia menyetujui pembentukan Politeknik Kesehatan Gorontalo sesuai surat keputusan Menkes RI No. 890 tahun 2007 tanggal 2 Agustus tentang Organisasi dan tatalakasana Politeknik Kesehatan Departemen Kesehatan RI maka ketiga Prodi kesehatan yang ada di Gorontalo secara resmi terpisah dari Politeknik Kesehatan Manado dan secara resmi pula di Provinsi Gorontalo telah memiliki Politeknik Kesehatan Depkes Gorontalo.

1. Perumusan Visi Dan Misi Organisasi

Visi merupakan cita-cita dan tujuan yang hendak dicapai oleh suatu organisasi dalam penyelenggaraan Tri Dharma Perguruan Tinggi, sehingga pimpinan beserta seluruh civitas akademika memiliki acuan untuk mewujudkan sebuah institusi pendidikan terbaik penghasil sumber daya manusia kesehatan yang inovatif dibidang akademik baik dosen dan pegawai dalam menjalankan profesi dan tugas-tugas pengabdiannya untuk menghasilkan tenaga kesehatan yang Profesional dan Bermartabat. Makna lain yang terkandung dalam pengertian Visi tersebut adalah upaya pimpinan beserta civitas akademika untuk memfasilitasi seluruh kegiatan tri dharma perguruan tinggi menuju terwujudnya lulusan (output) yang berkualitas dengan menampilkan karakter serta etika yang menjunjung tinggi etika profesi dalam pengabdian dirinya ditengah-tengah masyarakat. Oleh karena itu Politeknik Kesehatan Kemenkes Gorontalo menyusun dan merancang visi dan misi sebagai berikut :

1. Visi

Menjadi Institusi Pendidikan Tinggi Kesehatan Terdepan Dalam Menghasilkan Lulusan Yang Kompetitif Dan Berkarakter Tahun 2020

2. Misi

a. Menyelenggarakan Tridharma Perguruan Tinggi Efektif, Efisien, Relevan Dan Berkelanjutan

b. Menyelenggarakan Sistem Manajemen Secara Profesional, Transparan, Akuntabel Dan Berkeadilan

c. Mengembangkan Kemitraan Dengan Stakeholder

1. Rumusan Tujuan dari Misi Organisasi

Misi 1 : Menyelenggarakan Tridharma Perguruan Tinggi Efektif, Efisien, Relevan Dan Berkelanjutan

Tujuan :

1. Mendidik tenaga kesehatan yang bermutu, bermoral, berintegritas dan berdaya saing tinggi

2. Meningkatkan kuantitas dan kualitas penelitian terapan dan pengabdian kepada masyarakat yang berdaya saing tinggi

Misi 2 : Menyelenggarakan Sistem Manajemen Secara Profesional, Transparan, Akuntabel Dan Berkeadilan

Tujuan :

1. Meningkatkan tata kelola organisasi dan sumber daya manusia yang profesional, transparan, akuntabel dan berkeadilan

2. Menerapkan sistem penjaminan mutu internal untuk menghasilkan tenaga kesehatan yang kompetitif dan berkarakter dalam tata kelola pendidikan yang baik dan bersih.

Misi 3 : Mengembangkan Kemitraan Dengan Stakeholder

Tujuan :

1. Meningkatkan kemitraan untuk menunjang produktivitas dosen, tenaga kependidikan dan mahasiswa dalam pelaksanaan Tri dharma perguruan tinggi

2. Terwujudnya peningkatan strata pendidikan dari vokasional ahli madya ke strata sarjana saint terapan dan magister saint terapan

1. Manfaat

Memberikan arah dan pedoman bagi pengembangan penyelenggaraan pendidikan dalam menghasilkan tenaga kesehatan yang bermutu dan profesional untuk kurun waktu 5 (lima) tahun mendatang pada Poltekkes Kemenkes Gorontalo agar lebih efektif dan efisien.

1. Tata Nilai

1. Nilai Dasar/Nilai Utama

Setiap individu yang terlibat dalam proses penyelenggaraan Pendidikan Tenaga Kesehatan di Poltekkes Kemenkes Gorontalo harus dilandasi dengan keimanan, disiplin, rajin, jujur, adil, terbuka, lugas, konsisten, kebersamaan, profesional, dan saling menghargai, serta dapat mempertanggungjawabkan tugas dan tindakannya berdasarkan peraturan, etika, dan moral sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya.

2. Nilai Pelayanan

Memberikan pelayanan yang bermutu secara konsisten dengan melakukan upaya peningkatan mutu produk dan jasa secara berkesinambungan yang berorientasi kepada kebutuhan pasar kerja internal (Kementerian Kesehatan) dan eksternal (stakeholder) antara lain: memperhatikan kepuasan pelanggan, kesetaraan, dapat dipercaya, tepat waktu, terjangkau, sistematis, serta selalu dinamis dan inovatif.

3. Nilai Manfaat

Menghasilkan produk dan pelayanan yang memberi manfaat bagi penyelesaian berbagai isu strategis yang dihadapi oleh stakeholder bidang kesehatan dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan.

4. Nilai Keunggulan

Penyelenggaraan pendidikan di Poltekkes Kemenkes Gorontalo mempunyai sifat inovatif, mandiri, berdaya saing tinggi, pantang menyerah, menjadi Perguruan Tinggi Terdepan bagi pengelola pendidikan tenaga kesehatan, secara efektif dan efisien sesuai dengan kebutuhan penyelenggaraan pendidikan dalam rangka memproduksi dan mengembangkan tenaga kesehatan yang bermutu dan kompetitif

1. Kedudukan, Tugas Pokok, Fungsi Organisasi Dan Jenis Layanan Utama

1. Kedudukan

Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan Gorontalo adalah unit pelaksana teknis di lingkungan Kementrian Kesehatan yang berada di bawah dan bertanggung jawab pada BPPSDM Kesehatan. Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan Gorontalo dipimpin oleh seorang Direktur dan dalam pelaksanaan tugasnya sehari-hari secara teknis fungsional dibina oleh Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Tenaga Kesehatan, secara teknis administrasi dibina oleh Sekretaris BPPSDM Kesehatan dan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Propinsi Gorontalo.

2. Tugas

Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Gorontalo mempunyai tugas melaksanakan Tridharma Perguruan Tinggi dalam penyelenggaraan program Diploma III dan Diploma IV Bidang Kesehatan.

3. Fungsi

a. Pelaksanaan pengembangan pendidikan Diploma III dan IV di bidang Kesehatan.

b. Pelaksanaan penelitian di bidang pendidikan dan kesehatan.

c. Pelaksanaan pengabdian masyarakat sesuai dengan bidang yang menjadi tugas dan tanggung jawabnya.

d. Pelaksanaan pembinaan civitas akademika dalam hubungannya dengan lingkungan.

e. Pelaksanaan kegiatan pelayanan administrasi pendidikan.

4. Jenis-Jenis Layanan :

a. Program Studi Diploma III, mencakup :

1) D.III Keperawatan

2) D.III Kebidanan

3) D.III Gizi

b. Program Studi Diploma IV yakni D.IV Keperawatan dan Kebidanan

Poltekkes Kemenkes Gorontalo | Jl. Taman Pendidikan No. 36 Kota Gorontalo

7

20

Renstra Poltekkes Kemenkes Gorontalo 2016-2020

BAB IIIKINERJA POLTEKKES GORONTALO TAHUN 2012-2016

1. Bidang Pendidikan

No

Indikator

Satuan

Tahun 2012

Tahun 2013

Tahun 2014

Tahun 2015

Tahun 2016

T

R

%

T

R

%

T

R

%

T

R

%

T

R

%

1

Persentase lulusan tepat waktu

%

90

97,3

108

80

87,38

109,23

95

81,09

85

80

84,67

106

88

88

100

2

Persentase lulusan dengan IPK 2,75

%

100

100

100

95

100

105,26

100

100

100

100

100

100

100

100

100

3

Persentase penyerapan lulusan di pasar kerja (masa tunggu< 6 bulan)

%

0

0

0

75

80,21

106,95

85

95,1

112

85

69

81

73

39.2

53

4

Melakukan kegiatan penelitian (jumlah penelitian yang dilakukan oleh dosen dalam satu tahun)

Judul

2

2

100

2

29

1450

50

27

54

70

21

30

33

40

121

5

Publikasi karya ilmiah (jumlah karya ilmiah yang dipublikasikan dalam jurnal tidak terakreditasi per tahun

Judul

5

4

80

15

15

100

5

1

20

70

21

30

20

1

5

6

Kegiatan pengabdian masyarakat (jumlah kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan dalam satu tahun).

Kegiatan

20

23

115

10

18

180

35

22

63

110

44

40

62

51

82

1. Bidang Organisasi dan Sumber Daya Manusia

Kineja poltekkes pada bidang Organisasi dan Sumber daya manusia dapat dilihat pada prosentase realisasi terhadap target dalam indicator-indikator berikut:

No

Indikator

2012

2013

2014

2015

2016

T

R

T

R

T

R

T

R

T

R

1

Jumlah Tenaga Pendidik

70

68

70

71

70

70

94

94

86

86

2

Jumlah Tenaga Kependidikan

17

17

17

17

17

17

32

32

33

33

3

Jumlah Tenaga Pendidik Yang Disertiffikasi

0

13

0

2

0

0

8

8

3

3

4

Peserta Tubel

2

7

2

18

2

2

2

2

5

5

1. Bidang Keuangan

No

Indikator

2012

2013

2014

2015

2016

Pagu

Realisasi

Pagu

Realisasi

Pagu

Realisasi

Pagu

Realisasi

Pagu

Realisasi

1

Dukungan manajemen pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Sesban PPSDMK

4,425,652,000

4,714,169,726

9,270,430,000

7,566,750,813

9,112,917,000

7,838,290,950

9,972,254,000

9,271,471,982

31,935,805000

23,367,342,971

2

Pelaksanaan pengelolaan pendidikan Tinggi PPSDM Kesehatan

35,546,761,000

32,874,960,915

25,951,761,000

24,320,784,540

8,972,303,000

8,024,877,500

36,818,850,000

29,289,188,954

12,154,654,000

9,582,436,973

1. Rekapan Persentase Capaian

No

Indikator

%Tahun

2012

2013

2014

2015

2016

1

Dukungan manajemen pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Sesban PPSDMK

106,52

81,62

86,01

92,97

73,17

2

Pelaksanaan pengelolaan pendidikan Tinggi PPSDM Kesehatan

92,48

93,72

89,44

79,55

78,84

2. Rekapan Pertumbuhan Pagu

No

Indikator

Pertumbuhan Pagu

Pertumbuhan Realisasi

2013

2014

2015

2016

2013

2014

2015

2016

1.

Dukungan manajemen pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Sesban PPSDMK

0.52

-0.02

0.09

0,68

0.38

0.03

0.15

0,60

2.

Pelaksanaan pengelolaan pendidikan Tinggi PPSDM Kesehatan

-0.37

-1.89

0.76

-2,02

-0.35

-2.03

0.73

-2,06

1. Bidang Sarana dan Prasarana

No

Indikator

Satuan

Tahun

2012

2013

2014

2015

2016

1

Gedung direktorat

Buah

1

1

1

1

1

2

Gedung Kantor Jurusan Keperawatan.

Buah

1

1

1

1

1

3

Gedung Kantor Jurusan Kebidanan.

Buah

1

1

1

1

1

4

Gedung Kantor Jurusan Gizi.

Buah

1

1

1

1

1

5

Gedung Kuliah Jurusan Keperawatan

Ruang Kuliah

9

11

11

11

11

6

Gedung Kuliah Jurusan Kebidanan

Ruang Kuliah

9

14

14

14

14

7

Gedung Kuliah Jurusan Gizi

Ruang Kuliah

11

11

11

11

11

8

Kendaraan Roda 6

Buah

1

1

1

1

1

9

Kendaraan Roda 4

Buah

6

6

6

6

6

10

Kendaraan Roda 2

Buah

8

8

8

6

6

11

Gedung Laboratorium terpadu

Buah

1

1

1

1

1

12

Gedung Laboratorium Kimia

Buah

1

1

1

1

1

13

Gedung Laboratorium Kuliner

Buah

0

1

1

1

1

14

Gedung Perpustakaan

Buah

1

1

1

1

1

15

Layanan Internet

Mbps

0

0

0

8

20

BAB IV ANALISIS SITUASI

1. Isu Strategis

1. Pendidikan Profesi Dosen

Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2012, tentang Standar Pendidikan Nasional mengamanatkan bahwa dosen adalah pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama mentransformasikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk menunjang kinerjanya, maka pemerintah melakukan Sertifikasi terhadap Dosen sebagai tenaga fungsional sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan Nomor 8 tahun 2007.

2. Perkembangan teknologi Pendidikan

Proses pembelajaran yang dilakukan tidak terlepas dari pemanfaatan teknologi sebagai media pembelajaran. Perkembangan teknologi informasi telah membawa implikasi yang signifikan dalam proses pembelajaran. Pemanfaatan teknologi informasi dalam pembelajaran diyakini dapat meningkatan efisensi kegiatan pembelajaran yang dilakukan. Konsep e-learning telah dirintis implementasinya dibanyak Perguruan Tinggi. Keberadaan e-library menjadi inspirasi yang harus diwujudkan oleh institusi pendidikan seperti Poltekkes Kemenkes Gorontalo.

3. Dinamika Aliansi dan Persaingan

Pertumbuhan lembaga penyelenggara pendidikan tinggi menunjukan trend positive walaupun kebijakan pemerintah semakin ketat dalam hal pemberian ijin penyelenggaraan karena angka lulusan pendidikan tinggi kesehatan lebih besar dari daya serapnya di dunia kerja. Provinsi Gorontalo memiliki 4 buah institusi yang menyelenggarakan pendidikan tinggi bidang kesehatan baik milik pemerintah maupun swasta

1. Analisis Situasi

Analisis situasi ini merupakan bagian penting dalam penentuan strategi organisasi. Pada prinsipnya analisis ini mencakup peninjauan dan evaluasi atas masalahmasalah dan potensi-potensi yang dianggap sebagai kekuatan (Strenghts), kelemahan (Weaknesess), peluang (Opportunities) dan ancaman (Threats). Hal ini diperlukan agar organisasi dapat menetapkan strategi yang sesuai melalui diskusisecara profesional dan mendalam berdasar informasi-informasi yang dimiliki Poltekkes Kementrian Kesehatan Gorontalo dalam melakukan evaluasi diri secara jujur, dengan keterbukaan dan keberanian.

1. Lingkungan Internal

1. Kekuatan (Strengths):

a. Bidang Pendidikan

1) Institusi Poltekkes Kemenkes Gorontalo telah melembaga.

2) Sebagian besar program studi pada Poltekkes Kemenkes Gorontalo terakreditasi B.

3) Memiliki 5 Prodi : yaitu DIII Keperawatan, DIII Kebidanan dan DIII Gizi, DIV Keperawatan, dan DIV Kebidanan

4) Animo masyarakat untuk mendaftar sebagai calon mahasiswa di Poltekkes Kemenkes Gorontalo tinggi.

5) Memiliki sistem informasi akademik, yaitu kartu Rencana Studi (KRS) dan Kartu Hasil Studi (KHS), Sistem Informasi Pendaftaran Mahasiswa Baru, Pangkalan Data Perguruan Tinggi (PDDIKTI), dan Sistem Informasi Penelitian

6) Telah menyelenggarakan Uji Kompetensi untuk calon lulusan yang bekerjasama dengan Organisasi Profesi dan Majelis Tenaga Kerja Indonesia

b. Bidang Organisasi dan Sumber Daya Manusia

1) Memiliki dosen berkualifikasi S3

2) Sebagian besar dosen mempunyai jabatan fungsional Lektor dan Lektor Kepala

3) Sebagian besar dosen telah memiliki sertifikat profesi.

4) Memiliki Dosen berprestasi tingkat Nasional dilingkungan Badan PPSDM Kes Kemenkes RI

5) Memiliki Kegiatan Mahasiswa yang dikoordinir oleh BEM

c. Bidang Keuangan

1) Ratio kemandirian fiscal (PNBP: APBN = 1:3) baik.

2) Penyerapan anggaran rata-rata diatas 80%

d. Bidang Sarana Prasarana

1) Jenis peralatan laboratorium dan Alat Bantu Belajar Mengajar (ABBM) yang lengkap sesuai standar Tempat Uji Kompetensi (TUK)

2) Memiliki daerah binaan

3) Koleksi pustaka bertambah setiap tahun

4) Memiliki sarana transportasi berupa Roda 6, roda 4 dan roda 2.

5) Memiliki 20.000 m tanah bersertifikat.

6) Memiliki 17.079 m luas bangunan

2. Kelemahan (Weaknesses) :

a. Bidang Pendidikan

1) Pengelolaan aktivitas instruksional yang belum sesuai standar yang berlaku

2) Minimnya lahan praktik

3) Pelaksanaan SOP belum maksimal

b. Bidang Organisasi dan Sumber Daya Manusia

1) Jumlah dan kualifikasi tenaga kependidikan masih minim

2) Belum memiliki guru besar

3) Dosen belum maksimal dalam mengakses keilmuan di luar negeri

4) Pengembangan dosen yang masih tergantung dari tugas belajar

c. Bidang Keuangan

1) Belum semua kegiatan tercantum dalam pola tarif dan standar biaya masukan

2) Alokasi anggaran untuk pengembangan SDM minim

3) SOP tentang mekanisme pengelolaan keuangan belum maksimal

d. Bidang Sarana Prasarana

1) Belum terjadwalnya uji kalibrasi periodik peralatan laboratorium

2) Kapasitas Bandwidth belum cukup untuk melayani seluruh kegiatan aktivitas kampus.

3) Gap antara sarana dengan keunggulan masing-masing program studi

1. Lingkungan Eksternal

2. Peluang (Opportunities)

a. Bidang Pendidikan

1) Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan

2) Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas berpeluang untuk meningkatkan status kelembagaan.

3) Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi memungkinkan untuk mengembangkan Pendidikan Diploma III, Diploma IV, Profesi, Magister Terapan, dan Doktor Terapan

4) Permendikbud Nomor 49 tahun 2014 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SNPT)

5) Permenkes Nomor 1796 Tahun 2012 tentang Registrasi Tenaga Kesehaan, yang menjamin tenaga kesehatan yang teregistrasi secara nasional

6) Permenkes Nomor 46 Tahun 2013 tentang Serifikasi Tenaga Kesehatan, yang menjamin tenaga ksesehatan yang berkompeten

7) Perkembangan IPTEK mendorong peningkatan bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat

8) Perkembangan teknologi informasi dapat membantu memperpendek masa tunggu kerja sekaligus dapat meningkatkan daya serap lulusan.

9) Kurikulum berbasis kompetensi profesional secara praktis dan pragmatis berdasar kebutuhan user dapat meningkatkan peluang pasar kerja dan level kepuasan pengguna lulusan.

10) Adanya kebijakan pengembangan daerah dalam bidang peningkatan SDM kesehatan

b. Bidang Organisasi dan Sumber Daya Manusia

1) Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, mendorong Pengembangan pendidikan dosen sesuai kualifikasi dan kompetensi akademik

2) Undang-Undang Nomor 5 tahun 2014 tenatng Aparatur Sipil Negara

3) Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 Tentang Pelayanan Publik

4) Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2012 tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indoensia (KKNI)

5) SMM ISO 9001:2008 mendorong terlaksananya program penjaminan mutu.

6) Sertifikasi Dosen, menjamin pengembangan profesionalitas dosen

7) Pasar bebas membuka peluang untuk meningkatkan jejaring di tingkat Nasional maupun Internasional, antara lain Masyarakat Ekonomi Asean (MEA)

8) Pengembangan karir dosen dapat mencapai profesor / guru besar

9) Kepmenkes No.HK.02.03/1.2/06284/2014, tahun 2014 tentang Organisasi dan Tatalaksana Politeknik Kesehatan Kemenkes RI

c. Bidang Keuangan

1) PP. No. 23 Tahun 2003 tentang BLU, berpeluang untuk kemandirian dan Otonomi lebih luas.

2) Pasar bebas dapat memacu pengembangan jiwa kewirausahaan

3) Pasar bebas berpeluang menggali & mengembangkan unit bisnis yang Potensial

d. Bidang Sarana dan Prasarana

1) Memiliki lahan hibah dari Pemerintah Provinsi Gorontalo yang cukup luas, berpeluang untuk dikembangkan.

2) Pemanfaatan Aula, dan Laboratorium Terpadu, serta fasilitas lain oleh pihak ketiga menjadi potensi bisnis yang masih dapat dikembangkan.

3. Ancaman (Treats)

a. Bidang Pendidikan

1) Munculnya pendidikan tinggi kesehatan baik negeri maupun swasta di Provinsi Gorontalo

2) Persaingan untuk masuk pendidikan tinggi semakin ketat.

b. Bidang Organisasi dan Sumber Daya Manusia

1) Perubahan mindset pada masa transisi alih bina yang perlu waktu.

2) Masuknya tenaga asing memicu persaingan yang semakin ketat

3) Tenaga yang tidak produktif terancam drop out

c. Bidang Keuangan

1) Anggaran APBN mulai berkurang

2) Biaya lahan praktek cenderung meningkat mengikuti PERDA dimasing-masing Daerah

3) Persaingan tarif / unit cost biaya pendidikan

d. Bidang Sarana dan Prasarana

1) Pesatnya perkembangan teknologi baik teknologi alat kesehatan maupun teknologi lainnya yang menuntut adanya pengadaan peralatan baru.

2) Tingginya tuntutan pasar terhadap kompetensi lulusan

1. Hasil Analisis Swot

1. Kekuatan

Uraian

Faktor

Sub Faktor

Rating

Nilai axbxc

A

b

c

D

e. Bidang Pendidikan

0,35

1) Institusi Poltekkes Kemenkes Gorontalo telah melembaga.

2) Sebagian besar program studi pada Poltekkes Kemenkes Gorontalo terakreditasi B.

3) Memiliki 5 Prodi : yaitu DIII Keperawatan, DIII Kebidanan dan DIII Gizi, DIV Keperawatan, DIV Kebidanan

4) Animo masyarakat untuk mendaftar sebagai calon mahasiswa di Poltekkes Gorontalo tinggi

5) Memiliki sistem informasi akademik, yaitu kartu Rencana Studi (KRS) dan Kartu Hasil Studi (KHS), Sistem Informasi Pendaftaran Mahasiswa Baru, Pangkalan Data Perguruan Tinggi (PDDIKTI), dan Sistem Informasi Penelitian

6) Telah menyelenggarakan Uji Kompetensi untuk calon lulusan yang bekerjasama dengan Organisasi Profesi dan Majelis Tenaga Kerja Indonesia

0,5

0,2

0,1

0,1

0,08

0,02

5

5

5

5

5

5

0,875

0,35

0,175

0,175

0,14

0,035

Sub Jumlah

1

1,75

f. Bidang Organisasi dan SDM

0,25

1) Memiliki dosen berkualifikasi S3

2) Sebagian besar dosen mempunyai jabatan fungsional Lektor dan Lektor Kepala

3) Sebagian besar dosen telah memiliki Sertifikat sebagai DosenProfesional

4) Memiliki Dosen Prestasi tingkat Nasional dilingkungan Badan PPSDM Kes Kemenkes RI

5) Memiliki Kegiatan Mahasiswa yang dikoordinir oleh BEM

0,3

0,2

0,2

0,2

0,1

4

5

5

5

4

0,3

0,25

0,25

0,25

0,1

Sub Jumlah

1

1,15

g. Bidang Keuangan

0,20

1) Rasio kemandiran fiscal (PNBP : APBN = 1 : 3) baik

2) Penyerapan anggaran rata-rata diatas 80%

0,6

0,4

5

5

0,6

0,4

Sub Jumlah

1

1

h. Bidang Sarana dan Prasarana

0,20

1) Jenis peralatan laboratorium dan Alat Bantu Belajar Mengajar (ABBM) yang lengkap sesuai standar Tempat Uji Kompetensi (TUK)

2) Memiliki daerah binaan sebagai laboratorum lapangan

3) Koleksi pustaka bertambah setiap tahun

4) Memiliki transportasi dalam bentuk bis, roda 4 dan roda 2

5) Memiliki 20.000 m tanah bersertifikat

6) Memiliki 17.079 m luas bangunan

0,1

0,1

0,1

0,3

0,2

0,2

5

5

5

5

5

5

0,1

0,1

0,1

0,3

0,1

0,1

Sub Jumlah

1

1

Total Jumlah

4,9

2. Kelemahan

Uraian

Faktor

Sub Faktor

Rating

Nilai axbxc

A

b

c

d

a. Bidang Pendidikan

0,35

1) Pengelolaan aktivitas instruksional yang belum sesuai standar yang berlaku

2) Minimnya lahan praktik

3) Pelaksanaan SOP belum maksimal

0,3

0,4

0,3

3

3

3

0,315

0,42

0,315

Sub Jumlah

1

1,05

b. Bidang Organisasi dan SDM

0,25

1) Jumlah dan kualifikasi tenaga kependidikan masih minim

2) Belum memiliki guru besar

3) Dosen belum maksimal dalam mengakses keilmuan di luar negeri

4) Pengembangan dosen yang masih tergantung dari tugas belajar

0,3

0,2

0,2

0,3

3

3

3

3

0,225

0,15

0,15

0,225

Sub Jumlah

1

0,75

c. Bidang Keuangan

0,20

1) Belum semua kegiatan tercantum dalam pola period dan Standar Biaya Masukan

2) Alokasi anggaran untuk pengembangan SDM minim

3) SOP tentang mekanisme pengelolaan keuangan belum maksimal

0,4

0,3

0,3

3

3

3

0,24

0,18

0,18

Sub Jumlah

1

0,6

d. Bidang Sarana dan Prasarana

0,20

1) Belum terjadwalnya uji kalibrasi eriodic peralatan laboratorium

2) Kapasitas bandwidth yang ada belum cukup untuk melayani seluruh kegiatan aktivitas kampus.

3) Gap antara sarana dengan keunggulan masing-masing program studi

0,4

0,3

0,3

3

3

3

0,24

0,18

0,18

Sub Jumlah

1

0,6

Total Jumlah

3

3. Peluang

Uraian

Faktor

Sub Faktor

Rating

Nilai axbxc

a

B

c

d

a. Bidang Pendidikan

0,35

1) Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan

2) Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas berpeluang untuk meningkatkan status kelembagaan.

3) Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi memungkinkan untuk mengembangkan Pendidikan Diploma III, Diploma IV, Profesi, Magister Terapan, dan Doktor Terapan

4) Permendikbud Nomor 49 tahun 2014 tentang Standar nasional Pendidikan Tinggi (SNPT)

5) Permenkes Nomor 1796 Tahun 2012 tentang Registrasi Tenaga Kesehaan, yang menjamin tenaga kesehatan yang teregistrasi secara nasional

6) Permenkes Nomor 46 Tahun 2013 tentang Serifikasi Tenaga Kesehatan, yang menjamin tenaga ksesehatan yang berkompeten

7) Perkembangan IPTEK mendorong peningkatan bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat

8) Perkembangan teknologi informasi dapat membantu memperpendek masa tunggu kerja sekaligus dapat meningkatkan daya serap lulusan.

9) Kurikulum berbasis kompetensi rofessoral secara praktis dan pragmatis berdasar kebutuhan user dapat meningkatkan peluang pasar kerja dan level kepuasan pengguna lulusan.

10) Adanya kebijakan pengembangan daerah dalam bidang peningkatan SDM kesehatan

0,1

0,1

0,1

0,1

0,1

0,1

0,1

0,1

0,1

0,1

4

4

5

5

5

5

5

5

5

5

0,14

0,14

0,175

0,175

0,175

0,175

0,175

0,175

0,175

0,175

Sub Jumlah

1

1,68

b. Bidang Organisasi dan SDM

0,25

1) Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, mendorong Pengembangan pendidikan dosen sesuai kualifikasi dan kompetensi akademik

2) Undang-Undang Nomor 5 tahun 2014 tenatng Aparatur Sipil Negara

3) Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 Tentang Pelayanan Publik

4) Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2012 tentang Kerangka kualifikasi nasional Indoensia (KKNI)

5) SMM ISO 9001:2008 mendorong terlaksananya program penjaminan mutu.

6) Sertifikasi Dosen, menjamin pengembangan profesionalitas dosen

7) Pasar bebas membuka peluang untuk meningkatkan jejaring di tingkat Nasional maupun Internasional, antara lain Masyarakat Ekonomi Asean (MEA)

8) Pengembangan karir dosen dapat mencapai rofessor / guru besar

9) Kepmenkes No.HK.02.03/1.2/06284/2014, tahun 2014 tentang Organisasi dan Tatalaksana Politeknik Kesehatan Kemenkes RI

0,15

0,05

0,05

0,1

0,1

0,2

0,2

0,1

0,05

4

4

4

4

5

5

5

4

4

0,15

0,05

0,05

0,1

0,125

0,25

0,25

0,1

0,05

Sub Jumlah

1

1,125

c. Bidang Keuangan

0,20

1) PP. No. 23 Tahun 2003 tentang BLU, berpeluang untuk kemandirian dan Otonomi lebih luas.

2) Pasar bebas dapat memacu pengembangan jiwa kewirausahaan

3) Pasar bebas berpeluang menggali & mengembangkan unit bisnis yang Potensial

0,5

0,2

0,3

5

5

5

0,5

0,2

0,3

Sub Jumlah

1

1

d. Bidang Sarana dan Prasarana

0,20

1) Memiliki lahan hibah dari Pemerintah Provinsi Gorontalo yang cukup luas, berpeluang untuk dikembangkan.

2) Pemanfaatan Aula, dan Laboratorium Terpadu, serta fasilitas lain oleh pihak ketiga menjadi potensi bisnis yang masih dapat dikembangkan.

0,5

0,5

5

5

0,5

0,5

Sub Jumlah

1

1

Total Jumlah

4,805

4. Ancaman

Uraian

Faktor

Sub Faktor

Rating

Nilai axbxc

A

B

c

d

a. Bidang Pendidikan

0,35

1) Munculnya pendidikan tinggi kesehatan baik negeri maupun swasta di Provinsi Gorontalo

2) Persaingan untuk masuk pendidikan tinggi semakin ketat.

0,5

0,5

3

4

0,525

0,7

Sub Jumlah

1

1,225

b. Bidang Organisasi dan SDM

0,25

1) Perubahan mindset pada masa transisi alih bina yang perlu waktu.

2) Masuknya tenaga asing memicu persaingan yang semakin ketat

3) Tenaga yang tidak produktif terancam drop out

0,3

0,3

0,4

3

3

3

0,225

0,225

0,3

Sub Jumlah

1

0,75

c. Bidang Keuangan

0,20

1) Anggaran APBN mulai berkurang

2) Biaya lahan praktek cenderung meningkat mengikuti PERDA dimasing-masing Daerah

3) Persaingan tarif / unit cost biaya pendidikan

0,4

0,4

0,2

4

3

3

0,32

0,24

0,12

Sub Jumlah

1

0,68

d. Bidang Sarana dan Prasarana

0,20

1) Pesatnya perkembangan teknologi baik teknologi alat kesehatan maupun teknologi lainnya yang menuntut adanya pengadaan peralatan baru.

2) Tingginya tuntutan pasar terhadap kompetensi lulusan

0,4

0,6

3

3

0,24

0,36

Sub Jumlah

1

0,6

Total Jumlah

3,255

1. Rekapitulasi Analisis Swot

No

Uraian

Kekuatan

S

Kelemahan

W

Peluang

0

Ancaman

T

1

Bidang Pendidikan

1,75

1,05

1,68

1,225

2

Bidang Organisasi dan SDM

1,15

0,75

1,125

0,75

3

Bidang Keuangan

1

0,6

1

0,68

4

Bidang Sarana dan Prasarana

1

0,6

1

0,6

Total

4,9

3

4,805

3,255

1. Gambaran Posisi Kuadran

Sumbu X ( S - W ) = 4,9 - 3 = 1,9Sumbu Y ( O - T ) = 4,805 - 3,255 = 1,55

Anatomi Kuadran :

1. Kuadran I : Pegembangan dan pertumbuhan

2. Kuadran II : Stabilisasi dan Konsolidasi Intern

3. Kuadran III : Bertahan

4. Kuadran IV : Diversifikasi produk

Setelah mendapatkan suatu potret / posisi organisasi Politeknik Kesehatan Kemenkes Gorontalo berada pada posisi Kuadran I (Agresif), maka langkah selanjutnya yang dilakukan dalam rangka meningkatkan kinerja organisasi di masa mendatang adalah memaksimalkan kekuatan dan memanfaatkan peluang yang ada serta berupaya untuk meminimalkan kelemahan dan mengatasi / menangkal ancaman dalam meningkatkan volume usaha dalam bentuk:

1. Penetrasi Pasar, yaitu usaha pemasaran yang agresif pada pasar yang ada.

2. Pengembangan Pasar, yaitu usaha untuk meluaskan pasar.

3. Pengembangan Produk yaitu mengembangkan produk-produk baru yang berhubungan atau menyempurnakan produk untuk pasar yang sudah ada.

Investasi untuk peningkatan volume usaha tersebut harus memperhatikan asas efisiensi. Pengembangan dan pertumbuhan Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Gorontalo dapat dilakukan dengan cara mengkombinasikan ketiga strategi yaitu; 1) Penetrasi Pasar, 2) Pengembangan Pasar, dan 3) Pengembangan Produk. Kombinasi ketiga strategi secara operasional berupa peningkatan volume usaha dari ke 3 jurusan dan 5 Program Studi agar menghasilkan pendapatan dan efisiensi belanja sehingga diharapkan belanja tidak melebihi pendapatan. Langkah berikutnya adalah penguatan usaha bisnis dan kerja sama antara lembaga dan pihak donor dalam bidang penelitian, pengabdian kepada masyarakat dan proyek-proyek lapangan lainnya. Di sisi lain bisnis usaha dari pemakaian laboratorium terpadu dan laboratorium di masing-masing Jurusan dan Prodi dirasa cukup mampu meningkatkan pendapatan. Di sisi lain hak paten dan kemudahan pelayanan karena adanya peningkatan layanan sistem informasi berbasis teknologi informasi benar-benar sebagai outcome penyelenggaraan pendidikan yang terjamin mutunya.

BAB VRENCANA STRATEGIS POLTEKKES KEMENKES GORONTALO TAHUN 2016-2020

1. Visi

Visi merupakan cita-cita dan tujuan yang hendak dicapai oleh suatu organisasi dalam penyelenggaraan Tri Dharma Perguruan Tinggi, sehingga pimpinan beserta seluruh civitas akademika memiliki acuan untuk mewujudkan sebuah Perguruan Tinggi yang Inovatif dibidang akademik baik tenaga pendidik (dosen) dan tenaga kependidikan dalam menjalankan profesi dan tugas-tugas pengabdiannya untuk menghasilkan tenaga vokasional di bidang kesehatan yang terampil, beretos kerja baik, jujur, bermoral tinggi dan memiliki daya saing tinggi.

Makna lain yang terkandung dalam pengertian Visi tersebut adanya upaya pimpinan beserta civitas akademika untuk memfasilitasi seluruh aktivitas proses pembelajaran menuju terwujudnya output yang berkualitas dan menampilkan karakter dan etika dengan menjunjung tinggi martabat profesi dalam pengabdian dirinya ditengah-tengah masyarakat.

Visi Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan Gorontalo dalam Rencana Strategi periode 2016-2020 adalah Menjadi Institusi Pendidikan Tinggi Kesehatan Terdepan dalam Menghasilkan Lulusan Yang Kompetitif dan Berkarakter Tahun 2020. Visi tersebut telah disesuaikan dengan pemetaan dan rekapitulasi hasil analisis SWOT, dimana posisi Politeknik Kesehatan Kemenkes Gorontalo berada pada Kuadran I, yang berarti bahwa Poltekkes Gorontalo memiliki Kekuatan dan Peluang sehingga kinerja/performennya dapat dikembangkan dan ditingkatkan pada periode 2016-2020.

Agar Visi ini dapat dipahami oleh seluruh jajaran Politeknik Kesehatan Kemenkes Goorontalo, dipandang perlu menjelaskan definisi dari Visi tersebut sebagai berikut :

1. Menjadi Institusi Pendidikan Tinggi Kesehatan Terdepan, mengandung makna bahwa Poltekkes Kemenkes Gorontalo menjadi yang Terdepan dalam menyelenggarakan Pendidikan Vokasional dimulai dari tingkat Diploma sampai dengan Magister Saint didukung oleh Sumber Daya Manusia profesional dan sumber daya sarana dan prasarana yang memadai sehingga menjamin kelancaran proses belajar mengajar yang pada akhirnya menghasilkan output/lulusan yang kompetitif dan berkarakter.

2. Menghasilkan lulusan yang kompetitif, mengandung makna bahwa semua lulusan Poltekkes Kemenkes Gorontalo mampu memberikan manfaat bagi penyelesaian masalah kesehatan di masyarakat dan mampu bersaing di era global yang penuh kompetitif.

3. Menghasilkan lulusan yang berkarakter, mengandung bahwa setiap civitas akademika yang terlibat di dalam penyelenggaraan pendidikan dan semua lulusan berupa tenaga-tenaga terampil memiliki moral yang baik berupa; akhlak, tabiat, budi pekerti, watak, kejujuran, amanah, dan ikhlas mengabdikan keahliannya untuk kemaslahatan masyarakat, mampu bekerja sama dengan orang lain, memiliki semangat dan etos kerja yang tinggi

1. Misi 2016 -2020

1. Menyelenggarakan Tridharma Perguruan Tinggi Efektif, Efisien, Relevan Dan Berkelanjutan (dijabarkan)

2. Menyelenggarakan Sistem Manajemen Secara Profesional, Transparan, Akuntabel Dan Berkeadilan

3. Mengembangkan Kemitraan Dengan Stake Holder

1. Indikator Kinerja Utama

Ditinjau dari Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) Kementerian Kesehatan di lingkungan Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan, Poltekkes Kemenkes Gorontalo merupakan unit pelaksana teknis di bawah Badan PPSDM Kesehatan sebagai unit utama. Dalam menjalankan program kegiatan Poltekkes harus mengacu pada visi misi, renstra dan program unit utama Badan PPSDM Kesehatan.

Mengacu pada Keputusan badan PPSDM Kesehatan Kemenkes RI Nomor: HK.02.03/I.2/001250.I/2016 tentang Indikator Kinerja Utama Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kemenkes RI di bawah Badan PPSDM Kesehatan Kemenkes RI, Poltekkes harus menyusun dokumen perjanjian kinerja sesuai dengan Indikator Kinerja Utama. Poltekkes Kemenkes Gorontalo dalam melakukan perencanaan perlu menetapkan indikator kinerja utama sebagai berikut:

Tabel 5.1

Matrik Keterkaitan Indikator Kinerja Utama Poltekkes Gorontalo

No

Sasaran Program / Kegiatan

Indikator Kinerja

2017

2018

2019

2020

2021

1

Pendidikan dan Pengajaran

1. Persentase lulusan tepat waktu

90%

92%

94%

96%

98%

2. Persentase lulusan dengan IPK 2,75

100%

100%

100%

100%

100%

3. Persentase penyerapan lulusan di pasar kerja (masa tunggu< 6 bulan)

75%

40%

50%

60%

70%

2

Penelitian dan Publikasi Karya Ilmiah

4. Melakukan kegiatan penelitian (jumlah penelitian yang dilakukan oleh dosen dalam satu tahun)

32

27

30

33

36

5. Publikasi karya ilmiah (jumlah karya ilmiah yang dipublikasikan dalam jurnal (terakreditasi) per tahun

18

6

7

8

9

3

Pengabdian Masyarakat

6. Kegiatan pengabdian masyarakat (jumlah kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan dalam satu tahun).

48

37

47

52

57

1. Matrik Keterkaitan Misi Dengan Tujuan Institusi

Tabel 5.2

Matrik Keterkaitan Misi Dengan Tujuan Institusi

No

MISI

TUJUAN

1

Menyelenggarakan Tridharma Perguruan Tinggi Efektif, Efisien, Relevan Dan Berkelanjutan

1. Mendidik tenaga kesehatan yang bermutu, bermoral, berintegritas dan berdaya saing tinggi

2. Meningkatkan kuantitas dan kualitas penelitian terapan dan pengabdian kepada masyarakat yang berdaya saing tinggi

2

Menyelenggarakan Sistem Manajemen Secara Profesional, Transparan, Akuntabel Dan Berkeadilan

1. Meningkatkan tata kelola organisasi dan sumber daya manusia yang profesional, transparan, akuntabel dan berkeadilan

2. Menerapkan sistem penjaminan mutu internal untuk menghasilkan tenaga kesehatan yang kompetitif dan berkarakter dalam tata kelola pendidikan yang baik dan bersih.

3

Mengembangkan Kemitraan Dengan Stake Holder

1. Meningkatkan kemitraan untuk menunjang produktivitas dosen, tenaga kependidikan dan mahasiswa dalam pelaksanaan Tri dharma perguruan tinggi

2. Terwujudnya peningkatan strata pendidikan dari vokasional ahli madya ke strata sarjana saint terapan dan magister saint terapan

1. Matrik Keterkaitan Tujuan Institusi dan Sasaran

Matrik keterkaitan antara tujuan institusi dan sasaran ini sangat bermanfaat untuk menyusun indikator, kebijakan, dan program kerja yang akan diambil oleh institusi untuk mencapai visi dan misi

Tabel 5.3

Matrik Keterkaitan Tujuan Institusi dan Sasaran

No

TUJUAN

SASARAN

Indikator

1

Mendidik tenaga kesehatan yang bermutu, bermoral, berintegritas dan berdaya saing tinggi

1. Meningkatkan kuantitas dan kualitas mahasiswa baru

1. Jumlah mahasiswa yang mendaftar

2. Persentase hasil seleksi penerimaan mahasiswa baru dengan kelulusan 4 L (lulus seluruh mata uji)

3. Ratio mahasiswa yang diterima terhadap pendaftar

4. Jumlah mahasiswa baru

5. Jumlah total mahasiswa

2. Memantapkan penerapan kurikulum berbasis KKNI dan SN DIKTI di seluruh program studi

1. Jumlah kurikulum yang direview minimal 2 tahun sekali

2. Rata-rata Persentase kelulusan mahasiswa pada mata kuliah terkait pedidikan karakter (mata kuliah agama, Pancasila, kewarganegaraan, dan kode etik)

3. Persentase kelulusan mahasiswa pada mata kuliah Bahasa Inggris

4. Persentase kelulusan mahasiswa pada mata kuliah praktek lab dan klinik

3. Meningkatkan kualitas lulusan agar tepat waktu

1. Persentase lulusan tepat waktu

2. Persentase IPK 3,00-3,50

3. Persentase kelulusan ujikompetensi

4. Indeks kepuasan pengguna terhadap kualitas lulusan

5. Persentase penyerapan lulusan dengan masa tunggu kurang dari 6 bulan

6. Persentase kehadiran mahasiswa dalam tatap muka

7. Jumlah kegiatan expo, promosi yang dilakukan oleh mahasiswa per semester per Prodi

4. Meningkatkan mutu institusi

1. Prosentase Prodi yang Terakreditasi Minimal B

2

Meningkatkan kuantitas dan kualitas penelitian terapan dan pengabdian kepada masyarakat yang berdaya saing tinggi

1. Meningkatkan kualitas penelitian terapan yang berdaya saing tinggi

1. Jumlah penelitian yang dilakukan oleh Dosen

2. Persentase dosen yang terlibat dalam penelitian dari jumlah total dosen

3. Penelitian yang dipublikasikan

4. Jumlah jurnal ilmiah yang diterbitkan secara berkala

5. Jumlah hasil penelitian yang di presentasikan di forum nasional maupun internasional

2. Mewujudkan hak paten atas HAKI

1. Jumlah karya ilmiah yang diusulkan mendapatkan Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI)

3. Meningkatkan pemberdayaan kelompok kerja pengabdian kepada masyarakat

1. Jumlah kelompok masyarakat yang dilayani atau didampingi dalam kegiatan Pengabmas

2. Persentase jumlah hasil Pengabmas yang diseminarkan

3. Jumlah publikasi hasil pengabdian kepada masyarakat melalui website, media massa, jurnal ilmiah

4. Jumlah kelompok kerja pengabmas tiap program studi

3

Meningkatkan tata kelola organisasi dan sumber daya manusia yang profesional, transparan, akuntabel dan berkeadilan

1. Meningkatkan pelayanan administrasi akademik dan kemahasiswaan

1. Persentase Ketersediaan 24 dokumen standar mutu akademik dan non akademik sesuai dengan SN Dikti

2. Jumlah SDM berprestasi di tingkat Nasional

3. Jumlah SDM yang memiliki sertifikat keahlian (TOT)

4. Persentase ketersediaan SOP layanan administrasi akademik dan non akademik

5. Persentase ketersediaan peta jabatan dan uraian jabatan

6. Persentase ketersediaan perangkat rencana studi (KRS)

7. Persentase ketersediaan modul ajar teori dan modul ajar praktikum

8. Persentase ketersediaan panduan Akademik

9. Persentase ketersediaan sistem dan instrumen evaluasi perkuliahan

10. Kecepatan penyelesaian transkrip nilai dan atau KHS dalam hari dihitung sejak yudisium dilaksanakan

11. Kecepatan pelayanan surat menyurat dan proses administrasi akademik seperti layanan SK dan semisalnya

12. Kepuasan mahasiswa terhadap layanan administrasi akademik

13. Persentase ketersediaan sarana layanan administrasi kemahasiswaan

14. Persentase kegiatan kemahasiswaan yang memadai (OR, seni, pramuka, ekstra kul Bahasa inggris, dan keagamaan)

15. umlah mahasiswa yang mengikuti kegiatan pelatihan kepemimpinan dasar (LDK)

16. Jumlah mahasiswa yang mengikuti pelatihan kegiatan kewirausahaan

17. Persentase ketersediaan monitoring dan komunikasi kegiatan kemahasiswaan (buku PA)

18. Jumlah mahasiswa yang mendapatkan beasiswa berprestasi tiap Prodi

19. Kepuasan mahasiswa terhadap layanan administrasi kemahasiswaan

2. Meningkatkan pelayanan administrasi keuangan

1. Persentase ketersediaan sarana

2. layanan administrasi keuangan

3. Persentase ketepatan dan kecepatan pertanggungjawaban

4. pelaksanaan anggaran

5. Persentase keterbukaan informasi program anggaran dan realisasi anggaran

6. Persentase tersusunnya laporan realisasi anggaran, neraca, laporan arus kas, dan catatan atas laporan keuangan secara tepat waktu

7. Tersusunnya LAKIP tepat waktu

3. Meningkatkan pelayanan administrasi kepegawaian

1. Persentase ketersediaan sarana layanan administrasi

kepegawaian yang memadai

2. Jumlah pengembangan tenaga administrasi kepegawaian setiap tahun

3. Persentase ketersediaan SOP penerimaan, seleksi, mutasi, retensi pegawai

4. Persentase ketepatan dan kecepatan pemprosesan administrasi kepegawaian

5. Persentase ketersediaan kebutuhan pengembangan pegawai

6. Persentase adanya system reward dan punishment

7. Persentase ketersediaan data dan informasi kepegawaian (SIMKA)

8. Persentase ketersediaan laporan pengelolaan pegawai

4. Meningkatkan pelayanan administrasi aset/BMN

1. Terintegrasinya semua barang

2. Persentase ketepatan dan kecepatan pengadaan barang dan jasa

3. Persentase perbaikan dan pemeliharaan Sarpras

5. Meningkatkan pelayanan administrasi umum

1. Persentase ketersediaan sarana layanan administrasi umum

2. Persentase ketersediaan pedoman persuratan dan kearsipan

3. Persentasi ketersediaan dokumen surat masuk dan surat keluar

4. Persentase ketersediaan struktur

5. organisasi dan tatalaksana

6. Meningkatkan kemampuan tenaga dosen dan tenaga kependidikan sesuai keahlian dan kompetensi

1. Ratio dosen dibanding mahasiswa

2. persentase tenaga pendidik dan kependidikan yang mengikuti pendidikan lanjut

3. persentase dosen yang mengikuti pelatihan dan kegiatan ilmiah lainnya untuk peningkatan pendidikan profesi

4. Persentase Penambahan jumlah tenaga pendidik/dosen

5. Penambahan jumlah tenaga kependidikan

6. Persentase dosen bergelar doctor

7. Persentase dosen bergelar magister

8. Persentase dosen jenjang akademik lektor kepala terhadap total semua dosen

9. Rasio antara mahasiswa dengan tenaga kependidikan

7. Meningkatkan sarana dan prasarana dalam jumlah dan jenis yang memadai

1. Persentase penggunaan sarana dan prasarana fisik kampus

2. Rasio bahan pustaka terhadap mahasiswa

3. Lama layanan perpustakaan

4. Persentase Kecukupan alat dan

bahan untuk setiap praktikum

5. Persentase kecukupan sarana penunjang ruang laboratorium

6. Jumlah ketersediaan ruang kelas

7. Jumlah ketersediaan ruang perkantoran administrasi

8. Jumlah ketersediaan ruang dosen

9. Jumlah ketersediaan ruang ibadah

10. Persentase anggaran untuk pengadaan penunjang pembelajaran

8. Mewujudkan good governance dalam sistem manajemen kelembagaan

1. Penilaian LAKIP

2. Persentase pengendalian dan

pencegahan tindak korupsi dan

gratifikasi

4

Menerapkan sistem penjaminan mutu internal untuk menghasilkan tenaga kesehatan yang kompetitif dan berkarakter dalam tata kelola pendidikan yang baik dan bersih.

1. Meningkatkan status kelembagaan yang terakreditasi BAN-PT

1. Nilai akreditasi institusi dari BANPT

2. Pemantapan penerapan sistem penjaminan mutu diseluruh program studi

1. Jumlah ketersediaan dokumen SPMI di Direktorat dan di masing-masing Prodi

2. Jumlah auditor AMI tiap Prodi

3. Persentase ketersediaan jumlah SOP yang tersusun untuk pelayanan institusi

3. Meningkatkan sistem pengawasan mutu internal (AMI)

1. Frekuensi pelaksanaan audit internal akademik tiap tahun

2. Indeks kepuasan mahasiswa terhadap kinerja dosen tiap semester tiap Prodi

3. Jumlah dosen untuk yang tersertifikasi

4. Jumlah dosen berprestasi tingkat nasional

4. Meningkatkan pemanfaatan sistem informasi manajemen akademik dan non akademik

1. Rasio bandwidth per user (mahasiswa, dosen dan karyawan)

2. Persentase pemanfaatan SIM akademik dan non akademik

3. Persentase layanan backup data tiap unit layanan

5

Meningkatkan kemitraan untuk menunjang produktivitas dosen, tenaga kependidikan dan mahasiswa dalam pelaksanaan Tri dharma perguruan tinggi

1. Meningkatkan kemitraan dengan lembaga dalam pelaksanaan Tri dharma perguruan tinggi

1. Jumlah MoU yang dilaksanakan institusi tiap tahun

2. Persentase kenaikan jumlah mitrayang berpartisipasi dalamaktivitas penelitian

2. Meningkatkan kerjasama dengan pemerintah daerah untuk memberdayakan masyarakat

1. Jumlah kecamatan Binaan

6

Terwujudnya peningkatan strata pendidikan dari vokasional ahli madya ke strata sarjana saint terapan dan magister saint terapan

1. Menyusun roadmap keberlanjutan pendidikan menuju jenjang sarjana saint terapan

1. Menyusun roadmap keberlanjutanpendidikan menuju jenjangsarjana saint terapan

2. Kerjasama dengan lembaga pendidikan vokasional dalam negeri dan luar negeri.

2. Kerjasama dengan lembaga pendidikan vokasional dalamnegeri dan luar negeri.

1. Indikator Kinerja Tiap Sasaran, Kebijakan dan Program Kegiatan

1. Tujuan Pertama

Mendidik tenaga kesehatan yang bermutu, bermoral, berintegritas dan berdaya saing tinggi

Sasaran :

1) Meningkatkan kuantitas dan kualitas mahasiswa baru

Tabel 5.4

Indikator Sasaran Pertama Tujuan Pertama

Indikator

Satuan

Rencana Tingkat Pencapaian (Output)

2016

2017

2018

2019

2020

Jumlah mahasiswa yang mendaftar

Orang

852

900

925

950

1000

Persentase hasil seleksi penerimaan mahasiswa baru dengan kelulusan 4 L (Lulus semua mata uji)

%

30

30

35

37

40

Ratio mahasiswa yang diterima terhadap pendaftar

%

1:1

1:4

1:3

1:3

1:3

Jumlah mahasiswa baru

orang

550

220

340

340

340

Jumlah total mahasiswa

Orang

1906

1382

1155

872

713

Program :

Pemberdayaan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan (PPSDMK)

Kegiatan :

a) Sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Baru

b) Penerapan sistem pendaftaran mahasis baru

c) Seleksi penerimaan mahasiswa baru jalur umum dan jalur khusus

d) Pelaksanaan Ujian Seleksi Mahasiswa Baru secara transparan dan akuntabel

2) Memantapkan penerapan kurikulum KKNI dan SN DIKTI diseluruh program studi

Tabel 5.5

Indikator Sasaran Kedua Tujuan Pertama

Indikator

Satuan

Rencana Tingkat Pencapaian (Output)

2016

2017

2018

2019

2020

Jumlah kurikulum yang direview minimal 2 tahun sekali

Kegiatan

4

4

5

5

5

Rata-rata Persentase kelulusan mahasiswa pada mata kuliah terkait pedidikan karakter (mata kuliah agama, Pancasila, kewarganegaraan, kode etik, dan budaya anti korupsi)

%

80

85

90

95

100 -

Persentase kelulusan mahasiswa pada mata kuliah Bahasa Inggris

%

70

80

90

100

100

Persentase kelulusan mahasiswa pada mata kuliah praktek lab dan klinik

%

90

92

95

97

99

Program :

Pemberdayaan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan (PPSDMK)

Kegiatan :

a) Pengembangan kurikulum sesuai KKNI dan SN DIKTI

b) Pertemuan dengan stakeholder untuk membahas standar kompetensi lulusan

c) Pelaksanaan kurikulum yang berkarakter

d) Penyusunan silabus / RPS dan Satpel / RPP dengan pendekatan metode pembelajaran inovatif dan SCL (Student Centre Learning)

e) Penyediaan buku panduan akademik

f) Pengembangan dan penyesuaian kurikulum dengan stakeholder

g) Penyediaan ABBM agar sesuai dengan rasio mahasiswa di masing-masing program studi

h) Penambahan buku perpustakaan, jurnal nasional terakreditasi, jurnal internasional bereputasi dan prosiding di masing-masing program studi

3) Meningkatkan kualitas lulusan agar tepat waktu

Tabel 5.6

Indikator Sasaran Ketiga Tujuan Pertama

Indikator

Satuan

Rencana Tingkat Pencapaian (Output)

2016

2017

2018

2019

2020

Persentase lulusan tepat waktu

%

85

85

86

87

87

Persentase lulusan dengan IPK 3,00

%

60

65

68

76

78

Persentase kelulusan ujikompetensi

%

70

85

85

90

90

Indeks kepuasan pengguna terhadap kualitas lulusan

Tahun

3

3

3

3

3

Indeks kepuasan pengguna terhadap kualitas lulusan

Persentase penyerapan lulusan dengan masa tunggu kurang dari 6 bulan

%

60

70

71

87

88

Persentase kehadiran mahasiswa dalam tatap muka

%

80

80

80

90

90

Jumlah kegiatan expo, promosi yang dilakukan oleh mahasiswa per semester per Prodi

Kegiatan

2

2

3

3

4

Program :

Pemberdayaan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan (PPSDMK)

Kegiatan :

a) Pengembangan softskill dosen dan mahasiswa

b) Peningkatan monitoring PBM melalui ketersediaan instrumen evaluasi PBM yang valid dan reliabel

c) Kegiatan tracer study dan survey kepuasan lulusan oleh pengguna

d) Pelatihan penyusunan modul ajar, modul praktikum dan metode pembelajaran bagi dosen masing-masing Jurusan

e) Pelatihan softskill dosen dan mahasiswa

f) Pelatihan uji kompetensi bagi mahasiswa

g) Layanan bimbingan konseling kepada mahasiswa

h) Layanan bimbingan akademik pada mahasiswa

i) Peningkatan kegiatan kemahasiswaan melalui kegiatan

4) Meningkatkan Mutu Program Studi

Tabel 5.7

Indikator Sasaran Keempat Tujuan Pertama

Indikator

Satuan

Rencana Tingkat Pencapaian (Output)

2016

2017

2018

2019

2020

Prosentase Prodi yang Terakreditasi Minimal B

%

60

80

80

83

85

Program :

Pemberdayaan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan (PPSDMK)

Program Kegiatan :

a) Penyusunan standar mutu pendidikan

b) Penyusunan standar penilaian

2. Tujuan Kedua

Meningkatkan kuantitas dan kualitas penelitian terapan dan pengabdian kepada masyarakat yang berdaya saing tinggi

Sasaran :

1) Meningkatkan kualitas penelitian terapan yang berdaya saing tinggi

Tabel 5.8

Indikator Sasaran Pertama Tujuan Kedua

Indikator

Satuan

Rencana Tingkat Pencapaian (Output)

2016

2017

2018

2019

2020

Jumlah penelitian yang dilakukan oleh Dosen

Judul

30

32

33

35

40

Persentase dosen yang terlibat dalam penelitian dari jumlah total dosen

%

80

85

85

90

90

Indeks Penelitian yang dipublikasikan

Nilai

1,1

1,5

1,5

1,7

1,9

Jumlah jurnal ilmiah yang diterbitkan secara berkala

Jurnal

1

1

1

2

2

Jumlah hasil penelitian yang di presentasikan di forum nasional maupun internasional

Kegiatan

2

2

3

3

4

Program :

Pemberdayaan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan (PPSDMK)

Kegiatan :

a. Menyediakan anggaran untuk kegiatan penelitian dan pelatihan

b. Menyediakan anggaran untuk publikasi jurnal penelitian

c. Mengikutsertakan mahasiswa dalam kegiatan penelitian unggulan dosen

d. Melakukan survey kepuasan peneliti terhadap penyediaan sarpras penelitian

e. Membuat kegiatan perencanaan, pelaksanaan, pengawasan dan penilaian kegiatan penelitian

2) Mewujudkan hak patent atas HAKI

Tabel 5.9

Indikator Sasaran Kedua Tujuan Kedua

Indikator

Satuan

Rencana Tingkat Pencapaian (Output)

2016

2017

2018

2019

2020

Persentase jumlah hak paten yang dihasilkan

Judul

2

2

3

3

4

Program :

Pemberdayaan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan (PPSDMK)

Kegiatan :

Memfasilitasi patenisasi hasil penelitian dan karya ilmiah lainnya

3) Meningkatkan pemberdayaan kelompok kerja pengabdian kepada masyarakat

Tabel 5.10

Indikator Sasaran Ketiga Tujuan Kedua

Indikator

Satuan

Rencana Tingkat Pencapaian (Output)

2016

2017

2018

2019

2020

Jumlah kelompok masyarakat yang dilayani atau didampingi dalam kegiatan Pengabmas

Jumlah

10

10

15

15

20

Persentase jumlah hasil Pengabmas yang diseminarkan

%

100

100

100

100

100

Jumlah kelompok kerja pengabmas tiap program studi

Jumlah

5

5

6

6

7

Program :

Pemberdayaan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan (PPSDMK)

Program Kegiatan :

a) Menyediakan anggaran dalam kegiatan pengabdian masyarakat dosen dengan melibatkan mahasiswa

b) Pembentukan kelompok kerja pengabmas tiap program studi untuk pendampingan kegiatan

c) Melakukan pemaparan hasil program pada kegiatan PKL

d) Survey tingkat kepuasan masyarakat terhadap kegiatan Pengabmas dosen

3. Tujuan Tiga

Meningkatkan tata kelola organisasi dan sumber daya manusia yang profesional, transparan, akuntabel dan berkeadilan

Sasaran :

1) Meningkatkan pelayanan administrasi akademik dan kemahasiswaan

Tabel 5.11

Indikator Sasaran Pertama Tujuan Ketiga

Indikator

Satuan

Rencana Tingkat Pencapaian (Output)

2016

2017

2018

2019

2020

persentase Ketersediaan 24 dokumen standar mutu akademik dan non akademik sesuai dengan SN Dikti

%

100

100

100

100

100

Jumlah SDM berprestasi di tingkat Nasional

orang

1

1

1

1

1

Jumlah SDM yang memiliki sertifikat keahlian (TOT)

orang

8

10

13

15

15

Persentase ketersediaan SOP layanan administrasi akademik dan non akademik

%

100

100

100

100

100

Persentase ketersediaan peta jabatan dan uraian jabatan

%

100

100

100

100

100

Persentase ketersediaan perangkat rencana studi (KRS)

%

100

100

100

100

100

Persentase ketersediaan modul ajar teori dan modul ajar praktikum

%

60

75

80

85

90

Persentase ketersediaan panduan Akademik

%

100

100

100

100

100

Persentase ketersediaan sistem dan instrumen evaluasi perkuliahan

%

100

100

100

100

100

Kecepatan penyelesaian transkrip nilai dan atau KHS dalam hari dihitung sejak yudisium dilaksanakan

hari

7

7

7

7

7

Kecepatan pelayanan surat menyurat dan proses administrasi akademik seperti layanan SK

hari

7

5

4

3

2

Kepuasan mahasiswa terhadap layanan administrasi akademik

Nilai

80

82

83

84

85

Persentase ketersediaan sarana layanan administrasi kemahasiswaan

%

75

80

84

90

90

Persentase kegiatan kemahasiswaan (Olah Raga, seni, pramuka, ekstra kul Bahasa inggris, dan keagamaan)

%

100

100

100

100

100

Persentase mahasiswa yang mengikuti kegiatan pelatihan kepemimpinan dasar (LDK)

%

20

25

30

35

40

Jumlah mahasiswa yang mengikuti pelatihan kegiatan kewirausahaan

%

80

120

120

160

160

Persentase ketersediaan monitoring dan komunikasi kegiatan kemahasiswaan (buku PA)

%

100

100

100

100

100

Jumlah mahasiswa yang mendapatkan beasiswa berprestasi

orang

15

15

16

16

16

Program :

Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya pada Program Pengembangan dan Pemebrdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan

Kegiatan :

a) Menyediakan dokumen standar mutu akademik dan non akademik

b) Menyediakan dokumen SOP layanan administrasi akademik dan non akademik

c) Meyediakan dokumen peta jabatan, uraian jabatan sesuai ABK

d) Monitoring dan evaluasi pelaksanaan perkuliahan

e) Menyediakan buku panduan akademik

f) Survey kepuasan mahasiswa

g) Monitoring kegiatan kemahasiswaan

h) Program mahasiswa berprestasi

i) Survey kepuasan mahasiswa

2) Meningkatkan pelayanan administrasi keuangan

Tabel 5.12

Indikator Sasaran Kedua Tujuan Ketiga

Indikator

Satuan

Rencana Tingkat Pencapaian (Output)

2016

2017

2018

2019

2020

Persentase ketersediaan sarana

layanan administrasi keuangan

%

100

100

100

100

100

Persentase ketepatan dan

kecepatan pertanggungjawaban

pelaksanaan anggaran

%

100

100

100

100

100

Persentase keterbukaan

informasi program anggaran dan

realisasi anggaran

%

100

100

100

100

100

Persentase tersusunnya laporan realisasi anggaran, neraca, laporan arus kas, dan catatan atas laporan keuangan secara tepat waktu

%

100

100

100

100

100

ersusunnya LAKIP tepat waktu

%

100

100

100

100

100

Program :

Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya pada Program Pengembangan dan Pemebrdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan

Kegiatan :

a) Penyusunan SOP layanan adminsitrasi keuangan

b) Pembentukan unit layanan perencanaan untuk merencanakan, monitoring dan pengendalian kegiatan usulan dan pelaksanaan anggaran

c) Penyusunan dokumen Renstra

d) Penyusunan pelaporan akuntabilitas keuangan dan kinerja lembaga

e) Membuat program sistem informasi keuangan (SIM-KEU)

f) Pelaporan target dan realisasi anggaran tiap bulan

g) Menyusun laporan sesuai SAI dan SAP

h) Monitoring dan evaluasi kegiatan pengelolaan melalui SPI

i) Pelaksanaan AMI (audit mutu internal)

j) Menyusun LAKIP

3) Meningkatkan pelayanan administrasi kepegawaian

Tabel 5.13

Indikator Sasaran Ketiga Tujuan Ketiga

Indikator

Satuan

Rencana Tingkat Pencapaian (Output)

2016

2017

2018

2019

2020

Persentase ketersediaan sarana layanan administrasi kepegawaian yang memadai

%

75

85

85

90

95

Jumlah pengembangan tenaga administrasi kepegawaian setiap tahun

orang

3

4

4

5

5

Persentase Ketersediaan SOP

penerimaan, seleksi, mutasi,

retensi pegawai

%

75

85

85

90

95

Persentase ketepatan dan

kecepatan pemrosesan

administrasi kepegawaian

%

75

85

85

90

95

Persentase ketersediaan kebutuhan pengembangan pegawai administrasi kepegawaian

%

75

85

85

90

95

Persentase adanya sistem reward

dan punishment

%

75

85

85

90

95

Ketersediaan data dan informasi

kepegawaian (SIMKA)

%

75

85

85

90

95

Persentase ketersediaan laporan

pengelolaan pegawai

%

75

85

85

90

95

Program :

Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya pada Program Pengembangan dan Pemebrdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan

Kegiatan :

a) Penyediaan sarana dan tenaga yang kompeten

b) Mengirim tenaga untuk mengikuti pelatihan

c) Analisis beban kerja pegawai

d) Penyusunan SOP rekrutmen, seleksi, mutasi dan retensi pegawai

e) Pelayanan prima proses administrasi kepegawaian

f) Mapping Diklat pegawai

g) Pemantapan program sistem informasi kepegawaian berbasis website dan android (SIKWEBAND)

4) Meningkatkan pelayanan administrasi aset/BMN

Tabel 5.14

Indikator Sasaran Keempat Tujuan Ketiga

Indikator

Satuan

Rencana Tingkat Pencapaian (Output)

2016

2017

2018

2019

2020

Terintegrasinya semua barang milik negara dalam SIMAK-BMN

%

75

85

85

90

95

Persentase ketepatan dan

kecepatan pengadaan barang

dan jasa

%

65

75

85

90

95

Persentase perbaikan dan

pemeliharaan Sarpras

%

65

75

85

90

95

Program :

Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya pada Program Pengembangan dan Pemebrdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan

Program Kegiatan :

1) Pelaporan aset BMN tiap triwulan, semesteran dan tahunan

2) Pembentukan unit layanan pengadaan

3) Perencanaan anggaran dan perencanaan belanja modal/barang dimulai pada bulan Agustus tahun berjalan untuk tahun anggaran berikutnya

4) Refresing pelatihan bagi Pokja ULP dan pejabat pengadaan

5) Menyusun SOP pengadaan barang dan jasa pemerintah

6) Rekonsilisasi aset BMN

7) Refresing dan pelatihan tenaga pengelola BMN

5) Meningkatkan pelayanan administrasi umum

Tabel 5.15

Indikator Sasaran Kelima Tujuan Ketiga

Indikator

Satuan

Rencana Tingkat Pencapaian (Output)

2016

2017

2018

2019

2020

Persentase ketersediaan sarana

layanan administrasi umum

%

75

85

85

90

95

Persentase ketersediaan

pedoman persuratan dan

kearsipan

%

75

85

85

90

95

Persentasi ketersediaan dokumen surat masuk dan surat keluar

%

100

100

100

100

100

Persentase ketersediaan struktur

organisasi dan tatalaksana

%

100

100

100

100

100

Kebijakan :

a) Peningkatan kualitas layanan administrasi umum, persuratan, kearsipan dan rumah tangga

b) Peningkatan layanan hukum dan humas

c) Peningkatan layanan organisasi dan tata laksana

Program Kegiatan :

1) Menyusun SOP layanan umum, persuratan, kearsipan dan rumah tangga

2) Pengelolaan, pemeliharaan dan pemusnaah arsip sesuai batas retensi arsip

3) Pelayanan peminjaman arsip

4) Menyusun SOP layanan keprotokoloan

5) Menyusun SOP layanan hukum dan humas

6) Menyusun dan mendistribusikan struktur organisasi dan tatalaksana ke Jurusan dan Prodi

7) Sosialisasi SOP

6) Meningkatkan kemampuan tenaga dosen dan tenaga kependidikan sesuai keahlian dan kompetensi

Tabel 5.16

Indikator Sasaran Keenam Tujuan Ketiga

Indikator

Satuan

Rencana Tingkat Pencapaian (Output)

2016

2017

2018

2019

2020

Ratio dosen dibanding mahasiswa

Ratio

1 : 39

1 : 39

1 : 35

1 : 30

1 : 25

Persentase dosen yang mengikuti pendidikan lanjut

%

0,13

0,20

0,25

0,27

0,30

Persentase jumlah dosen yang mengikuti pelatihan dan kegiatan ilmiah lainnya di luar Prodi

%

1

1

1

1

1

Persentase Penambahan jumlah tenaga pendidik/dosen

%

2

2

2

2

2

Penambahan jumlah tenaga kependidikan

%

1

1

2

2

2

Penambahan dosen bergelar doktor

Orang

1

1

1

1

1

Persentase dosen bergelar magister

%

90

100

100

100

100

Persentase dosen jenjang akademik lektor kepala terhadap total semua dosen

%

45

45

45

50

50

Rasio antara mahasiswa dengan tenaga kependidikan

Ratio

1:12

1:11

1:11

1:11

1:11

Kebijakan :

a) Peningkatan kualitas kompetensi dan keahlian dosen dan tenaga kependidikan

b) Membentuk pusat-pusat studi unggulan di Jurusan

Program Kegiatan :

1) Penambahan jumlah tenaga pendidik dan kependidikan sesuai bidang keahlian

2) Mapping diklat tenaga dosen dan tenaga kependidikan

3) Pelatihan tenaga kependidikan sesuai bidang keahlian

4) Pelatihan tenaga dosen sesuai bidang ilmu dan keahlian

5) Pelatihan kompetensi dan sertifikasi dosen

6) Menyelenggarakan kegiatan ilmiah; seminar, lokakarya, dan sejenisnya

7) Pelayanan prima kenaikan pangkat JFU dan JFT

8) Pembinaan penyusunan DUPAK dosen

9) Pembentukan pusat-pusat studi unggulan di masing-masing program studi

7) Meningkatkan sarana dan prasarana dalam jumlah dan jenis yang memadai

Tabel 5.17

Indikator Sasaran Ketujuh Tujuan Ketiga

Indikator

Satuan

Rencana Tingkat Pencapaian (Output)

2016

2017

2018

2019

2020

Persentase penggunaan sarana dan prasarana fisik kampus

%

100

100

100

100

100

Rasio bahan pustaka terhadap mahasiswa

Rasio

1:4

1:4

1:3

1:3

1:3

Lama layanan perpustakaan

Jam

8

8

8

8

8

Persentase Kecukupan alat dan bahan untuk setiap praktikum

%

75

75

85

85

95

Persentase kecukupan sarana penunjang ruang laboratorium

%

75

75

80

85

95

Jumlah ketersediaan ruang kelas

Jumlah

24

42

46

48

50

Jumlah ketersediaan ruang perkantoran

Administrasi

Jumlah

4

4

4

4

4

Jumlah ketersediaan ruang dosen

Jumlah

4

5

7

9

11

Jumlah ketersediaan ruang ibadah

Jumlah

1

1

1

1

1

Persentase anggaran untuk pengadaan penunjang pembelajaran

%

25

25

30

35

35

Kebijakan :

Pengembangan sarana dan prasarana pembelajaran

Program Kegiatan :

1) Peningkatan pemanfaatan Sarpras

2) Penambahan buku perpustakaan

3) Penambahan alat bantu belajar mengajar

4) Standarisasi jumlah dan sarana laboratorium

5) Pemeliharaan sarana gedung dan halaman

6) Pemeliharaan sarana prasarana perkantoran

7) Standarisasi fasilitas ruang kelas

8) Proporsional anggaran untuk kegiatan penunjang pendidikan minimal 35%

8) Mewujudkan good governance dalam sistem manajemen kelembagaan

Tabel 5.18

Indikator Sasaran Kedelapan Tujuan Ketiga

Indikator

Satuan

Rencana Tingkat Pencapaian (Output)

2016

2017

2018

2019

2020

Penilaian LAKIP

Nilai

A

A

A

AA

AA

Persentase pengendalian dan pencegahan tindak korupsi dan gratifikasi

%

75

75

80

85

95

Kebijakan :

Pelaksanaan manajemen lembaga yang bersih dari korupsi dan tindak gratifikasi

Program Kegiatan :

1) Monev SPI

2) Audit mutu internal oleh auditor internal

3) Penyusunan LAKIP sesuai standar pelaporan kinerja institusi layanan publik

4) Pembentukan unit pencegahan tindak korupsi dan pengendalian gratifikasi

4. Tujuan Keempat

Menerapkan sistem penjaminan mutu internal untuk menghasilkan tenaga kesehatan yang kompetitif dan berkarakter dalam tata kelola pendidikan yang baik dan bersih.

Sasaran :

1) Meningkatkan status kelembagaan yang terakreditasi BAN-PT

Tabel 5.19

Indikator Sasaran Kesatu Tujuan Keempat

Indikator

Satuan

Rencana Tingkat Pencapaian (Output)

2016

2017

2018

2019

2020

Nilai akreditasi institusi dari BANPT

Nilai

B

A

A

A

A

Kebijakan :

Melaksanakan sistem penjaminan mutu internal dan eksternal

Program Kegiatan :

1) Pelaksanaan audit eksternal oleh BAN-PT

2) Pendampingan Pakar untuk menyiapkan dokumen evaluasi diri dan Borang

2) Pemantapan penerapan sistem penjaminan mutu diseluruh program studi

Tabel 5.20

Indikator Sasaran Kedua Tujuan Keempat

Indikator

Satuan

Rencana Tingkat Pencapaian (Output)

2016

2017

2018

2019

2020

Persentase ketersediaan dokumen SPMI di Direktorat dan di masing-masing Prodi

%

100

100

100

100

100

Jumlah auditor AMI tiap Prodi

Orang

2

2

2

2

2

Persentase ketersediaan jumlah SOP yang tersusun untuk pelayanan institusi

%

100

100

100

100

100

Kebijakan :

Melaksanakan sistem penjaminan mutu internal dan eksternal

Program Kegiatan :

1) Penyediaan anggaran untuk pemantapan penerapan SPMI di tiap Prodi

2) Workshop SPMI

3) Refresing dan pelatihan auditor AMI

4) Melaksanakan pelayanan prima sesuai SOP

3) Meningkatkan sistem pengawasan mutu internal (AMI)

Tabel 5.21

Indikator Sasaran Ketiga Tujuan Keempat

Indikator

Satuan

Rencana Tingkat Pencapaian (Output)

2016

2017

2018

2019

2020

Frekuensi pelaksanaan audit internal akademik tiap tahun

Kali

2

2

2

2

2

Indeks kepuasan mahasiswa terhadap pelayanan institusi dikategorikan baik

nilai

80

82

83

84

85

Jumlah dosen untuk yang tersertifikasi

orang

2

3

4

5

6

Jumlah dosen berprestasi tingkat nasional

Orang

1

1

1

1

1

Kebijakan :

Meningkatkan pelaksanaan sistem penjaminan mutu internal akademik dan non akademik

Program Kegiatan :

1) Melaksanakan audit internal akademik dan non akademik

2) Melakukan survey kepuasan mahasiswa, alumni, dosen dan pengguna

3) Evaluasi dosen setiap semester

4) Pembinaan penyusunan portofolio untuk sertifikasi dosen

5) Pemilihan dosen berprestasi

4) Meningkatkan pemanfaatan sistem informasi manajemen akademik dan non akademik

Tabel 5.22

Indikator Sasaran Keempat Tujuan Keempat

Indikator

Satuan

Rencana Tingkat Pencapaian (Output)

2016

2017

2018

2019

2020

Rasio bandwidth per user (mahasiswa, dosen dan karyawan)

Rasio

1:5

1:6

1:6

1:8

1:8

Persentase pemanfaatan SIM akademik dan non akademik

%

100

100

100

100

100

Persentase layanan backup data tiap unit layanan

%

100

100

100

100

100

Kebijakan :

Pemantapan penggunaan layanan SIM akademik dan non akademik

Program Kegiatan :

1) Optimalisasi layanan SIM akademik dan non akademik

2) Penambahan peralatan IT untuk percepatan penambahan layanan SIM keuangan dan BMN

3) Pemantauan input dan ouput penggunaan SIM

4) Pelayanan backup data

5. Tujuan Kelima

Meningkatkan kemitraan untuk menunjang produktivitas dosen, tenaga kependidikan dan mahasiswa dalam pelaksanaan Tri dharma perguruan tinggi

Sasaran :

1) Meningkatkan kemitraan dengan lembaga dalam pelaksanaan Tri dharma perguruan tinggi

Tabel 5.23

Indikator Sasaran Kesatu Tujuan Kelima

Indikator

Satuan

Rencana Tingkat Pencapaian (Output)

2016

2017

2018

2019

2020

Jumlah MoU yang dilaksanakan institusi tiap tahun

Jumlah

20

22

24

26

30

Persentase kenaikan jumlah mitra yang berpartisipasi dalam aktivitas penelitian

%

12

12

13

14

15

Kebijakan :

Meningkatkan kerjasama kemitraan dengan lembaga, perguruan tinggi, kabupaten/ kota, dan lembaga donor asing termasuk PT asing untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa dan dosen serta lembaga.

Program Kegiatan :

1) Memperluas jejaring kerjasama dengan membuat nota kesepahaman (MoU)

2) Mendirikan wadah yang mampu memberikan informasi lowongan kerja untuk alumni

2) Meningkatkan kerjasama dengan pemerintah daerah untuk memberdayakan masyarakat

Tabel 5.24

Indikator Sasaran Kedua Tujuan Kelima

Indikato