TOR-Pedoman Perhitungan Biaya Konstruksi

12
1 KERANGKA ACUAN KERJA (KAK) PENYUSUNAN PEDOMAN PERHITUNGAN BIAYA KONSTRUKSI PENYEDIAAN AIR MINUM TAHUN ANGGARAN 2013 KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DIREKTORAT JENDERAL CIPTA KARYA DIREKTORAT PENGEMBANGAN AIR MINUM

Transcript of TOR-Pedoman Perhitungan Biaya Konstruksi

Page 1: TOR-Pedoman Perhitungan Biaya Konstruksi

1

KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)

PENYUSUNAN PEDOMAN PERHITUNGAN BIAYA KONSTRUKSI

PENYEDIAAN AIR MINUM

TAHUN ANGGARAN 2013

KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM

DIREKTORAT JENDERAL CIPTA KARYA

DIREKTORAT PENGEMBANGAN AIR MINUM

Page 2: TOR-Pedoman Perhitungan Biaya Konstruksi

2

KERANGKA ACUAN KERJA (KAK) PENYUSUNAN PEDOMAN PERHITUNGAN BIAYA KONSTRUKSI PENYEDIAAN AIR MINUM

DI LINGKUNGAN DIREKTORAT PENGEMBANGAN AIR MINUM

1. Latar Belakang Sesuai dengan amanat yang tertuang dalam UU No. 7 tahun 2004 tentang Sumber Daya Air dan Peraturan Pemerintah No. 16 tahun 2005 tentang Pengembangan SPAM, Peraturan Menteri PU No. 18 tahun 2007 tentang Penyelenggaraan SPAM, penyediaan air minum dilaksanakan melalui pengembangan sistem penyediaan air minum yang menjadi tugas Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah. Sebagai bentuk tanggung jawab dalam melaksanakan pengembangan SPAM, maka diperlukan perencanaan dan pembangunan prasarana dan sarana SPAM.

Perencanaan dan pembangunan SPAM membutuhkan dana yang tidak sama antar satu daerah dengan daerah yang lainnya karena perbedaan kebutuhan, kondisi dan desain di setiap lokasi. Faktor lain yang memiliki pengaruh signifikan dalam menentukan besarnya biaya perencanaan dan pembangunan SPAM di daerah adalah perhitungan biaya konstruksi yang menggunakan harga satuan yang berbeda dan berlaku di setiap daerah.

Penganggaran pembiayaan pembangunan SPAM harus didasarkan pada data harga satuan yang dapat dipercaya serta tepat perhitungan biaya konstruksi SPAM, sehingga kegiatan pembangunan SPAM dapat berjalan lebih efektif dan efisien, dan tentunya diharapkan dapat mewujudkan SPAM yang berkualitas dan bermanfaat sesuai kebutuhan masyarakat.

Dalam melakukan perhitungan biaya konstruksi diperlukan pedoman yang diharapkan dapat dijadikan sebagai acuan dalam menentukan perkiraan besarnya alokasi biaya konstruksi pembangunan prasana dan sarana SPAM bagi penyelenggara SPAM di pusat dan daerah. Sebagai instansi Pemerintah yang bertanggung jawab dalam Pengembangan SPAM di Indonesia, Kementerian Pekerjaan Umum, Direktorat Jenderal Cipta Karya melalui Satker Direktorat Pengembangan Air Minum melaksanakan kegiatan Penyusunan Pedoman Perhitungan Biaya Konstruksi Penyediaan Air Minum pada TA 2013.

2. Maksud dan Tujuan

2.1 Maksud :

Maksud dari penyelenggaraan kegiatan Penyusunan Pedoman Perhitungan Biaya Konstruksi Penyediaan Air Minum di Lingkungan Direktorat Pengembangan Air Minum, Direktorat Jenderal Cipta Karya ini adalah membantu para penyelenggara SPAM baik di pusat maupun di daerah dalam menghitung biaya konstruksi penyediaan air minum.

Page 3: TOR-Pedoman Perhitungan Biaya Konstruksi

3

2.2 Tujuan :

Tujuan dari kegiatan Penyusunan Pedoman Perhitungan Biaya Konstruksi Penyediaan Air Minum adalah tersusunnya pedoman perhitungan biaya konstruksi penyediaan air minum yang sudah mempertimbangkan aspek kelayakan harga, kondisi geografi, regional wilayah, kecenderungan pasar, dan faktor-faktor lain yang berpengaruh sesuai kaidah teknis penyusunan Engineering Estimate (EE).

3. Sasaran Pedoman Perhitungan Biaya Konstruksi Penyediaan Air Minum ini ditujukan untuk pembangunan SPAM melalui jaringan perpipaan dan bukan jaringan perpipaan, baik yang dikelola secara institusional maupun komunal dan individual.

4. Lokasi Kegiatan Kegiatan pekerjaan ini berpusat di Jakarta dan meliputi seluruh wilayah Indonesia yang menjadi wilayah kerja Direktorat Pengembangan Air Minum, Direktorat Jenderal Cipta Karya, Kementerian Pekerjaan Umum.

5. Sumber Pendanaan

Kegiatan ini dibiayai dengan sumber dana APBN Rupiah murni TA 2013 dalam DIPA Satuan Kerja Direktorat Pengembangan Air Minum, dengan nilai pagu Rp. 1.200.000.000,- (satu milyar dua ratus juta rupiah)

6. Nama dan Organisasi Pejabat Pembuat Komitmen

Nama Pejabat Pembuat Komitmen: Perencanaan Teknis Satuan Kerja Direktorat Pengembangan Air Minum

7. Data Dasar Dokumen kontrak untuk paket-paket kegiatan fisik yang sudah dilaksanakan dan/atau yang sedang berjalan

8. Standar Teknis - SNI / SNI DT ABK (Standar Nasional Indonesia Dokumen Teknis Analisis Biaya Konstruksi) mengenai tata cara perhitungan harga satuan atau analisa biaya konstruksi

- Harga Satuan Pokok Kegiatan (HSPK) yang berlaku

9. Studi-studi Terdahulu

- Kajian Penentuan Harga Satuan Konstruksi SPAM TA 2007

- Survey dan Updating Daftar Harga Satuan SPAM TA 2010

- Masukan Teknis Renstra Bidang Air Minum Tahun 2010-2014 (TA 2012)

- Kajian Harga Satuan Program (TA 2012)

10. Referensi Hukum a. Undang-Undang No. 18 tahun 1999 tentang Jasa Konstruksi

b. Undang-Undang No. 7 tahun 2004 tentang Sumber Daya Air

c. Peraturan Pemerintah RI No. 16 tahun 2005 tentang Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum

d. Perpres No. 54 tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah

e. Permen PU 18/PRT/M/2007 tentang Penyelenggaraan SPAM

Page 4: TOR-Pedoman Perhitungan Biaya Konstruksi

4

f. Permen PU 20/PRT/M/2007 tentang Kebijakan dan Strategi Pengembangan SPAM

g. Permen PU 01/PRT/M/2010 tentang SPAM Bukan Jaringan Perpipaan

h. Permen PU 02/PRT/M/2010 tentang Rencana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum Tahun 2010-2014

i. Permen PU 14/PRT/M/2010 tentang Standar Pelayanan Minimal (SPM) Bidang Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang

11. Lingkup Kegiatan Ruang lingkup pekerjaan.

Ruang lingkup kegiatan Penyusunan Pedoman Perhitungan Biaya Konstruksi Penyediaan Air Minum di Lingkungan Direktorat Pengembangan Air Minum, Direktorat Jenderal Cipta Karya kegiatan ini adalah:

A. Ruang lingkup area penerapan:

Ruang lingkup area yang dicakup oleh kegiatan sebagaimana yang dimaksud dalam Kerangka Acuan Kerja ini berlaku untuk pelaksanaan kegiatan di lingkungan Direktorat Pengembangan Air Minum termasuk instansi dan satker terkait.

B. Ruang lingkup kegiatan:

Penyusunan Pedoman Perhitungan Biaya Konstruksi Penyediaan Air Minum di lingkungan Direktorat Pengembangan Air Minum harus meliputi kegiatan sebagai berikut:

a. Mempelajari dan memahami kebijakan dan strategi (Jakstra) dan Rencana Strategis (Renstra) Direktorat Pengembangan Air Minum sehingga diperoleh gambaran umum program dan kegiatan Direktorat Pengembangan Air Minum, serta proses penyusunan program dan kegiatan tahunan bidang air minum

b. Melakukan studi literatur terkait analisa dan perhitungan biaya konstruksi yang selama ini digunakan

c. Melakukan survei pasar terhadap harga komponen-komponen yang diperlukan dalam pembangunan prasarana dan sarana SPAM. Survei dilakukan dengan memperhatikan aspek kelayakan harga, kondisi geografi, regional wilayah, kecenderungan pasar, dan faktor-faktor lain yang berpengaruh

d. Melakukan diskusi dengan narasumber dan pakar yang telah disepakati oleh Tim Teknis

e. Menentukan koefisien volume kebutuhan material, alat, tenaga kerja dan produksi untuk konstruksi SPAM (untuk pekerjaan yang berupa bangunan rumah, pembetonan/pengecoran, dan pekerjaan lainnya yang serupa dengan bangunan gedung dapat mengadopsi dari SNI)

f. Menentukan suatu metode analisa dan penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB) Konstruksi SPAM yang dapat diterapkan

Page 5: TOR-Pedoman Perhitungan Biaya Konstruksi

5

oleh penyelenggara SPAM, sesuai dengan kaidah-kaidah teknik yang berlaku

g. Menyeragamkan formulasi dan merumuskan perhitungan biaya konstruksi SPAM berdasarkan hasil kajian, analisa dan survei

h. Mendesain dan mengkoordinasikan kegiatan workshop Pedoman Perhitungan Biaya Konstruksi Penyediaan Air Minum

12. Keluaran3 Keluaran yang diharapkan dari kegiatan ini adalah:

a. Metode analisa dan perhitungan biaya konstruksi SPAM (mulai dari unit air baku hingga unit pelayanan) sesuai dengan analisa BOW dan/atau SNI (bila ada) dan/atau ISO

b. Formulasi dan rumusan perhitungan biaya konstruksi SPAM

c. Pedoman perhitungan biaya konstruksi penyediaan air minum

13. Peralatan Material, Personil dan Fasilitas dari Pejabat Pembuat Komitmen

a. Data

Penyedia Jasa akan memfasilitasi kebutuhan data/informasi yang diperlukan untuk melengkapi penyusunan kegiatan ini.

b. Fasilitas perjalanan dinas

Pengguna Jasa tidak menyediakan fasilitas perjalanan dinas.

c. Fasilitas sosialisasi/workshop

Penyedia Jasa akan memfasilitasi kegiatan sosialisasi/ workshop sebagaimana yang diperlukan oleh Pengguna Jasa.

d. Staf Pengawas

Pengguna jasa akan membentuk Tim Teknis sebagai pengawas dan pengarah pelaksanaan kegiatan dalam rangka pelaksanaan jasa konsultansi.

14. Peralatan dan Material dari Penyedia Jasa Konsultansi

a. Akomodasi

Akomodasi bagi tenaga profesional harus disediakan oleh penyedia jasa dengan atas biaya sendiri.

b. Penyediaan oleh penyedia jasa

Penyedia jasa harus menyediakan fasilitas menunjang kelancaran pelaksanaan kegiatan dan harus memperhitungkan semua biaya pengeluaran yang akan dimasukkan dalam biaya penawaran yang terdiri atas:

1. Komputer Desktop dengan cara sewa.

2. Notebook dengan cara sewa.

3. Printer dengan cara sewa.

4. Persediaan komputer.

5. Alat Tulis Kantor.

6. Telepon dan Faksimile serta surat-menyurat.

Penyedia Jasa harus sudah memperhitungkan biaya operasional dan seminar/workshop di Jakarta dalam penawaran

Page 6: TOR-Pedoman Perhitungan Biaya Konstruksi

6

A. Survey di 32 Provinsi

1. Transport PP

2. Uang Penginapan

3. Uang Harian

4. Uang Taksi

B. Workshop di Jakarta

1. Paket seminar fullboard meeting.

2. Honor Narasumber.

3. Honor Moderator, termasuk Pemandu Acara.

4. Uang saku peserta.

5. Seminar Kit, penggandaan bahan.

6. Spanduk.

15. Lingkup Kewenangan Penyedia Jasa

Membantu Direktorat Pengembangan Air Minum Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum untuk menyusun Pedoman Perhitungan Biaya Konstruksi Penyediaan Air Minum.

16. Jangka Waktu Penyelesaian Kegiatan

Jangka waktu pelaksanaan kegiatan ini adalah 7 (tujuh) bulan atau 210 hari kalender.

17. Personil Posisi Kualifikasi JML

OB Pendidikan Keahlian *) Pengalaman

Tenaga Ahli :

Ketua Tim (TA Teknik Penyehatan / Teknik

Lingkungan) S1 Teknik Air Minum 8 Tahun 7

TA Sipil S1 Teknik

Konstruksi/Manajemen

Rekayasa Konstruksi

5 Tahun 7

TA Teknik Industri S1 Teknik Manajemen

Proyek / Logistik

5 Tahun 7

TA Manajemen S1 Manajemen

Manajemen Keuangan / Manajemen

Operasi

5 Tahun 7

TA Teknik Lingkungan S1 Teknik Air Minum 5 Tahun 7

Tenaga Pendukung :

Asisten TA Air Minum S1 Teknik Air Minum 2 Tahun 7

Asisten TA Konstruksi / Manajemen

Rekayasa Konstruksi S1 Teknik

Konstruksi/Manajemen

Rekayasa Konstruksi

2 Tahun 7

Asisten TA Teknik Industri

S1 Teknik Industri

Manajemen proyek

2 Tahun 7

Asisten TA Manajemen

S1 Ekonomi Manajemen 2 Tahun 7

Operator Komputer D3 2 Tahun 7

Page 7: TOR-Pedoman Perhitungan Biaya Konstruksi

7

17. 1 Keterangan Personil

Ketua Tim, Tenaga Ahli Teknik Penyehatan / Teknik Lingkungan Bidang Air Minum

Ketua Tim adalah personil yang telah memiliki pengalaman dalam konstruksi dan/atau studi bidang air minum.

Ketua Tim haruslah seorang sarjana (S1) Teknik lulusan perguruan tinggi negeri atau yang setara, berpengalaman di bidang konstruksi dan/atau konsultan sekurang-kurangnya selama 8 (delapan) tahun.

Ketua Tim akan ditempatkan penuh waktu selama 7 (tujuh) bulan atau selama periode kontrak.

Tugas dan tanggung jawab Ketua Tim akan meliputi (namun tidak terbatas pada) hal-hal sebagai berikut ;

Bertanggung jawab untuk melaksanakan koordinasi antara Tim Konsultan dengan Pengguna Jasa (Direktorat Pengembangan Air Minum), serta pihak pihak lain yang terkait dalam kegiatan penyusunan materi selama kegiatan berlangsung.

Bertanggung jawab untuk merencanakan/mengelola seluruh kegiatan Tim Konsultan untuk mencapai tujuan sebagaimana yang dipersyaratkan dalam Kerangka Acuan Kerja baik dari sisi waktu, kualitas maupun kuantitasnya.

Bertanggung jawab atas pengendalian personil Tim Konsultan yang terlibat dalam kegiatan ini, sehingga pekerjaan dapat diselesaikan sesuai target yang ditetapkan.

Bertanggung jawab untuk mengkonsolidasikan hasil pekerjaan setiap personil dan melaporkannya kepada Pengguna Jasa.

Mengkoordinasi kegiatan pembahasan untuk memastikan tercapainya validitas dokumen yang disusun.

Tenaga Ahli Sipil Bidang Konstruksi / Manajemen Rekayasa Konstruksi

Tenaga Ahli Sipil haruslah seorang sarjana teknik strata satu (S1) lulusan perguruan tinggi negeri atau yang setara, memiliki pengalaman dalam bidang konstruksi / manajemen rekayasa konstruksi sekurang-kurangnya 5 (lima) tahun.

Tenaga Ahli Sipil akan ditempatkan penuh waktu selama 7 (tujuh) bulan atau selama periode kontrak.

Tugas dan tanggung jawab Tenaga Ahli Sipil akan meliputi (namun tidak terbatas pada) hal-hal sebagai berikut:

Membantu Ketua Tim dalam menyusun pedoman perhitungan biaya konstruksi penyediaan air minum, khususnya di bidang konstruksi / manajemen rekayasa konstruksi SPAM.

Page 8: TOR-Pedoman Perhitungan Biaya Konstruksi

8

Membantu Ketua Tim melaksanakan kegiatan workshop Penyusunan Pedoman Perhitungan Biaya Konstruksi Penyediaan Air Minum.

Dibawah koordinasi Ketua Tim, Tenaga Ahli Sipil menyusun laporan pekerjaan di bidang konstruksi / manajemen rekayasa konstruksi SPAM.

Di bawah koordinasi Ketua Tim, Tenaga Ahli Sipil melaksanakan pembahasan dengan Pengguna Jasa.

Tenaga Ahli Teknik Industri

Tenaga Ahli Teknik Industri haruslah seorang sarjana teknik strata satu (S1) lulusan perguruan tinggi negeri atau yang setara, memiliki pengalaman dalam bidang manajemen proyek/logistik sekurang-kurangnya 5 (lima) tahun.

Tenaga Ahli Teknik Industri akan ditempatkan penuh waktu selama 7 (tujuh) bulan atau selama periode kontrak.

Tugas dan tanggung jawab Tenaga Ahli Teknik Industri akan meliputi (namun tidak terbatas pada) hal-hal sebagai berikut:

Membantu Ketua Tim dalam menyusun rencana pengendalian pelaksanaan konstruksi penyediaan air minum (termasuk biaya dan waktu).

Membantu Ketua Tim melaksanakan kegiatan workshop Penyusunan Pedoman Perhitungan Biaya Konstruksi Penyediaan Air Minum.

Dibawah koordinasi Ketua Tim, Tenaga Ahli Teknik Industri menyusun laporan pekerjaan di bidang manajemen proyek / manajemen konstruksi SPAM.

Di bawah koordinasi Ketua Tim, Tenaga Ahli Teknik Industri melaksanakan pembahasan dengan Pengguna Jasa.

Tenaga Ahli Manajemen Bidang Keuangan / Manajemen Operasi

Tenaga Ahli Ekonomi haruslah seorang sarjana teknik strata satu (S1) lulusan perguruan tinggi negeri atau yang setara, memiliki pengalaman dalam bidang manajemen keuangan / manajemen operasi sekurang-kurangnya 5 (lima) tahun.

Tenaga Ahli Ekonomi akan ditempatkan penuh waktu selama 7 (tujuh) bulan atau selama periode kontrak.

Tugas dan tanggung jawab Tenaga Ahli Ekonomi akan meliputi (namun tidak terbatas pada) hal-hal sebagai berikut:

Membantu Ketua Tim dalam menyusun rencana harga pasar yang terkait dengan konstruksi SPAM

Membantu Ketua Tim melaksanakan kegiatan workshop/sosialisasi Penyusunan Pedoman Perhitungan Biaya Konstruksi Penyediaan Air Minum.

Page 9: TOR-Pedoman Perhitungan Biaya Konstruksi

9

Dibawah koordinasi Ketua Tim, Tenaga Ahli Manajemen menyusun laporan pekerjaan perhitungan biaya konstruksi penyediaan air minum.

Di bawah koordinasi Ketua Tim, Tenaga Ahli Manajemen melaksanakan pembahasan dengan Pengguna Jasa.

Tenaga Ahli Teknik Penyehatan / Teknik Lingkungan

Tenaga Ahli Teknik Penyehatan / Teknik Lingkungan haruslah seorang sarjana teknik strata satu (S1) lulusan perguruan tinggi negeri atau yang setara, memiliki pengalaman dalam bidang sumber daya air sekurang-kurangnya 5 (lima) tahun.

Tenaga Ahli Teknik Penyehatan / Teknik Lingkungan akan ditempatkan penuh waktu selama 7 (tujuh) bulan atau selama periode kontrak.

Tugas dan tanggung jawab Tenaga Ahli Ahli Teknik Penyehatan akan meliputi (namun tidak terbatas pada) hal-hal sebagai berikut:

Membantu Ketua Tim dalam menyusun pedoman perhitungan biaya konstruksi penyediaan air minum sesuai standar teknis yang berlaku.

Membantu Ketua Tim melaksanakan kegiatan workshop Penyusunan Pedoman Perhitungan Biaya Konstruksi Penyediaan Air Minum.

Dibawah koordinasi Ketua Tim, Tenaga Ahli Teknik Industri menyusun laporan pekerjaan di bidang manajemen proyek / manajemen konstruksi SPAM.

Di bawah koordinasi Ketua Tim, Tenaga Ahli Teknik Industri melaksanakan pembahasan dengan Pengguna Jasa.

Asisten Tenaga Ahli Air Minum

Tenaga Ahli Air Minum haruslah seorang sarjana teknik strata satu (S1) lulusan perguruan tinggi negeri atau yang setara, memiliki pengalaman dalam bidang air minum sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun.

Tenaga Ahli Air Minum akan ditempatkan penuh waktu selama 7 (tujuh) bulan atau selama periode kontrak.

Tugas dan tanggung jawab Tenaga Ahli Air Minum adalah membantu Tenaga Ahli dalam menyusun pedoman perhitungan biaya konstruksi penyediaan air minum.

Asisten Tenaga Ahli Konstruksi/Manajemen Rekayasa Konstruksi

Tenaga Ahli Konstruksi / Manajemen Rekayasa Konstruksi haruslah seorang sarjana teknik strata satu (S1) lulusan perguruan tinggi negeri atau yang setara, memiliki pengalaman dalam bidang air minum sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun.

Tenaga Ahli Konstruksi / Manajemen Rekayasa Konstruksi akan

Page 10: TOR-Pedoman Perhitungan Biaya Konstruksi

10

ditempatkan penuh waktu selama 7 (tujuh) bulan atau selama periode kontrak.

Tugas dan tanggung jawab Tenaga Ahli Konstruksi / Manajemen Rekayasa Konstruksi adalah membantu Tenaga Ahli dalam menyusun pedoman perhitungan biaya konstruksi penyediaan air minum.

Asisten Tenaga Ahli Teknik Industri

Asisten Tenaga Ahli Teknik Industri haruslah seorang sarjana teknik strata satu (S1) lulusan perguruan tinggi negeri atau yang setara, memiliki pengalaman dalam bidang air minum sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun.

Asisten Tenaga Ahli Teknik Industri akan ditempatkan penuh waktu selama 7 (tujuh) bulan atau selama periode kontrak.

Tugas dan tanggung jawab Teknik Industri adalah membantu Tenaga Ahli dalam menyusun pedoman perhitungan biaya konstruksi penyediaan air minum.

Asisten Tenaga Ahli Manajemen

Asisten Tenaga Ahli Manajemen haruslah seorang sarjana teknik strata satu (S1) lulusan perguruan tinggi negeri atau yang setara, memiliki pengalaman dalam bidang air minum sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun.

Asisten Tenaga Ahli Manajemen akan ditempatkan penuh waktu selama 7 (tujuh) bulan atau selama periode kontrak.

Tugas dan tanggung jawab Teknik Industri adalah membantu Tenaga Ahli dalam menyusun pedoman perhitungan biaya konstruksi penyediaan air minum.

Tenaga Pendukung Operator Komputer

Tenaga Pendukung haruslah seorang lulusan SLTA/D3 sekolah negeri atau yang setara, dengan kemampuan dalam mengoperasikan komputer (minimal Microsoft Office, AutoCad) dengan pengalaman selama 2 (dua) tahun.

Tenaga Pendukung Operator Komputer akan ditempatkan penuh waktu selama 7 (tujuh) bulan atau selama periode kontrak.

Tugas dan tanggung jawab Tenaga Pendukung adalah membantu Tenaga Ahli dalam pengelolaan administrasi dan pekerjaan perkantoran.

18. Jadwal Tahapan Pelaksanaan Kegiatan

Penyedia harus membuat jadwal pelaksanaan sesuai kebutuhan untuk Penyusunan Pedoman Perhitungan Biaya Konstruksi Penyediaan Air Minum

19. Laporan Pendahuluan

Laporan Pendahuluan memuat:

Rencana Kerja Tim Kegiatan per Tenaga Ahli

Page 11: TOR-Pedoman Perhitungan Biaya Konstruksi

11

Metoda Pelaksanaan Kegiatan.

Jadwal Rencana Pelaksanaan Kegiatan.

Laporan harus diserahkan selambat-lambatnya 30 (tiga puluh) hari sejak SPMK diterbitkan sebanyak 5 (lima) eksemplar termasuk 1 (satu) asli berikut file (softcopy) dalam cakram padat (compact disc).

Rencana Mutu Kontrak:

Penyedia jasa harus menyusun dan menyerahkan Rencana Mutu Kontrak selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari kerja sejak SPMK diterbitkan sebanyak 10 (sepuluh) eksemplar.

21. Laporan Antara Laporan Antara memuat hasil sementara pelaksanaan kegiatan.

Laporan harus diserahkan selambat-lambatnya 90 (sembilan puluh) hari sejak SPMK diterbitkan sebanyak 10 (sepuluh) eksemplar berikut file dalam cakram padat (compact disc).

22. Laporan Akhir Laporan Akhir memuat seluruh hasil pelaksanaan kegiatan. Laporan harus diserahkan selambat-lambatnya 210 (dua ratus sepuluh) hari kerja sejak SPMK diterbitkan sebanyak 10 (sepuluh) eksemplar dan berikut file dalam cakram padat (compact disc).

23. Produksi dalam Negeri

Semua kegiatan jasa konsultansi berdasarkan KAK ini harus dilakukan di dalam wilayah Negara Republik Indonesia kecuali ditetapkan lain dalam angka 4 KAK dengan pertimbangan keterbatasan kompetensi dalam negeri.

24. Persyaratan Kerjasama

Tidak diperlukan.

25. Pedoman Pengumpulan data Lapangan

Tidak diperlukan.

26. Alih Pengetahuan Pemakaian Tenaga Ahli pada kegiatan ini harus dapat memberikan manfaat dalam alih pengetahuan secara optimal melalui kemitraan dengan media diskusi secara rutin dan pembahasan secara berkala.

Page 12: TOR-Pedoman Perhitungan Biaya Konstruksi

12

Jakarta, 20 Februari 2013