Teknologi Hidroponik Sawi Menggunakan DFT.pdf

download Teknologi Hidroponik Sawi Menggunakan DFT.pdf

of 26

  • date post

    16-Nov-2015
  • Category

    Documents

  • view

    67
  • download

    4

Embed Size (px)

Transcript of Teknologi Hidroponik Sawi Menggunakan DFT.pdf

  • 1

    LAPORAN PRAKTIKUM HIDROPONIK

    BUDIDAYA SAWI

    Oleh:

    Devi Phina F14100117 Azmi Syahrian Zehn F14110095

    Davin Pradana F14110020 Norisa Adhi Tina F14110097

    Rizal Erwin S F14110044 Fahmi Faizal F14110098

    Rusnaldi F14110045 Lois Marihot F14110101

    Gerry andryana K F14110064 Wahyudi Rahari F14110105

    Prakoso Ari Wibowo F14110068 Avicienna Ul-haq M F14110108

    Jantammy R. M F14110080 Faturrahman N F14110128

    Antoni Wijaya F14110084

    DEPARTEMEN TEKNIK MESIN DAN BIOSISTEM

    FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN

    INSTITUT PERTANIAN BOGOR

    2014

  • ii

    DAFTAR ISI

    DAFTAR TABEL ii

    DAFTAR GAMBAR ii

    DAFTAR LAMPIRAN ii

    PEMBAGIAN TUGAS 1

    PENDAHULUAN 2

    Latar Belakang 2

    Tujuan 3

    TINJAUAN PUSTAKA 4

    METODOLOGI

    Waktu dan Tempat Pelaksanaan 9

    Tata Letak 9

    Rona Lingkungan 10

    Alat dan Bahan 10

    HASIL DAN PEMBAHASAN 13

    SIMPULAN DAN SARAN 20

    DAFTAR PUSTAKA 21

    DAFTAR TABEL

    1 Pembagian Tugas Anggota Kelompok 1 2 Pengukuran parameter pertumbuhan dan nutrisi hidroponik 13

    DAFTAR GAMBAR

    1 Ilustrasi rangkaian zig zag 4 2 Laboratorium greenhouse pengamatan 9 3 Denah tata letak budidaya hidroponik 9 4 Grafik perkembangan tinggi tanaman 13 5 Grafik perkembangan jumlah daun pada tanaman 14 6 Grafik perubahan PH pada nutrisi 14 7 Grafik Perubahan EC 14 8 Sampel nomor 7 setelah panen 18 9 Sampel nomor 8 setelah panen 18

    10 Sampel nomor 3 setelah panen 19 11 Sampel nomor 9 setelah panen 19

    DAFTAR LAMPIRAN

    1 Data lengkap pengukuran parameter hidroponik 18

    file:///E:/PPKI/CD%20PPKI/CD/Templat/Skripsi-Custom.dotx%23_Toc330897740file:///E:/PPKI/CD%20PPKI/CD/Templat/Skripsi-Custom.dotx%23_Toc331485137file:///E:/PPKI/CD%20PPKI/CD/Templat/Skripsi-Custom.dotx%23_Toc331485138file:///E:/PPKI/CD%20PPKI/CD/Templat/Skripsi-Custom.dotx%23_Toc331485139

  • 1

    Pembagian Tugas untuk Laporan Teknologi Greenhouse dan Hidroponik

    Tabel 1 Pembagian Tugas Anggota Kelompok

    No. Tugas Penanggung Jawab

    1 Menyusun Pendahuluan

    1.1 Latar belakang 1.2 Tujuan 1.3 Tinjauan Pustaka

    i) Mengenai budidaya menggunakan teknologi hidroponik khususnya

    menggunakan deep flow

    technique.

    ii) Pembibitan sawi. iii) Mengenai budi daya sawi iv) Mengenai nutrisi (Larutan AB)

    dan cara menurunkan dan

    meningkatkan PH.

    (1.1) Norisa Adhi Tina (F14110097) (1.2) Rusnaldi (F14110045) (1.3.i) Fahmi Faizal (F14110098)

    (1.3.ii) Faturrahman N. (F14110128)

    (1.3.iii) Prakoso A.W. (F14110068)

    (1.3.iv) Avicienna U. M. (F14110108)

    2 Metodologi (Jika memungkinkan sertakan

    gambar)

    2.1 Waktu dan Tempat Pelaksanaan 2.2 Tata Letak Budidaya 2.3 Rona lingkungan (iklim, topografi,

    dan ketersediaan air)

    2.4 Alat dan Bahan (meliputigreenhouse dan alat-alat yang digunakan

    sepanjang praktikum)

    2.5 Metode/Prosedur i) Persiapan

    Prosedur pembibitan

    Pemeliharaan bibit

    Pengukuran ii) Pelakasanaan (Hidroponik) iii) Pemeliharaan (Hidroponik) iv) Pengukuran parameter-parameter

    di hidroponik

    (2.1) Davin Pradana (F14110020)

    (2.2) Azmi Syahrian Zehn (F14110095)

    (2.3) Jantammy R.M. (F14110080)

    (2.4) Rizal Erwin S. (F14110044)

    (2.5.i) & (2.5.ii) Wahyudi R. (F14110105)

    (2.5 iii) & (2.5.iv) Devi P. (F14100117)

    3 Hasil, Pembahasan, Kesimpulan, Daftar

    Pustaka

    3.1 Kompilasi data 3.2 Pengolahan data 3.3 Pembahasan/evaluasi data

    (dasar pembahasan/evaluasi didapat

    dari bab-bab diatasnya, seperti

    tinjauan pustaka dan metodologi,

    tajam untuk menjawab tujuan)

    3.4 Kesimpulan (disusun berdasarkan pembahasan

    dalam jawaban dari tujuan)

    3.5 Daftar Pustaka

    (3.1; 3.2; 3.3) Lois Marihot (F14110101)

    (3.3; 3.4; 3.5) Antoni Wijaya (F14110084)

    (3.3; 3.4; 3.5) Gerry A. K. (F14110064)

  • 2

    PENDAHULUAN

    Latar Belakang

    Sawi adalah sekelompok tumbuhan dari marga Brassica yang

    dimanfaatkan daun atau bunganya sebagai bahan pangan (sayuran), baik segar

    maupun diolah. Sawi mencakup beberapa spesies Brassica yang kadang-kadang

    mirip satu sama lain. Di Indonesia penyebutan sawi biasanya mengacu pada sawi

    hijau (Brassica rapa kelompok parachinensis, yang disebut juga sawi bakso,

    caisim, atau caisin). Selain itu, terdapat pula sawi putih (Brassica rapa kelompok

    pekinensis, disebut juga petsai) yang biasa dibuat sup atau diolah menjadi asinan.

    Jenis lain yang kadang-kadang disebut sebagai sawi hijau adalah sesawi sayur

    (untuk membedakannya dengan caisim). Kailan (Brassica oleracea kelompok

    alboglabra) adalah sejenis sayuran daun lain yang agak berbeda, karena daunnya

    lebih tebal dan lebih cocok menjadi bahan campuran mi goreng. Sawi sendok

    (pakcoy atau bok choy) merupakan jenis sayuran daun kerabat sawi yang mulai

    dikenal pula dalam dunia boga Indonesia.

    Manfaat sawi sangat baik untuk menghilangkan rasa gatal di tenggorokan

    pada penderita batuk. Penyembuh penyakit kepala, bahan pembersih darah,

    memperbaiki fungsi ginjal, serta memperbaiki dan memperlancar pencernaan.

    Sedangkan kandungan yang terdapat pada sawi adalah protein, lemak,

    karbohidrat, Ca, P, Fe, Vitamin A, Vitamin B, dan Vitamin C. Sawi bukan

    tanaman asli Indonesia, menurut asalnya di Asia. karena Indonesia mempunyai

    kecocokan terhadap iklim, cuaca dan tanahnya sehingga dikembangkan di

    Indonesia ini. Tanaman sawi dapat tumbuh baik di tempat yang berhawa panas

    maupun berhawa dingin, sehingga dapat diusahakan dari dataran rendah maupun

    dataran tinggi. Meskipun demikian pada kenyataannya hasil yang diperoleh lebih

    baik di dataran tinggi. Daerah penanaman yang cocok adalah mulai dari

    ketinggian 5 meter sampai dengan 1.200 meter di atas permukaan laut.

    Namun biasanya dibudidayakan pada daerah yang mempunyai ketinggian

    100 meter sampai 500 meter dpl. Tanaman sawi tahan terhadap air hujan,

    sehingga dapat di tanam sepanjang tahun. Pada musim kemarau yang perlu

    diperhatikan adalah penyiraman secara teratur. Berhubung dalam pertumbuhannya

    tanaman ini membutuhkan hawa yang sejuk. lebih cepat tumbuh apabila ditanam

    dalam suasana lembab. Akan tetapi tanaman ini juga tidak senang pada air yang

    menggenang. Dengan demikian, tanaman ini cocok bila di tanam pada akhir

    musim penghujan. Tanah yang cocok untuk ditanami sawi adalah tanah gembur,

    banyak mengandung humus, subur, serta pembuangan airnya baik. Derajat

    kemasaman (pH) tanah yang optimum untuk pertumbuhannya adalah antara pH 6

    sampai pH 7.

    Benih merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan usaha tani. Benih

    yang baik akan menghasilkan tanaman yang tumbuh dengan bagus. Kebutuhan

    benih sawi untuk setiap hektar lahan tanam sebesar 750 gram. Benih sawi

    berbentuk bulat, kecil-kecil. Permukaannya licin mengkilap dan agak keras.

    Warna kulit benih coklat kehitaman.

    Budidaya caisim dapat dilakukan dengan cara konvensional ataupun

    dengan cara organik dengan menggunakan sistem hidroponik. Budidaya

  • 3

    hidroponik dilakukan untuk dapat menghasilkan produk caisim yang bebas

    pestisida serta fisik produk yang baik karena terlindungi dan ternaungi oleh

    tutupan greenhouse. Budidaya caisim dilakukan karena merupakan salah satu

    sayuran daun yang digemari pasar sehingga sampai sekarang ini terus dilakukan

    perkembangan proses pembudidayaan caisim agar dihasilkan produk yang baik,

    dan bermutu tinggi hingga menyebabkan naiknya nilai jual produk caisim

    dipasaran. Salah satu proses pembelajaran budidaya caisim dilakukan dengan

    skala kecil untuk dapat mengamati pola tumbuh caisim, kebutuhan nutrisi, dan

    lingkungan optimum untuk caisim di dalam ruangan greenhouse.

    Tujuan

    Tujuan dilakukannya kegiatan budidaya caisim dengan sistem hidroponik

    adalah sebagai berikut:

    1. Mengetahui proses penyemaian benih caisim menggunakan media arang sekam.

    2. Mengetahui dan memahami bagaimana budidaya caisim menggunakan sistem hidroponik.

    3. Untuk mempelajari dan memahami cara budidaya tanaman sawi mengunakan teknik hidroponik tipe deep flow technique (DFT).

    4. Untuk mengetahui kualitas dan kuantitas hasil budidaya tanaman sawi mengunakan teknik hidroponik tipe deep flow technique (DFT).

    5. Memahami proses pertumbuhan dan kebutuhan pertumbuhan caisim mulai awal pembibitan hingga panen.

  • 4

    TINJAUAN PUSTAKA

    Deep Flow Technique

    Sistem Hidroponik Deep Flow Technique merupakan metode budidaya

    tanaman hidroponik dengan meletakkan akar tanaman pada lapisan air yang

    dalam. Kedalaman lapisan berkisar antara 4-6 cm. prinsip kerja system hidroponik

    DFT yaitu mensirkulasikan larutan nutrisi tanaman secara terus menerus selama

    24 jam. Teknik hidroponik ini dikategorikan sebagai system hidroponik tertutup.

    Umumnya penerapan teknik hidroponik ini digunakan pada budidaya tanaman

    daun dansayuran buah (Chadirin, 2007)

    Pada teknik DFT system pipa, aliran nutrisi dengan kedalaman 2-3 cm

    mengalir pada pipa PVC berdiamaeter 10 cm dan pada pipa tersebut dikletakkan

    tanaman dalam pot p