Story Making

download Story Making

of 38

  • date post

    30-Jun-2015
  • Category

    Documents

  • view

    373
  • download

    0

Embed Size (px)

description

Membuat cerita kreatif dengan pendekatan wave form design

Transcript of Story Making

LAPORAN PENELITIAN

STORY WAVEFORM DESIGN SEBAGAI ALTERNATIF DESAIN MEMBUAT PLOT CERITA

OLEH:

M.S GUMELARMaria Josef Retno Budi Wahyuni

FAKULTAS SENI & DESAIN PROGRAM STUDI DESAIN KOMUNIKASI VISUAL UNIVERSITAS MULTIMEDIA NUSANTARA JAKARTA 2008

i

HALAMAN PENGESAHAN1. Judul Penelitian : STORY WAVEFORM DESIGN SEBAGAI ALTERNATIF DESAIN MEMBUAT PLOT CERITA 2. Bidang Penelitian 3. Ketua Peneliti a. Nama Lengkap b. Jenis Kelamin c. NIP/NIDN d. Disiplin ilmu e. Pangkat/Golongan f. Jabatan g. Fakultas/Jurusan h. Alamat i. Telpon/Faks/ E-mail j. Alamat Rumah k. Telpon/Faks/ 4. Jumlah Anggota Peneliti a. Nama Anggota I 5. Lokasi Penelitian : Seni & Desain : : M.S Gumelar : Pria : 0319027104 : Seni & Desain : Assisten Ahli : Kepala Program Studi Universitas Multimedia Nusantara : Seni & Desain : Lt.6, Jl. Boulevard Raya Blok M5 No.3 : 021-5420 1444/021-5420 3444/ : gumelar@unimedia.ac.id, michael.gumelar@gmail.com : Graha Yasa Asri A-10 Jl. Raya Serua Sawangan Depok : 021-5575 0598 : 1 orang : Maria Josef Retno Budi Wahyuni : Tangerang, Jawa Barat : 6 bulan : 6 bulan : Rp 5.000.000,: Rp 5.000.000,Jakarta, 2 Nopember 2008 Ketua Peneliti,

6. Pendanaan dan jangka waktu penelitian: a. Jangka waktu penelitian diusulkan b. Jangka waktu penelitian yang sudah dijalani c. Biaya total yang diusulkan d. Biaya total yang disetujui tahun 2008

M.S. Gumelar, M.A. 0319027104 Mengetahui, Dekan/Wakil Rektor I Menyetujui, Direktur LPPM

Dr. Ir. Sugiarto, M.Sc. NIP.

Dr.Ir. P.M. Winarno, M.Kom. NIP. 000632

ii

SISTEMATIKA LAPORAN

Halaman Pengesahan ............................................................................. ii Ringkasan ................................................................................................ iv Prakata..................................................................................................... v Daftar Isi .................................................................................................. vi Daftar Gambar.......................................................................................... vii I. Pendahuluan....................................................................................... 1 II. Studi Pustaka...................................................................................... 2 III. Metode................................................................................................ 4 IV. Pembahasan....................................................................................... 5 V. Kesimpulan......................................................................................... 29 Daftar Pustaka.......................................................................................... 31

iii

RINGKASAN Membuat cerita atau lebih dikenal dengan nama mengarang, adalah suatu hal yang mudah, tetapi pada saat dituliskan, mendadak tidak semua orang dapat melakukannya. Mengapoa? sebab mengarang lalu mengatakannya dengan lisan, tentu sudah kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari. Namun pernahkah terpikir bahwa cerita yang kita buat bahkan hanya dalam beberap menit bila dituangkan dan dijadikan tulisan akan menjadi sesuatu yang mendatangkan rejeki. Memang membuat cerita semua orang dapat melakukannya. Tetaoi

tantangannya, dapatkah kita berkarya dan mampu menambah penghasilani kita dengan membuat cerita dan diwujudkan dalam text?. Studi ini mengarah untuk memudahkan kita mengarang dengan pendekatan membuat plot kasar yang disebut dengan nama Story Wavefrom Design sebagai alternatif dari Story Mountain Design. Hingga diharapkan dimasa depan banyak yang bisa untuk bercerita, untuk itu, penelitian ini akan memberikan tambahan dan pengayaan bagaimana caranya membuat cerita lebih mudah dan juga diresearch pendekatan teknik baru yang disebut dengan nama Story Waveform Design, pendekatan ini konsepnya berbeda dengan pendekatan teknik penyusunan Story Montain Design yang selama ini banyak dipakai.

iv

PRAKATA

Studi ini bisa terwujud karena untuk perkembangan ilmu pengetahuan khususnya di bidang mengarang cerita dan ditujukan spesial untuk perkembangan karya bangsa kita Indonesia. Dan merupakan sumbangsih nyata penulis melalui Universitas Multimedia Nusantara untuk sarana mencerdasakan bangsa dan sekalgus sebagai salah satu bentuk nyata pengabdian sosial dan juga penerapan dari penelitian yang merupakan bagian dari Tri Dharma Perguruna Tinggi. Semoga penelitian ini membawa dampak positif bagi kita semua, untuk kemanusiaan dan memperbaiki skill minimal bangsa dan generasi penerus Indonesia dimasa depan dan dunia pada umumnya.

Jakarta, Nopember 2008

Penulis

v

DAFTAR ISI

Halaman Pengesahan ............................................................................. ii Sistematika Laporan ............................................................................. iii

Ringkasan ................................................................................................ iv Prakata..................................................................................................... v Daftar Isi .................................................................................................. vi Daftar Gambar.......................................................................................... vii I. Pendahuluan.......................................................................................1 II. Studi Pustaka......................................................................................11 III. Metode...............................................................................................13 IV. Pembahasan.......................................................................................15 V. Kesimpulan.........................................................................................48 Daftar Pustaka..........................................................................................49

vi

DAFTAR GAMBAR Gambar 1.................................................................................................2 Gambar 2.................................................................................................3 Gambar 3.................................................................................................15 Gambar 4.................................................................................................16 Gambar 5.................................................................................................16 Gambar 6.................................................................................................17 Gambar 7.................................................................................................17 Gambar 8.................................................................................................18 Gambar 9.................................................................................................27 Gambar 10...............................................................................................27

vii

BAB I PENDAHULUANMembuat cerita, tidak semua orang dapat melakukannya. Tetapi banyak yang bisa untuk bercerita, untuk itu, penelitian ini akan memberikan tambahan dan pengayaan bagaimana caranya membuat cerita lebih mudah dan juga diresearch pendekatan teknik baru yang disebut dengan nama Story Waveform Design, pendekatan ini konsepnya berbeda dengan pendekatan teknik penyusunan Story Montain Design yang selama ini banyak dipakai. Research ini murni demi kemajuan dalam membuat cerita (story making) dan teorinya yang muncul juga murni dari terobosan dan pola fikir asli dari negeri sendiri, yaitu hasil karya anak bangsa, hingga akan sangat bagus bila didukung dan diterapkan di negeri sendiri, apalagi bila juga di adopsi oleh Negara lain, akan sangat membanggakan. Tujuan dan Manfaat Penelitian:

1. Meluruskan persepsi yang salah bahwa membuat cerita adalah menulis, sebab menulis belum tentu membuat cerita. Dan juga menulis adalah suatu tindakan yang hanya mengarah kepada suatu pekerjaan yaitu menulis (writing). Padahal membuat cerita tidak harus dilakukan dengan menulis, dapat dilakukan dengan cara mengetik (typing) di kertas menggunakan mesin ketik ataupun menggunakan komputer.

2. Memberi perbedaan yang lebih jelas antara membuat cerita (story making) dan membuat laporan (report making) serta gabungan keduanya. 3. Lip Memberikan arahan mendesain cerita dengan lebih baik, mulai dari awal sampai endingnya dengan teknik terbaru temuan dalam studi research ini yaitu Story Waveform Design untuk menggantikan Story Mountain Design.

1

BAB II STUDI PUSTAKA

Cerita (story) secara penjelasan umum adalah suatu urutan kejadian, namun terkadang disebut juga Narasi (Narrative), yang kita tahu narasi lebih cenderung kepada pengertian sebagai perbuatan yang sedang menceritakan suatu cerita dan lebih tepat disebut dengan nama Storytelling . Story is a common term for a description of a sequence of events, or a statement regarding the facts pertinent to a situation in question (see Narrative) http://en.wikipedia.org/wiki/Story Hingga bila suatu karya animasi, cinema ataupun video, lalu ada yang menceritakannya, yang disebut narator, maka itu berarti animasi, video dan atau cinema tersebut diberi narasi. Gambar 1 berikut merupakan Story Mountain Design untuk membuat cerita lebih terarah dalam pembuatannya.

Gambar 1. Sumber: http://www.communication4all.co.uk/Screen%20Shot%20Images/smlge.png

2

Gambar 2. Sumber: http://www.learnnc.org/lp/media/lessons/amyhoneycutt8102004053/Story_Mountain_Keeping_Quilt.jpg

Gambar 2 tersebut adalah menerapkan Stroy Mountain Design dalam cerita yang dibuat. Tetapi ada yang unik dalam cara tersebut, seharusnya hal-hal yang menyenangkan atau positif se