stie-igi.ac.id Web view Relasi penawaran agregat menjelaskan dampak output terhadap tingkat harga....

download stie-igi.ac.id Web view Relasi penawaran agregat menjelaskan dampak output terhadap tingkat harga. Penawaran

of 37

  • date post

    07-Dec-2020
  • Category

    Documents

  • view

    2
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of stie-igi.ac.id Web view Relasi penawaran agregat menjelaskan dampak output terhadap tingkat harga....

Bab VII

Model Penawaran Agregat-Permintaan Agregat: Model AS – AD

Penawaran Agregat

Relasi penawaran agregat menjelaskan dampak output terhadap tingkat harga. Penawaran agregat terjadi atau berasal dari perilaku upah dan harga yang sudah kita bahas pada bab sebelumnya. Menggunakan atau memakai kembali persamaan penentu harga [ W = ], kita dapatkan:

W =

P = (1 + )W

· Upah nominal, W, ditetapkan oleh penentu upah ( wage setters ), ttergantung pada tingkat harga yang diharapkan, , tingkat pengangguran, u, dan barbagai variabel, z, yang merupakan tempat semua faktor lain yang mempunyai pengaruh pada penetapan upah, dari tunjangan pengangguran sampai dengan bentuk collective bargaining.

· Harga, P, ditetapkan oleh perusahaan ( ekuivalen dengan tingkat harga ), tingkat harga adalah sama dengan gaji nominal, W, dikalikan dengan 1 ditambah dengan markup. Contoh: W = $ 2.000 dan , maka P = $ 2.200 = ( US 2.000 x 1.1 ).

Kita menggunakan dua persamaan tersebut bersama-sama dengan tambahan asumsi bahwa tingkat harga adalah sama dengan tingkat harga yang diharapkan. Dibawah asumsi tambahan tersebut, kita menghasilkan tingkat pengangguran natural, dan berimplikasi pada adanya tingkat output natural.

Perbedaan di bab ini adalah bahwa kita tidak memadakan asumsi tambahan tersebut ( kita akan melepaskan atau meninggalkan bahwa tingkat harga (P) adalah sama dengan tingkat harga yang diharapkan pada jangka menengah, tetapi akan secara khusus tidak akan sama dengan tingkat harga yang diharapkan pada jangka pendek ). Tampa tambahan asumsi tersebut, relasi penetapan harga dan relasi penetapan upah, memmberikan kita sebuah relasi, dan relasi itu adalah relasi antara tingkat harga, tingkat output, dan tingkat harga yang diharapkan.

· Langkah pertama adalah mengeliminasi upah nominal, W, antara dua persamaan menggantikan upah nominal di persamaan kedua di atas melalui pernyaataan atau ungkapan dari persamaan pertama, kita dapatkan persamaan:

P = (1)

Persamaan tersebut menyatakan bahwa tingkat harga, P, tergantung pada niilai tingkat harga yang diharapkan, , tingkat pengagguran, markup dan berbagai variabel z, tetapi kita hendaknya menempatkan dan z adalah konstan.

· Langkah kedua adalah mengganti tingkat pengangguran, u, dengan ekspresi dalam terminologi output. Untuk mengganti, u, ingat relasi antara tingkat pengangguran, bekerja ( employment ), dan output yang kita hasilkan di bab sebelumnya:

u =

Persamaan pertama: u = U/L sesuai dengan definisi tingkat pengangguran, persamaan kedua: U/L = (L – N )/L sesuai dengan definisi pengangguran ( U = L – N ), persamaan ketiga: ( L – N )/L = 1 – (N/L) merupakan menyederhanakan pecahan. Persamaan keempat: 1 – (N/L) = 1 – (Y/L) sesuai dengan spesifikasi dari fungsi produksi, yang menyatakan bahwa untuk memproduksi 1 ( satu ) unit output diperlukan 1 ( satu ) pekerja, sehingga Y = N.

Apa yang kita dapat kemudian, adalah:

u = 1

Dengan kata, berdasarkan angkatan kerja yang ada atau tersedia di ekonomi, semakin tinggi output, semakin rendah tingkat pengangguran di ekonomi.

Mengganti u dengan 1 – ( Y/L ) pada persamaan (1), memberikan kita relasi penawaran agregat ( the aggregate supply relation ) atau secara singkat relasi AS ( AS relation ):

P = (2)

Tingkat harga, P, ditentukan oleh tingkat harga yang diharapkan, , dan tingkat output, Y, ( dan juga markup, , dan beberapa varibel lainnya, z, dan angkatan kerja, L ); tetapi disini kita tentukan mereka konstan. Relasi AS mempunyai dua sifat penting:

· Kenaikan pada output menyebabkan tingkat harga naik, hal terssebut hasi dari empat langkah dasar:

1. Kenaikan output meyebabkan kenaikan pada bekerja (employment )

2. Kenaikan bekerja ( employment ) menyebabkan pengangguran turun

3. Semakin rendah pengangguran menyebabkan semakin tinggi upah nnominal

4. Kenaikan upah nominal menyebabkan lenaikan harga yang ditetapkan oleh perusahaaan – sama dengan ( equivalent ), keenaikan tingkat harga ( inflasi ).

· Kenaikan pada tingkat harga yang diharapkan menyebabkan one for one atau perubahan dengan tingkat sama pda kenaikan tingkat harga aktual. Sebagai contoh, jika tingkat harga diharapkan naik menjadi dua kali, tingkat harga altual juga naik menjaddi dua kali. Dampak ini bekerja melalui upah:

1. Jika para penentu upah berharap tingkat harga naik semakin tinggi, mereka menetapkan upah nominal semakin tinggi.

2. Kenaikan pada upah nominal menyebabkan kenaikan pada biaya produksi, yang menyebabkan perusahaan menetapkan harga produk naik – sama dengan atau sepadan dengan semakin tinggi tingkat harga.

Gambar: 1

Kurva Penawaran Agregat

Tingkat Harga (P) AS Berdasarkan tingkat harga yang diharapkan

P = A kenaikan output menyebabkan kenaikan

tingkat harga. Jika output sama dengan

Y = Output,Y Tingkat oupt natural, maka P =

Relasi atau hubungan antara tingkat harga, P, dengan tingkat output, Y, berdasarkan nilai dari tingkat harga yang diharapkan, , dinyatakan atau diwujudkan oleh kurva AS di gambar (1). Kurva AS mempunyai tiga sifat yang akan dibuktikan kegunaannya ada berikut ini:

· Kurva AS berbentuk kemiringan menaik ( upward sloping ). Menyatakan lainya tetap atau mengkesampingkan yang lain ( put another way ), kenaikan output, Y, menyebabkan kenaikan pada tingkat harga, P. Anda sudah lihat dan memahami pada bab-bab sebelum.

· Kurva AS melalui titik A, dimana Y = dan P = . Mengkesampingkan yang lain; ketika Y = , maka P = .

Bagaimana kita dapat memahami hal tersebut? Pelajari kembali pada definisi tingkat output natural pada bab sebelumnya, tingkat pengangguran natural ( dan melalui akibatnya terhadap tingkat output natural ketika tingkat pengangguran ( dan melalui implikasinya atau akibatnya terhadap tingkat output ) yang terjadi atau berlaku jika tingkat harga sama dengan tingkat harga yang diharapkan.

Sifat tersebut – bahwa tingkat harga sama dengan tingkat harga yang diharapkan, ketika output sama dengan tingkat output natural – mempunyai dua akibat: ketika output di atas tingkat output natural, tingkat harga lebih tinggi daripada tingkat harga yang diharapkan. Pada gambar (1), jika Y di kanan , P lebih tinggi daripada . Sebaliknya, ketika output di bawah tingkat output natural, maka tingkat harga lebih rendah daripada tingkat harga yang diharapkan. Pada gambar (1), jika Y di kiri , maka P lebih rendah daripada .

· Kenaikan pada tingkat harga yang diharapkan, menggeser kurva AS ke atas. Sebaliknya, penurunan pada tingkat harga yang diharapkan menggeser kurva AS ke bawah.

Ketiga sifat tersebut ditunjukan oleh gambar (2), umpamakan berdasarkan tingkat output dan tingkat pengangguran, tingkat harga yang diharapkan naik dari ke . Kenaikan pada harga yang diharapkan menyebabkan kenaikan upah dan kenaikan harga. Jadi setiap tingkat output, tiingkat harga semakin tinggi: Kurva AS bergeser ke atas. Secara khusus, sebagai pengganti titik A di kurva AS ( dimana Y = dan P = ), kurva AS sekarang melalui titik A’ ( dimana Y = dan P = ).

Secara singkat:

· Mulai dari penetapan upah dan harga di pasar tenaga kerja, kita menghasilkan kurva AS ( the aggregate Supply curve ).

· Relasi ini menyebakan bahwa berdasarkan tingkat harga yang diharapkan, tingkat harga, P, merupakan fungsi meningkat dari tingkat output, dan tingkat harga yang diharapkan. Hal tersebut ditunjukan dengan bentuk kurva AS yang mempunyai kemiringan mmenaik, dan disebut sebagai kurva penawaran agregat atau kurva AS.

· Kenaikan tingkat harga yang diharapkan , menggeser kurva AS ke atas, sedangkan penurunan tingkat harga yang diharapkan, menggeser kurva AS ke bawah.

Gambar: 2

Dampak Kenaikan Tingkat Harga yang Diharapkan Terhadap Kurva AS

Tingkat Harga (P) AS’ ( untuk

P = A’ AS ( untuk )

P = A

Output, Y

Kenaikan pada tingkat harga yang diharapkan, menggeser kurva AS ke atas, dan sebaliknya.

Permintaan Agregat

Relasi permintaan agregat mencakup ataau menyerap dampak tingkat harga terhadap output. Relasi tersebut dihasilkan dari kondisi keseimbangan di pasar barang dan keuangan.

Mulai dengan penjelasan keseimbangan di pasar barang dan keuangan ( model IS-LM ), anda sudah memahami makna persamaan di bawah ini:

Pasar Barang: IS: Y = C ( Y – T ) + I (Y, i ) + G

Pasar Keuangan: LM = Y L(i)

· Keseimbangan di pasar barang mengharuskan tingkat output sama dengan tingkat permintaan – jumlah konsumsi, investasi dan belanja pemerintah. Hal tersebut adalah relasi IS.

· Keseimbangan di pasar keuangan mengharuskan penawaran uang sama dengan permintaan uang. Hal tersebut adalah relasi LM.

Perhatikan bahwa apa yang muncul di sebelah kiri persamaan LM adalah persedian uang ril, M/P. Kita sudah membahasnya di bab sebelumnya bahwa perubahan persediaan uang ril yang disebabkan oleh perubahan pada uang noominal, M. Tetapi perubahan pada persediaan uang ril, M/P, dapat juga diseba