sholat jum'at

download sholat jum'at

of 23

  • date post

    31-Jul-2015
  • Category

    Documents

  • view

    261
  • download

    5

Embed Size (px)

Transcript of sholat jum'at

MAKALAH SHALAT JUMAT

Nama : Siti Asiyah Nim : 11322018 Fakultas / Jurusan : Ekonomi / Akuntansi Universitas Muhammadiyah Gresik 2010 - 2011

DAFTAR ISI

Halaman Judul.................................... Daftar Isi............ ...... BAB I 1. 2. 3. Latar PENDAHULUAN Belakang Masalah.

.. Rumusan Masalah.. . Tujuan.... ........... BAB IIPEMBAHASAN.. . BAB DAFTAR III KESIMPULAN. PUSTAKA.

.........

BAB I PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Masalah Shalat ialah berhadap hati kepada Allah sebagai ibadah, yang diwajibkan atas tiap-tiap orang Islam, baik laki-laki maupun perempuan. Berupa perbuatan, perkatan dan berdasarkan atas syarat-syarat dan rukun tertentu yang dimulai dengan takbir, dan diakhiri dengan salam. Sabda Nabi Muhammad saw Sholat itu adalah sendi agama, barang siapa mengerjakannya berarti ia telah menegakkan tiang agama. Dan barabg siapa yang meninggalkan berarti ia telah merobohkan agama. Shalat jumat hukumnya fardhu ain bagi tiap-tiap orang muslim mukalaf, laki-laki dan sehat. Allah mensyari'atkan bagi umat islam beberapa perkumpulan untuk menguatkan hubungan dan menjalin keakraban di atara mereka, ada pertemuan desa, yaitu shalat lima waktu, ada pertemuan kota, yaitu shalat jum'at dan dua hari raya, dan ada pertemuan internasional, di waktu haji di mekah, inilah pertemuan umat islam, pertemuan kecil, sedang, dan besar.

2. Rumusan Masalah Adapun rumusan masalah pada makalah ini adalah sebagai berikut : 1. Apa Landasan dan disyariatkannya ? 2. Siapa sajakah yang Diwajibkan shalat jumat ? 3. Perbuatan apa sajakah yang Dianjurkan Dalam Shalat Jumat ? 4. Bagaimanakah Tata Cara Shalat Jumat ?

3. Tujuan Penulisana. Untuk Mengetahui Landasan dan disyariatkannya Shalat Jumat.

b. Untuk Mengetahui orang-orang yang diwajibkan Sholat Jumat.c. Untuk Mengetahui hal-hal yang dianjurkan dalam Shalat Jumat.

d. Untuk Mengetahui Cara Shalat Jumat.

BAB II PEMBAHASANA. LANDASAN DISYARIATKANNYAAllah mensyari'atkan bagi umat islam beberapa perkumpulan untuk menguatkan hubungan dan menjalin keakraban di atara mereka, ada pertemuan desa, yaitu shalat lima waktu, ada pertemuan kota, yaitu shalat jum'at dan dua hari raya, dan ada pertemuan internasional, di waktu haji di mekah, inilah pertemuan umat islam, pertemuan kecil, sedang, dan besar. Dalil kewajiban shalat Jumat adalah firman Allah swt :

(9 : ) Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jumat, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli, yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. (QS. Al Jumat: 9) Sholat Jum'at adalah ibadah salat yang dikerjakan di hari jum'at dua rakaat secara berjamaah dan dilaksanakan setelah khutbah. Shalat Jumat berhukum fardlu ain bagi setiap muslim laki-laki yang mukallaf, sehat, serta menetap atau bertempat tinggal di suatu daerah.

B.

YANG DIWAJIBKAN SHALAT JUMAT

Yang diwajibkan mengerjakan shalat jumat adalah semua orang islam ( muslim ),kecuali empat golongan,yaitu hamba sahaya, wanita, anak kecil, dan orang sakit.

"Salat Jumat itu wajib bagi tiap-tiap muslim, dilaksanakan secara berjamaah terkecuali empat golongan, yaitu hamba sahaya, perempuan, anak kecil dan orang yang sakit." (HR. Abu Daud dan Al-Hakim, hadits shahih) Hadits tersebut dinilai lemah oleh sebagian Ulama karena diriwayatkan oleh Thariq bin Syihab yang tidak pernah mendengar langsung dari Nabi. Namun, meski ia tidak pernah mendengar langsung dari Nabi, ia pernah melihat Nabi (sebagaimana dinyatakan Abu Dawud), sehingga termasuk kategori Sahabat (sebagaimana pendapat Ibnu Mandah dan Abu Nuaim). Kalaupun hadits tersebut

terhitung mursal, namun merupakan mursal shohaby yang bukan merupakan sisi kelemahan dalam hadits sebagaimana dijelaskan oleh Imam anNawawy. Beberapa Ulama yang menshahihkan hadits tersebut di antaranya adalah alHakim, adz-Dzahaby, al-Baihaqy, Ibnu Rojab (dalam Fathul Baari), Ibnu Katsir (dalam Irsyadul Faqiih) dan Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albaany. Bahkan al-Baihaqy menyatakan bahwa hadits ini memiliki jalur-jalur periwayatan lain yang menguatkannya, di antaranya hadits Jabir dan Tamim adDaari. Selain 4 golongan tersebut, yang termasuk tidak wajib melakukan sholat Jumat adalah musafir. Sebagaimana Nabi ketika melakukan haji wada pada saat wukuf di Arafah bertepatan dengan hari Jumat beliau tidak sholat Jumat, namun sholat dzhuhur (hadits Jabir riwayat Muslim). Demikian juga tidak pernah ternukil dalam sebuah hadits bahwa Nabi pada saat safar melakukan sholat Jumat. Beliau juga tidak pernah memerintahkan para Sahabat yang safar untuk melakukan sholat Jumat. Bisa disimpulkan bahwa golongan yang wajib melakukan sholat Jumat adalah: a) Mukallaf dan berakal sehat. Sholat Jumat tidak wajib bagi anak kecil yang belum baligh, ataupun orang gila, dan orang yang hilang kesadaran. Non muslim juga tidak diwajibkan melakukan sholat Jumat, dalam arti tidak akan ternilai sebagai ibadah. Namun, sikap mereka tidak sholat Jumat tersebut adalah bentuk dosa yang akan dibalas dengan adzab di akhirat. b) Laki-laki. Wanita tidak wajib shalat jumat. c) Sehat Orang yang sakit tidak wajib shalat jumat.

d) Muqim Musafir tidak wajib melakukan sholat Jumat. Namun, jika ia singgah di suatu tempat (perkampungan/kota) dan sholat Jumat bersama orang-orang mukim tersebut, ia akan mendapatkan keutamaan sholat Jumat yang besar, dan ia tidak terbebani untuk sholat Dzhuhur lagi (Fatwa Syaikh bin Baz). e) Merdeka Hamba sahaya (budak) tidak wajib melakukan sholat Jumat. Namun dalam hal ini terdapat perbedaan pandangan mengenai siapa yang wajib jumat . Berikut ini beberapa pendapat mengenai orang yang wajib jumat : 1. Setiap muslim / muslima wajib jumat tanpa kecuali, dengan alasan : a. Hadist tersebut tidak dapat mentakhsis ayat al- Quran. b. Hadist tersebut dhaif dari segi matan,karena menyebutkan anak kecil sebagai salah satu dari golongan yang dibebaskan dari kewajiban.Padahal dalam hadist lain yang shahih diseutkan anak kecil adalah salah satu dari tiga golongan yang dibebaskan dari hukum. 2. Setiap Muslim / Muslimah wajib jumat, tetapi ada empat golongan yang tidak wajib jamaah jumat,dengan alasan : a. Tidak Zhuhur pada hari jumat b. Menerima Hadits tersebut, dengan pentakhsisan bukan pada

kewajiban jumat, tetapi pada kewajiban jamaah jumat. Sehingga bagi yang berhalangan atau termasuk empat golongan sebagaimana disebutkan diatas tetap menjalankan shalat jumat di rumah sendiri.

3.

Ada empat golongan yang tidak wajib jumat dan kembali shalat

Zhuhur.dengan alasan : a. Menerima hadits tersebut dengan pentakhsisan pada kewajiban shalat jumat dan kembali kepada wajib shalat Zhuhur. b. Shalat jumat disyariatkan sesudah kewajiban shalat fardhu lima waktu. Maka ketika shalat jumat gugur (berhalangan), kembali pada asal. Sehingga wajib shalat Zhuhur. Dari ketiga pandangan tersebut kami tidak memihak kepada pendapat manapun, sehingga kepada pembaca dipersilahkan mengambil ketetapan sendiri sesuai dengan yang diyakini setelah mempelajari alasan masing-masing lebih lanjut. HUKUM SHALAT JUM'AT BAGI WANITA Seperti disinggung di atas, wanita tidak wajib shalat Jum'at tapi boleh mengikuti shalat Jum'at tanpa perlu mengulangi shalat dhuhur. Bahkan, sebaiknya ikut menghadiri shalat Jum'at (Lihat kitab Bughiyatul Mustarsyidin bab Shalat Jum'at, dan kitab al-Majmuk Syarhul Muhadzdzab). Teks aslinya demikian:

Artinya: Bagi yang tidak wajib shalat Jum'at seperti musafir dan wanita boleh melaksanakan shalat Jum'at sebagai ganti dari shalat dzuhur. Itu sah bahkan lebih utama. Karena hal itu keutamaan bagi yang memenuhi syarat. Dan tidak boleh mengulangi shalat zhuhur. HUKUM MAKMUM YANG KETINGGALAN RAKAAT SHALAT JUM'AT

a. Bagi makmum yang ketinggalan satu rakaat shalat Jum'at (makmum masbuq), maka dia cukup menambah satu rak'at yang ketinggalan setelah imam mengucapkan salam. b. Bagi yang ketinggalan dua raka'at dan cuma kebagian sujud atau duduk tahiyat bersama imam, maka harus menyempurnakan empat raka'at seperti layaknya shalat dhuhur. c. Bagi yang ketinggalan shalat Jum'at sama sekali, maka harus mengganti dengan shalat dhuhur (Al Mughni wasy Syarhul Kabir 2/158). Dasar hukum, hadits riwayat Imam Zuhri dari Abu Hurairah:

Ancaman bagi orang yang tidak melakukan sholat Jumat tanpa udzur

Barangsiapa yang meninggalkan sholat Jumat 3 kali karena malas, maka Allah akan menutup hatinya (H.R atTirmidzi).

Kita berlindung kepada Allah dari tertutupnya hati kita. Jika seseorang telah tertutp hatinya, maka nasehat-nasehat dan pelajaran dari alQuran dan hadits Nabi tidak akan berpengaruh padanya. Jadilah ia sebagai seorang munafiq. Waliyaadzu billaah!

Dari Abu Hurairah beliau berkata Rasulullah shollallaahu alaihi wasallam bersabda: Bisa jadi ada seseorang yang membawa sekumpulan kambing sejauh jarak 1 atau 2 mil tidak mendapatkan padang gembalaan sehingga naik ke atas lagi kemudian datang waktu sholat Jumat dia tidak mendatanginya, datang Jumat berikutnya ia tidak mendatanginya, datang Jumat berikutnya ia tidak mendatanginya, sampai hatinya menjadi tertutup(H.R Ibnu Majah dan al-Hakim)

Dan Ibnu Abbas ditanya tentang seseorang yang (sering) berpuasa siang hari dan qiyamullail pada malam hari namun tidak menghadiri sholat Jumat dan sholat berjamaah (di masjid) 5 waktu, beliau menjawab: dia di anNaar (neraka) (riwayat atTirmidzi dan Ibnu Abi Syaibah).

Yang Membolehkan Seseorang Laki-laki Meninggalkan Sholat Jamaah 5 Waktu dan Shalat Jumat

Para Ulama menjelaskan udzur-udzur syari yang membolehkan seseorang lakilaki meninggalkan sholat Jumat dan sholat berjamaah 5 waktu di masjid. Udzurudzur tersebut di antaranya:

a. Sakit.

Sebagaimana Nabi shollallaahu alaihi wasallam ketika sakit, beliau tidak sholat di masjid padahal rumah