S K R I P S I - CORE · 2013-07-22 · sebelum perbaikan dengan siklus 1 dan siklus 2. Dari...

59
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id commit to user PENGGUNAAN MEDIA KARTU HURUF UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA BAGI ANAK YANG BERKESULITAN BELAJAR BAHASA INDONESIA PADA SISWA KELAS II SEMESTER I SD NEGERI 04 BEJEN KABUPATEN KARANGANYAR TAHUN PELAJARAN 2010/2011 S K R I P S I Oleh : R O Y A N I NIM: X.5108517 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN LUAR BIASA JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA 2011

Transcript of S K R I P S I - CORE · 2013-07-22 · sebelum perbaikan dengan siklus 1 dan siklus 2. Dari...

Page 1: S K R I P S I - CORE · 2013-07-22 · sebelum perbaikan dengan siklus 1 dan siklus 2. Dari penelitian tindakan kelas yang telah ... Tujuan berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

PENGGUNAAN MEDIA KARTU HURUF UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA BAGI ANAK YANG BERKESULITAN BELAJAR BAHASA

INDONESIA PADA SISWA KELAS II SEMESTER I SD NEGERI 04 BEJEN KABUPATEN KARANGANYAR TAHUN

PELAJARAN 2010/2011

S K R I P S I

Oleh :

R O Y A N I

NIM: X.5108517

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN LUAR BIASA

JURUSAN ILMU PENDIDIKAN

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS SEBELAS MARET

SURAKARTA

2011

Page 2: S K R I P S I - CORE · 2013-07-22 · sebelum perbaikan dengan siklus 1 dan siklus 2. Dari penelitian tindakan kelas yang telah ... Tujuan berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

ii

PENGGUNAAN MEDIA KARTU HURUF UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA BAGI ANAK YANG BERKESULITAN BELAJAR BAHASA

INDONESIA PADA SISWA KELAS II SEMESTER I SD NEGERI 04 BEJEN KABUPATEN KARANGANYAR TAHUN

PELAJARAN 2010/2011

SKRIPSI

Ditulis dan diajukan untuk memenuhi sebagian persyaratan

mendapatkan gelar Sarjana Pendidikan Program Studi

Pendidikan Luar Biasa Jurusan Ilmu Pendidikan

Oleh :

R O Y A N I

NIM: X.5108517

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN LUAR BIASA JURUSAN ILMU PENDIDIKAN

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA

2011

Page 3: S K R I P S I - CORE · 2013-07-22 · sebelum perbaikan dengan siklus 1 dan siklus 2. Dari penelitian tindakan kelas yang telah ... Tujuan berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

iii

PERSETUJUAN

Skripsi ini telah disetujui untuk dipertahankan di hadapan Tim Penguji

Skripsi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret

Surakarta.

Persetujuan Pembimbing

Pembimbing I Pembimbing II

Drs. Maryadi, M.Ag. Dewi Sri Rejeki, S.Pd.,M.Pd. NIP. 19520601 198103 1003 NIP. 19760730 200604 2 001

Page 4: S K R I P S I - CORE · 2013-07-22 · sebelum perbaikan dengan siklus 1 dan siklus 2. Dari penelitian tindakan kelas yang telah ... Tujuan berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

iv

PENGESAHAN

Skripsi ini telah dipertahankan di hadapan Tim Penguji Skripsi Fakultas

Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta dan diterima

untuk memenuhi persyaratan mendapatkan gelar Sarjana Pendidikan.

Pada hari : Rabu

Tanggal : 5 Januari 2011

Tim Penguji Skripsi:

Nama Terang Tanda Tangan

Ketua : Drs. A. Salim Choiri, M.Kes. …………………………..

Sekretaris : Sugini, S.Pd. …………………………..

Anggota I : Drs. Maryadi, M.Ag. .…………………………..

Anggota II : Dewi Sri Rejeki, S.Pd., M.Pd. …………………………..

Disahkan oleh

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Universitas Sebelas Maret

Dekan,

Prof. Dr. M. Furqon Hidayatullah, M.Pd. NIP. 1960 0727 198702 1 001

Page 5: S K R I P S I - CORE · 2013-07-22 · sebelum perbaikan dengan siklus 1 dan siklus 2. Dari penelitian tindakan kelas yang telah ... Tujuan berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

v

ABSTRAK

Royani. PENGGUNAAN MEDIA KARTU HURUF UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA BAGI ANAK YANG BERKESULITAN BELAJAR BAHASA INDONESIA PADA SISWA KELAS II SEMESTER I SD NEGERI 04 BEJEN KABUPATEN KARANGANYAR TAHUN PELAJARAN 2010/2011. Skripsi, Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sebelas Maret, Oktober 2010.

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca anak berkesulitan belajar Bahasa Indonesia menggunakan media kartu huruf pada siswa kelas II SD Negeri 04 Bejen Kabupaten Karanganyar tahun pelajaran 2010/2011.

Penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yaitu penelitian yang dilakukan oleh guru di kelas tempat mengajar, dengan penekanan pada penyempurnaan atau peningkatan praktik dan proses dalam pembelajaran membaca bagi anak yang berkesulitan belajar Bahasa Indonesia. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas II SD Negeri 04 Bejen, Karanganyar tahun pelajaran 2010/2011 yang berjumlah 5 siswa. Teknik analisis data digunakan analisis perbandingan, artinya membandingkan data nilai kemampuan membaca permulaan sebelum perbaikan dengan siklus 1 dan siklus 2.

Dari penelitian tindakan kelas yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media kartu huruf dapat meningkatkan kemampuan membaca bagi anak berkesulitan belajar Bahasa Indonesia pada siswa kelas II SD Negeri 04 Bejen Kabupaten Karanganyar tahun pelajaran 2010/2011

Page 6: S K R I P S I - CORE · 2013-07-22 · sebelum perbaikan dengan siklus 1 dan siklus 2. Dari penelitian tindakan kelas yang telah ... Tujuan berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

vi

ABSTRACT

Royani. THE USING OF LETTER CARD MEDIA TO INCREASE THE READING ABILITY OF STUDENTS WHO ARE DIFFICULT TO STUDY INDONESIAN ON CLASS II STUDENTS SEMESTER I SD NEGERI 04 BEJEN KARANGANYAR REGENCY IN THE SCHOOL YEAR 2009/2010”. Thesis, Surakarta: The Faculty of Teacher Training and Education, Sebelas Maret University, October 2010.

The aim of this research is to increase the reading ability of students who are difficult of study Indonesian by using the media of letter card on class II students semester I SD Negeri 04 Bejen Karanganyar Regency in the school year 2010/2011.

The research used is Class Action Research (CAR) namely the study that is carried out by a teacher in my classroom, by stressing on the perfectness or increasing practice and process in teaching reading for students who ore difficult to study Indonesian. The subject of this study is the class II students SD Negeri 04 Bejen, Karanganyar in the school year 2010/2011 that consists of 5 students. To analysis the data this research uses comparative analysis technique. It means that comparing the data of the early reading ability value before improvement to the cycle 1 and the cycle 2.

From the classroom action research that has been carried out, it can be concluded that the using of letter card media card increase the reading ability of students who are difficult of study Indonesian on class II students SD Negeri 04 Bejen Karanganyar Regency in the school year 2010/2011.

Page 7: S K R I P S I - CORE · 2013-07-22 · sebelum perbaikan dengan siklus 1 dan siklus 2. Dari penelitian tindakan kelas yang telah ... Tujuan berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

vii

MOTTO

Dan hendaklah takut (kepada Allah) orang-orang yang sekiranya mereka

meninggalkan keturunan yang lemah ......

( Terjemah Q.S. An-Nissa: 9)

Wahai generasi muda

Masa depan akan menantangmu

Kuatkan iman !

Perbanyak ilmu !

Kebahagiaan yang kau damba

Kan menyertai langkahmu.

( Penulis )

Page 8: S K R I P S I - CORE · 2013-07-22 · sebelum perbaikan dengan siklus 1 dan siklus 2. Dari penelitian tindakan kelas yang telah ... Tujuan berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

viii

PERSEMBAHAN

Skripsi ini kupersembahkan kepada:

- Istri tercinta.

- Anak-anak tersayang.

- Rekan-rekan di PLB FKIP UNS.

- Murid-murid yang kusayangi.

- Almamater.

Page 9: S K R I P S I - CORE · 2013-07-22 · sebelum perbaikan dengan siklus 1 dan siklus 2. Dari penelitian tindakan kelas yang telah ... Tujuan berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

ix

KATA PENGANTAR

Segala puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT., atas rahmat

dan hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan Penelitian Tindakan Kelas

(PTK) ini untuk memenuhi sebagian persyaratan untuk mendapatkan gelar Sarjana

Pendidikan pada Program Studi Pendidikan Luar Biasa, Jurusan Ilmu Pendidikan,

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta.

Banyak hambatan yang menimbulkan kesulitan dalam penyelesaian

penulisan penelitian tindakan kelas ini, namun berkat bantuan dari berbagai pihak

akhirnya kesulitan-kesulitan yang timbul dapat diatasi. Untuk itu, atas segala

bentuk bantuan yang telah diberikan, penulis mengucapkan terima kasih kepada

yang terhormat:

1. Prof. Dr. M. Furqon Hidayatullah, M.Pd., Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu

Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta yang telah memberi ijin

kepada penulis untuk melaksanakan penelitian.

2. Drs. R. Indianto, M.Pd., Ketua Jurusan Ilmu Pendidikan yang telah

memberikan petunjuk kepada penulis dalam menulisan skripsi.

3. Drs. H.A. Salim Choiri, M.Kes., Ketua Program Studi Pendidikan Luar Biasa

yang telah memberikan ijin penyusunan skripsi.

4. Drs. Maryadi, M.Ag., selaku pembimbing I yang dengan sabar telah

memberikan bimbingan dan pengarahan sehingga skripsi ini dapat

terselesaikan.

5. Dewi Sri Rejeki, S.Pd., M.Pd., selaku pembimbing II yang telah memberikan

petunjuk kepada penulis sehingga skripsi ini dapat diselesaikan.

6. Sutardi, S.Pd., selaku Kepala SD Negeri 04 Bejen, Karanganyar yang telah

memberikan ijin tempat penelitian dan informasi yang dibutuhkan penulis.

7. Semua pihak yang telah membantu penulis dalam menyelesaikan penelitian

tindakan kelas ini.

Dalam penyusunan skripsi ini, penulis menyadari masih ada kekurangan,

karena keterbatasan pengetahuan yang ada dan tentu hasilnya juga masih jauh dari

Page 10: S K R I P S I - CORE · 2013-07-22 · sebelum perbaikan dengan siklus 1 dan siklus 2. Dari penelitian tindakan kelas yang telah ... Tujuan berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

x

kesempurnaan. Oleh karena itu segala saran dan kritik yang bersifat membangun

sangat penulis harapkan.

Semoga kebaikan Bapak, Ibu, mendapat pahala dari Allah SWT., dan

menjadi amal kebaikan yang tiada putus-putusnya dan semoga skripsi ini dapat

bermanfaat bagi semua pihak yang berkepentingan.

Surakarta, Oktober 2010

Penulis

Page 11: S K R I P S I - CORE · 2013-07-22 · sebelum perbaikan dengan siklus 1 dan siklus 2. Dari penelitian tindakan kelas yang telah ... Tujuan berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

xi

DAFTAR ISI

Halaman

HALAMAN JUDUL ....................................................................................... i

HALAMAN PENGAJUAN ............................................................................ ii

HALAMAN PERSETUJUAN ........................................................................ iii

HALAMAN PENGESAHAN ......................................................................... iv

HALAMAN ABSTRAK ................................................................................. v

HALAMAN ABSTRACT .............................................................................. vi

HALAMAN MOTTO ..................................................................................... vii

HALAMAN PERSEMBAHAN ..................................................................... viii

KATA PENGANTAR .................................................................................... ix

DAFTAR ISI ................................................................................................... xi

DAFTAR TABEL ........................................................................................... xiii

DAFTAR BAGAN .......................................................................................... xv

DAFTAR GRAFIK ......................................................................................... xv

DAFTAR LAMPIRAN ................................................................................... xvi

BAB I. PENDAHULUAN .......................................................................... 1

A. Latar Belakang........................................................................... 1

B. Perumusan Masalah .................................................................. 4

C. Tujuan Penelitian ...................................................................... 4

D. Manfaat Penelitian .................................................................... 5

BAB II. TINJAUAN PUSTAKA ................................................................. 6

A. Kajian Teori .............................................................................. 6

1. Tinjauan Tentang Anak Berkesulitan Belajar .................... 6

2. Tinjauan Tentang Kartu Huruf ........................................... 14

3. Peranan Guru bagi Anak Berkesulitan Belajar ................... 22

4. Tinjauan Tentang Belajar Membaca ................................... 23

B. Kerangka Pemikiran ................................................................. 32

C. Perumusan Hipotesis ................................................................. 33

BAB III. METODE PENELITIAN ................................................................ 34

A. Setting Penelitian ...................................................................... 34

Page 12: S K R I P S I - CORE · 2013-07-22 · sebelum perbaikan dengan siklus 1 dan siklus 2. Dari penelitian tindakan kelas yang telah ... Tujuan berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

xii

Halaman

B. Subyek Penelitian ...................................................................... 34

C. Data dan Sumber Data............................................................... 34

D. Teknik Pengumpulan Data ....................................................... 34

E. Validitas Data ............................................................................ 40

F. Analisis Data.............................................................................. 41

G. Indikator Kinerja........................................................................ 42

H. Prosedur Penelitian ................................................................... 42

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN............................... 44

A. Pelaksanaan Penelitian ............................................................... 44

B. Hasil Penelitian .......................................................................... 55

C. Pembahaan Hasil Penelitian ....................................................... 58

BAB V SIMPULAN DAN SARAN............................................................. 62

A. Simpulan .................................................................................... 62

B. Saran .......................................................................................... 62

DAFTAR PUSTAKA ..................................................................................... 63

LAMPIRAN-LAMPIRAN............................................................................... 65

Page 13: S K R I P S I - CORE · 2013-07-22 · sebelum perbaikan dengan siklus 1 dan siklus 2. Dari penelitian tindakan kelas yang telah ... Tujuan berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

xiii

DAFTAR TABEL

Halaman

Tabel 3.1. Jadwal Kegiatan Penelitian ............................................................ 34

Tabel 3.2. Prosedur Penelitian ........................................................................ 43

Tabel 4.1. Kemampuan Membaca Bagi Anak Berkesulitan Belajar Bahasa

Indonesia Kelas II SD Negeri 04 Bejen Karanganyar pada

Kondisi Awal .................................................................................. 45

Tabel 4.2. Kemampuan Membaca Bagi Anak Berkesulitan Belajar Bahasa

Indonesia Kelas II SD Negeri 04 Bejen Karanganyar pada

Siklus I ............................................................................................ 49

Tabel 4.3. Kemampuan Membaca Bagi Anak Berkesulitan Belajar Bahasa

Indonesia Kelas II SD Negeri 04 Bejen Karanganyar pada

Siklus II ........................................................................................... 54

Tabel 4.4. Kemampuan Membaca Setiap Siklus Melalui Media Kartu .......... 59

Tabel 4.5. Peningkatan Nilai Rata-rata Kemampuan Membaca Setiap

Siklus .............................................................................................. 60

Page 14: S K R I P S I - CORE · 2013-07-22 · sebelum perbaikan dengan siklus 1 dan siklus 2. Dari penelitian tindakan kelas yang telah ... Tujuan berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

xiv

DAFTAR BAGAN

Halaman

Bagan 2.1. Kerangka Berpikir......................................................................... 33

Bagan 3.1. Model Dasar Penelitian Tindakan Kelas....................................... 42

Page 15: S K R I P S I - CORE · 2013-07-22 · sebelum perbaikan dengan siklus 1 dan siklus 2. Dari penelitian tindakan kelas yang telah ... Tujuan berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

xv

DAFTAR GRAFIK

Halaman

Grafik 4.1. Peningkatan Kemampuan Membaca Setiap Siswa Melalui

Media Kartu Huruf ....................................................................... 59

Grafik 4.2. Peningkatan Kemampuan Membaca Setiap Siklus ...................... 60

Page 16: S K R I P S I - CORE · 2013-07-22 · sebelum perbaikan dengan siklus 1 dan siklus 2. Dari penelitian tindakan kelas yang telah ... Tujuan berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

xvi

DAFTAR LAMPIRAN

Halaman

Lampiran 1. Daftar Siswa Berkesulitan Belajar Bahasa Indonesia Kelas

II SDN 04 Bejen Karanganyar Tahun Pelajaran 2010/2011..... 65

Lampiran 2. Program Pembelajaran Individual (PPI) Siklus I ..................... 66

Lampiran 3. Program Pembelajaran Individual (PPI) Siklus II ................... 70

Lampiran 4. Soal Tes Membaca Kelas II SD Negeri 04 Bejen Pre Test .... 74

Lampiran 5. Soal Tes Membaca Kelas II SD Negeri 04 Bejen Siklus I ...... 75

Lampiran 6. Soal Tes Membaca Kelas II SD Negeri 04 Bejen Siklus II ..... 76

Lampiran 7. Kemampuan Membaca Siwa Kelas II SD Negeri 04 Bejen

(Nilai Awal ) ........................................................................... 77

Lampiran 8. Kemampuan Membaca Siwa Kelas II SD Negeri 04 Bejen

(Siklus I) ................................................................................. 78

Lampiran 9. Kemampuan Membaca Siwa Kelas II SD Negeri 04 Bejen

(Siklus II) ................................................................................ 79

Lampiran 10. Lembar Pengamatan Aktivitas Guru (Siklus I) ...................... 80

Lampiran 11. Lembar Pengamatan Aktivitas Guru (Siklus II) ..................... 81

Lampiran 12. Lembar Pengamatan Aktivitas Siswa (Siklus I) ..................... 82

Lampiran 13. Lembar Pengamatan Aktivitas Siswa (Siklus II) .................... 83

Lampiran 14. Media Pembelajaran Kartu Huruf dan Kartu Kata .................. 84

Lampiran 15. Foto-foto Kegiatan Penelitian .................................................. 85

Lampiran 16. Perijinan Penelitian .................................................................. 88

Page 17: S K R I P S I - CORE · 2013-07-22 · sebelum perbaikan dengan siklus 1 dan siklus 2. Dari penelitian tindakan kelas yang telah ... Tujuan berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Tujuan berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia yang telah

diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945 tercantum dalam Pembukaan

Undang-Undang Dasar1945 khususnya alenia keempat (4) antara lain sebagai

berikut ”... untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan

bangsa, ...” sebagai upaya untuk mencapai tujuan negara tersebut di atas maka

pemerintah menyelenggarakan suatu bentuk pembangunan yang komprehensif

dalam berbagai aspek kehidupan baik yang menyangkut bidang fisik maupun non

fisik, termasuk pembangunan bidang pendidikan. Perwujudan pembangunan

bidang pendidikan adalah upaya mencerdaskan kehidupan bangsa. Di samping itu

pendidikan merupakan wahana untuk meningkatkan kualitas manusia Indonesia

dalam menciptakan masyarakat yang maju, makmur, serta memberi kesempatan

kepada warganya untuk mengembangkan diri yang sejajar dengan bangsa lain di

dunia. Demi terciptanya Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas yang

sejajar dengan bangsa lain di dunia, maka pembangunan nasional di bidang

pendidikan harus mendapatkan prioritas, serta mengadakan penyempurnaan

penyelenggaraan pendidikan nasional dari waktu ke waktu.

Setiap warga negara berhak memperoleh pendidikan dan pengajaran.

Makna yang terkandung pada pasal 31 UUD 1945 di atas sesuai dengan

pernyataan UNESCO tentang pendidikan untuk semua (Education for all).

Pernyataan tersebut dideklarasikan oleh UNESCO di Jantion Thailand tahun

1990. Diperkuat dengan deklarasi Salamanca (1994) dan Dakkar (2000). Hal

inilah yang kemudian memunculkan konsep pendidikan Inklusi.

Dewasa ini pendidikan inklusi menjadi paradigma baru dalam dunia

pendidikan. Konsep ini dimaksudkan untuk memberi akses seluas mungkin bagi

semua anak termasuk anak berkebutuhan khusus (ABK) untuk belajar. Sistem

layanan ini mensyaratkan di sekolah terdekat di kelas biasa bersama-sama dengan

teman seusianya.

1

Page 18: S K R I P S I - CORE · 2013-07-22 · sebelum perbaikan dengan siklus 1 dan siklus 2. Dari penelitian tindakan kelas yang telah ... Tujuan berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

2

Sekolah Dasar Negeri 04 Bejen Kabupaten Karanganyar telah dipercaya

oleh pemerintah untuk menyelenggarakan pendidikan inklusi sejak tahun 2004.

Saat ini memiliki siswa keseluruhan 235 siswa, 42 di antaranya adalah anak

berkebutuhan khusus, 5 di antara 42 anak berkebutuhan khusus adalah siswa

kelas II. Mereka rata-rata belum bisa membaca, padahal kita tahu bahwa membaca

merupakan kunci daripada ilmu.

Anak berkesulitan belajar membaca adalah anak-anak yang dalam

mengenal tulisan serta menyuarakan tulisan kata atau kalimat yang bermakna

mengalami kesulitan, sehingga dampak dari kesulitan membaca ini sangat luas,

antara lain rendah diri, diolok-olok oleh teman dan sudah pasti adalah rendahnya

prestasi belajar, yang sangat berpotensi untuk tinggal kelas bahkan drop out.

Padahal menurut berbagai penelitian para ahli prevalensi anak-anak berkesulitan

membaca populasinya cukup signifikan sekitar 71,8% dari jumlah sekitar 100%

populasi siswa yang mengalami kesulitan belajar (Berit H. Johnsen, 2004: 4).

Bahasa, bagi sebagian orang, diperlakukan sekedar alat komunikasi.

Implikasinya adalah adanya kecenderungan yang lebih menekankan aspek

komunikasi daripada aspek lain yang sebenarnya juga penting dalam kaitannya

dengan bahasa. Harus diakui, manusia di mana pun, lebih banyak melakukan

komunikasi lisan daripada komunikasi tulisan. Jadilah kemudian komunikasi lisan

dianggap jauh lebih penting dibandingkan komunikasi dalam bentuk tulisan

(Maman S. Mahayana, 2008: 1). Melalui bahasa manusia dapat saling

berhubungan (berkomunikasi), saling berbagi pengalaman, saling belajar dari

yang lain, dan meningkatkan kemampuan intelektual. Mata pelajaran bahasa

Indonesia adalah program untuk mengembangkan pengetahuan, keterampilan

berbahasa, dan sikap positif terhadap bahasa Indonesia.

Kemampuan membaca merupakan modal dasar bagi siswa dalam

pembelajaran di sekolah, karena dengan membaca siswa dapat memberikan

makna terhadap tulisan. Menurut Dechant yang dikutip Darmiyati Zuhdi

(2007:21), ”membaca adalah proses pemberian makna terhadap tulisan, sesuai

Page 19: S K R I P S I - CORE · 2013-07-22 · sebelum perbaikan dengan siklus 1 dan siklus 2. Dari penelitian tindakan kelas yang telah ... Tujuan berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

3

dengan maksud penulis”. Lebih lanjut Smith mendefinisikan ”membaca sebagai

proses komunikasi yang berupa pemerolehan informasi dari penulis oleh

pembaca” (Darmiyati Zuhdi, 2007:21).

Sudah banyak usaha-usaha yang telah dilaksanakan baik oleh pemerintah

maupun pihak-pihak yang peduli terhadap pendidikan untuk meningkatkan

kualitas pendidikan khususnya pendidikan dasar. Namun sedikit sekali usaha-

usaha ini yang dapat menyentuh anak-anak berkesulitan belajar. Mungkin karena

itulah maka usaha untuk meningkatkan kualitas lulusan itu belum banyak berhasil.

Hal ini ditandai dengan masih sangat rendahnya kualitas lulusan Sekolah Dasar,

sehingga anak berkesulitan belajar perlu mendapatkan cara pelayanan yang lebih

intensif dan pemilihan pendekatan dan metode yang menarik minat belajar anak.

Kualitas lulusan Sekolah Dasar sangat dipengaruhi oleh kemampuan 3R

yaitu Reading, Writing, dan Arimatics (membaca, menulis, dan berhitung). Siswa

akan mampu berkembang dan mempelajari topik lain atau mempelajari mata

pelajaran lain maka kemampuan dasarnya harus mampu membaca, menulis, dan

berhitung dengan baik. Kalau kemampuan dasar ini baik maka kemungkinan

berkembang dan berprestasi baik, tetapi jika kemampuan awal ini tidak baik maka

kemungkinan prestasinya juga tidak baik. Sehingga jelas sekali bahwa

kemampuan membaca merupakan syarat mutlak bagi setiap manusia untuk

menyerap informasi yang pada umumnya tersaji dalam bentuk tulisan. Demikian

pula bagi siswa Sekolah Dasar tanpa menguasai kemampuan membaca yang baik

maka tidak akan bisa berkembang, menyerap informasi dan komunikasi dengan

lingkungannya.

Keberhasilan pembelajaran Membaca dan Menulis Permulaan (MMP)

sangat tergantung pada banyak hal antara lain: kesiapan siswa, sarana, metode

pembelajaran dan sebagainya. Berbagai metode pembelajaran telah diterapkan

oleh guru-guru Sekolah Dasar untuk sarana pembelajaran membaca.

Jika dalam membaca siswa menjumpai kata dan mengatakan tidak

memahami kata tersebut, ada tiga penjelasan kesulitan membaca yang mungkin

dapat dikemukakan: “1) Ia mungkin mengenalnya, tetapi tidak memahami

Page 20: S K R I P S I - CORE · 2013-07-22 · sebelum perbaikan dengan siklus 1 dan siklus 2. Dari penelitian tindakan kelas yang telah ... Tujuan berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

4

maknanya; 2) ia mungkin mengetahui artinya secara lisan, tetapi tidak mengenal

kata tersebut secara tertulis; dan 3) ia mungkin tidak mengenalnya dan sekaligus

juga tidak memperdulikan artinya.” (Darmiyati Zuhdi, 2007: 35). Jika anak

mengalami kesulitan jenis pertama, ia haraus mengembangkan kosakata

bermakna. Jika kesulitannya adalah jenis kedua, ia memerlukan latihan

pengenalan kata. Jika kelemahannya pada pengenalan kata maupun kosakata

bermakna, kedua macam itu perlu diberikan secara serentak.

Media kartu huruf adalah media kartu yang di dalamnya terdapat huruf

yang secara teoritis sangat menarik bagi anak didik untuk belajar membaca huruf,

kata atau kalimat. Karena itu untuk membuktikan kebenaran asumsi tersebut

penulis mengangkat judul penelitian yaitu PENGGUNAAN MEDIA KARTU

HURUF UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA BAGI

ANAK YANG BERKESULITAN BELAJAR BAHASA INDONESIA PADA

SISWA KELAS II SEMESTER I SD NEGERI 04 BEJEN KABUPATEN

KARANGANYAR TAHUN PELAJARAN 2010/2011.

B. Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah mengenai penggunaan kartu huruf

untuk meningkatkan kemampuan membaca bagi anak berkesulitan belajar bahasa

Indonesia maka dapat dirumuskah permasalahan sebagai berikut:

Apakah penggunaan media kartu huruf dapat meningkatkan kemampuan

membaca bagi anak yang berkesulitan belajar Bahasa Indonesia siswa kelas II SD

Negeri 04 Bejen Kabupaten Karanganyar tahun pelajaran 2010/2011 ?

C. Tujuan Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca anak

berkesulitan belajar Bahasa Indonesia siswa kelas II SD Negeri 04 Bejen

Kabupaten Karanganyar tahun pelajaran 2010/2011.

Page 21: S K R I P S I - CORE · 2013-07-22 · sebelum perbaikan dengan siklus 1 dan siklus 2. Dari penelitian tindakan kelas yang telah ... Tujuan berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

5

F. Manfaat Penelitian

Manfaat yang diharapan dalam penelitian ini adalah:

1. Manfaat teoritis

Mengetahui peranan penggunaan media kartu huruf untuk meningkatkan

kemampuan membaca bagi anak yang berkesulitan belajar Bahasa Indonesia

pada siswa kelas II SD Negeri 04 Bejen Kabupaten Karanganyar tahun

pelajaran 2010/2011.

2. Manfaat praktis

a. Menemukan alternatif untuk meningkatkan kemampuan membaca pada

siswa yang mengalami kesulitan belajar Bahasa Indonesia.

b. Mencari solusi permasalahan yang dialami siswa yang mengalami

kesulitan belajar Bahasa Indonesia dalam hal membaca.

Page 22: S K R I P S I - CORE · 2013-07-22 · sebelum perbaikan dengan siklus 1 dan siklus 2. Dari penelitian tindakan kelas yang telah ... Tujuan berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

6

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Kajian Teori

1. Tinjauan tentang Anak Berkesulitan Belajar

a. Pengertian Anak Berkesulitan Belajar

Dewasa ini pendidikan inklusif makin digalakkan. Program ini

bertujuan untuk memberi akses yang seluas mungkin untuk semua anak,

termasuk untuk anak yang berkebutuhan khusus (ABK). Diharapkan ABK

mampu belajar bersama dengan anak-anak normal pada satu kelas yang sama,

dengan hak dan kewajiban yang sama pula.

Salah satu yang disebut anak berkebutuhan khusus adalah anak yang

mengalami kesulitan dalam belajarnya. Anak berkesulitan belajar atau learning

disabilities sering dijadikan sebutan untuk anak yang mempunyai prestasi

rendah, entah prestasi dalam bidang bahasa, pengetahuan umum maupun

logika atau penalaran.

Batasan tentang anak berkesulitan belajar menurut Kirk (dalam

Sunaryo Kartadinata, 2002: 71) adalah:

Murid yang tidak digolongkan kepada kategori normal (keluarbiasaan), namun mereka mengalami kelemahan dalam berbicara perseptual motorik (berbahasa) persepsi visual dan auditory. Anak dengan kondisi saat mulai mempelajari mata pelajaran dasar, cenderung mengalami kesulitan dalam membaca, menulis, mengeja, dan berhitung.

The Nationt Joint Commite for Learning Disabilities (NJCLD)

mengemukakan definisi yang dikutip oleh Hammill, Leigh, Mc.Nutt dan

Larsen (dalam Mulyono Abdurrahman, 2003: 7-8) sebagai berikut:

Kesulitan belajar adalah suatu batasan generik yang menunjuk pada suatu kelompok kesulitan yang dimanifestasikan dalam bentuk kesulitan yang nyata (significant) dalam kemahiran dan penggunaan kemampuan mendengar, bercakap-cakap, membaca, menulis, menalar, atau kemampuan dalam bidang matematika. Gangguan tersebut intrinsik dan diduga disebabkan oleh adanya disfungsi sistem syaraf pusat. Meskipun suatu kesulitan belajar mungkin terjadi berbarengan

6

Page 23: S K R I P S I - CORE · 2013-07-22 · sebelum perbaikan dengan siklus 1 dan siklus 2. Dari penelitian tindakan kelas yang telah ... Tujuan berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

7

dengan adanya kondisi gangguan lain (misalnya gangguan sensoris, retardasi mental, hambatan sosial, dan emosional) atau pengaruh lingkungan (misalnya perbedaan budaya, pembelajaran yang tidak tepat, faktor-faktor psikogenik). Hambatan-hambatan tersebut bukan penyebab atau pengaruh langsung.

Pendapat Cannadian Association for Children and Adult with Learning

Disabilities adalah mereka yang tidak mampu mengikuti pelajaran di sekolah

meskipun kecerdasannya termasuk normal, sedikit di atas normal atau sedikit

di bawah normal (Mulyono Abdurrahman, 2003: 8). Menurut batasan ini anak

yang mempunyai kecerdasan berkisar antara 90, dan mempunyai prestasi

belajar yang rendah sering dikategorikan dengan anak yang berkesulitan

belajar.

Keadaan ini terjadi sebagai akibat Disfungsi Minimal Otak (DMO)

yang terjadi karena penyimpangan perkembangan otak yang dapat berwujud

dalam berbagai kombinasi gejala gangguan seperti gangguan persepsi,

membentuk konsep bahasa ingatan, kontrol perhatian atau gangguan motorik.

Keadaan ini tidak disebabkan oleh gangguan primer pada penglihatan,

pendengaran, cacat motorik atau gangguan emosional.

“Anak berkesulitan belajar adalah anak secara nyata mengalami

kesulitan dalam tugas-tugas akademik, baik disebabkan oleh adanya disfungsi

neurologis, proses psikologis dasar maupun sebab-sebab lain sehingga prestasi

belajarnya rendah, dan anak tersebut beresiko tinggal kelas” (Munawir Yusuf,

1997: 7).

Learning disorder or learning difficulty, is a classification several disorders in which a person has difficulty learning in a typical manner, usually caused by an unknown factors. The unknown factor is the disorder that affects the brain’s ability to receive and process information. This disorder can make it problematic for a person to learn as quickly or in the same way as someone whto ins’t affected by a learning disability. Learning disability is not indicative of intelligence level. Rather, pepole with a learning disability have trouble performing specific types of skills or completing tasks if left to figure things out by themselves or if taught in conventional ways. (Berit H. Johnsen, 2004: 6).

Page 24: S K R I P S I - CORE · 2013-07-22 · sebelum perbaikan dengan siklus 1 dan siklus 2. Dari penelitian tindakan kelas yang telah ... Tujuan berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

8

(Kesulitan belajar atau kesulitan belajar, adalah termasuk dari beberapa klasifikasi gangguan di mana seseorang mengalami kesulitan belajar dengan ciri-ciri khusus, biasanya disebabkan oleh faktor yang diketahui atau faktor-faktor lain. Faktor yang tidak diketahui adalah gangguan yang mempengaruhi kemampuan otak untuk menerima dan memproses informasi, gangguan ini dapat membuat masalah bagi seseorang untuk belajar dengan cepat atau dengan cara yang sama sebagai seseorang yang tidak terpengaruh oleh ketidakmampuan belajar. Kesulitan belajar tidak menunjukkan tingkat kecerdasan. Sebaliknya, orang dengan ketidakmampuan belajar mengalami hal-hal yang oleh mereka sendiri atau jika diajarkan dengan cara konvensional.

Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa kesulitan belajar

(learning disabilities) merupakan istilah generik yang merujuk kepada

keragaman kelompok yang mengalami gangguan dimana gangguan tersebut

diwujudkan dalam kesilitan-kesulitan yang signifikan yang dapat menimbulkan

gangguan proses belajar. Umumnya masalah ini tampak ketika murid mulai

mempelajari mata pelajaran dasar seperti menulis, membaca, berhitung, dan

mengeja.

b. Klasifikasi Anak Berkesulitan Belajar

Secara garis besar kesulitan belajar dapat diklasifikasikan kedalam dua

kelompok, (1) kesulitan belajar yang berhubungan dengan perkembangan

(developmental learning disabilities) dan (2) kesulitan belajar akademik

(academic learning disabilities) (Mulyono Abdurrahman, 2003: 11).

Kesulitan belajar yang berhubungan dengan perkembangan mencakup

gangguan motirik dan persepsi, kesulitan belajar bahasa dan komunikasi, dan

kesulitan belajar dalam penyesuaian perilaku sosial. Kesulitan belajar akademik

menunjuk pada adanya kegagalan-kegagalan pencapaian prestasi akademik

yang sesuai dengan kapasitas yang diharapkan. Kegagalan-kegagalan tersebut

mencakup penguasaan keterampilan dalam membaca, menulis, dan/atau

matematika.

Secara umum kesulitan belajar khusus menurut Munawir Yusuf (1997:

7) dapat diklasifikasikan menjadi dua: Pertama, kesulitan belajar pra akademik,

Page 25: S K R I P S I - CORE · 2013-07-22 · sebelum perbaikan dengan siklus 1 dan siklus 2. Dari penelitian tindakan kelas yang telah ... Tujuan berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

9

meliputi: (1) gangguan perkembangan motorik dan persepsi, (2) kesulitan

belajar kognitif, (3) gangguan perkembangan bahasa, dan (4) kesulitan

menyesuaikan sosial. Kedua, kesulitan belajar akademik, meliputi: (1) kesulitan

belajar membaca, (2) kesulitan belajar menulis, dan (3) kesulitan belajar

berhitung dan matematika.

Kesulitan belajar secara umum maupun kesulitan belajar secara khusus

pada umumnya mempunyai gangguan penyerta/penyebab yang dikelompokkan

sebagai berikut (Munawir Yusuf, 1997:16-17):

1) Gangguan intelegensi rendah

Anak yang ber IQ antara 70-90, mereka termasuk dikategorikan

under line (garis batas) yang secara pendidikan disebut sebagai slow learner

(lambat belajar). Gejala yang nampak antara lain prestasi belajar sebagian

besar atau seluruh mata pelajaran umumnya rendah, sering tidak naik kelas,

sulit menangkap pelajaran, dan sebagainya akibat lebih jauh dari kondisi ini

adalah putus sekolah.

2) Anak berprestasi di bawah potensi (under achiever)

Anak-anak yang berpotensi unggul secara intelektual atau yang

sering disebut memiliki kemampuan dan kecerdasan luar biasa tidak selalu

menunjukkan hasil belajar yang tinggi. Apabila prestasi belajar yang mereka

capai berada dibawah potensinya mereka disebut under achiever.

3) Gangguan emosi dan perilaku

Tidak ada definisi yang baku mengenai gangguan emosi dan

perilaku tetapi ciri-ciri umum mengambarkan adanya 4 definisi (Hallahan

dan Kauffman), sebagai berikut:

a) Anak yang mengalami gangguan perilaku, contoh adalah: suka berkelahi, memukul, menyerang, bersifat pemarah tidak penurut/ melawan peraturan, suka merusak baik milik sendiri maupun orang lain, kasar, tidak sopan, tidak mau kerjasama, penentang, suka ribut, mudah marah, suka mendominasi orang lain, suka mengancam atau menggertak, iri hati, cemburu, suka bertengkar, tidak bertanggung jawab, ceroboh, mencuri, mengancam, menggoda, menolak kesalahan dan menyalahkan orang lain, murung, cemberut, meningkatkan diri sendiri.

Page 26: S K R I P S I - CORE · 2013-07-22 · sebelum perbaikan dengan siklus 1 dan siklus 2. Dari penelitian tindakan kelas yang telah ... Tujuan berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

10

b) Anak yang mengalami kecemasan dan menyendiri, contoh: rasa takut, bersalah, cemas, pemalu, mengasingkan diri, tidak punya teman, perasaan tertekan, sedih, sensitif, mudah merasa disakiti hatinya, merasa rendah diri, merasa tidak berharga, mudah frustasi, kurang keyakinan, pendiam.

c) Anak yang agresif sosial memiliki perkumpulan yang tidak baik, contoh: berani mencuri, loyal terhadap teman yang suka melanggar hukum, suka begadang sampai larut malam, melarikan diri dari sekolah, melarikan diri dari rumah.

d) Individu yang tidak pernah dewasa perhatiannya terbatas kurang konsentrasi, contoh: melamun, kaku, canggung, pasif, kurang inisiatif, mudah digerakkan, lamban, ceroboh, mudah bosan, kurang tabah, tidak rapi (Munawir Yusuf, 1997:17).

Emosi merupakan faktor dalam struktur pribadi. Pernyataan emosi

tersebut dapat berbentuk senang dan tidak senang, dan perasaan yang tidak

senang ini yang akan menggangu proses belajar. Reaksi emosi terhadap

jasmani adalah bermacam-macam, misalnya denyut jantung terlalu cepat,

pencernaan terganggu, sukar tidur, gugup dan sebagainya. Perkembangan

emosi itu dimulai sejak lahir, pada masa bagi pernyataan emosi cukup pada

tangis dan artinya bisa bermacam-macam, misalnya takut, marah, sakit,

lapar, haus, pedih. Pada dasarnya emosi dibagi menjadi dua bagian, yaitu

emosi yang tidak menyenangkan biasanya merugikan, antara lain : marah,

takut, iri, susah dan sebagainya. Berhasil atau gagalnya anak dalam belajar

sebagian besar tergantung pada sikap emosi, anak yang selalu dimarahi akan

menjadi rendah diri, takut, dan menjadi tenang-tenang. Jadi jelaslah bahwa

kemunduran atau kesulitan suatu kegagalan belajar itu bukan faktor

intelegensinya juga bukan karena bakat, tetapi karena emosinya yang

mengalami kegagalan.

4) Gangguan komunikasi

Di Indonesia gangguan komunikasi sering disamakan dengan

gangguan wicara. Menurut Hallahan dan Kauffman gangguan komunikasi

terdiri atas:

Page 27: S K R I P S I - CORE · 2013-07-22 · sebelum perbaikan dengan siklus 1 dan siklus 2. Dari penelitian tindakan kelas yang telah ... Tujuan berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

11

(1)gangguan wicara, dan (2) gangguan bahasa. Gangguan wicara adalah suatu kerusakan atau gangguan dari suatu artikulasi dari bunyi dan atau kelancaran wicara. Jadi gangguan wicara terdiri dari tiga macam yaitu: gangguan suara, gangguan artikulasi dan gangguan kelancaran bicara. (Munawir Yusuf, 1997:18).

Gangguan dari pemahaman atau penggunaan bahasa ujaran, bahasa

tulis atau sistem simbol, kerusakan tersebut mungkin meliputi bentuk bahasa

(fonologi, morfologi dan sintaksis), isi bahasa atau semantik, dan fungsi

bahasa atau pragmatik.. Anak yang mengalami gangguan komunikasi

biasanya menunjukkan gejala tidak lancar berbicara, pembicaraanya sulit

ditangkap, suaranya tidak normal, gagap dan sebagainya, penyebabnya dapat

bersifat organik dan dapat pula psikologik.

5) Gangguan gizi dan kesehatan

Anak-anak yang mempunyai penyakit kronis dan bergizi kurang,

cenderung mengalami kesulitan belajar. Jenis penyakit kronis dimaksud

antara lain: epilepsi, diabetes, cytic fibrosis, hemofilia dan luka bakar.

Sedangkan gangguan gizi terutama bagi mereka yang kekurangan kalori dan

protein serta kekurangan zat iodium.

6) Gangguan gerakan/anggota tubuh

Ada dua kategori cacat tubuh, ialah cacat anggota karena penyakit

polio, dan cacat tubuh karena kerusakan otak sehingga mengakibatkan

ketidakmampuan gerak (disebut cerebral palsy) pada dasarnya cerebral

palsy merupakan koordinasi otot, ototnya sendiri sebenarnya normal, tetapi

otak mengalami gangguan dalam mengirimkan sinyal-sinyal yang penting

untuk memerintahkan otot-otot untuk memendek atau memanjang atau harus

merengang.

Anak-anak semacam ini masih dapat belajar dengan menggunakan

semua inderanya. Tingkat intelektualnya umumnya normal bahkan ada yang

superior. Namun, karena pada otak, mereka akan mengalami kesulitan dalam

melakukan tugas-tugas yang berhubungan dengan koordinasi motorik

ketrampilan fisik, hal ini dapat menyebabkan terjadinya kesulitan belajar.

Page 28: S K R I P S I - CORE · 2013-07-22 · sebelum perbaikan dengan siklus 1 dan siklus 2. Dari penelitian tindakan kelas yang telah ... Tujuan berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

12

7) Gangguan penglihatan ringan

Untuk mengenal anak apakah mereka mengalami gangguan

penglihatan, dapat dilihat dari ciri-ciri fisik, perilaku maupun keluhan.

a) Contoh ciri fisik: seperti mata juling, sering berkedip, menyipitkan mata,

kelopak mata merah, mata infeksi, gerakan mata tak beraturan (goyang),

mata yang selalu berair.

b) Contoh ciri perilaku; membaca terlalu dekat, membaca banyak terlewati,

cepat lelah ketika membaca, mengerutkan mata ketika melihat papan

tulis, sering mengupas mata, mendongokkan kepala saat melihat benda

jarak jauh, cenderung melihat dengan memiringkan kepala, berjalan

sering manabrak benda di depannya, salah menyalin dalam jarak dekat.

c) Contoh ciri keluhan: seperti merasa sakit kepala, sulit melihat dengan

jelas dari jarak jauh, pengelihatan terasa kabur ketika membaca, menulis,

benda terlihat seperti dua buah, mata sering terasa gatal.

8) Gangguan pendengaran ringan

Gangguan pendengaran yang disebabkan oleh kerusakan fungsi dari

sebagian atau seluruh alat atau organ-organ pendengaran, dapat diketahui

dengan menggunakan (Andiometer).

Dengan menggunakan ciri-ciri fisik dan perilaku anak, seseorang

dapat dideteksi sebagai mengalami gangguan pendengaran atau tidak. Ciri-

ciri tersebut, antara lain sering keluar cairan dari liang telinga, bentuk daun

telinga tidak normal, sering mengeluh gatal atau sakit di liang telinga, kalau

berbicara selalu melihat gerakan bibir lawan bicara, sering tidak bereaksi

jika diajak bicara kurang keras, selalu minta diulang dalam pembicaraan,

dan sebagainya.

Dampak anak yang mengalami gangguan pendengaran dapat

menyebabkan terjadinya kesulitan belajar.

c. Penyebab Kesulitan Belajar

Banyak faktor yang dapat menyebabkan anak mengalami kesulitan

dalam belajar.

Page 29: S K R I P S I - CORE · 2013-07-22 · sebelum perbaikan dengan siklus 1 dan siklus 2. Dari penelitian tindakan kelas yang telah ... Tujuan berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

13

Penyebab utama kesulitan belajar (learning disabilities) adalah faktor internal, yaitu kemungkinan adanya disfungsi neurologis; sedangkan penyebab utama problema belajar (learning problems) adalah faktor eksternal, yaitu antara lain strategi pembelajaran yang keliru, pengelolaan kegiatan belajar yang tidak membangkitkan motivasi belajar anak, dan pemberian ulangan penguatan (reinforcement) yang tidak tepat (Mulyono Abdurrahman, 2003: 13).

Disfungsi neurologis sering tidak hanya menyebabkan kesulitan belajar

tetapi juga menyebabkan tunagrahita atau emosional. Berbagai faktor yang

dapat menyebabkan disfungsi neurologis yang pada gilirannya dapat

menyebabkan kesultian belajar (Mulyono Abdurrahman, 2003: 13) antara lain:

1) Faktor genetik

2) Luka pada otak karena trauma fisik atau kekurangan oksigen.

3) Biokimia yang hilang (misalnya biokimia yang diperlukan untuk

memfungsikan sistem syaraf pusat).

4) Biokimia yang dapat merusak otak (misalnya zat pewarna pada makanan).

5) Pencemaran lingkungan (misalnya mencemaran timah hitam).

6) Gizi yang tidak memadai.

7) Pengaruh-pengaruh psikologis dan sosial yang merugikan perkembangan

anak (deprevasi lingkungan).

Sebagaimana dapat dilihat di atas, kesulitan belajar dapat terdiri dari

banyak bentuk. Di masa lalu, pendekatan-pendekatan pengajaran anak yang

berkelainan ditentukan oleh diagnosis medis yang diberikan kepada mereka.

Dengan pendekatan tersebut, anak-anak dengan diagnosis yang serupa harus

diajar dengan cara yang sama.

Sekarang disadari bahwa walaupun pembelajaran akan dipengaruhi

oleh kecacatan, tetapi ada faktor-faktor lain yang lebih penting. Faktor-faktor

tersebut dapat terletak dalam pengalaman tergantung pada: 1) Lingkungan, termasuk sikap terhadap anak-anak pada umumnya dan

terhadap anak tertentu karena: a) Lingkungan yang tidak responsif dan kurang stimulasi b) Pemahaman atau kesalahpahaman guru akan proses

pembelajaran. c) Isi, pendekatan pengajaran dan materi pembelajaran d) Faktor-faktor lingkungan umum yang berkaitan dengan kondisi

sosial, ekonomi dan politik di masa lalu dan sekarang

Page 30: S K R I P S I - CORE · 2013-07-22 · sebelum perbaikan dengan siklus 1 dan siklus 2. Dari penelitian tindakan kelas yang telah ... Tujuan berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

14

2) Faktor-faktor dalam diri anak termasuk: a) Keingintahuan b) Motivasi c) Inisiatif, interaksi dan komunikasi d) Kompetensi sosial e) Kreatifitas f) Temperamen g) Dorongan untuk belajar dan gaya belajar h) Kemampuan

3) Hakikat dan tingkat kecacatan kecacatan, jika ini merupakan bagian dari gambaran tentang anak itu. (Miriam Donath Skjorten, 2004: 23).

Dari poin-poin di atas dapat dilihat bahwa kesulitan belajar dapat

terjadi juga ketika tidak ada kecacatan terlibat di sana. Juga dapat dilihat

kompleksitas dan multiplisitas kondisi pembelajaran. Diharapkan dengan

mempertimbangkan semua faktor ini akan meningkatkan pemahaman tentang

keunikan setiap individu. Apa yang harus diingat adalah bahwa menghadapi

keunikan dapat menjadi tantangan yang besar dalam sebuah kelas dan

khususnya dalam kelas yang besar.

Konsep kesulitan belajar menarik perhatian pada kesulitan dan

tantangan yang dapat muncul di setiap kelas, kesulitan-kesulitan yang dapat

dihadapi oleh semua anak. Namun, konsep ini juga membantu menyadarkan

besarnya implikasi dari kesulitan belajar yang disebabkan oleh faktor sensori,

motorik, kognitif, emosional dan lingkungan.

2. Tinjauan tentang Kartu Huruf

a. Pengertian Media Pembelajaran

Banyak batasan yang diberikan orang tentang media pembelajaran. Dari

berbagai literatur diperoleh penjelasan sebagai berikut:

Pengertian media menurut Sri Anitah (2010: 4) adalah sebagai berikut:

“kata media berasal dari bahasa Latin medium adalah sesuatu yang terletak di

tengah (antara dua kutub atau antara dua pihak); atau suatu alat.” Banyak

batasan yang diberikan oleh para ahli tentang media menurut Association for

Page 31: S K R I P S I - CORE · 2013-07-22 · sebelum perbaikan dengan siklus 1 dan siklus 2. Dari penelitian tindakan kelas yang telah ... Tujuan berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

15

Educational Communications Technology (AECT) di Amerika yang dikutip

oleh Azhar Arsyad (2002: 3) media pendidikan ialah segala bentuk saluran

yang digunakan orang untuk menyalurkan pesan/informasi. Sementara itu

Gagne (dalam Arief S. Sadiman, dkk, 2009: 6): “media adalah berbagai jenis

komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsangnya untuk belajar.”

Dari pendapat tersebut di atas dapat disimpulkan, media pembelajaran

adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari

guru ke siswa sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan

minat serta perhatian siswa sedemikian rupa sehingga proses pembelajaran

terjadi dan berlangsung lebih efisien.

Media merupakan salah satu komponen dalam sistem pendidikan atau

pembelajaran. Komponen sistem pembelajaran ini, dan media pembelajaran

memegang peran penting. Media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan

untuk menyalurkan pesan yang dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian

dan kemauan siswa sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar pada

diri peserta didik.

Media bukan sekedar alat bantu, tetapi lebih merupakan bagian integral

dalam proses belajar mengajar. Kehadiran media pembelajaran ini merupakan

suatu keharusan dan menuntut para guru untuk merancang sistem instruksional

yang terpadu. Guru dan media secara bersama-sama membagi tanggung jawab

dalam mengelola kegiatan belajar mengajar. Guru tetap sebagai pengelola,

motivator dan tutor; sedangkan media sebagai penyaji materi (bahan) ajar.

Dengan demikian guru dapat menggunakan waktunya secara lebih efisien dan

beban tugas dapat dikurangi, produktivitas pengajaran lebih tinggi.

Media pembelajaran sangat diperlukan bila media tersebut dapat

membantu guru dalam membangkitkan semangat untuk belajar, dengan

demikian media pembelajaran di samping berfungsi untuk memperjelas materi

yang diajarkan, media juga untuk memberikan motivasi dan mengkondisikan

konsentrasi dalam pembelajaran.

Page 32: S K R I P S I - CORE · 2013-07-22 · sebelum perbaikan dengan siklus 1 dan siklus 2. Dari penelitian tindakan kelas yang telah ... Tujuan berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

16

b. Fungsi Media Pendidikan

Pembelajaran adalah proses komunikasi interaksi antara guru dan murid.

Proses komunikasi terdapat tiga bagian yang tidak dapat dilepaskan satu sama

lain yaitu pembawa pesan, penyampai pesan dan penerima pesan. Arief S.

Sadiman, dkk. (2009: 16-17) mengemukakan, secara umum media pendidikan

mempunyai kegunaan sebagai berikut:

1) Memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu bersifat verbalistik (dalam bentuk kata-kata tertulis atau lisan belaka).

2) Mengatasi keterbatasan ruang, waktu dan daya indra seperti misalnya: a) Obyek terlalu besar – bisa digantikan dengan realitas gambar,

film bingkai, film dan model. b) Obyek yang kecil – dibantu dengan proyektor mikro, film

bingkai, film dan gambar. c) Gerak yang terlalu lambat atau terlalu cepat dapat dibantu high

speed photography atau low speed photography. 3) Dengan menggunakan media pendidikan secara tepat dan bervariasi

dapat diatasi sikap pasif anak didik dalam hal ini media berguna untuk: a) Menimbulkan kegairahan belajar. b) Memungkinkan interaksi yang lebih langsung antara anak didik

dengan lingkungan. c) Memungkinkan anak didik belajar sendiri-sendiri menurut

kemampuan dan minatnya. 4) Dengan sifat yang unik pada setiap siswa ditambah lagi dengan

lingkungan dan pengalaman yang berbeda, sedangkan kurikulum, dan materi pendidikan ditentukan sama untuk setiap siswa, maka guru akan banyak mengalami kesulitan bilamana latar belakang guru dan siswa sangat berbeda. Masalah ini dapat diatasi dengan media pendidikan.

Dari uraian di atas media dapat membantu untuk mengatasi berbagai

macam hambatan diantaranya mengurangi sifat verbalisme mengatasi

keterbatasan ruang, waktu dan tipe belajar murid karena kelemahan di salah

satu indra, mengatasi sifat anak pasif menjadi aktif, membantu mengatasi

kesulitan guru dalam memberikan pelayanan belajar kepada murid serta

memperingan beban guru.

Oemar Hamalik (2000: 19), menyebutkan bahwa banyak manfaat yang

diperoleh jika menggunakan media dalam kegiatan belajar mengajar, namun

secara umum media pembelajaran memiliki fungsi seperti berikut:

Page 33: S K R I P S I - CORE · 2013-07-22 · sebelum perbaikan dengan siklus 1 dan siklus 2. Dari penelitian tindakan kelas yang telah ... Tujuan berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

17

1) Memperjelas penyajian pesan agar tidak bersifat verbalistik, artinya hanya berbentuk kata-kata tertulis atau lisan.

2) Mengatasi keterbatasan ruang, waktu, dan daya indera, misalnya objek yang besar diganti gambar, objek yang terlalu kecil bisa diganti dengan proyektor mikro, film bingkai, gambar, sedang gerak yang lambat atau cepat bisa dibantu dengan time-lapse atau high-speed photography, tentang kejadian masa lalu dapat ditampilkan kembali lewat rekaman film, video, film bingkai, foto, kemudian objek yang terlalu kompleks bisa dibantu dengan modul, diagram, terakhir konsep yang sangat luas seperti gunung berapi, gempa bumi, iklim dan divisualisasikan dalam bentuk film, film bingkai, gambar dan lain sebagianya.

3) Menggunakan media pembelajaran secara tepat dan bervariasi akan dapat diatasi sikap pasif anak didik atau siswa. Dalam situasi demikian media pembelajaran dapat menimbulkan kegairahan belajar dan memungkinkan terjadinya interaksi secara langsung antara anak didik dengan lingkungannya serta memungkinkan anak didik belajar sendiri menurut kemampuan dan minatnya.

Menurut Nana Sudjana dan Ahmad Rifai (2001: 2-3) media dapat

mempertinggi proses belajar siswa dalam gilirannya dapat mempertinggi hasil

belajar yang dicapai. Ada beberapa alasan di antaranya yang berkenaan dengan

manfaat media pengajaran dalam proses belajar siswa antara lain:

1) Pengajaran akan lebih menarik perhatian siswa sehingga dapat menumbuhkan motivasi belajar.

2) Bahan pengajaran akan lebih jelas maknanya sehingga dapat lebih dipahami oleh siswa, dan memungkinkan siswa menguasai materi lebih baik.

3) Metode mengajar akan lebih bervariasi. 4) Siswa lebih banyak melakukan kegiatan belajar, sebab tidak hanya

mendengarkan uraian guru, tetapi juga aktifitas lain seperti mengamati, melakukan, mendemontrasikan dan sebagainya.

Dari kenyataan yang demikian maka penggunaan media pembelajaran

diharapkan dapat membantu memecahkan masalah-masalah yang ada,

sehubungan media pembelajaran memiliki kemampuan memberi perangsang

yang sama, pengalaman yang sama, kemudian terakhir memberi persepsi yang

sama pula.

Dalam penelitian ini diharapkan media pembelajaran yang digunakan

dalam mengajar siswa dapat efektif artinya media tersebut akan lebih tepat

guna dan bermanfaat sesuai yang diharapkan dibandingkan dengan mengajar

tanpa menggunakan media. Dengan demikian kegunaan media antara lain:

Page 34: S K R I P S I - CORE · 2013-07-22 · sebelum perbaikan dengan siklus 1 dan siklus 2. Dari penelitian tindakan kelas yang telah ... Tujuan berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

18

1) Memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu bersifat verbalistik

(hafalan, dalam bentuk kata-kata tertulis atau lisan belaka).

2) Mengetahui keterbatasan ruang, waktu dan daya indra.

3) Dengan menggunakan media secara tepat dan bervariasi dapat mengatasi

sifat pasif anak didik sehingga siswa lebih bergairah.

4) Meletakkan dasar yang penting untuk perkembangan belajar, oleh

karena itu membuat belajar lebih mantap. Dengan media penanaman

pengertian lebih jelas.

Dari uraian tersebut di atas jelaslah bahwa media pendidikan sangat

besar manfaatnya dalam rangka mengefektifkan proses pembelajaran

sehingga dapat diperoleh hasil yang optimal.

c. Pengertian Kartu Huruf

Kartu menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (Depdikbud, 1995:

448) adalah kertas tebal yang berbentuk persegi panjang. “Kartu adalah

kertas tebal yang berbentuk persegi panjang untuk berbagai macam

keperluan” (Peter Salim dan Yenni Salim (1991: 425). Dari pendapat

tersebut penulis dapat menyimpulkan bahwa kartu adalah jenis kertas yang

berukuran tebal dan berbentuk persegi panjang dan dapat dipergunakan

untuk berbagai keperluan.

Huruf menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (Depdikbud, 1995:

362) adalah “tanda aksara atau tata tulis yang merupakan abjad yang

melambangkan bunyi bahasa atau aksara”. Dari Kamus Besar Bahasa

Indonesia (WJS. Poerwadarminta, 1996: 527), huruf adalah unsur abjad

yang melambangkan bunyi. Jadi dapat penulis simpulkan huruf adalah tanda

aksara atau abjad yang melambangkan bunyi bahasa tertentu menurut model

dan bentuknya.

Dari pengertian tentang kartu dan huruf di atas maka dapat penulis

simpulkan bahwa kartu huruf adalah jenis kertas yang berukuran tebal dan

Page 35: S K R I P S I - CORE · 2013-07-22 · sebelum perbaikan dengan siklus 1 dan siklus 2. Dari penelitian tindakan kelas yang telah ... Tujuan berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

19

berbentuk persegi panjang yang ditulisi atau ditandai dengan unsur abjad

atau huruf tertentu yang melambangkan bunyi bahasa tertentu. Kartu huruf

merupakan suatu alat peraga yang praktis dan menarik bagi kalangan anak–

anak khususnya anak tunagrahita yang sangat membutuhkan rangsangan

untuk memicu kemampuan belajar khususnya kemampuan membaca

permulaan.

d. Jenis-jenis Kartu

Kartu yang digunakan dalam pembelajaran terdiri dari berbagai jenis.

Penulis mencoba menggunakan alat peraga kartu kata dan kartu bergambar

untuk pengembangan kemampuan membaca bagi anak berkesulitan

belajar. Dengan kartu huruf merupakan suatu alat peraga yang praktis

dan menarik bagi anak-anak khususnya anak yang berkesulitan belajar

yang sangat membutuhkan rangsangan untuk memacu kemampuan belajar

anak khususnya kemampuan membaca.

Menurut Thachir A. Malik (1995: 2) “Di dalam pelajaran Bahasa

Indonesia terdapat beberapa jenis kartu kata yang digunakan sebagai alat

peraga dalam membantu siswa membaca antara lain berupa kartu huruf,

kartu suku kata, kartu kata, dan kartu gambar”.

Berikut jenis-jenis kartu yang digunakan sebagai alat peraga dalam

membantu siswa dalam bukunya Pandai Membaca dan Menulis oleh Thachir

A. Malik (1995: 3) sebagai berikut:

1) kartu huruf

2) kartu suku kata

3) kartu kata

4) kartu tembus pandang

5) karton.

Dari berbagai macam kartu di atas, penulis mencoba menggunakan

alat peraga kartu huruf untuk pengembangan kemampuan membaca bagi

anak yang berkesulitan belajar membaca. Kartu huruf terdiri dari unsur

Page 36: S K R I P S I - CORE · 2013-07-22 · sebelum perbaikan dengan siklus 1 dan siklus 2. Dari penelitian tindakan kelas yang telah ... Tujuan berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

20

abjad yang dipergunakan untuk meningkatkan kemampuan membaca

dengan cara penggunaannya bisa dengan diadakan permainan antara anak

didik dengan guru. Selain itu bisa juga bisa digunakan permainan antar

sesama anak didik. Dengan kartu huruf ada kemungkinan anak-anak tertarik

oleh adanya huruf-huruf yang berwarna-warni sehingga merespon anak

untuk bisa menyebutkan kata-kata yang mempunyai huruf tertentu.

e. Hubungan Pengguna Kartu Huruf dengan Anak Berkesulitan Belajar

Membaca

Kartu huruf merupakan suatu alat peraga praktis dan menarik bagi

kalangan anak-anak khususnya anak yang berkesulitan belajar membaca

yang sangat membutuhkan rangsangan untuk memicu kemampuan

membaca. Glenn Doman (1991: 154) menyatakan bahwa dalam mengajari

anak membaca semua metode mempunyai tiga persamaan penting yang

perlu diperhatikan adalah:

1) Setiap metode yang digunakan untuk mengajar anak kecil membaca

selalu berhasil.

2) Setiap metode menggunakan huruf dengan ukuran besar.

3) Setiap metode menekankan perlunya merasakan dan memperhatikan

kegembiraan dalam proses membaca.

Huruf yang digunakan dalam pelajaran membaca permulaan terdiri

atas 26 huruf yang terbagi 5 huruf vokal dan 21 huruf konsonan.

Berikut adalah huruf (abjad) yang dipakai dalam pelajaran Bahasa

Indonesia dalam bukunya Pengajaran Ejaan Bahasa Indonesia oleh Tarigan,

H.G. (1994: 12).

Page 37: S K R I P S I - CORE · 2013-07-22 · sebelum perbaikan dengan siklus 1 dan siklus 2. Dari penelitian tindakan kelas yang telah ... Tujuan berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

21

Huruf Nama

Aa

Bb

Cc

Dd

Ee

Ff

Gg

Hh

Ii

Jj

Kk

Ll

Mm

Nn

Oo

Pp

Qq

Rr

Ss

Tt

Uu

Vv

Ww

Xx

Yy

Zz

Aa

Be

Ce

De

Ee

Ef

Ge

Ha

Ii

Je

Ka

El

Em

En

Oo

Pe

Qi

Er

Es

Te

Uu

Ve

We

Ex

Ye

Zet

Dari beberapa uraian tersebut di atas dapat penulis simpulkan bahwa

kartu huruf sangat diperlukan bagi anak yang berkesulitan membaca pada masa

awal sekolah dimana masih memerlukan kekongkritan dan rangsangan atau

Page 38: S K R I P S I - CORE · 2013-07-22 · sebelum perbaikan dengan siklus 1 dan siklus 2. Dari penelitian tindakan kelas yang telah ... Tujuan berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

22

stimulus dalam belajar membaca permulaan. Dengan alat peraga kartu huruf

ini anak yang berkesulitan belajar membaca yang mengalami hambatan dalam

aspek kognitif akan dapat memahami apa yang ada dalam setiap kartu huruf

sehingga anak berkesulitan belajar membaca lebih mudah mencerna huruf

maupun kosa kata yang ada pada setiap huruf-huruf itu.

3. Peranan Guru Anak Berkesulitan Belajar

Guru memiliki peranan yang sangat penting untuk mencerdaskan generasi yang akan datang untuk kemajuan bangsa. Dalam mengajar guru diwajibkan memiliki kritreria tertentu sesuai dengan kebutuhan peserta didik.

Menurut Munawir Yusuf (2002 : 12): Guru khusus untuk anak dengan berproblema belajar sebaiknya memperoleh pendidikan khusus dalam bidang tersebut pada jurusan atau program studi pendidikan luar biasa di lembaga pendidikan tenaga kependidikan (FKIP). Guru-guru di sekolah reguler seyogyanya mendapatkan pelatihan khusus untuk dapat mengoptimalkan kegiatan pembelajaran di kelas dan membantu anak dengan problema belajar. Kerja sama antara guru PLB dan guru kelas reguler sangat penting.

Terkait dengan peranan guru anak berkebutuhan khusus di sekolah menurut Munawir Yusuf (2002: 13) menyebutkan ada sembilan peranan, yaitu: a. Menyusun rancangan program identifikasi, asesmen dan pembelajaran anak

berkesulitan belajar. b. Berpartisipasi dalam penjaringan, asesmen dan evaluasi anak berkesulitan

belajar. c. Berkonsultasi dengan para ahli yang terkait (psikolog, dokter) dan

menginterpretasikan laporan para ahli tersebut. d. Menyelenggarakan tes, baik tes formal maupun tes informal. e. Berpartisipasi dalam penyusunan program pendidikan individual. f. Melaksanakan program pendidikan individual. g. Menyelengarakan pertemuan dan wawancara dengan orang tua. h. Bekerja sama dengan guru reguler atau guru kelas untuk memahami anak dan

menyediakan pembelajaran yang efektif, dan i. Membantu anak dalam mengembangkan pemahaman diri dan memperoleh

harapan untuk berhasil serta keyakinan kesanggupan mengatasi kesulitan belajar.

Page 39: S K R I P S I - CORE · 2013-07-22 · sebelum perbaikan dengan siklus 1 dan siklus 2. Dari penelitian tindakan kelas yang telah ... Tujuan berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

23

Ada dua kompetensi yang harus di kuasai oleh guru bagi anak berkesulitan

belajar, ialah: (l) kompetensi teknis dan (2) kompetensi konsultasi kolaboratif.

Kompetensi teknis mencakup:

1. Memahami berbagai teori tentang kesulitan belajar.

2. Memahami berbagai tes yang terkait dengan kesulitan belajar.

3. Terampil dalam melaksanakan asesmen dan evaluasi,dan

4. Terampil dalam mengajarkan bahasa ujaran (lisan), bahasa tulis, membaca,

berhitung, mengelola perilaku, dan terampil dalam memberikan pelajaran

prevoksional dan vokasional.

Kompetensi konsultasi koluboratif mencakup :

Kemampuan untuk menjamin hubungan kerja sama dengan semua orang

yang terkait dengan upaya memberikan bantuan kepada anak berkesulitan belajar.

Orang-orang yang terkait dengan upaya memberikan bantuan kepada anak

tersebut adalah guru kelas, kepala sekolah, tim ahli (dokter psikolog, konselor dan

sebagainya), dan orang tua.

Guru kelas sering tidak memperoleh latihan dibidang ini dan tidak

dipersiapkan untuk mengajar anak berkesulitan belajar, mereka sering takut

terhadap tanggung jawab dan enggan menerima tugas tambahan untuk membantu

anak berkesulitan belajar. Padahal, tujuan pembelajaran yang dirancang untuk

anak hanya dapat dicapai jika semua orang yang terlibat dalam memberikan

bantuan kepada anak berfungsi secara terpadu. Oleh karena itu, diperlukan adanya

konsultasi kolaboratif yang dapat meningkatkan kerja sama antar orang-orang

yang terlibat dalam upaya memberikan bantuan kepada anak dengan problema

belajar disekolah-sekolah reguler khususnya di sekolah dasar.

4. Tinjauan Kesulitan Belajar Membaca

a. Pengertian Bahasa Indonesia

Bahasa memiliki banyak makna dan terdapat penjelasan darti beberapa

literatur mengenai arti bahasa Indonesia.

Pengertian bahasa menurut Owens yang dikutip Mulyono

Abdurrahman (2003: 183): “Bahasa merupakan kode atau sistem kovensional

Page 40: S K R I P S I - CORE · 2013-07-22 · sebelum perbaikan dengan siklus 1 dan siklus 2. Dari penelitian tindakan kelas yang telah ... Tujuan berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

24

yang disepakati secara sosial untuk menyajikan berbagai pengertian melalui

penggunaan simbol-simbol sembarang (arbitrary sysmbols) dan tersusun

berdasarkan aturan yang telah ditentukan.” Menurut Maman S. Mahayana

(2008: 2), ”bahasa adalah sistem lambang bunyi ujaran yang dipergunakan

oleh anggota kelompok sosial untuk berkomunikasi, mengidentifikasikan diri,

bekerja sama, dan melakukan kontrol sosiol.”

Dari beberapa pengertian bahasa di atas dapat disimpulkan bahwa

bahasa adalah kode atau sistem kovensional yang disepakati secara sosial

untuk menyajikan berbagai pengertian melalui penggunaan simbol-simbol

sembarang (arbitrary sysmbols) dan tersusun berdasarkan aturan yang telah

ditentukan untuk mencapai tujuan yang dipersyaratkan sesuai dengan kondisi

yang diharapkan (rasional).

b. Pengertian Membaca

Membaca memiliki beberapa pengertian menurut beberapa literatur.

Untuk lebih jelasnya berikut ini dikemukakan yang berkaitan dengan

membaca.

Menurut Dechant yang dikutip Darmiyati Zuhdi (2007:21), ”membaca

adalah proses pemberian makna terhadap tulisan, sesuai dengan maksud

penulis”. Lebih lanjut Smith mendefinisikan ”membaca sebagai proses

komunikasi yang berupa pemperolehan informasi dari penulis oleh pembaca”

(Darmiyati Zuhdi, 2007:21). Menutur Farida Rahim (2007:2), “membaca

adalah proses menerjemahkan simbol tulisan (huruf) ke dalam kata-kata

lisan”.

Dari ketiga pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa membaca

adalah proses komunikasi menerjemahkan simbol tulisan (huruf) dalam

pemberian makna terhadap tulisan untuk memperoleh informasi, sesuai dengan

maksud penulis ke dalam kata-kata lisan.

c. Materi Membaca

Membaca terdiri dari beberapa materi, tergantung dari tingkatan kelas

yang diajarkan. Menurut Sunardi (1997: 3), materi membaca meliputi

keterampilan membaca teknis dan membaca pemahaman.

Page 41: S K R I P S I - CORE · 2013-07-22 · sebelum perbaikan dengan siklus 1 dan siklus 2. Dari penelitian tindakan kelas yang telah ... Tujuan berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

25

1) Membaca Teknis

Membaca teknis adalah proses decoding atau mengubah simbol-

simbol tertulis berupa huruf atau kata menjadi sistem bunyi atau yang

sejenisnya. Proses ini juga sering disebut pengenalan kata. Dalam proses

membaca teknis, ada beberapa keterampilan yang dipersyaratkan.

Keterampilan pertama disebut konfigurasi, yaitu pengenalan secara

grobal bentuk huruf atau kata. Misalnya, kata buku lebih panjang dari kata

aku. Kata Ani bermula dengan huruf besar. Tinggi huruf l adalah dua kali

tinggi huruf u.

Keterampilan kedua disebut analisis konteks, yaitu memanfaatkan

kata-kata petunjuk lain di sekitarnya untuk menerka makna suatu kata.

Analisis konteks ini bersifat struktual, artinya memanfaatkan pengetahuan

tata bahasa atau bersifat semantik. Misalnya, pada waktu anak membaca

kalimat Ani pergi ke sekolah naik kodo. Kata kodo sebenarnya tidak ada.

Tetapi dengan memasukkan dalam konek, anak dapat menerka bahwa kodo

adalah sejenis kendaraan. Konteks yang diberikan kepada anak untuk

membantunya membaca dapat dilakukan melalui gambar kendaraan.

Keterampilan ketiga adalah penguasaan kosakata pandang (sight

vocabulary), yaitu kata-kata yang dapat dibaca dengan mudah oleh anak

tanpa dipikir lagi. Kosakata pandang adalah kata-kata yang sangat sering

dibaca atau ditemui oleh anak sehingga tanpa berpikir pun mereka dapat

membacanya. Untuk membantu anak yang berkesulitan membaca, guru

dapat menyusun daftar kosakata pandang. Misalnya, daftar100 kosakata

pandang, diurutkan berdasarkan frekuensi penggunaan dalam kehidupan

sehari-hari. Kata-kata ini dapat ditulis pada kertas besar dan digantung di

dinding kelas, sehingga anak akan membacanya setiap saat.

Keterampilan keempat disebut analisis fonik, yaitu memahami

kaitan huruf dan bunyi pada kata. Keterampilan ini meliputi pengetahuan

tentang semua konsonan, vokal, konsonan ganda, bunyi hidup, bunyi mati,

bunyi sempurna, dan sebagainya. Misalnya, anak perlu memahami bahwa

Page 42: S K R I P S I - CORE · 2013-07-22 · sebelum perbaikan dengan siklus 1 dan siklus 2. Dari penelitian tindakan kelas yang telah ... Tujuan berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

26

huruf a melambangkan bunyi /a/, huruf ng menghasilkan bunyi eng, suara

/b/ pada kata bapak diucapkan berbeda dengan huruf /b/ pada kata sabtu,

huruf o pada kata toko dan tolong diucapkan berbeda, dan sebagainya.

Keterampilan kelima disebut analisis struktural, yaitu pemahaman

atas struktur bahasa. Termasuk di sini misalnya pengertian bahwa suku kata

terdiri dari vokal dan konsonan, berbagai imbuhan kata dan maknanya,

tanda baca, jenis kata, kata majemuk, dan sebagainya. Misalnya pada waktu

membaca pada kata membaca, anak harus memahami bahwa kata ini

berasal dari kata baca mendapat awalan me- yang menunjukkan kegiatan

aktif.

Secara lebih operasional, proses membaca teknis atau pengenalan

kata menuntut kemampuan sebagai berikut.

b) Mengenal huruf kecil dan besar pada alfabet

c) Mengucapkan bunyi (bukan nama) huruf, terdiri dari

1) konsonan tunggal (b, d, h, k, ...)

2) vokal (a, i, u, e, ...)

3) konsonan ganda (kr, gr, tr, ...)

4) diftong (ai, au, oi, ...)

d) Menggabungkan bunyi membentuk kata ( s a y a, i b u)

e) Variasi bunyi (/u/ pada kata pukulp, /o/ pada toko dan pohon)

f) Menerka kata menggunakan konteks

g) Menggunakan analisis struktural untuk identifikasi kata (kata ulang, kata

majemuk, imbuhan)

2) Membaca Pemahaman

Membaca pemahaman meliputi beberapa komponen juga.

Komponen pertama adalah pengembangan kosakata. Penguasaan

kosakata sangat penting dalam memahami kata-kata yang dipakai oleh

penulis. Beberapa kegiatan dapat dilakukan dalam pengembangan kosakata.

Misalnya, memberikan pengalaman yang bermakna (menyediakan buku-

buku, memperkenalkan dengan orang atau lingkungan baru),

pengembangan kosakata melalui konteks, dan sebagainya.

Page 43: S K R I P S I - CORE · 2013-07-22 · sebelum perbaikan dengan siklus 1 dan siklus 2. Dari penelitian tindakan kelas yang telah ... Tujuan berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

27

Komponen kedua disebut pemahaman literal, yaitu memahami dan

mengingat informasi secara tersurat pada wacana. Keterampilan yang

diperlukan pada pemahaman literal meliputi mencari pokok pikiran bacaan,

beberapa informasi rinci yang penting, urutan kejadian, dan menjawab

pertanyaan bacaan. Misalnya, dari kalimat, ”Ani murid kelas I. Ia anak

rajin. Setiap hari ia membantu ibu”, anak harus mengerti murid kelas berapa

Ani, apa yang dikerjakan setiap hari, dan pokok pikiran bahwa Ani anak

yang baik.

Komponen ketiga disebut pemahaman inferensial, menarik

kesimpulan dari informasi yang tersurat berdasarkan intuisi dan

pengalamannya. Istilah yang juga dikenal adalah pemahaman tersirat.

Beberapa aktivitas membaca misalnya mencari hubungan sebab akibat,

mengantisipasi lanjutan cerita. Dari tiga kalimat di atas, anak seharusnya

mampu menerka kegiatan Ani setiap pagi, apa yang dilakukannya jika suatu

hari sakit dan tidak masuk sekolah.

Komponen keempat adalah membaca kritis atau evaluatif, yaitu

memberikan penilaian materi wacana berdasarkan pengalaman,

pengetahuan, dan kriterianya sendiri. Penilaian yang dimaksudkan meliputi

kecermatan, akseptebilitas (dapat diterima), harga, dan kemungkinan

terjadi, apakah fantasi atau kenyataan, apakah fakta atau opini, dan apakah

kemampuan menulis pertanyaan seperti, ”Bagaimana pendapatmu tentang

wacana yang kau baca?” dapat diberikan kepada anak.

Komponen terakhir adalah apresiasi, menyangkut kepekaan emosi

dan estetik (seni) anak atas materi wacana. Untuk dapat mengapresiasi isi

wacana, anak harus dilatih menempatkan dirinya sebagai pelaku dalam

kejadian yang ditulis pada wacana secara verbal mengekspresikan emosi

dan perasaannya.

Secara lebih operasional, membaca pemahaman menuntut

kemampuan berikut.

a) Mengingat pokok pikiran wacana tertulis

b) Mengingat urutan kejadian atau pendapat

Page 44: S K R I P S I - CORE · 2013-07-22 · sebelum perbaikan dengan siklus 1 dan siklus 2. Dari penelitian tindakan kelas yang telah ... Tujuan berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

28

c) Menjari jawaban atas pertanyaan rinci isi wacana tertulis

d) Mengikuti petunjuk tertulis

e) Mencari hubungan sebab akibat

f) Mencari kesimpulan berdasarkan wacana tertulis

g) Mengetahui kejanggalan isi wacana

h) Mengenal materi faktual dan fiktif

i) Memanfaatkan daftar isi dan indeks buku

j) Membaca tabel, diagram, peta

k) Memanfaatkan berbagai makna dari suatu kata.

d. Pengertian tentang Kesulitan Belajar Membaca

Kesulitan belajar membaca yang terjadi pada anak biasanya bersamaan

dengan kesulitan belajar pada materi yang lain. Menurut The National Joint

Committee For Learning Desability (NJCLD) yang dikutip Munawir Yusuf

(1997:6):

Kesulitan belajar menunjuk pada sekelompok kesulitan yang dimanifestasikan dalam bentuk kesulitan yang nyata dalam kemahiran dan penggunaan kemampuan mendengar, bercakap-cakap, membaca, menulis, menalar, atau kemampuan dalam bidang studi matematika.

Kesulitan belajar membaca sering disebut juga diseksi (dyslexia).

Perkataan disleksia berasal dari bahasa Yunani yang berarti ”kesulitan

membaca” (Mulyono Abdurrahman, 2003: 204). Menurut Mercer yang dikutip

Mulyono Abdurrahman (2003: 204), bahwa disleksia sebagai suatu sindroma

kesulitan dalam mempelajari komponen-komponen kata dan kalimat,

mengintegrasikan komponen-komponen kata dan kalimat, dan dalam belajar

segala sesuatu yang berkenaan dengan waktu, arah, dan masa.

Ada dua tipe disleksia, ialah disleksia auditoris dan disleksia visual

(Munawir Yusuf, 1997: 14) dengan gejala-gejala sebagai berikut:

Gejala disleksia auditoris adalah :

1) Kesulitan dalam diskriminasi auditoris dan presepsi sehingga mengalami

kesulitan dalam analisis fonetik.

2) Kesulitan analisis dan sintesis auditoris. Gangguan ini dapat menyebabkan

kesulitan membaca dan mengeja.

Page 45: S K R I P S I - CORE · 2013-07-22 · sebelum perbaikan dengan siklus 1 dan siklus 2. Dari penelitian tindakan kelas yang telah ... Tujuan berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

29

3) Kesulitan re-auditoris bunyi atau kata. Bila diberi huruf tidak dapat

mengingat bunyi huruf atau kata tersebut, atau kalau melihat kata tidak

dapat mengungkapkannya walaupun mengerti arti kata tersebut.

4) Membaca dalam hati lebih baik dari membaca lisan.

5) Kadang-kadang disertai dengan gangguan auditoris.

6) Anak cenderung melakukan aktivitas visual.

Gejala diseleksia visual adalah:

1) Tendensi terbalik

2) Kesulitan diskriminasi, mengacaukan huruf atau kata yang mirip

3) Kesulitan mengikuti dan mengingat urutan visual. Bila diberi huruf cetak

atau menyusun kata mengalami kesulitan. Misal kata ibu menjadi ubi atau

iub

4) Memori visual terganggu

5) Kecepatan persepsi lambat

6) Kesulitan analisis dan sintesis visual

7) Hasil tes membaca buruk

8) Biasanya lebih baik dalam kemampuan aktivitas auditorik.

Menurut Mulyono Abdurrahman (2003: 206), anak-anak berkesulitan

belajar membaca permulaan mengalami berbagai kesalahan dalam membaca

sebagai berikut:

1) Penghilangan kata atau huruf

2) Penyelipan kata

3) Penggantian kata

4) Pengucapan kata salah dan makna berbeda

5) Pengucapan kata salah tetapi makna sama

6) Pengucapan makna salah dan tidak bermakna

7) Pengucapan kata dengan bantuan guru

8) Pengulangan

9) Pembalikan kata

10) Pembalikan huruf

11) Kurang memperhatikan tanda baca

Page 46: S K R I P S I - CORE · 2013-07-22 · sebelum perbaikan dengan siklus 1 dan siklus 2. Dari penelitian tindakan kelas yang telah ... Tujuan berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

30

12) Pembetulan sendiri

13) Ragu-ragu dan

14) Tersendat-sendat.

Berdasarkan pengertian kesulitan belajar dan membaca di atas maka

dapat disimpulkan bahwa kesulitan belajar membaca adalah suatu keadaan

yang menunjukkan bahwa dalam aktifitas auditif dan visual untuk memperoleh

makna dari simbol berupa huruf dan kata atau melihat serta memahami isi dari

apa yang tertulis (dengan melesankan atau hanya dalam hati) siswa mengalami

kesulitan. Sebagai akibatnya adalah siswa kesulitan mencapai hasil belajar

membaca atau tujuan pembelajaran sesuai dengan ketentuan yang telah

ditetapkan.

e. Faktor yang mempengaruhi kesulitan belajar membaca

Tujuan membaca, tentu saja berkaitan erat dengan motivasi dalam

membaca dan minat terhadap materi bacaan. Jika motivasi dan minat sangat

rendah atau bahkan sama sekali tidak ada, menetapkan tujuan yang jelas sering

kali tidak menciptakan motivasi dan meningkatkan minat baca, walaupun

sedikit, kehadirannya sangat berarti.

Kemampuan membaca dipengaruhi oleh beberapa faktor. Faktor-faktor yang ada dalam diri pembaca meliputi kemampuan linguistik (kebahasaan), minat, motivasi, dan kumpulan membaca (seberapa baik pembaca dapat membaca), sedangkan faktor dari luar diri pembaca salah satunya adalah faktor kesiapan guru dalam pembelajaran (Johnson dan Pearson dalam Darmiyati Zuhdi, 2007:23-24).”

Ketepatan guru dalam mendiagnosis hal-hal yang diduga sebagai faktor

yang mempengaruhi kemampuan siswa seperti yang penulis uraikan tersebut di

atas dapat menjadi petunjuk bagi guru bahasa Indonesia menangani

permasalahan dalam pengajaran membaca. Pembaca yang efektif

menggunakan berbagai strategi membaca yang sesuai dengan teks dan konteks

dalam rangka mengkonstruk makna ketika membaca.

Mengenai berbagai faktor penentuan kemampuan membaca, menurut

Yap yang dikutip Darmiyati Zuchdi (2007:25), bahwa:

Page 47: S K R I P S I - CORE · 2013-07-22 · sebelum perbaikan dengan siklus 1 dan siklus 2. Dari penelitian tindakan kelas yang telah ... Tujuan berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

31

Kemampuan membaca seseorang sangat ditentukan oleh faktor kuantitas membacanya, maksudnya adalah kemampuan membaca seseorang itu sangat dipengaruhi oleh jumlah waktu yang digunakan untuk melakukan aktivitas membaca. Semakin bayak waktu membaca setiap hari, besar kemungkinan semakin tinggi tingkat komprehensinya atau semakin mudah memahami bacaan.

Menurut Zaenal Alimin (2008: 44), kemampuan membaca dapat

dipengaruh oleh beberapa faktor sebagai berikut:

Membaca permulaan merupakan keterampilan memahami symbol bahasa atau tanda-tanda baca. Cepat lambatnya pemahaman terhadap symbol atau tanda-tanda baca tadi akan banyak bergantung pada metode yang digunakan. Namun demikian keterampilan itu biasanya mencakup sekurang-kurangnya pada empat aspek yaitu; a) mengenal huruf (Latter indintification), b) peleburan bunyi ( Sound blanding), c) membaca kata (Word Attack), dan d) membaca kalimat (Understanding). Membaca permulaan pada dasarnya merupakan suatu proses di dalam membunyikan simbol bahasa, apakah itu huruf, suku-kata, kata atau kalimat. Kesadaran akan lambang bahasa tadi dengan bunyi dari lambang yang dibaca memiliki kaitan yang sangat erat dalam membaca permulaan.

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa banyak faktor yang

mempengaruhi perkembangan kemampuan membaca baik itu faktor instrinsik

maupun faktor ekstrinsik. Bagi anak tunagrahita faktor instrinsik berupa

kemampuan psikologis antara lain tingkat intelegensi yang rendah,

kemampuan koordinasi motorik lambat, bicara lambat dan daya ingat yang

rendah perlu diperhatikan dengan merangsang kemampuannya berupa

stimulus dari luar.

f. Asesmen kesulitan membaca

Menurut Sunardi (1997: 11) ”Asesmen informal yang dapat digunakan

mengukur kemampuan prestasi belajar membaca ada lima, yaitu: observasi

guru, daftar kata bergradasi, inventori membaca informal, prosedur Cloze dan

tes berdasarkan kurikulum.”

Penjelasan dari lima asesmen informal prestasi belajar membaca adalah

sebagai berikut:

Page 48: S K R I P S I - CORE · 2013-07-22 · sebelum perbaikan dengan siklus 1 dan siklus 2. Dari penelitian tindakan kelas yang telah ... Tujuan berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

32

1) Observasi guru

Observasi pengumpulan informasi harian secara teliti yang

dilakukan oleh guru terhadap siswa berkesulitan belajar membaca baik

dalam pembelajaran membaca, membaca bersuara, mengerjakan tugas di

kelas, mengerjakan ulangan harian, dan kegiatan rekreatif.

2) Daftar kata bergradasi

Daftar kata bergradasi adalah susunan kata secara teratur mulai dari

yang mudah dibaca sampai ke yang sulit dibaca.

3) Inventori Membaca Informal

Infentori membaca informal adalah beberapa bacaan informal yang

masing-masing terdiri dari 50 kata sampai 200 kata yang diurutkan dari

materi yang paling rendah (mudah) ke materi yang lebih tinggi (sulit).

Materi tersebut belum pernah dibaca siswa.

4) Prosedur Cloze

Prosedur cloze adalah bacaan informal yang terdiri dari lebih kurang

250 kata. Kalimat pertama dan terakhir dibiarkan utuh. Mulai kalimat

kedua, ada beberapa kata yang dihilangkan. Siswa diminta untuk

melengkapi kata yang hilang tersebut.

5) Tes berdasarkan kurikulum

Tes berdasarkan kurikulum adalah suatu ulangan yang bertujuan

untuk mengukur ketercapaian tujuan pembelajaran khusus setiap pokok

bahasan.

B. Kerangka Berfikir

Berdasarkan kajian teori yang telah diuraikan diatas maka kerangka

berfikir dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

Bahwa anak yang berkesulitan belajar kemampuan dalam membaca sangat

rendah. Untuk meningkatkan kemampuan membaca anak tersebut diperlukan cara

yang tepat dan sesuai. Media kartu huruf merupakan salah satu media untuk

memotivasi minat belajar membaca anak berkesulitan belajar.

Page 49: S K R I P S I - CORE · 2013-07-22 · sebelum perbaikan dengan siklus 1 dan siklus 2. Dari penelitian tindakan kelas yang telah ... Tujuan berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

33

Sehubungan dengan hal tersebut diduga pembelajaran dengan

menggunakan media kartu huruf dapat meningkatkan kemampuan membaca pada

anak berkesulitan belajar Bahasa Indonesia pada SDN 04 Bejen Karanganyar.

Secara sederhana bagan kerangka berfikir tersebut dapat digambarkan

dalam bentuk bagan sebagai berikut:

uru

Bagan 2.1. Kerangka Pemikiran

C. Perumusan Hipotesis

Berdasarkan kerangka pemikiran yang telah diuraikan di atas maka dapat

dirumuskan hipotesis sebagai berikut:

Melalui penggunaan media kartu huruf dapat meningkatkan kemampuan

membaca bagi anak yang berkesulitan belajar Bahasa Indonesia pada kelas II SD

Negeri 04 Bejen Kabupaten Karanganyar tahun pelajaran 2010/2011.

Kondisi awal

Tindakan

Kondisi akhir

Kemampuan membaca ABK SDN 04 Bejen

sebelum menggunakan media kartu huruf rendah

Guru menggunakan media kartu huruf

kemampuan membaca anak yang berkesulitan

belajar Bahasa Indonesia meningkat

Page 50: S K R I P S I - CORE · 2013-07-22 · sebelum perbaikan dengan siklus 1 dan siklus 2. Dari penelitian tindakan kelas yang telah ... Tujuan berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

34

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Setting dan Waktu Penelitian

Penelitian ini memilih setting di kelas II SD Negeri 04 Bejen Kabupaten

Karanganyar tahun pelajaran 2010/2011. Pemilihan setting ini dengan

pertimbangan sebagai berikut:

1. SD Negeri 04 Bejen Karanganyar merupakan sekolah yang melayani

pendidikan untuk inklusi.

2. Sekolah ini mengharapkan adanya upaya memaksimalkan kemampuan

kognitif peningkatan prestasi belajar ABK.

3. Penelitian mengenai penggunaan media kartu huruf untuk meningkatkan

kemampuan membaca belum banyak dilakukan.

Perlakuan dilaksanakan di ruang khusus tapi masih di lingkungan sekolah

untuk menjaga situasi pembelajaran tetap alami seperti pelajaran sehari-hari.

Penelitian ini dilaksanakan dengan rincian sebagai berikut:

Tabel 3.1. Jadwal Kegiatan Penelitian.

Bulan – Minggu Juni Juli Agustus September Oktober No. U r a i a n

1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 Pembuatan Proposal

2 Perijinan penulisan sripsi dan penulisan Bab I-III

3 Persetujuan Bab I-III

4 Perijinan Penelitian

5 Pelaksanaan Penelitian

6 Penulisan Bab IV-V

34

Page 51: S K R I P S I - CORE · 2013-07-22 · sebelum perbaikan dengan siklus 1 dan siklus 2. Dari penelitian tindakan kelas yang telah ... Tujuan berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

35

B. Subyek Penelitian

Dalam penelitian tindakan kelas diperlukan subyek penelitian yang

menjadi sumber data yang diamati oleh peneliti. Subyek penelitian menurut

Suharsimi Arikunto (2006: 89) adalah ”keadaan atau orang, variabel melekat yang

dipermasalahkan.” Penentuan subyek dalam penelitian ini menggunakan teknik

purposive yaitu, subyek dipilih berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tertentu

dan juga dengan tujuan tertentu. Pertimbangan-pertimbangan yang digunakan

dalam penentuan subyek adalah sebagai berikut:

1. Subyek adalah anak berkebutuhan khusus dengan kondisi kesulitan dalam

belajar di SD Negeri 04 Bejen Karanganyar kelas II.

2. Subyek masih dalam tahap awal belajar.

3. Subyek mengalami kesulitan dalam bidang membaca-menulis.

Berdasarkan pertimbangan tersebut, diperoleh 5 orang anak sebagai

subyek penelitian yang terdiri dari 3 anak laki-laki dan 2 anak perempuan.

C. Data dan Sumber Data

Dalam penelitian ini data yang berupa data kesulitan belajar membaca.

Sumber data kesuitan belajar siswa kelas II SD Negeri 04 Bejen Kabupaten

Karanganyar tahun pelajaran 2010/2011 pada penelitian ini dari informan, arsip

atau dokumen dan tempat dan peristiwa. Informan yang dimaksud adalah dari

wali kelas tentang anak berkebutuhan khusus. Baik itu tentang data diri anak

maupun tentang prestasi mereka. Arsip dan dokumen digunakan untuk

mengetahui daftar anak dan progres atau kemajuan anak. Tempat dan peristiwa

berupa kegiatan belajar dan bermain anak.

D. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data merupakan hal yang sangat penting dan harus

diperhatikan oleh peneliti dalam melaksanakan penelitian, karena hal ini

merupakan sesuatu yang paling mendasar guna keberhasilan suatu penelitian

dapat tercapai.

Page 52: S K R I P S I - CORE · 2013-07-22 · sebelum perbaikan dengan siklus 1 dan siklus 2. Dari penelitian tindakan kelas yang telah ... Tujuan berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

36

Penelitian, di samping perlu menggunakan metode yang tepat, juga perlu

memilih teknik dan alat pengumpulan data yang relevan. Penggunaan teknik dan

alat pengumpul data yang tepat memungkinkan diperolehnya data yang objektif.

Di bawah ini akan diuraikan teknik penelitian yang digunakan dalam penelitian

sebagai cara yang ditempuh untuk mengumpulkan data yang dilakukan secara

terencana dan sistematis untuk pemecahan masalah.

Berorientasi pada judul penelitian maka metode yang akan penulis

gunakan dalam penelitian tindakan kelas ini dengan metode observasi,

dokumentasi, dan tes.

1. Observasi

a. Pengertian Observasi

Observasi memiliki beberapa pengertian yang berbeda antara satu

dengan yang lain, yang pada dasarnya memiliki prinsip yang sama. Dari

beberapa literatur diperoleh penjelasan sebagai berikut:

“Metode observasi adalah metode pengumpulan data dengan

pengamatan secara langsung mengenal fenomena-fenomena dan gejala psikis

maupun psikologi dengan pencatatan. Format yang disusun berisi item-item

tentang kejadian atau tingkah laku yang digambarkan akan terjadi” (Suharsimi

Arikunto, 2006: 229). Menurut Supardi (2008: 127), “observasi adalah

kegiatan pengamatan (pengambilan data) untuk memotret seberapa jauh efek

tindakan telah mencapai sasaran.”

Dari kedua pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa observasi

adalah kegiatan pengamatan (pengambilan data) secara langsung mengenal

fenomena-fenomena dan gejala psikis maupun psikologi dengan pencatatan

untuk memotret seberapa jauh efek tindakan telah mencapai sasaran.

b. Macam-macam Observasi

Observasi ini dilakukan untuk mengamati secara langsung proses dan

dampak pembelajaran yang diperlukan untuk menata langkah-langkah

perbaikan agar lebih efektif dan efisien. Dalam melakukan observasi proses,

Page 53: S K R I P S I - CORE · 2013-07-22 · sebelum perbaikan dengan siklus 1 dan siklus 2. Dari penelitian tindakan kelas yang telah ... Tujuan berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

37

menurut Retno Winarni (2009: 84-85) ada 4 metode observasi yaitu: a)

observasi terbuka, b) observasi terfokus, c) observasi terstruktur, dan d)

observasi sistematik.

1) Observasi Terbuka

Pengamat tidak menggunakan lembar observasi, melainkan hanya

menggunakan kertas kosong merekam pelajaran yang diamati.

2) Observasi Terfokus

Ditujukan untuk mengamati aspek-aspek tertentu dari pembelajaran.

Misalnya: yang diamati kesempatan bagi siswa untuk berpartisipasi.

3) Observasi Terstruktur

Observasi menggunakan instrumen yang terstruktur dan siap pakai,

sehingga pengamat hanya tinggal membubuhkan tanda (√) pada tempat

yang disediakan.

4) Observasi Sistematik

Observasi sistematik lebih rinci dalam kategori yang diamati. Misalnya

dalam pemberian penguatan, data dikategorikan menjadi penguatan verbal

dan nonverbal.

c. Observasi yang Digunakan

Dalam penelitian in digunakan observasi terstruktur, dimana observasi

menggunakan instrumen yang terstruktur dan siap pakai, sehingga pengamat

hanya tinggal membubuhkan tanda (√) pada tempat yang disediakan pada

lembar pengamatan aktivitas guru dan aktivitas siswa dalam pembelajaran

membaca permulaan melalui metode drill. Alasan digunakan observasi

terstruktur adalah untuk mempermudah observer melakukan pengamatan dan

observasi tertruktur sesuai dengan masalah yang diteliti.

2. Dokumentasi

a. Pengertian dokumentasi.

Dokumentasi memiliki beberapa pengertian yang berbeda antara satu

dengan yang lain, yang pada dasarnya memiliki prinsip yang sama. Dari

beberapa literatur diperoleh penjelasan sebagai berikut:

Page 54: S K R I P S I - CORE · 2013-07-22 · sebelum perbaikan dengan siklus 1 dan siklus 2. Dari penelitian tindakan kelas yang telah ... Tujuan berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

38

Menurut Suharsimi Arikunto (2006: 200) “dokumentasi yaitu data

mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan, notulen, legger, agenda,

dsb”. Menurut Margono (2009: 161), “dokumentasi adalah cara pengumpulan

data melalui peninggalan tertulis seperti arsip-arsip dan termasuk juga buku-

buku pentang pendapat, teori, dalil, atau hukum-hukum dan lain-lain yang

berhubungan dengan masalah penelitian.”

Dari kedua pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa dokumentasi

adalah cara pengumpulan data mengenai hal-hal atau variabel melalui

peninggalan tertulis seperti arsip-arsip dan termasuk juga buku-buku tentang

pendapat, teori, dalil, catatan, notuler, legger, agenda, atau hukum-hukum dan

lain-lain yang berhubungan dengan masalah penelitian

b. Dokumentasi yang digunakan.

Dalam penelitian ini, dokumentasi digunakan untuk memperoleh data

tentang kemampuan awal membaca siswa yang diambil dari nilai ulangan

kelas II SD Negeri Bejen 04.

3. Wawancara

a. Pengertian wawancara.

Pengertian wawancara yang diperoleh dari beberapa literatur dapat

dijelaskan sebagai berikut:

““Wawancara adalah alat pengumpul informasi dengan cara mengajukan sejumlah pertanyaan secara lisan untuk dijawab secara lisan pula” (Margono, 2009: 165). Sedangkan pengertian wawancara menurut Masri Singarimbun dan Sofian Effendi (2005: 192), “Wawancara adalah mendapatkan informasi dengan cara bertanya langsung kepada responden”.

Dari kedua pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa wawancara

adalah alat pengumpul informasi dengan cara bertanya langsung kepada

responden sejumlah pertanyaan secara lisan untuk dijawab secara lisan pula.

b. Jenis-jenis Wawancara.

Syarat penting dalam pengumpulan data melalui wawancara adalah

jenis wawancara yang akan digunakan oleh peneliti.

Page 55: S K R I P S I - CORE · 2013-07-22 · sebelum perbaikan dengan siklus 1 dan siklus 2. Dari penelitian tindakan kelas yang telah ... Tujuan berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

39

Menurut Margono (2009: 167), jenis wawancara ada dua macam, yaitu

“wawancara berstruktur dan wawancara tak terstruktur”. Dari kedua jenis

wawancara tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:

1) Wawancara berstruktur

Dalam interviu berstruktur, pertanyaan dan alternatif jawaban yang

diberikan kepada interviewer telah ditetapkan terlebih dahulu. Keuntungan

pendekatan ini adalah bahwa pendekatan ini telah dibabukan. Karena itu,

jawabannya dapat dengan mudah dikelompokkan dan dianalisis.

2) Wawancara tak terstruktur

Interviu ini leih besifat informal. Pertanyaan-pertanyaan tentang pandangan

hidup, sikap, keyakinan subjek, atau tentang keterangan lainnya dapat

diajukan secara bebas kepada subjek. Interviu seperti ini bersifat luwes dan

baisanya direncanakan agar sesuai dengan subjek dan suasana pada saat

interviu dilaksanakan.

c. Wawancara yang digunakan.

Dalam penelitian ini digunakan metode wawancara tak terstruktur

untuk memperoleh data tentang tanggapan siswa terhadap penerapan media

kartu huruf dapat meningkatkan kemampuan membaca dalam mata pelajaran

bahasa Indonesia siswa Kelas II SD Negeri Bejen 04.

4. Tes

a. Pengertian Tes

Untuk memperoleh data kemampuan mambaca diperlukan tes, agar

peneliti dapat pengetahui kemampuan membaca siswa yang mengalami

kesulitan belajar membaca setelah dalam pembelajaran menggunakan kartu

huruf.

“Tes adalah sekumpulan pertanyaan yang harus dijawab dan/atau tugas

yang harus dikerjakan” (Saifuddin Azwar, 2001: 2). Menurut Suharsimi

Arikunto (2006:138) tes adalah “Serentetan pertanyaan atau latihan atau alat

lain yang digunakan untuk mengukur keterampilan, pengetahuan, intelegensi,

kemampuan atau bakat yang dimiliki individu atau kelompok”.

Page 56: S K R I P S I - CORE · 2013-07-22 · sebelum perbaikan dengan siklus 1 dan siklus 2. Dari penelitian tindakan kelas yang telah ... Tujuan berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

40

Dari pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa tes adalah suatu alat

yang dipergunakan untuk mengukur keterampilan, pengetahuan, intelegensi,

kemampuan atau bakat, berujud pertanyaan yang harus dijawab oleh siswa

baik secara individu atau kelompok.

b. Macam-macam Tes

Tes terdiri dari bermacam-macam. Macam-macam tes antara lain

sebagai berikut: 1) Tes benar salah, 2) Tes pilihan ganda, 3) Tes menjodohkan,

4) Tes isian atau melengkapi, 5) Tes jawaban singkat (Suharsimi Arikunto,

2006:139).

c. Tes yang Digunakan

Setelah dilaksanakan tindakan, siswa dites dengan menggunakan soal

lesan dan tulisan yang menitikberatkan pada segi penerapan pada akhir

pembelajaran setiap siklus. Hasil setiap siklus dianalisis secara deskriptif untuk

mengetahui keefektifan tindakan dengan jalan melihat kembali (merujuk

silang) pada indikator keberhasilan yang telah ditentukan.

E. Validitas Data

Data yang telah berhasil dikumpulkan oleh peneliti dan akan dijadikan

data dalam penelitian ini perlu diperiksa validitasnya sehingga data validitas

tersebut dapat dipertanggungjawabkan dan dapat dijadikan sebagai dasar yang

kuat dalam menarik kesimpulan. Kegiatan ini dinamakan melakukan validasi data.

Adapun pengertiannya, “validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan

tingkat kevalidan atau kesahihan sesuatu instrumen. Suatu instrumen yang valid

atau sahih mempunyai validitas tinggi. Sebaliknya instrumen yang kurang valid

berarti memiliki validitas rendah” (Suharsimi Arikunto, 2006: 144-145).

Sebuah data penelitian dapat dikatakan valid apabila dapat mengungkap

dari variabel yang diteliti secara tepat. Tinggi rendahnya validitas data dapat

diketahui sejauh mana data yang terkumpul tidak menyimpang dari gambaran

validitas yang dimaksud.

Teknik yang digunakan untuk memeriksa validitas data antara lain adalah

triangulasi. Triangulasi adalah teknik pemeriksaan validitas data dengan

Page 57: S K R I P S I - CORE · 2013-07-22 · sebelum perbaikan dengan siklus 1 dan siklus 2. Dari penelitian tindakan kelas yang telah ... Tujuan berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

41

memanfaatkan sarana di luar data itu untuk keperluan pengecekan atau

pembandingan data itu (Moelong dalam Sarwiji Suwandi, 2008: 69).

Validitas data yang digunakan antara lain dengan triangulasi sumber data

dan triangulasi metode pengumpulan data. Dalam penelitian ini teknik triangulasi

untuk mengetahui kesulitan yang dihadapi siswa dalam kemampuan bicara bahasa

Indonesia dan faktor penyebabnya. Untuk itu peneliti membandingkan data hasil

penelitian dari berbagai metode antara lain dengan tes, observasi dan

dokumentasi. Triangulasi data dilakukan dengan cara :

1. Cross checking, peneliti melakukan pengecekan (checking) antara hasil

metode pengumpulan data yang diperoleh melalui tes, observasi dan

dokumentasi dengan memadukan hasil ketiganya. Dalam hal ini bertujuan

memperoleh informasi yang benar dan meyakinkan.

2. Cek ricek, yaitu pengulangan kembali data yang diperoleh melalui berbagai

sumber data, waktu, maupun metode dan informasi serta tempat memperoleh

data (setting)

F. Analisis Penelitian

Analisis hasil pembelajaran meliputi hasil penelitian dari tes yang

diperoleh pada penelitian tindakan kelas siklus I dan siklus II. Data berupa hasil

tes membaca berupa skor tingkat kemampuan siswa dalam membaca permulaan.

Data berupa hasil tes klasifikasikan sebagai data kuantitatif. Data tersebut

dianalisis secara diskriptif komparatif, yakni dengan membandingkan nilai tes

antara siklus. Yang dianalisis adalah hasil nilai tes siswa setelah menggunakan

kartu huruf dan kartu gambar sehingga hasilnya dapat mencapai batas

keberhasilan yang ditetapkan.

G. Indikator Penelitian

Indikator pencapaian dalam penelitian ini ditetapkan, nilai kemampuan

membaca permulaan 60,00 atau lebih sebagai batas tuntas pembelajaran

kemampuan membaca permulaan dan dicapai minimal 80% dari seluruh siswa.

Page 58: S K R I P S I - CORE · 2013-07-22 · sebelum perbaikan dengan siklus 1 dan siklus 2. Dari penelitian tindakan kelas yang telah ... Tujuan berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

42

Penetapan indikator pencapaian ini disesuaikan dengan kondisi sekolah, seperti

batas minimal nilai yang dicapai dan ketuntasan belajar tergantung pada guru

kelas yang secara empiris tahu betul keadaan murid-murid di kelasnya (sesuai

dengan KTSP ).

H. Prosedur Penelitian

Dalam penelitian ini peneliti menggunakan model penelitian tindakan

melalui empat tahapan yang lazim dilalui, yaitu:

1. Perencanaan atau planning.

2. Tindakan atau acting.

3. Pengamatan atau observing.

4. Refleksi atau reflecting (Suharsimi Arikunto, 2006: 16).

Langkah – langkah tersebut dapat digambar dalam bentuk bagan sebagai berikut :

Tindakan

Perencanaan Pengamatan

Refleksi

Bagan 3.1. Model Dasar Penelitian Tindakan Kelas

Kurt Lewin dalam Suhasimi Arikunto (2007: 16)

Model Kurt Lewin yang terdiri dari empat komponen tersebut kemudian

dikembangkan oleh Kemmis dan Mc Taggart. Kedua ahli ini memandang

komponen sebagai langkah dalam siklus, sehingga mereka menyatukan dua

komponen yang kedua dan ketiga, yaitu tindakan dan pengamatan sebagai suatu

kesatuan. Hasil dari pengamatan ini kemudian dijadikan dasar sebagai langkah

berikutnya, yaitu refleksi kemudian disusun sebuah modifikasi yang dalam bentuk

rangkaian tindakan dan pengamatan lagi.

Page 59: S K R I P S I - CORE · 2013-07-22 · sebelum perbaikan dengan siklus 1 dan siklus 2. Dari penelitian tindakan kelas yang telah ... Tujuan berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

43

Prosedur penelitian tindakan kelas ini terdiri dari 2 siklus. Tiap siklus

dilaksanakan sesuai dengan perubahan yang ingin dicapai. Untuk melihat

kemampuan membaca permulaan dilakukan tes. Hasil tes sebagai dasar unutk

menentukan tindakan yang tepat dalam rangka meningkatkan kemampuan

membaca permulaan.

Tabel 3.2. Prosedur Penelitian.

1. Persiapan

2. Diskripsi awal Masalah dan kesulitan awal

3 Penyusunan Rencana Tindakan

a. Merencanakan pembelajaran yang akan ditetapkan dalam proses pembelajaran.

b. Menentukan pokok bahasan. c. Mengembangkan skenario

pembelajaran. d. Menyiapkan sumber belajar. e. Mengembangkan faktor evaluasi. f. Mengembangkan faktor observasi.

4 Pelaksanaan Tindakan Menerapkan tindakan mengacu pada skenario pembelajaran.

Siklus I

5 Pengamatan Melakukan observasi dengan memakai format observasi.

6 Evaluasi / Refleksi a. Melakukan evaluasi tindakan yang telah dilakukan.

b. Melakukan pertemuan untuk mem-bahas hasil evaluasi tentang skenario pembelajaran.

c. Memperbaiki pelaksanaan tindakan sesuai hasil evaluasi, untuk digunakan siklus berikutnya.

d. Evaluasi tindakan I. 7 Perencanaan dan

penyempurnaan tindakan

a. Atas dasar hasil siklus I, dilakukan penyempurnaan tindakan.

b. Pengamatan program tindakan II 8 Tindakan Pelaksanaan program tindakan II

Siklus II

9 Pengamatan Pengumpulan data tindakan II

10 Evaluasi / Refleksi Evaluasi tindakan II ( berdasarkan indikator pencapaian )

Kesimpulan