REVISI UU KN DAN UPAYA SINERGITAS PERENCANAAN DAN ...

download REVISI UU KN DAN UPAYA SINERGITAS PERENCANAAN DAN ...

of 20

  • date post

    14-Jan-2017
  • Category

    Documents

  • view

    216
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of REVISI UU KN DAN UPAYA SINERGITAS PERENCANAAN DAN ...

  • REGHI PERDANA, SH, LLM

    STAF KEMENTERIAN PPN/BAPPENAS

  • OUTLINE PAPARAN

    ARTI PENTING SINERGITAS PERNCANAAN DAN

    PENGANGGARAN

    KONDISI SAAT INI DAN CONTOH FAKTUAL

    SEBAB

    REGULASI SAAT INI

    SARAN PERBAIKAN

  • PERENCANAAN

    Perencanaan adalah suatu proses untuk menentukan tindakan masa depan yang tepat, melalui urutan pilihan, dengan memperhitungkan sumber daya yang tersedia

    ARTI PENTING SINERGITAS

    PENGANGGARAN

    Pasal 23 ayat (1) UUD 45

    APBN sebagai wujud dari pengelolaan keuangan negara ditetapkan setiap tahun dengan UU dan dilaksanakan secara terbuka dan bertanggung jawab untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

  • PLANNING LEAD THE WAY (Dr. Anggito Abimanyu)

    PERENCANAAN TANPA PENGANGGARAN = MIMPI

    PENGANGGARAN TANPA PERENCANAAN = INEFISIENSI BELANJA NEGARA + TIDAK EFEKTIFNYA PENCAPAIAN TUJUAN NEGARA

    SINERGITAS PERENCANAAN DAN PENGANGGARAN

  • 5

    PENG - ANGGARAN

    LEGAL COMPLIENCE

    REGULASI

    PEREN-CANAAN

    ?

    ?

    Kondisi Saat Ini

  • CONTOH FAKTUAL

    Penelitian Rini Octaviani (UNAND, 2008) memetakan konsistensi perencanaan dan penganggaran Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah di Kabupaten Solok Selatan. Hasil penelitian tersebut menyimpulkan bahwa

    Hanya 60% APBD sinkron dengan Renja Dinas Pendidikan bidang Pendidikan Dasar; dan

    Hanya 25% APBD sinkron dengan Renja Dinas Pendidikan bidang Pendidikan Menengah.

  • PROGRAM PELAYANAN DAN BANTUAN HUKUM DEVIASI TUJUAN CAPAIAN RKP 2009

    60%

    0%

    40%

    DEVIASITUJUAN PROGRAM-

    KEGIATAN RKP

    Mendukung

    Tidak Jelas

    Tidak Mendukung

    33%

    25%

    42%

    DEVIASITUJUAN PROGRAM-KEGIATAN RKAKL

    Mendukung

    Tidak Jelas

    Tidak Mendukung

    30%

    15%55%

    DEVIASITUJUAN PROGRAM-

    CAPAIAN RKP

    Mendukung

    Tidak Jelas

    Tidak Mendukung

    CONTOH FAKTUAL

    Sumber :

    Budiman Soedarsono, SH, MA

    Dit. Analisa Peraturan Perundang-Undangan Kementerian PPN/Bappenas

  • EVALUASI ORGANISASI (2009)

    Perencanaan dan penganggaran belum sinergi dan belum

    konsisten implementasinya

  • BEBERAPA SEBAB

    Di tingkat pusat fungsi koordinasi penyusunan perencanaan pembangunan nasional ada di Kementerian PPN/Bappenas, sedangkan fungsi penganggaran ada di Kementerian Keuangan Keuangan. Apapun yang direncanakan, keputusan akhir ada di anggaran (Dr. Anggito Abimanyu, FGD di Jogjakarta 14 July 2011 )

    Tata cara pelaksanaan perencanaan dan penganggaran belum jadi satu kesatuan yang sistemik serta diatur dalam banyak peraturan yang terpisah bahkan di antaranya ada yang bertentangan (Dr. Darminto, SH, LLM/FH UNDIP, Rizang Wrihatnolo, S.Sos, MA/BAPPENAS FGD Jakarta 19 Mei 2011)

  • ALUR PERENCANAAN DAN PENGANGGARAN

    RPJM

    Daerah

    RPJP

    Daerah

    RKP RPJM Nasional

    RPJP

    Nasional

    RKP

    Daerah

    Renstra

    KL

    Renja -

    KL

    Renstra

    SKPD

    Renja -

    SKPD

    RAPBN

    RAPBD

    RKA-KL

    RKA - SKPD

    APBN

    Rincian APBN

    APBD

    Rincian APBD

    Diacu

    Pedoman Dijabar kan

    Pedoman

    Pedoman

    Pedoman

    Pedoman

    Pedoman

    Diperhatikan

    Dijabarkan

    Pedoman

    Pedoman

    Pedoman

    Pedoman

    Diacu

    Diacu

    Diserasikan melalui Musrenbang

    UU SPPN

    Pem

    erintah

    Pu

    sat

    Pem

    erintah

    Daerah

    UU KN

  • (1) APBN disusun sesuai dengan kebutuhan penyelenggaraan pemerintahan negara dan kemampuan dalam menghimpun pendapatan negara.

    (2) Penyusunan Rancangan APBN sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) berpedoman kepada rencana kerja Pemerintah dalam rangka mewujudkan tercapainya tujuan bernegara

    Berpedoman?

    rencana kerja

    Pemerintah = RKP?

    Pasal 25 UU 25/2004

    RKP menjadi pedoman penyusunan RAPBN

  • (1) Dalam rangka penyusunan rancangan APBN, menteri/ pimpinan lembaga selaku pengguna anggaran/pengguna barang menyusun rencana kerja dan anggaran kementerian negara/lembaga tahun berikutnya.

    (2) Rencana kerja dan anggaran sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) disusun berdasarkan prestasi kerja yang akan dicapai

    (3) Rencana kerja dan anggaran sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) disertai dengan prakiraan belanja untuk tahun berikutnya setelah tahun anggaran yang sedang disusun

    (4) Rencana kerja dan anggaran dimaksud dalam ayat (1) disampaikan kepada Dewan Perwakilan Rakyat untuk dibahas dalam pembicaraan pendahuluan rancangan APBN

    (5) Hasil pembahasan rencana kerja dan anggaran disampaikan kepada Menteri Keuangan sebagai bahan penyusunan rancangan undang-undang tentang APBN tahun berikutnya

    (6) Ketentuan lebih lanjut mengenai penyusunan rencana kerja dan anggaran kementerian negara/lembaga diatur dengan Peraturan Pemerintah

    RKA-KL merujuk Renja-K/L + RKP?

    Pembahasan dgn DPR melibatkan instansi perencana?

  • Pasal 6 ayat (1) & (2)

    Presiden selaku Kepala Pemerintahan memegang kekuasaan pengelolaan keuangan negara sebagai bagian dari kekuasaan pemerintahan. Kekuasaan tersebut dikuasakan kepada Menteri Keuangan

    Pasal 8

    Dalam rangka pelaksanaan kekuasaan atas pengelolaan fiskal, Menteri Keuangan mempunyai tugas menyusun rancangan APBN dan rancangan Perubahan APBN

    Pasal 15

    1) Pemerintah Pusat mengajukan Rancangan Undang-undang tentang APBN, disertai nota keuangan dan dokumen-dokumen pendukungnya kepada Dewan Perwakilan Rakyat pada bulan Agustus tahun sebelumnya.

    2) Pembahasan Rancangan Undang-undang tentang APBN dilakukan sesuai dengan undang-undang yang mengatur susunan dan kedudukan Dewan Perwakilan Rakyat.

    3) Dewan Perwakilan Rakyat dapat mengajukan usul yang mengakibatkan perubahan jumlah penerimaan dan pengeluaran dalam Rancangan Undang-undang tentang APBN.

    4) Pengambilan keputusan oleh Dewan Perwakilan Rakyat mengenai Rancangan Undang-undang tentang APBN dilakukan selambat-lambatnya 2 (dua) bulan sebelum tahun anggaran yang bersangkutan dilaksanakan.

    5) APBN yang disetujui oleh DPR terinci sampai dengan unit organisasi, fungsi, program, kegiatan, dan jenis belanja.

    Di mana fungsi perencanaan dan

    dokumen perencanaan ?

  • Wakil Direktur Lembaga Penelitian, Pendidikan, dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) Sudar D Atmanto Sering kali karena egosektoral, maka proyek

    pemerintah tumpang-tindih. Sudah begitu, tiada pengawasan saat sejumlah uang dialokasikan ke kementerian tertentu.

    Semua kewenangan, mulai dari perencanaan hingga sinkronisasi, kini di Kementerian Keuangan. Bappenas hanya berperan dalam koridor besar untuk mengawal rencana pembangunan jangka menengah yang masih di awang-awang

    Kalau dulu Bappenas berwenang untuk menghentikan sementara penyaluran dana pembangunan ke daerah, sekarang tak dapat lagi.

    (KOMPAS, 19 maret 2011)

  • Ketua Dewan Guru Besar Fakultas Ekonomi UI Profesor Prijono Tjiptoherijanto

    kini kewenangan perencanaan memang di tangan Kementerian Keuangan. Jadi Musrenbang seolah seremoni belaka. Namun bagaimana lagi, undang-undang telah menyurutkan wewenang Bappenas.

    bilamana dipandang perlu, DPR perlu didekati supaya melakukan revisi atas Undang-Undang Keuangan Negara.

    (KOMPAS, 19 maret 2011)

  • ISU USULAN PASAL YG DIUBAH

    Memperjelas makna RKP

    Perlu diperjelas definisi RKP dalam UU 17/2003. Definisi RKP tersebut harus sama dengan definisi RKP dalam UU 25/2004

    Pasal 1 UU 17/2003 ditambah dengan definisi RKP Pasal 12 ayat (2), phrase rencana kerja Pemerintah diubah menjadi RKP

    Fungsi Perencanaan Pembangunan

    Proses penyusunan APBN/APBD dalam UU 17/2003 belum memperhatikan fungsi perencanaan pembangunan sebagai bagian dari siklus penyusunan APBN/APBD

    Perlu memasukan fungsi perencanaan pembangunan sebagai bagian dalam siklus penyusunan APBN/APBD dalam Bab III dan Bab IV

  • ISU USULAN PASAL YG DIUBAH

    Peran lembaga perencanaan dalam penyusunan APBN/APBD

    Dalam rangka sinergitas perencanaan dan penganggaran perlu diperjelas peran lembaga perencanaan dalam penyusunan APBN/APBD

    Dalam Penjelasan Pasal 8 perlu dijelaskan bahwa Penyusun APBN dilaksanakan oleh Menteri Keuangan bersama dengan Kementerian yang bertanggungjawab di bidang perencanaan pembangunan Dalam Penjelasan Pasal 10 ayat (2) perlu dijelaskan bahwa Penyusun APBD dilaksanakan oleh Pejabat Pengelola Keuangan Daerah bersama dengan Satuan Kerja Perangkat Daerah yang bertanggungjawab di bidang perencanaan pembangunan

  • CURRICULUM VITAE

    Nama : Reghi Perdana, SH, LLM

    Telepon : +62 21 3926252 (office hours)

    +62 21 815 988 1095

    Email : reghiperdana@yahoo.com

    reghiperdana@bappenas.go.id

    Pendidikan : Master of Law Majoring in Law & Economics Utrecht

    University, the Netherlands, 2003-2004

    Bachelor of Law Majoring in Commercial Law Airlangga

    University, Surabaya 1994-1998

    Kantor : Biro Hukum Bappenas

    Jl. Taman Suropati 2 Jakarta

    mailto:reghiperdana@yahoo.commailto:reghiperdana@bappenas.go.id

  • TERIMA KASIH