RENCANA TATA RUANG (RTR) PULAU SUMATERA · PDF file1 rancangan peraturan presiden republik...

of 83 /83
RANCANGAN PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA (NOMOR: .......... TAHUN: ..........) TENTANG RENCANA TATA RUANG (RTR) PULAU SUMATERA Edisi : Desember 2005 BADAN KOORDINASI TATA RUANG NASIONAL SEKRETARIAT TIM TEKNIS: DIREKTORAT JENDERAL PENATAAN RUANG D E P A R T E M E N P E K E R J A A N U M U M

Embed Size (px)

Transcript of RENCANA TATA RUANG (RTR) PULAU SUMATERA · PDF file1 rancangan peraturan presiden republik...

Page 1: RENCANA TATA RUANG (RTR) PULAU SUMATERA · PDF file1 rancangan peraturan presiden republik indonesia nomor ..... tahun ..... tentang rencana tata ruang (rtr) pulau sumatera presiden

RANCANGAN

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

(NOMOR: .......... TAHUN: ..........)

TENTANG

RENCANA TATA RUANG (RTR)

PULAU SUMATERA

Edisi : Desember 2005

BADAN KOORDINASI TATA RUANG NASIONAL SEKRETARIAT TIM TEKNIS: DIREKTORAT JENDERAL PENATAAN RUANG

D E P A R T E M E N P E K E R J A A N U M U M

Page 2: RENCANA TATA RUANG (RTR) PULAU SUMATERA · PDF file1 rancangan peraturan presiden republik indonesia nomor ..... tahun ..... tentang rencana tata ruang (rtr) pulau sumatera presiden

1

RANCANGAN

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

NOMOR ..... TAHUN .....

TENTANG

RENCANA TATA RUANG (RTR) PULAU SUMATERA

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Menimbang: a. bahwa dalam rangka melaksanakan Pasal 65 Peraturan Pemerintah

Nomor 47 Tahun 1997 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional

dan untuk mengoperasionalkan Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional

ke dalam rencana pemanfaatan ruang di Pulau Sumatera perlu

ditetapkan pengaturan lebih lanjut mengenai perwujudan struktur dan

pola pemanfaatan ruang nasional di Pulau Sumatera;

b. bahwa untuk mewujudkan struktur dan pola pemanfaatan ruang

nasional di Pulau Sumatera perlu ditetapkan kebijakan dan strategi

pemanfaatan ruang di Pulau Sumatera agar dapat menjamin

keterpaduan pembangunan lintas wilayah dan lintas sektor;

c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada butir a

dan b, maka perlu ditetapkan Rencana Tata Ruang Pulau Sumatera yang

diatur dengan Peraturan Presiden;

Mengingat: 1. Pasal 4 ayat (1) Undang-Undang Dasar 1945;

2. Undang-Undang Nomor 24 Tahun 1956 tentang Pembentukan Daerah

Otonom Propinsi Aceh dan Perubahan Peraturan Pembentukan Propinsi

Sumatera Utara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1956 Nomor

64, Tambahan Lembaran Negara nomor 1103);

3. Undang-Undang Nomor 61 Tahun 1958 tentang Penetapan Undang-Undang

Darurat Nomor 19 Tahun 1957 tentang Pembentukan Daerah-Daerah

Swatantra Tingkat I Sumatera Barat, Jambi dan Riau (Lembaran Negara

Republik Indonesia Tahun 1958 Nomor 112, Tambahan Lembaran Negara

nomor 1646);

4. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1959 tentang Penetapan Peraturan

Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 3 Tahun 1950 tentang

Pembentukan Daerah Tingkat I Sumatera Selatan dan Undang-Undang

Darurat Nomor 16 Tahun 1956 tentang Peraturan Pemerintah Pengganti

Undang-Undang Darurat Nomor 3 Tahun 1950.

Page 3: RENCANA TATA RUANG (RTR) PULAU SUMATERA · PDF file1 rancangan peraturan presiden republik indonesia nomor ..... tahun ..... tentang rencana tata ruang (rtr) pulau sumatera presiden

2

5. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1964 tentang Penetapan Peraturan

Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 3 Tahun 1964 tentang

Pembentukan Daerah Tingkat I Lampung dengan mengubah Undang-

Undang Nomor 25 Tahun 1959 tentang Pembentukan Daerah Tingkat I

Sumatera Selatan.

6. Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1967 tentang Pembentukan Propinsi

Bengkulu (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1967 Nomor 19,

Tambahan Lembaran Negara nomor 2828).

7. Undang-Undang Nomor 24 Tahun 1992 tentang Penataan Ruang (Lembaran

Negara Republik Indonesia Tahun 1992 Nomor 115, Tambahan Lembaran

Negara nomor 3501);

8. Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2000 tentang Pembentukan Provinsi

Kepulauan Bangka Belitung (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun

2000 Nomor 217, Tambahan Lembaran Negara nomor 4033);

9. Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus bagi

Provinsi Daerah Istimewa Aceh sebagai Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam

(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2001 Nomor 114, Tambahan

Lembaran Negara Nomor 4134).

10. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2002 tentang Pembentukan Provinsi

Kepulauan Riau;

11. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah

(Lembaran Negara Republik Indonesia tahun 2004 Nomor 125, Tambahan

Lembaran Negara Nomor 4437);

12. Peraturan Pemerintah tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional

(Pengganti Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 1997);

13. Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2000 tentang Kewenangan

Pemerintah dan Kewenangan Provinsi sebagai Daerah Otonom (Lembaran

Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 54, Tambahan Lembaran

Negara Nomor 3952);

Page 4: RENCANA TATA RUANG (RTR) PULAU SUMATERA · PDF file1 rancangan peraturan presiden republik indonesia nomor ..... tahun ..... tentang rencana tata ruang (rtr) pulau sumatera presiden

3

MEMUTUSKAN:

Menetapkan : PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA TENTANG RENCANA TATA

RUANG (RTR) PULAU SUMATERA

BAB I

KETENTUAN UMUM

Bagian Pertama

Pengertian

Pasal 1

Dalam Peraturan Presiden ini yang dimaksud dengan:

1. Rencana Tata Ruang Pulau yang selanjutnya disingkat RTR Pulau adalah hasil

perencanaan tata ruang pada wilayah pulau/kepulauan yang terbentuk dari kesatuan

wilayah geografis beserta segenap unsur terkait padanya yang batas-batasnya

ditentukan berdasarkan aspek administratif dan/atau aspek fungsionalnya.

2. Pulau Sumatera kesatuan fungsional wilayah geografis dan ekosistem yang mencakup

wilayah darat, laut dan udara yang menjadi bagian dari Provinsi Nanggroe Aceh

Darussalam, Provinsi Sumatera Utara, Provinsi Riau, Provinsi Kepulauan Riau, Provinsi

Sumatera Barat, Provinsi Sumatera Selatan, Provinsi Jambi, Provinsi Bengkulu, Provinsi

Lampung, dan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menurut Undang-Undang

pembentukannya.

3. Ruang Lintas Wilayah adalah bagian ruang wilayah nasional yang perencanaannya,

pemanfaatannya dan pengendalian pemanfaatan ruangnya diselenggarakan dengan

memperhatikan kesatuan fungsional wilayah yang tidak dibatasi oleh batas-batas

administrasi wilayah provinsi, kabupaten dan kota.

4. Ruang Lintas Sektor adalah bagian ruang wilayah nasional yang proses

perencanaannya, pemanfaatannya, dan pengendalian pemanfaatan ruangnya

diselenggarakan oleh lebih dari satu sektor secara terpadu.

5. Ekosistem adalah tatanan unsur lingkungan hidup yang merupakan kesatuan utuh,

menyeluruh dan saling mempengaruhi dalam membentuk keseimbangan, stabilitas, dan

produktivitas lingkungan hidup.

6. Daya dukung lingkungan hidup adalah kemampuan lingkungan hidup untuk mendukung

perikehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya.

7. Hutan Produksi adalah kawasan hutan yang mempunyai fungsi pokok memproduksi

hasil hutan.

8. Hutan Lindung adalah kawasan hutan dengan ciri khas tertentu, yang mempunyai

fungsi pokok sebagai perlindungan sistem penyangga kehidupan untuk mengatur tata

Page 5: RENCANA TATA RUANG (RTR) PULAU SUMATERA · PDF file1 rancangan peraturan presiden republik indonesia nomor ..... tahun ..... tentang rencana tata ruang (rtr) pulau sumatera presiden

4

air, mencegah banjir, mengendalikan erosi, mencegah intrusi air laut, dan memelihara

kesuburan tanah.

9. Hutan Konservasi adalah kawasan hutan dengan ciri khas tertentu, yang mempunyai

fungsi pokok pengawetan keanekaragaman tumbuhan dan satwa serta ekosistemnya.

10. Kawasan Suaka Alam adalah kawasan dengan ciri khas tertentu, baik di darat maupun

di perairan yang mempunyai fungsi pokok sebagai kawasan pengawetan

keanekaragaman tumbuhan dan satwa serta ekosistemnya yang juga berfungsi sebagai

wilayah sistem penyangga kehidupan.

11. Cagar Alam yang selanjutnya disingkat CA adalah kawasan suaka alam yang karena

keadaan alamnya mempunyai kekhasan tumbuhan, satwa, dan ekosistemnya atau

ekosistem tertentu yang perlu dilindungi dan perkembangannya berlangsung secara

alami.

12. Suaka Margasatwa yang selanjutnya disingkat SM adalah kawasan suaka alam yang

mempunyai ciri khas berupa keanekaragaman dan/atau keunikan jenis satwa yang

untuk kelangsungan hidupnya dapat dilakukan pembinaan terhadap habitatnya.

13. Kawasan Pelestarian Alam adalah kawasan dengan ciri khas tertentu, baik di darat

maupun di perairan yang mempunyai fungsi perlindungan sistem penyangga kehidupan,

pengawetan keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa, serta pemanfaatan secara

lestari sumber daya alam hayati dan ekosistemnya.

14. Taman Nasional yang selanjutnya disingkat TN adalah kawasan pelestarian alam yang

mempunyai ekosistem asli, dikelola dengan sistem zonasi yang dimanfaatkan untuk

tujuan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, menunjang budidaya, pariwisata,

dan rekreasi.

15. Taman Nasional Laut yang selanjutnya disingkat TNL adalah habitat biota perairan

yang memiliki satu atau beberapa ekosistem yang kondisi alam secara fisik tidak

mengalami perubahan, serta mempunyai arti untuk kepentingan ilmu pengetahuan.

16. Taman Hutan Raya yang selanjutnya disingkat THR adalah kawasan pelestarian alam

untuk tujuan koleksi tumbuhan dan/atau satwa yang alami atau buatan, jenis asli dan

atau bukan asli, yang dimanfaatkan bagi kepentingan penelitian, ilmu pengetahuan,

pendidikan, menunjang budidaya, budaya, pariwisata, dan rekreasi.

17. Taman Wisata Alam yang selanjutnya disingkat TWA adalah kawasan pelestarian alam

yang terutama dimanfaatkan untuk pariwisata dan rekreasi alam.

18. Taman Buru adalah kawasan hutan yang ditetapkan sebagai tempat wisata berburu.

19. Kawasan Andalan adalah bagian dari kawasan budidaya yang berperan mendorong

pertumbuhan ekonomi bagi kawasan tersebut dan kawasan di sekitarnya.

20. Kawasan Perbatasan Negara adalah bagian dari wilayah provinsi yang secara geografis

berbatasan langsung dengan wilayah negara tetangga, baik terletak di daratan, di

lautan, dan di udara.

Page 6: RENCANA TATA RUANG (RTR) PULAU SUMATERA · PDF file1 rancangan peraturan presiden republik indonesia nomor ..... tahun ..... tentang rencana tata ruang (rtr) pulau sumatera presiden

5

21. Alur Laut Kepulauan Indonesia yang selanjutnya disebut ALKI adalah alur laut yang

ditetapkan sebagai alur untuk pelaksanaan Hak Lintas Alur Laut berdasarkan konvensi

hukum laut internasional.

22. Wilayah Sungai adalah kesatuan wilayah pengelolaan sumberdaya air dalam satu atau

lebih daerah aliran sungai dan atau pulau-pulau kecil yang luasnya kurang atau sama

dengan 2.000 km2.

23. Daerah Aliran Sungai adalah suatu wilayah daratan yang merupakan satu kesatuan

dengan sungai dan anak-anak sungainya yang berfungsi menampung air yang berasal

dari curah hujan, menyimpan dan mengalirkannya ke danau atau laut secara alamiah

yang batasnya di darat merupakan pemisah topografi, sedang di laut sampai dengan

daerah perairan yang masih terpengaruh aktivitas daratan.

24. Pusat Kegiatan Nasional yang selanjutnya disingkat PKN adalah kota yang mempunyai

potensi sebagai pintu gerbang ke kawasan-kawasan internasional, pusat ekonomi

perkotaan (jasa dan industri) nasional dan simpul transportasi yang melayani nasional

dan atau beberapa provinsi

25. Pusat Kegiatan Wilayah yang selanjutnya disingkat PKW adalah kota sebagai pusat

ekonomi perkotaan (jasa dan industri) regional dan simpul transportasi yang melayani

provinsi dan atau beberapa kabupaten

26. Pusat Kegiatan Lokal yang selanjutnya disingkat PKL adalah kota sebagai pusat

ekonomi perkotaan (jasa dan industri) lokal dan simpul transportasi yang melayani

kabupaten dan atau beberapa kecamatan.

27. Pusat Kegiatan Strategis Nasional yang yang selanjutnya disingkat PKSN adalah pusat

permukiman yang berfungsi sebagai beranda depan negara, pintu gerbang

internasional, dan pusat niaga dan industri pengolahan yang terletak di kawasan

perbatasan negara Negara Bagian Semenanjung Malaysia-Malaysia dan SIngapura.

28. Pusat Pelayanan Primer adalah kota atau kawasan perkotaan yang memiliki tingkat

kelengkapan prasarana wilayah tertinggi, yang dapat mendukung peran kota atau

kawasan perkotaan untuk menjadi simpul utama jasa distribusi dan pengumpul

kegiatan ekonomi wilayah yang melayani wilayah pulau dan/atau antar pulau.

29. Pusat Pelayanan Sekunder adalah kota yang memiliki tingkat kelengkapan prasarana

wilayah sedang, yang dapat mendukung peran kota untuk menjadi simpul utama jasa

distribusi dan pengumpul kegiatan ekonomi wilayah yang melayani beberapa bagian

wilayah pulau.

30. Pusat Pelayanan Tersier adalah kota yang memiliki tingkat kelengkapan prasarana

wilayah terendah, yang dapat mendukung peran kota untuk menjadi simpul utama jasa

distribusi dan pengumpul kegiatan ekonomi wilayah yang melayani bagian wilayah

pulau secara terbatas.

31. Perangkat Insentif adalah pengaturan yang bertujuan memberikan rangsangan

terhadap kegiatan yang sejalan dengan tujuan rencana tata ruang.

32. Perangkat disinsentif adalah pengaturan yang bertujuan membatasi pertumbuhan atau

mengurangi kegiatan yang tidak sejalan dengan tujuan rencana tata ruang.

Page 7: RENCANA TATA RUANG (RTR) PULAU SUMATERA · PDF file1 rancangan peraturan presiden republik indonesia nomor ..... tahun ..... tentang rencana tata ruang (rtr) pulau sumatera presiden

6

33. Pemerintah Pusat adalah perangkat Negara Kesatuan Republik Indonesia yang terdiri

dari Presiden beserta para Menteri.

34. Menteri adalah menteri yang bertugas mengkoordinasikan penataan ruang.

35. Pemerintah Daerah adalah sebagaimana dimaksud dalam peraturan perundang-

undangan.

36. Wilayah Administrasi adalah wilayah kerja Gubernur selaku wakil pemerintah.

37. Aturan Pemintakatan atau Zoning Regulation adalah ketentuan pengaturan zonasi dan

penerapannya ke dalam pemanfaatan lahan, yang menjadi acuan prosedur

pengendalian pemanfaatan ruang kota.

38. Terminal Penumpang Tipe A adalah terminal penumpang yang berfungsi melayani

kendaraan umum untuk angkutan antar-kota antar-provinsi dan/atau angkutan lintas

batas negara, angkutan antar kota dalam provinsi (AKDP), angkutan kota dan angkutan

perdesaan.

39. Sarana Bantu Navigasi Pelayaran yang selanjutnya disingkat SBNP merupakan

prasarana keselamatan pelayaran, seperti menara suar, rambu suar, stasiun radio

pantai, dan sebagainya, yang memerlukan lahan (ruang) tertentu dan di beberapa

wilayah berada di luar lingkungan pelabuhan seperti pulau-pulau kecil, karang laut,

dan pesisir pantai yang sekaligus berfungsi sebagai penanda bagi wilayah teritorial

Indonesia di darat maupun di laut.

Bagian Kedua

Tujuan dan Sasaran

Pasal 2

(1) Tujuan diberlakukannya Peraturan Presiden ini adalah untuk:

Menetapkan RTR Pulau Sumatera dalam rangka operasionalisasi Rencana Tata Ruang

Wilayah Nasional.

a. mengatur tata laksana perwujudan Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional di Pulau

Sumatera sebagai landasan hukum yang mengikat bagi pemerintah dan pemerintah

daerah, sesuai dengan tugas, fungsi dan kewenangannya;

b. mengarahkan pengembangan Pulau Sumatera secara terpadu sebagai kesatuan

kegiatan sosial, ekonomi dan budaya dengan memperhatikan potensi, karakteristik

dan daya dukung lingkungannya;

c. menciptakan keseimbangan pemanfaatan ruang antara kawasan berfungsi lindung

dan budidaya dalam satu ekosistem pulau dan perairannya;

d. meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelaksanaan pembangunan lintas sektor dan

lintas wilayah provinsi yang konsisten dengan kebijakan nasional yang

memayunginya;

e. memulihkan daya dukung lingkungan untuk mencegah terjadinya bencana yang

lebih besar dan menjamin keberlanjutan pembangunan.

Page 8: RENCANA TATA RUANG (RTR) PULAU SUMATERA · PDF file1 rancangan peraturan presiden republik indonesia nomor ..... tahun ..... tentang rencana tata ruang (rtr) pulau sumatera presiden

7

(2) Sasaran Peraturan Presiden tentang RTR Pulau Sumatera adalah:

a. tersedianya landasan hukum yang mengikat bagi pemerintah dan pemerintah

daerah sesuai tugas dan fungsi kewenangannya dalam mengoperasionalkan RTRWN

di Pulau Sumatera;

b. terarahnya pengembangan pulau Sumatera secara lebih terpadu dan sinergis

sebagai kesatuan kegiatan sosial, ekonomi, dan budaya dengan memperhatikan

potensi, karakteristik dan daya dukung lingkungannya;

c. terlaksananya pembangunan lintas sektor dan lintas provinsi secara lebih efektif

dan efisien serta konsisten dengan kebijakan nasional yang memayunginya;

d. tersedianya landasan pencapaian keterpaduan dan kerjasama pembangunan lintas

wilayah provinsi dan lintas sektor guna mewujudkan struktur dan pola pemanfaatan

ruang yang optimal;

e. tersedianya acuan penyelesaian konflik pemanfaatan ruang lintas sektor dan lintas

wilayah provinsi.

Bagian Ketiga

Peran dan Fungsi RTR Pulau Sumatera

Pasal 3

RTR Pulau Sumatera berperan sebagai alat untuk menyinergikan aspek-aspek yang menjadi

kepentingan Nasional yang direncanakan dalam Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional

dengan aspek-aspek yang menjadi kepentingan daerah yang direncanakan dalam RTRW

Provinsi dan RTRW Kabupaten/Kota.

Pasal 4

RTR Pulau Sumatera ini berlaku sebagai dasar untuk:

a. keterpaduan pemanfaatan ruang lintas wilayah Provinsi, Kabupaten dan Kota di Pulau

Sumatera;

b. penyusunan rencana tata ruang wilayah provinsi, kabupaten, dan kota;

c. perumusan program pembangunan dan pengembangan kawasan di Pulau Sumatera yang

dilaksanakan oleh Pemerintah, Pemerintah Daerah dan masyarakat;

d. pengendalian pemanfaatan ruang yang diselenggarakan di seluruh Pulau Sumatera.

Pasal 5

RTR Pulau Sumatera berfungsi untuk memberikan dasar pencapaian keterpaduan,

keserasian dan keterkaitan ruang lintas wilayah provinsi dan lintas sektor sebagai suatu

kesatuan dalam rangka mengoptimalkan pemanfaatan ruang.

Page 9: RENCANA TATA RUANG (RTR) PULAU SUMATERA · PDF file1 rancangan peraturan presiden republik indonesia nomor ..... tahun ..... tentang rencana tata ruang (rtr) pulau sumatera presiden

8

BAB II

RENCANA TATA RUANG PULAU SUMATERA

Bagian Pertama

Umum

Pasal 6

(1) RTR Pulau Sumatera merupakan penjabaran struktur dan pola pemanfaatan ruang

wilayah nasional ke dalam kebijaksanaan dan strategi pemanfaatan ruang Pulau

Sumatera.

(2) RTR Pulau Sumatera sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) digambarkan pada peta

dengan tingkat ketelitian minimal berskala 1 : 500.000, sebagaimana tercantum dalam

Lampiran I yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Presiden ini.

Pasal 7

RTR Pulau Sumatera disusun berdasarkan kebijaksanaan berikut:

a. memantapkan interaksi antar-kawasan pesisir timur, kawasan tengah, dan kawasan

pesisir barat Sumatera melalui pengembangan sistem jaringan transportasi darat,

laut, dan transportasi udara lintas Sumatera yang handal;

b. mendorong berfungsinya pusat-pusat permukiman perkotaan sebagai pusat pelayanan

jasa koleksi dan distribusi di Pulau Sumatera;

c. mengembangkan akses bagi daerah terisolir dan pulau-pulau kecil di pesisir barat dan

timur Sumatera sebagai sentra produksi perikanan, pariwisata, minyak dan gas bumi

ke pusat kegiatan industri pengolahan serta pusat pemasaran lintas pulau dan lintas

negara;

d. mempertahankan kawasan lindung sekurang-kurangnya 40% dari luas Pulau Sumatera

dalam rangka mengurangi resiko dampak bencana lingkungan yang dapat mengancam

keselamatan masyarakat dan asset-asset sosial-ekonominya yang berbentuk prasarana,

pusat permukiman maupun kawasan budidaya;

e. mengembangkan komoditas unggulan wilayah yang memiliki daya saing tinggi melalui

kerjasama lintas sektor dan lintas wilayah provinsi dalam pengelolaan dan

pemasarannya dalam rangka mendorong kemandirian akses ke pasar global dengan

mengurangi ketergantungan pada negara-negara tetangga;

f. menghindari konflik pemanfaatan ruang pada kawasan perbatasan lintas wilayah

meliputi lintas wilayah provinsi, lintas wilayah kabupaten dan kota;

g. mempertahankan dan melestarikan budaya lokal dari pengaruh negatif globalisasi dan

liberalisasi perdagangan dunia;

h. memantapkan keterkaitan antara kawasan andalan, kawasan budidaya lainnya,

berikut kota-kota pusat-pusat kegiatan didalamnya dengan kawasan-kawasan dan

pusat-pusat pertumbuhan antar pulau di wilayah nasional, serta dengan pusat-pusat

Page 10: RENCANA TATA RUANG (RTR) PULAU SUMATERA · PDF file1 rancangan peraturan presiden republik indonesia nomor ..... tahun ..... tentang rencana tata ruang (rtr) pulau sumatera presiden

9

pertumbuhan di kawasan sub-regional ASEAN, Asia Pasifik dan kawasan internasional

lainnya.

Bagian Kedua

Rencana Struktur dan Pola Pemanfaatan Ruang

Pasal 8

Struktur ruang Pulau Sumatera merupakan struktur ruang sebagaimana tercantum dalam

Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional sebagaimana dapat dilihat pada Lampiran I yang

merupakan bagian tak terpisahkan dari Peraturan Presiden ini.

Pasal 9

Pola pemanfaatan ruang Pulau Sumatera merupakan pola pemanfaatan ruang sebagaimana

tercantum dalam Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional sebagaimana dapat dilihat pada

Lampiran I yang merupakan bagian tak terpisahkan dari Peraturan Presiden ini.

BAB III

STRATEGI PEMANFAATAN RUANG

Bagian Pertama

Umum

Pasal 10

(1) Strategi pemanfaatan ruang Pulau Sumatera sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6,

diwujudkan dalam RTR Pulau Sumatera yang berisi:

a. strategi pengembangan struktur ruang;

b. strategi pengelolaan pola pemanfaatan ruang.

(2) Strategi pengembangan struktur ruang sebagaimana dimaksud pada Ayat (1) huruf a

mencakup:

a. strategi pengembangan sistem pusat permukiman;

b. strategi pengembangan sistem jaringan prasarana wilayah.

(3) Strategi pengelolaan pola pemanfaatan ruang sebagaimana dimaksud pada Ayat (1)

huruf b mencakup:

a. strategi pengelolaan ruang kawasan lindung;

b. strategi pengelolaan ruang kawasan budidaya.

Pasal 11

(1) Strategi perwujudan rencana tata ruang dituangkan dalam indikasi program

pembangunan.

Page 11: RENCANA TATA RUANG (RTR) PULAU SUMATERA · PDF file1 rancangan peraturan presiden republik indonesia nomor ..... tahun ..... tentang rencana tata ruang (rtr) pulau sumatera presiden

10

(2) Indikasi program pembangunan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) menurut prioritas

penanganannya diklasifikasikan ke dalam indikasi program pembangunan prioritas

tinggi, prioritas sedang, dan prioritas rendah.

(3) Indikasi program pembangunan prioritas tinggi sebagaimana dimaksud pada ayat (2)

dilaksanakan dalam jangka waktu 5 (lima) tahun pertama.

(4) Indikasi program pembangunan prioritas sedang dan prioritas rendah sebagaimana

dimaksud pada ayat (2) dapat dilaksanakan setelah jangka waktu 5 (lima) tahun

pertama.

Bagian Kedua

Strategi Pengembangan Sistem Pusat Permukiman

Pasal 12

(1) Pengembangan sistem pusat permukiman di Pulau Sumatera sebagaimana dimaksud

dalam Pasal 10 ayat (2) huruf a ditekankan pada terbentuknya fungsi dan hirarki

pusat permukiman sesuai Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional.

(2) Sistem pusat permukiman sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi PKN, PKW

dan PKL sebagai satu kesatuan sistem yang berhirarki.

(3) Dalam rangka mendorong pengembangan kawasan perbatasan negara, dikembangkan

PKSN.

Pasal 13

Pengembangan PKN di Pulau Sumatera sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12 ayat (2) dan

ayat (2) meliputi upaya untuk:

a. mendorong pengembangan kota Lhokseumawe, Dumai dan Batam di wilayah Timur dan

kota Padang di wilayah Barat sebagai pusat pelayanan primer;

b. mengendalikan pengembangan kawasan perkotaan Medan-Binjai-Deli Serdang, Bandar

Lampung dsk, dan Palembang dsk, sebagai pusat pelayanan primer yang sesuai dengan

daya dukung lingkungannya;

c. mendorong pengembangan kota Pekanbaru dan Jambi sebagai pusat pelayanan

sekunder.

Pasal 14

Pengembangan PKW di Pulau Sumatera sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12 ayat (2)

meliputi upaya untuk:

a. mendorong pengembangan kota-kota Takengon, Banda Aceh, Sidikalang, Tebingtinggi,

Pematang Siantar, Balige, Rantau Prapat, Kisaran, Padang Sidempuan, Pariaman,

Page 12: RENCANA TATA RUANG (RTR) PULAU SUMATERA · PDF file1 rancangan peraturan presiden republik indonesia nomor ..... tahun ..... tentang rencana tata ruang (rtr) pulau sumatera presiden

11

Bagan Siapiapi, Bangkinang, Bengkalis, Tembilahan, Siak Sri Indrapura, Rengat,

Tanjung Balai Karimun, Pasir Pangarayan, Tanjung Pinang, Taluk Kuantan, Terempa,

Daik Lingga, Dabo/Singkep, Muara Bulian, Sarolangun, Muara Bungo, Kuala Tungkal,

Muara Enim, Lahat, Kayuagung, Sekayu, Pangkalpinang, Muntok, Tanjung Pandan,

Manggar, Manna, Muko Muko, Baturaja, Prabumulih, Metro, Kalianda, Menggala, Kota

Agung, dan Kotabumi;

b. mengendalikan pengembangan kota-kota Sabang, Meulaboh, Langsa, Sibolga, Gunung

Sitoli, Muarasiberut, Sawahlunto, Bukittinggi, Lubuk Linggau, Bengkulu dan Liwa

sebagai pusat pelayanan sekunder sesuai dengan daya dukung lingkungannya.

Pasal 15

(1) PKL di Pulau Sumatera ditetapkan melalui Peraturan Daerah Provinsi berdasarkan

usulan Pemerintah Kabupaten/Kota dengan kriteria sebagaimana ditetapkan dalam

RTRWN.

(2) Pengembangan kota-kota PKL merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari

pengembangan sistem pusat permukiman di Pulau Sumatera.

Pasal 16

Pengembangan PKSN sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12 ayat (3) di kawasan

perbatasan negara merupakan upaya untuk mendorong pengembangan Kota Sabang,

Medan, Tanjung Balai, Dumai, Batam, Ranai, dan Tanjung Pinang.

Pasal 17

Pengembangan PKN, PKW dan PKSN sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13, Pasal 14, dan

Pasal 16 dijelaskan secara lebih rinci dalam Lampiran II yang merupakan bagian tidak

terpisahkan dari Peraturan Presiden ini.

Bagian Ketiga

Strategi Pengembangan Sistem Jaringan Prasarana Wilayah

Pasal 18

Strategi Pengembangan jaringan prasarana Pulau Sumatera sebagaimana dimaksud dalam

Pasal 10 ayat (2) huruf b meliputi:

a. strategi Pengembangan Sistem Jaringan Transportasi Darat, yang terdiri dari jaringan

jalan, jaringan jalur kereta api, serta jaringan transportasi sungai, danau, dan

penyeberangan;

b. strategi Pengembangan Sistem Jaringan Transportasi Laut yang terdiri dari jaringan

prasarana dan jaringan pelayanan;

Page 13: RENCANA TATA RUANG (RTR) PULAU SUMATERA · PDF file1 rancangan peraturan presiden republik indonesia nomor ..... tahun ..... tentang rencana tata ruang (rtr) pulau sumatera presiden

12

c. strategi Pengembangan Sistem Jaringan Transportasi Udara yang terdiri dari bandar

udara dan ruang lalu lintas udara;

d. strategi Pengembangan Sistem Jaringan Prasarana Energi dan Tenaga Listrik;

e. strategi Pengembangan Sistem Pengelolaan Sumber Daya Air yang terdiri dari air

permukaan dan air bawah tanah;

f. strategi Pengembangan Sistem Jaringan Prasarana Perkotaan yang terdiri dari sistem

jaringan air bersih, air limbah, drainase, persampahan, jalan kota, dan

telekomunikasi.

Pasal 19

Strategi pengembangan sistem jaringan jalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 18 huruf

a meliputi upaya untuk:

a. membuka akses daerah terisolir dan mengatasi kesenjangan pembangunan antara Pulau

Sumatera bagian barat dan tengah yang relatif tertinggal dengan wilayah bagian Timur

yang relatif berkembang;

b. meningkatkan aksesibilitas dari kawasan-kawasan andalan dan kawasan budidaya

lainnya ke tujuan-tujuan pemasaran, baik ke kawasan ekonomi sub-regional ASEAN,

kawasan Asia Pasifik maupun ke kawasan internasional lainnya;

c. mendukung peningkatan pemanfaatan potensi unggulan wilayah secara optimal, yang

diikuti dengan meningkatnya daya saing produk-produk unggulan di Sumatera;

d. mendukung misi pengembangan Pulau Sumatera untuk pengembangan sistem kota-kota

yang terpadu melalui pengintegrasian pusat-pusat kota di wilayah pesisir, baik industri,

pertambangan, maupun pariwisata serta kota-kota agropolitan, baik kehutanan,

pertanian maupun perkebunan dengan jaringan jalan di Sumatera;

e. mendorong berfungsinya jaringan jalan lintas Pulau Sumatera secara bertahap dengan

urutan prioritas adalah Lintas Timur, Lintas Tengah, dan Lintas Barat, serta jalan-

jalan pengumpan yang menghubungkan jalan-jalan Lintas Sumatera;

f. mewujudkan keterpaduan sistem transportasi wilayah Sumatera Nasional, dan sub-

regional ASEAN;

g. mewujudkan keterpaduan sistem jaringan jalan dengan sistem jaringan transportasi

lainnya;

h. mengembangkan terminal penumpang tipe A sebagai simpul jaringan transportasi

jalan pada kota-kota yang berfungsi sebagai PKN atau kota-kota lain yang memiliki

permintaan tinggi untuk pergerakan penumpang antar-kota antar-provinsi.

Page 14: RENCANA TATA RUANG (RTR) PULAU SUMATERA · PDF file1 rancangan peraturan presiden republik indonesia nomor ..... tahun ..... tentang rencana tata ruang (rtr) pulau sumatera presiden

13

Pasal 20

Strategi pengembangan sistem jaringan kereta api sebagaimana dimaksud dalam Pasal 18

huruf a meliputi upaya untuk:

a. mengembangkan jaringan transportasi kapasitas tinggi untuk angkutan penumpang dan

barang, khususnya untuk produk komoditas berskala besar, berkecepatan tinggi,

berbiaya murah, dengan energi yang rendah;

b. mendukung pengembangan sistem kota-kota di Pulau Sumatera yang terpadu melalui

pengintegrasian kota-kota di wilayah pesisir, baik industri, pertambangan, maupun

pariwisata serta kota-kota agropolitan, baik kehutanan, pertanian maupun

perkebunan.

c. mewujudkan keterpaduan sistem transportasi wilayah Sumatera, Nasional, dan sub-

regional ASEAN.

d. mewujudkan keterpaduan sistem jaringan kereta api dengan sistem jaringan

transportasi lainnya.

e. mengembangkan stasiun kereta api sebagai simpul jaringan jalur kereta api diarahkan

pada kota-kota PKN dan PKW sebagaimana disebutkan dalam Pasal 13 dan Pasal 14.

Pasal 21

Strategi pengembangan jaringan transportasi sungai, danau, dan penyeberangan

sebagaimana dimaksud dalam Pasal 18 huruf a meliputi upaya untuk:

a. memanfaatkan danau, sungai, dan alur penyeberangan yang berpotensi untuk

mendukung pengembangan sistem transportasi Pulau Sumatera;

b. meningkatkan pelayanan simpul-simpul dalam sistem jaringan penyeberangan antar

kabupaten/kota dan antar provinsi di Pulau Sumatera, antara Pulau Sumatera dengan

pulau lainnya, serta antara Pulau Sumatera dengan wilayah negara tetangga;

c. mewujudkan keterpaduan sistem jaringan transportasi sungai, danau, dan

penyeberangan dengan sistem jaringan transportasi lainnya.

Pasal 22

Strategi pengembangan sistem jaringan transportasi laut sebagaimana dimaksud dalam

Pasal 18 huruf b meliputi upaya untuk:

a. meningkatkan aksesibilitas dari kawasan-kawasan andalan dan kawasan budidaya lain

ke tujuan-tujuan pemasaran, baik ke kawasan sub-regional ASEAN, Asia Pasifik,

maupun kawasan internasional lainnya;

b. meningkatkan cakupan pemasaran produk-produk unggulan dengan memanfaatkan

jalur ALKI I dan ALKI IA yang melintasi Selat Malaka, Laut Cina Selatan, dan Laut Jawa;

c. mengembangkan jaringan transportasi laut antar-negara melalui pelabuhan yang

menangani petikemas yang meliputi Pelabuhan Belawan-Medan, Teluk Bayur-Padang,

Balohan-Sabang, Panjang-Bandar Lampung, Palembang, Dumai, dan Batu Ampar-

Batam;

Page 15: RENCANA TATA RUANG (RTR) PULAU SUMATERA · PDF file1 rancangan peraturan presiden republik indonesia nomor ..... tahun ..... tentang rencana tata ruang (rtr) pulau sumatera presiden

14

d. mengembangkan jaringan transportasi laut antar-provinsi, antar-pulau dan antar-

negara dengan memanfaatkan Sarana Bantu Navigasi Pelayaran untuk kelancaran dan

keselamatan pelayaran;

e. menjamin mobilitas dan aksesibilitas seluruh lapisan masyarakat;

f. mengembangkan keterkaitan yang erat dan saling mendukung antara kegiatan

kepelabuhanan dengan kegiatan industri manufaktur, petrokimia, dan/atau industri

pengolahan bahan baku;

g. mengembangkan sistem jaringan transportasi laut antar-negara yang sesuai dengan

kebutuhan ekspor – impor perekonomian, pertahanan negara dan kepentingan nasional

lainnya;

h. mengembangkan sistem jaringan transportasi laut Sumatera sebagaimana secara

terpadu sebagai satu kesatuan sistem transportasi wilayah Sumatera, nasional dan

internasional;

i. mewujudkan keterpaduan sistem jaringan transportasi laut dengan sistem jaringan

transportasi lainnya;

j. mengembangkan jaringan transportasi laut dengan memanfaatkan Alur Laut Pelayaran

yang telah ditetapkan menurut peraturan perundangan yang berlaku.

Pasal 23

Strategi pengembangan sistem jaringan transportasi udara sebagaimana dimaksud dalam

Pasal 18 huruf c adalah:

a. memantapkan fungsi bandar udara pusat penyebaran di Pulau Sumatera dalam rangka

meningkatkan aksesibilitas antar kota dalam lingkup Pulau Sumatera maupun antar

kota dalam lingkup nasional;

b. membuka dan memantapkan jalur-jalur penerbangan internasional antara kota-kota

PKN dengan negara tetangga dan negara-negara pusat pemasaran produksi dan jasa

dari Pulau Sumatera, khususnya ke kawasan sub-regional ASEAN, sesuai dengan

kebutuhan layanan penerbangan komersial;

c. mengembangkan sistem jaringan transportasi udara Sumatera sebagaimana secara

terpadu sebagai satu kesatuan sistem transportasi wilayah Sumatera, nasional dan

internasional;

d. mewujudkan keterpaduan sistem jaringan transportasi udara dengan sistem jaringan

transportasi lainnya;

e. mengembangkan sistem jaringan transportasi udara secara dinamis dengan

memperhatikan tatanan kebandarudaraan nasional.

Pasal 24

Strategi pengembangan sistem jaringan prasarana energi dan tenaga listrik sebagaimana

dimaksud dalam Pasal 18 huruf d meliputi upaya untuk:

Page 16: RENCANA TATA RUANG (RTR) PULAU SUMATERA · PDF file1 rancangan peraturan presiden republik indonesia nomor ..... tahun ..... tentang rencana tata ruang (rtr) pulau sumatera presiden

15

a. mengembangkan sistem jaringan listrik interkoneksi Pulau Sumatera;

b. mengatasi ketidakseimbangan antara pasokan dengan permintaan energi dan tenaga

listrik di Pulau Sumatera, baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang;

c. melayani pusat-pusat permukiman, pusat produksi, dan distribusi dalam kawasan

andalan;

d. mendorong pemanfaatan sumber energi terbarukan meliputi energi biomassa,

mikrohidro, dan panas bumi sebagai alternatif sumber energi masa depan;

e. mengembangkan sistem jaringan energi dan tenaga listrik pada kawasan tertinggal dan

terisolir, termasuk kepulauan dan gugusan pulau-pulau kecil;

f. mengembangkan sistem jaringan prasarana energi dan tenaga listrik yang selaras

dengan pengembangan kawasan budidaya dan pusat-pusat permukiman;

g. mengembangkan sistem jaringan prasarana energi dan tenaga listrik bertegangan tinggi

yang diupayakan untuk menghindari kawasan permukiman perkotaan dan perdesaan

dengan tingkat kepadatan tinggi.

Pasal 25

Strategi pengembangan Sistem Pengelolaan Sumber Daya Air sebagaimana dimaksud dalam

Pasal 18 huruf e meliputi upaya untuk:

a. menjamin kelestarian fungsi sarana dan prasarana sumber daya air melalui

pengamanan kawasan-kawasan tangkapan air;

b. menyediakan prasarana air baku untuk menunjang pengembangan sentra-sentra

pangan, kawasan perkebunan, kawasan permukiman perkotaan, kawasan industri dan

sumber energi tenaga air secara berkelanjutan untuk mendukung pengembangan

kawasan-kawasan andalan dan pusat koleksi-distribusi;

c. menjamin ketersediaan air baku bagi kawasan-kawasan sentra pangan nasional, pusat-

pusat permukiman, kawasan industri, kawasan pariwisata, kawasan budidaya lainnya,

serta pembangkit listrik tenaga air secara berkelanjutan;

d. mempertahankan dan merehabilitasi danau-danau besar untuk mencegah terjadinya

proses pendangkalan;

e. mempertahankan dan merehabilitasi kawasan-kawasan resapan air, khususnya pada

zona resapan tinggi untuk mencegah kekeringan pada musim kemarau dan longsor pada

musim hujan;

f. membatasi eksploitasi air tanah secara tidak terkendali untuk menghindari terjadinya

penurunan muka tanah dan air tanah, serta intrusi air laut;

g. menanggulangi dampak bencana alam yang terkait dengan air, diantaranya banjir,

longsor, dan kekeringan;

h. mengembangkan sistem pengolalaan sumber daya air dengan mengacu pada Pola

Pengelolaan Sumber Daya Air pada Wilayah Sungai dan Rencana Tata Ruang Wilayah.

Page 17: RENCANA TATA RUANG (RTR) PULAU SUMATERA · PDF file1 rancangan peraturan presiden republik indonesia nomor ..... tahun ..... tentang rencana tata ruang (rtr) pulau sumatera presiden

16

Pasal 26

Strategi pengembangan sistem jaringan prasarana perkotaan sebagaimana dimaksud dalam

Pasal 18 huruf f meliputi upaya untuk:

a. menetapkan kawasan-kawasan resapan air sebagai daerah konservasi air tanah

berdasarkan batas-batas cekungan air tanah;

b. meningkatkan kualitas pelayanan prasarana dan sarana dasar perkotaan secara terpadu

dalam rangka memantapkan fungsi kota;

c. mengembangkan kerjasama pengelolaan prasarana dan sarana dasar perkotaan,

khususnya pada kawasan aglomerasi perkotaan;

d. menjamin keberlanjutan pelayanan prasarana dan sarana perkotaan sesuai dengan

tingkat pelayanan yang dibutuhkan oleh penduduk perkotaan;

e. mempertahankan kualitas lingkungan perkotaan dari ancaman pencemaran air, udara,

dan tanah;

f. mengembangkan sistem jaringan prasarana perkotaan dengan memperhatikan kualitas

lingkungan air permukaan, air tanah, udara, tanah dan laut;

g. mengembangkan sistem jaringan prasarana perkotaan dilaksanakan melalui

Penyusunan Rencana Induk Sistem prasarana dan sarana perkotaan secara terpadu yang

mencakup prasarana dan sarana jalan, air bersih, air limbah, drainase, persampahan,

telekomunikasi, energi dan tenaga listrik.

Bagian Keempat

Strategi Pengelolaan Ruang Kawasan Lindung

Pasal 27

Strategi pengelolaan ruang kawasan lindung sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 ayat

(3) huruf a meliputi:

a. strategi pengelolaan ruang pada kawasan yang memberikan perlindungan pada

kawasan bawahannya yang terdiri dari kawasan hutan lindung, kawasan bergambut,

kawasan resapan air, dan kawasan mangrove;

b. strategi pengelolaan ruang pada kawasan yang memberikan perlindungan setempat

yang meliputi sempadan pantai, sempadan sungai, kawasan sekitar danau dan waduk

serta kawasan sekitar mata air;

c. strategi pengelolaan ruang pada kawasan suaka alam, pelestarian alam dan cagar

budaya;

d. strategi pengelolaan ruang pada kawasan rawan bencana lingkungan.

Page 18: RENCANA TATA RUANG (RTR) PULAU SUMATERA · PDF file1 rancangan peraturan presiden republik indonesia nomor ..... tahun ..... tentang rencana tata ruang (rtr) pulau sumatera presiden

17

Pasal 28

Strategi pengelolaan ruang pada kawasan yang memberikan perlindungan pada kawasan

bawahannya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 huruf a adalah:

a. mempertahankan dan merehabilitasi keberadaan hutan lindung sebagai hutan dengan

tutupan vegetasi tetap sebagai pengatur tata air, pencegahan banjir, dan erosi;

b. mempertahankan dan merehabilitasi keberadaan hutan lindung agar kesuburan tanah

pada hutan lindung dan daerah sekitarnya dapat terpelihara;

c. melindungi ekosistem bergambut yang khas serta mengkonservasi cadangan air tanah;

d. memberikan ruang yang memadai bagi peresapan air hujan pada zona-zona resapan air

tanah untuk keperluan penyediaan kebutuhan air tanah dan penanggulangan banjir;

e. mempertahankan dan merehabilitasi kawasan mangrove sebagai ekosistem esensial

pada kawasan pesisir untuk pengendalian pencemaran, perlindungan pantai dari

abrasi, dan menjamin terus berlangsungnya reproduksi biota laut.

Pasal 29

Strategi pengelolaan pemanfaatan ruang pada kawasan yang memberikan perlindungan

setempat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 huruf b adalah:

a. melindungi kawasan pantai dari gangguan kegiatan yang mengganggu kelestarian fungsi

pantai;

b. melindungi sungai dari kegiatan budidaya penduduk yang dapat mengganggu dan/atau

merusak kualitas air sungai, kondisi fisik bantaran sungai dan dasar sungai, serta

mengamankan aliran sungai;

c. melindungi danau/waduk dari kegiatan budidaya yang dapat mengganggu dan/atau

merusak kualitas air danau serta kelestarian fungsi danau/waduk.

Pasal 30

Pemanfaatan ruang pada kawasan suaka alam, pelestarian alam dan cagar budaya

sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 huruf c adalah:

a. melestarikan cagar alam dan cagar alam laut beserta segenap flora dan ekosistem

didalamnya yang tergolong unik dan atau langka sehingga proses alami yang terjadi

senantiasa dalam keadaan stabil;

b. melestarikan suaka margasatwa dengan segenap fauna yang tergolong unik dan atau

langka, serta komunitas biotik dan unsur fisik lingkungan lainnya;

c. melestarikan Taman Nasional dan Taman Nasional Laut dengan segenap kekhasan dan

keindahan ekosistemnya yang penting secara nasional maupun internasional untuk

tujuan keilmuan, pendidikan, dan pariwisata;

d. melestarikan kawasan Taman Hutan Raya dengan segenap kekhasan ekosistemnya;

Page 19: RENCANA TATA RUANG (RTR) PULAU SUMATERA · PDF file1 rancangan peraturan presiden republik indonesia nomor ..... tahun ..... tentang rencana tata ruang (rtr) pulau sumatera presiden

18

e. melestarikan taman wisata, taman wisata laut, dan taman buru dengan segenap

keunikan alam dan ekosistemnya yang alami sehingga dapat dimanfaatkan untuk

kegiatan rekreasi dan pariwisata;

f. melestarikan cagar budaya yang berisikan benda-benda bersejarah peninggalan masa

lalu, dan atau segenap adat istiadat, kebiasaan, tradisi setempat, unsur alam lainnya

yang unik.

Pasal 31

Strategi pengelolaan ruang pada kawasan rawan bencana lingkungan sebagaimana

dimaksud dalam Pasal 27 huruf d meliputi upaya untuk:

a. mengurangi resiko gangguan dan ancaman langsung maupun tidak langsung dari

terjadinya bencana lingkungan;

b. melindungi asset-asset sosial ekonomi masyarakat yang berupa prasarana,

permukiman, dan kawasan budidaya dari gangguan dan ancaman bencana lingkungan;

c. menyelenggarakan tindakan preventif dalam penanganan bencana alam berdasarkan

siklus bencana melalui upaya mitigasi bencana, pengawasan terhadap pelaksanaan

rencana tata ruang, kesiapsiagaan masyarakat yang berada di kawasan rawan bencana,

tanggap darurat, pemulihan dan pembangunan kembali pasca bencana;

d. menyiapkan peta bencana lingkungan perlu dijadikan acuan dalam pengembangan

wilayah provinsi, kabupaten, dan kota;

e. melakukan penelitian dengan tingkat kedalaman yang lebih rinci dalam rangka

penetapan kawasan rawan bencana lingkungan dan wilayah pengaruhnya.

Bagian Kelima

Strategi Pengelolaan Ruang Kawasan Budidaya

Pasal 32

Strategi pengelolaan ruang kawasan budidaya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 ayat

(3) huruf b meliputi:

a. strategi pengelolaan ruang pada kawasan andalan;

b. strategi pengelolaan ruang pada kawasan andalan laut;

c. strategi pengelolaan ruang pada kawasan yang perlu mendapatkan perhatian khusus.

Pasal 33

Strategi pengelolaan ruang pada kawasan andalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 32

huruf a meliputi upaya untuk:

a. mengembangkan kawasan-kawasan andalan lainnya sebagai pusat pertumbuhan

ekonomi wilayah;

Page 20: RENCANA TATA RUANG (RTR) PULAU SUMATERA · PDF file1 rancangan peraturan presiden republik indonesia nomor ..... tahun ..... tentang rencana tata ruang (rtr) pulau sumatera presiden

19

b. memantapkan keterkaitan antar kota sebagai pusat-pusat pertumbuhan ekonomi

kawasan;

c. meningkatkan nilai tambah hasil-hasil produksi kawasan melalui pengembangan

industri maritim, petrokimia, manufaktur, dan agroindustri;

d. meningkatkan intensitas dan perluasan jangkauan promosi investasi kawasan, baik

melalui kerjasama ekonomi bilateral, kerjasama ekonomi sub regional segitiga

pertumbuhan Indonesia-Malaysia-Thailand, Indonesia-Malaysia-Singapura, maupun

kerjasama ekonomi internasional lainnya;

e. meningkatkan fungsi dan kualitas pelayanan prasarana dan sarana kawasan;

f. meningkatkan aksesibilitas antar kota di dalam kawasan dan ke tujuan-tujuan

pemasaran melalui keterpaduan pengembangan sistem transportasi antar moda;

g. mengurangi tingkat dampak pengembangan kawasan terhadap lingkungan sekitar;

h. menciptakan iklim investasi yang kondusif pada kawasan-kawasan andalan.

Pasal 34

Strategi pengelolaan ruang pada kawasan andalan laut sebagaimana dimaksud dalam Pasal

32 huruf b meliputi upaya untuk:

a. mengembangkan potensi sumberdaya kelautan secara optimal dengan memperhatikan

prinsip-prinsip konservasi dan pembangunan berkelanjutan;

b. mengembangkan pusat teknologi pengolahan hasil produksi kelautan untuk

meningkatkan nilai tambahnya termasuk pengembangan pelabuhan khusus untuk

mendukung kegiatan ekspor-impor;

c. meningkatkan aksesibilitas dari kawasan andalan laut ke kota-kota di wilayah pesisir

dan tujuan-tujuan pemasaran melalui pembangunan prasarana dan sarana transportasi;

d. mengurangi dampak negatif bagi pengembangan kawasan andalan laut terhadap

kawasan lindung di sekitarnya;

e. mengembangkan potensi dan fungsi pulau-pulau kecil atau gugus pulau sebagai

pendorong kegiatan ekonomi lokal, regional, dan nasional melalui pengembangan

investasi, khususnya pada bidang pariwisata bahari.

Pasal 35

Dalam pengelolaan ruang pada kawasan budidaya di Pulau Sumatera, kawasan yang perlu

mendapatkan perhatian khusus sebagaimana dimaksud dalam Pasal 32 huruf c meliputi:

a. Kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat, Gunung Leuser, Bukit Tigapuluh, Bukit

Barisan Selatan, dan Batang Gadis;

b. Kawasan Perbatasan Lintas Wilayah Provinsi;

c. Kawasan Perbatasan Negara.

Page 21: RENCANA TATA RUANG (RTR) PULAU SUMATERA · PDF file1 rancangan peraturan presiden republik indonesia nomor ..... tahun ..... tentang rencana tata ruang (rtr) pulau sumatera presiden

20

Bagian Keenam

Indikasi Program Strategis

Pasal 36

(1) Indikasi Program Strategis yang bersifat lintas sektor dan lintas wilayah provinsi

disusun dengan mengacu pada pada RTR Pulau Sumatera.

(2) Penyusunan indikasi program strategis sebagaimana dimaksud pada ayat (1)

dilaksanakan sesuai dengan sistem dan mekanisme perencanaan pembangunan nasional

dan daerah.

(3) Indikasi Progran Strategis Pulau Sumatera sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan

Ayat (2) dijabarkan lebih lanjut kedalam program

Departemen/Badan/Lembaga/Instansi Pusat dan Pemerintah Daerah sesuai dengan

lingkup kewenangan masing-masing.

(4) Ketentuan lebih lanjut mengenai mekanisme penyusunan program

Departemen/Badan/Lembaga/Instansi Pusat dan daerah dalam rangka penjabaran RTR

Pulau Sumatera lebih lanjut diatur dalam bentuk pedoman yang ditetapkan oleh

Menteri yang menangani urusan pemerintahan di bidang penataan ruang.

Pasal 36a

Indikasi Program untuk Sistem Kota

Pasal 37

Indikasi program pembangunan sistem jaringan jalan di Pulau Sumatera sebagaimana

dimaksud dalam Pasal 19 menurut prioritas penanganannya meliputi:

a. pembangunan jaringan jalan Lintas Timur dengan prioritas tinggi yang menghubungkan

kota-kota: Bakauheni – Ketapang – Labuhan Maringgai - Sukadana – Menggala – Mesuji -

Kayu Agung - Palembang – Pangkalan Balai – Betung - Jambi – Rengat – Pekanbaru –

Dumai – Rantau Prapat – Kisaran – Tebing Tinggi – Lubuk Pakam – Medan – Binjai –

Langsa – Lhokseumawe – Banda Aceh;

b. pembangunan jaringan Jalan Lintas Tengah dengan prioritas sedang yang

menghubungkan kota-kota: Bakauheni – Kalianda - Bandar Lampung – Bandar Jaya -

Kota Bumi - Bukit Kemuning – Blambangan Umpu – Baturaja – Muara Enim – Lahat -

Lubuk Linggau – Muara Bungo – Solok – Bukittinggi – Kotanopan – Panyabungan - Padang

Sidempuan – Tarutung – Sidikalang – Kutacane – Blang Kejeren - Takengon – Geumpang –

Keumala - Jantho - Seulimeum - Banda Aceh;

c. pembangunan jaringan Jalan Lintas Barat dengan prioritas sedang yang

menghubungkan kota-kota: Bandar Lampung – Pringsewu - Kota Agung – Krui - Manna –

Bengkulu – Painan – Padang – Pariaman – Simpang Empat – Natal – Batumumdom -

Sibolga – Barus - Subulussalam - Tapaktuan – Meulaboh – Banda Aceh;

d. pembangunan jaringan jalan pengumpan yang menghubungkan Lintas Barat, Lintas

Tengah dan/atau Lintas Timur dengan prioritas tinggi yang menghubungkan kota-kota:

Page 22: RENCANA TATA RUANG (RTR) PULAU SUMATERA · PDF file1 rancangan peraturan presiden republik indonesia nomor ..... tahun ..... tentang rencana tata ruang (rtr) pulau sumatera presiden

21

Simpang Peut – Jeuram – Beutong Ateuh – Takengon - Bireun; Babah Ron – Trangon -

Blang Kejeren – Pinding – Lokop – Peurelak; Jantho – Lamno; Singkil – Sidikalang –

Kabanjahe – Medan; Sibolga – Tarutung – Pematang Siantar - Tebing Tinggi; Padang –

Bukittinggi – Pekanbaru ; Kiliran Jao - Rengat – Kuala Enok; Kiliran Jao – Taluk Kuantan

– Pekanbaru ; Pekanbaru – Bangkinan – Rantau Berangin ; Simpang Kumuh – Kota

Tengah – Sei Rangau – Duri ; Sei Akar – Bagan Jaya – Enok ; Rumbai Jaya – Bagan Jaya –

Enok – Kuala Enok ; Ujung Batu – Rokan – Batas Sumbar ; Muara Bungo – Jambi – Muara

Sabak; Sungai Penuh – Sarolangun – Tembesi – Jambi; Lubuk Linggau – Curup – Bengkulu

; Tanjung Iman – Muara Sahung - Baturaja; Muara Enim – Palembang – Tanjung Apiapi;

Muntok – Pangkalpinang; Tanjung Pandan – Manggar; Krui – Liwa – Bukit Kemuning,

Labuhan Meringgai – Simpang Sidomulyo, Tegineneng Metro – Sukadana, dan Terbanggi

Besar – Menggala;

e. pembangunan jaringan jalan bebas hambatan pada jalur-jalur padat yang

menghubungkan kota-kota:

f. pembangunan jembatan Sumatera – Jawa melalui Selat Sunda.

Pasal 38

Indikasi program pembangunan sistem jaringan jalur kereta api di Pulau Sumatera

sebagaimana dimaksud dalam Pasal 20 diwujudkan secara bertahap menurut prioritasnya

meliputi:

a. pembangunan sistem jaringan dengan prioritas tinggi pada jalur-jalur : Tarahan –

Bandar Lampung – Baturaja – Blimbing – Muara Enim, Banda Aceh – Bireun -

Lhokseumawe – Langsa – Besitang – Medan, dan Medan - Lubuk Pakam – Tebing Tinggi –

Kisaran – Rantau Prapat - Dumai – Duri - Pekanbaru;

b. pembangunan sistem jaringan dengan prioritas sedang pada jalur-jalur: Pekanbaru –

Rengat – Jambi – Betung – Palembang, Palembang – Kayu Agung – Menggala -

Bakauheni, Bengkulu – Mukomuko – Padang – Pariaman – Sibolga – Tapaktuan –

Meulaboh – Banda Aceh, dan Muara Enim – Tebing Tinggi – Lubuk Linggau – Muaro

Bungo – Taluk Kuantan - Pekanbaru;

c. pembangunan sistem jaringan dengan prioritas rendah pada jalur-jalur : Sibolga –

Padang Sidempuan – Ranta Prapat, Pematang Siantar – Tebing Tinggi, Kisaran –

Tanjung Balai, Betung – Sekayu, Sengeti – Muara Sabak, Bengkulu – Tebing Tinggi,

Padang – Padang Panjang – Solok – Muaro, Muaro – Taluk Kuantan – Rengat – Kuala

Enok, Muaro Bungo – Jambi, Muara Enim – Prabumulih – Kertapati – Palembang, dan

Palembang – Tanjung Apiapi.

Pasal 39

Indikasi program pembangunan sistem jaringan transportasi sungai, danau, dan

penyeberangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21 meliputi:

a. mengarahkan pengembangan jaringan transportasi sungai untuk pelayanan angkutan

lintas antar provinsi dan antar kabupaten/kota provinsi yang diarahkan pada daerah-

Page 23: RENCANA TATA RUANG (RTR) PULAU SUMATERA · PDF file1 rancangan peraturan presiden republik indonesia nomor ..... tahun ..... tentang rencana tata ruang (rtr) pulau sumatera presiden

22

daerah potensial di Pulau Sumatera dan yang diarahkan menjadi tulang punggung

sistem transportasi serta diharapkan dapat membuka daerah yang terisolir;

b. memprioritaskan pengembangan angkutan sungai pada lintas-lintas yang sulit

dikembangkan dengan jaringan jalan pada sungai-sungai: Musi, Batanghari, dan

Indragiri;

c. mengarahkan pengembangan jaringan penyeberangan lintas antar provinsi dengan

eksternal Pulau Sumatera yang memiliki interaksi kuat yang meliputi: Kepulauan Riau

dengan Kalimantan Barat yang menghubungkan Natuna – Pontianak, Kalimantan Barat

dengan Bangka Belitung yang menghubungkan Ketapang – Manggar, Bangka Belitung

dengan DKI Jakarta yang menghubungkan Pangkalpinang - Jakarta, dan Lampung

dengan Banten yang menghubungkan Bakauheni – Merak;

d. mengarahkan pengembangan lintas penyeberangan antar provinsi dan lintas

penyeberangan antar kabupaten/kota dengan interaksi kuat di Pulau Sumatera yang

meliputi: Sabang – Banda Aceh, Sinabang – Labuhan Haji, Sinabang - Meulaboh, Singkil –

Pulau Banyak, Medan – Batam, Medan – Lhokseumawe, Gunung Sitoli – Sibolga, Medan –

Pangkalpinang, Pangkalpinang – Tanjung Pandan, Palembang – Muntok, Tanjung

Pandan – Mentawai, Kuala Tungkal – Tanjung Pinang, Dumai – Bengkalis – Tanjung Balai

Karimun - Batam, Pekanbaru – Batam, Batam – Natuna, Tua Pejat – Padang, dan

Enggano – Bengkulu;

e. mengembangkan jaringan transportasi danau di Danau Toba, Danau Singkarak, Danau

Maninjau, Danau Diatas, Danau Dibawah, Danau Ranau, dan Danau Laut Tawar.

Pasal 40

(1) Indikasi program pembangunan jaringan prasarana pelabuhan laut sebagai bagian dari

sistem jaringan transportasi laut sebagaimana dimaksud dalam Pasal 22 menurut

prioritas penanganannya meliputi:

a. kandidat Pelabuhan Hub Internasional di Batam dan Sabang dengan prioritas tinggi;

b. Pelabuhan Internasional di Belawan-Medan dan Teluk Bayur-Padang dengan

prioritas tinggi;

c. Pelabuhan Internasional di Lhokseumawe, Dumai dan Sibolga, dengan prioritas

sedang;

d. Pelabuhan Nasional di Malahayati, Meulaboh, Tanjung Balai Asahan, Pulau Baai,

Tembilahan, Ranai, Kuala Tanjung, Panjang, Moro Sulit, Muara Sabak, Tanjung Api-

Api/Palembang, Tanjung Kedabu, Pulau Kijang, Kuala Enok, Perawang, Pulau

Sambu, Dabo/Singkep, Sungai Pakning, Buatan, Tanjung Pinang, dan Tanjung Balai

Karimun dengan prioritas sedang;

e. Pelabuhan Regional di Singkil, Kuala Langsa, Pangkalan Brandan, Bagansiapi-api,

Pangkalan Dodek, Gunung Sitoli, Teluk Dalam, Sinabang, Bintuhan, Kuala Gaung,

Kuala Tungkal, Nipah Panjang, Panipahan, Panjalal, Serasan, Sungai Liat, Tanjung

Batu, Kota Agung, Sungai Guntung, dan Bakauheni dengan prioritas sedang.

Page 24: RENCANA TATA RUANG (RTR) PULAU SUMATERA · PDF file1 rancangan peraturan presiden republik indonesia nomor ..... tahun ..... tentang rencana tata ruang (rtr) pulau sumatera presiden

23

(2) Program pembangunan jaringan prasarana berupa alur dan prasarana keselamatan

pelayaran, serta jaringan pelayanan yang terdiri atas jaringan pelayanan tetap dan

teratur serta jaringan pelayanan tidak tetap dan tidak teratur diatur lebih lanjut

melalui Keputusan Menteri.

Pasal 41

Indikasi program pembangunan sistem jaringan transportasi udara sebagaimana dimaksud

dalam Pasal 23 sebagai bagian dari tatanan kebandarudaraan nasional menurut prioritas

penanganannya meliputi:

a. bandar udara pusat penyebaran dengan skala pelayanan primer di Polonia/Kuala

Namu-Medan dan Hang Nadim-Batam dengan prioritas tinggi;

b. bandar udara pusat penyebaran dengan skala pelayanan sekunder di Sultan Syarif

Qasim II – Pekanbaru, Sultan Mahmud Badaruddin II – Palembang, dan Ketaping-Padang

dengan prioritas tinggi;

c. bandar udara pusat penyebaran dengan skala pelayanan tersier di Sultan Iskandar

Muda-Banda Aceh, Sultan Thaha-Jambi, Fatmawati-Bengkulu, Dipati Amir-

Pangkalpinang, Raden Inten-Bandar Lampung, dan Ranai-Natuna dan dengan prioritas

sedang;

d. bandar udara bukan pusat penyebaran di Cut Nyak Dien-Meulaboh, Rembele –

Takengon, Maemun Saleh-Sabang, Lasikin-Sinabang, Teuku Cut Ali-Tapaktuan, Aek

Godang-Padang Sidempuan, Sibisa-Parapat, Pulau-pulau Batu – Nias Selatan, Silangit –

Tapanuli Utara, DR.F.L Tobing-Tapanuli Tengah, Binaka-Gunung Sitoli, Kijang-Tanjung

Pinang, HAS Hanandjoedin-Tanjung Pandan, Dabo-Singkep, Japura-Rengat, Sei Bati-

Tanjung Balai Karimun, Rokot - Sipora, Kerinci - Sungai Penuh, dan Lubuk Linggau

dengan prioritas sedang.

Pasal 42

Indikasi program pembangunan sistem jaringan prasarana energi dan tenaga listrik

sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24 meliputi:

a. peningkatan kapasitas tenaga listrik untuk sistem transmisi produksi dan distribusi se-

Sumatera melalui pengembangan: PLTA, PLTM, PLTG Gas Alam, PLTP, PLTU Batu Bara

dan PLTD sesuai dengan prioritasnya di beberapa daerah;

b. peningkatan kapasitas Pembangkit Tenaga Listrik tersebut se-wilayah Sumatera diikuti

dengan pengembangan jaringan Transmisi, Gardu Induk dan Jaringan Distribusi untuk

menyalurkan daya dari pusat-pusat pembangkit ke pusat-pusat beban;

c. pengembangan jaringan terisolasi pada pulau-pulau kecil atau gugus pulau serta

daerah terpencil dengan sistem pembangkit mikrohidro, tenaga surya, tenaga angin,

dan tenaga diesel.

Page 25: RENCANA TATA RUANG (RTR) PULAU SUMATERA · PDF file1 rancangan peraturan presiden republik indonesia nomor ..... tahun ..... tentang rencana tata ruang (rtr) pulau sumatera presiden

24

Pasal 43

Indikasi program pembangunan sistem pengelolaan sumber daya air sebagaimana dimaksud

dalam Pasal 25 menurut prioritas penanganannya meliputi:

a. Sungai/Wilayah Sungai dengan prioritas tinggi pada Wilayah Sungai Krueng Aceh,

Wilayah Sungai Pase Peusangan, Wilayah Sungai Belawan–Belumai-Ular, Wilayah Sungai

Asahan, Wilayah Sungai Batang Gadis–Batang Toru, Wilayah Sungai Barumun Kualuh,

Wilayah Sungai Musi, Wilayah Sungai Anai Saulang, Wilayah Sungai Batanghari, Wilayah

Sungai Ipuh–Teramang-Manjunto, dan Wilayah Sungai Seputih Sekampung;

b. Sungai/Wilayah Sungai dengan prioritas sedang pada Wilayah Sungai Meureudu Ureun,

Wilayah Sungai Woyla-Lambesi, Wilayah Sungai Pugarawan-Bahbolon, Wilayah Sungai

Rokan, Wilayah Sungai Indragiri dan Wilayah Sungai Kanal – Alas – Talo;

c. Sungai/Wilayah Sungai dengan prioritas rendah pada Wilayah Sungai Tamiang Langsa,

Wilayah Sungai Jambo Aye, Wilayah Sungai Wampu–Besitang, Wilayah Sungai Mesuji-

Tulang Bawang, dan Wilayah Sungai Semangka;

d. penerapan konsep “Satu Sungai, Satu Rencana, Satu Pengelolaan Terpadu” dari hulu

hingga hilir;

e. perlindungan daerah tangkapan air, sempadan sungai, sempadan waduk dan danau dari

pemanfaatan yang tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku;

f. pemeliharaan, peningkatan dan perluasan jaringan irigasi teknis pada kawasan sentra

pangan nasional, meliputi: kawasan Pidie, Aceh Utara, Bireun, Aceh Timur, Aceh

Barat, Nagan Raya, Langkat, Serdang Bedagei, Deli Serdang, Asahan, Labuhan Batu,

Simalungun, Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Tapanuli Selatan, Mandailing

Natal, Toba-Samosir, Dairi, Pakpak Barat, Nias Selatan, Nias, Agam, Tanah Datar,

Solok, Bengkalis, Indragiri Hilir, Tanjung Jabung, Batanghari, Kerinci, Musi Rawas, Musi

Banyuasin, Ogan Komering Ilir, OKU Timur, Bangka, Belitung, Rejang Lebong, Bengkulu

Selatan, Kaur, Seluma, Bengkulu Utara, Muko-Muko, Metro, Lampung Utara, Lampung

Tengah, Lampung Timur, dan Lampung Selatan;

g. penyediaan air baku untuk mendukung pengembangan kawasan budidaya di Pulau

Sumatera, yakni:

(i) kawasan perkebunan, yang meliputi: Aceh Barat, Nagan Raya, Aceh Selatan,

Aceh Singkil, Aceh Timur, Aceh Tamiang, Aceh Tenggara, Gayo Luwes, Pidie,

Aceh Utara, Bireun, Aceh Tengah, Aceh Besar, Labuhan Batu, Tapanuli Selatan,

Tapanuli Utara, Nias, Mandailing Natal, Dairi, Langkat, Tapanuli Tengah, Asahan,

Simalungun, Karo, Deli Serdang, Pasaman, Pasaman Barat, Kab. Solok, Solok

Selatan, Lima Puluh Koto, Agam, Pesisir Selatan, Sawah Lunto Sijunjung, Solok,

Kampar, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, Bengkalis, Kepulauan Riau, Rokan Hulu,

Kuantan Singingi, Sarolangun, Bangko, Batang Hari, Tanjung Jabung, Bungo Tebo,

Kerinci, Ogan Komering Ilir, Ogan Ilir, OKU Timur, OKU Selatan, Lahat, Muara

Enim, Musi Rawas, Banyuasin, Bangka, Bangka Tengah, Bangka Selatan, Bangka

Barat, Belitung Timur, Bengkulu Utara, Muko-Muko, Bengkulu Selatan, Kaur,

Seluma, Lampung Selatan, Lampung Tengah, Lampung Barat, Way Kanan,

Kotaagung, dan Lampung Utara;

Page 26: RENCANA TATA RUANG (RTR) PULAU SUMATERA · PDF file1 rancangan peraturan presiden republik indonesia nomor ..... tahun ..... tentang rencana tata ruang (rtr) pulau sumatera presiden

25

(ii) kawasan perikanan tambak, meliputi: Meulaboh, Sigli, Lhokseumawe, Belawan,

Tanjung Balai, Bagansiapi-api, Dumai, Bengkalis, Karimun, Kepulauan Riau,

Lingga, Singkep, Bangka, Bangka Tengah, Bangka Selatan, Bangka Barat, Belitung

Timur, Bengkulu, Manna, Kalianda, Sukadana, Tulang Bawang, dan Kotaagung;

(iii) kawasan perikanan tangkap, meliputi: kawasan Simeuleu, Singkil, Meulaboh,

Sibolga, Nias, Bagansiapiapi, Natuna, Padang, Mentawai, Pesisir Selatan, Agam,

Pasaman Barat, Banyuasin, Kuala Enok, Kuala Tungkal, Bengkulu,Liwa, Manna,

Bintuhan, Enggano, Muko-Muko, Tanjung Balai, dan Kalianda.

h. penghutanan kembali kawasan lindung pada hulu danau-danau kritis di Sumatera

meliputi hulu Danau Laut Tawar, Danau Toba, Danau Singkarak, Danau Maninjau,

Danau Diatas, Danau Dibawah, Danau Ranau, dan Danau Kerinci;

i. Pengendalian pencemaran sungai dan air permukaan lain secara ketat yang bersumber

dari kegiatan permukiman perkotaan, pertanian, industri, dan kegiatan pariwisata;

j. Pengendalian pencemaran sungai dan air permukaan lain secara ketat yang bersumber

dari kegiatan permukiman perkotaan, pertanian, industri, pertambangan, dan kegiatan

pariwisata.

Pasal 44

Indikasi program pembangunan sistem jaringan prasarana perkotaan sebagaimana

dimaksud dalam Pasal 26 meliputi:

a. meningkatkan kualitas dan kapasitas, serta memperluas jaringan perpipaan melalui

pengembangan sistem transmisi dan distribusi air bersih;

b. meningkatkan kapasitas dan memperluas jaringan pelayanan Satuan Sambungan

Telepon pada pusat-pusat permukiman;

c. mengembangkan jaringan serat optik;

d. meningkatkan kapasitas dan memperluas jaringan distribusi energi dan tenaga listrik;

e. meningkatkan kapasitas dan memperluas cakupan pelayanan pengelolaan air limbah

perkotaan;

f. meningkatkan kapasitas dan memperluas cakupan pelayanan pengelolaan persampahan

yang mencakup kegiatan pengumpulan, pengangkutan, pendaurulangan, pengolahan,

dan pembuangan akhir sampah;

g. meningkatkan kapasitas dan memperluas cakupan pelayanan prasarana drainase

perkotaan yang terintegrasi dengan sistem drainase wilayah untuk pengendalian banjir

dan genangan;

h. meningkatkan kapasitas dan memperluas jaringan prasarana jalan kota, termasuk

dengan mengembangkan jalan lingkar untuk mengatasi aliran lalu lintas menerus pada

kawasan perkotaan sesuai dengan ketentuan teknis yang berlaku;

i. mengendalikan pencemaran lingkungan perkotaan terhadap air permukaan, air tanah,

udara, tanah dan laut.

Page 27: RENCANA TATA RUANG (RTR) PULAU SUMATERA · PDF file1 rancangan peraturan presiden republik indonesia nomor ..... tahun ..... tentang rencana tata ruang (rtr) pulau sumatera presiden

26

Pasal 45

Indikasi program pengelolaan ruang pada kawasan yang memberikan perlindungan pada

kawasan bawahannya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 huruf a meliputi upaya untuk:

a. mencegah terjadinya erosi dan atau sedimentasi pada kota-kota atau kawasan-kawasan

budidaya khususnya yang berada pada kelerengan terjal;

b. mengendalikan luasan hutan lindung Pulau Sumatera yang meliputi sebesar 10.344.825

ha dengan rincian 1.844.500 ha di Provinsi NAD, 2.076.287 ha di Provinsi Sumatera

Utara, 2.360.000 ha di Provinsi Riau dan Riau Kepulauan, 960.900 ha di Provinsi

Sumatera Barat, 760.523 ha di Provinsi Sumatera Selatan, 1.657.000 ha di Provinsi

Jambi, 328.500 ha di Provinsi Bengkulu, 317.615 ha di Provinsi Lampung, dan 39.500 ha

di Provinsi Kepulauan Bangka-Belitung;

c. mempertahankan dan merehabilitasi keberadaan kawasan mangrove di kawasan

Meulaboh, Sigli, Lhokseumawe, Langsa, Belawan, Langkat, Bagansiapi-api, Dumai,

Bengkalis, Karimun, Kepulauan Riau, Lingga, Singkep, Kepulauan Bangka - Belitung,

Banyuasin, Bengkulu, Manna, Kalianda, Sukadana, dan Menggala;

d. melakukan penelitian dengan tingkat kedalaman yang lebih rinci dalam rangka

penetapan kawasan bergambut.

Pasal 46

Indikasi program pengelolaan ruang pada kawasan yang memberikan perlindungan pada

kawasan setempat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 huruf b meliputi:

a. menetapkan kawasan sempadan pantai, sempadan sungai, dan kawasan sekitar

danau/waduk sebagai kawasan berfungsi lindung pada Rencana Tata Ruang Wilayah

Provinsi, Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten, Rencana Tata Ruang Wilayah Kota

dan Rencana Tata Ruang Kawasan;

b. menetapkan kawasan sekitar danau secara bijaksana dengan memperhatikan

keseimbangan antara kepentingan ekonomi dan lingkungan agar proses pendangkalan

danau-danau kritis dapat dicegah.

Pasal 47

Indikasi program pengelolaan ruang pada kawasan yang suaka alam, pelestarian alam dan

cagar budaya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 huruf c meliputi:

a. mengelola Cagar Alam yang meliputi: CA Hutan Pinus Janthoi (8.000 ha), CA Dolok

Sibual-buali (5.000 ha), CA Dolok Sipirok (6.970 ha), CA Rimbo Panti (2.550 ha), CA

Lembah Anai (100.221 ha), CA Pangean I (12.200 ha), CA Pangean II (33.580 ha), CA

Arau Hilir (5.377 ha), CA Melampah Alahan Panjang (36.919 ha), CA Gunung Sago

(5.486 ha), CA Maninjau Utara dan Selatan (22.106 ha), CA Gunung Singgalang Tandikat

(9.658 ha), CA Gunung Merapi (9.670 ha), CA Air Putih (23.467 ha), CA Barisan I (74.821

ha), CA Bukit Bungkuk (20.000 ha), CA Kel. Hutan Bakau Pantai Timur (4.126,6 ha), CA

Cempaka (1.000 ha), CA Sungai Batara (1.000 ha), CA Dusun Besar (1.777 ha), CA Daun

Page 28: RENCANA TATA RUANG (RTR) PULAU SUMATERA · PDF file1 rancangan peraturan presiden republik indonesia nomor ..... tahun ..... tentang rencana tata ruang (rtr) pulau sumatera presiden

27

Tes (3.230 ha), CA Klowe (7.271 ha), CA Pulau Anak Krakatau (13.735,10 ha), CA Dusun

Besar (1.777 ha), CA Rafflesia I/II Serbajadi (300 ha), CA Hutan Bulian Luncuk I/II

(74,80 ha), CA Pulau Laut (400 ha), CA Pulau Berkeh (500 ha), CA Pulau Burung (200

ha), CA Lembah Harau (270,50 ha), CA Dolok Saut/Sulungan (39 ha), CA Dolok Tinggi

Raja (167 ha), CA Liang Balik (0,50 ha), CA Sibolangit (90 ha), CA Pulau Anak Krakatau

(13.735,10 ha), dan CA Martelu Purba (195 ha);

b. mengelola Suaka Margasatwa yang meliputi: SM Rawa Singkil (102.500 ha), SM

Karanggading Langkat Timur Laut (15.765 ha), SM Barumun (40.330 ha), SM Siranggas

(5.657 ha), SM Dolok Surungan (23.800 ha), SM Pagai Selatan (4.000 ha), SM Kerumutan

(120.000 ha), SM Pulau Besar/Danau Bawah (28.237,95 ha), SM Bukit Rimbang Baling

(136.000 ha), SM Giam Siak Kecil (50.000 ha), SM Balai Raja (18.000 ha), SM Tasik

Besar-Tasik Metas (3.200 ha), SM Tasik Serkap-Tasik Sarang Burung (6.900 ha), SM

Pusat Pelatihan Gajah (5.000 ha), SM Tasik Tanjung Padang (4.925 ha), SM Tasik Belat

(2.529 ha), SM Bukit Batu (21.500 ha), SM Gumai Pasemah (45.833 ha), SM Gunung Raya

(39.500 ha), SM Isau-isau Pasemah (12.144 ha), SM Bentayan (19.300 ha), SM Dangku

(102.026 ha), SM Padang Sugihan (75.000 ha), dan SM Terusan Dalam (74.750 ha)

mengelola Taman Nasional yang meliputi: TN Gunung Leuser (1.094.692 ha), TN

Siberut (190.500 ha), TN Batang Gadis (108.000 ha), TN Bukit Tiga Puluh (144.223 ha),

TN Teso Nilo (38.576 ha), TN Bukit Dua Belas (60.500 ha), TN Berbak (162.700 ha), TN

c. Kerinci Seblat (1.389.509,9 ha), TN Bukit Barisan Selatan (365.000 ha), TN Way Kambas

(125.621,3 ha), dan TN Sungai Sembilang (202.896,31 ha);

d. mengelola Taman Hutan Rakyat yang meliputi: THR Cut Nyak Dien (6.300 ha), THR

Pocut Meurah Intan (6.250 ha), THR Bukit Barisan (51.600 ha), THR Dr. Mohamamad

Hatta (12.100 ha), THR Sultan Syarif Hasyim (6.172 ha), THR Raja Lelo (1.122 ha), THR

Wan Abdul Rahman (22.245 ha), dan THR Sultan Thaha Saifudin (15.830 ha);

e. mengelola Taman Wisata yang meliputi: TW Holiday Resort (1.963,75 ha), TW Muka

Kuning-Batam (2.065,62 ha), TW Sungai Dumai (4.721,5 ha), TW Sungai Bengkal (1.000

ha), TW Bukit Kaba (13.490 ha), TW Pantai Panjang dan Pulau Baal (1.265,3 ha), TW

Lembah Harau (27,50 ha), TW Rimbo Panti (570 ha), TW Bukit Sari (300 ha), TW Punti

Kayu (50 ha), TW Sicikeh-cikeh (575 ha), TW Sijaba Hutaginjang (500 ha), dan TW

Sibolangit (25 ha);

f. mengelola Taman Wisata Laut yang meliputi: TWL Kepulauan Banyak (227.500 ha),

TWL Pulau Weh (3.900 ha), TWL Pulau Pieh (39.000 ha); mengelola Taman Buru yang

meliputi: TB Lingga Isaq (80.000 ha), TB Pulau Pini (8.350 ha), TB Pulau Rempang

(16.000 ha), TB Semidang Bukit Kabu (15.300 ha), dan TB Gunung Nanu'ua (10.000 ha).

Pasal 48

Indikasi program pengelolaan ruang pada kawasan rawan bencana lingkungan sebagaimana

dimaksud dalam Pasal 27 huruf d meliputi:

a. pengendalian perkembangan kota-kota dan kawasan-kawasan budidaya dari bencana

gempa bumi terutama di wilayah sekitar Banda Aceh, Sinabang, Sabang, Bengkulu,

Page 29: RENCANA TATA RUANG (RTR) PULAU SUMATERA · PDF file1 rancangan peraturan presiden republik indonesia nomor ..... tahun ..... tentang rencana tata ruang (rtr) pulau sumatera presiden

28

Padang, Bukittinggi, Sibolga, Tarutung, Lubuk Linggau, Lubuk Sikaping, Manna, dan

Liwa-Krui;

b. pengendalian perkembangan kota-kota dan kawasan-kawasan budidaya dari bencana

letusan gunung api pada sekitar kawasan Gunung Api Puet Sague, Sorik Merapi, Gunung

Sinabung dan Sibayak, Talang, Kerinci, dan Koba Dempo;

c. pengendalian perkembangan kota-kota dan kawasan-kawasan budidaya dari bencana

gerakan tanah atau longsor terutama di Kabupaten Pidie, Aceh Besar, Aceh Selatan,

Aceh Singkil, Aceh Timur, Aceh Tenggara, Gayo Luwes, Labuhan Batu, Tapanuli Utara,

Tapanuli Selatan, Karo, Nias, Agam, Padang Panjang, Bukittinggi, Pasaman, Padang,

Solok, Painan, Sawahlunto, Pagaralam, Lahat, Musi Rawas, dan Ogan Komering Ulu;

d. pengendalian perkembangan kota-kota dan kawasan-kawasan budidaya dari bencana

kenaikan muka air laut akibat fenomena pemanasan global terutama di kawasan

sepanjang pantai Timur Sumatera, Kepulauan Riau, dan Kepulauan Bangka – Belitung.

Pasal 49

Indikasi program pengelolaan ruang pada kawasan andalan sebagaimana dimaksud dalam

Pasal 32 huruf a menurut prioritas penanganannya meliputi:

a. pengembangan Kawasan andalan Banda Aceh dsk, Lhokseumawe dsk, Kawasan

Perkotaan Metropolitan Mebidang, Tapanuli dsk, Padang Pariaman dsk, Zona Batam-

Tanjung Pinang dsk, Palembang dsk, dan Bandar Lampung-Metro dengan prioritas

tinggi;

b. pengembangan Kawasan andalan Pematang Siantar dsk, Agam-Bukittinggi, Solok dsk,

Pekanbaru dsk, Kawasan Bangka, Kawasan Belitung, Duri-Dumai dsk, Rengat-Kuala

Enok-Teluk Kuantan-Pangkalan Kerinci, Muara Enim dsk, Muara Bulian/Timur Jambi

dsk, Natuna dsk, Muara Bungo dsk, Bengkulu dsk dengan prioritas sedang;

c. pengembangan Kawasan andalan Pantai Barat Selatan, Rantau Parapat-Kisaran, Nias

dsk, Mentawai dsk, Ujung Batu-Bagan Batu, Lubuk Linggau dsk, Manna dsk, Mesuji dsk,

Kotabumi dsk, dan Liwa-Krui dsk dengan prioritas rendah.

Pasal 50

(1) Indikasi program pengelolaan ruang pada kawasan andalan laut sebagaimana dimaksud

dalam Pasal 32 huruf b menurut prioritas penanganannya meliputi:

a. pengembangan Kawasan Andalan Laut Lhokseumawe dsk, Nias dsk, Mentawai-

Siberut dsk, Selat Malaka dsk, dan Bangka dengan prioritas tinggi;

b. pengembangan Kawasan Andalan Laut Batam dsk, Bengkulu, Natuna dsk, dan

Krakatau dsk dengan prioritas sedang;

c. pengembangan pusat-pusat kegiatan wilayah pesisir di Sabang, Sinabang, Singkil,

Sibolga, Padang, Tanjung Balai, Bagansiapiapi, Asahan, Langkat, Deli Serdang,

Serdang Bedagei, Labuhan Batu, Medan, Teluk Dalam, Natal, Tanjung Balai

Page 30: RENCANA TATA RUANG (RTR) PULAU SUMATERA · PDF file1 rancangan peraturan presiden republik indonesia nomor ..... tahun ..... tentang rencana tata ruang (rtr) pulau sumatera presiden

29

Karimun, Padang, Pesisir Selatan, Pasaman Barat, Pariaman, Agam, Batam, Natuna,

Lingga, Kuala Enok, Kuala Tungkal, Pangkalpinang, Muntok, Tobowali, Tanjung

Pandan, Manggar, Bengkulu, Manna, Muko-Muko, Bintuhan, Bengkulu, Sungsang-

Banyuasin, dan Kalianda yang dilengkapi dengan prasarana dan sarana pendukung

budidaya kelautan.

(2) Pengembangan potensi dan fungsi pulau-pulau kecil atau gugus pulau sebagaimana

dimaksud Pasal 34 huruf e diprioritaskan penanganannya pada:

a. Pesisir Barat Sumatera yang meliputi kepulauan Weh, Simeuleu, Banyak, Nias,

Mentawai, dan Kepulauan Enggano;

b. Pesisir Timur Sumatera yang meliputi kepulauan Batam, Natuna, Rupat, Bangka

Belitung, dan Kepulauan Gunung Krakatau.

Pasal 51

(1) Indikasi program pengelolaan ruang pada Kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat,

Gunung Leuser, Bukit Tigapuluh, Bukit Barisan Selatan, dan Batang Gadis sebagaimana

dimaksud dalam Pasal 35 huruf a meliputi:

a. menjaga kelestarian ekosistem khas di dalam Taman Nasional;

b. mengembangkan kawasan ekowisata;

c. memanfaatkan taman nasional sebagai pusat penelitian keanekaragaman hayati

dan pengembangan ilmu pengetahuan;

d. menetapkan batas-batas kawasan taman nasional yang tegas, berikut daerah

penyangganya;

e. melakukan relokasi pusat-pusat permukiman penduduk pada kawasan taman

nasional;

f. menghilangkan praktek pencurian kayu dari kawasan taman nasional;

g. menggalang koordinasi lintas wilayah provinsi yang intensif dalam pengendalian

pemanfaatan ruang pada kawasan taman nasional dan sekitarnya.

(2) Indikasi program pengelolaan ruang pada kawasan perbatasan lintas wilayah provinsi

sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35 huruf b meliputi:

a. memaduserasikan rencana tata ruang pada kawasan perbatasan tersebut melalui

penyusunan Rencana Detail Tata Ruang kawasan perbatasan, yakni agar potensi

konflik pemanfaatan ruang lintas provinsi dapat dihindarkan;

b. mengembangkan pola-pola kerjasama pembangunan lintas wilayah provinsi yang

saling menguntungkan;

c. menangani kawasan perbatasan lintas wilayah provinsi, yakni antara Provinsi

Nanggroe Aceh Darussalam-Sumatera Utara, Sumatera Utara-Riau-Sumatera Barat,

Sumatera Barat-Jambi-Bengkulu, Bengkulu- Sumatera Selatan-Jambi, Bangka-

Belitung-Riau-Sumatera Selatan, dan Bengkulu-Lampung-Sumatera Selatan.

Page 31: RENCANA TATA RUANG (RTR) PULAU SUMATERA · PDF file1 rancangan peraturan presiden republik indonesia nomor ..... tahun ..... tentang rencana tata ruang (rtr) pulau sumatera presiden

30

(3) Indikasi program pengelolaan ruang pada kawasan perbatasan negara sebagaimana

dimaksud dalam Pasal 35 huruf c meliputi:

a. meningkatkan akses menuju kota-kota pesisir yang menjadi orientasi utama pada

wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia;

b. mMengembangkan pelayanan penunjang kegiatan perdagangan internasional, baik

berskala kecil hingga besar;

c. Memanfaatkan ALKI untuk kepentingan pertahanan dan perdagangan internasional;

d. Menegaskan garis batas laut dan rambu-rambu pelayaran untuk menjamin

kepastian hukum laut;

e. Meningkatkan prasarana dan sarana penunjang kegiatan sosial–ekonomi

masyarakat, khususnya untuk permukiman nelayan;

f. Menerapkan insentif dan disinsentif untuk pengembangan kawasan perbatasan

yang meliputi pembebasan pajak untuk investor, kemudahan perizinan, dan

bentuk-bentuk lain yang sah berdasarkan peraturan perundang-undangan yang

berlaku.

(4) Pulau-pulau kecil pada kawasan perbatasan negara sebagaimana dimaksud dalam

Pasal 35 huruf c di atas yang menjadi sasaran prioritas program meliputi pulau-pulau

kecil di Kepulauan Natuna, Kepulauan Anambas, Kepulauan Karimun, Kepulauan

Batam-Rempang-Galang, Pulau Weh dan pulau-pulau di sekitarnya sebagaimana

terlampir dalam lampiran III yang tidak terpisahkan dari Peraturan Presiden ini.

BAB IV

STRATEGI PENGENDALIAN PEMANFAATAN RUANG

Pasal 52

(1) Pengawasan pemanfaatan ruang Pulau Sumatera pada tingkat nasional l dilakukan

melalui Badan Koordinasi Tata Ruang Nasional.

(2) Badan Koordinasi Tata Ruang Nasional sebagaimana dimaksud melakukan monitoring

dan evaluasi terhadap pemanfaatan ruang Pulau Sumatera.

(3) Kinerja pemanfaatan ruang sebagai hasil monitoring dan evaluasi sebagaimana

dimaksud pada ayat (1) dilaporkan kepada Presiden secara berkala sekurang-kurangnya

dua kali dalam setahun.

(4) Tindak lanjut hasil monitoring dan evaluasi dikoordinasikan oleh Badan Koordinasi Tata

Ruang Nasional setelah memperoleh arahan Presiden.

(5) Departemen/Badan/Lembaga/Instansi Pusat dan Pemerintah Daerah wajib

melaksanakan tindak lanjut sebagaimana dimaksud pada ayat (4).

(6) Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara monitoring dan evaluasi serta tindak

lanjutnya diatur dengan Pedoman yang ditetapkan oleh Menteri yang menangani

urusan pemerintahan di bidang penataan ruang.

Page 32: RENCANA TATA RUANG (RTR) PULAU SUMATERA · PDF file1 rancangan peraturan presiden republik indonesia nomor ..... tahun ..... tentang rencana tata ruang (rtr) pulau sumatera presiden

31

Pasal 53

(1) Penertiban terhadap pelanggaran pemanfaatan ruang Pulau Sumatera dilaksanakan

melalui pengenaan sanksi menurut ketentuan peraturan perundang-undangan.

(2) Bentuk sanksi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi sanksi administratif,

sanksi pidana, dan sanksi perdata.

Pasal 54

(1) Dalam rangka penertiban terhadap pelanggaran pemanfaatan ruang dilaksanakan

pemeriksaan dan penyelidikan.

(2) Pemeriksaan dan penyelidikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan

menurut peraturan perundang-undangan.

(3) Pemerintah, Pemerintah Provinsi, dan Pemerintah Kabupaten/Kota wajib membantu

proses pemeriksaan dan penyelidikan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) melalui

penyediaan data dan informasi yang berkaitan dengan pelanggaran pemanfaatan

ruang.

BAB V

KELEMBAGAAN DAN PERAN MASYARAKAT

Bagian Pertama

Umum

Pasal 55

(1) Lingkup kelembagan dalam pelaksanaan strategi pemanfaatan ruang dan pengendalian

pemanfaatan ruang Pulau Sumatera meliputi aspek organisasi kerja sama pembangunan

lintas provinsi, peran Badan Koordinasi Tata Ruang Nasional, peran Gubernur,

mekanisme pemberian insentif dan disinsentif, dan pembinaan.

(2) Lingkup peran masyarakat dalam pelaksanaan strategi pemanfaatan ruang dan

pengengendalian pemanfaatan ruang Pulau Sumatera meliputi peran masyarakat dalam

pemanfaatan ruang dan pengendalian pemanfaatan ruang.

Bagian Kedua

Kelembagaan

Pasal 56

(1) Gubernur se-Sumatera dapat membentuk lembaga kerjasama pembangunan lintas

provinsi dalam rangka koordinasi, fasilitasi, mediasi, dan pengendalian pemanfaatan

ruang Pulau Sumatera.

Page 33: RENCANA TATA RUANG (RTR) PULAU SUMATERA · PDF file1 rancangan peraturan presiden republik indonesia nomor ..... tahun ..... tentang rencana tata ruang (rtr) pulau sumatera presiden

32

(2) Tata kerja lembaga kerjasama pembangunan sebagaimana dimaksud pada ayat (1)

diatur berdasarkan kesepakatan para Gubernur.

(3) Pembiayaan dalam penyelenggaraan kerjasama pembangunan sebagaimana dimaksud

pada ayat (1) dibebankan pada APBN, APBD Provinsi dan sumber lainnya yang tidak

mengikat sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Pasal 57

(1) Koordinasi, fasilitasi, mediasi, dan pengendalian pemanfaatan ruang Pulau Sumatera

dalam lingkup nasional dilakukan melalui Badan Koordinasi Tata Ruang Nasional.

(2) Mekanisme koordinasi, fasilitasi, mediasi, dan pengendalian pemanfaatan ruang Pulau

Sumatera dalam lingkup nasional ditetapkan oleh Menteri yang menangani urusan

pemerintahan di bidang penataan ruang.

(3) Ketua Badan Koordinasi Tata Ruang Nasional melaporkan kinerja pemanfaatan ruang

Pulau Sumatera kepada Presiden secara berkala sekurang-kurangnya dua kali dalam

setahun.

Pasal 58

(1) Gubernur melaksanakan koordinasi, fasilitasi, sinkronisasi, pengawasan dan

pengendalian pelaksanaan RTR Pulau Sumatera pada masing-masing wilayah

administratifnya.

(2) Untuk kelancaran pelaksanaan tugasnya sebagaimana dimaksud pada ayat (1),

Gubernur membentuk dan atau memfungsikan Badan Koordinasi Penataan Ruang

Daerah.

(3) Dalam hal terjadi konflik pemanfaatan ruang lintas sektor dan lintas wilayah provinsi,

penyelesaiannya dilakukan melalui mekanisme koordinasi yang melibatkan Badan

Koordinasi Penataan Ruang Daerah, lembaga kerjasama pembangunan lintas provinsi

se-Sumatera, dan Badan Koordinasi Tata Ruang Nasional.

(4) Gubernur melaporkan kepada Presiden melalui Badan Koordinasi Tata Ruang Nasional

perihal penyelenggaraan pemanfaatan ruang Pulau Sumatera pada wilayah

administratifnya secara berkala sekurang-kurangnya dua kali setahun.

Pasal 59

(1) Pemerintah dapat memberikan insentif kepada pemerintah provinsi, kabupaten dan

kota dalam setiap upaya untuk mewujudkan struktur dan pola pemanfaatan ruang

sebagaimana tertuang dalam RTR Pulau Sumatera.

(2) Rekomendasi pemberian insentif kepada pemerintah provinsi oleh Pemerintah,

didasarkan pada hasil penilaian kinerja pemanfaatan ruang yang dilaksanakan oleh Tim

Teknis yang ditunjuk dengan Keputusan Menteri yang menangani urusan pemerintahan

di bidang penataan ruang.

Page 34: RENCANA TATA RUANG (RTR) PULAU SUMATERA · PDF file1 rancangan peraturan presiden republik indonesia nomor ..... tahun ..... tentang rencana tata ruang (rtr) pulau sumatera presiden

33

(3) Rekomendasi pemberian insentif kepada pemerintah Kabupaten/Kota didasarkan pada

hasil penilaian kinerja pemanfaatan ruang yang dilaksanakan oleh Tim Teknis yang

ditunjuk dengan Keputusan Gubernur.

(4) Insentif sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat berupa penambahan dana alokasi

khusus dan dana dekonsentrasi, pembangunan prasarana dan sarana, dan insentif lain

sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

(5) Ketentuan lebih lanjut mengenai bentuk-bentuk dan mekanisme pemberian insentif

diatur dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Pasal 60

(1) Pemerintah dapat memberikan disinsentif kepada pemerintah provinsi, kabupaten dan

kota yang pemanfaatan ruang wilayahnya tidak sesuai dengan RTR Pulau Sumatera.

(2) Rekomendasi pemberian disinsentif kepada pemerintah provinsi oleh Pemerintah,

didasarkan pada hasil penilaian kinerja pemanfaatan ruang yang dilaksanakan oleh Tim

Teknis yang ditunjuk dengan Keputusan Menteri yang menangani urusan pemerintahan

di bidang penataan ruang.

(3) Rekomendasi pemberian disinsentif kepada pemerintah Kabupaten/Kota didasarkan

pada hasil penilaian kinerja pemanfaatan ruang yang dilaksanakan oleh Tim Teknis

yang ditunjuk dengan Keputusan Gubernur.

(4) Disinsentif sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat berupa pengurangan dana

alokasi khusus dan dana dekonsentrasi, pembangunan prasarana dan sarana, dan

disinsentif lain sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

(5) Ketentuan lebih lanjut mengenai bentuk-bentuk dan mekanisme pemberian disinsentif

diatur dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Pasal 61

(1) Pembinaan dalam pelaksanaan RTR Pulau Sumatera diselenggarakan untuk

menyelaraskan dan menyerasikan pemanfaatan ruang yang bersifat lintas wilayah

provinsi dan lintas sektor.

(2) Penyelenggaraan pembinaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan oleh

Menteri yang menangani urusan pemerintahan di bidang penataan ruang.

Page 35: RENCANA TATA RUANG (RTR) PULAU SUMATERA · PDF file1 rancangan peraturan presiden republik indonesia nomor ..... tahun ..... tentang rencana tata ruang (rtr) pulau sumatera presiden

34

Bagian Ketiga

Peran Masyarakat

Pasal 62

(1) Pemerintah berkewajiban mendorong peran masyarakat dalam pemanfaatan ruang

Pulau Sumatera.

(2) Dalam upaya mendorong peran serta masyarakat sebagaimana dimaksud pada ayat (1),

dilakukan sosialisasi RTR Pulau Sumatera secara berkesinambungan.

BAB VI

KETENTUAN LAIN-LAIN

Pasal 63

(1) Rencana Tata Ruang Pulau Sumatera berlaku untuk jangka waktu 20 tahun sejak

ditetapkan Peraturan Presiden ini.

(2) RTR Pulau Sumatera dapat ditinjau kembali sekurang-kurangnya 5 (lima) tahun setelah

berlakunya Peraturan Presiden ini.

(3) Ketentuan lebih lanjut mengenai kriteria dan tata cara peninjauan kembali atas RTR

Pulau Sumatera diatur dengan Pedoman yang ditetapkan oleh Menteri yang menangani

urusan pemerintahan di bidang penataan ruang.

Page 36: RENCANA TATA RUANG (RTR) PULAU SUMATERA · PDF file1 rancangan peraturan presiden republik indonesia nomor ..... tahun ..... tentang rencana tata ruang (rtr) pulau sumatera presiden

35

BAB VII

KETENTUAN PENUTUP

Pasal 64

(1) Peraturan Presiden ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

(2) Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Presiden

ini dengan penempatannya dalam Lembaran Negara Republik Indonesia.

Ditetapkan di Jakarta

Pada tanggal ... 2005

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

ttd

SUSILO BAMBANG YUDHOYONO

Diundangkan di Jakarta

Pada tanggal ...............

MENTERI SEKRETARIS KABINET

REPUBLIK INDONESIA

ttd

HAMID AWALUDIN

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN ….. NOMOR …..

Page 37: RENCANA TATA RUANG (RTR) PULAU SUMATERA · PDF file1 rancangan peraturan presiden republik indonesia nomor ..... tahun ..... tentang rencana tata ruang (rtr) pulau sumatera presiden

Lampiran II - Keppres RTR Pulau Sumatera

1

Lampiran II

Peraturan Presiden Tentang RTR Pulau Sumatera

Strategi Pengembangan Sistem Pusat Permukiman di Pulau Sumatera

No Nama Kota Fungsi Kota Jenis Pelayanan Strategi Pengembangan

I Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam

1.1 Lhokseumawe PKN Jasa Pemerintahan, Industri,

Pertanian, Pertambangan, Perikanan,

Perdagangan, dan Perkebunan .

• Diarahkan untuk menjadi pusat pertumbuhan wilayah nasional yang berorientasi pada

upaya mendorong perkembangan sektor produksi seperti industri, pertambangan,

perikanan tambak dan perkebunan

• Memantapkan peran Lhokseumawe sebagai pusat koleksi dan distribusi skala regional,

terutama di pesisir Timur Sumatera dengan memperhatikan lokasi strategis pada Jalur

Selat Malaka melalui peningkatan tujuan pelabuhan Lhokseumawe sebagai satu kesatuan

sistem yang didukung oleh peningkatan kualitas serta kapasitas jaringan jalan menuju

tujuan-tujuan pemasaran di Medan dan Banda Aceh.

• Meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan prasarana dan sarana perkotaan (jalan,

persampahan, air bersih, air limbah, drainase, dan telekomunikasi) dan fasilitas

perdagangan untuk mendukung peran Lhokseumawe sebagai pusat pelayanan regional

dan nasional melalui kerjasama dengan pihak swasta secara selektif

• Mengembangkan jasa-jasa perkotaan bertaraf internasional meliputi perdagangan,

pendidikan, kesehatan, dan jasa-jasa sosial lainnya

• Memantapkan kerjasama ekonomi dengan kota-kota dunia yang menjadi tujuan kegiatan

export – import, khususnya kota-kota yang masuk dalam lingkup Kerjasama Ekonomi Sub-

Regional Indonesia – Malaysia - Thailand (KESR IMT-GT), Asia Pasifik, dan kawasan

lainnya

• Meningkatkan kualitas pelayanan jasa keuangan dan pemerintahan yang mendukung

kegiatan eksport-import

• Menyiapkan aturan pemintakatan (zoning regulation) sebagai pelengkap dari RTRW Kota

Page 38: RENCANA TATA RUANG (RTR) PULAU SUMATERA · PDF file1 rancangan peraturan presiden republik indonesia nomor ..... tahun ..... tentang rencana tata ruang (rtr) pulau sumatera presiden

Lampiran II - Keppres RTR Pulau Sumatera

2

No Nama Kota Fungsi Kota Jenis Pelayanan Strategi Pengembangan

1.2 Sabang PKW / PKSN Jasa Pemerintahan, Pelayanan

administrasi pelintas batas negara,

transhipment point, Perdagangan,

Pertanian, Perikanan, dan Pariwisata.

• Diarahkan sebagai pusat administrasi pelintas batas yang berfungsi sebagai outlet

pemasaran untuk wilayah Nanggroe Aceh Darussalam bagian utara.

• Diarahkan sebagai kota perdagangan yang berfungsi sebagai pusat pertumbuhan wilayah

Sumatera.

• Mengembangkan kualitas pelayanan prasarana dan sarana perkotaan (jalan,

persampahan, air bersih, air limbah, drainase, dan telekomunikasi) yang mendukung fungsi

pelayanan kota berskala nasional.

• Mengembangkan pelabuhan Sabang sebagai pelabuhan laut internasional untuk

mendukung fungsi Sabang sebagai pusat pertumbuhan wilayah Sumatera dan nasional.

• Membangun pelabuhan perikanan dan pusat industri perikanan.

• Meningkatkan kualitas aksesibilitas dari pusat-pusat produksi ke tujuan-tujuan pemasaran,

khususnya ke Pelabuhan Sabang dan Banda Aceh.

• Memantapkan kerjasama ekonomi dengan kota-kota dunia yang menjadi tujuan kegiatan

export – import, khususnya kota-kota yang masuk dalam lingkup Kerjasama Ekonomi Sub-

Regional Indonesia – Malaysia - Thailand (KESR IMT-GT), Asia Pasifik, dan kawasan

lainnya

• Mengembangkan jasa-jasa perkotaan dengan skala regional Nanggroe Aceh Darussalam

meliputi perdagangan, kesehatan, pariwisata dan jasa-jasa sosial lainnya

• Mengupayakan antisipasi terhadap bencana tanah longsor dan gempa bumi karena

memiliki tingkat kerentanan tanah dan gerakan tanah yang tinggi

• Menyiapkan aturan pemintakatan (zoning regulation) sebagai pelengkap dari RTRW Kota

1.3 Banda Aceh PKW Jasa Pemerintahan serta Pusat

Pelayanan Sekunder Pertanian,

Pariwisata, Perikanan, Perdagangan

dan Industri

• Diarahkan sebagai pusat pemerintahan Provinsi NAD sekaligus sebagai pusat koleksi dan

distribusi skala regional untuk produksi pertanian, pariwisata, perikanan laut, dan industri.

• Mengembangkan kualitas pelayanan prasarana dan sarana perkotaan yang mendukung

fungsi kota Banda Aceh dan pusat pelayanan antar kota berskala lintas wilayah provinsi

• Meningkatkan kualitas aksesibilitas dari pusat-pusat produksi di Sigli dan Janthoi ke tujuan-

tujuan pemasaran, khususnya ke Pelabuhan Banda Aceh.

Page 39: RENCANA TATA RUANG (RTR) PULAU SUMATERA · PDF file1 rancangan peraturan presiden republik indonesia nomor ..... tahun ..... tentang rencana tata ruang (rtr) pulau sumatera presiden

Lampiran II - Keppres RTR Pulau Sumatera

3

No Nama Kota Fungsi Kota Jenis Pelayanan Strategi Pengembangan

• Memantapkan aksesibilitas di sepanjang koridor Banda Aceh – Sigli – Bireun –

Lhokseumawe – Langsa – Binjai – Medan dalam rangka mendukung proses distribusi dan

koleksi di wilayah Banda Aceh dan sekitarnya

• Mengembangkan jasa-jasa perkotaan bertaraf nasional, meliputi perdagangan, kesehatan,

pariwisata dan jasa-jasa sosial lainnya

• Memantapkan kerjasama ekonomi dengan kota-kota dunia yang menjadi tujuan kegiatan

export – import, khususnya kota-kota yang masuk dalam lingkup Kerjasama Ekonomi Sub-

Regional Indonesia – Malaysia - Thailand (KESR IMT-GT), Asia Pasifik, dan kawasan

lainnya.

• Mengembangkan fasilitas akomodasi wisata bahari dan ekowisata berskala provinsi dengan

memanfaatkan potensi kawasan andalan laut Lhokseumawe dsk.

• Mengupayakan antisipasi terhadap bencana tanah longsor dan gempa bumi karena

memiliki tingkat kerentanan tanah dan gerakan tanah yang tinggi.

• Menyiapkan aturan pemintakatan (zoning regulation) sebagai pelengkap dari RTRW Kota .

1.4 Langsa PKW Jasa Pemerintahan, Industri,

Pertanian, Pertambangan, Perikanan

dan Perkebunan

• Diarahkan sebagai kota tujuan/pelabuhan yang berfungsi sebagai pusat koleksi dan

distribusi skala lokal yang mendorong pertumbuhan produksi pertanian, pertambangan,

perikanan, dan perkebunan

• Memantapkan aksesibilitas menuju sentra-sentra produksi pertanian, perkebunan,

perikanan dan pertambangan di Idi Rayeuk, Lhok Sukon, dan Karang Baru.

• Meningkatkan kualitas dan kapasitas pelayanan prasarana dan sarana perkotaan (jalan,

persampahan, air bersih, air limbah, drainase, dan telekomunikasi)yang mendukung fungsi

kota pelabuhan dan pusat pelayanan antar kota berskala provinsi.

• Membangun prasarana pelabuhan perikanan dan pusat industri perikanan.

• Mengembangkan jasa-jasa perkotaan dengan skala regional NAD meliputi perdagangan,

kesehatan, pariwisata dan jasa-jasa sosial lainnya

• Menyiapkan aturan pemintakatan (zoning regulation) sebagai pelengkap dari RTRW Kota.

Page 40: RENCANA TATA RUANG (RTR) PULAU SUMATERA · PDF file1 rancangan peraturan presiden republik indonesia nomor ..... tahun ..... tentang rencana tata ruang (rtr) pulau sumatera presiden

Lampiran II - Keppres RTR Pulau Sumatera

4

No Nama Kota Fungsi Kota Jenis Pelayanan Strategi Pengembangan

1.5 Takengon PKW Jasa Pemerintahan, Pertanian,

Pariwisata, dan Kehutanan

• Diarahkan sebagai kota tujuan yang berfungsi sebagai pusat koleksi dan distribusi wilayah

provinsi yang mendorong pertumbuhan produksi pertanian, dan kehutanan.

• Memantapkan aksesibilitas menuju sentra-sentra pemasaran hasil-hasil produksi,

khususnya ke Kota Lhokseumawe, Bireun, Lhok Sukon, dan sekitarnya.

• Meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan prasarana dan sarana perkotaan (jalan,

persampahan, air bersih, air limbah, drainase, dan telekomunikasi) yang mendukung fungsi

kota agropolitan dan pusat pelayanan antar kota berskala provinsi

• Mengembangkan jasa-jasa perkotaan dengan skala regional Provinsi NAD meliputi

perdagangan, kesehatan, pariwisata dan jasa-jasa sosial lainnya

• Mempertahankan kondisi Danau Laut Tawar dari ancaman pencemaran dan pendangkalan

• Mengembangkan fasilitas akomodasi ekowisata berskala nasional dengan memanfaatkan

potensi keanekaragaman hayati TN Gunung Leuser

• Menyiapkan aturan pemintakatan (zoning regulation) sebagai pelengkap dari RTRW Kota

1.6 Meulaboh PKW Jasa Pemerintahan, Pertanian,

Perikanan, Pertambangan dan

Perkebunan

• Diarahkan sebagai kota agropolitan yang berfungsi sebagai pusat pertumbuhan skala

regional, khususnya untuk wilayah provinsi NAD bagian Barat, yang mendukung sektor

produksi wilayah seperti pertanian, perkebunan, perikanan laut dan pertambangan.

• Mengembangkan kualitas pelayanan prasarana dan sarana perkotaan yang mendukung

fungsi kota pemerintahan, pertanian, perikanan, pertambangan dan perkebunan, serta yang

melayani kota-kota lain di pantai Barat seperti Blang Pidie, Tapaktuan, Labuhan Haji,

Singkil, Subulussalam, Sinabang, Calang, Blang Kejeren dan Kutacane.

• Meningkatkan aksesibilitas menuju pusat-pusat pemasaran ke Banda Aceh dan ke Medan

melalui Blang Pidie – Tapaktuan – Kutacane dan Blang Kejeren.

• Membangun fasilitas pemrosesan hasil-hasil pertanian dan perkebunan (agroindutri) untuk

meningkatkan nilai tambah dan daya saing produksi wilayah di Kawasan Andalan Pesisir

Barat Selatan.

• Mengembangkan Bandara Perintis untuk meningkatkan aksesibilitas orang dan barang

menuju Banda Aceh dan Medan.

• Mengembangkan jasa-jasa perkotaan dengan skala regional NAD, meliputi perdagangan,

Page 41: RENCANA TATA RUANG (RTR) PULAU SUMATERA · PDF file1 rancangan peraturan presiden republik indonesia nomor ..... tahun ..... tentang rencana tata ruang (rtr) pulau sumatera presiden

Lampiran II - Keppres RTR Pulau Sumatera

5

No Nama Kota Fungsi Kota Jenis Pelayanan Strategi Pengembangan

kesehatan, pariwisata dan jasa-jasa sosial lainnya

• Menyiapkan aturan pemintakatan (zoning regulation) sebagai pelengkap dari RTRW Kota

II Provinsi Sumatera Utara

2.1 Medan

Kota Inti : Medan

Kota Satelit : Lubuk

Pakam, Binjai, Deli

Serdang, dan Kota

Lainnya

PKN / PKSN Jasa Pemerintahan, Pelayanan

administrasi pelintas batas negara,

transhipment point, Industri,

Perkebunan, Perdagangan,

Pariwisata, Peternakan, Perikanan

dan Pertanian.

• Diarahkan sebagai pusat administrasi pelintas batas yang berfungsi sebagai outlet

pemasaran untuk wilayah Sumatera Utara bagian timur.

• Dipertahankan untuk berfungsi sebagai pusat pertumbuhan wilayah nasional yang

mendukung pelayanan pengembangan wilayah di sekitarnya dan bahkan untuk seluruh

wilayah nasional, dengan tetap memantapkan fungsi-fungsi keterkaitan dengan pusat-pusat

pertumbuhan wilayah internasional

• Diarahkan untuk meningkatkan spesialisasi fungsi sektor perdagangan dan jasa, termasuk

jasa keuangan dan pemerintahan yang mendukung kegiatan eksport-import.

• Menyiapkan padu serasi pemanfaatan ruang kawasan Perkotaan Mebidang dengan

kawasan perbatasan di wilayah Johor.

• Diarahkan sebagai tujuan utama pemasaran komoditi potensial di wilayah Sumatera yang

ditunjang dengan keberadaan prasarana perhubungan (laut dan udara) serta kedekatan

dengan wilayah pemasaran utama, yaitu diantaranya Malaysia dan Singapura.

• Meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan prasarana dan sarana kota (jalan,

persampahan, air bersih, air limbah, drainase, dan telekomunikasi) yang memenuhi standar

Internasional.

• Membangun pelabuhan perikanan.

• Meningkatkan kualitas pelayanan pemerintahan yang mendukung terjaganya minat

investasi pasar modal.

• Memantapkan aksesibilitas Kota Medan dsk. menuju kota-kota PKN lainnya di Pulau

Sumatera (Lhokseumawe, Pekanbaru, Batam, Padang) dan wilayah nasional lainnya

(Jakarta), melalui peningkatan kualitas sistem jaringan transportasi darat, laut dan udara.

• Memantapkan kerjasama ekonomi dengan kota-kota dunia yang menjadi tujuan kegiatan

export – import, khususnya kota-kota yang masuk dalam lingkup Kerjasama Ekonomi Sub-

Regional Indonesia – Malaysia - Thailand (KESR IMT-GT), Asia Pasifik, dan kawasan

Page 42: RENCANA TATA RUANG (RTR) PULAU SUMATERA · PDF file1 rancangan peraturan presiden republik indonesia nomor ..... tahun ..... tentang rencana tata ruang (rtr) pulau sumatera presiden

Lampiran II - Keppres RTR Pulau Sumatera

6

No Nama Kota Fungsi Kota Jenis Pelayanan Strategi Pengembangan

lainnya

• Meningkatkan kualitas lingkungan hidup yang menjamin kesejahteraan dan produktivitas

masyarakat Kota Medan dsk.

• Meningkatkan kemampuan kerjasama pembangunan antar kota dan pengendalian

pemanfaatan ruang dan sumberdaya di Kawasan Medan dsk.

• Mengembangkan kawasan industri pengolahan, khususnya untuk industri kelapa sawit

• Menyiapkan aturan pemintakatan (zoning regulation) sebagai pelengkap dari RTRW Kota

2.2 Tebingtinggi PKW Jasa Pemerintahan, Pertanian dan

Perdagangan

• Diarahkan sebagai kota berfungsi sebagai pusat pertumbuhan wilayah Propinsi yang

mendorong potensi produksi pertanian.

• Diarahkan untuk meningkatkan spesialisasi fungsi sektor pertanian dan perdagangan

• Meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan prasarana dan sarana kota (jalan,

persampahan, air bersih, air limbah, drainase, dan telekomunikasi) yang memenuhi standar

Nasional.

• Meningkatkan kualitas pelayanan pemerintahan yang mendukung terjaganya minat

investasi.

• Memantapkan aksesibilitas Kota Tebingtinggi menuju Kota Medan selaku kota berfungsi

PKN di Provinsi Sumatera Utara dan kota-kota PKW lain seperti Pematang Siantar – Balige

melalui peningkatan kualitas sistem jaringan transportasi darat.

• Meningkatkan kualitas lingkungan hidup yang menjamin kesejahteraan dan produktivitas

masyarakat Kota Tebingtinggi.

• Meningkatkan kemampuan kerjasama pembangunan antar kota dan pengendalian

pemanfaatan ruang dan sumberdaya di Kawasan Andalan Medan dsk .

• Menyiapkan aturan pemintakatan (zoning regulation) sebagai pelengkap dari RTRW Kota

2.3 Sidikalang PKW Jasa Pemerintahan, Perkebunan,

Pertanian dan Peternakan

• Diarahkan sebagai kota berfungsi sebagai pusat pertumbuhan wilayah Propinsi yang

mendorong potensi produksi pertanian, perkebunan, dan peternakan, sekaligus sebagai

kota transit ke Propinsi Nanggroe Aceh Darusssalam

Page 43: RENCANA TATA RUANG (RTR) PULAU SUMATERA · PDF file1 rancangan peraturan presiden republik indonesia nomor ..... tahun ..... tentang rencana tata ruang (rtr) pulau sumatera presiden

Lampiran II - Keppres RTR Pulau Sumatera

7

No Nama Kota Fungsi Kota Jenis Pelayanan Strategi Pengembangan

kota transit ke Propinsi Nanggroe Aceh Darusssalam

• Diarahkan untuk meningkatkan spesialisasi fungsi sektor pertanian, perkebunan, dan

peternakan

• Meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan prasarana dan sarana kota (jalan,

persampahan, air bersih, air limbah, drainase, dan telekomunikasi) yang memenuhi standar

Nasional.

• Meningkatkan kualitas pelayanan pemerintahan yang mendukung terjaganya minat

investasi.

• Memantapkan aksesibilitas Kota Sidikalang menuju Kota Kabanjahe – Binjai – Medan serta

menuju Kota Singkil dan Kutacane melalui peningkatan kualitas sistem jaringan transportasi

darat.

• Meningkatkan kualitas lingkungan hidup yang menjamin kesejahteraan dan produktivitas

masyarakat Kota Sidikalang.

• Meningkatkan kemampuan kerjasama pembangunan antar kota dan pengendalian

pemanfaatan ruang dan sumberdaya di Kawasan Andalan Medan dsk.

• Mengembangkan kawasan industri pengolahan, khususnya untuk industri kopi

• Menyiapkan aturan pemintakatan (zoning regulation) sebagai pelengkap dari RTRW Kota

2.4 Pematang Siantar PKW Jasa Pemerintahan, Perkebunan,

Pertanian, Industri, Perdagangan,

dan Pariwisata

• Diarahkan sebagai kota berfungsi sebagai pusat pertumbuhan wilayah Propinsi yang

mendorong potensi produksi pertanian, perkebunan, industri, perdagangan, dan pariwisata.

• Diarahkan untuk meningkatkan spesialisasi fungsi sektor pertanian, perkebunan, industri

dan perdagangan

• Meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan prasarana dan sarana kota (jalan,

persampahan, air bersih, air limbah, drainase, dan telekomunikasi) yang memenuhi standar

Nasional.

• Meningkatkan kualitas pelayanan pemerintahan yang mendukung terjaganya minat

Page 44: RENCANA TATA RUANG (RTR) PULAU SUMATERA · PDF file1 rancangan peraturan presiden republik indonesia nomor ..... tahun ..... tentang rencana tata ruang (rtr) pulau sumatera presiden

Lampiran II - Keppres RTR Pulau Sumatera

8

No Nama Kota Fungsi Kota Jenis Pelayanan Strategi Pengembangan

investasi pasar modal.

• Memantapkan aksesibilitas Kota Pematang Siantar ke Tebingtinggi dan Medan serta ke

Danau Toba dan Balige melalui peningkatan kualitas sistem jaringan transportasi darat, laut

dan udara.

• Meningkatkan kualitas lingkungan hidup yang menjamin kesejahteraan dan produktivitas

masyarakat Kota Pematang Siantar.

• Meningkatkan kemampuan kerjasama pembangunan antar kota dan pengendalian

pemanfaatan ruang dan sumberdaya di Kawasan Andalan Pematang Siantar dsk

• Mengembangkan kawasan industri pengolahan, khususnya untuk industri kelapa sawit

• Menyiapkan aturan pemintakatan (zoning regulation) sebagai pelengkap dari RTRW Kota

2.5 Balige PKW Jasa Perkebunan, Pertanian, Industri

dan Pariwisata

• Diarahkan sebagai kota berfungsi sebagai pusat pertumbuhan wilayah Propinsi yang

mendorong potensi produksi pertanian, industri dan pariwisata.

• Diarahkan untuk meningkatkan spesialisasi fungsi sektor pertanian, pertambangan, industri

dan jasa.

• Meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan prasarana dan sarana kota (jalan,

persampahan, air bersih, air limbah, drainase, dan telekomunikasi) yang memenuhi standar

Nasional.

• Meningkatkan kualitas pelayanan pemerintahan yang mendukung terjaganya minat

investasi pasar modal.

• Memantapkan aksesibilitas Kota Balige menuju Kota Medan melalui Kabanjahe dan

Pematang Siantar, serta menuju Kota Sibolga dan Padang Sidempuan melalui peningkatan

kualitas sistem jaringan transportasi darat.

• Mempertahankan kondisi Danau Toba dan Kota Balige dari ancaman degradasi kualitas

lingkungan

• Mengembangkan fasilitas akomodasi wisata alam berskala internasional dengan

memanfaatkan keindahan panorama Danau Toba

• Meningkatkan kemampuan kerjasama pembangunan antar kota dan pengendalian

Page 45: RENCANA TATA RUANG (RTR) PULAU SUMATERA · PDF file1 rancangan peraturan presiden republik indonesia nomor ..... tahun ..... tentang rencana tata ruang (rtr) pulau sumatera presiden

Lampiran II - Keppres RTR Pulau Sumatera

9

No Nama Kota Fungsi Kota Jenis Pelayanan Strategi Pengembangan

pemanfaatan ruang dan sumberdaya di Kawasan Andalan Pematang Siantar dsk .

• Menyiapkan aturan pemintakatan (zoning regulation) sebagai pelengkap dari RTRW Kota

2.6 Rantau Prapat PKW Jasa Pemerintahan, Perkebunan,

Kehutanan, Pertanian, dan Industri

• Diarahkan sebagai kota berfungsi sebagai pusat pertumbuhan wilayah Propinsi yang

mendorong potensi produksi pertanian, perkebunan, kehutanan dan industri.

• Diarahkan untuk meningkatkan spesialisasi fungsi sektor pertanian, perkebunan, kehutanan

dan industri

• Meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan prasarana dan sarana kota (jalan,

persampahan, air bersih, air limbah, drainase, dan telekomunikasi) yang memenuhi standar

Nasional.

• Meningkatkan kualitas pelayanan pemerintahan yang mendukung terjaganya minat

investasi.

• Memantapkan aksesibilitas Kota Rantau Prapat ke Kisaran – Tebingtinggi – Medan serta ke

Dumai dan Pekanbaru melalui peningkatan kualitas sistem jaringan transportasi darat..

• Meningkatkan kualitas lingkungan hidup yang menjamin kesejahteraan dan produktivitas

masyarakat Kota Rantau Prapat.

• Meningkatkan kemampuan kerjasama pembangunan antar kota dan pengendalian

pemanfaatan ruang dan sumberdaya di Kawasan Andalan Rantau Prapat – Kisaran..

• Mengembangkan kawasan industri pengolahan, khususnya untuk kelapa sawit

• Menyiapkan aturan pemintakatan (zoning regulation) sebagai pelengkap dari RTRW Kota

2.7 Kisaran PKW Jasa Pemerintahan, Perkebunan,

Kehutanan, Pertanian, Perikanan dan

Industri

• Diarahkan sebagai kota berfungsi sebagai pusat pertumbuhan wilayah Propinsi yang

mendorong potensi produksi pertanian, perkebunan, pertambangan.

• Diarahkan untuk meningkatkan spesialisasi fungsi sektor pertanian, pertambangan,

perkebunan, industri dan perikanan.

• Meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan prasarana dan sarana perkotaan (jalan,

persampahan, air bersih, air limbah, drainase, dan telekomunikasi) yang memenuhi standar

Nasional.

Page 46: RENCANA TATA RUANG (RTR) PULAU SUMATERA · PDF file1 rancangan peraturan presiden republik indonesia nomor ..... tahun ..... tentang rencana tata ruang (rtr) pulau sumatera presiden

Lampiran II - Keppres RTR Pulau Sumatera

10

No Nama Kota Fungsi Kota Jenis Pelayanan Strategi Pengembangan

• Meningkatkan kualitas pelayanan pemerintahan yang mendukung terjaganya minat

investasi.

• Memantapkan aksesibilitas Kota Kisaran ke Tanjung Balai, ke Medan melalui Tebingtinggi,

serta ke Rantau Prapat melalui peningkatan kualitas sistem jaringan transportasi darat.

• Meningkatkan kualitas lingkungan hidup yang menjamin kesejahteraan dan produktivitas

masyarakat Kota Kisaran.

• Meningkatkan kemampuan kerjasama pembangunan antar kota dan pengendalian

pemanfaatan ruang dan sumberdaya di Kawasan Andalan Rantau Prapat – Kisaran.

• Mengembangkan kawasan industri pengolahan, khususnya untuk kelapa sawit

• Menyiapkan aturan pemintakatan (zoning regulation) sebagai pelengkap dari RTRW Kota

2.8 Sibolga PKW Jasa Pemerintahan, Perikanan,

Pertambangan, Pariwisata, dan

Industri

• Diarahkan sebagai kota berfungsi sebagai pusat pertumbuhan wilayah Propinsi yang

mendorong potensi produksi perikanan, industri dan pertambangan.

• Meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan prasarana dan sarana perkotaan (jalan,

persampahan, air bersih, air limbah, drainase, dan telekomunikasi) yang memenuhi standar

Nasional.

• Meningkatkan kualitas pelayanan pemerintahan yang mendukung terjaganya minat

investasi.

• Membangun prasarana pelabuhan perikanan.

• Memantapkan aksesibilitas Kota Sibolga menuju Padang Sidempuan – Lubuk Sikaping –

Payakumbuh – Padang serta menuju Kota Balige melalui peningkatan kualitas sistem

jaringan transportasi darat.

• Meningkatkan kualitas lingkungan hidup yang menjamin kesejahteraan dan produktivitas

masyarakat Kota Sibolga.

• Mengupayakan antisipasi terhadap bencana tanah longsor dan gempa bumi karena

memiliki tingkat kerentanan tanah dan gerakan tanah yang tinggi

• Meningkatkan kemampuan kerjasama pembangunan antar kota dan pengendalian

Page 47: RENCANA TATA RUANG (RTR) PULAU SUMATERA · PDF file1 rancangan peraturan presiden republik indonesia nomor ..... tahun ..... tentang rencana tata ruang (rtr) pulau sumatera presiden

Lampiran II - Keppres RTR Pulau Sumatera

11

No Nama Kota Fungsi Kota Jenis Pelayanan Strategi Pengembangan

pemanfaatan ruang dan sumberdaya di Kawasan Andalan Tapanuli dsk.

• Menyiapkan aturan pemintakatan (zoning regulation) sebagai pelengkap dari RTRW Kota

2.9 Padang Sidempuan PKW Jasa Pemerintahan, Perkebunan,

Pertambangan, Pertanian dan

Industri

• Diarahkan sebagai kota berfungsi sebagai pusat pertumbuhan wilayah Propinsi yang

mendorong potensi produksi pertanian, perkebunan, pertambangan.

• Diarahkan untuk meningkatkan spesialisasi fungsi sektor pertanian, pertambangan, industri

dan jasa.

• Meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan prasarana dan sarana perkotaan (jalan,

persampahan, air bersih, air limbah, drainase, dan telekomunikasi) yang memenuhi standar

Nasional.

• Meningkatkan kualitas pelayanan pemerintahan yang mendukung terjaganya minat

investasi pasar modal.

• Memantapkan aksesibilitas Kota Padang Sidempuan menuju Kota Tarutung - Balige dan

menuju Kota Padang sebagai Kota PKN di Sumatera melalui peningkatan kualitas sistem

jaringan transportasi darat.

• Meningkatkan kualitas lingkungan hidup yang menjamin kesejahteraan dan produktivitas

masyarakat Kota Padang Sidempuan.

• Meningkatkan kemampuan kerjasama pembangunan antar kota dan pengendalian

pemanfaatan ruang dan sumberdaya di Kawasan Andalan Tapanuli dsk.

• Mengembangkan kawasan industri pengolahan, khususnya untuk industri kelapa sawit

• Menyiapkan aturan pemintakatan (zoning regulation) sebagai pelengkap dari RTRW Kota

2.10 Gunung Sitoli PKW Jasa Pemerintahan, Pariwisata,

Perikanan, dan Pertambangan

• Diarahkan sebagai kota berfungsi sebagai pusat pertumbuhan wilayah Propinsi yang

mendorong potensi produksi perikanan, pariwisata, dan pertambangan, serta sebagai

pusat koleksi dan distribusi skala regional

• Diarahkan untuk meningkatkan spesialisasi fungsi sektor perikanan, pariwisata dan

pertambangan

• Meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan prasarana dan sarana perkotaan (jalan,

persampahan, air bersih, air limbah, drainase, dan telekomunikasi) yang memenuhi standar

Page 48: RENCANA TATA RUANG (RTR) PULAU SUMATERA · PDF file1 rancangan peraturan presiden republik indonesia nomor ..... tahun ..... tentang rencana tata ruang (rtr) pulau sumatera presiden

Lampiran II - Keppres RTR Pulau Sumatera

12

No Nama Kota Fungsi Kota Jenis Pelayanan Strategi Pengembangan

Nasional.

• Meningkatkan kualitas pelayanan pemerintahan yang mendukung terjaganya minat

investasi pasar modal.

• Memantapkan aksesibilitas Gunung Sitoli ke mainland Pulau Sumatera, khususnya ke Kota

Sibolga melalui jalur pelabuhan laut maupun langsung ke Medan melalui Bandara Binaka

• Mengembangkan fasilitas akomodasi wisata bahari berskala nasional dengan

memanfaatkan potensi kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil di sekitarnya yang

komplementer dengan Kep. Banyak (Simeueleu – NAD)

• Meningkatkan kualitas lingkungan hidup yang menjamin kesejahteraan dan produktivitas

masyarakat Kota Gunung Sitoli.

• Menyiapkan aturan pemintakatan (zoning regulation) sebagai pelengkap dari RTRW Kota

2.11 Tanjung Balai PKSN Pelayanan admininstrasi pelintas

batas negara, perdagangan-jasa, dan

transhipment point.

• Diarahkan sebagai pusat administrasi pelintas batas yang berfungsi sebagai outlet

pemasaran untuk wilayah Sumatera Utara bagian timur.

• Meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan utilitas perkotaan (jalan, persampahan, air

bersih, dst) dan fasilitas perdagangan serta fasilitas pendukung sebagai pintu gerbang

lintas Negara.

• Menyiapkan padu serasi pemanfaatan ruang kawasan Perkotaan Mebidang dengan

kawasan perbatasan di wilayah Johor.

• Meningkatkan kemampuan kerjasama pembangunan antar kawasn dengan Negara

tetangga.

• Meningkatkan kualitas pelayanan pemerintahan yang mendukung terjaganya minat

investasi pasar.

• Meningkatkan kualitas lingkungan hidup yang menjamin kesejahteraan dan kreativitas

masyarakat Kota Tanjung Balai.

III Provinsi Sumatera Barat

3.1 Padang PKN Jasa Pemerintahan, Perdagangan,

Industri, Perikanan, Pertanian dan

Pariwisata

• Dipertahankan untuk berfungsi sebagai pusat pertumbuhan wilayah nasional yang

mendukung pelayanan pengembangan wilayah di sekitarnya dan bahkan untuk seluruh

Page 49: RENCANA TATA RUANG (RTR) PULAU SUMATERA · PDF file1 rancangan peraturan presiden republik indonesia nomor ..... tahun ..... tentang rencana tata ruang (rtr) pulau sumatera presiden

Lampiran II - Keppres RTR Pulau Sumatera

13

No Nama Kota Fungsi Kota Jenis Pelayanan Strategi Pengembangan

Pariwisata

wilayah nasional, dengan tetap memantapkan fungsi-fungsi keterkaitan dengan pusat-pusat

pertumbuhan wilayah internasional.

• Diarahkan untuk meningkatkan spesialisasi sektor industri, perikanan laut, pertanian,

pariwisata dan perdagangan dan jasa.

• Mengupayakan antisipasi terhadap bencana tanah longsor dan gempa bumi karena memiliki

tingkat kerentanan tanah dan gerakan tanah yang tinggi serta mengupayakan pengendalian

banjir melalui pengembangan sistem drainase regional.

• Meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan prasarana dan sarana perkotaan (jalan,

persampahan, air bersih, air limbah, drainase, dan telekomunikasi) yang memenuhi standar

Internasional.

• Membangun pusat industri perikanan dan penelitian perikanan untuk wilayah pesisir barat

Sumatera.

• Meningkatkan kualitas pelayanan pemerintahan yang mendukung terjaganya minat

investasi.

• Memantapkan aksesibilitas Kota Padang menuju kota-kota PKN lainnya di Pulau Sumatera

(Medan dan Pekanbaru) serta wilayah nasional lainnya (Jakarta dan Denpasar), melalui

peningkatan kualitas sistem jaringan transportasi darat, laut dan udara.

• Memantapkan kerjasama ekonomi dengan kota-kota dunia yang menjadi tujuan kegiatan

export – import, khususnya kota-kota yang masuk dalam lingkup Kerjasama Ekonomi Sub-

Regional Indonesia – Malaysia – Thailand (KESR IMT-GT), Asia Pasifik, dan kawasan

lainnya

• Meningkatkan kualitas lingkungan hidup yang menjamin kesejahteraan dan produktivitas

masyarakat Kota Padang.

• Mengembangkan fasilitas akomodasi wisata bahari berskala internasional dengan

memanfaatkan potensi kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil di sekitarnya (Kawasan

Andalan Kepulauan Siberut dsk, serta komplementer dengan Kawasan Andalan Agam-

Bukittinggi yang juga memiliki sektor andalan pariwisata.

• Meningkatkan kemampuan kerjasama pembangunan antar kota dan pengendalian

pemanfaatan ruang dan sumberdaya di Kawasan Padang Pariaman dsk.

Page 50: RENCANA TATA RUANG (RTR) PULAU SUMATERA · PDF file1 rancangan peraturan presiden republik indonesia nomor ..... tahun ..... tentang rencana tata ruang (rtr) pulau sumatera presiden

Lampiran II - Keppres RTR Pulau Sumatera

14

No Nama Kota Fungsi Kota Jenis Pelayanan Strategi Pengembangan

• Menyiapkan aturan pemintakatan (zoning regulation) sebagai pelengkap dari RTRW Kota

3.2 Pariaman PKW Jasa Pemerintahan, Perikanan,

Pertanian, Pariwisata, dan Pariwisata

• Diarahkan sebagai kota pusat pertumbuhan wilayah provinsi yang berfungsi sebagai pusat

produksi, koleksi dan distribusi skala regional untuk mendukung sektor produksi wilayah

sekitarnya seperti kegiatan perikanan, pertanian, pariwisata, dan perdagangan

• Mengembangkan kualitas pelayanan prasarana dan sarana perkotaan yang mendukung

fungsi kota pemerintahan, pertanian, pariwista, dan perdagangan

• Meningkatkan aksesibilitas kota Pariaman menuju Kota Padang dan Kota Bukittinggi

melalui peningkatan kualitas prasarana transportasi darat dan laut, khususnya menuju

Pelabuhan Laut Internasional Teluk Bayur.

• Meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan prasarana dan sarana perkotaan (jalan,

persampahan, air bersih, air limbah, drainase, dan telekomunikasi) yang memenuhi standar

nasional.

• Mengembangkan fasilitas akomodasi wisata bahari berskala nasional dengan

memanfaatkan potensi kawasan Kawasan. Andalan Laut Kepulauan Siberut dsk dan

wisata alam dengan memanfaatkan keindahan panorama Danau Maninjau.

• Meningkatkan kualitas pelayanan pemerintahan yang mendukung terjaganya minat

investasi.

• Meningkatkan kualitas lingkungan hidup yang menjamin kesejahteraan dan produktivitas

masyarakat Kota Pariaman.

• Menyiapkan aturan pemintakatan (zoning regulation) sebagai pelengkap dari RTRW Kota

3.3 Bukittingi PKW Jasa Pemerintahan, Perkebunan,

Pariwisata dan Pertanian

• Diarahkan sebagai kota yang berfungsi sebagai pusat pertumbuhan wilayah pulau yang

mendorong pertumbuhan potensi perkebunan, pariwisata, dan pertanian.

• Diarahkan untuk meningkatkan spesialisasi fungsi sektor pariwisata dan pertanian.

• Meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan prasarana dan sarana perkotaan (jalan,

persampahan, air bersih, air limbah, drainase, dan telekomunikasi) yang memenuhi standar

Nasional.

Page 51: RENCANA TATA RUANG (RTR) PULAU SUMATERA · PDF file1 rancangan peraturan presiden republik indonesia nomor ..... tahun ..... tentang rencana tata ruang (rtr) pulau sumatera presiden

Lampiran II - Keppres RTR Pulau Sumatera

15

No Nama Kota Fungsi Kota Jenis Pelayanan Strategi Pengembangan

• Meningkatkan kualitas pelayanan pemerintahan yang mendukung terjaganya minat

investasi.

• Memantapkan aksesibilitas Kota Bukittinggi menuju Kota Padang selaku kota berfungsi

PKN di Provinsi Sumatera Barat, menuju kota-kota PKW di sekitarnya (Pariaman,

Payakumbuh dan Padang Sidempuan) serta menuju Kota Pekanbaru sebagai Kota PKN di

Sumatera melalui peningkatan kualitas sistem jaringan transportasi darat.

• Mengembangkan fasilitas akomodasi wisata alam berskala internasional dengan

memanfaatkan potensi keindahan alam pada kawasan andalan Agam – Bukittingi.

• Meningkatkan kualitas lingkungan hidup yang menjamin kesejahteraan dan produktivitas

masyarakat Kota Bukittinggi.

• Meningkatkan kemampuan kerjasama pembangunan antar kota dan pengendalian

pemanfaatan ruang dan sumberdaya di kaw. Agam-Bukittinggi dsk.

• Menyiapkan aturan pemintakatan (zoning regulation) sebagai pelengkap dari RTRW Kota

3.4 Muarasiberut PKW Jasa Pemerintahan, Pertanian,

Pariwisata, Perdagangan, dan

Perikanan.

• Diarahkan sebagai kota pusat pertumbuhan wilayah provinsi yang berfungsi sebagai pusat

produksi dan distribusi untuk mendukung sektor produksi wilayah sekitarnya seperti

kegiatan perikanan, pertanian, dan perdagangan

• Mengembangkan kualitas pelayanan prasarana dan sarana perkotaan yang mendukung

fungsi kota perikanan, pertanian, pariwisata dan perdagangan.

• Meningkatkan aksesibilitas kota Muarasiberut ke daerah-daerah belakangnya di Kawasan

Andalan Mentawai dsk, serta ke Kota Padang dan Pariaman melalui peningkatan kualitas

prasarana transportasi yang terpadu antara moda jalan raya dan laut

• Meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan prasarana dan sarana perkotaan (jalan,

persampahan, air bersih, air limbah, drainase, dan telekomunikasi) yang memenuhi standar

nasional.

• Mengembangkan fasilitas akomodasi wisata bahari berskala internasional dengan

memanfaatkan potensi pada Kawasan Andalan Laut Kepulauan Siberut dsk.

• Meningkatkan kualitas pelayanan pemerintahan yang mendukung terjaganya minat

Page 52: RENCANA TATA RUANG (RTR) PULAU SUMATERA · PDF file1 rancangan peraturan presiden republik indonesia nomor ..... tahun ..... tentang rencana tata ruang (rtr) pulau sumatera presiden

Lampiran II - Keppres RTR Pulau Sumatera

16

No Nama Kota Fungsi Kota Jenis Pelayanan Strategi Pengembangan

investasi.

• Meningkatkan kualitas lingkungan hidup yang menjamin kesejahteraan dan produktivitas

masyarakat Kota Muarasiberut.

• Menyiapkan aturan pemintakatan (zoning regulation) sebagai pelengkap dari RTRW Kota

3.5 Sawahlunto PKW Jasa Pemerintahan, Pertambangan,

Pertanian, Perkebunan, dan

Pariwisata,

• Diarahkan sebagai kota pusat pertumbuhan wilayah provinsi dengan spesialisasi kegiatan

pertanian, perkebunan pariwisata, dan pertambangan.

• Mengembangkan kualitas pelayanan prasarana dan sarana perkotaan yang mendukung

fungsi kota pariwisata, pertanian tanaman pangan dan perkebunan.

• Meningkatkan aksesibilitas Kota Sawahlunto ke Kota Padang melalui Solok, serta ke Muara

Bungo sebagai Kota PKW di Provinsi Jambi melalui peningkatan kualitas prasarana

transportasi darat

• Meningkatkan aksesibilitas menuju tujuan/pusat koleksi distribusi di Kota Padang

• Meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan prasarana dan sarana kota (jalan,

persampahan, air bersih, air limbah, drainase, dan telekomunikasi) yang memenuhi standar

nasional.

• Mengembangkan fasilitas akomodasi wisata alam berskala nasional dengan memanfaatkan

potensi keindahan panorama alam pada Kawasan Andalan Solok dsk, seperti Danau

Singkarak, Danau Diatas, Danau Dibawah, dan Taman Nasional Kerinci Seblat sebagainya.

• Meningkatkan kualitas pelayanan pemerintahan yang mendukung terjaganya minat

investasi.

• Meningkatkan kualitas lingkungan hidup yang menjamin kesejahteraan dan produktivitas

masyarakat Kota Sawahlunto.

• Meningkatkan kemampuan kerjasama pembangunan antar kota dan pengendalian

pemanfaatan ruang dan sumberdaya di kaw. Solok dsk

• Menyiapkan aturan pemintakatan (zoning regulation) sebagai pelengkap dari RTRW Kota.

Page 53: RENCANA TATA RUANG (RTR) PULAU SUMATERA · PDF file1 rancangan peraturan presiden republik indonesia nomor ..... tahun ..... tentang rencana tata ruang (rtr) pulau sumatera presiden

Lampiran II - Keppres RTR Pulau Sumatera

17

No Nama Kota Fungsi Kota Jenis Pelayanan Strategi Pengembangan

IV Provinsi Riau

4.1 Pekanbaru PKN Jasa Pemerintahan, Jasa dan

Perdagangan, Industri, Perkebunan,

dan Pertambangan

• Diarahkan untuk menjadi pusat pertumbuhan wilayah nasional yang berorientasi pada

upaya mendorong perkembangan sektor produksi wilayah seperti perkebunan, industri,

perdagangan, dan pertambangan

• Memantapkan peran Kota Pekanbaru sebagai pusat koleksi dan distribusi skala nasional,

terutama pada wilayah Sumatera bagian Tengah

• Meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan prasarana dan sarana perkotaan (jalan,

persampahan, air bersih, air limbah, drainase, dan telekomunikasi) dan fasilitas

perdagangan untuk mendukung peran Pekanbaru sebagai pusat pelayanan regional dan

nasional melalui kerjasama dengan pihak swasta secara selektif

• Meningkatkan aksesibilitas Kota Pekanbaru ke Kota-Kota PKN di Sumatera (Batam –

Medan – Padang) dan kota-kota PKW di Provinsi Riau, seperti Rengat, Bengkalis, dan

Dumai melalui sistem transportasi terpadu antar-moda darat dan udara.

• Memantapkan kerjasama ekonomi dengan kota-kota dunia yang menjadi tujuan kegiatan

export – import, khususnya kota-kota yang masuk dalam lingkup Kerjasama Ekonomi Sub-

Regional Singapura – Johor – Riau (KESR SIJORI), Asia Pasifik, dan kawasan lainnya

• Mengembangkan jasa-jasa perkotaan dengan bertaraf internasional meliputi perdagangan,

pendidikan, kesehatan dan jasa-jasa sosial lainnya

• Meningkatkan kualitas pelayanan jasa keuangan dan pemerintahan yang mendukung

kegiatan eksport-import

• Meningkatkan kemampuan kerjasama pembangunan antar kota dan pengendalian

pemanfaatan ruang dan sumberdaya di Kawasan Andalan Pekanbaru dsk

• Mengembangkan kawasan industri pengolahan produk-produk unggulan wilayah untuk

meningkatkan nilai tambah dan daya saingnya, khususnya untuk industri migas.

• Menyiapkan aturan pemintakatan (zoning regulation) sebagai pelengkap dari RTRW Kota

4.2 Dumai PKN / PKSN Jasa Pemerintahan, Pelayanan

administrasi pelintas batas negara,

• Diarahkan sebagai pusat administrasi pelintas batas yang berfungsi sebagai outlet

pemasaran untuk wilayah Riau bagian timur.

Page 54: RENCANA TATA RUANG (RTR) PULAU SUMATERA · PDF file1 rancangan peraturan presiden republik indonesia nomor ..... tahun ..... tentang rencana tata ruang (rtr) pulau sumatera presiden

Lampiran II - Keppres RTR Pulau Sumatera

18

No Nama Kota Fungsi Kota Jenis Pelayanan Strategi Pengembangan

administrasi pelintas batas negara,

transhipment point, Industri,

Pertambangan, Perkebunan,

Perdagangan, dan Perikanan

pemasaran untuk wilayah Riau bagian timur.

• Diarahkan untuk menjadi pusat pertumbuhan wilayah nasional yang berorientasi pada

upaya mendorong perkembangan sektor produksi wilayah seperti perkebunan, industri,

perdagangan, pertambangan dan perikanan

• Memantapkan peran Dumai sebagai pusat koleksi dan distribusi skala nasional, terutama

bagian Timur Sumatera dengan memperhatikan lokasi strategis pada jalur Selat Malaka

melalui peningkatan tujuan pelabuhan Dumai yang komplementer dengan Pelabuhan

Belawan.

• Meningkatkan aksesibilitas Kota Dumai ke sentra-sentra produksi pada Kawasan Andalan

Duri – Dumai dan menuju pusat-pusat pemasaran lainnya, baik di dalam negeri (Pekanbaru

dan Medan) maupun di luar negeri (Singapura).

• Menyiapkan padu serasi pemanfaatan ruang kawasan Pekanbaru dsk dengan kawasan

perbatasan di wilayah Singapura.

• Meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan prasarana dan sarana perkotaan (jalan,

persampahan, air bersih, air limbah, drainase, dan telekomunikasi) dan fasilitas

perdagangan untuk mendukung peran Dumai sebagai pusat pelayanan nasional melalui

kerjasama dengan pihak swasta secara selektif

• Memantapkan kerjasama ekonomi dengan kota-kota dunia yang menjadi tujuan kegiatan

export – import, khususnya kota-kota yang masuk dalam lingkup Kerjasama Ekonomi Sub-

Regional Singapura – Johor – Riau (KESR SIJORI), Asia Pasifik, dan kawasan lainnya

• Mengembangkan jasa-jasa perkotaan dengan bertaraf internasional meliputi perdagangan,

pendidikan, kesehatan dan jasa-jasa sosial lainnya

• Meningkatkan kualitas pelayanan jasa keuangan dan pemerintahan yang mendukung

kegiatan eksport-import

• Mengembangkan kawasan industri pengolahan (komoditas kelapa sawit dan hortikultura,

pertambangan dan perikanan tangkap) yang komplementer dengan keberadaan kandidat

pelabuhan internasional Dumai.

• Meningkatkan kemampuan kerjasama pembangunan antar kota dan pengendalian

pemanfaatan ruang dan sumberdaya di Kawasan Andalan Duri – Dumai dsk

Page 55: RENCANA TATA RUANG (RTR) PULAU SUMATERA · PDF file1 rancangan peraturan presiden republik indonesia nomor ..... tahun ..... tentang rencana tata ruang (rtr) pulau sumatera presiden

Lampiran II - Keppres RTR Pulau Sumatera

19

No Nama Kota Fungsi Kota Jenis Pelayanan Strategi Pengembangan

• Menyiapkan aturan pemintakatan (zoning regulation) sebagai pelengkap dari RTRW Kota

4.3 Bangkinang PKW Jasa Industri, Perkebunan, Pertanian

dan Pertambangan

• Diarahkan sebagai kota yang berfungsi sebagai pusat pertumbuhan wilayah provinsi yang

berorientasi pada kegiatan industri, perkebunan, pertanian dan pertambangan

• Mengembangkan kualitas pelayanan prasarana dan sarana perkotaan yang mendukung

fungsi kota industri, perkebunan, pertanian dan pertambangan

• Meningkatkan aksesibilitas Kota Bangkinang ke sentra-sentra produksi pada daerah

belakangnya pada Kawasan Andalan Pekanbaru dsk melalui peningkatan kualitas

prasarana transportasi darat yang terpadu

• Meningkatkan aksesibilitas menuju pusat koleksi dan distribusi hasil-hasil produksi di

Pekanbaru dan Padang.

• Meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan prasarana dan sarana kota ((jalan,

persampahan, air bersih, air limbah, drainase, dan telekomunikasi) yang memenuhi standar

nasional.

• Meningkatkan kualitas pelayanan pemerintahan yang mendukung terjaganya minat

investasi.

• Meningkatkan kemampuan kerjasama pembangunan antar kota dan pengendalian

pemanfaatan ruang dan sumberdaya di Kawasan Andalan Pekanbaru dsk

• Meningkatkan kualitas lingkungan hidup yang menjamin kesejahteraan dan produktivitas

masyarakat Kota Bangkinang.

• Mengembangkan kawasan industri pengolahan (komoditas kelapa sawit dan

pertambangan)

• Menyiapkan aturan pemintakatan (zoning regulation) sebagai pelengkap dari RTRW Kota

4.4 Siak Sri Indrapura PKW Jasa Pemerintahan, Industri,

Perkebunan, Pertanian dan

Pertambangan

• Diarahkan sebagai kota pusat pertumbuhan provinsi yang berfungsi sebagai pusat produksi

dan distribusi untuk mendukung sektor produksi wilayah sekitarnya seperti kegiatan

industri, perkebunan, pertanian dan pertambangan

• Mengembangkan kualitas pelayanan prasarana dan sarana perkotaan yang mendukung

fungsi kota industri, perkebunan, pertanian dan pertambangan

Page 56: RENCANA TATA RUANG (RTR) PULAU SUMATERA · PDF file1 rancangan peraturan presiden republik indonesia nomor ..... tahun ..... tentang rencana tata ruang (rtr) pulau sumatera presiden

Lampiran II - Keppres RTR Pulau Sumatera

20

No Nama Kota Fungsi Kota Jenis Pelayanan Strategi Pengembangan

fungsi kota industri, perkebunan, pertanian dan pertambangan

• Meningkatkan aksesibilitas Kota Siak Sri Indrapura ke Kota Pekanbaru dan ke Bengkalis

melalui peningkatan kualitas prasarana transportasi darat dan laut yang terpadu

• Meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan prasarana dan sarana kota (jalan,

persampahan, air bersih, air limbah, drainase, dan telekomunikasi) yang memenuhi standar

nasional.

• Meningkatkan kualitas pelayanan pemerintahan yang mendukung terjaganya minat

investasi pasar modal.

• Meningkatkan kualitas lingkungan hidup yang menjamin kesejahteraan dan produktivitas

masyarakat Kota Siak Sri Indrapura.

• Mengembangkan kawasan industri pengolahan, khususnya untuk industri migas.

• Meningkatkan kemampuan kerjasama pembangunan antar kota dan pengendalian

pemanfaatan ruang dan sumberdaya di Kawasan Andalan Pekanbaru dsk

4.5 Bengkalis PKW Jasa Pemerintahan, Industri,

Pertambangan, Perkebunan dan

Perikanan

• Diarahkan sebagai kota pusat pertumbuhan wilayah pulau yang berfungsi sebagai pusat

produksi dan distribusi untuk mendukung sektor produksi wilayah sekitarnya seperti

kegiatan industri, pertambangan, perkebunan dan perikanan.

• Mengembangkan kualitas pelayanan prasarana dan sarana perkotaan yang mendukung

fungsi kota pemerintahan, industri, pertambangan, perkebunan dan perikanan

• Meningkatkan aksesibilitas kota Bengkalis ke Kota Dumai dan Pekanbaru melalui

peningkatan kualitas prasarana transportasi laut dan darat secara terpadu

• Meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan prasarana dan sarana kota (jalan,

persampahan, air bersih, air limbah, drainase, dan telekomunikasi) yang memenuhi standar

nasional.

• Meningkatkan kualitas pelayanan pemerintahan yang mendukung terjaganya minat

investasi.

• Meningkatkan kualitas lingkungan hidup yang menjamin kesejahteraan dan produktivitas

Page 57: RENCANA TATA RUANG (RTR) PULAU SUMATERA · PDF file1 rancangan peraturan presiden republik indonesia nomor ..... tahun ..... tentang rencana tata ruang (rtr) pulau sumatera presiden

Lampiran II - Keppres RTR Pulau Sumatera

21

No Nama Kota Fungsi Kota Jenis Pelayanan Strategi Pengembangan

masyarakat Kota Bengkalis.

• Mengembangkan kawasan industri pengolahan (komoditas kelapa sawit, perikanan, dan

pertambangan)

• Menyiapkan aturan pemintakatan (zoning regulation) sebagai pelengkap dari RTRW Kota

4.6 Bagan Siapi-api PKW Jasa Pemerintahan, Industri,

Perdagangan, Perikanan, dan

Budidaya Kelautan

• Diarahkan sebagai kota pusat pertumbuhan wilayah pulau yang berfungsi sebagai pusat

kegiatan wilayah pesisir untuk mendukung sektor produksi wilayah sekitarnya seperti

kegiatan industri, perdagangan, perikanan, dan budidaya kelautan.

• Mengembangkan kualitas pelayanan prasarana dan sarana perkotaan yang mendukung

fungsi kota pemerintahan, perdagangan, dan perikanan serta budidaya kelautan.

• Meningkatkan aksesibilitas Kota Bagan Siapi-api menuju Kota Dumai, serta menuju

Malaysia dan Singapura melalui Kota Batam dan Medan dengan cara meningkatkan

kualitas prasarana transportasi darat dan laut

• Meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan prasarana dan sarana kota (jalan,

persampahan, air bersih, air limbah, drainase, dan telekomunikasi) yang memenuhi standar

nasional.

• Meningkatkan kualitas pelayanan pemerintahan yang mendukung terjaganya minat

investasi.

• Meningkatkan kualitas lingkungan hidup yang menjamin kesejahteraan dan produktivitas

masyarakat Kota Bagan Siapi-api.

• Meningkatkan kemampuan kerjasama pembangunan antar kota dan pengendalian

pemanfaatan ruang dan sumberdaya di Kawasan Andalan Duri – Dumai dsk

• Menyiapkan aturan pemintakatan (zoning regulation) sebagai pelengkap dari RTRW Kota

4.7 Tembilahan PKW Jasa Pemerintahan, Perkebunan,

Pertanian, Industri, Perikanan, dan

Kehutanan

• Diarahkan sebagai kota pusat pertumbuhan wilayah provinsi yang berfungsi sebagai pusat

produksi dan distribusi untuk mendukung sektor produksi wilayah sekitarnya seperti

kegiatan pertanian, industri, perikanan dan kehutanan

• Mengembangkan kualitas pelayanan prasarana dan sarana perkotaan yang mendukung

Page 58: RENCANA TATA RUANG (RTR) PULAU SUMATERA · PDF file1 rancangan peraturan presiden republik indonesia nomor ..... tahun ..... tentang rencana tata ruang (rtr) pulau sumatera presiden

Lampiran II - Keppres RTR Pulau Sumatera

22

No Nama Kota Fungsi Kota Jenis Pelayanan Strategi Pengembangan

fungsi kota pemerintahan, pertanian, industri, perikanan dan kehutanan

• Meningkatkan aksesibilitas Kota Tembilahan ke Rengat dan Pekanbaru serta ke Kota Kuala

Tungkal melalui peningkatan kualitas prasarana transportasi darat dan laut yang terpadu

• Meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan prasarana dan sarana perkotaan (jalan,

persampahan, air bersih, air limbah, drainase, dan telekomunikasi) yang memenuhi standar

nasional.

• Meningkatkan kualitas pelayanan pemerintahan yang mendukung terjaganya minat

investasi.

• Mengembangkan fasilitas akomodasi wisata bahari berskala internasional dengan

memanfaatkan potensi Kawasan Andalan Laut Riau dsk

• Meningkatkan kualitas lingkungan hidup yang menjamin kesejahteraan dan produktivitas

masyarakat Kota Tembilahan.

• Meningkatkan kemampuan kerjasama pembangunan antar kota dan pengendalian

pemanfaatan ruang dan sumberdaya di Kawasan Andalan Kuala Enok – Rengat dsk

• Menyiapkan aturan pemintakatan (zoning regulation) sebagai pelengkap dari RTRW Kota

4.8 Rengat PKW Jasa Pemerintahan, Perkebunan,

Pertanian, Industri, dan Perikanan

• Diarahkan sebagai kota pusat pertumbuhan wilayah provinsi yang berfungsi sebagai pusat

produksi dan distribusi untuk mendukung sektor produksi wilayah sekitarnya seperti

kegiatan perkebunan, pertanian, industri dan perikanan

• Mengembangkan kualitas pelayanan prasarana dan sarana perkotaan yang mendukung

fungsi kota pemerintahan, perkebunan, pertanian, industri dan perikanan

• Meningkatkan aksesibilitas Kota Rengat menuju Kota Pekanbaru, menuju Kota Tembilahan

dan ke Muara Bungo melalui peningkatan kualitas prasarana transportasi darat

• Meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan prasarana dan sarana perkotaan (jalan,

persampahan, air bersih, air limbah, drainase, dan telekomunikasi) yang memenuhi standar

nasional.

• Meningkatkan kualitas pelayanan pemerintahan yang mendukung terjaganya minat

investasi

Page 59: RENCANA TATA RUANG (RTR) PULAU SUMATERA · PDF file1 rancangan peraturan presiden republik indonesia nomor ..... tahun ..... tentang rencana tata ruang (rtr) pulau sumatera presiden

Lampiran II - Keppres RTR Pulau Sumatera

23

No Nama Kota Fungsi Kota Jenis Pelayanan Strategi Pengembangan

• Meningkatkan kualitas lingkungan hidup yang menjamin kesejahteraan dan produktivitas

masyarakat Kota Rengat.

• Meningkatkan kemampuan kerjasama pembangunan antar kota dan pengendalian

pemanfaatan ruang dan sumberdaya di Kawasan Andalan Rengat – Kuala Enok dsk

• Menyiapkan aturan pemintakatan (zoning regulation) sebagai pelengkap dari RTRW Kota

4.9 Pasir Pangarayan PKW Jasa Pemerintahan, Industri Migas

dan Perkebunan

• Diarahkan sebagai kota pusat pertumbuhan ekonomi provinsi yang berfungsi sebagai pusat

produksi dan distribusi untuk mendukung sektor produksi wilayah sekitarnya seperti

kegiatan industri migas dan perkebunan

• Mengembangkan kualitas pelayanan prasarana dan sarana perkotaan yang mendukung

fungsi kota pemerintahan, industri migas dan perkebunan

• Meningkatkan aksesibilitas Kota Pasir Pangarayan ke Kota Pekanbaru dan Kota Rantau

Prapat melalui peningkatan kualitas prasarana transportasi darat

• Meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan prasarana dan sarana perkotaan (jalan,

persampahan, air bersih, air limbah, drainase, dan telekomunikasi) yang memenuhi standar

nasional.

• Meningkatkan kualitas pelayanan pemerintahan yang mendukung terjaganya minat

investasi.

• Meningkatkan kualitas lingkungan hidup yang menjamin kesejahteraan dan produktivitas

masyarakat Kota Pasir Pangarayan.

4.10 Taluk Kuantan PKW Jasa Pemerintahan, Perkebunan,

Industri

• Diarahkan sebagai kota pusat pertumbuhan ekonomi provinsi yang berfungsi sebagai pusat

produksi dan distribusi untuk mendukung sektor produksi wilayah sekitarnya seperti

kegiatan perkebunan beserta industri pengolahannya

• Mengembangkan kualitas pelayanan prasarana dan sarana perkotaan yang mendukung

fungsi kota pemerintahan, perkebunan beserta industri pengolahannya

• Meningkatkan aksesibilitas Kota Taluk Kuantan ke Kota Pekanbaru dan kota-kota di

Sumatera Barat melalui peningkatan kualitas prasarana transportasi darat , khususrnya

jalur jalan lintas tengah Sumatera dan transportasi sungai

• Meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan prasarana dan sarana perkotaan (jalan,

Page 60: RENCANA TATA RUANG (RTR) PULAU SUMATERA · PDF file1 rancangan peraturan presiden republik indonesia nomor ..... tahun ..... tentang rencana tata ruang (rtr) pulau sumatera presiden

Lampiran II - Keppres RTR Pulau Sumatera

24

No Nama Kota Fungsi Kota Jenis Pelayanan Strategi Pengembangan

persampahan, air bersih, air limbah, drainase, dan telekomunikasi) yang memenuhi standar

nasional.

• Meningkatkan kualitas pelayanan pemerintahan yang mendukung terjaganya minat

investasi.

• Meningkatkan kualitas lingkungan hidup yang menjamin kesejahteraan dan produktivitas

masyarakat Kota Taluk Kuantan.

V Provinsi Kepulauan Riau

5.1 Batam PKN / PKSN Jasa Pemerintahan, Pelayanan

administrasi pelintas batas negara,

transhipment point, Industri,

Perdagangan dan Jasa, Perikanan

dan Pariwisata

• Diarahkan sebagai pusat administrasi pelintas batas yang berfungsi sebagai outlet

pemasaran untuk wilayah Kepulauan Riau bagian timur.

• Diarahkan untuk menjadi pusat pertumbuhan wilayah nasional yang berorientasi pada

upaya mendorong perkembangan sektor produksi wilayah seperti industri, perdagangan

dan jasa, perikanan laut dan pariwisata.

• Diarahkan sebagai tujuan utama pemasaran komoditi potensial di wilayah Sumatera yang

ditunjang dengan keberadaan prasarana perhubungan (laut dan udara) bertaraf

internasional

• Menyiapkan padu serasi pemanfaatan ruang kawasan Zona Batam-Tanjung Pinang dsk

dengan kawasan perbatasan di wilayah Singapura.

• Mengembangkan kualitas pelayanan prasarana dan sarana perkotaan yang mendukung

fungsi kota pariwisata, pertanian tanaman pangan dan perkebunan

• Membangun prasarana pelabuhan perikanan.

• Meningkatkan aksesibilitas Kota Dumai ke sentra-sentra produksi pada Kawasan Andalan

Batam – Tanjung Pinang dan menuju pusat-pusat pemasaran lainnya, baik di dalam negeri

(Pekanbaru dan Medan) maupun di luar negeri (Singapura) melalui keterpaduan sistem

jaringan transportasi laut dan udara.

• Memantapkan kerjasama ekonomi dengan kota-kota dunia yang menjadi tujuan kegiatan

export – import, khususnya kota-kota yang masuk dalam lingkup Kerjasama Ekonomi Sub-

Regional Singapura – Johor – Riau (KESR SIJORI), Asia Pasifik, dan kawasan lainnya

Page 61: RENCANA TATA RUANG (RTR) PULAU SUMATERA · PDF file1 rancangan peraturan presiden republik indonesia nomor ..... tahun ..... tentang rencana tata ruang (rtr) pulau sumatera presiden

Lampiran II - Keppres RTR Pulau Sumatera

25

No Nama Kota Fungsi Kota Jenis Pelayanan Strategi Pengembangan

• Meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan prasarana dan sarana perkotaan (jalan,

persampahan, air bersih, air limbah, drainase, dan telekomunikasi) dan fasilitas

perdagangan untuk mendukung peran Batam sebagai pusat pelayanan regional dan

nasional melalui kerjasama dengan pihak swasta secara selektif

• Mengembangkan jasa-jasa perkotaan berskala internasional meliputi perdagangan,

pendidikan, kesehatan dan jasa-jasa sosial lainnya

• Mengembangkan fasilitas akomodasi wisata bahari dan wisata perkotaan (urban tourism)

berskala internasional

• Meningkatkan kualitas pelayanan jasa keuangan dan pemerintahan yang mendukung

kegiatan eksport-import

• Mengembangkan kawasan industri pengolahan produk-produk unggulan kawasan yang

komplementer dengan keberadaan kandidat pelabuhan hub Internasional Batu Ampar

• Menyiapkan aturan pemintakatan (zoning regulation) sebagai pelengkap dari RTRW Kota

5.2 Ranai PKSN Pelayanan Administrasi Pelintas

Batas Negara, Perdagangan-Jasa

dan Transhipment Point

• Diarahkan sebagai pusat pelayanan administrasi pelintas batas yang berfungsi sebagai

tujuan pemasaran untuk wilayah Kepulauan Natuna.

• Meningkatkan aksesibilitas menuju Kota Batam sebagai pusat pertumbuhan wilayah

nasional.

• Meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan prasarana dan sarana perkotaan (jalan,

persampahan, air bersih, air limbah, drainase, dan telekomunikasi) dan fasilitas

perdagangan serta fasilitas pendukung sebagai pintu gerbang lintas negara.

• Meningkatkan kemampuan kerjasama pembangunan antar kawasan dengan wilayah

negara tetangga, misal dalam hal penyelundupan hasil-hasil produksi.

• Meningkatkan kualitas pelayanan pemerintahan yang mendukung terjaganya minat

investasi.

• Meningkatkan kualitas lingkungan hidup yang menjamin kesejahteraan dan produktivitas

masyarakat kota Ranai.

Page 62: RENCANA TATA RUANG (RTR) PULAU SUMATERA · PDF file1 rancangan peraturan presiden republik indonesia nomor ..... tahun ..... tentang rencana tata ruang (rtr) pulau sumatera presiden

Lampiran II - Keppres RTR Pulau Sumatera

26

No Nama Kota Fungsi Kota Jenis Pelayanan Strategi Pengembangan

5.3 Tanjung Pinang PKW / PKSN Jasa Pemerintahan, Pelayanan

administrasi pelintas batas negara,

transhipment point, Pertanian,

Kelautan, Pariwisata dan Industri

• Diarahkan sebagai pusat administrasi pelintas batas yang berfungsi sebagai outlet

pemasaran untuk wilayah Kepulauan Riau bagian timur.

• Diarahkan sebagai kota pusat pertumbuhan wilayah provinsi yang berfungsi sebagai

pendukung pengembangan kawasan Batam, khususnya bagi pengembangan perikanan,

pertanian, pariwisata dan industri

• Mengembangkan kualitas pelayanan prasarana dan sarana perkotaan yang mendukung

fungsi kota pemerintahan, pertanian tanaman pangan dan perdagangan.

• Meningkatkan aksesibilitas Kota Tanjung Pinang ke Kota Batam dan Pekanbaru melalui

peningkatan kualitas prasarana transportasi darat, laut dan udara yang terpadu.

• Memantapkan kerjasama ekonomi dengan kota-kota dunia yang menjadi tujuan kegiatan

export – import, khususnya kota-kota yang masuk dalam lingkup Kerjasama Ekonomi Sub-

Regional IMS-GT, Asia Pasifik, dan kawasan lainnya.

• Menyiapkan padu serasi pemanfaatan ruang kawasan Zona Batam-Tanjung Pinang dsk

dengan kawasan perbatasan di wilayah Singapura.

• Meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan prasarana dan sarana kota (jalan,

persampahan, air bersih, air limbah, drainase, dan telekomunikasi) yang memenuhi standar

nasional.

• Mengembangkan fasilitas akomodasi wisata bahari berskala internasional dengan

memanfaatkan potensi Kawasan Andalan Laut Riau dsk

• Meningkatkan kualitas pelayanan pemerintahan yang mendukung terjaganya minat

investasi.

• Meningkatkan kualitas lingkungan hidup yang menjamin kesejahteraan dan produktivitas

masyarakat Kota Tanjung Pinang.

• Menyiapkan aturan pemintakatan (zoning regulation) sebagai pelengkap dari RTRW Kota

5.4 Tanjung Balai Karimun PKW Jasa Pemerintahan, Pertanian,

Kelautan, Pariwisata dan Industri

• Diarahkan sebagai kota pusat pertumbuhan wilayah provinsi yang berfungsi sebagai pusat

produksi dan distribusi untuk mendukung sektor produksi wilayah sekitarnya seperti

kegiatan pertanian, kelautan, pariwisata dan industri.

Page 63: RENCANA TATA RUANG (RTR) PULAU SUMATERA · PDF file1 rancangan peraturan presiden republik indonesia nomor ..... tahun ..... tentang rencana tata ruang (rtr) pulau sumatera presiden

Lampiran II - Keppres RTR Pulau Sumatera

27

No Nama Kota Fungsi Kota Jenis Pelayanan Strategi Pengembangan

• Mengembangkan kualitas pelayanan prasarana dan sarana perkotaan yang mendukung

fungsi kota pemerintahan, pertanian, kelautan, pariwisata dan industri

• Meningkatkan aksesibilitas Kota Tanjung Balai Karimun menuju Kota Batam dan

Pekanbaru melalui peningkatan kualitas prasarana transportasi darat yang terpadu dengan

prasarana transportasi laut dan udara.

• Meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan prasarana dan sarana perkotaan (jalan,

persampahan, air bersih, air limbah, drainase, dan telekomunikasi) yang memenuhi standar

nasional.

• Mengembangkan fasilitas akomodasi wisata bahari berskala nasional dengan

memanfaatkan potensi Kawasan Andalan Laut Riau dsk

• Meningkatkan kualitas pelayanan pemerintahan yang mendukung terjaganya minat

investasi.

• Meningkatkan kualitas lingkungan hidup yang menjamin kesejahteraan dan produktivitas

masyarakat Kota Tanjung Balai Karimun.

• Menyiapkan aturan pemintakatan (zoning regulation) sebagai pelengkap dari RTRW Kota

5.5 Tarempa (kawasan

Natuna)

PKW Jasa Pemerintahan, Pertanian,

Kelautan, Pariwisata dan Industri

• Diarahkan sebagai kota pusat pertumbuhan wilayah provinsi yang berfungsi sebagai pusat

produksi dan distribusi untuk mendukung sektor produksi wilayah sekitarnya seperti

kegiatan pertanian, kelautan, pariwisata dan industri.

• Mengembangkan kualitas pelayanan prasarana dan sarana perkotaan yang mendukung

fungsi kota pemerintahan, pertanian, kelautan, pariwisata dan industri

• Meningkatkan aksesibilitas Kota Tanjung Balai Karimun menuju Kota Batam dan

Pekanbaru melalui peningkatan kualitas prasarana transportasi darat yang terpadu dengan

prasarana transportasi laut dan udara.

• Meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan prasarana dan sarana perkotaan (jalan,

persampahan, air bersih, air limbah, drainase, dan telekomunikasi) yang memenuhi standar

nasional.

• Mengembangkan fasilitas akomodasi wisata bahari berskala nasional dengan

Page 64: RENCANA TATA RUANG (RTR) PULAU SUMATERA · PDF file1 rancangan peraturan presiden republik indonesia nomor ..... tahun ..... tentang rencana tata ruang (rtr) pulau sumatera presiden

Lampiran II - Keppres RTR Pulau Sumatera

28

No Nama Kota Fungsi Kota Jenis Pelayanan Strategi Pengembangan

memanfaatkan potensi Kawasan Andalan Laut Riau dsk

• Meningkatkan kualitas pelayanan pemerintahan yang mendukung terjaganya minat

investasi.

• Meningkatkan kualitas lingkungan hidup yang menjamin kesejahteraan dan produktivitas

masyarakat Kota Tanjung Balai Karimun.

• Menyiapkan aturan pemintakatan (zoning regulation) sebagai pelengkap dari RTRW Kota

5.6 Daik LIngga (kawasan

Natuna)

PKW Jasa Pemerintahan, Pertanian,

Kelautan, Pariwisata dan Industri

• Diarahkan sebagai kota pusat pertumbuhan wilayah provinsi yang berfungsi sebagai pusat

produksi dan distribusi untuk mendukung sektor produksi wilayah sekitarnya seperti

kegiatan pertanian, kelautan, pariwisata dan industri.

• Mengembangkan kualitas pelayanan prasarana dan sarana perkotaan yang mendukung

fungsi kota pemerintahan, pertanian, kelautan, pariwisata dan industri

• Meningkatkan aksesibilitas Kota Tanjung Balai Karimun menuju Kota Batam dan

Pekanbaru melalui peningkatan kualitas prasarana transportasi darat yang terpadu dengan

prasarana transportasi laut dan udara.

• Meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan prasarana dan sarana perkotaan (jalan,

persampahan, air bersih, air limbah, drainase, dan telekomunikasi) yang memenuhi standar

nasional.

• Mengembangkan fasilitas akomodasi wisata bahari berskala nasional dengan

memanfaatkan potensi Kawasan Andalan Laut Riau dsk

• Meningkatkan kualitas pelayanan pemerintahan yang mendukung terjaganya minat

investasi.

• Meningkatkan kualitas lingkungan hidup yang menjamin kesejahteraan dan produktivitas

masyarakat Kota Tanjung Balai Karimun.

• Menyiapkan aturan pemintakatan (zoning regulation) sebagai pelengkap dari RTRW Kota

5.7 Dabo/Singkep PKW Jasa Pemerintahan, Pertanian,

Kelautan, Pariwisata dan Industri

• Diarahkan sebagai kota pusat pertumbuhan wilayah provinsi yang berfungsi sebagai pusat

produksi dan distribusi untuk mendukung sektor produksi wilayah sekitarnya seperti

kegiatan pertanian, kelautan, pariwisata dan industri.

Page 65: RENCANA TATA RUANG (RTR) PULAU SUMATERA · PDF file1 rancangan peraturan presiden republik indonesia nomor ..... tahun ..... tentang rencana tata ruang (rtr) pulau sumatera presiden

Lampiran II - Keppres RTR Pulau Sumatera

29

No Nama Kota Fungsi Kota Jenis Pelayanan Strategi Pengembangan

kegiatan pertanian, kelautan, pariwisata dan industri.

• Mengembangkan kualitas pelayanan prasarana dan sarana perkotaan yang mendukung

fungsi kota pemerintahan, pertanian, kelautan, pariwisata dan industri

• Meningkatkan aksesibilitas Kota Tanjung Balai Karimun menuju Kota Batam dan

Pekanbaru melalui peningkatan kualitas prasarana transportasi darat yang terpadu dengan

prasarana transportasi laut dan udara.

• Meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan prasarana dan sarana perkotaan (jalan,

persampahan, air bersih, air limbah, drainase, dan telekomunikasi) yang memenuhi standar

nasional.

• Mengembangkan fasilitas akomodasi wisata bahari berskala nasional dengan

memanfaatkan potensi Kawasan Andalan Laut Riau dsk

• Meningkatkan kualitas pelayanan pemerintahan yang mendukung terjaganya minat

investasi.

• Meningkatkan kualitas lingkungan hidup yang menjamin kesejahteraan dan produktivitas

masyarakat Kota Tanjung Balai Karimun.

• Menyiapkan aturan pemintakatan (zoning regulation) sebagai pelengkap dari RTRW Kota

VI Provinsi Jambi

6.1 Jambi PKN Jasa Pemerintahan, Perkebunan,

Pertanian Tanaman Pangan,

Pertambangan, Industri,

Perdagangan dan Pariwisata

• Diarahkan sebagai kota berfungsi sebagai pusat pertumbuhan wilayah Pulau yang

berorientasi mendorong pertumbuhan produksi wilayah propinsi

• Diarahkan untuk meningkatkan spesialisasi fungsi sektor perdagangan dan jasa,

perkebunan, industri dan pariwisata.

• Meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan prasarana dan sarana kota (jalan,

persampahan, air bersih, dst) yang memenuhi standar Nasional.

• Meningkatkan kualitas pelayanan pemerintahan yang mendukung terjaganya minat

investasi pasar modal.

• Memantapkan aksesibilitas Kota Jambi menuju Kota Rengat di Riau, Muara Bulian, dan

Kota Palembang selaku kota berfungsi PKN di Provinsi Sumsel melalui peningkatan

Page 66: RENCANA TATA RUANG (RTR) PULAU SUMATERA · PDF file1 rancangan peraturan presiden republik indonesia nomor ..... tahun ..... tentang rencana tata ruang (rtr) pulau sumatera presiden

Lampiran II - Keppres RTR Pulau Sumatera

30

No Nama Kota Fungsi Kota Jenis Pelayanan Strategi Pengembangan

kualitas sistem jaringan transportasi darat.

• Memantapkan kerjasama ekonomi dengan kota-kota dunia yang menjadi tujuan kegiatan

export – import, khususnya kota-kota yang masuk dalam lingkup Kerjasama Ekonomi Sub-

Regional Indonesia – Malaysia – Thailand (KESR IMT-GT), Asia Pasifik, dan kawasan

lainnya

• Mengembangkan fasilitas akomodasi wisata alam (ekowisata) bertaraf nasional dengan

memanfaatkan potensi taman-taman nasional Berbak dan Bukit Tiga Puluh.

• Meningkatkan kualitas lingkungan hidup yang menjamin kesejahteraan dan produktivitas

masyarakat Kota Jambi.

• Meningkatkan kemampuan kerjasama pembangunan antar kota dan pengendalian

pemanfaatan ruang dan sumberdaya di Kawasan Andalan Muara Bulian dsk.

• Mengembangkan kawasan industri pengolahan, khususnya untuk industri migas dan kelapa

sawit

• Menyiapkan aturan pemintakatan (zoning regulation) sebagai pelengkap dari RTRW Kota

6.2 Muara Bulian PKW Jasa Pemerintahan, Perkebunan,

Pertanian Tanaman Pangan,

Pertambangan, dan Industri.

• Diarahkan sebagai kota pusat pertumbuhan wilayah provinsi yang berfungsi sebagai pusat

produksi dan distribusi untuk mendukung sektor produksi wilayah sekitarnya seperti

kegiatan perkebunan, pertanian tanaman pangan, pertambangan, dan industri.

• Mengembangkan kualitas pelayanan prasarana dan sarana perkebunan, pertanian

tanaman pangan, pertambangan, dan industri tanaman pangan dan perdagangan

• Meningkatkan aksesibilitas Kota Muara Bulian ke Kota Jambi, serta ke Kota Muara Bungo

dan Kota Palembang kualitas prasarana transportasi darat yang terpadu antara moda jalan

raya dan sungai

• Meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan prasarana dan sarana perkotaan (jalan,

persampahan, air bersih, air limbah, drainase, dan telekomunikasi) yang memenuhi standar

nasional.

• Meningkatkan kualitas pelayanan pemerintahan yang mendukung terjaganya minat

investasi.

Page 67: RENCANA TATA RUANG (RTR) PULAU SUMATERA · PDF file1 rancangan peraturan presiden republik indonesia nomor ..... tahun ..... tentang rencana tata ruang (rtr) pulau sumatera presiden

Lampiran II - Keppres RTR Pulau Sumatera

31

No Nama Kota Fungsi Kota Jenis Pelayanan Strategi Pengembangan

• Meningkatkan kualitas lingkungan hidup yang menjamin kesejahteraan dan produktivitas

masyarakat Kota Muara Bulian.

• Mengembangkan kawasan industri pengolahan, khususnya untuk industri migas dan kelapa

sawit

• Meningkatkan kemampuan kerjasama pembangunan antar kota dan pengendalian

pemanfaatan ruang dan sumberdaya di Kawasan Andalan Muara Bulian dsk

6.3 Muara Bungo PKW Jasa Pemerintahan, Perkebunan,

Pertanian Tanaman Pangan,

Pariwisata, dan Kehutanan

• Diarahkan sebagai kota pusat pertumbuhan wilayah provinsi yang berfungsi sebagai pusat

produksi dan distribusi untuk mendukung sektor produksi wilayah sekitarnya seperti

kegiatan perkebunan, pertanian tanaman pangan, dan kehutanan.

• Mengembangkan kualitas pelayanan prasarana dan sarana perkotaan yang mendukung

fungsi kota pemerintahan, perkebunan, pertanian tanaman pangan, dan kehutanan.

• Meningkatkan aksesibilitas Kota Muara Bungo menuju Solok – Sawahlunto, menuju Bangko

– Lubuk Linggau serta menuju ke Muara Bulian – Jambi melalui peningkatan kualitas

prasarana transportasi darat

• Meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan prasarana dan sarana perkotaan (jalan,

persampahan, air bersih, air limbah, drainase, dan telekomunikasi) yang memenuhi standar

nasional.

• Mengembangkan fasilitas akomodasi wisata alam (ekowisata) bertaraf nasional dengan

memanfaatkan potensi taman-taman nasional Kerinci Seblat.

• Meningkatkan kualitas pelayanan pemerintahan yang mendukung terjaganya minat

investasi.

• Meningkatkan kualitas lingkungan hidup yang menjamin kesejahteraan dan produktivitas

masyarakat Kota Muara bungo.

6.4 Sarolangun PKW Jasa Pemerintahan, Perkebunan,

Industri Pengolahan, Pertambangan

• Diarahkan sebagai kota pusat pertumbuhan wilayah provinsi yang berfungsi sebagai pusat

produksi dan distribusi untuk mendukung sektor produksi wilayah sekitarnya seperti

kegiatan perkebunan, industri pengolahan, dan pertambangan

Page 68: RENCANA TATA RUANG (RTR) PULAU SUMATERA · PDF file1 rancangan peraturan presiden republik indonesia nomor ..... tahun ..... tentang rencana tata ruang (rtr) pulau sumatera presiden

Lampiran II - Keppres RTR Pulau Sumatera

32

No Nama Kota Fungsi Kota Jenis Pelayanan Strategi Pengembangan

• Mengembangkan kualitas pelayanan prasarana dan sarana perkotaan yang mendukung

fungsi kota pemerintahan, perkebunan, industri, dan pertambangan.

• Meningkatkan aksesibilitas Kota Sarolangun menuju Muara Tembesi dan kota-kota tujuan

pemasaran lainnya melalui peningkatan kualitas prasarana transportasi darat, khususnya

dengan memanfaatkan jaringan jalan lintas tengah Sumatera dan jaringan jalan

pengumpan Sungai Penuh – Sarolangun – Tembesi – Jambi

• Meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan prasarana dan sarana perkotaan (jalan,

persampahan, air bersih, air limbah, drainase, dan telekomunikasi) yang memenuhi standar

nasional.

• Meningkatkan kualitas pelayanan pemerintahan yang mendukung terjaganya minat

investasi.

• Meningkatkan kualitas lingkungan hidup yang menjamin kesejahteraan dan produktivitas

masyarakat Kota Sarolangun.

6.5 Kuala Tungkal PKW Jasa Pemerintahan, Perdagangan,

Pertanian, Perkebunan, Kehutanan,

Industri Pengolahan, dan Perikanan

• Diarahkan sebagai kota pusat pertumbuhan wilayah provinsi yang berfungsi sebagai pusat

produksi dan distribusi untuk mendukung sektor produksi wilayah sekitarnya seperti

kegiatan perdagangan, pertanian tanaman pangan, perkebunan, kehutanan, industri

pengolahan, dan perikanan.

• Mengembangkan kualitas pelayanan prasarana dan sarana perkotaan yang mendukung

fungsi kota pemerintahan, perdagangan, pertanian tanaman pangan, perkebunan,

kehutanan, industri pengolahan, dan perikanan.

• Meningkatkan aksesibilitas Kota Kuala Tungkal menuju Tanjung Pinang, Jambi, Batam

melalui peningkatan kualitas prasarana transportasi darat, khususnya jaringan jalan

pengumpan, serta prasarana transportasi laut dan udara

• Meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan prasarana dan sarana perkotaan (jalan,

persampahan, air bersih, air limbah, drainase, dan telekomunikasi) yang memenuhi standar

nasional.

• Meningkatkan kualitas pelayanan pemerintahan yang mendukung terjaganya minat

investasi.

Page 69: RENCANA TATA RUANG (RTR) PULAU SUMATERA · PDF file1 rancangan peraturan presiden republik indonesia nomor ..... tahun ..... tentang rencana tata ruang (rtr) pulau sumatera presiden

Lampiran II - Keppres RTR Pulau Sumatera

33

No Nama Kota Fungsi Kota Jenis Pelayanan Strategi Pengembangan

• Meningkatkan kualitas lingkungan hidup yang menjamin kesejahteraan dan produktivitas

masyarakat Kota Kuala Tungkal.

VII Provinsi Sumatera Selatan

7.1 Palembang PKN Jasa Pemerintahan, Pertanian,

Industri, Pertambangan, Perikanan

dan Perdagangan.

• Dipertahankan untuk berfungsi sebagai pusat pertumbuhan wilayah nasional yang

mendukung pelayanan pengembangan wilayah di sekitarnya dan bahkan untuk seluruh

wilayah nasional, dengan tetap memantapkan fungsi-fungsi keterkaitan dengan pusat-pusat

pertumbuhan wilayah internasional.

• Memantapkan fungsi Kota Palembang dengan spesialisasi pada sektor pertambangan

migas dan sektor industri.

• Mengupayakan mengupayakan pengendalian banjir melalui pengembangan sistem

drainase regional.

• Meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan prasarana dan sarana kota (jalan,

persampahan, air bersih, air limbah, drainase, dan telekomunikasi) yang memenuhi standar

Internasional.

• Meningkatkan kualitas pelayanan pemerintahan yang mendukung terjaganya minat

investasi.

• Memantapkan aksesibilitas Kota Palembang menuju kota-kota PKN lainnya di Pulau

Sumatera (Bandar Lampung, Pangkal PInang, Batam dan Medan) dan wilayah nasional

lainnya (Jakarta), melalui peningkatan kualitas sistem jaringan transportasi darat, laut dan

udara secara terpadu.

• Memantapkan kerjasama ekonomi dengan kota-kota dunia yang menjadi tujuan kegiatan

export – import, khususnya kota-kota yang masuk dalam lingkup Kerjasama Ekonomi Sub-

Regional Indonesia – Malaysia - Thailand (KESR IMT-GT), Asia Pasifik, dan kawasan

lainnya

• Meningkatkan kualitas lingkungan hidup yang menjamin kesejahteraan dan produktivitas

masyarakat Kota Palembang.

• Meningkatkan kemampuan kerjasama pembangunan antar kota dan pengendalian

Page 70: RENCANA TATA RUANG (RTR) PULAU SUMATERA · PDF file1 rancangan peraturan presiden republik indonesia nomor ..... tahun ..... tentang rencana tata ruang (rtr) pulau sumatera presiden

Lampiran II - Keppres RTR Pulau Sumatera

34

No Nama Kota Fungsi Kota Jenis Pelayanan Strategi Pengembangan

pemanfaatan ruang dan sumberdaya di Kawasan Palembang dsk.

• Menyiapkan aturan pemintakatan (zoning regulation) sebagai pelengkap dari RTRW Kota

7.2 Muara Enim PKW Jasa Pemerintahan, Pertanian,

Pertambangan dan Perkebunan

• Diarahkan sebagai kota pertambangan dan agropolitan yang berfungsi sebagai pusat

pertumbuhan wilayah provinsi yang mendukung perkembangan sektor produksi wilayah

seperti perkebunan, pertanian dan pertambangan

• Pemantapan aksesibilitas menuju Kota Muara Enim ke Kota Palembang, Lahat dan Lubuk

Linggau serta menuju ke Kota Baturaja – Menggala – Bandar Lampung melalui transportasi

darat.

• Meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan prasarana dan sarana kota (jalan,

persampahan, air bersih, air limbah, drainase, dan telekomunikasi) yang memenuhi standar

nasional.

• Meningkatkan kualitas lingkungan hidup yang menjamin kesejahteraan dan produktivitas

masyarakat Kota Muara Enim

• Menyiapkan aturan pemintakatan (zoning regulation) sebagai pelengkap dari RTRW Kota

7.3 Lahat PKW Jasa Pemerintahan, Pertanian,

Pertambangan dan Perkebunan

• Diarahkan sebagai agropolitan dan pusat pertumbuhan wilayah provinsi yang mendorong

pertumbuhan produksi perkebunan, pertanian, dan pertambangan

• Pemantapan aksesibilitas Kota Lahat menuju sentra-sentra produksi perkebunan pada

Kawasan Andalan Muara Enim dsk, serta menuju pusat-pusat koleksi dan distribusi, yakni

ke Kota Muara Enim - Palembang, serta ke Kota Lubuk Linggau dan Bengkulu.

• Meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan prasarana dan sarana kota (jalan,

persampahan, air bersih, air limbah, drainase, dan telekomunikasi) yang memenuhi standar

nasional dalam rangka mendukung fungsi kota agropolitan

• Mendorong pengembangan agroindustri untuk meningkatkan nilai tambah hasil produksi

perkebunan dan pertanian.

• Meningkatkan aksesbilitas pada fasilitas jasa-jasa keuangan untuk mendukung kelancaran

proses produksi kegiatan perkebunan

Page 71: RENCANA TATA RUANG (RTR) PULAU SUMATERA · PDF file1 rancangan peraturan presiden republik indonesia nomor ..... tahun ..... tentang rencana tata ruang (rtr) pulau sumatera presiden

Lampiran II - Keppres RTR Pulau Sumatera

35

No Nama Kota Fungsi Kota Jenis Pelayanan Strategi Pengembangan

7.4 Lubuk Linggau PKW Jasa Pemerintahan, Perdagangan

dan Jasa, Pertanian, Perkebunan,

dan Industri.

• Diarahkan sebagai agropolitan dan pusat pertumbuhan wilayah provinsi yang mendorong

pertumbuhan produksi perkebunan, pertanian, industri pengolahan dan perdagangan.

• Pemantapan aksesibilitas Kota Lubuk Linggau menuju sentra-sentra produksi agropolitan

pada Kawasan Andalan Lubuk Linggau, serta menuju pusat-pusat koleksi dan distribusi,

terutama Bengkulu, Bangko, Muara Enim dan Palembang.

• Mengembangkan kualitas pelayanan prasarana dan sarana perkotaan yang mendukung

fungsi kota agropolitan

• Mendorong pengembangan agroindustri untuk meningkatkan nilai tambah hasil produksi

perkebunan

• Meningkatkan aksesbilitas pada fasilitas jasa-jasa keuangan untuk mendukung kelancaran

proses produksi kegiatan perkebunan pada Kawasan Andalan Lubuk Linggau

• Mengupayakan antisipasi terhadap bencana tanah longsor dan gempa bumi karena

memiliki tingkat kerentanan tanah dan gerakan tanah yang tinggi

• Menyiapkan aturan pemintakatan (zoning regulation) sebagai pelengkap dari RTRW Kota

• Meningkatkan kualitas lingkungan hidup yang menjamin kesejahteraan dan produktivitas

masyarakat Kota Lubuk Linggau

7.5 Sekayu PKW Jasa Pemerintahan, Pertanian,

Pertambangan dan Kehutanan

• Diarahkan sebagai agropolitan dan pusat pertumbuhan wilayah provinsi yang mendorong

pertumbuhan produksi perkebunan, pertanian, pertambangan dan kehutanan

• Pemantapan aksesibilitas Kota Sekayu menuju sentra-sentra produksi perkebunan pada

Kawasan Andalan Palembang dsk, serta menuju pusat-pusat koleksi dan distribusi,

terutama Palembang dan Lubuk Linggau.

• Meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan prasarana dan sarana kota (jalan,

persampahan, air bersih, air limbah, drainase, dan telekomunikasi) yang memenuhi standar

nasional dalam rangka mendukung fungsi kota agropolitan

• Meningkatkan aksesbilitas pada fasilitas jasa-jasa keuangan untuk mendukung kelancaran

proses produksi kegiatan perkebunan

• Meningkatkan kualitas lingkungan hidup yang menjamin kesejahteraan dan produktivitas

Page 72: RENCANA TATA RUANG (RTR) PULAU SUMATERA · PDF file1 rancangan peraturan presiden republik indonesia nomor ..... tahun ..... tentang rencana tata ruang (rtr) pulau sumatera presiden

Lampiran II - Keppres RTR Pulau Sumatera

36

No Nama Kota Fungsi Kota Jenis Pelayanan Strategi Pengembangan

masyarakat Kota Sekayu

• Menyiapkan aturan pemintakatan (zoning regulation) sebagai pelengkap dari RTRW Kota

7.6 Kayu Agung PKW Jasa Pemerintahan, Pertanian dan

Perkebunan

• Diarahkan sebagai agropolitan dan pusat pertumbuhan wilayah provinsi yang mendorong

pertumbuhan produksi perkebunan dan perikanan.

• Pemantapan aksesibilitas Kota Kayu Agung menuju sentra-sentra produksi perkebunan

pada Kawasan Andalan Palembang dsk, serta menuju pusat-pusat koleksi dan distribusi,

terutama Kota Palembang

• Meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan prasarana dan sarana perkotaan (jalan,

persampahan, air bersih, air limbah, drainase, dan telekomunikasi) yang memenuhi standar

nasional dalam rangka mendukung fungsi kota agropolitan

• Mendorong pengembangan agroindustri untuk meningkatkan nilai tambah hasil produksi

perkebunan dan pertanian

• Meningkatkan aksesbilitas pada fasilitas jasa-jasa keuangan untuk mendukung kelancaran

proses produksi kegiatan perkebunan

• Meningkatkan kualitas lingkungan hidup yang menjamin kesejahteraan dan produktivitas

masyarakat Kota Kayu Agung

7.7 Baturaja PKW Jasa Pemerintahan, Pertanian,

Industri Pengolahan, dan Pariwisata

• Diarahkan sebagai pusat pertumbuhan wilayah provinsi yang mendorong pertumbuhan

kegiatan pertanian, industri pengolahan, dan pariwisata.

• Memantapkan aksesibilitas Kota Baturaja menuju sentra-sentra produksi serta menuju

pusat-pusat koleksi dan distribusi melalui peningkatan kualiatas jaringan transportasi darat,

terutama jaringan jalan lintas tengah Sumatera dan jaringan jalan pengumpan serta

jaringan jalur kereta api lintas utama

• Meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan prasarana dan sarana perkotaan (jalan,

persampahan, air bersih, air limbah, drainase, dan telekomunikasi) yang memenuhi standar

nasional

• Meningkatkan kapasitas prasarana pendukung kegiatan pariwisata alam yang bertaraf

Page 73: RENCANA TATA RUANG (RTR) PULAU SUMATERA · PDF file1 rancangan peraturan presiden republik indonesia nomor ..... tahun ..... tentang rencana tata ruang (rtr) pulau sumatera presiden

Lampiran II - Keppres RTR Pulau Sumatera

37

No Nama Kota Fungsi Kota Jenis Pelayanan Strategi Pengembangan

internasional

• Meningkatkan kualitas lingkungan hidup yang menjamin kesejahteraan dan produktivitas

masyarakat Kota Baturaja

• Menyiapkan aturan pemintakatan (zoning regulation) sebagai pelengkap dari RTRW Kota

Baturaja

7.8 Prabumulih PKW Jasa Pemerintahan, Perkebunan,

Pertambangan

• Diarahkan sebagai pusat pertumbuhan wilayah provinsi yang mendorong pertumbuhan

produksi perkebunan dan pertambangan.

• Pemantapan aksesibilitas Kota Kayu Agung menuju sentra-sentra produksi perkebunan

pada Kawasan Andalan Muara Enim dsk, serta menuju pusat-pusat koleksi dan distribusi,

terutama Kota Palembang

• Meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan prasarana dan sarana perkotaan (jalan,

persampahan, air bersih, air limbah, drainase, dan telekomunikasi) yang memenuhi standar

nasional

• Mendorong pengembangan agroindustri untuk meningkatkan nilai tambah hasil produksi

perkebunan dan pertambangan

• Meningkatkan aksesbilitas pada fasilitas jasa-jasa keuangan untuk mendukung kelancaran

proses produksi kegiatan perkebunan dan pertambangan

• Meningkatkan kualitas lingkungan hidup yang menjamin kesejahteraan dan produktivitas

masyarakat Kota Prabumulih

• Menyiapkan aturan pemintakatan (zoning regulation) sebagai pelengkap dari RTRW Kota

Prabumulih

VIII Provinsi Bengkulu

8.1 Bengkulu PKW Jasa Pemerintahan, Pertanian,

Industri, Perkebunan, Pariwisata, dan

Perikanan.

• Diarahkan sebagai kota yang berfungsi sebagai pusat pertumbuhan wilayah pulau yang

berorientasi pada aktivitas pertanian, perikanan laut, pariwisata, dan perkebunan, serta

Page 74: RENCANA TATA RUANG (RTR) PULAU SUMATERA · PDF file1 rancangan peraturan presiden republik indonesia nomor ..... tahun ..... tentang rencana tata ruang (rtr) pulau sumatera presiden

Lampiran II - Keppres RTR Pulau Sumatera

38

No Nama Kota Fungsi Kota Jenis Pelayanan Strategi Pengembangan

Perikanan.

sebagai pusat koleksi dan distribusi skala regional

• Mengembangkan kualitas pelayanan prasarana dan sarana perkotaan yang mendukung

fungsi kota pemerintahan, pertanian, perikanan, pariwisata, dan perkebunan

• Mengembangkan prasarana pelabuhan perikanan dan pusat penelitian.

• Meningkatkan aksesibilitas kota Kota Bengkulu dengan kota-kota PKN lain seperti

Palembang dan Jakarta, serta ke Kota Manna, Curup, dan Lubuk Linggau melalui

peningkatan kualitas prasarana transportasi darat dan udara yang terpadu

• Mengembangkan fasilitas akomodasi wisata alam (ekowisata) dan bahari bertaraf nasional

dengan memanfaatkan potensi Taman Nasional Kerinci Seblat dan potensi Kawasan

Andalan Laut Bengkulu dsk

• Meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan prasarana dan sarana perkotaan (jalan,

persampahan, air bersih, air limbah, drainase, dan telekomunikasi) yang memenuhi standar

nasional.

• Memantapkan kerjasama ekonomi dengan kota-kota dunia yang menjadi tujuan kegiatan

export – import, khususnya kota-kota yang masuk dalam lingkup Kerjasama Ekonomi Sub-

Regional Indonesia – Malaysia - Thailand (KESR IMT-GT), Asia Pasifik, dan kawasan

lainnya

• Meningkatkan kualitas pelayanan pemerintahan yang mendukung terjaganya minat

investasi.

• Meningkatkan kualitas lingkungan hidup yang menjamin kesejahteraan dan produktivitas

masyarakat Kota Bengkulu, termasuk meningkatkan upaya mitigasi bencana gerakan tanah

• Menyiapkan aturan pemintakatan (zoning regulation) sebagai pelengkap dari RTRW Kota

8.2 Manna PKW Jasa Pemerintahan, Pertanian,

Perkebunan, Perikanan, dan Industri

• Diarahkan sebagai kota pusat pertumbuhan wilayah provinsi yang berfungsi sebagai pusat

produksi dan distribusi untuk mendukung sektor produksi wilayah sekitarnya seperti

kegiatan perikanan, perkebunan, pertanian, dan industri

• Mengembangkan kualitas pelayanan prasarana dan sarana perkotaan yang mendukung

fungsi kota pemerintahan, pertanian tanaman pangan dan perdagangan

Page 75: RENCANA TATA RUANG (RTR) PULAU SUMATERA · PDF file1 rancangan peraturan presiden republik indonesia nomor ..... tahun ..... tentang rencana tata ruang (rtr) pulau sumatera presiden

Lampiran II - Keppres RTR Pulau Sumatera

39

No Nama Kota Fungsi Kota Jenis Pelayanan Strategi Pengembangan

• Meningkatkan aksesibilitas Kota Manna menuju Kota Bengkulu dan Kota Liwa melalui

peningkatan kualitas prasarana transportasi darat

• Meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan prasarana dan sarana perkotaan (jalan,

persampahan, air bersih, air limbah, drainase, dan telekomunikasi) yang memenuhi standar

nasional.

• Mengembangkan industri pengolahan pertanian, perkebunan dan perikanan untuk

meningkatkan nilai tambah dan daya saing hasil-hasil produksi.

• Meningkatkan kualitas pelayanan pemerintahan yang mendukung terjaganya minat

investasi.

• Meningkatkan kualitas lingkungan hidup yang menjamin kesejahteraan dan produktivitas

masyarakat Kota Manna.

• Mengupayakan antisipasi terhadap bencana tanah longsor dan gempa bumi karena

memiliki tingkat kerentanan tanah dan gerakan tanah yang tinggi

8.3 Muko Muko PKW Jasa Pemerintahan, Perkebunan,

Perikanan, Pariwisata, Pertambangan

• Diarahkan sebagai kota pusat pertumbuhan wilayah provinsi yang berfungsi sebagai pusat

kegiatan perkebunan kelapa sawit, perikanan laut, pariwisata, pertambangan

• Mengembangkan kualitas pelayanan prasarana dan sarana perkotaan yang mendukung

fungsi kota pemerintahan, perkebunan, perikanan, pariwisata, pertambangan

• Meningkatkan aksesibilitas Kota Muko Muko menuju Kota Bengkulu dan Kota Padang

melalui peningkatan kualitas prasarana transportasi darat, laut, dan udara

• Meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan prasarana dan sarana perkotaan (jalan,

persampahan, air bersih, air limbah, drainase, dan telekomunikasi) yang memenuhi standar

nasional.

• Meningkatkan kualitas pelayanan pemerintahan yang mendukung terjaganya minat

investasi.

• Meningkatkan kualitas lingkungan hidup yang menjamin kesejahteraan dan produktivitas

masyarakat Kota Muko Muko.

Page 76: RENCANA TATA RUANG (RTR) PULAU SUMATERA · PDF file1 rancangan peraturan presiden republik indonesia nomor ..... tahun ..... tentang rencana tata ruang (rtr) pulau sumatera presiden

Lampiran II - Keppres RTR Pulau Sumatera

40

No Nama Kota Fungsi Kota Jenis Pelayanan Strategi Pengembangan

IX Provinsi Kepulauan Bangka Belitung

9.1 Pangkal Pinang PKW Jasa Pemerintahan, Perdagangan,

Perkebunan, Perikanan, Industri dan

Pariwisata

• Diarahkan sebagai kota yang berfungsi sebagai pusat pertumbuhan wilayah pulau yang

berorientasi pada aktivitas perdagangan, perkebunan, industri dan pariwisata, serta untuk

mendukung pengembangan sumberdaya kelautan di wilayah Bangka Belitung

• Mengembangkan kualitas pelayanan prasarana dan sarana perkotaan yang mendukung

fungsi kota pemerintahan, aktivitas perdagangan, perkebunan, industri dan pariwisata

• Mengembangkan prasarana pelabuhan perikanan dan pusat industri perikanan

• Meningkatkan aksesibilitas kota Pangkal Pinang ke kota-kota PKN lain di Sumatera

(Palembang, Medan, Batam), ke Kota PKN Jakarta serta ke kota-kota PKW seperti Sungai

Liat dan Tanjung Pandan melalui peningkatan kualitas prasarana transportasi darat, laut

dan udara secara terpadu.

• Meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan prasarana dan sarana perkotaan (jalan,

persampahan, air bersih, air limbah, drainase, dan telekomunikasi) yang memenuhi standar

nasional.

• Mengembangkan fasilitas akomodasi wisata bahari bertaraf nasional dengan

memanfaatkan potensi Kawasan Andalan Laut Bangka dsk

• Meningkatkan kualitas pelayanan pemerintahan yang mendukung terjaganya minat

investasi.

• Meningkatkan kemampuan kerjasama pembangunan antar kota dan pengendalian

pemanfaatan ruang dan sumberdaya pada Kawasan Andalan Bangka dsk

• Meningkatkan kualitas lingkungan hidup yang menjamin kesejahteraan dan produktivitas

masyarakat Kota Pangkal Pinang.

• Menyiapkan aturan pemintakatan (zoning regulation) sebagai pelengkap dari RTRW Kota

9.2 Tanjung Pandan PKW Jasa Pemerintahan, Perkebunan,

Industri, Perikanan, dan Pariwisata

• Diarahkan sebagai kota pusat pertumbuhan wilayah provinsi yang berfungsi sebagai pusat

produksi dan distribusi untuk mendukung sektor produksi wilayah sekitarnya seperti

kegiatan perkebunan, perikanan, pariwisata, dan industri

Page 77: RENCANA TATA RUANG (RTR) PULAU SUMATERA · PDF file1 rancangan peraturan presiden republik indonesia nomor ..... tahun ..... tentang rencana tata ruang (rtr) pulau sumatera presiden

Lampiran II - Keppres RTR Pulau Sumatera

41

No Nama Kota Fungsi Kota Jenis Pelayanan Strategi Pengembangan

kegiatan perkebunan, perikanan, pariwisata, dan industri

• Mengembangkan kualitas pelayanan prasarana dan sarana perkotaan kota yang

mendukung fungsi kota pemerintahan, perkebunan, perikanan, pariwisata, dan industri

• Meningkatkan aksesibilitas Tanjung Pandan ke sentra-sentra produksi pada Kawasan

Andalan Belitung dsk serta menuju tujuan-tujuan pemasaran, khususnya ke Pangkal

Pinang dan Palembang melalui peningkatan kualitas prasarana transportasi darat, laut dan

udara secara terpadu

• Membangun pusat penelitian perikanan.

• Meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan prasarana dan sarana perkotaan (jalan,

persampahan, air bersih, air limbah, drainase, dan telekomunikasi) yang memenuhi standar

nasional.

• Meningkatkan kemampuan kerjasama pembangunan antar kota dan pengendalian

pemanfaatan ruang dan sumberdaya pada Kawasan Andalan Belitung dsk

• Meningkatkan kualitas pelayanan pemerintahan yang mendukung terjaganya minat

investasi.

• Mengembangkan fasilitas akomodasi wisata alam dan bahari bertaraf nasional dengan

memanfaatkan potensi Kawasan Andalan Laut Bangka dsk

• Meningkatkan kualitas lingkungan hidup yang menjamin kesejahteraan dan produktivitas

masyarakat Kota Tanjung Pandan.

• Menyiapkan aturan pemintakatan (zoning regulation) sebagai pelengkap dari RTRW Kota

9.3 Muntok PKW Jasa Pemerintahan, Perdagangan,

Perikanan, Perkebunan

• Diarahkan sebagai kota pusat pertumbuhan wilayah provinsi yang berfungsi sebagai pusat

produksi dan distribusi untuk mendukung sektor produksi wilayah sekitarnya seperti

kegiatan perdagangan, perikanan dan perkebunan

• Mengembangkan kualitas pelayanan prasarana dan sarana perkotaan yang mendukung

fungsi kota pemerintahan, perdagangan, perikanan dan perkebunan

• Meningkatkan aksesibilitas Muntok ke tujuan-tujuan pemasaran, khususnya ke Pangkal

Pinang dan Palembang melalui peningkatan kualitas prasarana transportasi darat dan laut

Page 78: RENCANA TATA RUANG (RTR) PULAU SUMATERA · PDF file1 rancangan peraturan presiden republik indonesia nomor ..... tahun ..... tentang rencana tata ruang (rtr) pulau sumatera presiden

Lampiran II - Keppres RTR Pulau Sumatera

42

No Nama Kota Fungsi Kota Jenis Pelayanan Strategi Pengembangan

• Meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan prasarana dan sarana perkotaan (jalan,

persampahan, air bersih, air limbah, drainase, dan telekomunikasi) yang memenuhi standar

nasional.

• Meningkatkan kualitas pelayanan pemerintahan yang mendukung terjaganya minat

investasi pasar modal.

• Meningkatkan kualitas lingkungan hidup yang menjamin kesejahteraan dan produktivitas

masyarakat Kota Muntok.

9.4 Manggar PKW Jasa Pemerintahan, Pariwisata, dan

Pertambangan

• Diarahkan sebagai kota pusat pertumbuhan wilayah provinsi yang berfungsi sebagai pusat

produksi dan distribusi untuk mendukung sektor produksi wilayah sekitarnya seperti

kegiatan pariwisata dan pertambangan

• Mengembangkan kualitas pelayanan prasarana dan sarana perkotaan yang mendukung

fungsi kota pemerintahan, pariwisata, dan pertambangan

• Meningkatkan aksesibilitas Sungai Liat menuju tujuan-tujuan pemasaran, khususnya ke

Tanjung Pandan dan Ketapang melalui peningkatan kualitas prasarana transportasi darat

dan laut

• Meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan prasarana dan sarana perkotaan (jalan,

persampahan, air bersih, air limbah, drainase, dan telekomunikasi) yang memenuhi standar

nasional.

• Meningkatkan kemampuan kerjasama pembangunan antar kota dan pengendalian

pemanfaatan ruang dan sumberdaya pada Kawasan Andalan Bangka dsk

• Meningkatkan kualitas pelayanan pemerintahan yang mendukung terjaganya minat

investasi pasar modal.

• Meningkatkan kualitas lingkungan hidup yang menjamin kesejahteraan dan produktivitas

masyarakat Kota Manggar.

Page 79: RENCANA TATA RUANG (RTR) PULAU SUMATERA · PDF file1 rancangan peraturan presiden republik indonesia nomor ..... tahun ..... tentang rencana tata ruang (rtr) pulau sumatera presiden

Lampiran II - Keppres RTR Pulau Sumatera

43

No Nama Kota Fungsi Kota Jenis Pelayanan Strategi Pengembangan

X Provinsi Lampung

10.1 Bandar Lampung PKN Jasa Pemerintahan, Perkebunan,

Pariwisata, Industri, Perdagangan,

dan Perikanan.

• Diarahkan sebagai kota yang berfungsi sebagai pusat pertumbuhan wilayah nasional yang

berorientasi pada aktivitas Perkebunan, Pariwisata, Industri, Perdagangan, dan Perikanan.

• Diarahkan tujuan pemasaran komoditi potensial di wilayah Sumatera bagian Selatan yang

ditunjang dengan keberadaan prasarana perhubungan (laut dan udara) serta kedekatan

dengan wilayah pemasaran utama, yaitu ke wilayah Pulau Jawa

• Mengembangkan kualitas pelayanan prasarana dan sarana perkotaan yang mendukung

fungsi kota pemerintahan, Perkebunan, Pariwisata, Industri, Perdagangan, dan Perikanan

• Membangun prasarana pelabuhan perikanan.

• Meningkatkan aksesibilitas Kota Bandar Lampung ke kota-kota PKN lain di Sumatera

(Palembang, Medan, Batam), ke Kota PKN Jakarta serta ke kota-kota PKW seperti

Menggala, Kotabumi, Kalianda, Kota Agung melalui peningkatan kualitas prasarana

transportasi darat, laut dan udara secara terpadu.

• Meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan prasarana dan sarana perkotaan (jalan,

persampahan, air bersih, air limbah, drainase, dan telekomunikasi) yang memenuhi standar

internasional

• Memantapkan kerjasama ekonomi dengan kota-kota dunia yang menjadi tujuan kegiatan

export – import, khususnya kota-kota yang masuk dalam lingkup Kerjasama Ekonomi Sub-

Regional Indonesia – Malaysia - Thailand (KESR IMT-GT), Asia Pasifik, dan kawasan

lainnya

• Mengembangkan fasilitas akomodasi wisata bahari bertaraf internasional dengan

memanfaatkan potensi Kawasan Andalan Laut Krakatau dsk

• Meningkatkan kualitas pelayanan pemerintahan yang mendukung terjaganya minat

investasi.

• Meningkatkan kemampuan kerjasama pembangunan antar kota dan pengendalian

pemanfaatan ruang dan sumberdaya pada Kawasan Andalan Bandar Lampung Metro dsk

• Meningkatkan kualitas lingkungan hidup yang menjamin kesejahteraan dan produktivitas

masyarakat Kota Bandar Lampung.

Page 80: RENCANA TATA RUANG (RTR) PULAU SUMATERA · PDF file1 rancangan peraturan presiden republik indonesia nomor ..... tahun ..... tentang rencana tata ruang (rtr) pulau sumatera presiden

Lampiran II - Keppres RTR Pulau Sumatera

44

No Nama Kota Fungsi Kota Jenis Pelayanan Strategi Pengembangan

• Mengupayakan antisipasi terhadap bencana tanah longsor dan gempa bumi karena

memiliki tingkat kerentanan tanah dan gerakan tanah yang tinggi

• Menyiapkan aturan pemintakatan (zoning regulation) sebagai pelengkap dari RTRW Kota

10.2 Metro PKW Jasa Pemerintahan, Perkebunan,

Industri, dan Pertanian Tanaman

Pangan.

• Diarahkan sebagai kota pusat pertumbuhan wilayah provinsi yang berfungsi sebagai pusat

produksi dan distribusi untuk mendukung sektor produksi wilayah sekitarnya seperti

kegiatan perkebunan, industri, dan pertanian tanaman pangan.

• Mengembangkan kualitas pelayanan prasarana dan sarana perkotaan yang mendukung

fungsi kota pemerintahan, perkebunan, industri, dan pertanian tanaman pangan

• Meningkatkan aksesibilitas Kota Metro menuju Kota Bandar Lampung dan Kota Menggala

dan Kotabumi melalui peningkatan kualitas prasarana transportasi darat

• Meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan prasarana dan sarana perkotaan (jalan,

persampahan, air bersih, air limbah, drainase, dan telekomunikasi) yang memenuhi standar

nasional.

• Meningkatkan kualitas pelayanan pemerintahan yang mendukung terjaganya minat

investasi.

• Meningkatkan kualitas lingkungan hidup yang menjamin kesejahteraan dan produktivitas

masyarakat Kota Metro.

• Menyiapkan aturan pemintakatan (zoning regulation) sebagai pelengkap dari RTRW Kota

10.3 Kalianda PKW Jasa Pemerintahan, Perkebunan,

Pariwisata, Perikanan dan Pertanian

Tanaman Pangan

• Diarahkan sebagai kota pusat pertumbuhan wilayah provinsi yang berfungsi sebagai pusat

produksi dan distribusi untuk mendukung sektor produksi wilayah sekitarnya seperti

kegiatan perkebunan, pariwisata, perikanan dan pertanian tanaman pangan.

• Mengembangkan kualitas pelayanan prasarana dan sarana perkotaan yang mendukung

fungsi kota pemerintahan, perkebunan, pariwisata, perikanan dan pertanian tanaman

pangan

• membangun prasarana pelabuhan perikanan.

Page 81: RENCANA TATA RUANG (RTR) PULAU SUMATERA · PDF file1 rancangan peraturan presiden republik indonesia nomor ..... tahun ..... tentang rencana tata ruang (rtr) pulau sumatera presiden

Lampiran II - Keppres RTR Pulau Sumatera

45

No Nama Kota Fungsi Kota Jenis Pelayanan Strategi Pengembangan

• Meningkatkan aksesibilitas Kota Kalianda menuju Kota Bandar Lampung melalui

peningkatan kualitas prasarana transportasi darat

• Meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan prasarana dan sarana perkotaan (jalan,

persampahan, air bersih, air limbah, drainase, dan telekomunikasi) yang memenuhi standar

nasional.

• Mengembangkan fasilitas akomodasi wisata bahari dan wisata alam bertaraf nasional

dengan memanfaatkan potensi Kawasan Andalan Laut Krakatau dsk dan Gunung

Rajabasa

• Meningkatkan kualitas pelayanan pemerintahan yang mendukung terjaganya minat

investasi.

• Meningkatkan kualitas lingkungan hidup yang menjamin kesejahteraan dan produktivitas

masyarakat Kota Kalianda.

10.4 Kota Agung PKW Jasa Pemerintahan, Perkebunan,

Pertanian Tanaman Pangan dan

Pariwisata

• Diarahkan sebagai kota pusat pertumbuhan wilayah provinsi yang berfungsi sebagai pusat

produksi dan distribusi untuk mendukung sektor produksi wilayah sekitarnya seperti

kegiatan perkebunan, pariwisata, perikanan laut dan pertanian tanaman pangan.

• Mengembangkan kualitas pelayanan prasarana dan sarana perkotaan yang mendukung

fungsi kota pemerintahan, perkebunan, pariwisata, perikanan laut dan pertanian tanaman

pangan

• Meningkatkan aksesibilitas Kota Agung menuju Kota Bandar Lampung dan Liwa melalui

peningkatan kualitas prasarana transportasi darat

• Meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan prasarana dan sarana perkotaan (jalan,

persampahan, air bersih, air limbah, drainase, dan telekomunikasi) yang memenuhi standar

nasional.

• Mengembangkan fasilitas akomodasi wisata bahari dan wisata alam bertaraf nasional

dengan memanfaatkan potensi Kawasan Andalan Laut Krakatau dsk

• Meningkatkan kualitas pelayanan pemerintahan yang mendukung terjaganya minat

investasi.

Page 82: RENCANA TATA RUANG (RTR) PULAU SUMATERA · PDF file1 rancangan peraturan presiden republik indonesia nomor ..... tahun ..... tentang rencana tata ruang (rtr) pulau sumatera presiden

Lampiran II - Keppres RTR Pulau Sumatera

46

No Nama Kota Fungsi Kota Jenis Pelayanan Strategi Pengembangan

• Meningkatkan kualitas lingkungan hidup yang menjamin kesejahteraan dan produktivitas

masyarakat Kota Agung.

10.5 Menggala PKW Jasa Pemerintahan, Pertanian,

Perkebunan, Agro Industri, dan

Peternakan.

• Diarahkan sebagai kota pusat pertumbuhan wilayah provinsi yang berfungsi sebagai pusat

produksi dan distribusi untuk mendukung sektor produksi wilayah sekitarnya seperti

Pertanian, Perkebunan, Agro Industri, dan Peternakan..

• Mengembangkan kualitas pelayanan prasarana dan sarana perkotaan yang mendukung

fungsi kota pemerintahan, Pertanian, Perkebunan, Agro Industri, dan Peternakan.

• Meningkatkan aksesibilitas Kota Menggala menuju Kota Bandar Lampung dan Kota

Palembang melalui peningkatan kualitas prasarana transportasi darat

• Meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan prasarana dan sarana perkotaan (jalan,

persampahan, air bersih, air limbah, drainase, dan telekomunikasi) yang memenuhi standar

nasional.

• Mengembangkan industri pengolahan hasil-hasil pertanian, perkebunan dan peternakan

untuk meningkatkan nilai tambah dan daya saing.

• Meningkatkan kualitas pelayanan pemerintahan yang mendukung terjaganya minat

investasi.

• Meningkatkan kualitas lingkungan hidup yang menjamin kesejahteraan dan produktivitas

masyarakat Kota Menggala.

10.6 Kotabumi PKW Jasa Pemerintahan, Perdagangan,

Pertanian, Industri, dan Perkebunan

• Diarahkan sebagai kota pusat pertumbuhan wilayah provinsi yang berfungsi sebagai pusat

produksi dan distribusi untuk mendukung sektor produksi wilayah sekitarnya seperti

Pertanian, Perkebunan, Industri, dan Perdagangan.

• Mengembangkan kualitas pelayanan prasarana dan sarana perkotaan yang mendukung

fungsi kota pemerintahan, pertanian, perkebunan, industri, dan perdagangan.

• Meningkatkan aksesibilitas Kotabumi menuju Kota Bandar Lampung, Liwa dan Baturaja -

Palembang melalui peningkatan kualitas prasarana transportasi darat

• Meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan prasarana dan sarana perkotaan (jalan,

Page 83: RENCANA TATA RUANG (RTR) PULAU SUMATERA · PDF file1 rancangan peraturan presiden republik indonesia nomor ..... tahun ..... tentang rencana tata ruang (rtr) pulau sumatera presiden

Lampiran II - Keppres RTR Pulau Sumatera

47

No Nama Kota Fungsi Kota Jenis Pelayanan Strategi Pengembangan

persampahan, air bersih, air limbah, drainase, dan telekomunikasi) yang memenuhi standar

nasional.

• Mengembangkan industri pengolahan hasil-hasil pertanian dan perkebunan untuk

meningkatkan nilai tambah dan daya saing.

• Meningkatkan kualitas pelayanan pemerintahan yang mendukung terjaganya minat

investasi.

• Meningkatkan kualitas lingkungan hidup yang menjamin kesejahteraan dan produktivitas

masyarakat Kotabumi.

10.7 Liwa PKW Jasa Pemerintahan, Pertanian dan

Perkebunan.

• Diarahkan sebagai kota pusat pertumbuhan wilayah provinsi yang berfungsi sebagai pusat

produksi dan distribusi untuk mendukung sektor produksi wilayah sekitarnya seperti

kegiatan perkebunan dan pertanian

• Mengembangkan kualitas pelayanan prasarana dan sarana perkotaan yang mendukung

fungsi kota pemerintahan, perkebunan dan pertanian

• Meningkatkan aksesibilitas Kota Liwa menuju Kota Manna, Bengkulu, Kotabumi dan Kota

Agung melalui peningkatan kualitas prasarana transportasi darat

• Meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan prasarana dan sarana perkotaan (jalan,

persampahan, air bersih, air limbah, drainase, dan telekomunikasi) yang memenuhi standar

nasional.

• Meningkatkan kualitas pelayanan pemerintahan yang mendukung terjaganya minat

investasi.

• Meningkatkan kualitas lingkungan hidup yang menjamin kesejahteraan dan produktivitas

masyarakat Kota Liwa.

• Mengupayakan antisipasi terhadap bencana tanah longsor dan gempa bumi karena

memiliki tingkat kerentanan tanah dan gerakan tanah yang tinggi