refrat asma bronkial

Click here to load reader

download refrat asma bronkial

of 22

  • date post

    01-Jul-2015
  • Category

    Documents

  • view

    355
  • download

    10

Embed Size (px)

Transcript of refrat asma bronkial

Referat Mini

ASMA BRONKIAL

oleh :

Wan Norazanin Bt. Kassim Kelompok 1 05120186

BAGIAN ILMU PENYAKIT DALAM RSUP DR. M DJAMIL, PADANG FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ANDALAS 2010

1

ASMA BRONKIAL A. DEFINISI

.

f l gi d

u u b

i

Mycobacterium tuberculosis berbentuk batang lurus atau sedikit melengkung, tidakberspora dan tidak berkapsul. Bakteri ini berukuran lebar 0,3 0,6 m. Dinding

Mycobacterium tuberculosis sangat kompleks, terdiri dari lapisan lemak cukup tinggi ( 60% ). penyusun utama dinding sel Mycobacterium tuberculosis ialah asam mikolat, lilin kompleks ( complex waves ), terhalosa dimikolat yang disebut cord factor dan mycobacterial sulfolipids yang berperan dalam virulensi. Asam mikolat adalah asam lemak berantai pan jang ( C60 C90 ) yang dihubungkan dengan arabinogalaktan oleh ikatan glikolipid dan dengan peptidoglikan oleh jembatan fosfodiester. Unsur lain yang terdapat pada dinding bakteri tersebut adalah polisakarida. Stuktur dinding bakteri yng kompleks tersebut m enyebabkan bakteri Mycobacterium tuberculosis bersifat tahan asam, yaitu apabila sekali diwarnai akan tetap tahan terhadap upaya penghilangan zat warna tersebut dengan larutan asam alkohol. Komponen antigen ditemukan di dinding sel dan sitoplasma yaitu k omponen lipid, polisakarida dan protein. 2. i m l ul

Genom Mycobacterium tuberculosis mempunyai kandungan Guanin ( G ) dan Cytosine ( C ) terbanyak. C. EPI E I I

Tuberkulosis ( TB ) merupakan masalah kesehatan masyarakat yang penting di dunia ini. Pada tahun 1992 World Health Orgnization ( WHO ) telah mencanangkan

tuberkulosis sebagai Global Emergency . Laporan WHO tahun 2004 menyatakan bahwa terdapat 8,8 juta kasus baru tuberkulosis pada tahun 2002, 3,9 juta kasus dengan hasil BTA ( Basil Tahan As am ) positif. Sepertiga penduduk dunia telah terinfeksi kuman tuberkulosis dan menurut regional WHO jumlah terbesar kasus TB terjadi di Asia Tenggara yaitu 33 % dari seluruh kasus TB di

2

dunia, namun bila dilihat dari jumlah penduduk dunia maka terdapat 182 kasus per 100.000 penduduk. Di Afrika hampir 2 kali lebih besar dari Asia Tenggara yaitu 350 kasus per 100.000 penduduk. Tabel 1. Perkiraan insidens TB dan angka mortalitas, 2002

P mb gi d h H

Semua kasus (%)

Sputum positif

Semua kasus (%)

Sputum positif

Jumlah (ribu)

Per 100.000 penduduk

fi m i di imu E i gg P ifi l b l i

2543 (26) 370 (4) 622 (7)

1000 165 279

350 43 124

149 19 55

556 53 143

83 6 28

472 (5) 2890 (33)

211 1294

54 182

24 81

73 625

8 39

2090 (24) 8797 (100)

939 2887

122 141

55 63

373 1823

22 29

Indonesia masih menempati urutan ke 3 di dunia untuk jumlah kasus TB setelah India dan Cina. Setiap tahun terdapat 250.000 kasus baru TB dan sekitar 140.000 kematian akibat TB. Di Indonesia Tuberkulosis adalah pembunuh nomor satu diantara penyakit menular dan merupakan penyebab kematian nomor tiga setelah penyakit jantung dan penyakit pernapasan akut pada seluruh kalangan usia.

.P

E ESIS Kuman Myccobacterium tuberculosis yang masuk melalui saluran nafas akan

bersarang di jaringan paru sehingga akan terbentuk suatu sarang pneumoni, yang disebut dengan sarang primer atau afek primer. Sarang primer ini m ungkin timbul di bagian mana

3

saja dalam paru, berbeda dengan sarang reaktivasi. Dari sarang primer akan kelihatan peradangan saluran getah beningdi hilus ( limfadenitis regional ). Afek primer bersama -sama dengan limfangitis regional dikenal sebagai kompleks primer. Kompleks primer ini akan mengalami nasib salah satu dari yang berikut ini :y y

Sembuh dengan tidak meninggalkan cacat sama sekali Sembuh dengan meninggalkan sedikit bekas antara lain sarang Ghon, garis fibrotik, sarang perkapuran di hilus

y

Menyebar dengan cara : o o Perkontinuitatum, menyebar kesekitarnya Penyebaran secara bronkogen, baik di paru bersangkutan atau paru yang disebelahnya atau tertelan o Penyebaran secara hematogen dan limfogen, penyebaran ini berkaitan dengan daya tahan tubuh, jumlah dan virulensi kuman. Sarang yang ditimbulkan dapat sembuh spontan, tapi n bila daya tahan tubuh menurun penyebaran dapat menimbulkan keadaan cukup gawat seperti tuberculosis milier, meningitis tuberculosis. Penyebaran melalui hematogen dapat menyebabkan tuberculosis pada organ yang diserang tersebut seperti tulang, ginjal

Semua kejadian diatas merupakan proses tuberculosis primer. Tuberculosis post primer muncul setelah bertahun -tahun kemudian setelah tuberculosis primer, biasanya terjadi pada umur 15 -45 tahun. Bentuk tuberculosis inilah yang akan menyerbabkan masalah kesehatan masyarakat, karena dapat menjadi sumber penularan. E. SI I SI E SIS

1. Berdasarkan hasil pemeriksaan BTA sputum a. Tuberkulosis paru BTA ( + ) adalah : i. Sekurang-kurangnya 2 dari 3 spesimen dahak menunjukkan hasil BTA positif ii. Hasil pemeriksaan satu spesimen dahak menunjukkan hasil BTA positif dan kelainan radiologi menunjukkan aktif iii. Hasil pemeriksaan satu spes imen dahak menunjukkan BTA positif dan biakan positif b. Tuberkulosis paru BTA ( -) gam baran tuberculosis

4

i. Hasil pemeriksaan dahak 3 kali menunjukka n BTA negatif, gambaran klinis dan radiologis menunjukkan tuberkulosis aktif ii. Hasil pemeriksaan dahak 3 kali menunjukkan BTA negatif dan biakan

Myccobacterium tuberculosis positif2. Berdasarkan tipe pasien ( riwayat pengobatan sebelumnya ) a. Kasus baru adalah pasien yang belum pernah mendapat pengobatan OAT atau sudah pernah menelan OAT kurang dari satu bulan b. Kasus kambuh ( relaps ) adalah pasien TB yang sebelumnya pernah mendapatkan pengobatan OAT dan telah dinyatakan sembuh, atau pengobatan lengkap, kemudian kembali lagi berobat dengan hasil

pemeriksaan dahak BTA positif atau biakan positif c. Kasus defaulted atau drop out adalah pasien yang telah menjalani pengobatan 1 bulan dan tidak mengambil obat bulan berturut -turut atau lebih sebelum masa pengobatannya se lesai d. Kasus gagal adalah pasien BTA positif atau kembali menjadi positif pada akhir bulan ke-5 ( satu bulan sebelum akhir pengobatan ) atau akhir pengobatan e. Kasus kronik adalah pasien dengan hasil pemeriksaan BTA masih positif setelah selesai pengobatan kategori 2 dengan pengawasan yang baik f. Kasus bekas TB :y

Hasil pemeriksaan BTA negatif ( biakan juga negatif bila ada ) dan gambaran radiologi paru menunjukkan lesi TB yang tidak aktif atau foto serial menunjukkkan gambaran yang tetap.

y

Pada kasus dengan gam baran radiologi meragukan dan mendapat pengobatan OAT 2 bulan b serta pada foto thorak ulang tidak ada perubahan gambaran radiologi.

. .

I j l .

SIS

j l

m

Batuk terus menerus dan berdahak selama 3 ( tiga) minggu atau lebih b.y

j l

mb h

y

g

i g dijum

i:

Dahak bercampur darah.

5

y y y

Batuk darah Sesak nafas dan rasa nyeri dada Badan lemah nafsu makan menurun, berat badan turun rasa kurang enak badan (malaise) berkeringat malam walaupun tanpa kegiatan deman meriang lebih dari sebulan.

Gejala-gejala tersebut diatas dijumpai pula pada penyakit paru selain tuberkulosis . Oleh sebab itu setiap orang yang datang dengan gejala tersebut diatas harus dianggap sebagai seorang Suspek tuberkulosis atau tersangka penderita TBC dan perlu dilakuk an pemeriksaan dahak secara mikroskopis langsung. 2. P mu )P P d i ub d i ul ub i ( ul i ) d gd w

mu

Penemuan penderita TBC dilakukan secara pasif artinya penjaringan tersangka penderita dilaksanakan pada mereka yang datang berkunjung ke unit pelayanan kesehatan. Penemuan secara pasif tersebut didukung dengan penyuluhan secara aktif baik oleh petugas kesehatan maupun masyarakat untuk meningkatkan cakupan penemuan tersangka penderita cara ini biasa dikenal dengan s ebutan passive promotive case finding ( penemuan penderita secara pasif dengan promosi yang aktif ). Selain itu semua kontak penderita TBC Paru BTA positif dengan gejala sama harus diperiksa dahaknya. Seorang petugas kesehatan diharapkan menemukan tersangka penderita sedini mungkin, mengingat

tuberkulosis adalah penyakit menular yang dapat mengakibatkan kematian. Semua tersangkas penderita harus diperiksa 3 spesimen dahak dalam waktu 2 hari berturut -turut yaitu sewaktu pagi sewaktu ( SPS ). b) P nemuan enderita tuberkulosis ada anak Penemuan penderita tuberkulosis pada anak merupakan hal yang s ulit sebagian besar diagnosis tuberkulosis anak didasarkan atas gambar klinis gambar radiologis dan uji tuberkulin. 3. iagnosis (a) iagnosis tuberkulosi s ada orang ewasa Diagnosis TBC Paru pada orang dewasa dapat ditegakkan dengan ditemukannya BTA pada pemeriksaan dahak secara mikroskopis hasil pemeriksaan dinyatakan positif apabila sedikitnya dua dari tiga spesimen SPS BAT hasilnya positif.

6

Bila hanya 1 spesimen yang positif perlu diadakan pemeriksaan lebih lanjut yaitu foto rontgen dada atau pemeriksaan dahak SPS diulang. Kalau hasil rontgen mendukung TBC, maka penderita didiagnosis sebagai penderit a TB BTA positif. Kalau hasil r ontgen tidak mendukung TBC maka pemeriksaan dahak SPS diulangi dan apabila fasilitas

memungkinkan maka dilakukan pemeriksaan lain misalnya biakan. Bila ketiga spesimen dahak hasilnya negatif diberikan antibiotik spektrum luas ( misalnya kotrimoksasol atau Amoksisilin ) selama 1 -2 minggu bila tida ada perubahan namun gejala klinis tetap mencurigakan TBC ulangi pemeriksaan dahak SPS.y y

Kalau hasil SPS positif diagnosis sebagai penderita TBC BTA positif Kalau hasil SPS tetap negatif lakukan pemeriksaan foto rontgen dada un