PT. Berau Coal – Site Binungan

download PT. Berau Coal – Site Binungan

of 38

  • date post

    31-Dec-2016
  • Category

    Documents

  • view

    281
  • download

    3

Embed Size (px)

Transcript of PT. Berau Coal – Site Binungan

  • halaman 1 dari 38 halaman

    LAPORAN HASIL VERIFIKASI LAPANGANPROPER 2013 PT. BERAU COAL SITE BINUNGAN

    KABUPATEN BERAU PROVINSI KALIMANTAN TIMUR INFORMASI UMUM PT Berau Coal Site Binungan merupakan perusahaan pertambangan batubara yang berdiri pada tanggal 5 April 1983. Berlokasi di Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur dengan total luas konsesi 118.400 Ha bersama dengan dua site lain PT. Berau Coal Energy Tbk yaitu Site Sambarata, dan Site Binungan. Lokasi penambangan PT Berau Coal site Binungan dapat ditempuh dengan menggunakan jalur Jakarta-Balikpapan (pesawat udara, soekarnohatta-sepinggan) dilanjutkan dengan Balikpapan-Berau (pesawat udara, sepinggan-kalimarau) dilanjutkan perjalanan darat menggunakan mobil sekitar tigapuluh menit menuju kecamatan Gunung Tabur, Kabupaten Berau. Sistem penambangan PT. Berau Coal site Binungan dilaksanakan dengan cara penambangan terbuka (open cut mine) dengan metode gali isi kembali (back filling method) yang disesuaikan dengan kondisi cadangan batubara, kualitas serta struktur geologi yang ada. Penerapan cara penambangan terbuka ini disesuaikan juga dengan perhitungan cadangan batubara yang berlapis-lapis. Dalam rangka pengelolaan terhadap aspek lingkungan khususnya dalam wilayah kegiatan pengusahaan pertambangan batubara, PT Berau Coal telah melakukan studi Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), yang terdiri dari dokumen Analisis Dampak Lingkungan (ANDAL), Rencana Pengelolaan Lingkungan (RKL), dan Rencana Pemantauan Lingkungan (RPL). AMDAL PT. Berau Coal Site Binungan telah disahkan oleh Bupati Berau No. 43 tahun 2008 tanggal 6 Pebruari 2008 yang merupakan revisi Amdal No. 551/0115/SJ.T/1996 tanggal 15 Februari 1996. PT Berau Coal sebagai salah satu perusahaan pertambangan batubara terbesar di Indonesia memiliki komitmen yang kuat dalam pengelolaan lingkungan hidup serta keselamatan dan kesehatan kerja. Bentuk komitmen ini adalah dengan diterapkannya Sistem Manajemen Lingkungan, Keselamatan, dan Kesehatan Kerja (LK3) yang disebut BeGeMS (Berau Coal Green Mining System) untuk menjamin kegiatan operasional yang berwawasan lingkungan, keselamatan, dan kesehatan kerja. BeGeMS telah mendapatkan sertifikasi sistem manajemen berbasis ISO 14001:2004 dan OHSAS 18001:2007 oleh Bureau Veritas pada tanggal 1 April 2008 dan re-sertifikasi pada 2 Maret 2011. Dalam operasionalnya PT. Berau Coal Site Binungan dapat membuktikan bahwa kegiatan yang dilakukan telah memenuhi kaedah-kaedah penambangan yang baik dan benar. hal tersebut dibuktikannya dengan terbangunnya citra perusahaan tambang ramah lingkungan dengan memperoleh

    Peringkat PROPER Kementerian Lingkungan Hidup Site 2009/2010 2010/2011 2011/2012 Binungan HIJAU HIJAU HIJAU Lati BIRU HIJAU HIJAU Sambarata BIRU BIRU HIJAU

    Penghargaan Lingkungan Hidup dari Kementerian ESDM Site 2009/2010 2010/2011 2011/2012 Binungan UTAMA UTAMA UTAMA Lati UTAMA UTAMA UTAMA Sambarata UTAMA UTAMA UTAMA

  • halaman 2 dari 38 halaman

    Peringkat PROPER Pertambangan-Provinsi Kalimantan Timur Site 2009/2010 2010/2011 2011/2012 Binungan HIJAU HIJAU HIJAU Lati HIJAU HIJAU HIJAU Sambarata HIJAU HIJAU HIJAU

    STATUS PENAATAN PERIODE 2012-2013 A. Dokumen Lingkungan/Izin Lingkungan Kegiatan operasi penambangan PT. Berau Coal Site Binungan berdasarkan dokumen AMDAL Bupati Berau No. 43 Tahun 2008 yang merupakan revisi Amdal sebelumnya.Dokumen perizinan lingkungan lainnya meliputi izin pembuangan air limbah, izin TPS limbah B3.

    No. Kewajiban penanggungjawab usaha sesuai PP 27/2012

    Penaatan Temuan

    1. Memiliki dokumen lingkungan/Izin Lingkungan.

    Taat Memiliki Dokumen AMDAL. Persetujuan AMDAL PT. Berau Coal Site Binungan melalui Keputusan Bupati Berau No. 43 Tahun 2008.

    2. Melaksanakan ketentuan dalam dokumen lingkungan/izin lingkungan: A. Deskripsi kegiatan (luas area dan

    kapasitas produksi) B. Pengelolaan lingkungan terutama

    terutama aspek pengendalian pencemaran air, pengendalian pencemaran udara, dan Pengelolaan LB3

    Taat Sudah melaksanakan ketentuan yang ada dalam dokumen AMDAL.

    3. Melaporkan pelaksanaan dokumen lingkungan/izin lingkungan (terutama aspek pengendalian pencemaran air, pengendalian pencemaran udara, dan Pengelolaan LB3)

    Taat Sudah melaporkan secara rutin pelaksanaan AMDAL kepada Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Berau, Badan Lingkungan Hidup Provinsi Kalimantan Timur, dan Kementerian Lingkungan Hidup.

  • halaman 3 dari 38 halaman

    B. Pengendalian Pencemaran Air Pengelolaan air limbah tambang di PT. Berau Coal site Binungan pada dasarnya menggunakan tiga prinsip yaitu

    1. insitu treatment, 2. Active treatment dengan Conventional Liming Box Bubuk kapur langsung dituangkan ke

    dalam aliran dan Lime injection Pembuatan liquid lime dengan konsentrasi (jenuh) tertentu. Upaya ini lebih efektif dan efisien untuk mengolah air asam tambang.

  • halaman 4 dari 38 halaman

    3. Passive treatment (penerapan lahan basah).

    Selain kebijakan pengendalian pencemaran air, PT. Berau Coal site Binungan juga memiliki Kebijakan manajemen yang berkaitan dengan konservasi air dengan motto Berupaya melakukan efisiensi penggunaan energi, sumber daya air serta sumber daya lain untuk kegiatan operasional. Program konservasi air dikoordinir oleh Environment Binungan Environment Superintendent dan Binungan Mine Superintendent yang bertanggung jawab kepada Environment Manager. Konservasi air pada proses bisnis penambangan batubara di PT Berau Coal bertujuan untuk menjaga keberlangsungan keberadaan daya tampung dan manfaat sumber daya air bagi proses penambangan dan lingkungan sekitar. Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan pelestarian sumber air, daur ulang untuk pemanfaatan kembali, pengelolaan kualitas air dan pengendalian pencemaran air dengan mengacu pada peraturan dan persyaratan yang berlaku. Program konservasi air dalam proses penambangan batubara meliputi :

    Pemanfaatan air tambang untuk menyiraman jalan, spraying pada kegiatan dumping hopper batubara dari unit pengangkut di crushing plant.

    Penggunaan close circuit system untuk pembersihan unit operasional di washing pad. Penghematan air untuk penggunaan di gedung kantor.

  • halaman 5 dari 38 halaman

    Hasil kinerja pengelolalaan air limbah termasuk konservasi air diatas PT. Berau Coal Site Binungan dapat menurunkan beban pencemaran air limbah yang dibuang ke sungai sebagaimana disajikan dalam tabel dibawah.

    No. KEGIATAN

    PENURUNAN BEBAN PENCEMARAN AIR

    TAHUN SATUAN 2009 2010 2011 2012

    1 TSS 21,70 20,11 12,28 2,70 mg/l/Juta ton 2 Mn 0,200 0,216 0,123 0,050 mg/l/Juta ton 3 Fe 0,087 0,088 0,088 0,026 mg/l/Juta ton

    Status Penaatan Pengendalian Pencemaran Air: No. Pengelolaan Limbah Cair Penaatan Temuan 1. Ketaatan terhadap Izin Taat Izin pembuangan air limbah seluruhnya (10 titik penaatan)

    dikeluarkan oleh Bupati Berau dengan rincian titik penaatan WMP 1B Nomor 572 tahun 2010, WMP 5 B Nomor 604 tahun 2012, WMP 8 B Nomor 605 tahun 2012, WMP 10 B Nomor 606 tahun 2012, WMP 12 B Nomor 607 tahun 2012, WMP 13 B Nomor 573 tahun 2010, WMP 14 B Nomor 523 tahun 2011, WMP 1 S Nomor 608 tahun 2012, WMP 3 S Nomor 609 tahun 2012, WMP 8 S Nomor 610 tahun 2012.

    2. Ketaatan terhadap titik penaatan pemantauan

    100% Perusahaan mempunyai 10 (sepuluh) titik penaatan dan seluruhnya sudah dilakukan pemantauan.

    3. Ketaatan terhadap parameter Baku Mutu

    100% Parameter yang dipantau sudah sesuai dengan Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Timur Nomor 2 Tahun 2011 dan Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 113 Tahun 2003.

    4. Ketaatan terhadap pelaporan 100% Sepanjang masa evaluasi, seluruh data sudah dilaporkan kepada Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Berau, Badan Lingkungan Hidup Provinsi Kalimantan Timur, dan Kementerian Lingkungan Hidup.

    5. a. Ketaatan terhadap pemenuhan Baku Mutu

    100% Hasil swapantau yang dilaporkan memenuhi baku mutu air limbah bagi usaha dan atau kegiatan pertambangan batu bara.

    b. Pemenuhan Baku Mutu berdasarkan Pemantauan Tim PROPER

    Taat Dilakukan pengambilan sampel air limbah oleh tim dari laboratorium Pusarpedal KLH di titik penaatan WMP 1 S, WMP 12 B, WMP 1 B. Hasil uji laboratorium menyatakan parameter pH, Fe, Mn,dan TSS memenuhi baku mutu air limbah bagi usaha dan atau kegiatan pertambangan batu bara.

    6. Ketaatan terhadap Ketentuan Teknis

    Taat Sudah memenuhi ketentuan teknis.

  • halaman 6 dari 38 halaman

    C. Pengendalian Pencemaran Udara Upaya pengendalian pencemaran udara dilakukan untuk mengurangi pencemaran dari aktivtas penambangan maupun aktivitas penunjang kegiatan penambangan. Dilakukan penyiraman jalan-jalan tambang untuk mengurangi polusi debu. Hasil pengukuran udara ambient setiap 6 bulan sekali masih memenuhi baku mutu kualitas udara yang ditetapkan. Sedangkan untuk kegiatan penunjang operasional seperti pembangkit listrik telah dilakukan pengelolaan sesuai ketentuan yang berlaku. Status Penaatan:

    No. Pengendalian Pencemaran Udara Penaatan Temuan 1. Ketaatan terhadap titik penaatan

    pemantauan 100% Sumber Emisi : 27 unit genset

    Seluruh sumber emisi sudah dipantau 2. Ketaatan terhadap pelaporan

    100% Semua parameter dari hasil pemantauan genset sudah

    dilaporkan. 3. Ketaatan terhadap parameter Baku

    Mutu Emisi 100% Parameter yang dipantau dari semua sumber emisi

    sudah sesuai peraturan. 4. Ketaatan terhadap pemenuhan Baku

    Mutu Emisi 100% Hasil pemantauan emisi seluruh sumber emisi

    memenuhi baku mutu emisi. 5. Ketaatan terhadap ketentuan Teknis

    yang dipersyaratkan Taat Semua cerobong sudah dilengkapi dengan sarana dan prasarana sampling

    Manajemen perusahaan juga memiliki kebijakan berkaitan dengan pengurangan