PROPOSAL IPAL BIOGAS SAPI FIBER.docx

download PROPOSAL IPAL BIOGAS SAPI FIBER.docx

of 5

  • date post

    05-Dec-2014
  • Category

    Documents

  • view

    222
  • download

    18

Embed Size (px)

description

Semoga bermanfaat

Transcript of PROPOSAL IPAL BIOGAS SAPI FIBER.docx

PROJECT PROPOSALBADAN LINGKUNGAN HIDUP KABUPATEN SRAGEN PROPINSI JAWA TENGAH

I.

NAMA PROGRAM BANTUAN PEMBANGUNAN INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH BIOGAS FIBER KOTORAN SAPI KABUPATEN SRAGEN (IPAL)

II.

SASARAN PROGRAM Sasaran dari kegiatan ini adalah membuat Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Biogas Fiber kotoran sapi di 20 (duapuluh) Kecamatan di Kabupaten Sragen, serta mengkaji karakteristik dan efisiensi pengolahan terhadap beberapa parameter kualitas limbah/kotoran sapi serta mengkaji kelayakan alat secara ekonomis sehingga dapat digunakan sebagai alternatif pengelolaan lingkungan di daerah lainnya.

III. LATAR BELAKANG Salah satu permasalahan nasional yang kita hadapi dan harus dipecahkan serta dicarikan jalan keluarnya pada saat ini adalah masalah energi, baik untuk keperluan rumah tangga, maupun untuk industri dan transportasi. Terkait dengan masalah tersebut, salah satu kebijakan pemerintah ialah pengurangan penggunaan bahan bakar minyak tanah untuk keperluan rumah tangga. Sejalan dengan hal itu pemerintah juga mendorong upaya-upaya untuk penggunaan sumber-sumber energi alternatif lainnya yang dianggap layak dilihat dari segi teknis, ekonomi, dan lingkungan, bisa berupa biofuel, Biogas/gas bio, briket arang dan lain sebagainya. Beberapa waktu yang lalu sempat menjadi wacana kemungkinan digunakannya briket batu bara. Namun, belakangan upaya ke arah itu agaknya tidak diteruskan atau sementara dihentikan dulu karena dianggap belum layak dari segi lingkungan khususnya jika digunakan untuk energi rumah tangga. Dalam rangka pemenuhan keperluan energi rumah tangga khususnya di perdesaan maka perlu dilakukan upaya yang sistematis untuk menerapkan berbagai alternatif energi yang layak bagi masyarakat. Sehubungan dengan hal tersebut maka salah satu upaya terobosan yang dilakukan adalah melaksanakan program Bio Energi Perdesaan (BEP). Secara garis besar tujuan program BEP adalah berkembangnya swadaya masyarakat dalam penyediaan dan penggunaan

1

bio energi (bio gas, bio massa, dan bio fuel) bagi keperluan rumah tangga termasuk untuk kegiatan usaha industri rumah tangga khususnya di perdesaan. Selain itu didukung oleh ketersediaan bahan baku kotoran sapi yang terdapat di wilayah Kabupaten Sragen dimana, jumlah hewan sapi yang terdapat di Kabupaten Sragen 9000 ekor pada tahun 2008. Dengan jumlah tersebut Kabupaten Sragen masih mengemangkan lagi untuk tahun berikutnya antara lain jenis sapi Brahman. Dengan pertimbangan tersebut pemerintah Kabupaten Sragen melalui Badan Lingkungan Hidup mempunyai gagasan pemanfaatan energy alternative yang ramah lingkungan.

IV. MANFAAT YANG DIHARAPKAN/DAMPAK PROGRAM 1. Dapat memberikan sumbangan peran serta terhadap lingkungan dalam upaya

penanggulangan pencemaran lingkungan yang di akibatkan oleh limbah/kotoran sapi yang berada di Kabupaten Sragen. 2. Mengurangi timbulnya konflik sosial yang disebabkan adanya pencemaran dari proses produksi hewan ternak sapi 3. Memberi masukan kepada para pelaku peternak sapi khususnya di wilayah Kabupaten Sragen sebagai bahan pertimbangan dalam pengelolaan limbah/kotoran hewan ternak sapi yang dihasilkannya sehingga pencemaran lingkungan akibat limbah ternak sapi dapat dikurangi. 4. Teknologi tersebut dapat disebarluaskan dan dapat dimanfaatkan atau ditiru oleh masyarakat. V. MAKSUD DAN TUJUAN PROGRAM A. Maksud 1. Membuat Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Biogas Fiber dari kotoran sapi untuk di Kabupten Sragen serta mengkaji karakteristik dan efisiensi pengolahan terhadap beberapa parameter kualitas limbah/kotoran sapi serta mengkaji kelayakan alat secara ekonomis sehingga dapat digunakan sebagai alternative pengelolaan lingkungan di daerah lainnya. B. Tujuan : 1. Tersedianya lahan dengan luasan yang cukup dan berada di lokasi yang secara teknis dapat dikatakan strategis untuk dibangun fasilitas IPAL Biogas Fiber 2. Mengurangi pencemaran lingkungan dan mengembangkan teknologi pengolahan limbah ramah lingkungan penghasil energy alternative khususnya pengolahan

2

limbah/kotoran sapi yang dapat diterapkan sesuai dengan kondisi di Kabupaten Sragen, sehingga dapat digunakan langsung oleh masyarakat. 3. Menumbuhkan kesadaran para peternak sapi pada khususnya dan masyarakat pada umumnya untuk mengelola dan menjaga kualitas lingkungan sekitarnya terlebih terhadap limbah/kotoran sapi untuk mengolah limbahnya sebagai energi aternatif yang ramah lingkungan. VI. PENERIMA MANFAAT 1. 2. 3. Masyarakat peternak sapi di wilayah Kabupaten Sragen Masyarakat sekitar lokasi ternak api Lingkungan sekitar lokasi ternak sapi

VII.

GAMBARAN UMUM PROGRAM A. Wilayah Perencanaan Lokasi kegiatan direncanakan di wilayah Kabupaten Sragen sebanyak 20 (dua puluh) Kecamatan. B. Alternatif Teknologi Salah satu cara untuk mengatasi masalah limbah/kotoran ternak sapi tersebut adalah dengan pemanfaatan kotoran sapi sebagai alternatif energi terbarukan yaitu Biogas. Dipilih Biogas Fiber dengan pertimbangan dari segi safety aman dan awet, selain itu kondisi wilayah Kabupaten Sragen mempunya suhu panas, sehingga proses produksi akan berjalan lancar karena plat baja tidak terganggu oleh hawa dingin. Direncanakan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Biogas Fiber Kotoran Sapi dengan digester berkapasitas 9.000 liter dengan estimasi biaya Rp.30.000.000,Komponen instalasi direncanakan terdiri dari : 1. Reaktor utama (digester)- Reaktor ini sebagai tempat terjadinya proses fermentasi pembentukan gas bio (Biogas) atau gas methane. Reaktor ini terbuat dari semen, batu bata, batu kerikil (cor beton). 2. Saluran masuk Slurry (kotoran segar) - Saluran ini digunakan untuk memasukkan slurry (campuran kotoran ternak dan air) ke dalam reaktor utama. Pencampuran ini berfungsi untuk memaksimalkan potensi Biogas, memudahkan pengaliran, serta menghindari terbentuknya endapan pada saluran masuk. 3. Saluran keluar residu Saluran ini digunakan untuk mengeluarkan kotoran yang telah difermentasi oleh bakteri. Saluran ini bekerja berdasarkan prinsip kesetimbangan tekanan hidrostatik. Residu yang keluar pertama kali merupakan

3

slurry masukan yang pertama setelah waktu retensi. Slurry yang keluar sangat baik untuk pupuk karena mengandung kadar nutrisi yang tinggi. 4. Katup pengaman tekanan (control valve) Katup pengaman ini digunakan sebagai pengatur tekanan gas dalam biodigester. Katup pengaman ini menggunakan prinsip pipa T. Bila tekanan gas dalam saluran gas lebih tinggi dari kolom air, maka gas akan keluar melalui pipa T, sehingga tekanan dalam biodigester akan turun. 5. Sistem pengaduk Pengadukan dilakukan dengan berbagai cara, yaitu pengadukan mekanis, sirkulasi substrat biodigester, atau sirkulasi ulang produksi Biogas ke atas biodigester menggunakan pompa. Pengadukan ini bertujuan untuk mengurangi pengendapan dan meningkatkan produktifitas biodigester karena kondisi substrat yang seragam. 6. Saluran gas Saluran gas ini disarankan terbuat dari bahan polimer untuk menghindari korosi. Untuk pembakaran gas pada tungku, pada ujung saluran pipa bisa disambung dengan pipa baja antikarat. 7. Tangki penyimpan gas , yaitu terpisah dengan reaktor (fixed dome). Untuk tangki terpisah, konstruksi dibuat khusus sehingga tidak bocor dan tekanan yang terdapat dalam tangki seragam, serta dilengkapi H2S Removal untuk mencegah korosi. Secara garis besar proses pengolahan IPAL Biogas Fiber ditunjukkan seperti pada Gambar di bawah ini.

VIII. ANGGARAN Pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Biogas Fiber Kotoran Sapi direncanakan sebanyak 50 unit yang akan dibangun di masing-masing kecamatan se Kabupaten Sragen dengan mengacu data jumlah peternak sapi yang ada di Kabupaten Sragen. Biaya yang dibutuhkan untuk kegiatan tersebut untuk masing masing unit Rp. 30.000.000,- ( Tiga puluh juta rupiah ), sehingga total anggaran yang dibutuhkan sebesar Rp. 1,5 M ( Satu setengah milyar rupiah ).

4

VIII. PENUTUP Dengan dibuatnya IPAL Biogas Fiber Kotoran Sapi ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang besar baik dari pihak pesantren dan masyarakat sekitar antara lain dapat memberikan sumbangan peran serta terhadap lingkungan dalam upaya penanggulangan pencemaran lingkungan yang di akibatkan oleh limbah/kotoran sapi dan memberi masukan kepada para pelaku peternak sapi sebagai bahan pertimbangan dalam pengelolaan limbah/kotoran hewan ternak sapi yang dihasilkannya sehingga pencemaran lingkungan akibat limbah ternak sapi dapat dikurangi.

Sragen,

Februari 2013

KEPALA BADAN LINGKUNGAN HIDUP KABUPATEN SRAGEN

Ir. ISMANTO, MM Pembina Tingkat I NIP. 19571223 198703 1 003

5