Proposal Indonesia Leaders Talk 2014

download Proposal Indonesia Leaders Talk 2014

of 12

  • date post

    14-Oct-2015
  • Category

    Documents

  • view

    61
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of Proposal Indonesia Leaders Talk 2014

  • Saudara-saudara, Pemangku Amanah dan Pemangku Kepentingan Pembangunan Ekonomi Indonesia

    Langkah bangsa melalui Rencana Induk Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) 2011-2025 dilandasi oleh tujuan mengedepankan upaya kolaboratif guna mewujudkan visi Indonesia 2015, serta sesegera mungkin mempersiapkan daya saing bangsa Indonesia dalam menghadapi pasar terbuka ASEAN (2015), pasar terbuka Asia Pasific (2020), trend perdagangan bebas dunia, dan pergeseran ekologi globa

    MP3EI mengedepankan upaya kolaboratif, dimana seluruh kemampuan, asset, dan akses Pemerintah, dunia usaha dan masyarakat dapat berjalan seiring dan searah melalui kerjasama yang sinergis, konstruktif, dan berkesinambungan oleh pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat secara bersama-sama. Sejak 2011 MP3EI menjadi platform orientasi bagi investasi yang dilakukan oleh pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. Dengan demikian RPJPN dan RPJMN yang dilengkapi dengan MP3EI akan mampu memiliki daya angkat dan daya dorong yang maksimal.

    Langkah MP3EI dilandasi oleh tiga pilat strategi yaitu, segera hadirnya Sektor Riil Indonesia yang bernilai tambah tinggi di 6 Koridor Ekonomi Indonesia. Kedua terwujudnya konektivitas domestic dan internasional. Ketiga, hadirnya Sumber Daya Manusia Indonesia berilmu pengetahuan dan menguasai teknologi. Melalui strategi tersebut diyakini bahwa Indonesia akan mampu menjadi Negara maju dengan pendapatan perkapita di tahun 2025 pada kisaran US$ 14.250 US$ 15.500 dengan PDB mencapai US$ 4.0 4.5 triliun.

    Banyak hal yang telah dilaksanakan, namun masih banyak lagi yang perlu dilakukan. Sampai dengan akhir 2013, 365 proyek strategis MP3EI yang tersebar di enam Koridor Ekonomi (KE) telah dimulai pembangunannya, dengan nilai mencapai Rp. 828,7 triliun. Dari nilai tersebut Swasta memberikan kontribusi prmbiayaan 39 persen atau sekitar Rp. 323,32 triliun. Sedangkan BUMN mamberikan kontribusi sebesar 25,7 persen atau Rp. 212,88 triliun, dan pemerintah sebesar 15,9 persen atau senilai Rp. 131,71 triliun. Direncanakan pada tahun 2014 akan dilakukan groundbreaking 166 proyek dengan nilai investasi Rp. 628,91 triliun. Sehingga total realisasi investasi MP3EI hingga akhir 2014 diperkirakan mencapai Rp. 1.457,63 triliun. Dari angka tersebut Rp. 627,39 triliun dialokasikan untuk meningkatkan konektivitas melalui pembangunan berbagai infrastruktur.

    Tiada suatu bangsa menjadi besar, tanpa proses pembangunan yang bekesinambungan. Program-program pembangunan yang konstruktif perlu semakin disempurnakan dan dipercepat implementasinya dari generasi Indonesia saat ini ke generasi Indonesia di depan. Dengan demikian Indonesia akan berhasil menjadi bangsa yang dewasa, berdaulat, mandiri, serta berdaya saing tinggi.

    Menseksamai hal diatas, Komite Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (KP3EI) bermaksud menyelenggarakan Suara dari Masa Depan: Indonesia Leaders Talk 2014 sebagai suatu wadah komunikasi bagi pemangku amanah dan pemangku kepentingan pembangunan nasional untuk dapat saling isi dengan para calon pemimpin bangsa kedepan.

    Indonesia Leaders Talk (ILT) 2014 merupakan sarana dialog sekaligus rekam jejak implementasi Percepatan dan Perluasan Pembagunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) 2011-2025. Melalui ILT 2014 para pelaku pembangunan dapat bertukar informasi dan pemikiran bagi kesinambungan proses pembangunan yang konstruktif.

    Untuk itu sangat diharapkan dukungan dan partisipasi aktif dari seluruh pemangku amanah dan pemangku kepentingan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia. Bagi sukses penyelengaraan Suara dari Masa Depan: Indonesia Leaders Talk 2014.

    Atas perhatian, kerjasama dan dukdungan yang diberikan saya sampaikan terima kasih.

    Jakarta 25 Februari 2014

    Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia

  • LATAR BELAKANG

    Dalam spektrum perencanaan pembangunan saat ini, MP3EI selaras dengan visi pembangunan nasional sebagaimana tertuang dalam Undang-Undang No. 17 tahun 2007 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional 2005 2025. Dengan demikian visi Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia adalah Mewujudkan Masyarakat Indonesia yang Mandiri, Maju, Adil, dan Makmur.

    Paling tidak terdapat beberapa fungsi penting MP3EI. Pertama, merupakan bagian tak terpisahkan dari Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional. Kedua, untuk memperkuat dokumen perencanaan pembangunan yang telah ada seperti Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional 2005 2025 (UU No. 17 Tahun 2007) dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional. Ketiga, MP3EI merupakan dokumen terintegrasi dan komplementer yang penting serta khusus untuk melakukan percepatan dan perluasan pembangunan ekonomi. Keempat, MP3EI juga memperhatikan Rencana Aksi Nasional Gas Rumah Kaca (RAN-GRK) karena merupakan komitmen nasional yang berkenaan dengan perubahan iklim global.

    Pembangunan Indonesia tidak lepas dari posisi Indonesia dalam dinamika regional dan global. Terletak di jantung pertumbuhan ekonomi dunia. Dan Indonesia menjadi salah satu pemain penting di dalamnya, baik dari jumlah penduduk, kekayaan sumber daya alam (SDA), dan luas kawasan. Lebih jauh program-program MP3EI memposisikan keunggulan Indonesia atas lingkungan strategi global sebagai basis ketahanan pangan dunia, pusat pengolahan produk pertanian, perkebunan, perikanan, dan sumber daya mineral serta pusat mobilitas logistik global.

    Strategi utama MP3EI memuat 3 (tiga) pilar strategi.

    Koridor Ekonomi. Melalui pendekatan Koridor Ekonomi, meningkatkan nilai tambah dan memperluas rantai nilai proses produksi serta distribusi dari pengelolaan aset dan akses (potensi) SDA, geografis wilayah, dan SDM, melalui penciptaan kegiatan ekonomi yang terintegrasi dan sinergis di dalam maupun antar-kawasan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi.

    Pengembangan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi dilakukan dengan mengembangkan klaster industri dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Langkah ini disertai dengan penguatan konektivitas antar pusat-pusat pertumbuhan ekonomi, lokasi kegiatan ekonomi dan infrastruktur pendukungnya. Pada akhirnya, pusat-pusat pertumbuhan ekonomi dan konektivitas itu menciptakan Koridor Ekonomi Indonesiayang menciptakan dan memberdayakan basis ekonomi terpadu dan kompetitif serta berkelanjutan.Upaya ini menjadi salah satu dari tiga strategi utama (pilar utama). Intinya, pemerintah akan memberi perlakuan khusus bagi dunia usaha memiliki perspektif jangka panjang dalam pembangunan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru. Diantaranya, kebijakan perpajakan dan kepabeanan; peraturan ketenagakerjaan, dan perijinan sesuai kesepakatan dengan dunia usaha.

    Konektifitas Nasional. Mendorong terwujudnya peningkatan dinamika aktifitas ekonomi, efisiensi produksi dan pemasaran serta integrasi pasar domestik dalam rangka penguatan daya saing dan daya tahan perekonomian nasional. Penguatan konektivitas nasional dalam MP3EI mengintegrasikan 4 (empat) elemen kebijakan nasional yang terdiri dari Sistem Logistik Nasional (Sislognas); Sistem Transportasi Nasional (Sistranas); Pengembangan wilayah (RPJMN/RTRWN); dan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK/ICT).

    MP3EI mengedepankan upaya memaksimalkan posisi geostrategis dan geoekonomi Indonesia dengan memanfaatkan akses terhadap SLoC maupun ALKI (Alur Laut Kepulauan Indonesia). Artinya, Indonesia harus bisa meraih banyak keuntungan dari modalitas maritim ini untuk, membangun daya saing maritim, serta meningkatkan ketahanan dan kedaulatan ekonomi nasional.

    SDM Beriptek. Peningkatan kemampuan Sumber Daya Manusia (SDM) dan Ilmu Pengetahuan & Teknologi (IPTEK) Nasional untuk mendorong penguatan sistem inovasi nasional di sisi produksi, proses, maupun pemasaran untuk penguatan daya saing global yang berkelanjutan, menuju innovation-driven economy.

  • Sinergitas Langkah Pembangunan.Sementara itu, pelaksanaan MP3EI membutuhkan sinergi sumbar daya antara pemerintah dan dunia usaha (BUMN/BUMD, Swasta) dan kekuatan Masyarakat. Seluruh komitmen harus bergerak seirama dan searah mendukung pencapaian kebijakan pembangunan.

    Melalui langkah MP3EI, percepatan dan perluasan pembangunan ekonomi akan menempatkan Indonesiasebagai negara maju pada tahun 2025 dengan pendapatan per kapita yang berkisar antara USD 14.250 USD 15.500 dengan nilai total perekonomian (PDB) berkisar antara USD 4,0 4,5 triliun. Untuk mewujudkannya diperlukan pertumbuhan ekonomi riil sebesar 6,4 7,5 persen pada periode 2011 2014, dan sekitar 8,0 9,0 persen pada periode 2015 2025. Pertumbuhan ekonomi tersebut akan dibarengi oleh penurunan inflasi dari sebesar 6,5 persen pada periode 2011 2014 menjadi 3,0 persen pada 2025. Kombinasi pertumbuhan dan inflasi seperti itu mencerminkan karakteristik negara maju.

    (MP3EI 2011 2015 - per kapita in the map)

    Koridor SumateraSentra produksi dan pengolaan hasil bumi dan lumbung energi

    nasional

    Koridor KalimantanPusat produksi dan

    pengolahan hasil tambang & lumbung

    energi nasional

    Koridor SulawesiPusat produksi dan

    pengolahan hasil pertanian, perkebunan, dan perikanan serta pertambangan nikel

    nasional

    Koridor Bali Nusa Tenggara

    Pintu gerbang pariwisata dan

    pendukung pangan nasional

    Koridor Papua MalukuPusat pengembangan

    pangan, perikanan, energi dan

    pertambangannasional

    Koridor JawaPendorong industri dan jasa nasional

    Dinamika MP3EI sampai Saat Ini

    01 03 04

    0506

    02

  • Hingga saat ini, perkembangan pelaksanaan MP3EI menunjukkan hasil cukup menggembirakan. Data KP3EI mencatat, hasil validasi hingga Desember 2013, total investasi proyek MP3EI di seluruh koridor ekonomi mencapai Rp. 4.662,7 triliun (1.667 proyek). Angka ini terdiri dari sektor infrastruktur Rp. 2.913,4 triliun (1.049 proyek), sektor riil Rp. 1.727,6 triliun (363 proyek), dan