ppt tuberkulosis milier..............

of 29 /29
TUBERKULOSIS MILIER Agnestia. S. Tanic 03.011.011 FK Trisakti

Embed Size (px)

description

ljjjjjjjjjlj

Transcript of ppt tuberkulosis milier..............

Tuberkulosis Milier

TUBERKULOSIS MILIERAgnestia. S. Tanic03.011.011FK Trisakti

DEFINISI1. Tuberkulosis adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi Mycobacterium tuberculosis.2. Tuberkulosis paru adalah tuberkulosis yang menyerang jaringan paru, tidak termasuk pleura3. Tuberkulosis milier ( TB milier ) merupakan penyakit limfohematogen sistemik akibat penyebaran kuman Mycobacterium Tuberculosis dari kompleks primer, yang biasnya terjadi 2-6 bulan setelah infeksi awalEpidemiologi Tuberkulosis merupakan masalah kesehatan masyarakat yang penting di dunia ini. Pada tahun 1992 world health organization telah mencanangkan Tuberkulosis sebagai global emergancyIndonesia sekarang berada pada ranking kelima negara dengan beban TB tertinggi di duniaDari semua pasien dengan Tuberkulosis, diperkirakan 1,5 % memiliki Tuberkulosis milierorang dewasa dengan immunocompetent, TB milier dapat terjadi kurang dari 2% dari seluruh kasus TB dan 20 % dari TB ekstraparu. Penelitian pada hasil otopsi kurang lebih 0,3 %-13,3 % adalah TB milier, seta 11,9 % sampai 40,5 % adalah semua jenis kasus TB. Prevalensi TB biasanya sering pada anak dan bayiEtiologiMycobacterium Tuberculosis, sejenis kuman berbentuk batang dengan ukuran panjang 1-4/um dan tebal 0,3-0,6/um. Morfologi kuman TB

Kuman Mycobacterium tuberculosis1. Kuman batang dengan pamjang 1-4/ um dan tebal 0,3-0,6 um2. DindingM.tuberculosissangat kompleks, terdiri dari lapisan lemak cukup tinggi (60%). Penyusun utama dinding selM.tuberculosisialah asam mikolat, lilin kompleks (complex-waxes), trehalosa dimikolat yang disebutcord factor, danmycobacterial sulfolipidsyang berperan dalam virulensi.3. Kuman dapat hudup dalam udara kering maupun dalam keadaan dingin4. Kuman hidup sebagai parasit intraseluler yakni dalam sitoplasma makrofag.5. Sifat kuman adalah aerob sehingga kumanlebih menyenangi tempat yang tinggi kandungan oksigen.

Faktor predisposisi1. infeksi pada waktu kecil, 2. malnutrisi,3.HIV/AIDS,4.mengkonsumsi alkohol5.diabetes militus6.penyakit ginjal kronik7.dialisis8.post gatrectomy9.transplantasi organ10.kehamian11.post partum12. keganasan13.penggunaan obat-obat imunosupresi. Patogenesis TBPatogenesis TB sekunderSarang perkembangan tuberkulosis post primer dan perjalanan penyembuhan

Menifestasi klinik

Penegakan diagnosis Kriteria yang digunakan untuk mendiagnosis TB milier seperti :1. Gambaran klinis seperti demam yang biasanya akan meningkat waktu malam hari, penurunan berat badan, panurunan nafsu makan, tahikardi, keringat malam menetap 2. Gambaran klasik pada pemeriksaan foto thorax yaitu berupa tuberkel halus (millii) yang tersebar merata diseluruh lapangan paru, dengan bentuk yang khas dan ukuran yang hampir seragam (1-3mm). 3. Lesi paru berupa gambaran retikulonodular difus bilateral di belakang bayangan milier yang dapat dilihat pada foto toraks Maupun HRCT 4. Bukti mikrobiologi dan atau histopatologi yang menunjukan tuberkulosis.

Pemeriksaan penunjang1. Lab darah lengkap2. Uji tuberkulin3. Pemeriksaan sputum4.Pemeriksaan laboratorium darah5.Pemeriksan radiologi6. Pungsi lumbal

Pemeriksaan penunjang Pemeriksaan Lab darahHasil pada pemriksaan darah biasanya tidak sensitif dan spsifik. leukosit yang sedikit meninggi dengan hitung jenis pergeseran ke kiri. LED meningkat. Bila penyakit mulai sembuh maka leukosit akan kembali ke normal, LED mulai menurun ke awal. Hasil pemriksaan darah lain juga dapat ditemukan anemia ringan dengan gambaran normositik normokrom, peningkatan gama globulin dan penurunan kadar natrium darah.

Terjadi supresi sumsum tulang akibat mekanisme imun pada TB milier sehingga dapat menyebabkan pansitopenia2. Uji tuberkulinUji tuberkulin banyak dipake untuk membantu menegakan diagnosis pada Tuberkulosis terutama pada ank-anak. Tes tuberkulin hanya menyatakan apakah seseorang sedang atau pernah menglami infeksi Tuberkulosis, vaksinasi BCG dan Mycobacteria patogen lainnya.Negatif palsu juga sering ditemukan pada tes tuberkulin, hal-hal yang menyebabkan tes tuberkulin menjadi negatif palsu adalah pasien yang berada dalam masa inkubasi, anergi penyakit sistemik berat, menderita TB luas dan berat Tes tuberkulin yang anergi biasanya ditemukan pada Tuberkulosis milier dibandingkan dengan TB paru atau TB ekstraparu

Pemeriksaan penunjang3. Pemeriksaan sputumTidak semua pasien dengan TB milier akan memberikan menifestasi batuk yang produktif. Tetapi ketika terdapat menifestasi klinik batuk yang produktif maka pemeriksaan sputum harus dilakukan.

Pasien dengan sputum BTA positif:-Pasien yang pada pemeriksaan sputumnya secara mikroskopis ditemukan BTA, sekurang kurangnya pada 2 x pemeriksaan, atau-Satu sediaan sputumnya positif deisertai kelainan radiologis yang sesuai dengan gambatan TB aktif, atau-Satu sediaan sputumnya positif disertai biakan positif.

Pasien dengan sputum BTA negatif:yang pada pemeriksaan sputumnya secara mikroskopis tidak ditemukan BTA sedikitnya pada 2 x pemeriksaan tetapi gambaran radiologis sesuai TB aktif, atauPasien dengan hasil pemeriksaan sputum tidak ditemukan kuman BTA sama sekali, tetapi pada biakannya positif.

Pemeriksaan penunjang4. Pemeriksaan radiologi

Gambaran klasik TB milier pada pemeriksaan radiologi merupakan salah satu petunjuk sesorang menderita TB milier

Gambarannya sangat khas, yaitu berupa tuberkel halus (millii) yang tersebar merata diseluruh lapangan paru, dengan bentuk yang khas dan ukuran yang hampir seragam (1-3mm).

Pungsi lumbal Pungsi lumbalPungsi lumbal harus dipikirkan untuk dilakukan, meskipun ditemukan gambaran MRI otak yang normal. Pada pemeriksaan lumbal pungsi orang yang menderita Tuberkulosis milier adalah :Leukosit : kira kira 65 % pasien mempunyai white blood count, dengan 100-500 mononuklearPredominan limfosit ( 70 %)Kenaikan asam laktat di CSFPenurunan level glukosa

Diagnosis banding1. Penyakit infeksiHistoplasmosis, Blastomycosis, Coccidiodomycosis, Mycoplasma pneumonia, Nocardiosis2. Immunoinflammatory disorderSarkoidosis3.KeganasanKarsinoma bronkoalveolar, korsinoma paru dengan limfangitis karsinomatosa, karsinoa mestastasis.4. Pneomonitis hipersensitivitas5. Obat yang menginduksi penyakit paru interstisial seperti methotrxaeTatalaksana Pasien baru yang menderita TB milier akan mendapatkan pengobatan selama 6 bulan sepeti yang sudah disebutkan sebelumnya. Pedoman tatalaksan pada TB milier yang sudah menyebar menjadi TB meningitis maka direkomendasikan untuk di beri tatalaksana selama 9 sampai 12 bulan

PengobatanTuberkulosis pada keadaan khusus seperti TB milier :1. Rawat inap2.Panduan obat 2 RHZE / 4 RH Pada keadaan khusus ( sakit berat ), tergantung keadaan klinis, radiologi dan evaluasi pengobatan, maka pengobatan lanjutan dapat diperpanjang. Pengobatan fase lanjutan, bila diperlukan dapat diberikan selama 7 bulan, dengan paduan 2RHZE / 7 RH, dan alternatif 2RHZE/ 7R3H3. Pada TB meningitis maka ethambutol diganti streptomisin. Selain itu pada TB siste saraf pusat biasanya diberi 2 RHZS dan 10 RH.

3. Pemberian kortikosteroid tidak rutin hanya di berikan pada keadaan : - Tanda/ gejala meningitis -Sesak napas -Tanda/ gejala toksik -Demam tinggiTatalksanajenis jenis obat

Efek samping obat dan terapi Efek samping

Evaluasi pengobatan Evaluasi klinikPasien dievaluasi setiap 2 minggu pada 1 bulan pertama pengobatan selanjutnya setiap bulan.Evaluasi respon pengobatan dan ada tidaknya efek samping obat serta ada tidaknya penyakit komplikasi.Evaluasi yang terpenting adalah evaluasi klinis, yaitu menghilang atau membaiknya kelainan klinis yang sebelumnya ada pada awal pengobatan, misalnya penambahan berat badan yang bermakna, hilangnya demam, hilangnya batuk, perbaikan nafsu makan, dan lain-lain.

Pemeriksaan dan evaluasi foto toraks dilakukan pada:-Sebelum pengobatan -Setelah 2 bulan -Pada akhir pengobatan- Evaluasi radiologis pada pasien TB milier perlu diulang setelah 1 bulan untuk evaluasi hasil pengobatan. Gambaran milier pada foto toraks biasanya menghilang dalam 1 bulan, kadang-kadang berangsur menghilang dalam 5-10 minggu, tetapi mungkin saja belum ada perbaikan hingga beberapa bulan

Evaluasi bakteriologi (0 - 2 - 6 /9 bulan pengobatan)Evaluasi bakteriologik Tujuan untuk mendeteksi ada tidaknya konversi dahakPemeriksaan & evaluasi pemeriksaan mikroskopik - Sebelum pengobatan dimulai - Setelah 2 bulan pengobatan (setelah fase intensif) - Pada akhir pengobatanBila ada fasiliti biakan : dilakukan pemeriksaan biakan dan uji resistensi