PJ Multspektral

download PJ Multspektral

of 27

  • date post

    06-Mar-2016
  • Category

    Documents

  • view

    228
  • download

    0

Embed Size (px)

description

tugas indraja, menggunakan pj multispektral

Transcript of PJ Multspektral

Penginderaan Jauh MultispektralKegiatan survey-pemetaan dan pemodelan untuk pngelolaan lingkungan, sumberdaya, dan wilayah, dewasa ini sudah tidak dapat dilepaskan dari dua macam teknologi, yaitu penginderaan jauh dan system informasi geografis. Penginderaan jauh adalah ilmu dan seni dalam memperoleh suatu informasi mengenai suatu objek, area, atau fenomena melalui analisis data yang diperoleh dengan alat tanpa suatu kontak langsung (Lillisand et al., 2008). System Informasi Geografi adalah suatu system berbasis computer yang digunakan untuk menyimpan, mengelola, menganalisis, dan mengaktifkan atau memanggil kembali data yang memiliki referensi keruangan, untuk berbagai tujuan yang berkaitan dengan pemeetaan dan perencanaan wilayah. Kedua macam teknologi tersebut sangat bermanfaat dalam pengelolaan informasi keruangan mengenai kondisi permukaan (dan dekat permukaan) bumi. Oleh karena itu, pada perkembangan selanjutnya, teknologi tersebut cenderung diintegrasikan demi peningkatan efisiensi perolehan serta akurasi pemetaannya, sebagai masukkan dalam proses perencanaan dan pengelolaan wilayah.Dalam penginderaan jauh maka dibutuhkan alat untuk mengidentifikasi, salah satunya adalah citra satelit. Citra satelit berkembang pesat sejak awal tahun 60an sampai sekarang, hingga lahirlah satelit Landsat, Quickbird, Ikonos, SPOT, NOAA, ALOS, da sebagainya yang mana memiliki karakteristik dan kegunaan yang berbeda-beda sesuai kebutuhan. Perkembangan ini berimbas pada citra yang dihasilkan. Berawal dari foto pankromatik ke multispectral sampai ke hiperspektral, bahkan dalam sensor yang digunakan tidak hanya citra satelit pasif melainkan aktif yang mana tenaganya dibuat oleh manusia berupa pulsa yang digunakan dalam satelit radar.Citra non-foto dibedakan berdasarkan :1. Spektrumelektromagnetik yang digunakan2. Sensor yang digunakan3. Wahana yang digunakan1. SpektrumElektromagnetikBerdasarkan spectrum elektromagnetik yang digunakan dalam penginderaan, citra nonfoto dibedakan atas :1. Citra inframerah termal, yaitu citra dibuat dengan spectrum inframerah termal. Jendela atmosfer yang digunakan ialah saluran dengan panjang gelombang (35-5,5) m, (8-14) m dan sekitar 18m. Penginderaan pada spectrum ini mendasarkan atas beda suhu obyek dan daya pancarnya yang pada citra tercermin dengaN beda rona atau beda warnanya.2. Citra radar dan citra gelombang mikro, yaitu citra yang dibuat dengan spectrum gelombang mikro. Citra radar merupakan hasil penginderaan dengan system aktif yaitu dengaN sumber tenaga buatan, sedangkan citra gelombang mikro dihasilkan dengan system pasif yaitu dengan menggunakan sumber tenaga alamiah. Citra radar dibedakan lebih jauh atas dasar saluran yang digunakan.2. SensorBerdasarkan spectrum elektromagnetik yang digunakan dalam penginderaan, citra non-foto dibedakan atas :1. Citra tunggal, yaitu citra yang dibuat dengan sensor tunggal2. Citra multispektral, yaitu citra yang dibuat dengan saluran jamak. Berbeda dengan citra tunggal yang umumnya dibuat dengan saluran lebar, citra multispektral pada umumnya dibuat dengan saluran sempit.Citra multispektral pada Landsat sering dibedakan atas :a) Citra Return Beam Vidicon atau citra RBV, yaitu citra yang dibuat dengan kamera Return Beam Vidicon pada Landsat-1 dan Landsat-2. Meskipun berupa kamera, hasilnya bukan berupa foto karena detektornya bukan film dan prosesnya bukan fotografik, melainkan elektronik. Ia beropersi dengan spectrum tampak. Citra RBV pada Landsat-3 bukan lagi berupa citra multispektral, melainkan citra ganda.b) Citra multispektral scanner atau citra MSS, yaitu citra yang dibuat dengan MSS sebagai sensornya. Ia dapat beroperasi dengan spectrum tampak maupun spectrum lainnya, misalnya spectrum inframerah termal. Di samping citra MSS Landsat juga ada citra MSS yang dibuat dari pesawat udara.3. WahanaBerdasarkan wahananya, citra non-foto dibedakan atas :1. Citra dirgantara (airborne image), yaitu citra yang dibuat dengan wahana yang beroperasi di udara atau dirgantara. Sebagai contoh misalnya citra inframerah termal, citra radar, dan citra MSS yang dibuat dari udara. Istilahcitradirgantarajarangsekalidigunakan.2. Citra satelit (satellite/spaceborne image), yaitu citra yang dibuat dari antariksa atau angkasa luar. Citra satelitdibedakanlebihjauhataspenggunaanutamanya, yaitu :1. Citra satelituntukpenginderaan planet, masilnyacitrasatelit Ranger (AS), citrasatelit Viking (AS), cirasatelit Luna dan lain-lain2. Citra satelituntukpenginderaancuaca, misalnyacitra NOAA (AS) dancitra Meteor (Rusia)3. Citra satelituntupenginderaansumberdayabumi, misalnyacitra Landsat (AS), citra SPOT yang diterbitkanolehPerancispadatahun 1986.Citra satelit untuk penginderaan laut, misalnya citra Seasat (AS) dan citra MOS (Jepang) yang akan diorbitkan pada tahun 1986.Penginderaan Jauh Sistem SatelitAlat penginderan jauh dapat memperoleh data baik dengan cara fotografis maupun elektronis. Sensor fotografis memanfaatkan reaksi kimia pada lapisan emulsi pada film untuk mendeteksi, menyimpan dan memperagakan variasi-variasi energi di dalam suatu pemandangan. Sensor-sensor elektronik menimbulkan pulsa-pulsa listrik yang sesuai dengan variasi energi dalam suatu pemandangan. Pulsa-pulsa listrik ini biasanya disimpan pada pita computer magnetic darimana pulsa-pulsa lisrik tersebut dapat diubah menjadi suatu gambar dengan menggunakan suatu layer seperti televisi.Sensor-sensor non fotografis bekerja pada bagian-bagian spectrum elektromagnetik dari ultraviolet sampai daerah-daerah gelombang pendek (microwave) termasuk daerah fotografis. Sensor-sensor inframerah thermal, gelombang pendek pasif dan sensor radar dapat bekerja baik dalam keadaan gelap dan siang dan radar tidak terhalangi oleh awan, kabut, dan asap.Matahari merupakan sumber asal dari kebanyakan radiasi elektromagnetik yang digunakan di dalam penginderaan jauh. Meskipun demikian, semua bahan pada suhu-suhu di atas nol derajat mutlak (0o K atau -273o C) memancarkan radiasi elektromagnetik. Oleh karena itu, semua obyek pada bumi merupakan sumber radiasi.Gelombang elektomagnetik dapat dicirikan baik dengan panjang gelombang () atau dengan frekuensi (f). Dua bilangan ini berhubungan terbalik seperti dapat diamati di persamaan gelombang yang dasar :C = f. atau = CC = kecepatan rata-rata cahaya ( 3x108 m/detik)f = frekuensi gelombang (jumlah/detik) = panjang gelombang (m)E = h. C Hubungan ini menunjukkan bahwa energi suatu kuantum berbanding terbalik terhadap panjang gelombangnya, sehingga semakin panjang panjang gelombang, makin rendah energinya.Sistem scanning optis-mekanis mampu untuk menghasilkan citra dengan suatu kisaran spectrum energi elektromagnetik yang lebar yang meliputi panjang gelombang ultraviolet, tampak mata, inframerah fotografis dan inframerah thermal.Pengertian Citra Satelit MultispektralCitra multispektral adalah citra yang dibuat dengan saluran jamak. Berbeda dengan citra tunggal yang umumnya dibuat dengan saluran lebar, citra multispectral umumnya dibuat dengan saluran sempit. Dengan menggunakan sensor multispectral, maka kenampakan yang diindera akan menghasilkan citra dengan berbagai saluran. Citra dengan saluran yang berbeda tersebut dapat digunakan untuk mengidentifikasi kenampakan-kenampakan tertentu, karena saluran-saluran tersebut memiliki kepekaan terhadap suatu kenampakan.Sebuah gambar multispektral adalah salah satu yang menangkap data gambar pada frekuensi tertentu di seluruh spektrum elektromagnetik . Panjang gelombang dapat dipisahkan oleh filter atau dengan penggunaan instrumen yang sensitif terhadap panjang gelombang tertentu, termasuk cahaya dari frekuensi di luar jangkauan cahaya tampak , seperti inframerah . pencitraan spektral dapat memungkinkan ekstraksi informasi tambahan mata manusia gagal untuk menangkap dengan yang reseptor untuk merah, hijau dan biru . Ini pada awalnya dikembangkan untuk ruang berbasis pencitraan.Citra multispektral adalah tipe utama dari gambar yang diperoleh oleh penginderaan jauh (RS) radiometers . Membagi spektrum dalam banyak band, multispektral adalah kebalikan dari pankromatik , yang mencatat hanya intensitas total radiasi yang jatuh pada setiap pixel . Biasanya, satelit memiliki tiga atau lebih radiometers ( Landsat memiliki tujuh). Masing-masing memperoleh satu gambar digital (dalam penginderaan jauh, disebut adegan) di sebuah band kecil dari spektrum yang terlihat, mulai dari 0,7 pM sampai 0,4 pM, disebut merah-hijau-biru (RGB) daerah, dan pergi ke panjang gelombang inframerah 0,7 pM sampai 10 pM atau lebih, diklasifikasikan sebagai dekat inframerah (NIR), tengah inframerah (MIR) dan far infrared (FIR atau termal). Dalam kasus Landsat, tujuh adegan terdiri dari tujuh gambar-band multispektral. pencitraan spektral dengan band-band yang lebih banyak, lebih halus resolusi spektral atau cakupan spektral yang lebih luas dapat disebut itt atau ultraspectral.Teknologi ini juga membantu dalam interpretasi papirus kuno , seperti yang ditemukan di Herculaneum , oleh pencitraan fragmen dalam kisaran inframerah (1000 nm). Seringkali, teks pada dokumen tampaknya sebagai tinta hitam pada kertas hitam dengan mata telanjang. Pada 1000 nm, perbedaan reflektifitas cahaya membuat teks jelas dibaca. Ini juga telah digunakan untuk gambar palimpsest Archimedes oleh pencitraan perkamen daun dalam bandwidth 365-870 nm, dan kemudian menggunakan teknik pengolahan citra digital canggih untuk mengungkapkan undertext karya Archimedes. Ketersediaan panjang gelombang untuk penginderaan jauh dan pencitraan dibatasi oleh jendela inframerah dan jendela optik. Panjang gelombang adalah perkiraan, nilai-nilai yang tepat bergantung pada instrumen satelit tertentu: Biru, 450-515 .. 520 nm, yang digunakan untuk pencitraan atmosfer dan air yang dalam, dan dapat mencapai hingga 150 kaki (50 m) jauh di air yang jernih. Hijau, 515 .. 520-590 .. 600 nm, yang digunakan untuk pencitraan vegetasi dan struktur air yang dalam, hingga 90 kaki (30 m) di air jernih. Merah, 600 .. 630-680 .. 690 nm, yang digunakan untuk pencitraan benda buatan manusia, dalam air hingga 30 kaki (9 m) dalam, tanah, dan vegetasi. Dekat inframerah, 750-900 nm, digunakan terutama untuk pencitraan vegetasi. Mid-inframerah, 1550-1750 nm, digunakan untuk vegetasi pencitraan, kadar air tanah, dan beberapa kebakaran hutan . Mid-inframerah, 2080-2350 nm, digunakan untuk pencitraan tanah, kelembaban, fitur geologi, silikat, tanah liat, dan kebakaran. Inframerah termal , 10.400-12.500 nm, menggunakan radiasi yang dipancarkan bukan tercermin, untuk pencitraan struktur geologi, perbedaan termal dalam arus air, kebakaran, dan untuk studi malam. Radar dan teknologi yang terkait berguna untuk pemetaan medan dan untuk mendeteksi berbagai objek. Untuk tujuan yang berbeda, kombinasi yang berbeda dari band spektral dapat digunakan. Mereka biasanya diwakili dengan warna merah, hijau, dan saluran biru. Pemetaan band untuk warna tergantung pada tujuan dari gambar dan preferensi pribadi para analis. Inframerah termal sering dihilangkan dari pertimbangan karena resolusi spasial miskin, kecuali untuk tujuan khusus. Warna dasar, menggunakan saluran hanya merah, hijau, dan biru, dipetakan ke warna masing-masing. Sebagai sebuah foto warna polos, itu baik untuk menganalisis obyek buatan manusia, dan mudah dipahami bagi pemula analis. Hijau-merah-inframerah, di mana saluran biru diganti dengan dekat inframerah, digunakan untuk vegetasi, yang sangat reflektif di IR dekat, kemudian menunjukkan sebagai biru. Kombinasi ini sering digunakan untuk mendeteksi vegetasi dan kamuflase. Blue-NIR-MIR, di mana saluran biru menggunakan biru terlihat, hijau menggunakan NIR (sehingga vegetasi tetap hijau), dan MIR ditampilkan sebagai merah. Gambar tersebut memungkinkan melihat kedalaman air, cakupan vegetasi, kadar air tanah, dan adanya kebakaran, semua dalam satu gambar. Banyak kombinasi lain sedang digunakan. NIR sering ditampilkan sebagai merah, membuat vegetasi yang tertutup daerah tampak merah.Perbedaan Multispektral pada Landsat, Quickbird, dan IKONOS LandsatTeknologi penginderaan jauh satelit dipelopori oleh NASA Amerika Serikat dengan diluncurkannya satelit sumberdaya alam yang pertama, yang disebut ERTS-1 (Earth Resources Technology Satellite) pada tanggal 23 Juli 1972, menyusul ERTS-2 pada tahun 1975, satelit ini membawa sensor RBV (Retore Beam Vidcin) dan MSS (Multi Spectral Scanner) yang mempunyai resolusi spasial 80 x 80 m. Satelit ERTS-1, ERTS-2 yang kemudian setelah diluncurkan berganti nama menjadi Landsat 1, Landsat 2, diteruskan dengan seri-seri berikutnya, yaitu Landsat 3, 4, 5, 6 dan terakhir adalah Landsat 7 yang diorbitkan bulan Maret 1998, merupakan bentuk baru dari Landsat 6 yang gagal mengorbit.Satelit Landsat merupakan salah satu satelit sumber daya bumi yang dikembangkan oleh NASA dan Departemen Dalam Negeri Amerika Serikat. Satelit ini terbagi dalam dua generasi yakni generasi pertama dan generasi kedua. Generasi pertama adalah satelit Landsat 1 sampai Landsat 3, generasi ini merupakan satelit percobaan (eksperimental) sedangkan satelit generasi kedua (Landsat 4 dan Landsat 5) merupakan satelit operasional (Lindgren, 1985), sedangkan Short (1982) menamakan sebagai satelit penelitian dan pengembangan (Sutanto, 1994). Satelit generasi pertama memiliki dua jenis sensor, yaitu penyiam multi spektral (MSS) dengan empat saluran dan tiga kamera RBV (Return Beam Vidicon).Satelit generasi kedua adalah satelit membawa dua jenis sensor yaitu sensor MSS dan sensor Thematic Mapper (TM). Perubahan tinggi orbit menjadi 705 km dari permukaan bumi berakibat pada peningkatan resolusi spasial menjadi 30 x30 meter untuk TM1 - TM5 dan TM7 , TM 6 menjadi 120 x 120 meter. Resolusi temporal menjadi 16 hari dan perubahan data dari 6 bits (64 tingkatan warna) menjadi 8 bits (256 tingkatan warna). Kelebihan sensor TM adalah menggunakan tujuh saluran, enam saluran terutama dititikberatkan untuk studi vegetasi dan satu saluran untuk studi geologi tabel (2.1) Terakhir kalinya akhir era 2000- an NASA menambahkan penajaman sensor band pankromatik yang ditingkatkan resolusi spasialnya menjadi 15m x 15m sehingga dengan kombinasi didapatkan citra komposit dengan resolusi 15m x 15 m.Tabel 2.1 Saluran Citra Landsat TMSaluranKisaranGelombang (m)Kegunaan Utama

10,45 0,52Penetrasi tubuh air, analisis penggunaan lahan, tanah, dan vegetasi. Pembedaan vegetasi dan lahan.

20,52 0,60Pengamatan puncak pantulan vegetasi pada saluran hijau yang terletak diantara dua saluran penyerapan. Pengamatan ini dimaksudkan untuk membedakan jenis vegetasi dan untuk membedakan tanaman sehat terhadap tanaman yang tidak sehat

30,63 0,69Saluran terpenting untuk membedakan jenis vegetasi. Saluran ini terletak pada salah satu daerah penyerapan klorofil

40,76 0,90Saluran yang peka terhadap biomasa vegetasi. Juga untuk identifikasi jenis tanaman. Memudahkan pembedaan tanah dan tanaman serta lahan dan air.

51,55 1,75Saluran penting untuk pembedaan jenis tanaman, kandungan air pada tanaman, kondisi kelembapan tanah.

62,08 2,35Untuk membedakan formasi batuan dan untuk pemetaan hidrotermal.

710,40 12,50Klasifikasi vegetasi, analisis gangguan vegetasi. Pembedaan kelembapan tanah, dan keperluan lain yang berhubungan dengan gejala termal.

8PankromatikStudi kota, penajaman batas linier, analisis tata ruang

Sumber : Lillesand dan Kiefer, 1979 dengan modifikasi) .Data Landsat TM (Thematic Mapper) diperoleh pada tujuh saluran spektral yaitu tiga saluran tampak, satu saluran inframerah dekat, dua saluran inframerah tengah, dan satu saluran inframerah thermal. Lokasi dan lebar dari ketujuh saluran ini ditentukan dengan mempertimbangkan kepekaannya terhadap fenomena alami tertentu dan untuk menekan sekecil mungkin pelemahan energi permukaan bumi oleh kondisi atmosfer bumi.Jensen (1986) mengemumakan bahwa kebanyakan saluran TM dipilih setelah analisis nilai lebihnya dalam pemisahan vegetasi, pengukuran kelembaban tumbuhan dan tanah, pembedaan awan dan salju, dan identifikasi perubahan hidrothermal pada tipe-tipe batuan tertentu.Data TM mempunyai proyeksi tanah IFOV (instantaneous field of view) atau ukuran daerah yang diliput dari setiap piksel atau sering disebut resolusi spasial. Resolusi spasial untuk keenam saluran spektral sebesar 30 meter, sedangkan resolusi spasial untuk saluran inframerah thermal adalah 120 m (Jensen,1986).

QuickbirdPada tahun 1994 pemerintah Amerika Serikat mengambil keputusan untuk mengizinkan perusaan sipil komersial untuk memasarkan data penginderaan jauh resolusi tinggi., yaitu antara 1-4 meter (Jensen, 1996). Hal ini kemungkinan berkaitan dengan berakhirnya perang dingin. Segera setelah itu, Earth Watch Inc., suatu perusahaan swasta yang bergerak dibidang sumberdaya merencanakan pengembangan dua satelit sistem resolusi tinggi, yaitu EarlyBird dan QuickBird. earlyBird diluncurkan pada tahun 1997, dengan citra pankromatik beresolusi 3 meter dan citra multispektral beresolusi 15 meter, serta lebar sapuan 15 km. QuickBird-1, yang diluncurkan pada 1999, mampu memberikan citra dari dua sensor dengan dua macam resolusi dari ketinggian orbit 600 km, yaitu 4 meter untuk citra multi spektral dan 1 meter untuk citra pankromatik. Sensor multispektral terdiri atas saluran biru (0,45 0,52 m), hijau (0,52 0,60 m), merah (0,63 0.69 m), dan inframerah dekat (0,76 0,89 m), sedangkan sensor pankromatik beroprasi pada jalur yang relative lebar, yaitu 0,45 0,90 m.Kondisi vegetasi tampak jelas pada komposisi warna semu (false color), yang tersusun atas saluran-saluran B, H, IMD ataupun H, M, IMD yang masingmasing ditandai dengan urutan warna biru, hijau, dan merah. Pada citra komposit warna ini, vegetasi dengan berbagai tingkat kerapatan tampak bergradasi kemerahan. Teknik pengolahan citra digital dengan indeks vegetasi seringkali memilih formula NDVI (normalised diference vegetation index= IMD-M/IMD+M). Indeks atau nilai piksel yang dihasilkan kemudian sering dijadikan ukuran kuantitatif tingkat kehijauan vegetasi. Apabila diterapkan di wilayah kota, maka tingkat kehijauan lingkungan urban dapat digunakan sebagai salah satu parameter kualitas lingkungan.Kehadiran Quickbird dan Ikonos telah melahirkan .eforia baru. Pada praktisi inderaja yang jenuh dengan penggunaan metode baku analisis citra berbasis Landsat dan SPOT. Klasifikasi multispektral standar berdasarkan resolusi spasial sekitar 20-30 meter seringkali dianggap kurang halus untuk kajian wilayah pertanian dan urban di Jawa. Model-model dengan knowledgebased techniques (KBT) yang berbasis Landsat dan SPOT umumnya tidak tersedia dalam menu baku di perangkat lunak komersial, dan lebih sulit dioperasikan.Quickbird menjawab kebutuhan itu. Resolusi 60 cm bila dipadukan dengan saluran multispektralnya akan menghasilkan pan-sharped image, yang mampu menonjolkan variasi obyek hingga marka jalan dan tembok penjara. Citra ini mudah sekali diinterpretasi secara visual.Meski demikian, para pakar inderaja saat ini masih bergulat dengan pengembangan metode ekstraksi informasi otomatis berbasis citra resolusi tinggi seperti Quickbird. Resolusi spasial yang sangat tinggi pada Quickbird telah melahirkan masalah baru dalam inderaja digital, di mana respons spektral obyek tidak berhubungan langsung dengan karakter obyek secara utuh, melainkan bagian-bagiannya. Bayangkan citra multispektral SPOT-5 beresolusi 10 meter, maka dengan relatif mudah jaringan jalan dapat kita klasifikasi secara otomatis ke dalam kategori-kategori .jalan aspal., .jalan beton., dan .jalan tanah., karena jalan-jalan elebar sekitar 5 hingga 12 meter akan dikenali sebagai piksel-piksel dengan nilai tertentu. Namun, pada resolusi 60 cm, jalan selebar 15 meter akan terisi dengan pedagang kakilima, marka jalan, pengendara motor, dan bahkan Koran yang tergeletak di tengah jalan. (Danoedoro, 2004)Karakteristik sistem satelit QuickbirdSaluranResolusi spektralResolusi spasial pada nadir

10,45 0,52 m2,44 meter

20,52 0,60 m, 2,44 meter

30,63 0.69 m2,44 meter

40,76 0,89 m2,44 meter

pankromatik0,45 0,90 m.0,61 meter

SensorLinear array, pushbroom

Swath16 km

Rate50 mb/detik

Revisit1-5 hari, tergantung lintang

Bit coding11 bit (0-2047)

Orbit600 km, tidak sinkron dengan matahari. Melintasi ekuator pada waktu yang tidak tentu

Peluncuran18 oktober 2001

IKONOSKetika perang Irak berlangsung, fasilitas Irak yang menjadi target militer Amerika Serikat sering muncul di media massa melalui rekaman satelit Ikonos. Ikonos memang punya resolusi spasial sangat tinggi, 1 meter untuk pankromatik dan 4 meter untuk multispektral, sehingga hasilnya amat jelas. Tahun 1992 Kongres AS meloloskan Undang-Undang Penginderaan Jauh Daratan (US Land Remote Sensing Act). Undang-undang ini menyebutkan industri inderaja satelit komersial sangat penting bagi kesejahteraan rakyat AS serta mengizinkan perusahaan-perusahaan swasta mengembangkan, memiliki, mengoperasikan serta menjual data yang dihasilkan (Danoedoro, 2004).Diluncurkan pada September 1999, IKONOS dimiliki dan dioperasikan oleh Space Imaging. Disamping mempunyai kemampuan merekam citra multispetral pada resolusi 4 meter, IKONOS dapat juga merekam obyek-obyek sekecil satu meter pada hitam dan putih. Dengan kombinasi sifat-sifat multispektral pada citra 4-meter dengan detail-detail data pada 1-meter, Citra IKONOS diproses untuk menghasilkan 1-meter produk-produk berwarna.IKONOS adalah satelit komersial beresolusi tinggi pertama yang ditempatkan di ruang angkasa. IKONOS dimiliki oleh Sapce Imaging, sebuah perusahaan Observasi Bumi Amerika Serikat. Satelit komersial beresolusi tinggi lainnya yang diketahui: Orbview-3 (OrbImage), Quickbird (EarthWatch) dan EROS-A1 (West Indian Space). IKONOS diluncurkan pada September 1999 dan pengumpulan data secara regular dilakukan sejak Maret 2000.Sensor OSA pada satelit didasarkan pada prinsip pushbroom dan dapat secara simultan mengambil citra pankromatik dan multispektral. IKONOS mengrimkan resolusi sapatial tertinggi sejauh yang dicapai oleh sebuah satelit sipil. Bagian dari resolusi spasial yang tinggi juga mempunyai resolusi radiometrik tinggi menggunakan 11-bit (Space Imaging, 2004).Pada moda multispectral, satelit Ikonos mampu menghasilkan citra dengan kombinasi saluran menyerupai apa yang dapat dilakukan oleh sensor Landsat TM saluran 1-4 karena memang wilayah panjang gelombangnya hampir sama. Keunggulan citra satelit Ikonos terletak pada resolusi spasialnya yang sangat tinggi sehingga jaringan jalan dan gedung tampak jelas. Melalui fusi data antara pankromatik (1 meter) dengan multispectral (4 meter) dapat dihasilkan citra berwarna dengan resolusi spasial 1 meter. Citra pankromatik diperoleh melalui perekaman pada julat panjang gelombang 0,45-0,90 m, sedangkan citra multispectral diperoleh melalui empat saluran, masing-masing ialah saluran biru(0,45-0,53 m), hijau (0,52-0,61 m), merah (0,64-0,71 m),dan inframerah dekat (0,77-0,88 m). ikonos mengorbit pada ketinggia 681 km, denganlebar sapuan sebesar 11 km.Karakteristik sistem satelit IKONOSSaluranResolusi spektralResolusi spasial pada nadir

10,45 0,52 m4 meter

20,52 0,60 m, 4 meter

30,63 0.69 m4 meter

40,76 0,90 m4 meter

pankromatik0,45 0,90 m.1 meter

SensorLinear array, pushbroom

Swath1I km

Rate25 mb/detik

Revisit