pertanian kedelai

download pertanian kedelai

of 35

  • date post

    23-Oct-2015
  • Category

    Documents

  • view

    47
  • download

    6

Embed Size (px)

description

pertanian kedelai

Transcript of pertanian kedelai

BAB IPENDAHULUAN

1.1 Latar BelakangKedelai merupakan salah satu komoditas pangan strategis di Indonesia. Di Indonesia, kedelai merupakan sumber gizi protein nabati utama. Disamping harganya yang cukup murah, kadar protein nabati yang terkandung di dalam kedelai juga sangat tinggi yaitu sekitar 40% membuat kedelai sangat digemari masyarakat Indonesia. Tanaman kedelai merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan seluruhnya sebagai bahan baku industri lain. Setelah kedelai dipanen dan diambil bijinya kemudian biji kedelai dapat diolah menjadi bermacam-macam makanan dan minuman seperti tahu, tempe, kecap, susu kedelai, tauco, dan lain - lain. Biji kedelai juga dapat diproses dan diambil minyaknya sebagai bahan bakar biofuel. Akar, daun, dan batang kedelai yang bersisa dapat diolah menjadi pakan ternak. Jumlah permintaan kedelai sangat tinggi di Indonesia. Peningkatan produktivitas kedelai di Indonesia berjalan sangat lambat, hasil produksi kedelai terus menurun dari tahun ke tahun seiring dengan merosotnya areal tanam. Akibatnya terdapat celah yang besar antara jumlah permintaan kedelai dan jumlah pasokan kedelai di pasaran dan akhirnya Indonesia harus mengimpor kedelai dari luar negeri. Kualitas kedelai impor tidak lebih baik daripada kedelai dalam negeri. Permintaan kedelai impor pun kurang diminati oleh masyarakat Indonesia. Kedelai impor tidak menjamin terpenuhinya permintaan konsumen.Karya ilmiah ini membahas tentang teknik produksi tanaman kedelai dan menyajikan tinjauan kritis terhadap produksi kedelai dalam negeri yang terus merosot akibat penurunan areal tanam. Di sisi lain rendahnya motivasi petani dalam menanam komoditas kedelai akan dianalisa. Cara meningkatkan produksi serta memotivasi petani agar produktivitasnya meningkat adalah upaya menuju swasembada, sehingga akan dibahas dalam karya ilmiah ini. Melihat berbagai macam penyebab lain yang mempengaruhi hasil produksi kedelai yang menurun. Disebabkan oleh masalah-masalah di atas maka penulis memberi judul Upaya Peningkatan Produksi Kedelai Menuju Swasembada.

1.2 Rumusan MasalahSehubungan dengan latar belakang yang sudah penulis paparkan maka didapat rumusan masalah sebagai berikut: Bagaimana teknik produksi kedelai? Mengapa tingkat partisipasi petani untuk menanam kedelai rendah? Upaya apa yang harus dilakukan untuk mendorong motivasi petani, serta menaikkan hasil produksi tanaman kedelai?

1.3 Tujuan dan Manfaat 1.3.1 TujuanHasil analisis diharapkan dapat memberikan alternatif upaya untuk mengantisipasi permasalahan yang muncul. 1.3.2 ManfaatManfaat bagi penulis untuk mengetahui tehnik produksi kedelai, penyebab menurunnya produktivitas petani, serta membantu pembaca memahami peranan kedelai di Indonesia. Manfaat bagi pembaca yaitu dapat menghindari kerapuhan ketahanan pangan nasional khususnya pada komoditas kedelai dan membuat negara yang mandiri, serta tidak tergantung pada negara lain.

1.4 Lingkup kajianUntuk menjawab rumusan masalah di atas aspek yang akan dikaji pada penulisan ilmiah ini antara lain: Asal usul kedelai Morfologi kedelai Lingkungan tumbuh Varietas kedelai Teknik budidaya kedelai Upaya peningkatan produksi tanaman kedelai Upaya peningkatan mendorong dan meningkatkan partisipasi petani1.5 Sumber data dan teknik pengumpulan data1.5.1. Data primer Angket kuesioner kepada penjual makanan di sekitar Universitas Katolik Parahyangan yang menjual aneka masakan olahan kedelai1.5.2. Data Sekunder Pusat Data dan Informasi Pertanian Studi literatur1.6 Sistematika penyajianPenulisan laporan penelitian ini terbagi menjadi lima bab, yaitu pendahuluan, landasan teori, analisi biaya, budidaya tanaman kedelai, dan simpulan dan saran. Pada bab satu akan dibahas mengenai latar belakang mengenai aspek laporan penelitian ini, tujuan dan manfaat penelitian, lingkup kajian, sumber data dan teknik pengumpulan data, dan sistematika penyajian.Pada bab dua akan dibahas teori dasar yang digunakan sebagai sumber untuk meniliti tentang produksi kedelai. Teori yang dipakai teori produksi dan cara pembudidayaan tanaman kedelai. Bab tiga akan membahas metode perhitungan yang dipakai memproduksi kedelai berdasasrkan analisis biaya. Besarnya biaya yang digunakan untuk memproduksi kedelai, termasuk juga menghitung pendapatan dan keuntungan dari hasil produksi tanaman kedelai. Bab empat membahas upaya peningkatan produksi tanaman kedelai, serta upaya mendorong dan meningkatkan partisipasi petani . Bab lima berisi simpulan dan saran dari penulis mengenai permasalahan yang kami angkat terkait dengan upaya peningkatan produksi kedelai di Indonesia.

BAB IILANDASAN TEORI

2.1 Teori ProduksiProduksi merupakan suatu kegiatan yang dikerjakan untuk menambah nilai guna suatu benda atau menciptakan benda baru sehingga lebih bermanfaat dalam memenuhi kebutuhan. Kegiatan menambah daya guna suatu benda tanpa mengubah bentuknya dinamakan produksi jasa. Kegiatan menambah daya guna suatu benda dengan mengubah sifat dan bentuknya dinamakan produksi barang. Produksi bertujuan untuk memenuhi kebutuhan manusia untuk mencapai kemakmuran. Kemakmuran dapat tercapai jika tersedia barang dan jasa dalam jumlah yang mencukupi. Orang atau perusahaan yang menjalankan suatu proses produksi disebut produsen. Jangka waktu dibedakan menjadi dua. Pertama jangka pendek (short run), yaitu jangka waktu ketika input variabel dapat disesuaikan, input tetap tidak dapat disesuaikan. Kedua jangka panjang (long run) merupakan seluruh input variabel maupun tetap yang digunakan perusahaan dapat diubah (W.Nicholson, 2010).

Kurva fungsi produksi

Tahap I menunjukkan tenaga kerja yang masih sedikit, apabila ditambah akan meningkatkan total produksi, produksi rata-rata dan produksi marginal. Tahap II produksi total terus meningkat sampai produksi optimum sedang produksi rata-rata menurun dan produksi marginal menurun sampai titik nol. Tahap III penambahan tenaga kerja menurunkan total produksi, dan produksi rata-rata, sedangkan produksi marginal negatif.

2.2 Asal Usul KedelaiKedelai merupakan tanaman asli Daratan Cina dan telah dibudidayakan oleh manusia sejak 2500 SM. Sejalan dengan makin berkembangnya perdagangan antarnegara yang terjadi pada awal abad ke-19, menyebabkan tanaman kedalai juga ikut tersebar ke berbagai negara tujuan perdagangan tersebut, yaitu Jepang, Korea, Indonesia, India, Australia, dan Amerika. Kedelai mulai dikenal di Indonesia sejak abad ke-16. Awal mula penyebaran dan pembudidayaan kedelai yaitu di Pulau Jawa, kemudian berkembang ke Bali, Nusa Tenggara, dan pulau pulau lainnya (Wawan, 2006).

2.3 Morfologi KedelaiTanaman kedelai umumnya tumbuh tegak, berbentuk semak, dan merupakan tanaman semusim. Morfologi tanaman kedelai didukung oleh komponen utamanya, yaitu akar, daun, batang, polong, dan biji sehingga pertumbuhannya dapat optimal (Wawan, 2006). AkarAkar berfungsi untuk menyerap unsure hara dan zat-zat makanan yg berguna untuk pertumbuhan tanaman kedelai. Perkembangan akar kedelai sangat dipengaruhi oleh kondisi fisik dan kimia tanah, jenis tanah, cara pengolahan lahan, kecukupan unsur hara, serta ketersediaan air di dalam tanah. Batang dan cabangCabang akan muncul di batang tanaman. Jumlah cabang tergantung dari varietas dan kondisi tanah, tetapi ada varietas kedelai yang tidak bercabang. Jumlah batang bisa menjadi sedikit bila penanaman dirapatkan dari 250.000 tanaman/hektar menjadi 500.000 tanaman/hektar. Jumlah batang tidak mempunyai hubungan yang signifikan dengan jumlah biji yang diproduksi. Artinya, walaupun jumlah cabang banyak, belum tentu produksi kedelai juga banyak. DaunUmumnya bentuk daun kedelai ada dua, yaitu bulat (oval) dan lancip (lanceolate). Kedua bentuk daun tersebut dipengaruhi oleh faktor genetik. Bentuk daun diperkirakan mempunyai korelasi yang sangat erat dengan potensi produksi biji. Lebat dan tipisnya bulu pada daun kedelai berkait dengan tingkat toleransi varietas kedelai terhadap serangan jenis hama tertentu. Beberapa hama cenderung tidak akan menyerang tanaman kedelai yang berbulu lebat. Oleh karena itu, para peneliti tanaman kedelai cenderung menekankan pada pembentukan varietas yang tahan hama harus mempunyai bulu di daun, polong, maupun batang tanaman kedelai. BungaPembentukan bunga dipengaruhi oleh suhu, kelembaban, kondisi lingkungan, dan varietas. Bunga adalah fase generative dari tanaman kedelai, bunga berfungsi sebagai alat reproduksi kedelai yang kemudian akan tumbuh menjadi bakal biji dari hasil penyerbukan antara putik dan benangsari. Polong dan bijiPolong dan biji akan tumbuh setelah fase penyerbukan dari bunga kedelai. Kecepatan pertumbuhan biji polong akan semakin cepat setelah pembentukan bunga berhenti. Setiap tanaman memiliki lebih dari 50 biji bahkan ratusan. Bintil akar dan fiksasi nitrogen Tanaman kedelai akan mengikat nitrogen di atmosfir melalui aktivitas bakteri rhizobium, fiksasi nitrogen ini akan menentukan tinggi rendahnya kadar protein dalam kedelai. Semakin banyak bakteri yg terdapat pada bintil akar maka akan semakin tinggi kadar protein yg terkandung dalam biji polong kedelai.2.4 Lingkungan TumbuhTanah dan iklim merupakan dua komponen lingkungan tumbuh yang berpengaruh pada pertumbuhan tanaman kedelai. Pertumbuhan kedelai tidak bisa optimal bila tumbuh pada lingkungan dengan salah satu komponen lingkungan tumbuh optimal. Hal ini dikarenakan kedua komponen ini harus saling mendukung satu sama lain sehingga pertumbuhan kedelai bisa optimal (Wawan, 2006). TanahAgar hasil produksi kedelai optimal, kedelai harus ditanam pada jenis tanah lempung berpasir atau liat berpasir. Ph tanah juga harus netral (ph=7) dan memiliki kandungan unsure kimia dan unsur hara yg mendukung pertumbuhan tanaman kedelai. IklimSuhu optimal bagi pertumbuhan kedelai yaitu sebesar 30 C dan ditanam pada ketinggian 20m-1000m di atas permukaan laut.. Kebutuhan air berkisar 350mm-450mm selama masa pertumbuhan tanaman kedelai.2.5 Varietas Tanaman KedelaiVarietas ked