Perlengkapan Kapal Capstan

download Perlengkapan Kapal Capstan

of 34

  • date post

    01-Jan-2016
  • Category

    Documents

  • view

    661
  • download

    1

Embed Size (px)

description

capstan

Transcript of Perlengkapan Kapal Capstan

BAB I

JANGKAR (ANCHOR)PENDAHULUAN

Pada kapal yang sedang tertambat pada jangkar, bekerja gaya-gaya sebagai berikut;

1. Gaya oleh arus pada dasar kapal

2. Gaya oleh angin pada bagian atas kapal

3. Gaya inersia akibat pitching dan rolling.

Jangkar dan sistem penjangkaran akan menahan gaya-gaya tersebut sehingga kapal berada pada posisi yang stasioner.

Peralatan penambat meliputi;

- Jangkar (anchor)

- Rantai jangkar (anchor chain)

- Lubang masuk dan keluar jangkar dan rantainya (hawspipe holes)

- Stopper

- Peralatan penarik jangkar (anchor handling equipment)

PENGERTIAN UMUM

Jangkar (Anchor) merupakan bagian dar sistim tambat kapal (mooring system), termasuk Chain (rantai jangkar), Rope (tal), Chain loker (kotak rantai) dan windlass (mesin penarik jangkar). Jangkar dan perlengkapannya adalah susunan yang kompleks dari bagian-bagian dan mekanismenya .

Bagian-bagian dan mekanismenya meliputi :Jangkar (anchor)Rantai jangkar (anchor chain)Pipa rantai jangkar (Hawse-pipe)Bak penyimpan rantai jangkar (chain locker)Mesin untuk mengangkat /menurunkan rantai jangkar (wind lass)

Kegunaan dari jangkar dan perlengkapannya adalah untuk membatasi gerak kapal pada waktu berlabuh diluar pelabuhan, agar kapal tetap pada kedudukannya meskipun mendapat tekanan oleh arus laut,angin gelombang dan sebagainya, selain itu juga berguna untuk membantu penambatan kapal pada saat yang diperlukan. Ditinjau dari penggunaanya maka jangkar dan perlengkapannya harus memenuhi persayaratan sebagai berikut :Harus memenuhi persyaratan mengenai beratnya, jumlahnya dan kekuatannyaPanjang, berat dan kekuatan rantai jangkar harus cukupRantai jangkar harus diikat dengan baik dan ditempatkan sedemikian rupa sehingga dapat dilepaskan dari sisi luar bak rantainya.Peralatan jangkar termasuk bentuknya, penempatannya dan kekuatannya harus sedemikian hingga jangkar itu dengan cepat dan mudah dilayani.Harus ada jaminan, agar pada waktu mengeluarkan rantai , dapat menahan tegangan-tegangan dan sentakan-sentakan yang timbul

Berdasarkan pada ketentuan diatas maka setiap perlengkapan jangkar mempunyai sifat-sifat sebagai berikut:Letak , jumlah dan berat jangkar.Ukuran dan panjang rantai jangkarMekanismenya

Gambar Perlengkapan Jangkar

Kapal-kapal niaga pelayaran besar umumnya dilengkapi dengan jangkar-jangkar

sebagai berikut:Jangkar HaluanJangkar arusJangkar cemat

Jangkar Haluan :adalah jangkar utama yang digunakan untuk menahan kapal didasar laut dan selalu siap terpasang pada lambung kiri dan kanan haluan kapal, dan beratnya sama. Jankar haluan ini juga terdapat cadangannya dan selalu siap sebagai pengganti apabila salah satu hilang dan ditempatkan dibagian muka dekat haluan agar selalu siap bila mana diperlukan

Jangkar arus : Ukurannya lebih kecil kira-kira 1/3 berat jangkar haluan . Tempatnya dibagian buritan kapal dan digunakan seperti halnya jangkar haluan yaitu menahan buritan kapal, supaya tidak berputar terbawa arus. Pada kapal-kapal penumpang yang besar , kadang-kadang jangkar ini ditempatkan di arlup, (hawse pipe) apabila demikian halnya maka jangkar tersebut dinamakan jangkar buritan dan beratnya sama dengan jangkar haluan. Oleh karena itu bila ada jangkar buritan , maka tidak perlu ada jangkar haluan cadangan.

Jangkar cemat : Ukurannya lebih kecil , beratnya + 1/6 jangkar haluan. Gunanya untuk memindah jangkar haluan apabila kapal kandas (diangkut dengan skoci).

Jangkar merupakan salah satu dari komponen kapal yang berguna untuk membatasi olah gerak kapal pada waktu labuh di perlabuhan agar kapal tetap dalam keadaannya meskipun mendapatkan tekanan oleh arus kapal, angin, gelombang dan untuk membantu dalam penambatan kapal pada saat diperlukan. Perlengkapan jangkar terdiri dari jangkar, rantai jangkar, lubang kabel jangkar, stoper, dan handling jangkar.

Gambar Konstruksi Jangkar

Jangkar dibedakan berdasarkan menjadi:

a. Holding power (HP)/kekuatan cengkram.ConventionalHigh holding power (HHP)Super high holding power (SHHP)

Contoh gambar jangkar convensional dan jangkar HHP

b. Posisi (position) Jangkar haluan (bower anchor)

Peralatan utama yang dipakai bilamana kapal membuang sauh atau menahan kapal di dasar laut dan selalu siap terpasang pada lambung kiri dan kanan pada haluan kapal. Selain dua buah jangkar utama, juga terdapat jangkar cadangan dimana berguna sebagai pengganti jangkar utama bilamana salah satu dari jangkar utama tersebut hilang, jangkar ini ditempatkan di muka haluan kapal agar selalu siap bilamana diperlukan. Bower anchor dibedakan menjadi 2 :Stockless anchor (jangkar tanpa tongkat).Stock anchor (jangkar dengan tongkat).Hanya untuk kapal kecil.Tanpa engsel.Disimpan di geladak bangunan atas depan, dioperasikan oleh davit.Jangkar arus (strern anchor)

Dikenal sebagai stream anchor. Dipergunakan untuk menahan haluan maupun buritan kapal, supaya tidak berputar terbawa arus deras. Disimpan de geladak. Bower anchor mempunyai berat tiga kali dari stream anchor atau enam kali lipat berat kedges.

c. Bentuk (type)Grapnel anchor

Mampu mencengkeram karang dan mengambil benda yang jatuh ke laut.Fluke anchor

Kemampuan mencengkeram sempurna dan hemat tempat.Mushroom anchor (bentuk jamur)

Untuk kapal-kapal kecil dan inflatables.Plow anchor (bentuk bajak)

Cocok untuk kapal pesiar (yacht)Kapal biasanya dilengkapi dengan 3 macam tipe jangkar, yaitu : Jangkar cemat (kedges); Dipakai untuk mengangkat kapal bila terjadi keadaan bahaya, Jangkar haluan (bower anchor), dan Jangkar arus (strern anchor).

Perencanaan/susunan penjangkaran harus dilengkapi guna :Dengan cepat menurunkan jangkar haluan, mengeluarkan/mengulur kabel rantai sesuai kedalaman yang dibutuhkan dan menghentikan jalannya secara halus (dilakukan oleh anchoring machinery).Menarik rantai jangkar berikut jangkarnya (dilakukan oleh anchoring machinery).Mengikat rantai jangkar dengan pasti pada badan kapal saat membuang sauh dan dalam pelayarannya tak ada rantai yang diberikan bergerak yang dapat membahayakan.Menempatkan jangkar pada lambung dengan baik (stoper).Dapat menyimpan dan menempatkan jangkar dengan mudah (berhubungan dengan desain).Dapat meluncurkan jangkar dan rantainya dengan cepat dari lambung dan menjatuhkanya keluar lambung (pengaman rantai terhadap lambung).Dengan cepat mengeluarkan jangkar dari rantainya.Ditinjau dari kegunaan diatas maka jangkar beserta perlengkapannya harus memenuhi persyaratan antara lain:Jangkar-jangkar di atas kapal harus memenuhi persyaratan mengenai berat, jumlah dan kekuatannya.Panjang, berat dan kekuatan rantai jangkar harus cukup.Rantai jangkar harus diikat dengan baik dan ditempatkan sedemikian rupa sehingga dapat dilepaskan dari sisi luar bak rantainya.Peralatan jangkar termasuk bentuknya, penempatannya, dan kekuatannya harus sedemikian rupa hingga jangkar itu dengan cepat dan mudah dilayani.Harus ada jaminan, agar pada waktu mengeluarkan rantai, dapat menahan tegangan-tegangan dan sentakan-sentakan yang timbul. Ketika kapal bertambat gaya-gaya yang bekerja pada jangkar, antara lain:

Gaya tekanan angin yang ada pada batas di atas permukaan air. Dalam hal ini super structure dan deck house perlu diperhitungkan.(F winds)

Gaya tekanan air pada bagian bawah (bottom). (F water)

Gaya inersia yang ditimbulkan oleh gelombang (pitching dan rolling). (F waves) Perlengkapan tambat dipasang untuk menahan gaya-gaya tersebut ketika bertambat di laut dan untuk menahan kapal pada posisi yang stasioner ketika berlabuh di dermaga.GAYA YANG BEKERJA PADA JANGKAR

Pada waktu kapal berlabuh (membuang jangkar) pada kapal bekerja gaya-gaya sebagai berikut :Gaya tekanan angin yang ada pada batas diatas permukaan air .disini diperhitungkan seper structure dan deck house.Gaya tekanan air pada bagian bawahGaya energi yang ditimbulkan oleh gelombang

Y C T

l h

To A

Besarnya To agar supaya gaya seimbang dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut :To = q (l h)/2h (k)

l = Panjang rantai jangkar dari titik A sampai C (m)

h = Dalamnya laut dimana kapal berhenti dari titik C kedasar (m)

q = Koefisien berat jangkar dan rantai jangkar (kg/m)

Panjang rantai jangkar dapat dihitung dengan rumus :

l = 2,1. h/q. k . Gd + h (m) atau dengan cara Baslovki

l = h(2Fo.k)/p.h + 1 (m)

dimana :

Fo = Gaya yang berpengaruh pada kapal (gaya tekan angin + arus)

Fo = Fo1 + Fo2. Dimana:

Fo1 adalah gaya tekan angin pada kapal

Fo1 = (0,075 0,085) SH. (kg)

= Kecepatan angin (m/dt)

SH = Luas proyeksi bagian kapal diatas permukaan air pada bidang yang tegak lurus arah angin (m)

Fo2 adalah gaya tekan arus laut pada kapal

Fo2 = 6. Sp. Vt (kg)

Vt = Kecepatan arus (m/dt)

Sp = Luas proyeksi kapal bagian bawah permukaan air tegak lurus arah arus

Gd = berat jangkar (kg)

k = koefisien gaya tekan pada jangkar, koefisien dinamik tergantung besarnya gaya kapal antara 1.1 1,4.

p = Berat rantai jangkar dalam 1 meter panjang didalam air laut (kg).

p = 0.78. p1

p1 = Berat rantai jangkar dalam 1 meter panjang diudara.To = k . Gd + F (kg)

Dimana :

F = Gaya singgung rantai dengan dasar laut. = 5% dari jumlah besar gaya tahan dari seluruh rantai.To = 1,05 . k . Gd (kg)

RADIUS LINGKARAN POSISI KAPAL PADA SAAT LEGO JANGKAR

Karena pengaruh angin dan arus pada saat kapal berlabuh (membuang jangkar) akan merubah letak kapal menurut letak lingkaran dengan radius lingkaran sebagai berikut :

l

p L

maka :

R = P + L

Dimana :

P= Proyeksi pad