PENUNTUN PRAKTIKUM FARMAKOLOGI DAN TOKSIKOLOGI -Mahasiswa yang telah mengikuti kuliah farmakologi...

download PENUNTUN PRAKTIKUM FARMAKOLOGI DAN TOKSIKOLOGI -Mahasiswa yang telah mengikuti kuliah farmakologi dan

of 110

  • date post

    28-Jul-2020
  • Category

    Documents

  • view

    0
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of PENUNTUN PRAKTIKUM FARMAKOLOGI DAN TOKSIKOLOGI -Mahasiswa yang telah mengikuti kuliah farmakologi...

  • PENUNTUN PRAKTIKUM

    FARMAKOLOGI DAN TOKSIKOLOGI

    FAKULTAS FARMASI USU

    TIM PENYUSUN

    STAFF DAN ASISTEN LABORATORIUM

    DEPARTEMEN FARMAKOLOGI FARMASI

    LABORATORIUM FARMAKOLOGI DAN TOKSIKOLOGI

    PROGRAM STUDI SARJANA FARMASI

    FAKULTAS FARMASI

    UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

    2020

  • i

    LABORATORIUM FARMAKOLOGI DAN TOKSIKOLOGI

    DEPARTEMEN FARMAKOLOGI FARMASI

    FAKULTAS FARMASI

    UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

    BIODATA MAHASISWA

    NAMA :

    NIM :

    KELOMPOK :

    PROGRAM STUDI :

    FAKULTAS :

    UNIVERSITAS :

    Pas Foto

    3 x 4

  • ii

    STAF LABORATORIUM FARMAKOLOGI DAN

    TOKSIKOLOGI

    FAKULTAS FARMASI USU

    PLT Kepala Laboratorium : Embun Suci Nasution, S.Si., M. Farm. Klin., Apt.

    Staff Laboratorium : Prof. Dr. Urip Harahap, Apt.

    Prof. Dr. Rosidah, M.Si., Apt.

    Prof. Azizah Nasution, M.Sc., Apt.

    Drs. Saiful Bahri, M.S., Apt.

    Dr. Poppy Anjelisa Z. Hasibuan, S.Si., M.Si., Apt.

    Dr. Edy Suwarso, SU., Apt

    Dr. Khairunnisa, S.Si., M.Pharm., Apt.

    Marianne, S.Si., M.Si., Apt.

    Hari Ronaldo Tanjung, S.Si., M.Sc., Apt.

    Aminah Dalimunthe, S.Si., M.Si., Apt.

    Yuandani, S.Farm., M.Si., Apt.

    Imam Bagus Sumantri, S.Farm., M.Si., Apt..

    Dadang Irfan Husori, S.Si., M.Sc., Apt.

    Asisten Laboratorium : Zainul Fuad Nurhadi

    Joule De Ceva Magribi

    Dhea Nur Fadhillah, S. Farm.

    Sigit Duiharianto

    Nurnasuha Binti Zainal Abidin

    Ulva Khairani Ritonga

    Desy Ariyanti Panjaitan

    Christal Jennifer Grundling

    Armelita D.L Dalimunthe

    Audrey Nabila Febrika

    Azmi Witri

    Amri Selian

    Izza Armadina Shulha

    Lisca Anggia Putri Br. Tarigan

  • iii

    PERATURAN LABORATORIUM

    1. Syarat mengikuti praktikum adalah sebagai berikut:

    - Mahasiswa yang telah mengikuti kuliah farmakologi dan toksikologi

    - Mahasiswa telah mengisi kartu rencana studi untuk mengikuti praktikum farmakologi dan

    toksikologi

    - Menunjukkan salinan kartu rencana studi

    - Pas foto berwarna ukuran 3x4 : 1 lembar

    2. Praktikum dimulai pukul 13.15 WIB dan harus hadir tepat waktu.

    3. Selama praktikum berlangsung, praktikan wajib memakai jas praktikum, sarung tangan, masker,

    badge nama dan diwajibkan mengikuti tata cara berpakaian Fakultas Farmasi USU.

    4. Setiap kelompok bertanggung jawab atas penyediaan dan pemeliharaan hewan yang digunakan

    selama praktikum.

    5. Setiap kelompok bertanggung jawab atas kebersihan meja dan alat-alat paktikum serta

    mengembalikan peralatan dalam keadaan bersih.

    6. Data praktikum dinyatakan sah apabila telah ditandatangani oleh asisten yang bertugas.

    7. Laporan praktikum dibuat tertulis (diketik) dan diserahkan satu hari sebelum praktikum

    selanjutnya.

    8. Apabila dalam laboratorium terjadi keadaan yang berbahaya, praktikan harus segera melapor

    pada dosen/asisten yang bertugas, dan bila dalam praktikum menemui kesulitan atau kesukaran

    mintalah petunjuk dosen/asisten yang bertugas.

    9. Praktikan yang berhalangan hadir harus memberikan keterangan tertulis atau surat keterangan

    dokter apabila sakit.

    10. Praktikan yang tidak mengikuti praktikum diwajibkan melakukan kegiatan praktikum di hari

    lainnya.

  • iv

    TUJUAN INSTRUKSIONAL

    A. Umum Setelah menyelesaikan praktikum ini, mahasiswa S-1 Reguler Farmasi akan dapat

    mengevaluasi aktivitas obat menggunakan berbagai metode eksperimen farmakologi.

    B. Khusus 1. Mahasiswa dapat mengaplikasikan cara penanganan hewan yang baik dan

    penggunaan hewan yang sesuai etik.

    2. Mahasiwa dapat mengevaluasi aktivitas obat berdasarkan Rute Pemberian Obat

    3. Mahasiwa dapat mengevaluasi aktivitas obat berdasarkan Variasi Biologi

    4. Mahasiwa dapat mengevaluasi aktivitas analgetik Obat

    5. Mahasiwa dapat mengevaluasi aktivitas antipiretik Obat

    6. Mahasiwa dapat mengevaluasi aktivitas antiinflamasi Obat

    7. Mahasiwa dapat mengevaluasi aktivitas diuretik Obat

    8. Mahasiswa dapat mengevaluasi aktifitas obat terhadap sistem saraf pusat

    9. Mahasiswa dapat mengevaluasi aktifitas obat terhadap sisten safar Perifer

    10. Mahasiswa dapat mengevaluasi aktifitas obat terhadap sisten pencernaan

    11. Mahasiswa dapat mengevaluasi aktifitas obat terhadap sisten imun

  • v

    DAFTAR ISI

    BAB I AKTIVITAS OBAT BERDASARKAN DOSIS, RUTE PEMBERIAN OBAT, DAN

    VARIASI BIOLOGI ...................................................................................................... 1

    BAB II AKTIVITAS ANALGETIK OBAT/SEDIAAN UJI ..................................................

    BAB III AKTIVITAS ANTIPIRETIK OBAT/SEDIAAN UJI ................................................... 28

    BAB IV AKTIVITAS ANTIINFLAMASI OBAT/SEDIAAN UJI ............................................ 40

    BAB V AKTIVITAS ANTIDIABETES OBAT/SEDIAAN UJI ................................................ 50

    BAB VI AKTIFITAS DIURETIKA OBAT/SEDIAAN UJI ...................................................... 61

    BAB VII AKTIFITAS OBAT TERHADAP SISTEM SARAF PUSAT .................................... 71

    BAB VIII AKTIFITAS OBAT TERHADAP SISTEM SARAF PERIFER ............................... 77

    BAB IX AKTIVITAS OBAT/SEDIAAN UJI TERHADAP SISTEM PENCERNAAN ........... 87

    BAB X AKTIVITAS OBAT/SEDIAAN UJI TERHADAP SISTEM IMUN............................. 96

  • 1

    BAB I. AKTIVITAS OBAT BERDASARKAN DOSIS, RUTE PEMBERIAN OBAT, DAN VARIASI BIOLOGI

    I. Tujuan Instruksional Khusus

    Setelah menyelesaikan percobaan ini mahasiswa mahasiswa dapat:

    1. Mengaplikasikan cara penanganan hewan yang baik dan penggunaan hewan yang sesuai etik.

    2. Mahasiwa dapat mengevaluasi aktivitas obat berdasarkan Dosis, Rute Pemberian Obat, dan

    Variasi Biologi.

    II. Etika Pemanfaatan Hewan Coba

    Hewan percobaan yang digunakan pada penelitian akan mengalami penderitaan, yaitu:

    ketidaknyamanan, ketidaksenangan, kesusahan, rasa nyeri, dan terkadang berakhir dengan

    kematian. Berdasarkan hal tersebut, hewan yang dikorbankan dalam penelitian yang hasilnya

    dapat dimanfaatkan oleh manusia patut dihormati, mendapat perlakuan yang manusiawi,

    dipelihara dengan baik, dan diusahakan agar bisa disesuaikan pola kehidupannya seperti di alam.

    Peneliti yang akan memanfaatkan hewan percobaan pada penelitian kesehatan harus

    mengkaji kelayakan dan alasan pemanfaatan hewan dengan mempertimbangkan penderitaan

    yang akan dialami oleh hewan percobaan dan manfaat yang akan diperoleh untuk manusia.

    Dalam pelaksanan penelitian, peneliti harus membuat dan menyesuaikan protokol

    dengan standar yang berlaku secara ilmiah dan etik penelitian kesehatan. Etik penelitian

    kesehatan secara umum tercantum dalam World Medical Association, yaitu: respect

    (menghormati hak dan martabat makhluk hidup, kebebasan memilih dan berkeinginan, serta

    bertanggung jawab terhadap dirinya, termasuk di dalamnya hewan coba), beneficiary

    (bermanfaat bagi manusia dan makhluk lain, manfaat yang didapatkan harus lebih besar

    dibandingkan dengan risiko yang diterima), dan justice (bersikap adil dalam memanfaatkan

    hewan percobaan). Contoh sikap tidak adil, antara lain: hewan disuntik/ dibedah berulang untuk

    menghemat jumlah hewan, memakai obat euthanasia yang menimbulkan rasa nyeri karena harga

    yang lebih murah.\

    Dalam penelitian kesehatan yang memanfaatkan hewan coba, juga harus diterapkan

    prinsip 3 R dalam protokol penelitian, yaitu: replacement, reduction, dan refinement.

    Replacement adalah keperluan memanfaatkan hewan percobaan sudah diperhitungkan

    secaraseksama, baik dari pengalaman terdahulu maupun literatur untuk menjawab pertanyaan

    penelitian dan tidak dapat digantikan oleh mahluk hidup lain seperti sel atau biakan jaringan.

    Replacement terbagi menjadi dua bagian, yaitu: relatif (mengganti hewan percobaan dengan

  • 2

    memakai organ/jaringan hewan dari rumah potong, hewan dari ordo lebih rendah) dan absolut

    (mengganti hewan percobaan dengan kultur sel, jaringan, atau program komputer).

    Reduction diartikan sebagai pemanfaatan hewan dalam penelitian sesedikit mungkin,

    tetapitetap mendapatkan hasil yang optimal. Jumlah minimum biasa dihitung menggunakan

    rumus Frederer yaitu (n-1) (t-1) >15, dengan n adalah jumlah hewan yang diperlukan dan t

    adalah jumlah kelompok perlakuan. Kelemahan dari rumus itu adalah semakin sedikit kelompok

    penelitian, semakin banyak jumlah hewan yang diperlukan, serta sebaliknya. Untuk

    mengatasinya, diperlukan penggunaan desain statistik yang tepat agar didapatkan hasil

    penelitian yang sahih.

    Refinement adalah memperlakukan hewan percobaan secara manusiawi (humane),

    memeliharahewan dengan baik, tidak menyakiti hewan, serta meminimalisasi perlakuan yang

    menyakitkan sehingga menjamin kesejahteraan hewan coba sampai akhir penelitian. Pada

    dasarnya p