PEMERINTAH KABUPATEN MANGGARAI 9. Retribusi Pasar adalah pembayaran atas penyediaan fasilitas pasar,

download PEMERINTAH KABUPATEN MANGGARAI 9. Retribusi Pasar adalah pembayaran atas penyediaan fasilitas pasar,

of 23

  • date post

    29-Mar-2019
  • Category

    Documents

  • view

    218
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of PEMERINTAH KABUPATEN MANGGARAI 9. Retribusi Pasar adalah pembayaran atas penyediaan fasilitas pasar,

1

PEMERINTAH KABUPATEN MANGGARAI

PERATURAN DAERAH KABUPATEN MANGGARAINOMOR 8 TAHUN 2010

TENTANGRETRIBUSI PELAYANAN PASAR

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

BUPATI MANGGARAI,

Menimbang : a.

b.

c.

bahwa dalam rangka menumbuhkembangkan kegiatanusaha dagang guna mewujudkan kesejahteraan dankemakmuran masyarakat serta kondisi perekonomianmasyarakat yang telah mengalami perubahan, makaperlu diadakan penyesuaian terhadap PeraturanDaerah Kabupaten Manggarai Nomor 12 Tahun 2002tentang Retribusi Pelayanan Pasar;

bahwa Peraturan Daerah Kabupaten Manggarai Nomor12 Tahun 2002 tentang Retribusi Pelayanan Pasar,sudah tidak sesuai dengan tuntutan perubahan danUndang Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang PajakDaerah dan Retribusi Daerah, maka perlu di cabut;

bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimanadimaksud dalam huruf a, perlu membentuk PeraturanDaerah Kabupaten Manggarai tentang RetribusiPelayanan Pasar;

Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 69 Tahun 1958 tentangPembentukan Daerah-Daerah Tingkat II dalam WilayahDaerah-daerah Tingkat I Bali, Nusa Tenggara Baratdan Nusa Tenggara Timur (Lembaran Negara RepublikIndonesia Tahun 1958 Nomor 122, Tambahan

2

2.

3.

4.

5.

6.

Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 1655);Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang KitabUndang-Undang Hukum Acara Pidana (LembaranNegara Republik Indonesia Tahun 1981 Nomor 76,Tambahan Lembaran Negara Republik IndonesiaNomor 3209);

Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentangPenyelenggaraan Negara Yang Bersih dan Bebas dariKorupsi, Kolusi dan Nepotisme (Lembaran NegaraRepublik Indonesia Tahun 1999 Nomor 75, TambahanLembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3841);

Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2004 tentangPembentukan Peraturan Perundang-undangan(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004Nomor 53, Tambahan Lembaran Negara RepublikIndonesia Nomor 4389);

Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentangPemerintahan Daerah (Lembaran Negara RepublikIndonesia Tahun 2004 Nomor 125, TambahanLembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437)sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhirdengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008tentang Perubahan Kedua Atas Undang-UndangNomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara RepublikIndonesia Nomor 4844);

Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentangPerimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat danPemerintahan Daerah (Lembaran Negara RepublikIndonesia Tahun 2004 Nomor 126, TambahanLembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438);

3

7.

8.

9.

10.

11.

12.

13.

Undang Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang PajakDaerah dan Retribusi Daerah (Lembaran NegaraRepublik Indonesia Tahun 2009 Nomor 130, TambahanLembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5049);

Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentangPengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran NegaraRepublik Indonesia Tahun 2005 Nomor 140, TambahanLembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4578);

Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentangPedoman Pembinaan dan PengawasanPenyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LembaranNegara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 165,Tambahan Lembaran Negara Republik IndonesiaNomor 4539);

Peraturan Presiden Nomor 1 Tahun 2007 tentangLembaran Daerah dan Berita Daerah;

Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerahsebagaimana telah diubah dengan Peraturan MenteriDalam Negeri Nomor 59 Tahun 2007 tentangPerubahan atas Peraturan Menteri Dalam NegeriNomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman PengelolaanKeuangan Daerah;

Peraturan Daerah Kabupaten Daerah Tingkat IIManggarai Nomor 18 Tahun 1988 tentang PenyidikPegawai Negeri Sipil (Lembaran Daerah KabupatenDaerah Tingkat II Manggarai Tahun 1988 Nomor 8 SeriC);

Peraturan Daerah Kabupaten Manggarai Nomor 12Tahun 2002 tentang Retribusi Pelayanan Pasar(Lembaran Daerah Kabupaten Manggarai Tahun 2002

4

14.Nomor 12 Seri C Nomor 4);Peraturan Daerah Kabupaten Manggarai Nomor 4Tahun 2008 tentang Pembentukan Organisasi dan TataKerja Dinas Dinas Daerah Kabupaten Manggarai(Lembaran Daerah Kabupaten Manggarai Tahun 2008Nomor 4 Seri D Nomor 3);

Dengan Persetujuan BersamaDEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN MANGGARAI

danBUPATI MANGGARAI

MEMUTUSKAN :

Menetapkan : PERATURAN DAERAH TENTANG RETRIBUSI PELAYANANPASAR.

BAB IKETENTUAN UMUM

Pasal 1Dalam Peraturan Daerah ini yang dimaksud dengan :1. Daerah adalah Kabupaten Manggarai.2. Pemerintah Daerah adalah Pemerintah Kabupaten Manggarai.3. Bupati adalah Bupati Manggarai.4. Pejabat adalah Pegawai Negeri yang diberi tugas tertentu di bidang

Retribusi Daerah sesuai dengan Peraturan Perundang undangan yangberlaku.

5. Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah yangselanjutnya disingkat Dinas PPKAD adalah Dinas PPKAD KabupatenManggarai.

6. Retribusi Daerah yang selanjutnya disebut Retribusi adalah pungutandaerah sebagai pembayaran atas jasa atau pemberian izin tertentukhusus disediakan dan/atau diberikan oleh Pemerintah Daerah untukkepentingan orang pribadi atau Badan.

7. Jasa adalah kegiatan Pemerintah Daerah berupa usaha dan pelayananyang menyebabkan barang, fasilitas atau kemanfaatan lainnya yang dapatdinikmati oleh orang pribadi atau Badan.

8. Jasa Umum adalah jasa yang disediakan atau diberikan oleh PemerintahDaerah untuk tujuan kepentingan dan kemanfaatan umum serta dapatdinikmati oleh orang Pribadi atau Badan.

5

9. Retribusi Pasar adalah pembayaran atas penyediaan fasilitas pasar, baikpasar sederhana yang berupa halaman/ pelataran dan kios yang dikelolaoleh Pemerintah Daerah yang khusus disediakan untuk pedagang.

10. Pasar adalah tempat yang terdiri atas halaman/pelataran, bangunanberbentuk los dan atau kios dan bentuk lainnya yang dikelola olehPemerintah Daerah dan khusus disediakan untuk pedagang.

11. Wajib Retribusi adalah orang pribadi atau Badan yang menurut PeraturanPerundang undangan Retribusi diwajibkan untuk melakukanpembayaran Retribusi termasuk pemungut atau pemotong retribusitertentu.

12. Masa retribusi adalah suatu jangka waktu tertentu yang merupakan bataswaktu bagi wajib Retribusi untuk memanfaatkan jasa dan perizinantertentu dari Pemerintah Daerah.

13. Surat Ketetapan Retribusi Daerah yang selanjutnya disingkat SKRDadalah surat ketetapan retribusi yang menentukan besarnya jumlahpokok retribusi yang terutang.

14. Surat Setoran Retribusi Daerah yang selanjutnya disingkat SSRD adalahbukti pembayaran atau penyetoran retribusi yang telah dilakukan denganmenggunakan formulir atau telah dilakukan dengan cara lain ke kasdaerah melalui tempat pembayaran yang ditunjuk oleh Kepala Daerah.

15. Surat Ketetapan Retribusi Daerah Lebih Bayar yang selanjutnya disingkatSKRDLB adalah ketetapan retribusi yang menentukan jumlah kelebihanpembayaran retribusi karena jumlah kredit retribusi lebih besar daripadaretribusi yang terutang atau seharusnya tidak terutang.

16. Surat Tagihan Retribusi Daerah yang selanjutnya disingkat STRD adalahsurat untuk melakukan tagihan retribusi dan/atau sanksi aministratifberupa bunga dan/atau denda.

17. Badan adalah sekumpulan orang dan/atau modal yang merupakan satukesatuan, baik yang melakukan usaha maupun yang tidak melakukanusaha yang meliputi Perseroan Terbatas, Perseroan Komanditer,Perseroan lainnya, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), atau Badan UsahaMilik Daerah (BUMD) dengan nama dan dalam bentuk apapun, Firma,Kongsi, Koperasi, Dana Pension, Persekutuan, Perkumpulan, Yayasan,Organisasi Massa, Organisasi Sosial Politik atau organisasi lainnya,Lembaga dan bentuk badan lainnya termasuk kontrak investasi kolektifdan bentuk usaha tetap.

18. pemungutan adalah suatu rangkaian kegiatan mulai dari penghimpunandata objek dan subjek retribusi, penentuan besarnya retribusi yang

6

terutang sampai kegiatan penagihan retribusi kepada Wajib Retribusiserta pengawasan penyetorannya.

19. Pemeriksaan adalah serangkaian kegiatan menghimpun dan mengolahdata, keterangan, dan/atau bukti yang dilaksanakan secara objektif danprofessional berdasarkan suatu standar pemeriksaan untuk mengujikepatuhan pemenuhan kewajiban retribusi dan/atau untuk tujuan laindalam rangka melaksanakan Ketentuan Peraturan Perundang-undanganRetribusi Daerah.

20. Penyidikan Tindak Pidana di bidang Retribusi Daerah adalah serangkaiantindakan yang dilakukan oleh Penyidik untuk mencari sertamengumpulkan bukti yang dengan bukti itu membuat terang tindakpidana di bidang Retribusi Daerah yang terjadi serta menemukantersangkanya.

BAB IINAMA, OBYEK, DAN SUBYEK RETRIBUSI

Pasal 2Retribusi ini diberi nama Retribusi Pelayanan Pasar.

Pasal 3( 1 ) Obyek Retribusi adalah penyediaan fasilitas pasar tradisional /

sederhana berupa pelataran, los, kios yang dikelola oleh PemerintahDaerah dan khusus disediakan untuk pedagang.

( 2 ) Dikecualikan dari Obyek Retribusi adalah fasilitas pasar yang dikelolaoleh BUMN, BUMD dan Pihak Swasta.

Pasal 4Subyek Retribusi adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakanfasilitas pasar.

BAB IIIGOLONGAN RETRIBUSI

Pasal 5Retribusi Pelayanan Pasar digolongkan sebagai Retribusi Jasa Umum.

7

BAB IVCARA MENGUKUR TINGKAT PENGGUNAAN JASA

Pasal 6Tingkat Penggunaan Jasa diukur berdasarkan luas, jenis tempat dan kelaspasar yang digunakan.

BAB VPRINSIP DAN SASARAN DALAM PENETAPAN

TARIF RETRIBUSI

Pasal 7(1) Prinsip dan sasaran dalam penetapan tarif retribusi ditetapkan dengan

memperhatikan biaya penyediaan jasa yang bersangkutan, kemampuanmasyarakat, aspek keadi