Pembahasan ringkas tentang zina

download Pembahasan ringkas tentang zina

of 16

  • date post

    04-Jul-2015
  • Category

    Education

  • view

    119
  • download

    3

Embed Size (px)

Transcript of Pembahasan ringkas tentang zina

  • 1. 1ZINA: HUKUM, BAHAYA DAN SOLUSI MENGATASINYADALIL HARAMNYA ZINAImam Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah-rahimahullah- menerangkan tentang penegasan haramnyazina dan bahayanya1, sebagai berikut:Allah Taala menegaskan pengharaman zina dalam firman-Nya:......."Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yangdiharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barangsiapayang melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa(nya), (yakni) akan dilipatgandakan adzab untuknya pada hari Kiamat dan dia akan kekal dalam adzab itu, dalam keadaanterhina kecuali orang-orang yang bertaubat ..." (Al-Furqan:68-70).Dalam ayat tersebut, Allah Taala menggandengkan zina dengan syirik dan membunuh jiwa, dan vonishukumannya adalah kekal dalam adzab berat yang berlipat ganda, selama pelakunya tidak menetralisirhal tersebut dengan cara bertaubat, beriman dan beramal shalih.BAHAYA ZINAZina adalah Perbuatan Fahisyah dan Jalan Menuju Kebinasaan Dunia dan AkhiratAllah Taala berfirman, 1Kami mengutip dan meringkas dari artkel www.alsofwah.or.id tentang bahaya zina, dengan beberapapenyesuaian, seperti penambahan sub judul untuk mempermudah bagi pembaca memahaminya dan penambahantext hadits yang tidak dicantumkan dalam artikel tersebut.

2. 2Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dansuatu jalan yang buruk. (QS. Al Isro: 32)Di sini Allah Taala menjelaskan tentang kejinya praktek zina dan kata "fahisyah" maknanya adalahperbuatan keji atau kotor yang sudah mencapai tingkat yang tinggi dan dapat diakui kekejiannyaoleh setiap orang berakal bahkan oleh sebagian banyak binatang, sebagaimana disebutkan oleh Al-Bukhari dalam Shahih-nya dari Amr bin Maimun Al-Audi, dia berkata: "Aku pernah melihat -pada masajahiliyah- seekor kera jantan yang berzina dengan seekor kera betina. Lalu datanglah kawanan keramengerumuni mereka berdua dan melempari keduanya sampai mati." 2Kemudian Allah Taala juga memberitahukan bahwa praktek zina adalah seburuk-buruk jalan; karenamerupakan jalan kebinasaan, kehancuran dan kehinaan di dunia, siksaan dan azab di akhirat nanti.Dan karena menikahi mantan isteri-isteri ayah itu termasuk perbuatan yang sangat jelek sekali, AllahTaala secara khusus memberikan "cela" tambahan bagi praktek menikahi isteri orang tua. Allah Taalaberfirman (setelah secara tegas melarang kaum muslimin untuk menikahi isteri-isteri ayah mereka,pent):(ed)2 : : .Imam Bukhori berkata: Menceritakan kepada kami Nuaim bin Hammad, menceritakan kepada kamiHusyaim dari Hushoin dari Amr bin Maimun, dia berkata: Saya pernah melihat pada masa jahiliahada seekor kera yang berzina, lalu beberapa kera berkumpul untuk merajamnya, lalu saya ikutmerajam bersama mereka. SHOHIH. Diriwayatkan oleh Imam Bukhori dalam Shohih-nya: 3849 danTarikh Kabir 6/367 dari Nuaim bin Hammad: Menceritakan kepada kami Husyaim dari Hushoin dariAmr bin Maimun. Dan Ibnu Abdil Barr dalam al-Istiab 1/374 dari jalur Abbad bin Awwam dari Hushoin.Dan juga al-Ismaili sebagaimana dalam Fathul Bari 7/201 dari jalur Isa bin Khithon dari Amr binMaimun dalam kisah yang panjang. Dengan demikian maka hadits ini adalah shohih dan kuat. 3. 3dan janganlah kamu kawini wanita-wanita yang telah dikawini oleh ayahmu, terkecuali pada masa yangtelah lampau. Sesungguhnya perbuatan itu Amat keji dan dibenci Allah dan seburuk-buruk jalan (yangditempuh). (An-Nisa: 22).Orang yang Berzina tidak akan BeruntungAllah Taala juga menggantungkan keberuntungan seorang hamba pada kemampuannya dalammenjaga "kehormatan"nya. Tak ada jalan menuju keberuntungan tanpa menjaga"kehormatan". Allah Taala berfirman:"Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman. (Yaitu) orang-orang yang khusyu dalamshalatnya, dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna,dan orang-orang yang me- nunaikan zakat, dan orang-orang yang menjaga kemaluannya kecualiterhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki, maka sesungguhnya mereka dalam halini tiada tercela. Barangsiapa mencari yang di balik itu maka mereka itulah orang-orang yangmelampaui batas." (Al-Mukminun: 1-7).Dalam ayat-ayat ini ada tiga hal yang diungkapkan, yaitu, pertama, bahwa orang yang tidak menjagakemaluannya, tidak akan termasuk orang yang beruntung, kedua , dia akan termasuk orang yangtercela, dan ketiga, dia termasuk orang yang melampaui batas. Jadi, dia tidak akan mendapatkeberuntungan, serta berhak mendapat predikat "melampaui batas dan jatuh pada tindakan yangmembuatnya tercela, padahal beratnya beban dalam menahan syahwat itu, lebih ringan ketimbangmenanggung sebagian akibat yang disebutkan tadi.Selain itu pula, Allah Taala telah menyindir manusia yang selalu berkeluh kesah, tidak sabar dan tidakmampu mengendalikan diri saat mendapatkan kebahagiaan, demikian pula kesusahan. Bila mendapatkebahagiaan, dia menjadi kikir, tak mau memberi, dan bila mendapat kesusahan, dia banyakmengeluh. Begitulah sifat umum manusia, kecuali orang-orang yang memang dikecualikan darihambaNya, yang diantaranya adalah mereka yang disebut di dalam firmanNya : 4. 4"Dan orang-orang yang memelihara kemaluannya, kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak-budak yang mereka miliki, maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela. Barangsiapamencari yang di balik itu maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas."(Al-Maarij:29-31).Oleh karenanya, Allah Taala memerintahkan Rasulullah shalallahualaihi wasallam untukmemerintahkan orang-orang mukmin agar menjaga pandangan dan kemaluan mereka, jugadiberitahukan kepada mereka bahwa Allah Taala selalu menyaksikan amal perbuatan mereka."Dia mengetahui (pandangan) mata yang khianat dan apa yang disembunyikan oleh hati." (Ghafir:19).Dan karena ujung pangkal dari perbuatan zina yang keji ini dari pandangan mata, maka Allah Taalalebih mendahulukan perintah untuk memalingkan pandangan mata sebelum perintah untuk menjagakemaluan, karena banyak musibah besar yang asal muasalnya adalah dari pandangan; seperti kobaranapi yang besar asalnya adalah percikan api yang kecil. Mulanya hanya pandangan, kemudian khayalan,kemudian langkah nyata, kemudian terjadilah musibah yang merupakan kesalahan besar(zina).Oleh karenanya, ada yang mengatakan, bahwa barangsiapa yang bisa menjaga empat hal maka berartidia telah menyelamatkan agamanya: Al-Lahazhat (pandangan pertama), Al-Khatharat (pikiran yangmelintas di benak), Al-Lafazhat (lidah dan ucapan), Al-Khathawat (langkah nyata untuk sebuahperbuatan).[-selesai sampai sini, penjelasan al-Imam Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah Rahimahullah,-penyusun] "Sehina-hina akhlak seorang mukmin adalah (berbuat) keji (zina)." [Shahih, sanadnya, HR. Al-Bukharidalam Adabul Mufrad, 239/514. Dari Abdullah ibnu Masud]Asnuf binti Yazid berkata, Zina termasuk Akhlak yang Keji 5. 5"Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda, Maukah kalian saya beritahukan tentang orang-orang yang terbaikdiantara kalian?" Mereka menjawab, Tentu. Rasulullah bersabda, Yaitu orang-orang yang apabila merekadiceritakan tentang orang lain, maka dia mengingat Allah. Maukah kalian saya beritahu tentang orang-orang yangpaling buruk diantara kalian? Mereka menjawab, Tentu. Rasulullah bersabda, Yaitu orang-orang yangmenyebarluaskan fitnah (mengadu domba), orang yang merusak kasih sayang orang yang saling menyayangi,dan orang-orang yang bebas melakukan zina."[Hadits Hasan, di dalam kitab Takhrijut-Targhib (3/295), pada baris pertama matan haditsini mempunyai saksi hadits lain yang shahih, yang telah ditakhrij di dalam kitab Ash-Shahihah(1646), kemudian sisa matan hadits tersebut berada pada martabat hadits hasan,sebagaimana tertulis dalam kitab At-Taliqu Ar-Raghib (3/260,295)].Zina Merusak atau Menurunkan KeimananDalam hadits yang shahih dinyatakan Orang yang berzina itu tidak beriman saat dia melakukan perbuatan zina [HR al-Bukhri dan Muslim]Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda, Jika seseorang itu berzina, maka iman itu keluar dari dirinya seakan-akan dirinya sedangdiliputi oleh gumpalan awan (di atas kepalanya). Jika dia lepas dari zina, maka iman ituakan kembali padanya.[ HR. Abu Daud no. 4690 dan Tirmidzi no. 2625. Syaikh Al Albanimengatakan bahwa hadits ini shahih].Dalam hadits lain dinyatakan: Siapa yang berzina atau minum khamr maka Allah mencabut keimanan dari orang itu sebagaimanaseorang manusia melepas bajunya dari arah kepalanya. [HR al-Hkim dari hadits Abu HurairahRadhiyallahu anhu dan as-Suythi memberi symbol sahih]Zina Mengundang Adzab dan BencanaRasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, 6. 6Apabila telah marak perzinaan dan praktek ribawi di suatu negeri, maka sungguh penduduk negeritersebut telah menghalalkan diri mereka untuk diadzab oleh Allah. (HR. Al Hakim 2/37, beliaumenshahihkannya dan disetujui oleh Adz Dzahabi. Syaikh Al Albani menghasankan hadits ini dalamGhayatul Maram fii Takhrij Ahaditsil Halal wal Haram hal. 203 nomor 344)TINGKATAN DOSA BERZINADari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, Setiap anak Adam telah ditakdirkan bagian untuk berzina dan ini suatu yang pasti terjadi, tidak bisatidak. Zina kedua mata adalah dengan melihat. Zina kedua telinga dengan mendengar. Zina lisanadalah dengan berbicara. Zina tangan adalah dengan meraba (menyentuh). Zina kaki adalah denganmelangkah. Zina hati adalah dengan menginginkan dan berangan-angan. Lalu kemaluanlah yang nantiakan membenarkan atau mengingkari yang demikian. (HR. Muslim no. 6925).Dosa Berzina dengan Istri Tetangga Lebih Besar daripada Berzina dengan Selainnya : : . : Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bertanya kepada para sahabatnya mengenai zina? merekamenjawab, Zina itu haram, diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya. Lalu Nabi shallallahu alaihiwasallam bersabda, Sunggu