PELAKSANAAN PERJANJIAN PINJAM MEMINJAM UANG PADA · PDF file perjanjian pinjam meminjam uang...

Click here to load reader

  • date post

    02-Nov-2020
  • Category

    Documents

  • view

    10
  • download

    2

Embed Size (px)

Transcript of PELAKSANAAN PERJANJIAN PINJAM MEMINJAM UANG PADA · PDF file perjanjian pinjam meminjam uang...

  • PELAKSANAAN PERJANJIAN PINJAM MEMINJAM UANG PADA KOPERASI

    (STUDI DI KOPERASI SIMPAN PINJAM MADANI NTB CABANG MATARAM)

    JURNAL ILMIAH

    Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan

    Untuk Mencapai Derajat S-1 Pada

    Program Studi Ilmu Hukum

    Oleh :

    I MADE DWI SUHENDRA NUGRAHA

    D1A. 012. 183

    FAKULTAS HUKUM

    UNIVERSITAS MATARAM

    2017

  • PELAKSANAAN PERJANJIAN PINJAM MEMINJAM UANG PADA KOPERASI (STUDI

    DI KOPERASI SIMPAN PINJAM MADANI NTB CABANG MATARAM)

    I MADE DWI SUHENDRA NUGRAHA

    D1A. 012. 183

    FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS MATARAM

    ABSTRAK

    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pelaksanaan perjanjian pinjam

    meminjam uang pada Koperasi Simpan Pinjam Madani Cabang Mataram dan cara penyelesaian

    apabila terjadi wanprestasi dalam perjanjian pinjam meminjam uang tersebut. Penelitian ini

    menggunakan jenis penelitian empiris dengan metode pendekatan perundang-undangan,

    pendekatan konseptual, dan pendekatan sosiologi. Pelaksanakan perjanjian pinjam meminjam

    uang pada koperasi dilakukan melalui beberapa tahapan yaitu tahap permohonan, analisa kredit,

    rapat komite, pengetikan perjanjian. verivikasi pengetikan, penandatanganan, pencairan dana,

    pengarsipan, pengawasan, dan tahap penyelesaian. penyelesaian jika terjadi wanpretasi lebih

    mengutamakan prinsip perkoperasian dan penyelesaian secara administrasi sebelum melalui jalur

    hukum.

    Kata kunci : pelaksanaan, perjanjian pinjam meminjam , koperasi

    IMPLEMENTATION OF BORROWING LOAN AGREEMENT MONEY IN COOPERATION

    (STUDY IN COOPERATIVE SAFETY MODERN LABOR NTB BRANCH MATARAM)

    ABSTRAC

    This study aims to determine the process of borrowing and borrowing money in the Cooperative

    Savings and Loans Madani Branch Mataram way of settlement occurs wanprestasi in the loan

    loan agreement. This study uses the type of empirical research with the approach of legislation,

    conceptual approach, and sociology approach. Implementation of loans borrow money at the

    cooperative done in several stages of the application stage, credit analysis, committee meetings,

    typing agreement. Typing verification, signing, disbursement, archiving, supervision, and

    completion stage. The settlement of the interpretation takes priority to the principle of

    cooperative and formal settlement before going through legal channels.

    Keywords: implementation, loan and lending agreement, cooperative

  • I. PENDAHULUAN

    Koperasi merupakan sokoguru perekonomian, sebagai pilar atau “penyangga utama” atau

    “tulang punggung” perekonomian nasional karena koperasi mendidik sikap, koperasi mempunyai

    sifat kemasyarakatan, dimana kepentingan masyarakat harus lebih diutamakan daripada

    kepentingan diri atau golongan sendiri, Bahwa Koperasi merupakan badan usaha yang

    beranggotakan orang-seorang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya

    berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas asas

    kekeluargaan.

    Dalam peranan dan tugas koperasi untuk mempertinggi taraf hidup anggotanya juga sama

    mempertinggi kecerdasan para anggota karena meningkatnya kesejahteraan hidup para

    anggotanya. Kebijakan kegiatan usaha simpan pinjam tertulis dalam Peraturan Koperasi tentang

    usaha simpan pinjam, yang berisi tentang permodalan, besar pinjaman, bunga pinjaman,

    simpanan wajib pinjam, aturan tentang angsuran pinjaman, jaminan dan sanksi yang

    diberlakukan jika terjadi tunggakan oleh anggota. Adanya aturan tentang pelaksanaan kegiatan

    usaha simpan pinjam ini memungkinkan terjadinya kesesuaian atau ketidaksesuaian pelaksanaan

    kegiatan usaha simpan pinjam pada Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Madani NTB

    Pada ketentuan Pasal 44 Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian

    menyebutkan pada pokoknya memberikan kewenangan terhadap koperasi untuk dapat

    menghimpun dana dan menyalurkan melalui kegiatan usaha simpan pinjam dari dan untuk

    anggota Koperasi yang bersangkutan, Adapun koperasi simpan pinjam menjadi salah satu

    alternatif bagi masyarakat untuk mendapatkan dana dalam upaya memperbaiki taraf kehidupan,

    pemenuhan kebutuhan sehari – hari dan mengembangkan usaha, koperasi yang banyak berperan

    dalam pemberian pinjaman adalah koperasi simpan pinjam sebagaimana diatur dalam ketentuan

  • Pasal 1 Angka 2 Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1995 tentang Pelaksanaan Kegiatan

    Usaha Simpan Pinjam oleh Koperasi.

    Berdasarkan uraian di di atas, selanjutnya penulis melakukan penelitian mengenai proses

    pelaksanaan perjanjian pinjam meminjam uang pada Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Madani

    NTB dan penyelesaian jika terjadi wanprestasi dalam perjanjian pinjam meminjam uang pada

    Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Madani NTB

    Manfaat penelitian dari segi akademis, yaitu diharapkan dapat memberikan masukan dalam

    penyusunan karya-karya ilmiah dan manfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan secara umum

    dalam dunia akademi dan sumbangan pemikiran dalam mengembangkan ilmu hukum khususnya

    yang berkaitan dengan Pelaksanaan Perjanjian Pinjaman Melalui Koperasi, manfaat dari segi

    praktis diharapkan hasil penelitian ini akan bisa di jadikan referensi atau menambah ilmu bagi

    peneliti yang sama pada waktu yang akan datang.

    Adapun tujuan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses Pelaksanaan Perjanjian

    Pinjaman Meminjam Uang Pada Koperasi ( Studi Koperasi Simpan Pinjam Madani NTB) serta

    mengetahui dan memahami penyelesaian sengketa yang apabila terjadi wanprestasi dalam

    perjanjian pinjam meminjam uang pada Koperasi Simpan Pinjam Madani NTB. bahan terkait

    dengan penelitian, kemudian ditarik kesimpulan yang dijabarkan dalam penulisan deskriptif.

    Penelitian ini merupakan penelitian hukum yuridis sosiologis (empiris), yaitu suatu

    penelitian yang menggunakan bahan kepustakaan atau data sekunder sebagai data awalnya

    kemudian dilanjutkan dengan data primer atau data lapangan. Lokasi penelitian di Koperasi

    Simpan Pinjam Madani NTB Cabang Mataram, Setelah didapatkan data-data yang

    diperlukan, maka peneliti melakukan analisis kualitatif, yakni dengan melakukan penilaian

    terhadap data-data yang didapatkan dilapangan dengan bantuan literatur-literatur atau bahan-

  • Setelah didapatkan data-data yang diperlukan, maka peneliti melakukan analisis kualitatif,

    yakni dengan melakukan penilaian terhadap data-data yang didapatkan dilapangan dengan

    bantuan literatur-literatur atau bahan-bahan terkait dengan penelitian, kemudian ditarik

    kesimpulan yang dijabarkan dalam penulisan deskriptif.

  • II. PEMBAHASAN

    PELAKSANAAN PERJANJIAN PINJAM MEMINJAM UANG PADA KOPERASI

    (STUDI DI KOPERASI SIMPAN PINJAM MADANI NTB CABANG MATARAM)

    Dalam pelaksanaan perjanjian pinjam meminjam uang di KSP Madani NTB para

    pihak calon peminjam yang akan mengajukan permohonan pinjaman uang, Koperasi Simpan

    Pinjam Madani NTB tidak menerima pemohon yang berusia di bawah umur yang belum

    memiliki kartu identitas berupa KTP walaupun mempunyai usaha sendiri harus memenuhi

    syarat sahnya perjanjian sebagaimana yang diatur Pasal 1320 Kitab Undang-Undang Hukum

    Perdata, salah satu syarat sahnya perjanjian dimana terkait dengan ini adalah Kecakapan

    untuk membuat suatu perjanjian. kecakapan bertindak berkaitan dengan masalah kedewasaan

    dari orang yang akan melakukan tindakan hukum. Tingkat kedewasaan seseorang dapat di

    ukur dari ketentuan Pasal 330 Kitab Undang Undang Perdata menyatakan bahwa batas usia

    dewasa adalah usia 21 tahun atau sudah menikah. Apabila Orang yang masih di bawah

    pengampuan melakukan perjanjian dapat di batalkan karena tidak cakap melakukan suatu

    perbuatan hukum. disiapkan formulir/blanko surat permohonan peminjaman dari koperasi

    yang tinggal di isi oleh calon peminjam yang akan mengajukan permohonan peminjaman

    uang. fungsi formulir yang diberikan kepada calon peminjam agar lebih memudahkan calon

    peminjam dalam melakukan pengisian hal-hal yang tercantum dalam formulir tersebut.

    Dalam pelaksanaan pemberian pinjaman dari Koperasi Simpan Pinjam Madani NTB di

    laksanakan secara tertulis dan di lakukan dengan bentuk perjanjian baku atau standar dimana

    hanya satu pihak yaitu pihak koperasi yang membuat atau menyiapkan perjanjian,

    sedangkan calon peminjam tidak ikut membuat membuat perjanjian dan hanya

    menandatangani saja perjanjian tersebut. Pada perjanjian baku hanya diperlukan pemahaman

  • salah satu pihak yaitu pihak calon peminjam untuk melaksanakan prestasi dengan perjanjian

    pinjaman yang telah dibuat oleh pihak koperasi. Perjanjian standar dikenal dengan istilah

    dalam bahasa Inggris yakni standart contract. Dalam bahasa Belanda perjanjian standar

    yakni standard voorwarden. Perjanjian ini dikenal juga dengan istilah “take it or leave it

    contract”. Dalam bahasa Indonesia perjanjian standar dikenal juga dengan istilah perjanjian

    baku. Perjanjian standar merupakan bagian dari pada perjanjian di bawah tangan yang

    berbentuk secara tulisan.

    Men