PALM COEIN Print Final

Click here to load reader

  • date post

    05-Aug-2015
  • Category

    Documents

  • view

    586
  • download

    5

Embed Size (px)

Transcript of PALM COEIN Print Final

PENDAHULUAN

Banyak mahasiswa kedokteran, dokter umum dan bahkan spesialis ginekologi bergumul ketika mendapatkan pasien dengan perdarahan uterus abnormal pada masa reproduksi. Hal ini tidak mengherankan dikarenakan terhambatnya penelitian dan penatalaksanaan terhadap wanita dengan perdarahan uterus abnormal pada masa reproduksi oleh karena nomentakular yang membingungkan dan tidak konsisten akibar kurangnya standarisasi metode yang digunakan untuk melakukan penelitian dan pengkategorian penyebab dari perdarahan uterus abnormal tersebut. Ketentuan seperti "menorrhagia" dan "perdarahan uterus disfungsional" sering memiliki arti yang berbeda dalam lingkungan yang berbeda, sering mengakibatkan salah penafsiran pasien, kolega, dan buku atau literatur medis. Selain itu banyak penyebab dari perdaraha uterus abnormal yang tidak terlihat seperti endometrial, defek dari koagulopati. Sedangkan penyebab perdarahan uterus abnormal yang disebabkan oleh adenomiosis, leiomioma, dan polip endometrium sering memperlihatkan gejala yang asimptomatik. Keadaan ini menimbulkan kesulitan bagi semua orang yang terlibat dalam bidan perdarahan uterus abnormal. Pada tingkat penyelidikan ilmiah sulit bagi para ilmuan untuk menciptakan suatu dasar model laboratorium bermakna, dan peneliti klinis ditantang untuk menemukan populasi homogen dari pasien yang mengalami perdarahan uterus abnormal. Selain itu sulit untuk membandingkan penelitian yang dilakukan oleh peneliti yang berbeda atau kelompok penelitian karena populasi yang digunakan dalam penelitian belum didefiniksikan menggunakan kriteria yang sama. Akibatnya sering didapatkan kesimpulan yang tidak akurat. Pengejaran terhadap mahasiswa kedokteran dan juga residen dipengaruhi oleh inkonsistensi dalam terminologi dan oleh variasi dalam pendekatan klinis untuk penyelidikan. Akhirnya, pada tingkat pasien, tidak mengejutkan apabila seorang wanita yang menderita perdarahan uterus abnormal dibingungkan oleh opini yang bertentangan. Sebagai hasil diatas maka diperlukan suatu nomentakular dan klasifikasi yang dapat diterima secara universal. Untungnya, pada bulan November 2010, FIGO (Federation Internationale de Gynecologie et Obstetrique) telah memberikan sistem klasifikasi penyebab perdarahan uterus abnormal pada masa reproduksi. Sistem ini disajikan dalam konteks sistem nomenklatur baru untuk gejala yang telah menjadi subyek dari publikasi tahun sebelumnya, dan membuang istilah-istilah yang sering1

membingungkan seperti menorrhagia, metrorrhagia dan perdarahan uterus disfungsional. Hal ini didasarkan pada "PALM-COEIN" yang merupakan singkatan dari polip, adenomiosis, leiomyoma, keganasan - koagulopati, gangguan ovulasi, endometrium cacat, iatrogenik, dan tidak diklasifikasikan.1

2

ISI

Perdarahan Uterus AbnormalPerdarahan uterus abnormal pada wanita tidak hamil di usia reproduktif memiliki patologi yang sangat luas. Ada banyak sekali terminologi yang digunakan baik untuk mendeskripsikan gejala maupun mengenai gangguannya sendiri sehingga dirasa cukup membingungkan dalam manajemen klinis dan dalam menerjemahkan sebuat riset dan uji klinis. Perdarahan uterus abnormal meliputi semua kelainan haid baik dalam hal jumlah maupun lamanya. Manifestasi klinis dapat berupa perdarahan banyak, sedikit, siklus haid yang memanjang atau tidak beraturan. Terminologi menoragia saat ini diganti dengan perdarahan haid banyak atau heavy menstrual bleeding sedangkan perdarahan uterus abnormal yang disebabkan oleh faktor koagulopati, gangguan hemostasis lokal endometrium dan gangguan ovulasi merupakan kelainan yang sebelumnya termasuk dalam perdarahan uterus disfungsional (PUD) Perdarahan uterus abnormal terbagi menjadi : 1. Perdarahan uterus abnormal akut didefinisikan sebagai perdarahan haid yang banyak sehingga perlu dilakukan penanganan yang cepat untuk mencegah kehilangan darah. Perdarahan uterus abnormal akut dapat terjadi pada kondisi PUA kronik atau tanpa riwayat sebelumnya. 2. Perdarhan uterus abnormal kronik merupakan terminologi untuk perdarahan uterus abnormal yang telah terjadi lebih dari 3 bulan. Kondisi ini biasanya tidak memerlukan penanganan yang cepat dibandingkan dengan PUA akut.3. Perdarahan tengah (intermenstrual bleeding) merupakan perdarahan haid yang terjadi

diantara 2 siklus haid yang teratur. Perdarahan dapat terjadi kapan saja atau dapat juga terjadi di waktu yang sama setiap siklus. Istilah ini ditujukan untuk mengganti terminlogi metroragia. 2

3

Sistem klasifikasi PALM COEINBerdasarkan International Federation of Gynecology and Obstetrics (FIGO), terdapat 9 kategori utama disusu sesuai dengan akronim PALM COEIN yakni ; polip, adenomiosis, leiomioma, malignancy dan hiperplasia, coagulopathy, ovulatory dysfunction, endometrial, iatrogenik, dan not yet classified. Kelompok PALM merupakan kelainan struktur yang dapat dinilai dengan berbagai teknik pencitraan dan atau pemeriksaan histopatologi. Kelompok COEIN merupakan kelinan non strruktural yang tidak dapat dinilai dengan teknik pencitraan atau histopatologi. Sistem klasifikasi tersebut disusun berdasarkan pertimbangan bahwa seorang pasien dapat memiliki satu atau lebih faktor penyebab PUA.

A. Polip (PUA-P) Terdapatsedikitkontroversidalampencantuman endometrial atauendocervicalpolip Definisi :-

Pertumbuhan lesi lunak pada lapisan endometrium uterus, baik bertangkai maupun tidak, berupa pertumbuhan berlebih dari stroma dan kelenjar endometrium dan dilapisi oleh epitel endometrium

Gejala : -

Polip biasanya bersifat asimptomatik, tetapi dapat pula menyebabkan PUA. Lesi umumnya jinak, namun sebagian kecil atipik atau ganas.

Diagnostik : Diagnosis polipditegakkanberdasarkan pemeriksaan USG dan atau histeroskopi, dengan atau tanpa hasil histopatologi.-

Histopatologi pertumbuhan eksesif lokal dari kelenjar dan stroma endometrium yang memiliki vaskularisasi dan dilapisiolehepitel endometrium.2,3

4

Hasil USG4

Histopatologi4

Histerektomi4 B. Adenomiosis (PUA-A) Definisi :5

-

Dijumpai jaringan stroma dan kelenjar endometrium ektopik pada lapisan miometrium

Gejala : Nyeri haid, nyeri saat snggama, nyeri menjelang atau sesudah haid, nyeri saat buang air besar, atau nyeri pelvik kronik Gejala nyeri tersebut diatas dapat disertai dengan perdarahan uterus abnormal.

Diagnostik : Kriteria adenomiosis ditentukan berdasarkan kedalaman jaringan endometrium pada hasil histopatologi Adenomiosis dimasukkan ke dalam sistem klasifikasi berdasarkan pemeriksaan MRI dan USG Mengingat terbatasnya fasilitas MRI, pemeriksaan USG cukup untuk mendiagnosis adenomiosis Hasil USG menunjukkan jaringan endometrium heterotopik pada miometrium dan sebagian berhubungan dengan adanya hipertrofi miometrium.-

Hasil histopatologi menunjukkan dijumpainya kelenjar dan stroma endometrium ektopikpadajaringan miometrium.3

C. Leiomioma (PUA-L)

Tumor jinak fibromuskular dari myometrium dikenal denganbeberapa nama yaitu leiomyoma, mioma, dan sering digunakan nama fibroid. Prevalensi dari mioma adalah 70% pada wanita kaukasian, dan 80% pada wanita keturunan Africa. Definisi : Pertumbuhan jinak otot polos uterus pada lapisan miometrium

Gejala : Perdarahan uterus abnormal6

-

Penekanan terhadap organ sekitar uterus, atau benjolan dinding abdomen

Diagnostik : Mioma uteri umumnya tidak memberikan gejala dan biasanya bukan penyebab tunggal PUA Pertimbangan dalam membuat sistem klasifikasi mioma uteri yakni hubungan mioma uteri denga endometrium dan serosa lokasi, ukuran, serta jumlkah mioma uteri. Berikut adalah klasifikasi mioma uteri : a. Primer : ada atau tidaknya satu atau lebih mioma uteri b. Sekunder : membedakan mioma uteri yang melibatkan endometrium (mioma uteri submukosum) dengan jenis mioma uteri lainnya.c. Tersier : Klasifikasi untuk mioma uteri submukosum, intramural dan subserosum.2,3

D. Malignancy and hyperplasia (PUA-M) Definisi : Pertumbuhan hiperplastik atau pertumbuhan ganas dari lapisan endometrium

Gejala : Perdarahan uterus abnormal

Diagnostik : Meskipun jarang ditemukan, namun hiperplasia atipik dan keganasan merupakan penyebab penting PUA Klasifikasi keganasan dan hiperplasia menggunakan sistem klasifikasi FIGO dan WHO Diagnostik pasti ditegakkanberdarkanpemeriksaanhistopatologi.

7

-

Ketika premalignant hyperplasia atau malignancy telah diidentifikasi pada wanita

dengan perdarahan uterus abnormal pada usia reproduksi, maka diklasifikasikan dalam PUA-M dan di subklasifikasikan lagi berdasarkan sistem klasifikasi FIGO atau WHO.2,3

E. Coagulopathy (PUA-C) Definisi : Gangguan hemostatis sistemik yang berdampak terhadap perdarahan uterus

Gejala : Perdarahan uterus abnormal

Diagnostik : Terminologi koagulopati digunakan untuk kelainan hemostatis sistemik yang terkait dengan PUA-

Tiga belas persen perempuan dengan perdarahan haid banyak memiliki kelainan hemostatis sistemik, dan yang paling sering ditemukan adalahpenyakit von Willebrand.3

F. Ovulatory dysfunction (PUA-O) Definisi : Kegagalan ovulasi yang menyebabkan terjadinya perdarahan uterus

Gejala : Perdarahan uterus abnormal

Diagnostik : Gangguan ovulasi merupakan salah satu penyebab PUA dengan manifestasi perdarahan yang sulit diramalkan dan jumlah darah yang bervariasi Dahulu termasuk dalam kriteria Perdarahan uterus disfungsional (PUD)8

-

Gejala bervariasi mulai dari amenorea, perdarahan ringan dan jarang, hingga perdarahan haid banyak

-

Gangguan

ovulasi

dapat

disebabkan

oleh

sindrom

ovarioum

polikistik,

hiperprolaktenemia, hipotiroid, obesitas, penurunan berat badan, anoreksia atau olahragaberat yang berlebihan.3

G. Endometrial (PUA-E) Definisi : Gangguan hemostatis lokal endometri