Mekanisme Pernafasan

download Mekanisme Pernafasan

of 25

  • date post

    20-Dec-2015
  • Category

    Documents

  • view

    64
  • download

    1

Embed Size (px)

description

Mekanisme Pernafasan

Transcript of Mekanisme Pernafasan

TINJAUAN PUSTAKA

Mekanisme Pernafasan

Gusna RidhaFakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

SkenarioSeorang anak perempuan berumur 10 tahun dibawa ibunya kedokter karena sesak nafas. Sesak dirasakan sejak semalam akibat batuk pilek yang terus menerus. Menurut ibunya, sebelum sakit anaknya kehujanan waktu pulang sekolah.PendahuluanTanda tanda vital ditubuh kita meliputi tekanan darah, suhu dan tidak kalah pentingnya adalah system pernafasan sebagai salah satu bagian penting yang meliputi pemasukan gas oksigen yang nantinya akan digunakan dalam system metabolisme tubuh kita, dan akan mengeluarkan gas carbondioksida yang berasal dari jaringan, yang merupakan sisa sisa dari proses metabolisme tadi. Beberapa gangguan yang bisa kita derita seperti batuk dan pilek ternyata dapat menimbulkan sumbatan dan menimbulkan gangguan sesak nafas pada system pernafasan kita. Yang menjadi hipotesa dari kelompok kami adalah sesak nafas diakibatkan adanya gangguan pada saluran pernafasan. Makalah ini membahas mengenai beberapa hal yang menyakut dengan scenario diatas. Makalah ini sendiri dibuat untuk membuktikan kebenaran akan hipotesis yang telah dibuat, sekaligus memenuhi tugas PBL yang diberikan pada kelompok saya, juga untuk menambah ilmu pengetahuan kita mengenai hal hal yang dapat kita ketahui dalam mekanisme kerja saraf, gangguannya, hingga terjadinya kejang itu sendiri.

Alamat Korespondensi : Gusna Ridha, Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana, Jl.Arjuna Utara no 6. Jakarta Barat, E-mail: Gusna.ridha@yahoo.com Respirasi Sistem pernapasan atau proses respirasi dapat didefinisikan sebagai gabungan aktivitas mekanisme pada manusia yang memiliki fungsi sebagai sistem yang berguna dalam menyalurkan udara masuk dan keluar dari tubuh. Kecepatan respirasi adalah jumlah pernapasan dalam satu menit. Kecepatan yang normal adalah 12 sampai 18 pernapasan per menit. Pernapasan pada anak-anak lebih cepat, yaitu 18-20 kali per menit.1Pusat dari pengaturan pernafasan kita terletak di korteks cerebri impulsnya disalurkan melalui traktus kortikospinalis ke motor neuron saraf pernafasan. Bila hubungan pusat dengan system perifer terputus, pernafasan dengna secara spontan terhenti tetapi pernafasan yang disengaja masih dapat dilakukan. Tetapi untuk pusat dari respirasinya sendiri ada yang terletak di pons dan ada juga yang terletak di medulla oblongata. 2Jalur Pernafasan Saluran napas berawal dari saluran nasal atau hidung. Saluran hidung membuka ke dalam faring atau tenggorokan, yang berfungsi sebagai saluran bersama untuk system pernapasan dan pencernaan. Terdapat dua saluran yang berasal dari faring-trakea, yang di lalui oleh udara untuk menuju paru, dan esophagus, yang dilalui oleh makanan untuk menuju lambung. Udara dalam keadaan normal masuk ke faring melalui hidung, tetapi juga dapat masuk melalui mulut ketika saluran hidung tersumbat, misalnya kita akan bernapas menggunakan mulut ketika kita pilek. Karena faring berfungsi sebagai saluran bersama untuk udara dan makanan maka sewaktu menelan terjadi mekanisme reflex yang menutup trakea agar makanan masuk ke esophagus dan bukan saluran napas. Esophagus selalu tertutup kecuali ketika menelan untuk mencegah udara masuk ke lambung sewaktu bernapas.3Laring atau voice box, terletak dipintu masuk trakea. Tonjolan anterior laring membentuk jakun. Pita suara, dua pita jaringan elastik yang melintang dipintu masuk laring, dapat diregangkan dan diposisikan dalam berbagai bentuk oleh otot laring. Sewaktu udara dilewatkan melalui pita suara kencang, lipatan tersebut bergetar untuk menghasilkan berbagai suara bicara. Bibir, lidah dan palatum mole memodifikasi suara menjadi pola suara yang dapat dikenali. Sewaktu menelan,pita suara melaksanakan fungsi yang tidak berkaitan dengan bicara, keduanya saling mendekat untuk menutup pintu masuk ke trakea. Di belakang laring, trakea terbagi menjadi dua cabang utama, yaitu bronkus kanan dan kiri yang masing masing masuk ke paru kanan dan kiri. Di dalam masing masing paru, bronkus terus bercabang cabang menjadi saluran napas yang semakin sempit, pendek, dan banyak, seperti percabangan sebuah pohon. Cabang cabang yang lebih kecil dikenal sebagai bronkiolus.3 Bronkiolus terkecil atau bronkiolus terminal akan bercabang bronkiolus respiratorius, dan kemudian menjadi duktus dan sakus alveolaris, di mana dindingnya membentuk alveoli dan hanya mengandung sel sel epitel. Alveoli merupakan kumpulan dari alveolus, di mana alveolus merupakan kantung kantung udara halus tempat pertukaran gas antara udara dan darah. Agar aliran udara dapat masuk dan keluar bagian paru tempat pertukaran berlangsung, kontinum saluran napas penghantar dari pintu masuk melalui bronkiolus terminal hingga alveolus harus tetap terbuka. Trakea dan bronkus besar adalah tabung yang cukup kaku tak berotot yang dikelilingi oleh serangkaian cincin tulang rawan yang mencegah saluran ini menyempit. Bronkiolus yang lebih kecil tidak memiliki tulang rawan untuk menjaganya tetap terbuka. Dinding saluran ini mengandung otot polos yang disarafi oleh system saraf otonom dan peka terhadapa hormone dan bahan kimia local tertentu. Factor factor ini mengatur jumlah udara yang mengalir dari atmosfer ke setiap kelompok alveolus, dengan mengubah derajat kontraksi otot polos bronkiolus sehingga mengubah kaliber saluran napas terminal.3 Sama dengan pembahasan, secara histologinya, sistem pernapasan, secara histologi, dibagi menjadi 2 bagian yaitu :41. Bagian KonduksiBerfungsi sebagai penghubung antara bagian luar dengan bagian respirasi di distal. Bagian konduksi ini mencakup rongga hidung, faring, laring, trakea, dan sistem bronkiolus yang berawal dengan percabangan bronkus (ekstrapulmonal dan intrapulmonal) dan percabangan bronkiolus terminalis.42. Bagian RespirasiPada bagian repirasi ini terjadi pertukaran gas oleh darah. Gas yang bertukar disini adalah oksigen dan karbondioksida. Bronkiolus respiratorius, duktus alveolares, dan alveoli merupakan bagian dari bagian repirasi ini bersama-sama merupakan bagian terbesar dari volume paru.4Sistem pernapasan dibentuk oleh beberapa struktur. Seluruh struktur tersebut terlibat dalam proses respirasi eksternal yaitu proses pertukaran oksigen (O2) antara atmosfer dan darah serta pertukaran karbondioksida (CO2) antara darah dan atmosfer. Respirasi eksternal adalah proses pertukaran gas antara darah dan atmosfer sedangkan respirasi internal adalah proses pertukaran gas antara darah sirkulasi dan sel jaringan. Respirasi internal (pernapasan selular) berlangsung di seluruh tubuh. Struktur yang membentuk system pernapasan dapat dibedakan menjadi struktur utama (principal structure), dan struktur pelengkap (accessory structure).4

Struktur Utama System Pernafasan

Yang termasuk struktur utama system pernapasan adalah saluran udara pernapasan, terdiri dari jalan napas (saluran pernafasan atas) dan saluran napas (saluran nafas bawah), serta paru (parenkim paru). Yang disebut sebagai jalan napas adalah nares, hidung bagian luar, (2) hidung bagioan dalam, sinus paranasal, faring, dan laring. Sedangkan saluran napas bagian baawah adalah trakea, bronki dan bronkioli.5 Anatomi Saluran Pernapasan Bagian Atas Lubang hidung (cavum nasalis)Hidung dibentuk oleh tulang sejati (os) dan tulang rawan (kartilago). Hidung dibentuk oleh sebagian kecil tulang sejati, sisanya terdiri atas kartilago dan jaringan ikat (connective tissue). Bagian dalam hidung merupakan suatu lubang yang dipisahkan menjadi lubang kiri dan kanan oleh sekat (septum). Rongga hidung mengandung rambut (fimbriae) yang berfungsi sebagai penyaring (filter) kasar terhadap benda asing yang masuk. Pada permukaan (mukosa) hidung terdapat epitel bersilia yang mengandung sel goblet. Sel tersebut mengeluarkan lender sehingga dapat menangkap benda asing yang masuk ke dalam saluran pernapasan. Kita dapat mencium aroma karena di dalam lubang hidung terdapat reseptor. Reseptor bau terletak pada cribriform plate, di dalamnya terdapat ujung saraf dari cranial I (Nervous Olfactorius).6Hidung berfungsi sebagai jalan napas, pengatur udara, pengatur kelembapan udara (humidifikasi), pengatur suhu, pelindung dan penyaring udara, indra pencium, dan resonator suara. Fungsi hidung sebagai pelindung dan penyaring dilakukan oleh vibrissa, lapisan lendir, dan enzim lisozim. Vibrissa adalah rambut pada vestibulum nasi yang bertugas sebagai penyaring debu dan kotoran (partikel berukuran besar). Debu-debu kecil dan kotoran (partikel kecil) yang masih dapat melewati vibrissa akan melekat pada lapisan lendir dan selanjutnya dikeluarkan oleh refleks bersin. Jika dalam udara masih terdapat bakteri (partikel sangat kecil), maka enzim lisozim yang menghancurkannya. 7 Sinus paranasalisSinus paranasalis merupakan daerah yang terbuka pada tulang kepala, dinamakan sesuai dengan tulang tempat dia berada yaitu sinus frontalis, sinus ethmoidalis, sinus sphenoidalis, dan sinus maxillaries. Sinus berfungsi untuk: Membantu menghangatkan dan humidifikasi, Meringankan berat tulang tengkorak, Mengatur bunyi suara manusia dengan ruang resonansi.5 FaringFaring merupakan pipa berotot berbentuk cerobong (kurang lebih 13cm) yang letaknya bermula dari dasar tengkorak sampai persambungannya dengan esophagus pada ketinggian tulang rawan (kartilago) krikoid. Faring digunakan pada saat digestion (menelan) seperti pada saat bernafas. Berdasarkan letaknya faring dibagi menjadi tiga yaitu di belakang hidung (naso-faring), belakang mulut (oro-faring), dan belakang laring (laringo-faring).5,6Nasofaring terdapat pada superior di area yang terdeapat epitel bersilia (pseudo stratified) dan tonsil (adenoid), serta merupakan muara tube eustachius. Adenoid atau faringeal tonsil berada di langit-langit nasofaring. Tenggorokan dikelilingi oleh tonsil, adenoid, dan jaringan limfoid lainnya. Struktur tersebut penting sebagai mata rantai nodus limfatikus untuk menjaga tubuh dari invasi organisme yang masuk