Makalah Kelompok 4(Label Dan Poster k3)Suci,Rahmadi,Raden

of 32 /32
MAKALAH KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA POSTER DAN LABEL K3 DISUSUN OLEH : RADEN INNU ROMI PAHLEVI ( 061340411658 ) RAHMADI KARSANA WIJAYA ( 061340411659 ) SUCI ANANDA PUTRI ( 061340411660 ) KELAS : 1 EG.B DOSEN PEMBIMBING : TAHDID, S.T,M.T TAHUN AKADEMIK 2013

Embed Size (px)

Transcript of Makalah Kelompok 4(Label Dan Poster k3)Suci,Rahmadi,Raden

MAKALAH

KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA

POSTER DAN LABEL K3

DISUSUN OLEH :

RADEN INNU ROMI PAHLEVI ( 061340411658 )

RAHMADI KARSANA WIJAYA ( 061340411659 )

SUCI ANANDA PUTRI ( 061340411660 )

KELAS : 1 EG.B

DOSEN PEMBIMBING :

TAHDID, S.T,M.T

TAHUN AKADEMIK 2013

POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA

KATA PENGANTAR

Puji syukur atas kehadirat Allah SWT, yang mana berkat rahmat-Nya makalah ini dapat terselesaikan dengan sebaik-baiknya. Tak lupa juga salawat beserta salam dihaturkan kepada nabi Muhammad SAW beserta para keluarga dan sahabatnya hingga akhir zaman. Makalah ini dibuat oleh penulis dengan tujuan agar pembaca bisa mengambil pelajaran yang terdapat dalam pembahasan makalah ini dan juga makalah ini dapat di diskusikan bersama agar semua orang dapat memberikan pendapatnya demi perbaikan makalah ini. Pada makalah ini penulis mengangkat topik tentang label dan poster k3. Disini akan dijelaskan mengenai . Akhir kata penulis ucapkan tidak ada gading yang tak retak walaupun makalah ini jauh dari sempurna tapi semoga makalah ini dapat bermanfaat dan dapat memberikan ilmu bagi yang membacanya.

I

DAFTAR ISIHALAMAN SAMPUL

KATA PENGANTAR............................................I

DAFTAR ISI.........................................................II

BAB 1 PENDAHULUAN .......................................1

I.1.Latar Belakang...........................................1

I.2.Rumusan Masalah..........................................1

I.3.Tujuan.............................................................1

BAB II ISI ............................................................2

II.1.SEJARAH POSTER...........................................2

II.2.PENGERTIAN POSTER SECARA UMUM.....2

II.3.TUJUAN POSTER SECARA UMUM..............2

II.4.CIRI-CIRI POSTER...........................................2

II.5.SYARAT SEBUAH POSTER............................2

II.6.KRITERIA POSTER YANG BAIK...............3

II.7.PRINSIP DASAR POSTER...........................3

II.8.PENGERTIAN POSTER K3..................................................................................................3

II.9.TUJUAN POSTER K3...........................................................................................................3

II.10.FUNGSI POSTER K3..........................................................................................................4

II.11.CONTOH-CONTOH POSTER K3....................................................................................4-6

BAB III.LABEL K3..............................................7

III.1.PENGERTIAN LABEL................................7

III.2.PENGERTIAN LABEL K3..........................7

III.3.TUJUAN LABEL..................................................................................................................7

III.4.FUNGSI LABEL...................................................................................................................7

III.5.CONTOH-CONTOH LABEL BAHAYA DAN PENANGANANNYA..........................7-12

III.6.SIMBOL BAHAYA DAN KLASIFIKASI BAHAN-BAHAN KIMIA(PBB)...............13-14

III.7.RANKING DAN SIMBOL BAHAYA BAHAN KIMIA(NFPA-AMERIKA)....................14

BAB IV.PENUTUP......................................................................................................................15

II

IV.I.KESIMPULAN.....................................................................................................................14

NOTULEN HASIL PRESENTASI

DAFTAR PUSTAKA

III

BAB I

PENDAHULUAN

I.1.LATAR BELAKANGPengenalan terhadap bahan kimia merupakan hal yang sangat penting dan suatu keharusan siapa saja yang berada dalam lingkungan bahan kimia (laboratorium atau gudang kimia) atau yang akan mengemas, menggunakan, atau memperlakukan bahan kimia itu dalam pekerjaan tertentu.

Sifat bahan kimia terbagi sifat fisis dan sifat kimia. Sifat-sifat ini meliputi wujud, warna, bau, berat jenis, titik didih, titik lebur, titik nyala, titik bakar, viskositas, higroskopis, kelarutan dalam air, rumus molekul, dsb. Sebagian bahan kimia merupakan pencemar bagi lingkungan, sebagian ada yang bersifat mudah terbakar, mudah meledak, korosif, racun, merusak organ tubuh, atau meracuni organisme.Oleh karena itu diperlukan suatu media untuk mengkomunikasikan bahaya atau aturan serta tata cara,agar tidak terjadi kecelakaan kerja.

Komunikasi Bahaya adalah suatu cara untuk menunjukkan bahwa suatu benda atau area mengandung bahaya atau jenis bahaya tertentu. Dengan adanya petunjuk terhadap bahaya tersebut maka setiap orang yang akan melakukan pekerjaan dengan alatatau bahan berbahaya tersebut atau bekerja pada area berbahaya tersebut dapat mengantisipasi dengan langkah-langkah pencegahan atau preventif, seperti alat perlindungan diri yang sesuai. Manfaat yang dapat dirasakan adalah:

Memudahkan mengetahui kandungan bahaya dalam suatu bahan atau area.

Penanganan bahan berbahaya tersebut dapat dilakukan dengan tepat sesuai jenis bahan yang bersangkutan.

Penggunaan Alat Pelindung Diri yang sesuai.

Dapat dengan cepat mengetahui langkah-langkah pengobatan jikaterkena bahan.

Penggunaan media pemadam yang sesuai dengan bahan.Ada beberapa cara dalam komunikasi bahaya, diantaranya yaitu:

1. Lisan dengan cara training atau pemberitahuan, kelemahannya adalah

kurang efektif karena orang mudah lupa.

2.Tulisan, dapat berupa MSDS serta Poster.

3.Visual, berupa Label, tanda, serta rambu.

I.2.RUMUSAN MASALAH 1. Apa itu poster dan label k3?

2. Apa tujuan poster dan label k3?

3. Apa saja fungsi poster dan label k3?

4. Bagaimana contoh poster dan label k3?

I.3.TUJUAN1. untuk mengetahui pengertian poster dan label k3

2. untuk mengetahui tujuan poster dan label k3

3. untuk mengetahui apa saja fungsi poster dan label k3

4. untuk mengetahui macam-macam contoh poster dan label k3

1

BAB II 2POSTER K3

II.1. SEJARAH POSTER

Titik awal kemunculan poster adalah ditemukannya teknik litografi (cetak) dan kromatografi (pewarnaan) pada akhir tahun 1780-an. Pada pertengahan abad 19 (tahun 1800-an) poster mulai banyak dibuat di Eropa. Pada tahun 1866 Julius Cheret membuat 1000-an poster untuk promosi pameran, pertunjukan theater, dan

produk-produk lain di Paris.II.2. PENGERTIAN POSTER SECARA UMUM

Poster adalah karya seni atau desain grafis yang memuat komposisi gambar dan huruf di atas kertas berukuran besar yang berisi pesan pesan atau informasi kesehatan yang biasanya di tempel di tembok tembok, di tempat tempat umum atau di kendaraan umum.Sifat sebuah poster adalah mencari perhatian mata sekuat mungkin. Poster bisa menjadi sarana iklan, pendidikan, propaganda, dan dekorasi. Selain itu bisa pula berupa salinan karya seni terkenal.II.3.TUJUAN POSTER SECARA UMUM Poster digunakan untuk berbagai macam keperluan, tapi biasanya hanya menyangkut satu dari

empat tujuan berikut ini:

1. Mengumumkan / memperkenalkan suatu acara

2.Mempromosikan layanan / jasa

3. Menjual suatu produk

4. Membentuk sikap atau pandangan (propaganda)II.4.CIRI-CIRI SEBUAH POSTER 1. Desain grafisnya memuat komposisi gambar dan huruf di

atas kertas berukuran besar.

2. Pengaplikasiannya dengan ditempel di dinding, tempat-tempat umum atau permukaan

datar lainnya dengan sifat mencari perhatian mata sekuat mungkin. 3. Karena itu poster biasanya dibuat dengan warna-warna dan kuat. 4. Bahasa singkat dan jelas.

5. Teks sebaiknya disertai gambar.

6. Dapat dibaca sambil lalu.II.5.SYARAT SEBUAH POSTER 1. Menggunakan bahasa yang mudah dimengerti

2. Kalimatnya singkat, padat, jelas dan berisi

3. Dikombinasikan juga dalam bentuk gambar

4. Menarik minat untuk dilihat

5. Bahan yang digunakan bagus, tidak mudak rusak, sobek.

6. Ukuran disesuaikan dengan tempat pemasangan dan target

pembaca.3 Hal-hal yang harus diperhatikan dalam membuat poster adalah sebagai berikut:

1. gambar dibuat mencolok sesuai dengan ide yang hendak

disampaikan.

2. kata-kata efektif, sugestif, dan mudah diingat.

3. tulisan dibuat besar-besar dan mudah dibaca.

4. poster dipasang di tempat yang strategis.II.6.KRITERIA POSTER YANG BAIK Karena biasanya sasarannya adalah orang yang bergerak, maka selain berukuran besar,

poster yang baik semetinya:

1. Berhasil menyampaikan informasi secara cepat

2. Ide dan isi yang menarik perhatian

3. Mempengaruhi, membentuk opini / pandangan

4. Menggunakan warna-warna mencolok

5. Menerapkan prinsip simplicityII.7.PRINSIP DESIGN POSTER - Keseimbangan / balancing - Alur baca / movement

- Penekanan / emphasis

- Kesatuan / unity

- Kesan / specific appealII.8. POSTER KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA Poster K3 adalah poster yang menjelaskan aturan atau memberikan saran yang dirancang untuk membuat orang keluar dari bahaya di tempat umum seperti kantor, pabrik, gedung sekolah pemerintah Dll. Hal ini terutama dirancang untuk memperingatkan orang-orang dari potensi bahaya dan bagaimana melindungi diri dari cedera. Tapi hal ini juga memainkan peran penting dalam menunjukkan dan member perhatian terhadap pemilik perusahaan bisnis atau publik untuk mematuhi undang-undang kesehatan dan keselamatan kerja.II.9.TUJUAN POSTER K3 - Sebagai media untuk memberi peringatan tentang potensi bahaya secara tidak langsung

kepada para pekerja atau pelaku industri - Untuk menjelaskan bagaimana cara melindungi diri dari cedera - Sebagai media untuk memberi informasi tentang tata cara kerja yang baik dan benar sesuai

dengan prosedur yang ada 4II.10. FUNGSI POSTER K3 - menjelaskan aturan atau memberikan saran yang dirancang untuk membuat orang keluar dari

bahaya di tempat kerja seperti kantor, pabrik,sekolah, gedung pemerintah atau akomodasi sewaan.

-Hal tersebut dirancang untuk memperingatkan orang-orang dari potensi bahaya dan bagaimana

melindungi diri dari cedera. Tetapi bukan hanya karyawan saja yang memainkan peran tersebut

tetapi juga sangat penting di tujukan bagi pemilik perusahaan. II.11. CONTOH CONTOH POSTER K3

5

5

5

6

7BAB III

LABEL K3

III.1. PENGERTIAN LABEL

Label adalah sejumlah keterangan pada kemasan produk. Secara umum, label minimal harus berisi nama atau merek produk, bahan baku, bahan tambahan komposisi, informasi gizi, tanggal kedaluwarsa, isi produk, dan keterangan legalitas.III.2. PENGERTIAN LABEL K3

Label K3 adalah penandaan pelengkap yang berfungsi memberikan informasi dasar mengenai kondisi kualitatif dan kuantitatif dari suatu bahan atau zat.

III.3. TUJUAN LABEL (SIMBOL BAHAYA ) - Dapat mengenal dengan cepat dan mudah sifat bahaya dari suatu bahan kimia - Mempermudah untuk mengetahui cara penyimpanan yang benar terhadap suatu zat - Mengurangi resiko bahaya yang bisa terjadi karena kita telah mengetahui zat atau bahan kimia

apa saja yang terkandung dalam suatu produkIII.4 FUNGSI LABEL ( SIMBOL BAHAYA ) - Untuk mengetahui apakah suatu produk mengandung unsur-unsur yang diharamkan

atau membahayakan bagi kesehatan - Untuk mengetahui bahan tambahan yang terkandung dalam suatu produk - Untuk mengetahui batas kadaluarsa pada suatu bahan atau zat - Untuk mengetahui legalitas suatu produk bahan atau zatIII.5. CONTOH-CONTOH LABEL DAN SIMBOL BAHAYA SERTA CARA PENANGANANNYA Label dan simbol bahaya bahan-bahan kimia serta cara penanganan secara umum sebagai berikut :a. Explosive(bersifat mudah meledak)

Bahaya : eksplosif pada kondisi tertentu

Contoh : amonium nitrat, nitrodelulosa 8

Keamanan : hindari benturan, gesekan, loncatan api dan panas.

Bahan dan formulasi yang ditandai dengan notasi bahaya explosive dapat meledak dengan pukulan/benturan, gesekan, pemanasan, api dan sumber nyala lain. Ledakan akan dipicu oleh suatu reaksi keras dari bahan. Energi tinggi dilepaskan dengan propagasi gelombang udara yang bergerak sangat cepat. Resiko ledakan dapat ditentukan dengan metode yang diberikan dalam Law for Explosive Substances Di laboratorium, campuran senyawa pengoksidasi kuat dengan bahan mudah terbakar atau bahan pereduksi dapat meledak . Sebagai contoh, asam nitrat dapat menimbulkan ledakan jika bereaksi dengan beberapa solven seperti aseton, dietil eter, etanol, dll. Produksi atau bekerja dengan bahan mudah meledak memerlukan pengetahuan dan pengalaman praktis maupun keselamatan khusus. Apabila bekerja dengan bahan-bahan tersebut kuantitas harus dijaga sekecil/sedikit mungkin baik untuk penanganan maupun persediaan/cadangan. Frase-R untuk bahan mudah meledak : R1, R2 dan R3.

Bahan kimia bersifat dapat meledak dengan adanya panas, percikan bunga api, guncangan atau gesekan. Misal KClO3, NH4NO3, C6H2 b. Oxidizing(pengoksidasi)

Bahaya : oksidator dapat membakar bahan lain, penyebab timbulnya api atau penyebab

sulitnya pemadaman api

Contoh : hidrogen peroksida, kalium perklorat

Keamanan : hindari panas serta bahan mudah terbakar dan reduktor

Bahan-bahan dan formulasi yang ditandai dengan notasi bahaya oxidizing biasanya tidak mudah terbakar. Tetapi bila kontak dengan bahan mudah terbakar atau bahan sangat mudah terbakar mereka dapat meningkatkan resiko kebakaran secara signifikan. Dalam berbagai hal mereka adalah bahan anorganik seperti garam (salt-like) dengan sifat pengoksidasi kuat dan peroksida-peroksida organik. Frase-R untuk bahan pengoksidasi : R7, R8 dan R9. Misal KMnO4, H2O2, K2Cr2O79c. Flammable(mudah terbakar)

Bahaya : mudah terbakar

Meliputi :- Zat terbakar langsung, contohnya aluminium alkil fosfor, keamanan : hindari campuran

dengan udara.

- Gas amat mudah terbakar. Contoh : butane, propane. Keamanan : hindari campuran dengan

udara dan hindari sumber api.

- Zat sensitive terhadap air, yakni zat yang membentuk gas mudah terbakar bila kena air atau

api.

- Cairan mudah terbakar, cairan dengan titik bakar di bawah 21C. contoh : aseton dan benzene. Keamanan : jauhkan dari sumber api dan loncatan bunga api. Jenis bahaya flammable dibagi menjadi dua yaituExtremely flammable(amat sangat mudah terbakar) danHighly flammable(sangat mudah terbakar). Untuk Bahan-bahan dan formulasi yang ditandai dengan notasi bahaya extremely flammable merupakan liquid yang memiliki titik nyala sangat rendah (di bawah 0oC) dan titik didih rendah dengan titik didih awal (di bawah +35oC). Bahan amat sangat mudah terbakar berupa gas dengan udara dapat membentuk suatu campuran bersifat mudah meledak di bawah kondisi normal. Frase-R untuk bahan amat sangat mudah terbakar adalah R12. Sedangkan untuk Bahan dan formulasi ditandai dengan notasi bahaya highly flammable adalah subyek untuk self-heating dan penyalaan di bawah kondisi atmosferik biasa, atau mereka mempunyai titik nyala rendah (di bawah +21oC). Beberapa bahan sangat mudah terbakar menghasilkan gas yang amat sangat mudah terbakar di bawah pengaruh kelembaban. Bahan-bahan yang dapat menjadi panas di udara pada temperatur kamar tanpa tambahan pasokan energi dan akhirnya terbakar, juga diberi label sebagai highly flammable. Frase-R untuk bahan sangat mudah terbakar yaitu R11.d. Toxic(beracun) 10

Bahaya : toksik berbahaya bagi kesehatan bila terhisap, tertelan atau kontak dengan

kulit, dan dapat mematikan.

Contoh : arsen triklorida, merkuri klorida.

Kemananan: hindari kontak atau masuk dalam tubuh, segera berobat ke dokter bila

kemungkinan keracunan.

Bahan dan formulasi yang ditandai dengan notasi bahaya toxic dapat menyebabkan kerusakan kesehatan akut atau kronis dan bahkan kematian pada konsentrasi sangat tinggi jika masuk ke tubuh melalui inhalasi, melalui mulut (ingestion), atau kontak dengan kulit.

Suatu bahan dikategorikan beracun jika memenuhi kriteria berikut:

- LD50 oral (tikus) 25 200 mg/kg berat badan

- LD50 dermal (tikus atau kelinci) 50 400 mg/kg berat badan

- LC50 pulmonary (tikus) untuk aerosol /debu 0,25 1 mg/L

- LC50 pulmonary (tikus) untuk gas/uap 0,50 2 mg/L

Frase-R untuk bahan beracun yaitu R23, R24 dan R25

e. Harmful irritant(bahaya, iritasi)

Kode Xn (Harmful) Bahaya : menimbulkan kerusakan kecil pada tubuh

Contoh : peridin

Kemanan : hindari kontak dengan tubuh atau hindari menghirup, segera berobat

ke dokter bila kemungkinan keracunan. Kode Xi (irritant) Bahaya : iritasi terhadap kulit, mata, dan alat pernapasan

Contoh : ammonia dan benzyl klorida 11

Keamanan : hindari terhirup pernapasan, kontak dengan kulit dan mata. Ada sedikit perbedaan pada symbol ini yaitu dibedakan dengan kode Xn dan Xi. Untuk Bahan dan formulasi yang ditandai dengan kode Xn memiliki resiko merusak kesehatan sedangkan jika masuk ke tubuh melalui inhalasi, melalui mulut (ingestion), atau kontak dengan kulit.

Suatu bahan dikategorikan berbahaya jika memenuhi kriteria berikut:

- LD50 oral (tikus) 200-2000 mg/kg berat badan

- LD50 dermal (tikus atau kelinci) 400-2000 mg/kg berat badan

- LC50 pulmonary (tikus) untuk aerosol /debu 1 5 mg/L

- LC50 pulmonary (tikus) untuk gas/uap 2 20 mg/L

Frase-R untuk bahan berbahaya yaitu R20, R21 dan R22.

Sedangkan Bahan dan formulasi dengan notasi irritant atau kode Xi adalah tidak korosif tetapi dapat menyebabkan inflamasi jika kontak dengan kulit atau selaput lendir. Frase-R untuk bahan irritant yaitu R36, R37, R38 dan R41.

f. Corrosive(korosif)

Bahaya : korosif atau merusak jaringan tubuh manusia

Contoh : klor, belerang dioksida

Keamanan : hindari terhirup pernapasan, kontak dengan kulit dan mata

Bahan dan formulasi dengan notasi corrosive adalah merusak jaringan hidup. Jika suatu bahan merusak kesehatan dan kulit hewan uji atau sifat ini dapat diprediksi karena karakteristik kimia bahan uji, seperti asam (pH 11,5), ditandai sebagai bahan korosif. Frase-R untuk bahan korosif yaitu R34 dan R35. Bahan kimia bersifat korosif, dapat merusak jaringan hidup, menyebabkan iritasi pada kulit, gatal-gatal bahkan dapat menyebabkan kulit mengelupas. Misal H2SO4, HNO3, Hcl.

12g. Dangerous for Enviromental(Bahan berbahaya bagi lingkungan)

Bahaya :bagi lingkungan, gangguan ekologi

Contoh :tributil timah klorida, tetraklorometan, petroleum bensin

Keamanan : hindari pembuangan langsung ke lingkunganBahan dan formulasi dengan notasi dangerous for environment adalah dapat menyebabkan efek tiba-tiba atau dalam sela waktu tertentu pada satu kompartemen lingkungan atau lebih (air, tanah, udara, tanaman, mikroorganisma) dan menyebabkan gangguan ekologi. Frase-R untuk bahan berbahaya bagi lingkungan yaitu R50, R51, R52 dan R53. Bahan kimia bersifat berbahaya bagi satu atau beberapa komponen dalam lingkungan kehidupan. Misal AgNO3, Hg2Cl2, HgCl2.III.5.SIMBOL BAHAYA DAN KLASIFIKASI BAHAN-BAHAN KIMIA 13 MENURUT PERSERIKATAN BANGSA-BANGSA (UNITED NATIONS)

1. BAHAN MUDAH MELEDAK

(EKSPLOSIF)

2 2.1 GAS MUDAH TERBAKAR

2.2 GAS BERACUN

2.3 GAS BERTEKANAN TIDAK MUDAH

TERBAKAR

3.BAHAN CAIR MUDAH TERBAKAR

3.1 Titik nyala :