Makalah ip

download Makalah ip

of 34

  • date post

    22-Jun-2015
  • Category

    Documents

  • view

    1.545
  • download

    8

Embed Size (px)

Transcript of Makalah ip

  • 1. A. Dasar Pendidikan I.Pengertian Dasar Pendidikan Pendidikanadalahgejalasemesta/fenomenauniversaldanberlangsung sepanjang hayat manusia, dimanapun manusia berada. Setiap ada kehidupan manusia, disana pasti ada pendidikan (Driyarkara, 1980: 32). Pendidikan merupakan suatu bentuk usaha yang disengaja demi pengembangan manusia dan masyarakat sehingga berdasarkan pada landasan-landasanpemikirantertentu.Olehkarenaitu,upayamemanusiakan manusia melalui pendidikan didasarkan pada pandangan hidup atau filsafat hidup, bahkan latar belakang sosio-kultural tiap masyarakat serta pemikiran-pemikiran psikologis tertentu. . II.Aliran-aliran Pendidikan a) Nativisme (Schoupenhauer) Perkembangan anak sepenuhnya ditentukan oleh pembawaan/ bakat yang dibawa sejak lahir. b) Empirisme (John Locke) Perkembangananaksepenuhnyaditentukanolehlingkungan/pendidikan. c) Konvergensi (William Stern) Perkembangan anak ditentukan pembawaan/ bakat dan lingkungan. d) Naturalisme (Rousseau) Manusia pada dasarnya baik, tapi menjadi tidak baik karena pengaruh dari masyarakat. Jika ingin baik, harus dikembalikan ke alam. III.Landasan Pendidikan Berikut ini adalah landasan-landasan yang menjadi dasar pendidikan :a)Landasan Filosofis Landasan filosofis berkaitan dengan kajian mengenai makna terdalam atau hakikat pendidikan tentang mengapa pendidikan dapat dilakukan dan atau diberikan oleh dan kepada manusia, apa yang 1

2. seharusnya menjadi tujuan pendidikan. Menurut George R. Knight (1982), aliran filsafat dibedakan menjadi dua bagian besar yaitu tradisional dan modern. Mazab-mazab perenialisme,sepertiprogresivisme,ensensialisme, rekonstrukismebehaviorisme, danhumanismmerupakan mazab-mazab teori pendidikan berdasarkan aliran-aliran filsafat tertentu yang pada langkah selanjutnya memmpengaruhi pandangan mengenai konsep dan praktik pendidikan. Di Indonesia sendiri dikembangkan teori pendidikan nasional Indonesia atau teori pendidikan nasional Pancasila yang dasar atau landasannya adalah filsafat Pancasila (Notonagoro, 1972) 1.Essensialisme Essensialisme menerapkan filsafat idealisme dan realisme secara elektis. Aliran ini mengutamakan ide-ide yang terpilih, yang pokok-pokok, yang hakiki/essensial yaitu liberal arts. Liberal arts meliputi bahasa, gramatika, kesusasteraan, filsafat, ilmu alam, matematika, sejarah dan seni.2.Perenialisme Perenialisme hampir identik dengan esensialisme, namun lebih menekankan pada keabadian atau ketetapan atau kehikmatan (perenial = konstan) yaitu hal-hal yang ada sepanjang masa (Imam Barnadib, 1988: 34). Hal yang abadi : Pengetahuan yang benar, keindahan, dan cinta kebaikan. Prinsip pendidikan pereniallisme (1) Manusia adalah bianatang yang rasional. (2) Alam adalah universal, jadi pendidikannya harus sama. (3) Pengetahuan itu Universal, berdasar mata pelajaran yang pasti dapat ditangkap oleh semua orang. (4) Mata pelajaran menjadi pusat/ sentral. 2 3. (5) Karya besar masa lalu adalah repository pengetahuan dan kebijaksanaan yang telah teruji (6) Pengalaman pendidikan adalah mempersiapkan hidup, bukan situasi nyata dalam kehidupan 3.Progresivisme Progresivismeadalahmazabpendidikanyangmenginginkan kemajuan. Prinsip Pendidikan Progresivisme (1) Proses pendidikan ditemukan dari asal dan maksud/ tujuan yang ada pada siswa, termasuk minat siswa. (2) Siswa itu aktif, bukan pasif. (3) Peran guru sebagai penasehat, pemberi petunjuk, dan mengikuti keinginan siswa. (4) Sekolah merupakan mikrokosmos dari masyarakat. (5) Aktivitas kelas berpusat pada problem solving. (6) Suasana kelas demokratis dan kooperatif. 4.Rekonstrukionisme Rekonstrukionisme berasal dari kata reconstruct yang berarti menyusun kembali. Menurut konteks filsafat pendidikan aliran ini adalah menyusun kembali susunan lama dan membangun tata susunan hidup kehidupan yang bercorak modern.5.Behaviorisme Behaviorisme atau aliran perilaku (juga disebut perspektif belajar) adalah filosofis dalam psikologi yang berdasar pada proposisi bahwa semua yang dilakukan organisme, termasuk tindakan, pikiran atau perasaan dapat dan harus dianggap sebagai perilaku. Aliran ini berpendapat bahwa perilaku demikian dapat digambarkan secara ilmiah tanpa melihat peristiwa fisiologis internal atau konstrak hipotesis seperti pikiran.3 4. 6.Humanisme Bersumber dari progresivisme dan eksistensialisme dengan tokohnya yaitu Carl Rogers, Abraham Maslow, dan Arthur Combs. John Holts adalah tokoh humanisme yang menginginkan agar siswa menjadi humanis yang pusatnya adalah kekuatan menciptakan lingkungan belajar di mana siswa maupun guru diliputi dengan rasa percaya dalam suasana yang nyaman dan hangat. Humanisme memusatkan pada aktualisasi diri dengan format institusi kelas terbuka yang terdesentralisasi dengan tidak adanya jadwal pelajaran yang kaku.b)Landasan Sosiologis Landasan sosiologis adalah hal-hal yang berkaitan dengan perwujudan tata tertib sosial, perubahan sosial, interaksi sosial, komunikasi, dan sosialisasi, memrupakan indikator bahwa pendidikan menggunakan landasan sosiologis.c)Landasan Kultural Kebudayaan merupakan hasil cipta rasa dan karya manusia. Di Indonesia telah ditegaskan bahwa pendidikan nasional berakar pada kebudayaan bangsa Indonesia. Kebudayaan dan pendidikan memiliki timbalbalikdansalingmempengaruhi.Kebudayaandapatdikembangkan dan diwariskan melalui pendidikan, sebaliknya, bentuk, ciri-ciri pelaksanaan pendidikan ditentukan oleh kebudayaan.. d)Landasan Historis Kehidupan manusia mempunyai sejarah yang panjang sehingga manusia tidak mampu melacak titik awal kapan mulainya kehidupan ini. Sejak manusia hidup, sejak itu pula pendidikan ada, dari yang paling sederhana sampai pendidikan yang sangat kompleks seperti sekarang ini. 4 5. e)Landasan Psikologis Landasan psikologis melandasi kegiatan pendidikan melibatkan aspek kejiwaan manusia. Oleh karena itu, landasan psikologis merupakan salah satu landasan pendidiakn yang penting. Pada umumnya pendidikan berkaitan dengan pemahaman dan penghayatan akan perkembangan manusia, khususnya dalam proses belajar mengajar.f)Landasan Ilmiah, Teknologi dan Seni Landasan Ilmiah, teknologi dan seni merupakan salah satu materi pengajaran sebagai bagian dan pendidikan. Perkembangan IPTEKS akan segera diakomodasi oleh pendidikan, di sisi lain pendidikan sangat dipengaruhi oleh perkembangan IPTEKS, sehingga tersedia berbagai informasi yang cepat dan tepat untuk selanjutnya dijadikan program, alat dan cara kerja teknologi pendidikan.g)Landasan Politik Landasanpolitik,politiksebagaicita-citayangharusdiperjuangkan melalui pendidikan, dimaksudkan agar tujuan dan atau cita-cita suatu bangsa dapat tercapai. h)Landasan Ekonomi Landasan ekonomi, pendidikan dapat dipandang sebagai human investment, karena dengan pendidikan maka manusia terdidik ini dapat menjadi modal bagi pembangunan. Manusia terdidik yang kemudian berfungsi sebagai tenaga kerja dan memiliki kemampuan teknologis, dapat membantu pertumbuhan ekonomi, yaitu naiknya GNP atau pendapatan nasional. Di sisi lain, untuk memperoleh pendidikan diperlukan adanya biaya. Biaya ini perlu dihitung untuk memperoleh sampai mana5 6. tingkat pendidikan yang akan di dapat dan seberapa banyak keuntungan yang akan didapat. i)Landasan Yuridis Landasan yuridis ada agar pelaksanaan pendidikan tidak melenceng dari keinginan masyarakat, maka perlu diatur dalam regulasi yang berlaku di masyarakat/bangsa tersebut. Landasan yuridis pendidikan Indonesia adalah UU Nomor 20 tahun 2003 yang berdasarkan pada UUD 1945. .6 7. B. Tujuan Pendidikan Tujuan pendidikan merupakan sesuatu yang hendak dicapai oleh kegiatan pendidikan. Pendidikan harus dimulai dengan tujuan, sehingga diasumsikan sebagai nilai. Tanpa sadar tujuan, maka dalam praktek pendidikan tidak ada artinya (Moore, T.W.,1974: 86). Jadi, dapat disimpulkanbahwatujuanpendidikanberkaitaneratdenganpelaksanaanya. Menurut M.J. Langeveld ada enam tujuan pendidikan yaitu (1) tujuan umum, (2) tujuan khusus, (3) tujuan tak lengkap (4) tujuan intermediet (5) tujuan sementara (6) tujuan insidental. 1.Tujuan umum merupakan tujuan paling akhir dan merupakan keseluruhan/kebulatan tujuan yang ingin dicapai oleh pendidikan. Menurut Notonagoro (1973: 14), secara filosofis tujuan akhir pendidikan adalah tercapainya kebahagiaan sempurna. Kebahagiaan sempurnamenurutNotonagoro,adalahsuatukeadaanyangmenimbulkan kepuasan sepuas-puasnya hingga tidak menimbulkan keinginan lagi dan hidup kekal/abadi. 2.Tujuan khusus merupakan pengkhususan dari tujuan umum yang didasarkan atas berbagai hal seperti usia, jenis kelamin, intelegensi, bakat, minat, lingkungan sosial budaya, tahap-tahap perkembangan, tuntutan persyaratan pekerjaan dan sebagainya.3.Tujuan tak lengkap merupakan tujuan yang hanya menyangkut sebagian aspek kehidupan manusia. Misalnya aspek psikologis, biologis, sosiologis saja. Salah satu aspek psikologis misalnya hanya mengembangkan emosi atau pikiran saja.4.Tujuan semntara adalah tujuan yang hanya dimaksudkan untuk sementara saja, ketika tujuan semntara telah dicapai maka akan ditinggalkan dan diganti dengan tujuan yang lain.7 8. 5.Tujuan intermediet yaitu tujuan perantara bagi tujuan lainnya yang sifatnya pokok. Misalnya anak dibiasakan untuk menabung agar tidak mempergunakan uangnya untuk berfoya-foya sesuka hatinya6.Tujuan insidental yaitu tujuan yang dicapai pada saat-saat tertentu, seketika, spontan. Tujuan insidental muncul apabila terjadi peristiwa yang membutuhkan penanganan khusus agar peristiwa tersebut dapat ditangani dengan terstruktur dan diawali tujuan yang jelas. Tujuan umum adalah tujuan akhir atau tertinggi yang berlaku disemua lembaga dan kegiatan pendidikan. Indonesia telah menetapkan tujuan pendidikan dalam Undang-undang Pendidikan yaitu pasal 3 UU No. 20 tahun 2003 yang berbunyi untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga Negara yang demokratis serrta bertanggung jawab