Makalah 4 SS Blm Fixed

download Makalah 4 SS Blm Fixed

of 37

  • date post

    18-Jan-2016
  • Category

    Documents

  • view

    22
  • download

    0

Embed Size (px)

description

modul neuro

Transcript of Makalah 4 SS Blm Fixed

DAFTAR ISI

Daftar Isi............................................................................................................................. 1BAB IPendahuluan ............................................................................................... 2BAB IILaporan Kasus ........................................................................................... 3BAB IIIPembahasan ................................................................................................ 4BAB IV Tinjauan Pustaka ...................................................................................... 12BAB VKesimpulan .............................................................................................. 35Daftar Pustaka .................................................................................................................. 36

BAB IPENDAHULUAN

Salah satu penyebab paling sering nyeri pungung pada orang dewasa adalah herniasi nucleus pulposus (herniasi diskus). Herniasi diskus intervertebralis atau hernia nukleus pulposus sering terjadi pada pria dan wanita dewasa dengan insiden puncak pada dekade ke 4 dan ke 5. Kelainan ini banyak terjadi pada individu dengan pekerjaan yang banyak membungkuk dan mengangkat. HNP pada daerah lumbal lebih sering terjadi pada usia sekitar 40 tahun dan lebih banyak pada wanita dibanding pria. HNP servikal lebih sering terjadi pada usia 20-40 tahun. HNP torakal lebih sering pada usia 50-60 tahun dan angka kejadian pada wanita dan pria sama.Hampir 80% dari HNP terjadi di daerah lumbal. Sebagian besar HNP terjadi pada diskus L4-L5 dan L5-S1. Sedangkan HNP servikal hanya sekitar 20% dari insiden HNP. HNP servikal paling sering terjadi pada diskus C6-C7, C5-C6, C4-C5. Selain pada daerah servikal dan lumbal, HNP juga dapat terjadi pada daerah torakal namun sangat jarang ditemukan. Lokasi paling sering dari HNP torakal adalah diskus T9-T10, T10-T11, T11-T12. Karena ligamentum longitudinalis posterior pada daerah lumbal lebih kuat pada bagian tengahnya, maka protrusi diskus cenderung terjadi ke arah posterolateral, dengan kompresi radiks saraf.Hernia nuklesus Pulposus yaitu keluarnya nuvkelus pulosus dari discus melalui robekan annulus fibrosus keluar ke belakang/dorsal menekan medulla spinalis atau mengarah ke dorsal lateral menekan saraf spinalis ehingga menimbulkan gangguan.Faktor-faktor yang menyebabkan timbulnya HNP :1. Aliran darah ke discus berkurang2. Beban berat3. Ligamentum longitudinalis posterior menyempitJika beban pada discus bertambah, annulus fibrosus tidak kuat menahan nucleuspulposus (gel) akan keluar, akan timbul rasa nyeri oleh karena gel yang berada dicanalis vertebralismenekan radiks

BAB IILAPORAN KASUS

SEORANG PEREMPUAN 44 TAHUN YANG MENGELUH NYERI LEHER DAN KEDUA LENGAN KESEMUTAN DAN BAAL.

Nyonya Tini umur 44 datang ke UGD RS di Jakarta selatan dengan keluhan nyeri pada leher yang menjalar kedua sisi lengan. Nyeri yang dirasakan nyonya tini sangat hebat yang dimulai dari bahu kiri, sekitar tulang belikat, belakang leher, nyeri menjalar ke lengan kiri dan ketiga jadi sisi radialis.

BAB IIIPEMBAHASAN

ANAMNESISIdentitas PasienNama: Ny. TiniUmur: 44 tahunJeniskelamin: PerempuanPekerjaan: -Keluhanutama: Nyeri leher dan kedua lengan kesemutan dan baal

Dari anamnesis, didapatkan data : Nyeri lehernya sudah diketahui selama 2 tahun dan baru dirasakan bertambah berat selama 2 bulan ini Akhir akhir ini, mulai merasakan nyeri sepanjang extermitas superior kanan disertai rasa baal, kesemutan, sering menjatuhkan barang yang dipegang karena menggenggam lemah dan rasa kesemutan Pernafasan kadang-kadang terganggu Membantah ada kesulitan berjalan atau kelemahan pada tungkainya Sering menggerakan leher kekanan dan kekiri dengan cepat karena merasa sering pegal di leher

Riwayat penyakit sekarangPada riwayat penyakit sekarang pasien ini dapat ditanyakan: Adakah perubahan atau gangguan perasaan pada bagian tubuh atau extermitas? Adakah rasa baal kesemutan seperti ditusuk atau seperti dibakar? Dimana tempatnya? Apakah rasa tersebut menjalar? Adakah bagian tubuh yang menjadi lemah atau lumpuh(tangan, lengan, kaki, tungkai)? Bagaimana sifatnya hilang timbul, menetap atau berkurang?

Riwayat penyakit dahuluPada riwayat penyakit dahulu pasien ini dapat ditanyakan: Apakah sebelumnya pasien ada riwayat penyakit jantung? Apakah pasien pernah mengalami trauma di daerah cervical?

Riwayat kebiasaan Apakah pasien seorang pecandu alkohol?

Dari data anamnesis, dapat diinterpretasikan pasien mengalami

PEMERIKSAAN FISIKKeadaanUmum: Tanda Vital1. TekananDarah140/90 Hipertensi grade 11. Nadi 80x/menitnormal1. Suhu 37C normal

Tinggi badan: 165 cm, Berat badan: 80 kg (obesitas)Kepala : normocephalicLeher : gerakan terbatas, pada flexi dan ekstensi menimbulkan nyeri. Pada palpasi leher bagian belakang tidak terasa nyeriCor/pulmo : normalAbdomen : lemes, tidak ada nyeri tekan, tidak kembung, tidak ada hepatosplenomegali atau massaTulang belakang lurus / tidak ada skoliosisEkstermitas tampaknya normal sajaKulit bersih

PEMERIKSAAN NEUROLOGISPupil: bulat, isokor, reflex cahaya langsung +/+, tidak langsung +/+Gerakan kedua bola mata: normalNervi 1 s/d 12: normalEkstermitas atas: gerakan bahu, siku, pergelangan tangan dan lengan bawah bilateral normal, tidak ada deformitas atau nyeri tekanStatus neurologic : extermitas superior kekuatan otot 5/5, khusus bilateral biceps, triceps dan interossei kekuatan 4+/5, brachioradialis dan lumbricales 5/5Extermitas inferior kekuatan oto 5/5, koordinasi dan keseimbangan baik, reflex fisiologis -/-, sensabilitas normal, tidak ada gangguan miksis dan defekasi

PEMERIKSAAN PENUNJANGHasil dari MRI

Potongan Sagital magnetic resonance imaging (MRI) scan menunjukkan tonjolan diskus intervertebralis servikalis pada C3-C4(persarafan diafragma)dan C7-T1(triceps, fleksor wrist, ekstensor jari, refleks tricepsC7, otot-otot intrinsik tanganT1).

DIAGNOSISDiagnosis klinis: hipertensi grade 1, obesitas, neuralgia, hipestesis, neuritis perifer, pernafasan tergangguDiagnosis topis: cervical 3.5,6Diagnosis patologis: hernia nucleus pulposusDiagnosis etiologi: peregangan berlebihan, degeneratif

Diagnosis banding: Brachial Neuritis Cancer dan Rehabilitasi Cervical Myofascial Pain Cervical Spondylosis Cervical Sprain and Strain Complex Regional Pain Syndromes Fibromyalgia Neoplastic Brachial Plexopathy Osteoarthritis Osteoporosis (Primary dan Secondary) Paget Disease Psoriatic Arthritis Radiation-Induced Brachial Plexopathy Rheumatoid Arthritis Rotator Cuff Disease Scheuermann Disease Thoracic Outlet Syndrome Traumatic Brachial Plexopathy

Masalah lain yang harus dipertimbangkan: Mekanikal etiologi Stenosis serviks Zygapophyseal serviks (facet) arthropathy Infeksi etiologi Discitis Epidural, subdural, atau abses intradural Etiologi metabolik Osteomalasia Penyakit paratiroid Rheumatologic etiologi Polimialgia reumatika (PMR) Ankylosing spondylitis Reiter sindrom Enteropathic arthritis Diffuse idiopathic skeletal hyperostosis (Dish)

KomplikasiKomplikasi gangguan tulang belakang leher mungkin termasuk yang berikut: Intractable axial or radicular pain Myelopathy terkait dengan kelemahan, hyperreflexia, dan neurogenik bowel / disfungsi kandung kemih Radiculopathy terkait dengan kelemahan ekstremitas atas dan mati rasa

1. Braddom RL, Buschbacher RM, Dumitru D: Physical Medicine and Rehabilitation. 2nd ed. Philadelphia,Pa: WB Saunders; 2000: 426-9.

2. Brouwers PJ, Kottink EJ, Simon MA, Prevo RL: A cervical anterior spinal artery syndrome afterdiagnostic blockade of the right C6-nerve root. Pain 2001 Apr; 91(3): 397-9[Medline].

3. Butler D: The Sensitive Nervous System. Adelaide, Australia: Noigroup Publications; 2000: 98, 378,383-4, 394.

PENATALAKSANAAN1. Terapi konservatifa. -Tirah baringPenderita harus tetap berbaring di tempat tidur selama beberapa hari dengan sikap yang baik adalah sikap dalam posisi setengah duduk dimana tungkai dalam sikap fleksi pada sendi panggul dan lutut. tertentu. Tempat tidur tidak boleh memakai pegas/per dengan demikina tempat tidur harus dari papan yang larus dan diutu[ dengan lembar busa tipis. Tirah baring bermanfaat untuk nyeri punggung bawah mekanik akut. Lama tirah baring tergantung pada berat ringannya gangguan yang dirasakan penderita. Pada HNP memerlukan waktu yang lebih lama. Setelah berbaring dianggp cukup maka dilakukan latihan / dipasang korset untuk mencegah terjadinya kontraktur dan mengembalikan lagi fungsi-fungsi otot. - Traksi servikal.

b. Medikamentosa1. SymtomatikAnalgetik (salisilat, parasetamol), kortikosteroid (prednison, prednisolon), anti-inflamasi non-steroid (AINS) seperti piroksikan, antidepresan trisiklik ( amitriptilin), obat penenang minor (diasepam, klordiasepoksid).2. KausalKolagenese.

c. FisioterapiBiasanya dalam bentuk diatermy (pemanasan dengan jangkauan permukaan yang lebih dalam) untuk relaksasi otot dan mengurnagi lordosis.

2. Terapi operatifTerapi operatif dikerjakan apabila dengan tindakan konservatif tidak memberikan hasil yang nyata, kambuh berulang atau terjadi defisit neurologik.

Satyanegara. Ilmu Bedah Saraf.Ed IV.Hernia nucleus pulposus, spondilosis, dan OPLL. p437-438. Jakarta: PT Gramedia, 2010.

PROGNOSISAd vitam: ad bonamAd functionam: ad bonamAd sanationam: dubia ad bonamSatyanegara. Ilmu Bedah Saraf.Ed IV.Hernia nucleus pulposus, spondilosis, dan OPLL. p437-438. Jakarta: PT Gramedia, 2010.

BAB IVTINJAUAN PUSTAKA

Susunan Medula Spinalis

Medula spinalis merupakan suatu struktur lanjutan tunggal yang memanjang dari medulla oblongata, melalui foramen magnum dan terus kebawah melalui foramen magnum dan terus kebawah melalui columna vetrebralis sampai setinggi vertebra lumbalis pertama pada dewasa. Medulla spinalis terbagi menajdi 3