Lentur Geser Torsi

download Lentur Geser Torsi

of 57

  • date post

    17-Oct-2015
  • Category

    Documents

  • view

    79
  • download

    4

Embed Size (px)

description

Lentur Geser & torsi

Transcript of Lentur Geser Torsi

  • STRUKTUR BETON BERTULANGGanter Bridge, 1980, Swiss

  • Komponen Struktur Beton Bertulang

  • STRUKTUR BETON BERTULANGTS3124DAFTAR PUSTAKABeton Bertulang suatu Pendekatan (Edward G. Nawi)Desain Beton Bertulang (Chu Kia Wang, Charles G. Salmon, Binsar Hariardja)SNI 03-2847-2002 Standar Perencanaan Beton BertulangMc Cormac, JC, 2003, Desain Beton Bertulang, Penerbit Erlangga Jakarta Wahyudi, L. dan Rahim, SA., 1995, Struktur Beton Bertulang; Standar Baru SNI T-15-1991-03, PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 272p

  • MK. PENDUKUNGMEKANIKA BAHANSTATIKATEKNOLOGI BAHANPRATIKUM TEKNOLOGI BAHAN

    MENDUKUNG MK.PERANCANGAN STRUKTUR BETON BERTULANGPERANCANGAN SRUKTURBETON PRATEGANG

  • Standar Kompetensi:Menguasai konsep dan mampu merancang elemen struktur beton bertulang sesuai dengan peraturan SNI-03-2847-2002.

    Mampu menuangkan hasil rancangan dalam bentuk gambar struktur.

  • Beton bertulang : kombinasi antara beton dan baja, dimana tulangan baja berfungsi menyediakan kuat tarik yang tidak dimiliki oleh beton . Tulangan baja juga dapat menahan gaya tekan sehingga sering digunakan pada kolom atau bagian lain dari suatu struktur.

  • Beton dan Beton BertulangBeton adalah campuran pasir, kerikil atau batu pecah, semen, dan air. Bahan lain (admixtures) dapat ditambahkan pada campuran beton untuk meningkatkan workability, durability, dan waktu pengerasan.Beton mempunyai kekuatan tekan yang tinggi, dan kekuatan tarik yang rendah.Beton dapat retak karena adanya tegangan tarik akibat beban, susut yang tertahan, atau perubahan temperatur.Beton bertulang adalah kombinasi dari beton dan baja, dimana baja tulangan memberikan kekuatan tarik yang tidak dimiliki beton. Baja tulangan juga dapat memberikan tambahan kekuatan tekan pada struktur beton.

  • KELEBIHAN BETON BERTULANG SEBAGAI BAHAN STRUKTURMemiliki kekuatan tekan yang relative lebih tinggi dari pada kebanyakan bahan lainnya

    Struktur beton bertulang sangat kokoh. Tahan terhadap api dan air

    Tidak memerlukan biaya pemeliharaan yang tinggi.

    Dibanding dengan bahan lain, beton bertulang memiliki masa layan yang sangat panjang. Sangat ekonomis untuk pondasi tapak, dinding basement, tiang tumpuan jembatan, dsb.

    Salah satu ciri khas beton adalah kemampuannya untuk dicetak menjadi bentuk yang sangat beragam, mulai dari plat, balok, kolom yang sederhana sampai atap kubah dan cangkang besar.

    Di sebagian besar daerah, beton terbuat dari bahan local yang murah (pasir, kerikil, air) dan relative membutuhkan sedikit semen dan baja yang mungkin saja harus didatangkan dari tempat lain.

    Keahlian buruh yang dibutuhkan untuk membangun konstruksi beton lebih rendah bila dibandingkan dengan bahan lain seperti baja struktur.

  • KELEMAHAN BETON BERTULANG Beton memiliki kekuatan tarik yang sangat rendah sehingga memerlukan penggunaan tulangan tarik.Beton bertulang memerlukan bekisting untuk menahan beton tetap pada tempatnyan sampai beton mengeras.Rendahnya kekuatan per satuan berat dari beton menyebabkan beton bertulang menjadi berat. Ini akan berpengaruh terutama pada struktur dengan bentang-bentang panjang dimana beban mati akibat berat sendiri yang sangat besar akan mempengaruhi momen lentur.Rendahnya kekuatan per satuan volume mengakibatkan beton bertulang akan berukuran relative besar. Hal penting yang harus dipertimbangkan untuk bangunan tinggi dan struktur dengan bentang panjang.Sifat beton sangat bervariasi karena bervariasinya proporsi campuran dan pengerjaannya. Penuangan dan perawatan beton umumnya tidak bisa ditangani seteliti yang dilakukan pada proses produksi material lain seperti baja struktur.Sifat susut (shrinkage) dan rangkak (creep) pada beton bila tidak diperhatikan dapat menimbulkan masalah yang berarti.

  • Diagram Tegangan Regangan BAJADiagram - bilinieroa = elastisab = lelehbc = strain hardeningJika :s < y ; fs = s . Es s y ; fs = fy Es = 200.000 MPa

  • Diagram Tegangan-Regangan BetonHasil uji tekan silinder beton (28 hari)Beton material getasMakin tinggi mutu, beton semakin getasfc = Tegangan maksimum hasil uji tekan silinder standar yg berumur 28 harifc = mutu betonNilai yg dipakai dalam analisis :fc (mutu beton) cu = 0.003

  • KEAMANAN STRUKTURAda 2 metode menghitung keamanan struktur :

    1.Metode berdasarkan TEGANGAN KERJAMaterial masih dalam keadaan elastis. Tegangan-tegangan akibat beban kerja/layan dibandingkan dengan tegangan yg diijinkan.

    2.Metode berdasarkan DISAIN KEKUATAN

    Beban kerja dikalikan dengan faktor beban tertentu yg lebih besar dari satu. Selain itu juga memperhitungkan berkurangnya kekuatan struktur akibat ketidakpastian dalam hal kekuatan bahan, ukuran dan pengerjaan.

    DISAIN STRUKTUR BETON BERTULANG BERDASARKAN DISAIN KEKUATAN

  • FAKTOR KEAMANAN BERDASARKAN DISAIN KEKUATANA.KUAT PERLU (U)Strukur harus dirancang shg. setiap penampang mempunyai kekuatan sama dengan kuat perlu yg dihitung berdasarkan beban/gaya terfaktor.Faktor Beban (lihat SNI-03-2002)U= 1,4 D D = beban matiU= 1,2 D + 1,6 L L = beban hidupU= 1,2 D + L E , dllE= beban gempaB. FAKTOR REDUKSI KEKUATAN ()Tujuan : memperhitungkan penurunan kekuatan akibat kesalahan dlm pelaksanaan, kwalitas material yg tidak sesuai, dll

    KUAT RENCANA = KUAT PERLU ( U ) dimana : = 0,80 (lentur) ; Kuat Rencana Momen (Mn)= Mu = 0.75 (geser) = 0.65 (aksial)

  • LENTURLentur disebabkan oleh momen.Akibat lenturan maka sebagian penampang menerima tekan, sebagian lagi menerima tarik. Peralihan daerah tekan dg daerah tarik disebut garis netral (Daerah dg Reg dan teg = 0).

    Kekuatan tarik beton sangat kecil sehingga bagian penampang beton yang menerima tarik kekuatannya diabaikan dan tugasnya akan digantikan oleh baja tulangan.

    DaerahTekanDaerah Tarikg.nDiagram regangan sebuah penampang (selalu linier)g.n = garis netral

  • DASAR-DASAR ANGGAPAN DALAM PERENCANAAN :1.Regangan dalam beton dan baja tulangan dianggap berbanding lurus dg jarak terhadap garis netral. (Bentuk diagram regangan selalu linier)

    2.Regangan maks. Beton pada serat tekan terluar cu = 0.003

    3.Untuk s < y, teg. Baja fs = s . EsUntuk s y, teg. Baja fs = fy

    4.Kekuatan tarik beton diabaikan

    5.Baja tulangan dianggap terekat sempurna dengan beton sehingga regangan baja sama dengan regangan beton.

  • HUBUNGAN DIAGRAM REG. DG TEGANGAN

  • Regangan BAJA TARIK : Ada 3 kondisi :a.Kondisi seimbang/balancePada saat regangan beton = 0.003, baja mencapai leleh (s=y)Kondisi tulangan lemah/underreinforceBaja terlebih dahulu leleh shg pada saat regangan beton = 0.003, regangan baja > reg. leleh (s > y) (melelehnya baja, akan memberikan tanda sebelum terjadi kegagalan struktur shg menghindari keruntuhan secara tiba-tiba).Kondisi tulangan kuat/overreinforceBeton terlebih dahulu mencapai reg. 0.003, baja belum mencapai leleh s
  • Distribusi tegangan tekan beton dapat didekati dengan suatu distribusi tegangan beton persegi ekivalen yangdidefinisikan sbb :

    1. Teg. Beton sebesar 0,85fc diasumsikan terdistribusi secara merata pada daerah tekan ekivalen yg dibatsi oleh tepi penampang dan suatu garis lurus sejajar sumbu netral sejarak a=1.c dari serat dg regangan tekan maks.

    2. Faktor 1 harus diambil sebesar 0,85 untuk beton dg nilai kuat tekan fc lebih kecil dari 30 MPa. Untuk fc > 30 MPa 1 harus dikurangi sebasar 0,05 untuk setiap kelebihan 7 MPa di atas 30 MPa, tapi 1 tidak boleh kurang dari 0,65

    1 = 0,85 fc 30 MPa

    0,85 0,05 (fc-30) 1 = -------------------------- fc > 30 MPa 73. Jarak c diukur dari sumbu netral ke serat tekan maksimum tegak lurus dengan sumbu tsb.

  • BLOK TEGANGANCc = 0.85 fc a b (tekan)Ts = fs As (tarik)As

  • Analisis Penampang dg Tulangan TunggalKeseimbangan Horisontal = 0

    Cc= Ts0.85 fc a b= As fyKeseimbangan Momen = 0

    Mn = Cc ( d a/2 ) (momen thd Ts)AtauMn = Ts ( d a/2 ) (momen Thd Cc)s > y

  • Penampang dg tulangan seimbangAs

  • Disain penampang dengan tulangan tunggal H = 0 Cc = Ts0,85.fc.a.b = As.fy

    As =

    M= 0 Mn= Ts ( d-a/2)= As.fy (d-a/2)=

    Dengan menetapkan (Mn) sama dengan Mn akibat beban luar maka nilai a dan As dpt dihitung

    Tulangan minimum dan maksimum:

    Rasio tulangan thd luas penampang beton efektif :

  • ALTERNATIF PENULANGAN BALOK DG TULANGAN TUNGGAL :dengan:Mn = Momen lentur nominalMu = Momen Ultimate = Faktor reduksi kekuatan (0,8)Rn = Koefisien ketahananb = Lebar penampangd = Tinggi efektif penampang, diukur dari serat tekan terluar ke pusat tulangan tarik

    Syarat : min makatau

  • PENAMPANG DG TULANGAN RANGKAPPada penampang dengan penulangan underreinforce, tulangan tarik leleh (s > fy), sedangkan tulangan tekan sudah /belum lelehA. TULANGAN TEKAN LELEH s y fs = fy

  • B. TULANGAN TEKAN BELUM LELEH

    s < y fs = s . Es

  • ANALISIS PENAMPANG DG TULANGAN RANGKAPZ1= (d - a/2)Z2= (d d)1.Bagian (1) adalah penampang bertulangan tunggal dengan luas tulangan tarik As1= As As2.Bagian (2) adalah penampang dg tulangan tarik dan tulangan tekan ekivalen yang luasnya sama besar (As2=As)Shg. Momen Nominal = Mn1 + Mn2Alternatif lain, secara teoritis gaya-gaya dalam pada penampang dibedakan menjadi 2 bagian yaitu :

  • Bagian (1) : Penampang bertulangan TunggalKeseimbangan gaya horisontal : H = 0 Cc = Ts10,85.fc.a.b = As1 .fy

    Dg. As1 = As As

    Keseimbangan momen M= 0 Mn1= Ts1 ( d-a/2)= As1.fy (d-a/2)= (As-As).fy (d-a/2)atau Mn1= Cc (d-a/2)= 0.85 fc a b (d-a/2)

  • Bagian (2) : Penampang dg tulangan tarik dan tulangan tekan yang luasnya sama besar As2 = AsA. Tulangan tekan (As) lelehAs2 = As= As-As1Ts2 = Cs = As2.fyMn2= Ts2 (d - d) = As2.fy (d d) = As (d d)

    Kuat momen nominal penampang bertulangan rangkap :Mn = Mn1 + Mn2

    B. Tulangan Tekan Belum lelehJika tulangan tekan belum leleh, maka dalam analisis harus menggunakan fs yang sebenarnya. Pendekatan perhitungan dapat dijelaskan sbb:

  • As1PEMERIKSAAN KESERASIAN REGANGAN

  • Bila tulangan tekan leleh : s y y = fy / Es

  • Jika tulangan tekan belum leleh, s < y fs = s . Es

    Pers. Ini dpt digunakan untuk mengetahui apakah baja tekan sdh leleh / belum

    Pers. digunakan untuk pendekatan awal Pemeriksaan keserasian regangan jika tul. Tekan belum leleh

  • Tinggi blok tegangan tekan ekivalen untuk keadaan tulangan tekan belum leleh :Momen Nominal dalam keadaan tulangan tekan belum leleh :Mn = Mn1 + Mn2 = (As.fy As.fs) (d a/2) + As.fs (d d)KONTROL KESERASIAN REGANGANKontrol kembali keserasian regangan dg menghitung kembali s, fs, a , c sehingga didapat nilai yg mendekati dengan nilai sebelumnya.

  • DALAM KEADAAN TULANGAN SEIMBANG (BALANCE REINFORCED) :Dengan adalah persentase tulangan dari balok bertulangan tunggal dengan luas As1 dalam keadaan seimbang

    Persentase maksimum untuk balok bertulangan rangkap adalah :

  • PENAMPANG BUKAN PERSEGI BALOK T, L krn. balok dan plat dicor monolitBALOK T, lebar efektif flens (be) = nilai terkecil dari : be < L b1 = 8 t1 atau L1 be < bw + b1 + b2 b2 = 8 t2 atau L2BALOK L, lebar efektif flens (be) = nilai terkecil dari : be < bw + b3 + b2 b3 = 1/12 L atau 6 t atau LPOT 1-1POT 2-2

  • ANALISIS BALOK TGARIS NETRAL JATUH PADA FLENS (c hf )hfbws> y0.003Ts = As1. fy

    GARIS NETRAL JATUH PADA BADAN (c > hf )Mn1 = Ts (d-a/2)Mn2 = Tf (d-hf/2)=+

  • a. Garis netral jatuh dalam flens ( c hf )Bila a < hf, balok dianalisa dg analisis balok persegi dg mengganti b dg be H = 0 Cc = Ts 0,85.fc.a.b = As.fy

    As =

    M= 0 Mn= Ts ( d-a/2)

    = As.fy (d-a/2) =

  • b. Garis netral jatuh dalam badan ( c > hf )Ada 2 keadaan : - Bila c > hf tapi a < hf dianalisa sebagai balok persegi dgn b = be - Bila c > hf tapi a > hf balok dianalisa sebagai balok T

    Balok T identik dgn balok persegi dg tulangan rangkap dimana flens kiri & kanan yg mengalami tekan dianalogikan sbg tulangan tekan imajiner dg resultan gaya tekan = Cf yang diimbangi oleh gaya tarik Tf dimana :

    Cf = 0.85 fc (be - bw) hf Tf = As2 . fy = Asf . fy Cf = Tf 0,85 fc (be - bw) hf = Asf . fy

    Asf =

    Pemeriksaan keserasian regangan tidak perlu dilakukan dalam analisa balok T ini, karena tulangan imajiner (Asf) dianggap selalu dalam keadaan leleh.

    Asf = tul.imajiner

  • Analisa dan disain tulangan Balok T identik dengan Balok bertulangan tunggal atau rangkap yaitu dengan menganggap tulangan tarik terdiri dari 2 (dua) bagian yaitu As1 yang harus mengimbangi gaya tekan beton dengan luas (bw x a) dan As2 yang mengimbangi luas baja imajiner Asf.

    Kuat Nominal total balok T menjadi :

    Mn = Mn1 + Mn2

    Mn1= As1 fy (d-a/2) = (As-Asf) fy (d-a/2)

    Mn2 = As2 fy (d-hf/2) = Asf fy (d-hf/2)

    Kuat Momen rencana :

    Mn = (As Asf) fy (d-a/2) + Asf fy (d hf/2)

    Kuat Perlu : Mu = Mn

  • GESERV=PV=PAkibat beban secara bersamaan balok menerima momen lentur dan gaya lintang / gaya geser. Kombinasi kedua teg. Tsb. Menghasilkan tegangan utama (tekan/tarik).Semakin dekat tumpuan momen lentur mengecil dan gaya geser meningkat. Tegangan utama tarik bekerja pd sudut 45o.Karena kuat tarik beton sangat lemah, maka retak tarik diagonal terjadi didaerah tumpuan.

  • RAGAM KERUNTUHANKeruntuhan Lentur :Terjadi pd daerah dg momen lentur besar, dg rasio a/d > 5,5 (b.terpusat) atau lc/d > 15 (b.merata). Arah retak hampir tegak lurus sumbu balok. Keruntuhan balok ditandai dg semakin menyebar/melebarnya retak dan meningkatnya lendutan shg. Memberikan warning yg cukup sebelum runtuh

    Keruntuhan Tarik Diagonal :Terjadi pada balok dg rasio a/d berkisar antara 2,5 5,5 atau lc/d 11 16. Keretakan dimulai dg terbentuknya retak lentur kemudian menyebar kedaerah dg momen yg lebih kecil tapi geser yg lebih besar. Dg meningkatnya gaya geser retak akan melebar dan merambat mencapai sisi atas balok dan balok runtuh. Keruntuhan jenis ini sangat getas/brittle dengan lendutan relatif kecil

    Keruntuhan Geser Tekan :Terjadi pada balok dg rasio a/d 1 2,5 atau lc/d 1 5. Setelah terjadi retak geser lentur, retak merambat kebelakang sepanjang tulangan lentur yg melepaskan lekatan tulangan memanjang dengan beton. Balok berperilaku sebagai busur dua sendi diakhiri dengan keruntuhan tarik diagonal. Masih tergolong keruntuhan getas dg peringatan terbatas.

  • MEKANISME TRASFER GESERPENAMPANG TANPA TULANGAN GESERVcz =gaya geser pd daerah blok beton tekanVay =gaya geser antara permukaan retak (interface shear transfer)Vd =gaya dowel action (aksi pasak) oleh tulangan memanjang

    Gaya geser pada penampang tanpa tulangan geser akan dilawan oleh komponen gaya Vcz, Vay dan Vd.Jumlah ketiga komponen tsb. disebut gaya geser yang ditahan oleh beton ( Vc ). Vc = Vcz + Vay + Vd

  • MEKANISME TRASFER GESERPENAMPANG DENGAN TULANGAN GESERAkibat adanya tulangan geser, maka komponen gaya geser mendapat tambahan dari tulangan geser yaitu :Vn = {Vcz + Vay + Vd} + VsVn = Vc + Vs Sengkang akan meningkatkan kekuatan balok karena :Sengkang akan memikul sebagian gaya geser penampangSengkang akan menahan perkembangan lebar retak akibat tarik diagonal sehingga mempertahankan adanya interface shear transferSengkang yg cukup rapat akan mengikat tulangan memanjang sehingga meningkatkan dowel capacity

  • SPASI MAKSIMUM :Sengkang tidak dapat diperhitungkan sebagai penahan geser apabila sengkang tersebut tidak terpotong oleh retak miring. Untuk menjamin sengkang terpotong oleh retak miringn maka perlu pembatasan thd jarak sengkang (s) sbb :Bila Vs < 1/3 fc bw d smak < d

    Bila Vs > 1/3 fc bw d smak < d

    Sengkang miring atau tulangan longitudinal yang dibengkokkan harus dipasang dg spasi sedemikian rupa shg. Setiap garis miring 45 o yang ditarik dari tengah tinggi komponen d/2 ke tulangan tarik diagonal harus memotong paling sedikit satu garis tulangan geser.

    Disamping untuk alasan tersebut, persyaratan ini untuk meningkatkan dowel action, karena makin kecil jarak sengkang, maka dowel action makin besar.Retak memotong tulangan geserTul.miring min memotong 1 tulangan geser

  • Pada balok beton dengan web (badan) yang sangat tipis, keruntuhan biasanya diawali oleh hancurnya beton pada web sebelum melelehnya sengkang.

    Untuk mencegah keruntuhan semacam ini, maka tegangan geser harus dibatasi. Oleh karena itu gaya geser pada sengkang dibatasi maks:

    Vs 2/3 fc bw d

    Bila Vs yang dipikul terlalu besar :

    Vs > 2/3 fc bw d penampang harus diperbesar !!

  • PERENCANAAN PENAMPANG THD GESERPerencanaan penampang terhadap geser menggunakan metode Modified Truss Analogi yang mengasumsikan bahwa tulangan geser sengkang akan memikul semua gaya geser total.

    Pendapat lain dari beberapa peneliti juga menyimpulkan bahwa :

    Kekuatan geser yang disumbangkan oleh beton dpt diambil sebesar gaya geser yg dapat menyebabkan keretakan miring pd beton, sehingga tulangan geser hanya bertugas memikul kelebihan geser.Ada 4 asumsi :Balok tanpa tulangan geser, gaya geser Vcr yang menyebabkan retak diagonal pertama dianggap sebagai kapasitas geser dari balok.

    Balok dengan tulangan geser, beton dianggap dapat memikul gaya geser konstan Vc. Setiap penulangan geser direncanakan hanya memikul kelebihan gaya geser dari Vc tsb.

    Vn = Vc + Vs atau Vs = Vn Vc

  • 3. Gaya geser konstan Vc dapat diambil sebesar Vcr (gaya geser yg menyebabkan retak diagonal pertama)4. Gaya geser Vs yang ditahan oleh sengkang, dg anggapan kemiringan retak 45o dan kemiringan sengkang dapat ditentukan sbb :Penampang KritisGaya geser akibat beban, dihitung pada penampang kritis. Tumpuan (kondisi tekan) : penampang kritis sejauh d dari muka tumpuan.Tumpuan (kondisi tarik) : penampang kritis terletak pada muka tumpuan

  • Tahapan mendisain tulangan geser1.Tentukan penampang kritis & hitung gaya terfaktor (Vu) yang terjadi sejarak d dari muka tumpuan (bila tidak ada beban terpusat pada jarak ini)2.Cek apakah Vu { Vc + 2/3 fc bw d }Bila tidak perbesar penampang3.Gunakan tulangan geser minimum bila 0,5 Vc Vu Vc 4.Bila Vu > Vc perlu tulangan geser

    Vn Vc + Vs Vn = kuat geser rencana Vu/ Vc + Vs = kuat geser perlu (Vu) / Vs = Vu/ VcVs= gaya geser pd tul. geserBila Vs > 2/3 fc bw d penampang diperbesar

    Jarak tulangan geser (sengkang) :

  • TULANGAN GESER MINIMUMVc merupakan parameter penentu dalam desain.Karena keruntuhan balok tanpa tulangan geser terjadi secara tiba-tiba ( tanpa adanya tanda-tanda yg cukup), sehingga harus dipasang tulangan geser minimum.

    Bila 0.5 Vc < Vu < Vc harus menggunakan tulangan geser minimum sebesar :

    Vu = gaya geser terfaktors= jarak tulangan geserbw= lebar balokAv= luas tulangan geserAv = 2x luas bagian tul. yg Vertikal ( Av = 2.1/4..D2 )

  • TORSITu TnTn = Tc + TsTu < [ (fc/20) x2 y ] untuk balokTu < [ (fc/20) b2 h ] Torsi diabaikan

    Kuat Momen Torsi yg disumbangkan Beton :

    Torsi Murni :

    Torsi dg Gaya Lintang :

  • Bila terdapat gaya normal Nu, maka :Nu positif (+) = tekanNu negatif (-) = tarik

  • Kuat Momen Torsi Nominal yg disumbangkan oleh TulanganAt = luas tulangan sengkang satu kaki (1)S = jarak sengkang

  • Tulangan memanjang diambil yg terbesar dari :Bila Tu dan Tc diketahui,Atau,Ts maks : Ts 4 Tc

  • Tahapan Desain Kombinasi Geser dan TorsiKetahui dulu apakah Torsi Kesetimbangan atau Torsi Kompatibilitas1.Tentukan penampang kritis dan cari Momen Torsi Berfaktor Tu

    2.Hitung Tahanan Torsi Nominal Tc dari beton

    Jika : Tu Tc Torsi diabaikan Tu > Tc Cari Ts Ts > 4 Tc penampang diperbesarTn = Tu/Tn

  • X1 = lebar terasY1 = tinggi terasS = jarak sengkangAt = luas satu kaki sengkangDgn :

  • 6. SUSUN PENULANGAN DG ATURAN SBB :Jarak spasi sengkang s (x1+y1)/4 atau 300 mmTulangan memanjang disebar merata dg jarak pkp 300 mm & paling tidak satu tulangan di pojokDiameter tulangan > D12fy 400 MPaTulangan Torsi harus disediakan paling tidak (b+d) dari titik kritis yang diperlukan.