Laporan Praktikum Mikologi (Pda)

of 30 /30
LAPORAN PRAKTIKUM MIKOLOGI PEMBUATAN MEDIA PDA (POTATO DEXTROSE AGAR) Oleh : Kelompok II Genap 1. Ni Wayan Desi Jumanti (P07134012 004) 2. Ni Kadek Ratnayanti (P07134012 004) 3. Carin Indhita Carolina (P07134012 004) 4. I Made Dwi Sumarajaya (P07134012 034) 5. Ni Putu Rani Suramayanti (P07134012 004)

description

hh

Transcript of Laporan Praktikum Mikologi (Pda)

Page 1: Laporan Praktikum Mikologi (Pda)

LAPORAN PRAKTIKUM MIKOLOGI

PEMBUATAN MEDIA PDA(POTATO DEXTROSE AGAR)

Oleh :

Kelompok II Genap

1. Ni Wayan Desi Jumanti (P07134012 004)

2. Ni Kadek Ratnayanti (P07134012 004)

3. Carin Indhita Carolina (P07134012 004)

4. I Made Dwi Sumarajaya (P07134012 034)

5. Ni Putu Rani Suramayanti (P07134012 004)

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

POLITEKNIK KESEHATAN DENPASAR

DIII JURUSAN ANALIS KESEHATAN

2014

Page 2: Laporan Praktikum Mikologi (Pda)

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Kuasa, karena atas limpahan rahmat serta karunia

beliaulah kami dapat menyelesaikan laporan praktikum ini yang berjudul “PEMBUATAN

MEDIA PDA” tepat pada waktu yang ditentukan. Laporan ini bertujuan untuk membina  dan

mengembangkan potensi mahasiswa dibidang akademik, yang mengacu pada teori mikologi

dan bisa menambah wawasan, informasi dan pengetahuan penulis dalam bidang mikologi

serta dapat dijadikan pedoman dan pembelajaran yang bermanfaat.

Laporan ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah mikologi dan sebagai laporan

hasil praktikum yang telah dilaksanakan. Selama penyusunan laporan ini, penulis tidak hanya

sendiri melainkan berkelompok dan banyak mendapat bantuan berupa arahan atau

bimbingan.

Untuk itu, ucapan terimakaih tak lupa kami sampaika kepada semua pihak terutama

pada dosem pengampuh mata kuliah mikologi serta rekan mahasiswa dan semua pihak yang

terlibat didalamnya.

Yang dalam hal ini telah memberi motivasi dalam bentuk materi maupun pemikiran

sehingga dalam penyusunan laporan ini berjalan dengan lancar. Semoga laporan ini dapat

bermafaat bagi semua pihak khusnya bagi para pembaca.

Denpasar, 8 Oktober 2014

Penyusun

Page 3: Laporan Praktikum Mikologi (Pda)

DAFTAR ISI

Kata Pengantar……………………………………………………………... i

Daftar Isi…………………………………………………………………..... ii

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang............................................................................. 1

1.2. Rumusan Masalah……………………………………………… 1

1.3. Tujuan………………………………………………………….. 2

1.4. Manfaat………………………………………………………... 2

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

1.1 Pengertian Media………………………………………………. 3

1.2 Macam-Macam Media………………………………………... 3

1.3 Penggolongan Media………………………………………….. 4

1.4 Media PDA……………………………………………………. 5

BAB III METODE PRAKTIKUM

3.1. Waktu dan Tempat....................................................................... 6

3.2. Metode......................................................................................... 6

3.3. Alat Bahan................................................................................... 6

3.4. Cara Kerja.................................................................................... 7

BAB IV HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN

4.1. Hasil Pengamatan......................................................................... 10

4.2. Pembahasan.................................................................................. 12

BAB IV HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN

5.1 Kesimpulan................................................................................... 15

5.2 Saran............................................................................................ 15

DAFTAR PUSTAKA.................................................................................... 16

Page 4: Laporan Praktikum Mikologi (Pda)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Terkadang dalam melakukan pemeriksaan mikrobiologi, baik bakteri maupun

jamur, diperlukan suatu kultur spesies tertentu, entah untuk tujuan identifikasi,

pencacahan, uji sensitifitas, mendapatkan kultur yang murni ataupun yang lainnya. Maka

dari itu, diperlukan suatu substansi yang mampu menjadi wadah untuk berkembangnya

mikroba yang ingin dikultur. Substansi tersebut dikenal dengan nama media.

Medium kultur merupakan suatu bahan yang terdiri dari campuran nutrient (zat

makanan pada tingkat sel) yang digunakan untuk menumbuhkan (kultivasi)

mikroorganisme. Medium kultur dapat dibedakan berdasarkan atas susunan kimianya,

konsistensinya, maupun fungsinya. Supaya mikroorganisme tumbuh dengan baik, maka

medium kultur harus mengandung semua nutrient yang diperlukan dalam keadaan

seimbang, tidak mengandung zat-zat penghambat, dalam keadaan steril, mempunyai

tekanan osmose yang sesuai, dan mempunyai keasaman (pH) yang sesuai pula.

Pada prinsipnya medium dapat dibuat dari beberapa bahan bernutrien. Bahan-

bahan yang bernutrien diekstraksi dengan air, sehingga melarutkan larutan nutrient. Agar-

agar digunakan untuk memadatkan larutan nutrient bagi mikroorganisme yang

membutuhkan medium padat dalam pertumbuhannya. Setelah bahan-bahan tercampur

homogen, kemudian disaring dan diatur keasamannya. Bahan yang telah tercampur

homogen dan diketahui keasamannya dimasukkan dalam gelas Erlenmeyer atau dalam

tabung-tabung reaksi masing-masing sebanyak yang diperlukan dan disumbat rapat.

Medium disterilkan sesuai dengan sifatnya. Medium yang tahan panas disterilkan dengan

uap air panas yang bertekanan (otoklaf), sedangkan medium-medium cair yang tidak

tahan panas disterilkan dengan penyaringan super halus.

Proses pembuatan biakan jamur ini dapat digolongkan ke dalam proses analitik

maka dari itu sangatlah penting untuk mengontrol kualitas biakan jamur ini pada media

yang digunakan agar jamur yang diinginkan untuk diidentifikasi dapat tumbuh dengan

baik pada media yang telah disiapkan sebelumnya.

1.2. Rumusan Masalah

a. Bagaimana cara membuat biakan (kultur/kultivasi) jamur?

b. Apa nilai kritis pembuatan biakan (kultur/kultivasi) jamur?

Page 5: Laporan Praktikum Mikologi (Pda)

1.3. Tujuan

1) Tujuan Umum

a. Mahasiswa mampu memahami media selektif.

b. Mahasiswa mampu menjelaskan media PDA (Potato Dextrose Agar).

2) Tujuan Khusus

a. Mahasiswa dapat mengetahui prosedur pembuatan media PDA (Potato

Dextrose Agar).

b. Mahasiswa dapat membuat media PDA (Potato Dextrose Agar).

1.4. Manfaat

Manfaat yang didapat dari praktikum kali ini adalah mahasiswa dapat mengetahui

cara pembuatan media PDA (Potato Dextrose Agar) untuk pertumbuhan jamur.

Page 6: Laporan Praktikum Mikologi (Pda)

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Pengertian Media

Media adalah suatu bahan yang terdiri dari campuran zat-zat hara (nutrient) yang

berguna untuk membiakkan mikroba. Dengan mempergunakan bermacam-macam media

dapat dilakukan isolasi, perbanyakan, pengujian sifat-sifat fisiologis dan perhitungan

jumlah mikroba.

Supaya mikroba dapat tumbuh baik dalam suatu media, maka medium tersebut

harus memenuhi syarat-syarat antara lain :

a. Harus mengandung semua zat hara yang mudah digunakan oleh mikroba

b. Harus mempunyai tekanan osmosa, tegangan permukaan dan pH yang sesuai

dengan kebutuhan mikroba yang ditumbuhkan

c. Harus mengandung zat-zat yang dapat menghambat pertumbuhan mikroba

d. Harus berada dalam keadaan steril sebelum digunakan, agar mikroba yang

diinginkan dapat tumbuh baik.

2.2. Macam-macam media

Media dapat digolongkan berdasarkan atas susunan  kimianya, sifat wujudnya

dan fungsinya. Penggolongan media berdasarkan susunan kimia :

a. Media anorganik. Yaitu media yang tersusun dari bahan-bahan anorganik

b. Media organik. Yaitu media yang tersusun dari bahan-bahan organic

c. Media sintetik (media buatan). Yaitu media yang susunan kimianya diketahui

dengan pasti. Media ini umumnya digunakan untuk mempelajari kebutuhan

makanan suatu mikroba

d. Media non sintetik. Yaitu media yang susunan kimianya tidak dapat ditentukan

dengan pasti. Media ini umumnya digunakan untuk menumbuhkan dan

mempelajari taksonomi mikroba.

2.3. Penggolongan media berdasarkan sifat wujudnya

1. Media cair yaitu media yang berbentuk cair

Page 7: Laporan Praktikum Mikologi (Pda)

2. Media padat. Yaitu media yang berbentuk padat. Media ini dapat berupa bahan

organik alamiah, misalnya yang dibuat dari kentang, wortel, dan lain-lain, atau dapat

juga berupa bahan anorganik misalnya silica gel.

3. Media padat yang dapat dicairkan, (semi solid), yaitu yang apabila dalam keadaan

panas berbentuk cair, sedangkan dalam keadaan dingin berbentuk padat, misalnya

media agar.

2.4. Penggolongan media berdasarkan fungsinya

1. Media diperkaya. Yaitu media yang ditambahi zat-zat tertentu misalnya serum darah

ekstrak tanaman dan lain sebagainya, sehinggan dapat digunakan untuk

menumbuhkan mikroba yang bersifat heterotrof.

2. Media selektif. Yaitu media yang ditambahi zat kimia tertentu untuk mencegah

pertumbuhan mikroba lain (bersifat selektif). Misalnya media yang mengandung

Kristal violet pada kadar tertentu dapat mencegah pertumbuhan bakteri gram positif

tanpa mempengaruhi pertumbuhan bakteri gram negative.

3. Media diferensial. Yaitu media yang ditambahi zat kimia (bahan) tertentu yang

menyebabkan suatu mikroba membentuk pertumbuhan atau mengadakan perubahan

tertentu sehingga dapat dibedakan tipe-tipenya. Misalnya media daerah agar dapat

digunakan untuk membedakan bakteri homolitik (pemecah darah) dan bakteri non

hemolitik.

4. Media penguji. Yaitu media dengan susunan tertentu yang digunakan untuk pengujian

vitamin. Vitamin asam-asam amino, antibiotika dan lain sebagainya.

5. Media untuk perhitungan jumlah mikroba. Yaitu media spesifik yang digunakan

untuk menghitung jumlah mikroba dalam suatu bahan.

6. Media khusus. Yaitu media untuk menentukan tipe pertumbuhan mikroba dan

kemampuannya untuk mengadakan perubahan-perubahan kimia tertentu.

2.5. Media PDA

Potato dextrose agar merupakan salah satu media yang baik di gunakan untuk

membiakkan suatu mikroorganisme, baik itu berupa cendawan/fungsi, bakteri,mauoun

sel mahluk hidup. Potato dextrose agar merupakan paduan yang sesuai untuk

menumbuhkan biakan.

Agar-agar mengandung karbohidrat. Mengenyangkan dan menyegarkan bila

disajikan dalam keadaan dingin, agar-agar bagus untuk usus karena mengandung

Page 8: Laporan Praktikum Mikologi (Pda)

serat. Bermanfaat bagi penderita hipertensi, kolestrol, dan diabetes, membuatnya juga

mudah.

Kebanyakan orang beranggapan yang dianggap mikroorganisme adalah semua

organism sangat kecil yang dapat di biakkan dalam cawan petri atau incubator di

dalam laboratorium dan mampu memperbanyak diri secara mitosis. Mikroorganisme

berbeda dengan sel mikroorganisme. Mikroorganisme tidak bisa hidup bebas di alam

melainkan menjadi bagian dari struktur multi selder yang membentuk jaringan,

semtara itu sebagian besar mikroorganisme dapat menjalankan proses kehidupan

mandiri, dapat menghasilkan energy sendiri, dan beradaptasi secara independen tanpa

bantu sel lain.

Karena extra potato (kentang) merupakan sumber karbohidrat, dextrose

(gugusan gula, baik itu monosakarida atau polysakarida) sebagai tambahan nutrisi

bagi biakan, sedangkan agar merupakan bahan media/tempat tumbuh bagi bikan yang

baik, karena mengandung cukup air.

Agar-agar merupakan karbohidrat dengan molekul tinggi yang mengisi sel

pada rumput laut. Agar-agar termasuk pada kelompok peletin dan tergolong suatu

polimer yang terbentuk dari monomer glaktosa. Agar-agar juga bisa berbentuk bubuk

dan dapat diperjual belikan.

Gel tercipta karena ketika dipanaskan didalam air, molekul agar-agar

mendapat satu sama lain memadat dan membentuk kisi-kisi yang mengukang

molekul-molekul air. Terbentuklah system koloid padat cair kisi-kisi tersebut di

fungsikan dalam elektroforesis gel agarosa untuk mencegah pergerakan molekul

objek karena perbedaan tegangan antara dua kutub, kepadatan gel agar-agar pun

lumayan kuat untuk menopang tumbuhan kecil sehingga acap kali digunakan sebagai

media dalam kultur jaringan

Media PDA (Potato Dextrose Agar) merupakan medium semisintetik. Media

merupakan tempat dimana terjadi perkembangan organism, organism menyerap

karbohidrat dari kaldu kentang dan gula serta dari agar yang telah dicampur. Hal ini

lah yang menyebabkan mengapa kentang harus dipotong dadu, agar karbohidrat di

kentang dapat di kelar dan menyatu dengan air sehingga menjadi kaldu. Semakin

kecil permukaan maka semakin besar daya osmosirnya.

Page 9: Laporan Praktikum Mikologi (Pda)

BAB III

METODE PRATIKUM

3.1 Waktu Dan Tempat

3.1.1 Waktu

Pratikum dilaksankan pada Rabu, 10 September 2014.

3.1.2 Tempat

Pelaksanaan praktikum Mikologi ini, dilaksanakan di Laboratorium Jurusan

Analis Kesehatan Politekik Kesehatan Denpasar.

3.2 Metode

Serbuk media PDA (Potato Dextrose Agar) ditimbang dilarutkan dengan aquades

disteril ditambahkan antibiotik dituang ke petridisk steril.

3.3 Alat Dan Bahan

Alat

1. Timbangan analitik

2. Gelas Arloji

3. Kertas timbang

4. Beaker glass

5. Pengaduk

6. Gelas ukur

7. Erlenmeyer

8. Pemanas listrik

9. Penyangga kaki tiga

10. Penahan

11. Pipet Pasteur

12. Petridisk steril

13. Auotoclave

14. Api spiritus

15. Incubator

16. Pipet ukur

17. Mortar dan pastle

Page 10: Laporan Praktikum Mikologi (Pda)

Bahan

1. Media PDA (Potato Dextrose Agar) (Oxoid-CM0139)

2. Antibiotik Chlorampenicol 500 mg

3. Aquadest

4. Kertas pH/pH meter

5. NaOH 0,01 N

6. HCl 0,01 N

7. Kapas berlemak

8. Tissue

9. Aluminium foil

10. Benang pulung

3.4 Cara Kerja

a. Perhitungan

1. Rumus untuk mencari massa untuk penimbangan media PDA

Keterangan : V1 = Volume awal PDA (1000 mL)

M1 = Massa awal media PDA (39 g/L)

V2 = Volume yang akan digunakan

M2 = Massa media yang akan ditentukan

2. Rumus untuk mencari massa untuk penambahan antibiotic pada media PDA

Ketentuan : 100mL PDA = 1 mL antibiotic

Keterangan : Vlarutan media 1 = Volume awal larutan media PDA (100 mL)

Vantibiotik 1 = Volume antibiotic 1(1mL)

Vlarutan media 2 = Volume larutan yang dipakai

Vantibiotik 2 = Volume antibiotic 2 yang akan dipakai

b. Penimbangan

Page 11: Laporan Praktikum Mikologi (Pda)

1. Penimbangan Media PDA

Diketahui : V1 = 1000 mL

V2 = 600 mL

M1 = 39 gram

Ditanya : M2 = …..?

Jawab :

M2 = 23,4 gram

Jadi, bubuk media PDA yang ditimbang adalah 23,4 gram

2. Volume antibiotic yang ditambahkan pada 600 mL larutan media

Ketentuan : 100 mL PDA = 1 mL antibiotic

Jadi , volume antibiotic yang ditambahkan pada media yaitu 6 mL

c. Cara Kerja

1. Semua APD digunakan dengan baik, benar, dan lengkap.

2. Disiapkan semua alat-alat dan bahan-bahan yang akan digunakan

3. Dipastikan semua alat dan bahan dalam keadaan siap digunakan.

4. Ditimbang serbuk media PDA (Potato Dextrose Agar)

5. Dipindahkan serbuk media PDA (Potato Dextrose Agar) ke beaker glass.

6. Ditambahkan aquadest sesuai dengan volume, dipindahkan ke Erlenmeyer.

7. Dihomegenkan larutan dengan bantuan pemanasan dan pengadukan.

Page 12: Laporan Praktikum Mikologi (Pda)

8. Pelarutan tidak boleh dilakukan sampai mendidih(pelarutan harus sempurna sehingga

tidak ada Kristal yang bersisa).

9. Dicek pH larutan sesuai petunjuk media (pH = 5,6 ± 0,2) pada suhu 25oC

10. Diperhatikan pengecekan suhu larutan saat pengecekan pH media.

11. Ditambah NaOH 0,01 N jika pH larutan kurang basa dan ditambahkan HCl 0,01 N

ika pH larutan kurang asam.

12. Disterilisasi ±121oC (1 atm); ± 15 menit

13. Dikeluarkan larutan dari autoclave, saat suhu rendah (20oC) dan tekanan telah turun

(dilihat indikator autoclave).

14. Dibiarkan larutan hingga suhu ±50oC lalu ditambahkan antibiotic chlorampenicol

500mg (sebelum antibiotic chlorampenicol 500mg telah dilarutkan dengan 10 mL

aquadest, dan tiap 100mL SDA = 1 mL suspense chlorampenicol).

15. Dihomogenkan larutan yang telah ditambahkan antibiotic chlorampenicol (dapat

dibantu pemanasan, suhu ≤70oC).

16. Dituang ke petridisk steril yang telah disediakan.

17. Dibiarkan media pada petridisk membeku dengan sempurna.

18. Dimasukkan media ke incubator (±37oC), ±24 jam untuk uji kualitas media, dengan

posisi petridisk steril terbalik.

19. Disimpan pada suhu 4oC – 8oC untuk menyimpan media.

Page 13: Laporan Praktikum Mikologi (Pda)

BAB IV

HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Pengamatan

No Gambar Keterangan

1 Sebanyak 7,8 gram media dilarutkan

dengan 200 ml aquades.

Media PDA dibuat sebanyak tiga

kali, masing-masing erlenmeyer berisi

volume 200 ml media. Jadi total

keseluruhan media yang dibuat adalah

600 ml dengan bubuk media PDA

sebanyak 23, 4 gram.

2 Larutan media PDA dihomogenkan

dengan menggunakan batang pengaduk.

3 Larutan media dipanaskan dengan

menggunakan kompor listrik agar larutan

media PDA lebih cepat homogen.

Page 14: Laporan Praktikum Mikologi (Pda)

4 Larutan media PDA ditambahkan

dengan antibiotik dengan ketentuan:

100 mL PDA = 1 mL antibiotik

Jadi pada praktikum kali ini masing-

masing larutan media dalam erlenmeyer

ditambahkan masing-masing 2 ml

antibiotik. Total keseluruhan antibiotik

yang digunakan adalah 6 ml.

5 Larutan media kemudian dituangkan

pada plate. Pada praktikum kali ini total

plate yang digunakan adalah 30 plate.

Setelah semua media telah dituang

dalam plate. Media ditunggu sampai

membeku kemudian plate diposisikan

terbalik dan disimpan dalam lemari es.

B. Pembahasan

Page 15: Laporan Praktikum Mikologi (Pda)

Media PDA (Potato Dextrose Agar) merupakan media untuk mengembangbiakkan

jamur dan khamir. Media PDA merupakan media selektif. Beberapa mikroorganisme yang

tumbuh dalam media ini adalah Saccharomyces cerevisiae, Pleorotus ostreatus. Jamur dan

khamir akan tumbuh dengan baik pada tempat yang tidak terdapat bakteri, karena jamur dan

bakteri tidak bisa bersatu. Oleh karena itu, pada pembuatan media PDA ditambahkan

antibiotik untuk mencegah bakteri tumbuh dalam media.

PDA sebagai tempat kultur murni jamur terbuat dari kentang, dekstrosa, dan agar.

Setiap komponen tersebut memiliki fungsinya masing-masing yang dapat menunjang

pertumbuhan jamur.

Kentang (potato), merupakan sumber karbohidrat yang mengandung vitamin dan

mineral yang cukup tinggi. Fungsi kentang dalam penyusunan PDA adalah

menyuplai karbohidrat yang sangat diperlukan oleh jamur dalam pertumbuhannya.

Dekstrosa, merupakan penyusun PDA yang sangat mempengaruhi pertumbuhan

jamur. Dekstrosa merupakan gugusan gula, baik monosakarida maupun polisakarida.

Dekstrosa umumnya menyediakan karbohidrat sebagai sumber energi dan unsur-

unsur N, Na, Ca, dan K yang berperan sebagai kofaktor enzim dalam pertumbuhan

spora jamur.

Agar, merupaka polimer sulfat yang terdiri atas D-Galaktosa, 3,6-anhidro-L-

galaktosa, dan asam D-glukoronik. Fungsi dari agar adalah untuk mengentalkan

media sehingga mempermudah dalam menumbuhkan dan mengisolasi jamur

mikroskopis dan bagian-bagian jamur lainnya.

Bahan tambahan pada pembuatan media PDA adalah antibiotik dimana fungsinya

adalah menghambat pertumbuhan bakteri yang dapat merusak tumbuhnya jamur.

Pembuatan media PDA diawali dengan menimbang bubuk media PDA sebanyak

23,4 gram. Penimbangan tersebut berdasarkan perhitungan dimana pada kemasan media

tertera: bubuk media sebanyak 39 g dilarutkan dalam 1000 ml aquadest. Jadi, media

sebanyak 23,4 gram akan dilarutkan dalam 600 ml aquadest berdasarkan rumus:

Page 16: Laporan Praktikum Mikologi (Pda)

Setelah dilarutkan, larutan dihomogenkan dengan bantuan pemanasan. Bagi media

agar, pemanasan sangat penting dan harus dilakukan karena untuk mengaktifkan zat agar

dalam media. Pelarutan harus sempurna sehingga tidak ada kristal media yang tersisa.

Media yang telah larut berwarna cokalt muda.

Kemudian dilakukan pengecekan pH. PH media sangat penting bagi pertumbuhan

mikroorganisme yang dikultur. Pada media PDA, pH yang sesuai adalah 5,6. Pengecekan

pH harus dilakukan pada suhu 25oC agar pembacaan lebih akurat. PH media PDA yang

dibuat harus sesuai dengan ketentuan agar mikroorganisme yang dikultur dalam hal ini

jamur dapat tumbuh optimal. Apabila pH kurang asam, dapat ditetesi dengan HCl 0,01 N.

Apabila kurang basa dapat ditetesi dengan NaOH 0,01 N.

Sebelum dilakukan proses sterilisasi dengan autoclave, mulut Erlenmeyer yang

berisi media ditutup dengan kapas berlemak agar tidak terjadi penguapan yang berlebih

dan dilapisi dengan aluminium foil kemudian diikat dengan benang pulung. Hal ini untuk

menjaga agar penutup media tidak lepas. Sterilisasi dilakukan dengan autoklaf pada suhu

121OC tekanan 1 atm selama 15 menit. Suhu tersebut adalah suhu yang mampu

membunuh mikroba beserta spora-sporanya.

Media PDA harus dicampurkan dengan antibiotik untuk menghambat

pertumbuhan bakteri dalam media. Antibiotik yang digunakan adalah klorampenikol.

Antibiotik tersebut harus dilarutkan dengan aqudest terlebih dahulu. Satu tablet

klorampenikol 500 mg dilarutkan dalam 10 ml aquadest. Tablet dapat digerus terlebih

dahulu untuk mempermudah pelarutan.

Media yang telah selesai disterilisasi ditunggu hingga suhunya turun, kemudian

ditambahkan antibiotik yang telah dilarutkan tadi. Antibiotik ditambahkan sebanyak 1%

dari volume media. Volume media yang dibuat adalah 600 ml. jadi, antibiotik yang

ditambahkan sebanyak 6 ml. Pemipetan antibiotik dilakukan di dekat api spiritus dan alat-

alat yang digunakan juga harus steril mengingat bahwa larutan media telah disterilisasi

sehingga rentan terjadi kontaminan. Setelah ditambahkan antibiotik pada media PDA,

larutan media dihomogenkan dan kemudian dituang ke petridisk. Penuangan media ke

petridisk juga harus harus dilakukan di dekat api spiritus dan tutup petridisk tidak dibuka

terlalu lebar. Media kemudian ditunggu hingga memadat kemudian dibalik agar uap air

Page 17: Laporan Praktikum Mikologi (Pda)

tidak jatuh ke media, mudah diangkat, serta sirkulasi udara yang bagus. Apabila tidak

segera digunakan, media dapat disimpan di lemari pendingin pada suhu 4oC-8oC.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan media PDA:

1. Penimbangan, pemipetan harus tepat untuk menjaga kinerja dari media.

2. Media harus larut sempurna, tetapi jangan sampai mendidih

3. Pengecekan pH dilakukan pada suhu 25oC agar tidak merusak indikator pH

4. Antibiotik harus ditambahkan pada media PDA agar jamur yang dikultur dapat

tumbuh optimal

5. Setiap pengerjaan media dilakukan secara aseptis didekat api spiritus.

6. Sterilisasi dilakukan pada suhu, tekanan, dan waktu yang tepat agar

mikroorganisme dalam media dapat mati sempurna.

7. Apabila sebelum dituang media telah memadat, media dapat dicairkan dengan

dipanaskan tetapi jangan sampai mendidih agar tidak merusak zat-zat dalam

media.

8. Apabila tidak segera digunakan, media dihindarkan dari sinar matahari langsung

dan disimpan pada suhu 4oC-8oC.

Page 18: Laporan Praktikum Mikologi (Pda)

BAB IV

PENUTUP

A. Kesimpulan

Dari praktikum yang telah dilakukan diperoleh kesimpulan sebagai berikut:

1. Media biakan (pertumbuhan) adalah bahan ataupun campuran bahan yang dapat

digunakan untuk membiakkan mikroba karena memiliki daya dukung yang tinggi

terhadap pertumbuhan dan perkembangbiakannya.

2. Potato dextrose agar (PDA) merupakan salah satu media yang baik di gunakan untuk

membiakkan suatu mikroorganisme, baik itu berupa cendawan/fungsi,

bakteri,mauoun sel mahluk hidup.

3. Dalam praktikum ini Media PDA dibuat sebanyak 600 ml dengan melarutkan bubuk

media PDA sebanyak 23, 4 gram.

4. Larutan media PDA ditambahkan dengan antibiotik dengan ketentuan: 100 mL PDA

= 1 mL antibiotic. Pada praktikum kali ini larutan media dalam erlenmeyer

ditambahkan 6 ml larutan antibiotik.

5. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan media PDA yaitu: Penimbangan,

pelarutan, pH, Sterilitas dan penyimpanan.

B. Saran

Pembuatan media ini harus dilakukan secara aseptis guna mendapatkan hasil yang

sesuai dengan prosedur. Media yang dibuat harus sesuai dengan persyaratan-persyaratan

media agar media yang dihasilkan dapat ditumbuhi oleh mikroba yang diinginkan.

Seorang praktikan hendaknya harus selalu memakai APD yang lengkap saat melakukan

tugasnya guna menghidari terjadinya kecelakaan kerja yang bersifat merugikan, baik itu

merugikan diri sendiri maupun orang disekelilingnya. Selain itu praktikan juga

hendaknya selalu berhati-hati dan teliti saat melakukan praktikum baik itu di dalam

laboratorium maupun di luar laboratorum.

Page 19: Laporan Praktikum Mikologi (Pda)

DAFTAR PUSTAKA

Hari.3013.LaporanLengkapMediaPDA.online.http://hariyatitanggahma.blogspot.com/

2013/04/laporan-lengkap-media-ms-dan-pda_5.html(Diakses tanggal 5 Oktober

2014)

Mursalim Achmad, 2009, Media dan Reagensia, Online,

http://masselekang.blogspot.com/2009/06/media-dan-reagensia.html,(Diakses

tanggal 5 Oktober 2014)

Pradhika, 2012, Media Pertumbuhan Mikroorganisme, Online,

http://praktikmikrobiologi. blogspot.com/2012/10/media-pertumbuhan-

mikroorganisme-bagian.html,(Diakses tanggal 5 Oktober 2014)

Ramadhan, E. 2010. Biologi Tanaman Kentang. Diunduh pada tanggal 8 oktober 2014

http://www.review.com

Risda. 2007. Potato Dextrose Agar. Diunduh pada tanggal 8 oktober

2014.http://www.mikrobiologidasar.com

Winda, S. 2009. Pembuatan Media Potato Dextrose Agar. Diunduh pada tanggal 8

oktober 2014. http://www.mikromedia.co.org

Yusra, 2012, Pengantar Media dan Reagensia, Online,

http://yusramitharokerzforever.blogspot.com/2012/06/media-adalah-suatu-

campuran-bahan-yang.html, (Diakses tanggal 5 Oktober 2014)

Page 20: Laporan Praktikum Mikologi (Pda)

LEMBAR PENGESAHAN

Denpasar, 8 Oktober 2014

Praktikan

(Kelompok II Genap)

Mengetahui,

Pembimbing I Pembimbing II

( I Nyoman Jirna, S.KM., M.Si) ( Nyoman Mastra, S.Pd., S.KM., M.Si)

Pembimbing III Pembimbing IV

(Luh Ade Wilan Krisna, S,Si., M.Ked) ( Heri Setiyo Bekti, SST)

Page 21: Laporan Praktikum Mikologi (Pda)