Laporan Hasil Peninjauan Manajemen Dan Mutu Pelayanan Puskesmas Puskesmas Salaman II Kecamatan...

71
LAPORAN HASIL PENINJAUAN MANAJEMEN DAN MUTU PELAYANAN PUSKESMAS PUSKESMAS SALAMAN II KECAMATAN SALAMAN KABUPATEN MAGELANG PERIODE SEPTEMBER 2012 Diajukan Guna Melengkapi Sebagian Persyaratan Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sultan Agung Semarang Disusun Oleh : FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ISLAM SULTAN AGUNG SEMARANG BALAI PELATIHAN KESEHATAN SALAMAN 2012 1. Dody Tisna Amijaya ( 01.208.5635 ) 2. Emy Novita Sari ( 01.208.5645 ) 3. Endang Murtini ( 01.208.5646 )

Transcript of Laporan Hasil Peninjauan Manajemen Dan Mutu Pelayanan Puskesmas Puskesmas Salaman II Kecamatan...

Page 1: Laporan Hasil Peninjauan Manajemen Dan Mutu Pelayanan Puskesmas Puskesmas Salaman II Kecamatan Salaman Kabupaten Magelang

LAPORAN HASIL PENINJAUAN MANAJEMEN DAN MUTU PELAYANAN

PUSKESMAS PUSKESMAS SALAMAN II KECAMATAN SALAMAN KABUPATEN

MAGELANG

PERIODE SEPTEMBER 2012

Diajukan Guna Melengkapi Sebagian Persyaratan Kepaniteraan KlinikIlmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sultan Agung Semarang

Disusun Oleh :

FAKULTAS KEDOKTERAN

UNIVERSITAS ISLAM SULTAN AGUNG SEMARANG

BALAI PELATIHAN KESEHATAN SALAMAN

2012

1. Dody Tisna Amijaya ( 01.208.5635 )

2. Emy Novita Sari ( 01.208.5645 )

3. Endang Murtini ( 01.208.5646 )

Page 2: Laporan Hasil Peninjauan Manajemen Dan Mutu Pelayanan Puskesmas Puskesmas Salaman II Kecamatan Salaman Kabupaten Magelang

HALAMAN PENGESAHAN

Laporan Hasil Peninjauan Manajemen dan Mutu Pelayanan Puskesmas Salaman II

Kecamatan Salaman Kabupaten Magelang telah diseminarkan, diterima dan disetujui di depan

tim penilai Balai Pelatihan Kesehatan Semarang di Magelang

Guna melengkapi Tugas Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas

Kedokteran Universitas Islam Sultan Agung Semarang

Salaman, September 2012

Disahkan Oleh

Mengetahui dan menyetujui,

Kepala Puskesmas Salaman II

Darsiwan, SKM, M.Kes

Mengetahui dan menyetujui

Kepala BAPELKES Semarang

Subur Djati Prayugi, SKM, MPH

NIP.195610281982011003

KATA PENGANTAR

Mater of Training

Murcita, S.Pd M.Kes

Pembimbing I

Abdul Kadar SKM. M.Kes

Pembimbing II

Asih Kunwahyuningsih, S.Pd M.Kes

Page 3: Laporan Hasil Peninjauan Manajemen Dan Mutu Pelayanan Puskesmas Puskesmas Salaman II Kecamatan Salaman Kabupaten Magelang

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah memberikan

rahmat dan hidayah-Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan Laporan Hasil Peninjauan

Manajemen Mutu Pelayanan P2M Malaria Jumlah Penderita yang Diperiksa Sediaan Darahnya

(slide ACD) di Puskesmas Salaman II Kecamatan Salaman Kabupaten Magelang, Jawa Tengah

yang telah dilakukan pada tanggal 7- 11 September 2012.

Laporan ini disusun untuk memenuhi tugas-tugas dalam rangka menjalankan

Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Masyarakat di BAPELKES Semarang di Salaman. Laporan

ini memuat data hasil peninjauan manajemen dan mutu pelayanan puskesmas P2M Malaria

Jumlah Penderita yang Diperiksa Sediaan Darahnya di Puskesmas Salaman II Kecamatan

Salaman Kabupaten Magelang.

Laporan ini dapat terselesaikan berkat kerjasama tim dan bantuan dari berbagai pihak.

Untuk itu kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada yang terhormat :

1. Bp. Subur Djati Prayugi, SKM, MPH Kepala BAPELKES Semarang di Magelang yang

telah memberikan kesempatan kepada kami untuk melaksanakan Kepaniteraan Klinik

Ilmu Kesehatan Masyarakat di BAPELKES Semarang di Magelang.

2. Kepala Puskesmas, dokter, paramedis, beserta staf Puskesmas Salaman II dan Kecamatan

Salaman, atas kerjasama yang telah diberikan.

3. Widyaiswara yang telah memberikan bimbingan dan pelatihan selama kami menempuh

Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Masyarakat di BAPELKES Semarang di Magelang.

4. Tim pembimbing kepaniteraan klinik Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran

Universitas Islam Sultan Agung Semarang.

Kami menyadari sepenuhnya bahwa hasil laporan ini masih jauh dari sempurna karena

keterbatasan waktu dan kemampuan. Oleh karena itu, kami mengharapkan kritik dan saran yang

membangun guna kesempurnaan dan perbaikan laporan ini agar lebih mendekati hasil yang

optimal.

Akhir kata kami berharap semoga laporan peninjauan manajemen dan mutu pelayanan

puskesmas pada program P2M Malaria Jumlah Penderita yang Diperiksa Sediaan Darahnya di

Puskesmas Salaman II ini bermanfaat bagi semua pihak.

Page 4: Laporan Hasil Peninjauan Manajemen Dan Mutu Pelayanan Puskesmas Puskesmas Salaman II Kecamatan Salaman Kabupaten Magelang

BAB I

Salaman, September 2012

Penyusun

Page 5: Laporan Hasil Peninjauan Manajemen Dan Mutu Pelayanan Puskesmas Puskesmas Salaman II Kecamatan Salaman Kabupaten Magelang

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Puskesmas adalah unit pelaksana teknis dari dinas kesehatan kabupaten yang

menyelenggarakan pembangunan berwawasan kesehatan di wilayah kerjanya. Sesuai

dengan visi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia adalah Masyarakat Sehat Yang

Mandiri dan Berkeadilan. Dan misi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia adalah

meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, melalui pemberdayaan masyarakat,

termasuk swasta dan masyarakat madani, melindungi kesehatan masyarakat dengan

menjamin tersedianya upaya kesehatan yang paripurna, merata bermutu dan berkeadilan,

menjamin ketersediaan dan pemerataan sumber daya kesehatan, menciptakan tata kelola

kepemerintahan yang baik.

Puskesmas sebagai pusat pembangunan kesehatan yang berperan langsung

terhadap kesehatan masyarakat, memiliki beberapa fungsi penting sebagai pusat

penggerak pembangunan kesehatan, pusat pemberdayaan masyarakat dan keluarga dalam

pembangunan kesehatan serta sebagai pelayanan kesehatan tingkat pertama yang

bermutu. Hal ini juga tercantum dalam MDGs yang bertujuan menanggulangi kemiskinan

dan kelaparan, mencapai pendidikan dasar untuk semua, mendorong kesetaraan gender

dan pemberdayaan perempuan, menurunkan angka kematian anak, meningkatkan

kesehatan ibu, memerangi HIV/AIDS, malaria, dan penyakit menular lainnya,

memastikan kelestarian lingkungan hidup, mengembangkan kemitraan global untuk

pembangunan.

Page 6: Laporan Hasil Peninjauan Manajemen Dan Mutu Pelayanan Puskesmas Puskesmas Salaman II Kecamatan Salaman Kabupaten Magelang

Puskesmas sebagai pusat pembangunan kesehatan memiliki beberapa fungsi

penting sebagai pusat penggerak pembangunan kesehatan, pusat pemberdayaan

masyarakat dan keluarga dalam pembangunan kesehatan serta sebagai pelayanan

kesehatan tingkat pertama yang bermutu. Pelayanan upaya kesehatan di Puskesmas

dilaksanakan melalui 6 upaya kegiatan pokok secara terpadu dan menyeluruh. Enam

upaya kegiatan pokok itu meliputi KIA/ KB, Upaya Peningkatan Gizi, Kesehatan

Lingkungan, Pemberantasan Penyakit Menular (P2M), Promosi Kesehatan, Pengobatan.

Upaya kegiatan pengembangan meliputi Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), Kesehatan

Olah Raga, Perkesmas, Kesehatan Kerja, Kesehatan Gigi dan Mulut, Kesehatan Jiwa,

Kesehatan Mata, Laboratorium Sederhana, Kesehatan Usia Lanjut, Pembinaan

Pengobatan Tradisional dan Pencatatan dan Pelaporan. Sedangkan Upaya Kesehatan

Pengembangan terdiri dari Usaha Kesehatan Perorangan meliputi kuratif dan rehabilitatif

dan Usaha Kesehatan Masyarakat meliputi promotif dan preventif.

Puskesmas Salaman II memiliki visi “Pelayanan prima bagi masyarakat di

Puskesmas Salaman II”. Adapun misinya adalah memberikan pelayanan yang

profesional, meningkatkan fungsi manajemen secara efektif dan efisien, serta

meningkatkan mutu pelayanan. Menurut survey yang telah dilakukan di Puskesmas

Salaman II berdasarkan SPM (Standart Pelayanan Minimal) didapatkan 13 masalah,

kemudian menggunakan metode hanlon kuantitatif ditentukan 3 prioritas masalah.

Berdasarkan daftar prioritas masalah tersebut, kelompok menyusun laporan dengan

masalah adalah rendahnya cakupan Jumlah Penderita Yang Diperiksa Sediaan Darahnya

pada Program Pemberantasan Penyakit Malaria sebesar Jumlah Penderita Yang Diperiksa

Page 7: Laporan Hasil Peninjauan Manajemen Dan Mutu Pelayanan Puskesmas Puskesmas Salaman II Kecamatan Salaman Kabupaten Magelang

Sediaan Darahnya pada Program Pemberantasan Penyakit Malaria di Puskesmas Salaman

II periode Januari – Juni 2012.

1.2. Perumusan Masalah

Apakah manajemen Puskesmas dan mutu pelayanan Puskesmas pada periode

Januari – Juni 2012 di Puskesmas Salaman II Kabupaten Magelang terlaksana dengan

baik?

1.3. Tujuan

1.3.1. Tujuan Umum

Mengetahui pelaksanaan manajemen dan mutu pelayanan di Puskesmas Salaman II

Periode Januari – Juni 2012.

1.3.2.Tujuan Khusus

1.3.2.1. Mencari data umum dan khusus tentang SPM (standar pelayanan medik) di Puskesmas

Salaman II Periode Januari – Juni 2012.

1.3.2.2. Mengidentifikasi masalah manajemen dan mutu pelayanan di Puskesmas Salaman II

Periode Januari – Juni 2012.

1.3.2.3. Memprioritaskan masalah manajemen dan mutu pelayanan di Puskesmas Salaman II

Periode Januari – Juni 2012.

1.3.2.4. Mencari dan menganalisa penyebab masalah dalam manajemen dengan pendekatan

sistem dan mutu pelayanan dengan simple problem dan complex problem di Puskesmas

Salaman II Periode Januari – Juni 2012.

1.3.2.5. Menganalisis dan mengkonfirmasi penyebab masalah manajemen dan mutu pelayanan

di Puskesmas Salaman II Periode Januari – Juni 2012.

Page 8: Laporan Hasil Peninjauan Manajemen Dan Mutu Pelayanan Puskesmas Puskesmas Salaman II Kecamatan Salaman Kabupaten Magelang

1.3.2.6. Menentukan urutan penyebab masalah yang akan diintervensi dalam manajemen dan

mutu pelayanan di Puskesmas Salaman II Periode Januari – Juni 2012.

1.3.2.7. Mencari alternatif pemecahan masalah dari penyebab masalah dalam manajemen dan

mutu pelayanan di Puskesmas Salaman II Periode Januari – Juni 2012.

1.3.2.8. Mengambil keputusan terpilih dari alternatif pemecahan masalah dalam manajemen dan

mutu pelayanan di Puskesmas Salaman II Periode Januari – Juni 2012.

1.3.2.9. Mampu menyusun rencana kegiatan pemecahan masalah (POA) dalam manajemen

Puskesmas dan mutu pelayanan di Puskesmas Salaman II Periode Januari – Juni 2012.

1.4. Metodologi

Laporan ini disusun berdasarkan data primer dan data sekunder yang diperoleh selama 3

hari pada tanggal 7 – 11 Agustus 2012 di Puskesmas Salaman II. Data primer berupa

pelaksanaan proses manajemen (P1, P2, P3) diperoleh dari dokter Puskesmas beserta staf serta

observasi terhadap kondisi lingkungan Puskesmas. Data sekunder diperoleh dari data tertulis

yang ada di Puskesmas.

Data yang diperoleh dianalisis dengan metode pendekatan sistem untuk mengetahui

permasalahan. Kemudian dilakukan identifikasi masalah dan ditentukan prioritas masalah

dengan metode Hanlon Kuantitatif. Setelah prioritas masalah ditentukan, dianalisis penyebab

masalah dengan metode pendekatan sistem dan Fishbone untuk melihat ketiga fungsi manajemen

dan mutu. Data tersebut kemudian dianalisis dengan Paired Comparison untuk mengetahui

urutan penyebab masalah yang akan dipecahkan, dilanjutkan dengan membuat diagram Pareto

untuk menentukan penyebab masalah. Setelah itu penyebab masalah disusun alternatif

pemecahan masalah. Pilihan alternatif ditapis dengan kriteria mutlak dan kriteria keinginan

Page 9: Laporan Hasil Peninjauan Manajemen Dan Mutu Pelayanan Puskesmas Puskesmas Salaman II Kecamatan Salaman Kabupaten Magelang

kemudian ditetapkan pengambilan keputusan pemecahan masalah yang paling mungkin untuk

dilaksanakan, kemudian disusn POA.

Page 10: Laporan Hasil Peninjauan Manajemen Dan Mutu Pelayanan Puskesmas Puskesmas Salaman II Kecamatan Salaman Kabupaten Magelang

BAB II

ANALISIS SITUASI

2.1. Komponen Lingkungan

2.1.1. Data Wilayah

Gambar 1. Peta Wilayah Kerja Puskesmas Salaman II Kabupaten Magelang

2.1.1.1. Batas Wilayah

Batas – batas Wilayah Puskesmas Salaman II adalah :

Utara : Kecamatan Kajoran

Selatan : Wilayah kerja Puskesmas Salaman I, Kecamatan Tempuran

Barat : Kecamatan Beneran, Kabupaten Purworejo

Timur : Kecamatan Tempuran

Page 11: Laporan Hasil Peninjauan Manajemen Dan Mutu Pelayanan Puskesmas Puskesmas Salaman II Kecamatan Salaman Kabupaten Magelang

2.1.1.2. Luas Wilayah Kerja

Luas Wilayah Kerja Puskesmas Salaman II seluas 29,98 km2.

2.1.1.3. Pembagian Wilayah

Pembagian Wilayah Puskesmas Salaman II terdiri dari 10 desa dan 71 dusun, meliputi:

Sriwedari

Jebengsari

Tanjunganom

Purwosari

Ngampeldento

Sidosari

Sawangargo

Krasak

Margoyoso

Kaliabu

2.1.1.4. Keadaan Geografis

Wilayah Kerja Puskesmas Salaman II terdiri dari :

Daerah dataran : 25 %

Daerah pegunungan : 50 %

Daerah bergelombang : 25%

2.1.1.5. Transportasi

Jarak puskesmas - kota Magelang (RSU Tidar) : 20 km

Jarak puskesmas - kantor Dinas kabupaten : 25 km

Jarak puskesmas - RSU kabupaten : 30 km

Page 12: Laporan Hasil Peninjauan Manajemen Dan Mutu Pelayanan Puskesmas Puskesmas Salaman II Kecamatan Salaman Kabupaten Magelang

Tidak semua daerah dapat terjangkau dengan dengan mobil (roda 4)

Angkutan umum : ojek, andong, angkudes, pick-up, bis umum

2.1.1.6. Sarana Komunikasi

Sarana komunikasi dari puskesmas ke luar : telepon.

2.1.2. Demografi Penduduk ( tahun 2011 )

Jumlah Penduduk : 27.255 Jiwa

Laki-laki : 13.744 Jiwa

Perempuan : 13.511 Jiwa

Jumlah KK : 7.548 KK

Kepadatan Penduduk : 909 jiwa/km2

Jumlah Pasangan Usia Subur : 5075 pasangan

Balita : 2160 jiwa

Tabel 1. Komposisi Penduduk Berdasarkan Golongan Umur di Wilayah Kerja Puskesmas

Salaman II Tahun 2011

No. Umur (th) Jumlah (%)

1. 0-1 th 483 1,7%2. 1- 4 th 1673 6,1%3. 5-6th 730 2,7%4. 7-15 th 4353 16%5. 16-21 th 2518 9,2%6. 22-59th 14.984 55%7 60th keatas 12.196 44,7%

Total 27.255 100% Sumber data : Data Statistik Kecamatan Salaman tahun 2011

Dari data di atas, dapat disimpulkan bahwa jumlah penduduk di Wilayah Puskesmas

Salaman II pada Tahun 2011 yang paling banyak (44,7 %) yaitu kelompok umur 60 tahun ke atas

sedangkan jumlah yang paling sedikit (1,7 %) adalah kelompok umur 0 – 1 tahun.

Page 13: Laporan Hasil Peninjauan Manajemen Dan Mutu Pelayanan Puskesmas Puskesmas Salaman II Kecamatan Salaman Kabupaten Magelang

Tabel 2. Komposisi Penduduk Per Desa di Wilayah Kerja Puskesmas Salaman II Tahun 2011

No DESA LUAS WILAYAH (km2)

JUMLAH PENDUDUDK

1 Krasak 4,30 37672 Margoyoso 5,40 37453 Kaliabu 3,36 42474 Sawangargo 1,88 22505 Sidosari 2,98 26676 Ngampeldento 2,82 19037 Tanjunganom 1,64 16248 Jebengsari 1,43 16589 Purwosari 3,03 185210 Sriwedari 3,24 3542

Jumlah 29,98 27255Sumber data : Data Statistik Kecamatan Salaman tahun 2011

Dari data di atas, dapat disimpulkan bahwa luas wilayah kerja dari Puskesmas Salaman II

adalah 29,98 km2. Wilayah dengan luas tertinggi yaitu Margoyoso seluas 5,4 km2 dan terendah

yaitu Jebengsari seluas 1,43 km2. Sedangkan wilayah yang mempunyai kepadatan penduduk

paling tinggi dibandingkan desa lain yaitu Kaliabu sebesar 4247 jiwa/ km2 dan terendah yaitu

Tanjunganom sebesar 1624 jiwa.

2.1.3. Sosial Budaya

2.1.3.1. Sarana Peribadatan (2012)

Masjid : 56 buah

Gereja : -

Pura : -

Wihara : -

Dari data di atas, dapat disimpulkan bahwa sarana peribadatan di Wilayah Kerja

Puskesmas Salaman II hanya ada masjid sebanyak 56 buah.

2.1.3.2. Agama dan Kepercayaan Penduduk

Page 14: Laporan Hasil Peninjauan Manajemen Dan Mutu Pelayanan Puskesmas Puskesmas Salaman II Kecamatan Salaman Kabupaten Magelang

Tabel 3. Data Pemeluk Agama di Wilayah Kerja Puskesmas Salaman II

Agama Jumlah %Islam 27.219 99,86Kristen Protestan 6 0,02Katolik 21 0,08Budha 3 0,01Hindu 6 0,02Total 27.255 100

Sumber data : Data Statistik Kecamatan Salaman tahun 2011

Dari data di atas, dapat disimpulkan bahwa penduduk di Wilayah Kerja Puskesmas

Salaman II dominan memeluk agama Islam sebesar 27.219 jiwa.

2.1.3.3. Tingkat Pendidikan

Tabel 4. Data Tingkat Pendidikan di Wilayah Kerja Puskesmas Salaman II

Tingkat Pendidikan Jumlah %Tidak tamat SD 5.172 21,82Tamat SD – SLTP 15.159 63,95Tamat SLTA 2690 11,35Tamat PT 474 1,99Tidak sekolah 206 0,87JUMLAH 23701 100

Sumber data : Data Statistik Kecamatan Salaman tahun 2011

Dari data di atas, dapat disimpulkan bahwa urutan terbesar penduduk adalah tamatan SD –

SLTP sebesar 63,95 %.

2.1.3.4. Sarana Pendidikan

TK & PAUD : 29 buah

SD/MI : 23 buah

SLTP/MTS : 7 buah

SLTA/MA : 2 buah

Pesantren : 6 buah

Page 15: Laporan Hasil Peninjauan Manajemen Dan Mutu Pelayanan Puskesmas Puskesmas Salaman II Kecamatan Salaman Kabupaten Magelang

Dari data di atas, dapat disimpulkan bahwa jumlah fasilitas pendidikan terbanyak adalah

TK dan PAUD yaitu sebesar 29 buah.

2.1.4. Sosial Ekonomi

2.1.4.1. Mata pencaharian

Tabel 5. Data Mata Pencaharian Penduduk di Wilayah Kerja Puskesmas Salaman II

Mata Pencaharian Jumlah %Petani 4335 16,45Buruh tani 3880 14,72Pengusaha 527 2,00Buruh Industri 1465 5,56Buruh Bangunan 1057 4,01Pedagang 1273 4,83Angkutan 529 2,01PNS/ABRI 531 2,01Pensiunan 230 0,87Lain-lain 6918 26,25TOTAL 20745 100

Sumber data : Data Statistik Kecamatan Salaman tahun 2012

Dari data di atas, dapat disimpulkan bahwa komposisi penduduk terbanyak bermata

pencaharian petani yaitu sebesar 4335 orang (16,45 %).

2.1.4.2. Sarana perekonomian

KUD : -

Bank : 1 buah

Pasar Umum : 4 buah

Home Industry : 7 buah

Warung makan : 6 buah

Terminal : -

Penggilingan padi : 1 buah

Penggilingan tepung : 1 buah

Page 16: Laporan Hasil Peninjauan Manajemen Dan Mutu Pelayanan Puskesmas Puskesmas Salaman II Kecamatan Salaman Kabupaten Magelang

2.1.5. Kesehatan Lingkungan

2.1.5.1. Sarana penyediaan air bersih

Tabel 6. Jenis dan Jumlah Pemakai Sarana Air Bersih di Wilayah Kerja Puskesmas Salaman II

Tahun 2011

Sarana Air Bersih Jumlah Sasaran Jumlah Pemakai % PemakaiSumur gali 1088 5139 24Sumur artesis - - -Perlindungan mata air 52 7674 60Perpipaan - - -PDAM 864 4025 16Total 2004 16838 100 %

Sumber data : Puskesmas Salaman II tahun 2011

Dari data di atas, dapat disimpulkan bahwa jenis sarana air bersih yang terbanyak adalah

sumur gali yaitu sebesar 1.088 buah dengan 5.139 orang pemakai (19,4 %).

2.1.5.2. Sarana jamban

Tabel 7. Sarana dan Cakupan Pelayanan Jamban Keluarga di Wilayah Kerja Puskesmas Salaman

II Tahun 2011

Jenis Jamban Jumlah SaranaCemplung leher angsa 835Cemplung non- leher angsa 3847Septictank leher angsa 7

Total 4689Sumber data : Puskesmas Salaman II Tahun 2011

Dari data di atas, dapat disimpulkan bahwa jenis jamban yang paling banyak digunakan

penduduk adalah cemploung non – leher angsa yaitu sebesar 3.847.

2.2. Input

2.2.1. Man atau Sumber Daya Manusia

Page 17: Laporan Hasil Peninjauan Manajemen Dan Mutu Pelayanan Puskesmas Puskesmas Salaman II Kecamatan Salaman Kabupaten Magelang

Tabel 8. Rincian Jumlah Tenaga Kerja yang Ada di Puskesmas Salaman II

Tempat Tenaga Kerja JumlahPuskesmas Induk Dokter umum 2

Dokter gigi 1Bidan 5Perawat 6Perawat gigi 1Sanitarian (SPPH) 1Gizi 1Tenaga laborat 1Pengelola obat 1Tenaga administrasi 0Petugas loket 2Pengemudi 1Penjaga malam 0Kasir 1 Wiyata Bakti 4

Puskesmas Pembantu

Perawat kesehatan 1

Bidan di Desa Bidan 9

JUMLAH TOTAL 36

Sumber Data: Puskesmas Salaman II Tahun 2011

2.2.2. Material

2.2.2.1. Sarana Fisik

Puskesmas Salaman II merupakan puskesmas rawat jalan. Puskesmas ini pertama kali

berdiri tahun 1986. Luas tanah 897 m2, luas gedung 350 m2.

Ruang pelayanan :

Ruang loket / pendaftaran : 1 ruang

Ruang UGD / tindakan : tidak ada

BP Umun : 1 ruang

Apotik : 1 ruang

BP Gigi : 1 ruang

Ruang KIA, KB, dan imunisasi : 1 ruang

Page 18: Laporan Hasil Peninjauan Manajemen Dan Mutu Pelayanan Puskesmas Puskesmas Salaman II Kecamatan Salaman Kabupaten Magelang

Ruang gizi dan perkantoran : 1 ruang

Laboratorium : 1 ruang

Gudang obat : 1 ruang

Aula : 1 ruang

Ruang komputer : 1 ruang

Gudang barang : 1 ruang

2.2.2.2. Sarana kesehatan lain yang ada berupa :

Puskesmas induk : 1 buah (Desa Krasak)

Puskesmas pembantu : 1 buah (Desa Ngampeldento)

PKD : 6 buah (Margoyoso, Kaliabu, Sawangargo,

Tanjunganom, Jebengsari, Purwosari)

Polindes : 2 buah ( Sidosari, Sriwedari )

Posyandu : 61 buah, dengan strata :

Posyandu Purnama : 58 buah

Posyandu Mandiri : 3 buah

UKS : 23 SD / MI

2.2.3. Money atau Dana

Sumber pendanaan Puskesmas Salaman II berasal dari :

Pendapatan puskesmas :

Retribusi

Askes

Lain-lain

Penerimaan

Page 19: Laporan Hasil Peninjauan Manajemen Dan Mutu Pelayanan Puskesmas Puskesmas Salaman II Kecamatan Salaman Kabupaten Magelang

Dana dari APBD Kabupaten untuk operasional meliputi gaji, sarana dan prasarana

aparatur serta sarana dan prasarana publik.

Dana dari APBD Kabupaten melalui dinas kesehatan untuk pemeliharaan kendaraan

roda dua dan roda empat.

Dana dari JPKMM / Jamkesmas.

2.2.4. Kebijakan Pemerintah Daerah dan Pusat

Peraturan yang mengatur Puskesmas :

UU No. 36 tahun 2009 Tentang Kesehatan

UU No. 22 tahun 1999 Tentang Otonomi Daerah

UU No. 25 tahun 1999 Tentang Perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah

PERDA No 14 tahun 2006 Tentang Restribusi Pelayanan Kesehatan pada Puskesmas

di Kabupaten Magelang

Keputusan Bupati Kepala Daerah TK II Magelang No 1884/492/Kep/13.2002 Tentang

Organisasi Puskesmas

2.3. Proses Manajemen

2.3.1. Perencanaan (P1)

Tim perencana terdiri dari Kepala puskesmas dan para pemegang program, dimana

sumber data didapat dari laporan bulanan Puskesmas, yang direkapitulasi pada akhir tahun.

Laporan memuat hasil kegiatan, dalam melakukan perencanaan kepala puskesmas dibantu

oleh para pemegang program, dimana sumber data didapat dari laporan bulanan

Puskesmas. Laporan memuat hasil kegiatan dari 6 upaya kesehatan pokok yang

dilaksanakan di Puskesmas Salaman II. Laporan akhir tahun di Puskesmas Salaman II

disajikan dalam bentuk tabel yang didokumentasi secara rapi dan grafik untuk dapat lebih

Page 20: Laporan Hasil Peninjauan Manajemen Dan Mutu Pelayanan Puskesmas Puskesmas Salaman II Kecamatan Salaman Kabupaten Magelang

menilai naik turunnya perjalanan kegiatan dalam 12 bulan. Kemudian data dianalisa

dibandingkan dengan target. Masalah timbul jika pencapaian kegiatan tidak memenuhi

target yang ditetapkan. Jadwal pelaksanaan dilakukan akhir bulan desember, dan cara

mendapatkannya dengan lokmin.

2.3.2. Penggerakkan dan Pelaksanaan (P2)

Dalam manajemen penggerakan dan pelaksanaan terdapat komponen-komponen

yang merupakan bagian terpenting dari manajemen tersebut. Komponen tersebut

meliputi:

2.3.2.1. Pengorganisasian

Penentuan para penanggung jawab dan para pelaksana untuk setiap kegiatan

dengan pertemuan penggalangan tim pada awal tahun kegiatan (mini lokakarya) yaitu

pesertanya meliputi, kepala puskesmas, dan seluruh staf puskesmas. Penggalangan

kerjasama lintas sektoral, antara dua sektor maupun antara berbagai sektor yang terkait,

antara lain :

Pendidikan nasional (UKS)

Kantor Urusan Agama (TT calon pengantin)

Pertanian (Upaya Perbaikan Gizi Keluarga)

Kependudukan dan catatan sipil (KB)

Perekonomian dan kesra (ASKESKIN)

Pembangunan desa (pemugaran perumahan)

2.3.2.2. Penyelenggaraan

Penyelenggaraan kegiatan dari upaya 6 kesehatan wajib dilakukan dengan jadwal

kegiatan yang disusun oleh masing-masing penanggung jawab dengan koordinasi dengan

Page 21: Laporan Hasil Peninjauan Manajemen Dan Mutu Pelayanan Puskesmas Puskesmas Salaman II Kecamatan Salaman Kabupaten Magelang

kepala Puskesmas agar penyelenggaraan kegiatan di Puskesmas Salaman II tetap

memperhatikan azas penyelenggaraan puskesmas, berbagai standar dan pedoman

pelayanan puskesmas, kendali mutu dan biaya. Penyelenggaraan kegiatan dilaksanakan

dengan kerjasama lintas program maupun lintas sektoral. Terbangun baik kerjasama

lintas program yaitu dalam bentuk sinkronisasi program. Dan evaluasi hasil lokmin

dengan pengambilan program tertentu, diurutkan dan di evaluasi kegiatan apa yang ada

masalah.

2.3.2.3. Pemantauan

Pengkajian internal lintas program dilakukan dalam bentuk pertemuan rutin bulanan

yang membahas mengenai kinerja Puskesmas Salaman II, bagaimana kendali mutu

dan kendali biaya. Pengkajian eksternal secara Triwulanan (lokakarya mini

triwulanan) bersama lintas sektoral tentang penyelenggaraan kegiatan dan hasil yang

telah dicapai.

Menyusun saran peningkatan penyelenggaraan kegiatan sesuai dengan pencapaian

kinerja Puskesmas serta masalah dan hambatan yang ditemukan dalam telaah bulanan

dan triwulanan.

2.3.3. Pengawasan, Pengendalian dan Penilaian (P3)

Adalah proses memperoleh kepastian, kesesuaian penyelenggaraan dan pencapaian

tujuan Puskesmas terhadap rencana dan undang-undang yang berlaku. Pengawasan terdiri

atas pengawasan internal dari atasan langsung (Kepala Puskesmas) terhadap seluruh staf

dan pengawasan eksternal yang dilakukan sebagian masyarakat dan dinas kesehatan

terhadap kegiatan yang dilaksanakan puskesmas, dengan ruang lingkup administratif,

keuangan, teknis pelayanan yang dilakukan di Puskesmas Salaman II.

Page 22: Laporan Hasil Peninjauan Manajemen Dan Mutu Pelayanan Puskesmas Puskesmas Salaman II Kecamatan Salaman Kabupaten Magelang

Penilaian dilakukan pada akhir tahun menggunakan Standar Pelayanan Minimal

(SPM) meliputi penilaian terhadap penyelenggaraan kegiatan dan hasil yang dicapai,

dibandingkan dengan rencana tahunan dan standar pelayanan. Pertanggungjawaban

dilakukan melalui laporan pertanggungjawaban tahunan yang berisi tentang pelaksanaan

kegiatan, perolehan sumber dana (keuangan) dan penggunaan sumberdaya. Laporan

pertanggungjawaban dibuat oleh kepala Puskesmas pada setiap lokakarya mini yang

mencakup di dalamnya pelaksanaan kegiatan serta perolehan dan penggunaan berbagai

sumber daya termasuk keuangan, disampaikan kepada Dinas Kesehatan Kabupaten/ Kota

serta pihak–pihak terkait lainnya, termasuk masyarakat.

2.4. Keluaran

Cakupan kegiatan yang meliputi 6 upaya program standar pelayanan minimal bulan

Januari – Juni 2012. Lembar SPM (Standar Pelayanan Minimal) terlampir.

2.5. Dampak

Data kematian

Jumlah kematian penduduk dalam 12 bulan (Jan-Desember 2011) : 93 jiwa

Data kelahiran

Jumlah kelahiran hidup dalam 12 bulan (Jan-Desember 2011) : 465 jiwa

Jumlah kelahiran mati dalam 12 bulan (Jan-Desember 2011) : 3 jiwa

Data kesakitan

Jumlah kesakitan dalam 12 bulan (Jan-Desember 2011) : 3277 jiwa

Data penyakit

Tabel 9. Pola 10 besar penyakit rawat jalan puskesmas Salaman II, semua kelompok Umur Januari – Desember 2011 berdasarkan ICD X

Page 23: Laporan Hasil Peninjauan Manajemen Dan Mutu Pelayanan Puskesmas Puskesmas Salaman II Kecamatan Salaman Kabupaten Magelang

No. Nama Penyakit Jumlah Penderita %

1. Infeksi Akut lain pada Sal. Nafas bagi atas

1.148 41,46 %

2. Hipertensi Primer 295 10,65%3. Diare dan Gastroenteritis non spesifik 198 7,15%4. Nasopharingitis Akut ( Common Cold ) 158 5,7%5. Faringitis 127 4.58%6. Rheumatoid arthritis lain 87 3,14%7. Penyakit kulit karena jamur 79 2,85%8. Gout 78 2,81%9. Conjungtivitis 76 2,74%10. Penyakit lain – lain 523 18,88%

TOTAL 2769 100

Sumber data : Puskesmas Salaman II 1 Januari 2011– 31 Desember 2011

Dari data di atas, dapat disimpulkan bahwa penyakit rawat jalan puskesmas Salaman II

yang paling banyak ditemukan adalah infeksi akut lain pada saluran nafas bagian atas yaitu

sebesar 1.148 penderita.

BAB III

IDENTIFIKASI MASALAH

3.1 Identifikasi Masalah

Page 24: Laporan Hasil Peninjauan Manajemen Dan Mutu Pelayanan Puskesmas Puskesmas Salaman II Kecamatan Salaman Kabupaten Magelang

Berdasarkan data Standar Pelayanan Minimal bulan Januari – Juni tahun 2012

pada 6 program pokok Puskesmas Salaman II, dilakukan identifikasi masalah dengan

melihat cakupan masalah dibandingkan dengan target masing-masing program. Dari

identifikasi masalah tersebut sebagai berikut :

Tabel 1. Identifikasi Masalah pada 6 Program Pokok Puskesmas Salaman II bulan

Januari- Agustus 2012.

No Indikator Kerja

Target Penilaian Besar

Masalah

Sasara

n% N %

%

1. Jumlah dukun bayi yang

terlatih25 100% 23 92 %

8 %

2.

Rumah Sehat7161 70% 257

10,25% 89,75%

3. Penduduk yang

memanfaatkan jamban2523 75% 252

26,62% 73,38%

4. Rumah yang mempunyai

SPAL1016 70% 160

44,99% 55,01%

5. Cakupan balita dengan

pneumoni yang

ditemukan/ditangan sesuai

standar

139 100% 1420,14% 79,86%

6. P2M malaria : Jumlah

penderita yang diperiksa

sediaan darahnya

(slide ACD)

13590 5% 307 90,3%9,7%

7.

Imunisasi DPT I

465 95% 218 98,73% 1,27%

8. Imunisasi Campak 465 95%

198

89,6%

10,4%

Page 25: Laporan Hasil Peninjauan Manajemen Dan Mutu Pelayanan Puskesmas Puskesmas Salaman II Kecamatan Salaman Kabupaten Magelang

9.

DM

22 0,16% 33 187,5% 87,5%

10. PHBS 7535 65% 2011 82,14% 17,86%

Keterangan :

Data yang diambil periode Januari- Agustus 2012 : Jumlah dukun bayi yang terlatih

Data yang diambil periode Januari- Juni 2012 :

Rumah Sehat

Penduduk yang memanfaatkan jamban

Rumah yang mempunyai SPAL

Cakupan balita dengan pneumoni yang ditemukan/ditangan sesuai standar

P2M malaria : Jumlah penderita yang diperiksa sediaan darahnya

(slide ACD)

Imunisasi DPT I

Imunisasi Campak

DM

PHBS

3.2 Analisa Prioritas Masalah

Page 26: Laporan Hasil Peninjauan Manajemen Dan Mutu Pelayanan Puskesmas Puskesmas Salaman II Kecamatan Salaman Kabupaten Magelang

Permasalahan yang teridentifikasi tersebut kemudian ditentukan prioritas masalahnya

dengan menggunakan metode Hanlon Kuantitatif dengan 4 kelompok kriteria :

1. Kelompok kriteria A : Besarnya Masalah

2. Kelompok kriteria B : Kegawatan masalah

3. Kelompok kriteria C : kemudahan dalam penanggulangan

4. Kelompok kriteria D : PEARL faktor

Sebelum menuju ke kelompok kriteria tersebut maka dilakukan penentuan jumlah

kelas dan interval kelas

Kelas = 1 + 3,3 log n

= 1 + 3,3 log 10

= 1 + 3,3

= 4,33 (4 Kelompok)

Keterangan :

n : banyaknya program yang belum mencapai target

Interval = (N Terbesar – N Terkecil) : kelas

= (89,75 -1,27 ) : 4

= 22,12

Keterangan :

N : Prosentase besar masalah

Kelompok kriteria A : Besarnya Masalah

Tabel 2.Identifikasi Masalah Puskesmas Salaman II 2012

Page 27: Laporan Hasil Peninjauan Manajemen Dan Mutu Pelayanan Puskesmas Puskesmas Salaman II Kecamatan Salaman Kabupaten Magelang

No Indikator Kerja

NILAIA B C D Total

(1,27-

23,39)

(23,40-

45,52)

(45,53-

67,65)

(67,66-

89,78)

1 2 3 4

1. Jumlah dukun bayi yang

terlatihX

1

2. Rumah Sehat X 4

3. Penduduk yang

memanfaatkan jambanX

4

4. Rumah yang mempunyai

SPALX

3

5. Cakupan balita dengan

pneumoni yang

ditemukan/ditangan

sesuai standar

X4

6. P2M malaria : Jumlah

penderita yang diperiksa

sediaan darahnya

(slide ACD)

X

1

7.

Imunisasi DPT IX

1

8.

Imunisasi Campak X

1

9.

DMX 4

10.

PHBSX

1

Page 28: Laporan Hasil Peninjauan Manajemen Dan Mutu Pelayanan Puskesmas Puskesmas Salaman II Kecamatan Salaman Kabupaten Magelang

Kelompok Kriteria B : Kegawatan Masalah

Penilaian criteria ini lebih bersifat subyektif. Pentuan 3 faktor tingkat kegawatan:

1) Tingkat urgensi (mendesak)

2) Tingkat kegawatan yang menyebabkan kematian, kecacatan

3) Biaya

Tentukan bobot nilai (P5) pada masing-masing faktor.

Keterangan:

Tingkat Urgensi dalam interval skor 1 – 4, yaitu :

Tidak Mendesak : 1 Mendesak : 3

Kurang Mendesak : 2 Sangat mendesak:4

Tingkat Keganasan dalam interval skor 1 – 4, yaitu :

Tidak Ganas : 1 Ganas : 3

Kurang Ganas : 2 Sangat ganas : 4

Biaya yang dikeluarkan. dalam interval skor 1 – 4, yaitu :

Sangat Mahal : 1 Murah : 3

Mahal : 2 Sangat murah : 4

Tabel 3.Identifikasi Masalah Berdasarkan Tingkat Keganasan, Urgensi, Dan biaya yang

Dikeluarkan Puskesmas Salaman II Tahun 2012

No Indikator kinerja Urgensi KeganasanBiaya yang

dikeluarkanNilai

1. Jumlah dukun bayi yang

terlatih2,2 1,8 2,5 2,16

2. Rumah Sehat 2,2 2,1 1,7 2

3. Penduduk yang

memanfaatkan jamban3,4 2,7 2 2,36

4. Rumah yang mempunyai

SPAL3,1 2,6 2,3 2,66

5. Cakupan balita dengan

pneumoni yang

ditemukan/ditangani

3,1 2,4 2,1 2,53

Page 29: Laporan Hasil Peninjauan Manajemen Dan Mutu Pelayanan Puskesmas Puskesmas Salaman II Kecamatan Salaman Kabupaten Magelang

sesuai standar

6. P2M malaria : Jumlah

penderita yang diperiksa

sediaan darahnya

(slide ACD)

2,2 1,5 3 2,23

7. Imunisasi DPT I 3,1 2,6 4 3,23

8. Imunisasi Campak 3 2,6 4 3,2

9. Penyakit DM 2.4 3,1 1 2,16

10. PHBS 2,8 2,6 3,7 3,03

Kelompok criteria C : kemudahan dalam penanggulangan

Menilai masalah tersebut dalam penanggulangan tentang keberadaan sumber daya

(tenaga, alat, obat, biaya, fasilitas kesehatan, dll), teknologi yang digunakan tersedia, dan

kemampuan serta kemudahan menyelesaikan masalah.

Makin sulit penanggulangan skor makin kecil

1 2 3 4

Sangat sulit Sangat mudah

Ditanggulangi ditanggulangi

Tabel 4. Identifikasi Masalah Berdasarkan dengan Kemudahan Dalam Penanggulangan

Kinerja Puskesmas Salaman II 2012

No. Indikator Kinerja 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Mean

1. Jumlah dukun bayi yang

terlatih2 2 2 2 3

2 2 2 22,3

2. Rumah Sehat 2 2 2 1 1 2 1 2 2 1,6

3. Penduduk yang

memanfaatkan jamban3 3 2 2 3

3 2 2 32,6

4. Rumah yang mempunyai

SPAL3 3 1 2 2

2 2 2 22,1

Page 30: Laporan Hasil Peninjauan Manajemen Dan Mutu Pelayanan Puskesmas Puskesmas Salaman II Kecamatan Salaman Kabupaten Magelang

5. Cakupan balita dengan

pneumoni yang

ditemukan/ditangani sesuai

standar

2 2 2 3 2

2 2 2 3

1,7

6. P2M malaria : Jumlah

penderita yang diperiksa

sediaan darahnya

(slide ACD)

3 3 2 3 3

3 3 3 3

2,9

7 Imunisasi DPT I 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4

8 Imunisasi Campak 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4

9 Penyakit DM 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2

10 PHBS 3 4 3 2 3 3 3 3 3 3,1

Kelompok criteria D : PEARL faktor

Faktor yang saling menentukan dapat atau tidaknya suatu program dilaksanakan, faktor-faktor

tersebut :

1. Kesesuaian (Propriety)

2. Ekonomi murah (Economic)

3. Dapat diterima (Acceptability)

4. Tersedianya sumber (Resources availability)

5. Legalitas terjamin (Legality)

Tabel 5. Analisa masalah dengan PEARL faktor

No. Indikator Kinerja P E A R LHasil

Perkalian

1. Jumlah dukun bayi yang

terlatih1 0 1 1 1 0

2. Rumah Sehat 1 0 1 0 1 0

3. Penduduk yang

memanfaatkan jamban1 1 1 1 1 1

Page 31: Laporan Hasil Peninjauan Manajemen Dan Mutu Pelayanan Puskesmas Puskesmas Salaman II Kecamatan Salaman Kabupaten Magelang

4. Rumah yang mempunyai

SPAL1 0 1 0 1 0

5. Cakupan balita dengan

pneumoni yang

ditemukan/ditangani

sesuai standar

1 0 1 1 1 0

6. P2M malaria : Jumlah

penderita yang diperiksa

sediaan darahnya

(slide ACD)

1 1 1 1 1 1

7. Imunisasi DPT I 1 1 1 1 1 1

8. Imunisasi Campak 1 1 1 1 1 1

9. Penyakit DM 1 0 1 1 1 1

10 PHBS 1 1 1 1 1 1

Penilaian Prioritas Masalah

Dari kriteria-kriteria yang telah dilakukan diatas, ditentukan peringkat prioritas masalah dengan

menghitung :

Nilai Prioritas Dasar (NPD) : (A+B) x C

Nilai Prioritas Total (NPT) : NPD x D

: (A+B) x C x D

Tabel 6. Penilaian Prioritas Masalah

No. Indikator Kinerja NPDNILAI

PEARLNPT

URUTAN

PRIORITAS

1 Jumlah dukun bayi yang

terlatih14,26 0 0 -

2. Rumah Sehat 9,6 0 0 -

3. Penduduk yang

memanfaatkan jamban16,53 1 16,53 II

4. Rumah yang mempunyai

SPAL11,88 0 0 -

Page 32: Laporan Hasil Peninjauan Manajemen Dan Mutu Pelayanan Puskesmas Puskesmas Salaman II Kecamatan Salaman Kabupaten Magelang

5. Cakupan balita dengan

pneumoni yang

ditemukan/ditangani

sesuai standar

11,1 0 0 II

6 P2M malaria : Jumlah

penderita yang diperiksa

sediaan darahnya

(slide ACD)

9,36 1 9,36 VI

7 Imunisasi DPT I 16,92 1 16,92 VII

8 Imunisasi Campak 16,8 1 16,8 III

9 Penyakit DM 12,32 1 12,32 V

10 PHBS 12,58 1 12,58 IV

Sehingga berdasarkan hasil perhitungan secara Hanlon kuantitatif yang telah diuraikan di atas,

maka didapatkan urutan prioritas masalah sebagai berikut:

Tabel 7. Urutan Prioritas Masalah Puskesmas Salaman II adalah:

Peringkat Indikator Kerja

IP2M malaria : Jumlah penderita yang diperiksa sediaan darahnya

(slide ACD)

II Penyakit DM

III PHBS

IV Imunisasi Campak

V Penduduk yang memanfaatkan jamban

VI Imunisasi DPT 1

Berdasarkan daftar prioritas masalah, diskusi dan saran dari Kepala Puskesmas Salaman

II analisis penyebab masalah yang kami angkat adalah Program Pemberantasan Penyakit

Menular Malaria : Jumlah Penderita Yang Diperiksa Sediaan Darahnya (Slide ACD)

3.3. Analisis Penyebab Masalah

Page 33: Laporan Hasil Peninjauan Manajemen Dan Mutu Pelayanan Puskesmas Puskesmas Salaman II Kecamatan Salaman Kabupaten Magelang

Untuk menganalisa penyebab masalah manajemen secara menyeluruh, digunakan

pendekatan sistem yang meliputi input, proses, lingkungan, serta QA yang meliputi simple

problem dan complex problem.

Gambar 2. Sistem manajemen mutu

Untuk menganalisa penyebab masalah manajemen secara menyeluruh, digunakan

pendekatan system yang meliputi : Input, Proses, Output, Lingkungan, serta QA yang meliputi

simple problem dan complex problem.

3.3.1. Pendekatan Sistem

Berdasarkan Hanlon Kuantitatif tersebut diatas kami mengajukan asumsi

penyebab masalah kepada pihak puskesmas Salaman II untuk dikonfirmasi dengan

menggunakan analisis pendekatan system :

Input (Man, Money, Material, Method, Mechine)

Proses (P1,P2,P3)

Faktor lingkungan

Tabel 8. Tabel Kemungkinan Penyebab Rendahnya Cakupan Jumlah Penderita Yang Diperiksa

Sediaan Darahnya pada Program Pemberantasan Penyakit Malaria

Page 34: Laporan Hasil Peninjauan Manajemen Dan Mutu Pelayanan Puskesmas Puskesmas Salaman II Kecamatan Salaman Kabupaten Magelang

Komponen Kelemahan

INPUT Man Jumlah JMD ACD kurang ( 1 JMD membawahi 3-4 desa)

Pelatihan terhadap JMD ACD jarang dilakukan (terakhir tahun 2005)

Adanya Rangkap Jabatan dari PJ program P2M Malaria (Slide ACD) (Rangkap dengan program imunisasi dan administrasi Puskesmas)

Money Kurangnya dana yang diberikan untuk JMD (800.000/bulan)

Methode -Material Kurangnya media promosi

untuk program khusus malaria Machine -

PROSES P1 -P2 Tidak adanya penyuluhan

khusus tentang malaria Masyarakat yang dicurigai

terkena malaria tidak mau diambil darahnya

P3 Pengawasan oleh Kepala Puskesmas hanya melalui pendelegasian dan tidak rutin.

Belum ada pelaporan dan pengawasan rutin terhadap migrasi dari daerah endemis malaria

LINGKUNGAN -

3.3.2. Mutu Pelayanan

Dalam menilai mutu pelayanan puskesmas dilakukan simple problem dan

kompleks problem. Pada simple problem kami menggunakan Standard Operating

Page 35: Laporan Hasil Peninjauan Manajemen Dan Mutu Pelayanan Puskesmas Puskesmas Salaman II Kecamatan Salaman Kabupaten Magelang

Prosedure (SOP). Pada kompleks problem kami menggunakan wawancara kepada pasien

terhadap 9 dimensi mutu.

3.3.2.1. Simple Problem

SOP program P2M Malaria : Jumlah Penderita yang Diperiksa Sediaan Darahnya

(Slide ACD) tidak dapat ditunjukkan oleh petugas oleh karena kondisi puskesmas yang

sedang mengalami renovasi sehingga simple problem tidak dapat dinilai.

3.3.2.2. Complex Problem

Penilaian mutu pelayanan Puskesmas salah satunya dilakukan lewat pendekatan

complex problem, yaitu dengan menggunakan 9 dimensi mutu. Kuesioner ditanyakan

pada 5 pasien yang berkunjung di puskesmas.

Berikut ini adalah daftar inventarisasi pendapat yang merupakan masalah

berdasarkan instrumen jaminan mutu.

Tabel 9. Daftar Pertanyaan Dimensi Mutu (Complex Problem)

QUESIONER 9 DIMENSI MUTU Y N %Technical competence

a. Apakah petugas sering mengadakan pencarian penderita malaria?

b. Apakah petugas sudah sesuai dengan kemampuannya

c. Apakah petugas saat berkunjung ke rumah, menjelaskan kepada anda tentang pemeriksaan sedian hapus darah untuk mencari penderita malaria?

2 Access to service Geografis :a. Apakah mudah bagi anda untuk

mendapat informasi tentang pemeriksaan malaria oleh petugas?

b. Apakah jarak antara rumah dengan tempat pemeriksaan mudah dijangkau?

c. Apakah alat transportasi untuk

Page 36: Laporan Hasil Peninjauan Manajemen Dan Mutu Pelayanan Puskesmas Puskesmas Salaman II Kecamatan Salaman Kabupaten Magelang

menuju tempat pemeriksaan mudah ditemukan?

Sosial budaya:Apakah bahasa yang digunakan petugas

mudah mengerti?3 Effectiveness

a. Apakah anda pernah mengikuti pemeriksaan darah untuk memeriksa terkena malaria apan tdk?

b. Apakah anda bertambah informasi dengan adanya kedatangan petugas untuk memeriksa?

4 Effisiensia. Apakah ada media atau alat yang

digunakan untuk pemeriksaan?b. Apakah waktu untuk pemeriksaan tidak

mengganggu aktivitas masyarakat?c. Apakah saat pemeriksaan, petugas atau

kader menerangkan tentang prosedur pemeriksaan secara jelas?

d. Apakah petugas dalam memberikan informasi tidak bertele – tele?

5 Interpersonal relationa. Sudah adakah penerapan

senyum,salam,sapa,sopan,dan santun oleh petugas atau kader?

b. Apakah pasien merasa leluasa untuk menyampaikan pendapat saat pemeriksaan?

c. Apakah antar petugas dengan kader bekerjasama dengan baik?

6 Continuitya. Apakah ada kunjungan rumah secara rutin

oleh petugas atau kader?b. Apakah ada pemberian informasi secara

rutin oleh petugas atau kader?c. Apakah dilakukan follow up pasca

pemeriksaan secara rutin oleh petugas atau kader?

7 Amenitiesa. Apakah tempat saat memberikan

pemeriksan bersih dan nyaman?b. Apakah petugas atau kader kooperatif

terhadap pasien?

Page 37: Laporan Hasil Peninjauan Manajemen Dan Mutu Pelayanan Puskesmas Puskesmas Salaman II Kecamatan Salaman Kabupaten Magelang

c. Apakah disediakan makanan atau minuman ringan saat pemeriksaan?

d. Apakah anda puas dengan pemeriksaan yang diberikan petugas?

8 Safetya. Apakah bangunan untuk pemeriksaan

layak digunakan?9 Informasi

a. Apakah petugas memberikan informasi tentang pentingnya pemeriksaan?

b. Apakah sebelum melakukan kegiatan, petugas memberikan informasi pada masyarakat bahwa akan diadakan pemeriksaan?

Dari tabel diatas tidak ditemukan masalah complex problem karena tidak ada pasien

yang dicurigai malaria saat pengamatan. Pengamatan dilakukan pada PJ Program P2M

Malaria : Jumlah penderita yang diperiksa sediaan darahnya (slide ACD)

3.4. Konfirmasi Penyebab masalah

Setelah dikonfirmasi dengan Kepala Puskesmas Salaman II, maka didapatkan penyebab

masalah antara lain :

Jumlah JMD kurang ( 1 JMD membawahi 3-4 desa)

Pelatihan terhadap JMD jarang dilakukan (terakhir tahun 2005)

Adanya Rangkap Jabatan dari PJ program Pemberantasan Penyakit Menular Malaria

dengan program imunisasi dan administrasi Puskesmas.

Kurangnya dana yang diberikan untuk JMD (800.000/bulan)

Kurangnya media promosi untuk program khusus malaria

Tidak adanya penyuluhan khusus tentang malaria

Masyarakat yang dicurigai terkena malaria tidak mau diambil darahnya

Page 38: Laporan Hasil Peninjauan Manajemen Dan Mutu Pelayanan Puskesmas Puskesmas Salaman II Kecamatan Salaman Kabupaten Magelang

Pengawasan oleh Kepala Puskesmas hanya melalui pendelegasian dan tidak rutin.

Belum ada pelaporan dan pengawasan rutin terhadap migrasi dari daerah endemis

malaria.

1. Simple problem : Tidak dapat dinilai

2. Complex problem : Tidak dilakukan pembagian kuesioner pada pasien karena tidak ada

pasien yang dicurigai malaria saat pengamatan. Pengamatan dilakukan pada PJ Program

Pemberantasan Penyakit Menular Malaria.

Technical Competence

Penanggung Jawab Program Pemberantasan Penyakit Menular Malaria sudah sesuai

dengan kompetensi namun merangkap sebagai pegawai adminstratif dan imunisasi

sehingga kurang fokus terhadap program

Amenities

Program Pemberantasan Penyakit Menular Malaria tidak memiliki ruangan khusus

sehingga kenyamanan kerja terganggu.

DIAGRAM FISH BONE

Page 39: Laporan Hasil Peninjauan Manajemen Dan Mutu Pelayanan Puskesmas Puskesmas Salaman II Kecamatan Salaman Kabupaten Magelang

Simple problem

MAN Kurangnya jumlah JMD Pelatihan terhadap JMD jarang dilakukanAdanya Rangkap Jabatan dari PJ program Pemberantasan Pemyakit Menular Malaria

INPUT

PROSES

Tidak dapat dinilai

Program Pemberantasan Malaria : Jumlah Penderita yang Diperiksa Sediaan Darahnya

P2Tidak ada penyuluhan khusus tentang malariaMasyarakat yang dicurigai

terkena malaria tidak mau

diambil darahnya

MaterialMedia promosi untuk program khusus malaria kurang

MoneyKurangnya dana yang diberikan untuk JMD ACD

Complex

Technical competencePetugas PJ P2M Malaria sudah sesuai dengan kompetensi namun merangkap sebagai pegawai adminstratif dan imunisasi sehingga kurang fokus terhadap program

AmenitiesProgram P2M Malaria tidak memiliki ruangan khusus sehingga kenyamanan kerja

terganggu.

3.5. Prioritas Penyebab Masalah

Dari hasil inventarisasi penyebab – penyebab permasalahan yang timbul pada

manajemen dan dimensi mutu Puskesmas Salaman II ditelusuri dengan menggunakan Fish Bone

Analysis lalu diurutkan berdasarkan prioritas penyebab masalah dengan metode Paired

Comparison dan Diagram Pareto.

Tabel 10. Paired comparison

P3

Pengawasan oleh Kepala

Puskesmas hanya melalui

pendelegasian dan tidak rutin.

Belum ada pelaporan dan

pengawasan rutin terhadap

migrasi dari daerah endemis

malaria

Page 40: Laporan Hasil Peninjauan Manajemen Dan Mutu Pelayanan Puskesmas Puskesmas Salaman II Kecamatan Salaman Kabupaten Magelang

`` ` ```

Tabel 11. Tabel Pareto

Penyebab NN %

N

kumulatif

%

Kumulati

f

Belum ada pengawasan dan

pelaoporan rutin terhadap

imigran malaria

822,22

8 22,22

Jumlah petugas JMD ACD

kurang7

19,4415 41,44

Masyarakat yang dicurigai

terkena malaria tidak mau

diambil darah

6 16,66 21 58,1

1 2 3 4 5 6 7 8 9 Total horizontal

1 1 1 1 1 1 1 1 9 7

2 2 2 2 2 7 2 9 5

3 2 3 6 7 8 9 1

4 4 6 7 8 9 1

5 6 7 8 9 0

6 7 8 9 0

7 8 9 0

8 9 1

9 0

Tot ver 0 0 1 0 0 3 6 4 7

Total 7 5 2 1 0 3 6 4 8

Page 41: Laporan Hasil Peninjauan Manajemen Dan Mutu Pelayanan Puskesmas Puskesmas Salaman II Kecamatan Salaman Kabupaten Magelang

Pelatihan terhadap JMD ACD

yang jarang dilakukan

5 13,88 26 71,89

Pengawasan program malaria

dari kepala puskesmas hanya

melalui pendelegasian dan tidak

rutin

4 11,11 30 83

Tidak ada penyuluhan khusus

tentang malaria3 8,33 33 91,3

Adanya rangkap jabatan oleh PJ

P2M Malaria2 5,55 35 96,85

Kurangnya dana untuk JMD 1 2,77 36 100

Kurangnya media promosi

program malaria0 0 100 100

Gambar 3. Diagram Pareto

Page 42: Laporan Hasil Peninjauan Manajemen Dan Mutu Pelayanan Puskesmas Puskesmas Salaman II Kecamatan Salaman Kabupaten Magelang

I II III IV V VI VII VIII IX0102030405060708090100

Masalah

Dari hasil analisis pareto, maka penyebab potensial yang menjadi prioritas untuk ditangani

adalah :

Belum ada pengawasan dan pelaporan data rutin terhadap migrasi dari daerah endemis

malaria.

Jumlah JMD yang kurang

Masyarakat yang dicurigai terkena malaria tidak mau diambil darah

Pelatihan terhadap JMD jarang dilakukan

3.6. Alternatif pemecahan masalah

Untuk mengatasi penyebab masalah diatas, alternatif pemecahan masalah yang dapat

dilakukan adalah sebagai berikut:

Tabel 12. Daftar alternatif pemecahan masalah

Page 43: Laporan Hasil Peninjauan Manajemen Dan Mutu Pelayanan Puskesmas Puskesmas Salaman II Kecamatan Salaman Kabupaten Magelang

No Penyebab Tujuan Sasaran Alternatif Pemecahan Masalah

1. Belum ada pengawasan dan pelaporan data rutin terhadap imigran

Mengadakan pengawasan dan pelaporan data rutin terhadap imigran

Masyarakat khususnya imigran

Membentuk tim pengawas dan pelaporan untuk data rutin terhadap imigran

2. Jumlah JMD yang kurang

Menambah jumlah JMD yang ada agar program P2M ACD lebih efektif

JMD Melakukan rekruitmen tenaga kesehatan untuk JMD program P2M Malaria ACD.

3. Masyarakat yang dicurigai terkena malaria tidak mau diambil darah

Meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemeriksaan darah untuk deteksi malaria

Masyarakat (terutama yang dicurigai terkena malaria)

Memberikan edukasi terhadap masyarakat akan pentingnya pemeriksaan darah untuk deteksi malaria

4. Pelatihan terhadap JMD jarang dilakukan

Petugas lebih menguasai kompetensi sebagai JMD

JMD Mengadakan pelatihan untuk JMD secara rutin.

Dari tabel diatas dapat disimpulkan alternatif pemecahan masalah meliputi :

Membentuk tim pengawas dan pelaporan untuk data rutin terhadap imigran

Melakukan rekruitmen tenaga kesehatan untuk JMD program P2M Malaria ACD.

Memberikan edukasi terhadap masyarakat akan pentingnya pemeriksaan darah untuk

deteksi malaria

Mengadakan pelatihan untuk JMD secara rutin.

3.7. Proses Pengambilan Keputusan

Proses pengambilan keputusan menggunakan kriteria mutlak dan kriteria keinginan,

dilakukan melalui delapan langkah yaitu :

a. Menetapkan tujuan dan sasaran keputusan yang telah ditulis di atas.

Page 44: Laporan Hasil Peninjauan Manajemen Dan Mutu Pelayanan Puskesmas Puskesmas Salaman II Kecamatan Salaman Kabupaten Magelang

b. Menetapkan kriteria mutlak dan kriteria keinginan bagi tercapainya tujuan.

Kriteria mutlak :

Man

Dana

Waktu

Instrumen

Kriteria keinginan

Efektif

Efisien

Berkesinambungan

Mudah

c. Menetapkan bobot kriteria keinginan

Efektif : 40

Efisien : 30

Berkesinambungan : 20

Mudah : 10

d. Alternatif – alternatif peningkatan program Pemberantasan Penyakit Menular Malaria

(Jumlah penderita yang diperiksa sediaan darahnya) adalah :

Membentuk tim pengawas dan pelaporan untuk data rutin terhadap migrasi dari daerah

endemis

Melakukan rekruitmen tenaga kesehatan untuk JMD program Pemberantasan Penyakit

Menular Malaria.

Page 45: Laporan Hasil Peninjauan Manajemen Dan Mutu Pelayanan Puskesmas Puskesmas Salaman II Kecamatan Salaman Kabupaten Magelang

Memberikan edukasi terhadap masyarakat akan pentingnya pemeriksaan darah untuk

deteksi malaria

Mengadakan pelatihan untuk JMD secara rutin.

e. Menguji alternatif dengan matriks kriteria mutlak & keinginan :

Menguji alternatif-alternatif tersebut ke dalam :

Matriks kriteria mutlak :

Alternatif yang tidak lulus segera dikeluarkan, sedangkan yang lulus dilanjutkan ke matriks

kriteria keinginan

Tabel 23. Daftar Matriks Kriteria Mutlak

Alternatif Tenaga Waktu Dana Metode L/TL

1 1 1 1 1 L

2 1 1 0 1 TL

3 1 1 1 1 L

4 1 0 1 1 TL

Keterangan :

Untuk jawaban “Ya” diberi Skor 1, jawaban “Tidak” diberi Skor 0, L = Lulus, TL = Tidak

Lulus

Matriks kriteria keinginan :

Pada matriks ini setiap alternatif secara urut diberi nilai terhadap kriteria keinginan yang

ada

Angka nilai setiap alternatif tidak melebihi bobot kriteria nilai yang bersangkutan

Alternatif yang memiliki jumlah tertinggi merupakan keputusan sementara

Tabel 24. Daftar Matriks Kriteria Keinginan

Page 46: Laporan Hasil Peninjauan Manajemen Dan Mutu Pelayanan Puskesmas Puskesmas Salaman II Kecamatan Salaman Kabupaten Magelang

Alternatif Proses JumlahEfektif (40) Efisien (30) Berkesinam

bungan (20)Mudah (10) 100

Surveilan Migrasi dari

daerah migrasi malaria

4x40 = 160 3x30 = 90 3x20 = 60 2x10 = 20 330

Rekruitmen JMD Program

P2M

3x40 = 120 2x30 = 60 2x20 = 40 3x10 = 30 250

Edukasi akan pentingnya

pemeriksaan darah untuk

deteksi malaria

3x40=120 3x30=90 2x20=40 3x10=30 280

f. Menetapkan keputusan sementara

Dari alternatif kriteria mutlak dan kriteria keinginan didapatkan hasil untuk sementara

digunakan alternatif pemecahan masalah yaitu :

Membentuk tim pengawas dan pelaporan untuk data rutin terhadap migrasi dari daerah

endemis

Faktor Penghambat dan Faktor Pendorong

Membentuk tim pengawas dan pelaporan untuk data rutin terhadap migrasi dari daerah

endemis

Faktor Penghambat :

Page 47: Laporan Hasil Peninjauan Manajemen Dan Mutu Pelayanan Puskesmas Puskesmas Salaman II Kecamatan Salaman Kabupaten Magelang

-Kurang waspadanya tim yang ditunjuk sebagai pengawas dan pelapor terhadap

migrasi dari daerah endemis malaria,sehingga terjadi penyebaran penyakit malaria

yang tidak diketahui secara dini.

Faktor Pendorong:

-Adanya motivasi untuk menjadikan daerah yang berpenduduk bebas malaria.

Memberikan edukasi terhadap masyarakat akan pentingnya pemeriksaan darah untuk

deteksi malaria:

- Faktor Penghambat :

Tingkat pengetahuan dari masyarakat yang berbeda beda

-Faktor pendorong:

Motivasi adanya keinginan untuk menjadikan daerah yang bebas malaria

g. Pengambilan Keputusan

Berdasarkan kesepakatan dengan pihak puskesmas, maka diputuskan alternatif kegiatan

yang akan dilakukan yaitu Membentuk tim pengawas dan pelapor untuk data rutin

terhadap migrasi dari daerah endemis

BAB IV

Page 48: Laporan Hasil Peninjauan Manajemen Dan Mutu Pelayanan Puskesmas Puskesmas Salaman II Kecamatan Salaman Kabupaten Magelang

KESIMPULAN DAN SARAN

4.1. Kesimpulan

Dari laporan hasil peninjauan manajemen dan mutu pelayanan puskesmas di Puskesmas

Salaman II maka didapatkan :

a. Mahasiswa mampu mencari data data umum dan khusus tentang SPM (standar

pelayanan medik) di Puskesmas Salaman II Periode Januari – Juni 2012.

b. Mahasiswa mampu mengidentifikasi masalah manajemen dan mutu pelayanan di

Puskesmas Salaman II Periode Januari – Juni 2012.

c. Mahasiswa mampu memprioritaskan masalah manajemen dan mutu pelayanan di

Puskesmas Salaman II Periode Januari – Juni 2012.

d. Mahasiswa mampu mencari dan menganalisa penyebab masalah dalam manajemen

dengan pendekatan sistem dan mutu pelayanan dengan simple problem dan complex

problem di Puskesmas Salaman II Periode Januari – Juni 2012.

e. Mahasiswa mampu menganalisis dan mengkonfirmasi penyebab masalah manajemen

dan mutu pelayanan di Puskesmas Salaman II Periode Januari –Juni 2012.

f. Mahasiswa mampu menentukan urutan penyebab masalah yang akan diintervensi

dalam manajemen dan mutu pelayanan di Puskesmas Salaman II Periode Januari –

Juni 2012.

g. Mahasiswa mampu mencari alternatif pemecahan masalah dari penyebab masalah

dalam manajemen dan mutu pelayanan di Puskesmas Salaman II Periode Januari –

Juni 2012.

h. Mahasiswa mampu mengambil keputusan terpilih dari alternatif pemecahan masalah

dalam manajemen dan mutu pelayanan di Puskesmas Salaman II Periode Januari –

Juni 2012.

i. Mahasiswa mampu menyusun rencana kegiatan pemecahan masalah (POA) dalam

manajemen Puskesmas dan mutu pelayanan di Puskesmas Salaman II Periode Januari

– Juni 2012.

4.2. Saran

Page 49: Laporan Hasil Peninjauan Manajemen Dan Mutu Pelayanan Puskesmas Puskesmas Salaman II Kecamatan Salaman Kabupaten Magelang

Untuk meningkatkan Program Pemberantasan Penyakit Menular Malaria:Jumlah

Penderita yang diperiksa sediaan darahnya diwilayah Puskesmas Salaman II, kami

menyarankan hal – hal sebagai berikut:

Membentuk tim pengawas dan pelaporan untuk data rutin terhadap migrasi dari daerah

endemis

Memberikan edukasi terhadap masyarakat akan pentingnya pemeriksaan darah untuk

deteksi malaria

BAB V

Page 50: Laporan Hasil Peninjauan Manajemen Dan Mutu Pelayanan Puskesmas Puskesmas Salaman II Kecamatan Salaman Kabupaten Magelang

PENUTUP

Demikianlah laporan dan pembahasan tentang manajemen dan mutu pelayanan di

Puskesmas Salaman II. Dengan meninjau puskesmas dari segi perencanaan, pelaksanaan,

pengendalian, pengawasan dan pertanggungjawaban ditemukan masalah yang ditinjau dari segi

manajemen dan mutu pelayanan serta ditentukannya prioritas masalah dan alternatif pemecahan

masalah.

Manajemen puskesmas sangat penting karena puskesmas sebagai unit pelaksana teknis

dari dinas kesehatan yang bertanggungjawab dalam pelaksanaan kegiatan pelayanan kesehatan

mempunyai keterbatasan-keterbatasan dalam hal tenaga kesehatan, dana, sarana-prasarana

penunjang, sehingga puskesmas perlu dikelola dengan sebaik-baiknya agar dapat mencapai hasil

yang maksimal. Dimensi mutu pelayanan juga penting karena pelayanan kesehatan yang

diberikan oleh tenaga kesehatan harus memperhatikan mutu. Kedua kegiatan tersebut saling

terkait dan tidak dapat dipisahkan satu sama lain, karena cakupan atau kuantitas yang tinggi

belum tentu disertai dengan mutu atau kualitas yang baik, begitu pula sebaliknya.

Kami menyadari bahwa kegiatan ini sangat penting dan bermanfaat bagi para calon

dokter, khususnya yang kelak akan terjun di puskesmas sebagai Health Provider, Manager,

Decision Maker, dan Communicator sebagai wujud peran serta dalam pembangunan kesehatan.

Akhir kata kami berharap laporan ini bermanfaat sebagai bahan masukan dalam usaha

peningkatan derajat kesehatan masyarakat di wilayah Puskesmas Salaman II.

Page 51: Laporan Hasil Peninjauan Manajemen Dan Mutu Pelayanan Puskesmas Puskesmas Salaman II Kecamatan Salaman Kabupaten Magelang