Laporan BKB PPA Rev

download Laporan BKB PPA Rev

of 45

  • date post

    30-Dec-2015
  • Category

    Documents

  • view

    22
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of Laporan BKB PPA Rev

Tugas Praktikum Hari/Tanggal: Jumat, 05 Oktober 2012MK. Pengukuran dan Perkembangan Anak

PENGUKURAN PERKEMBANGAN ANAK UMUR 1-2 TAHUN DENGAN MENGGUNAKAN INSTRUMEN BKB DAN HOME

Disusun oleh :Kelompok 4Vioci Vesa DeniaI24090017Yusi ManzilatusifaI24090026Istikhamah I24090043Febrika SetiyawanI24090049Susanti KartikasariI24090055Noor AspasiaI24090079

Dosen Praktikum :Alfiasari, SP, M.Si

DEPARTEMEN ILMU KELUARGA DAN KONSUMENFAKULTAS EKOLOGI MANUSIAINSTITUT PETANIAN BOGOR2012PENDAHULUANA. Latar BelakangPertumbuhan adalah terjadinya perubahan ukuran dan bentuk tubuh atau anggota tubuh. Pertumbuhan merupakan suatu perubahan fisiologis akibat dari proses pematangan fungsi-fungsi fisik, misalnya bertambahnya berat badan tumbuh dan tanggalnya gigi susu dan gigi tetap Setiap bagian tubuh memiliki perbedaan dalam kecepatan tumbuhnya. Menurut Hukum Pertumbuhan Fisik, pertumbuhan memiliki pola yang bersifat terarah. Ciri-ciri pertumbuhan yaitu bersifat herediter (keturunan) dan aktif serta berkesinambungan. Pertumbuhan berbeda dengan perkembangan. Perkembangan merupakan perubahan-perubahan psiko-fisik akibat proses pematangan fungsi-fungsi fisik dan psikis yang ditunjang oleh factor lingkungan dan proses belajar, misal kemampuan psikomotorik, kognitif, sosial-emosi, dan moral. Ciri dari perkembangan adalah bersifat herediter (keturunan) dan dipengaruhi oleh stimulasi lingkungan, sehingga jika anak kurang mendapatkan stimulasi dari lingkungan sekitarnya maka perkembangan anak akan sedikit terhambat.Anak balita adalah anak yang telah menginjak usia di atas 1 tahun atau lebih populer dengan pengertian usia anak di bawah lima tahun. Berdasarkan tahapan perkembangan manusia menurut Elizabeth Hurlock (1980) masa balita dapat disebut sebagai masa kanak-kanak awal yaitu periode usia dua tahun sampai enam tahun[1]Bina keluarga balita merupakan suatu program yang dibentuk oleh Badan Kesejahteraan Keluarga Badan Nasional. Bina keluarga balita diperuntukkan bagi anak dengan rentang usia 0 tahun sampai 5 tahun. Program BKB memiliki beberapa ciri utama diantaranya sebagai berikut : a. Menitikberatkan pada pembinaan ibu dan anggota keluarga lainnya yang memiliki balita b. Membina tumbuh kembang anak c. Menggunakan alat bantu seperti Alat Permainan Edukatif (APE), dongeng, nyanyian sebagai perangsang tumbuh kembang anakd. Menekankan pada pembangunan manusia pada usia dini, baik fisik maupun mental e. Tidak langsung ditujukan kepada balita f. Meningkatkan keterampilan ibu dan anggota keluarga lainnya agar dapat mendidik dan mendidik balitanya (BKKBN, 2007a)Secara umum terdapat dua faktor utama yang mempengaruhi tumbuh kembang anak, yaitu:1. Faktor genetikFaktor genetik ini yang menentukan sifat bawaan anak tersebut. Kemampuan anak merupakan ciri-ciri yang khas yang diturunkan dari orang tuanya (Kania, 2006)[2].2. Faktor lingkunganYang dimaksud lingkungan yaitu suasana di mana anak itu berada. Dalam hal ini lingkungan berfungsi sebagai penyedia kebutuhan dasar anak untuk tumbuh kembang sejak dalam kandungan sampai dewasa. Lingkungan yang baik akan menunjang tumbuh kembang anak, sebaliknya lingkungan yang kurang baik akan menghambat tumbuh kembangnya (Kania, 2006) )[3].

TINJAUAN PUSTAKAPerkembanganRuang lingkup perkembangan menurut Papalia, Olds dan Feldman (2008) meliputi perkembangan fisik, intelektual, kepribadian dan sosial. Perkembangan fisik mencakup proses perubahan tubuh, otak, kemampuan sensori, dan keterampilan motorik. Perkembangan intelektual meliputi proses perubahan kemampuan mental seperti kemampuan belajar, mengingat, mempertimbangkan, berfikir dan berbahasa. Perubahan-perubahan tersebut berhubungan dengan aspek motorik dan emosi. Kepribadian adalah cara yang unik dari seseorang dalam menghadapi dunia dan mengekspresikan emosi, sedangkan perkembangan sosial berhubungan dengan pemungsian fisik dan kognitif.Program Bina Keluarga Balita Program BKB (Bina Keluarga Balita) adalah salah satu cara yang dibuat pemerintah (BKKBN) dalam mengukur tumbuh kembang balita secara menyeluruh, terutama dalam aspek mental dan sosial.Kegiatan BKB biasanya dilaksanakan oleh kader yang sudah dilatih membina ibu kelompok sasaran yang mempunyai anak balita. Ibu sasaran ini, dibagi menjadi 5 kelompok menurut umur anaknya, yaitu:1. Kelompok ibu dengan anak umur 0-1 tahun2. Kelompok ibu dengan anak umur 1-2 tahun3. Kelompok ibu dengan anak umur 2-3 tahun4. Kelompok ibu dengan anak umur 3-4 tahun5. Kelompok ibu dengan anak umur 4-5 tahunPembagian kelompok ini sesuai dengan tugas perkembangan anak,dimana tiap-tiap kelompok umur tersebut mempunyai tugas perkembangan yang berbeda, sehingga cara stimulasi maupun media yang diperlukan untuk interaksi antara ibu dan anak pun juga berbeda.Pada program BKB ini, secara garis besarnya tugas perkembangan anak dibagi menjadi 7 aspek perkembangan,yaitu:1. Perkembangan gerakan motorik kasar yaitu aspek yang berhubungan dengan pergerakan dan sikap tubuh dan biasanya memerlukan tenaga, karena dilakukan oleh otot-otot tubuh lebih besar. Contohnya: menegakkan kepala, tengkurap, merangkak, berjalan, dan berlari.2. Perkembangan gerakan motorik halus yaitu gerakan yang melibatkan bagian-bagian tubuh tertentu saja dan dilakukan otot-otot kecil, tetapi diperlukan koordinasi yang cermat. Contohnya: menyulam dan memasukkan benda kedalam botol.3. Perkembangan komunikasi pasif yaitu kesanggupan mengerti dan melakukan apa yang diperintahkan oleh orang lain.4. Perkembangan komunikasi aktif yaitu kemampuan untuk menyatakan perasaan dan keinginannya melalui tangisan, gerakan tubuh, maupun dengan kata-kata.5. Perkembangan kecerdasan memungkinkan anak melakukan pemikiran-pemikiran ke tingkat yang lebih tinggi ( abstrak dan majemuk).6. Perkembangan kemampuan menolong diri sendiri.7. Perkembangan tingkah laku sosial yaitu kemampuan anak berinteraksi dan bersosialisasi dengan lingkungannya. Ketujuh aspek perkembangan yang telah diuraikan ini semuanya saling terkait, karena itu perlu diusahakan adanya stimulasi terhadap ketujuh aspek perkembangan tersebut secara berimbang sehingga anak dapat mencapai tumbuh kembang yang optimal sesuai dengan milestones-nya.Stimulasi PsikososialStimulasi psikososial merupakan bagian dari cara pengasuhan terhadap anak yang menentukan kualitas anak. Caldwell dan Bradley (1983) dalam Hastuti (2009) menyatakan bahwa stimulasi psikososial adalah stimulasi yang diberikan orang tua dan keluarga dalam memberikan kehangatan, suasana penerimaan, pemberian teladan atau contoh, pemberian pengalaman, dorongan belajar dan berbahasa, serta dorongan bagi kemampuan akademik anak. Stimulasi sosial dapat diukur melalui interaksi pemberian kasih sayang dan pemberian stimulasi yang terangkum dalam stimulasi psikososial yang dikembangkan oleh Caldwell dan Bradley (1983) melalui alat ukur kualitas asuh HOME (Home Observation and Measurement of Environment).Stimulasi psikososial yang dikembangkan oleh Caldwell dan Bradley (1983) dibedakan dalam usia 0-3 tahun, 3-6 tahun, dan lebih dari 6 tahun. Cakupan stimulasi psikososial untuk anak usia 0-3 tahun terdiri dari dimensi tanggap rasa dan kata, penerimaan terhadap perilaku anak, pengorganisasian lingkungan anak, penyediaan mainan untuk anak, keterlibatan ibu terhadap anak, dan kesempatan variasi asuhan anak. Untuk anak usia 3-6 tahun, stimulasi psikososial yang diukur adalah stimulasi belajar, stimulasi bahasa, lingkungan fisik, kehangatan dan penerimaan, stimulasi akademik, modelling, variasi stimulasi kepada anak, dan hukuman positif. Stimulasi psikososial pada anak berusia lebih dari enam tahun mencakup emosi dan tanggung jawab, dorongan untuk kematangan fisik, iklim emosi, mendorong pengalaman anak dan penyediaan material, ketersediaan stimulasi aktif, partisipasi keluarga dalam pengalaman yang penuh stimulasi, keterlibatan ayah, serta aspek lingkungan fisik.

HASIL DAN PEMBAHASAN1. Responden 1 ( Usia 1 tahun 5 hari)A. Kondisis Sosial Ekomomi KeluargaAlamat :Babakan Doneng RT 01/RW 06 Desa BabakanNamaUmurPendidikanPekerjaanPendapatan

IbuIik Hikmatillah26 tahunS1Pengajar freelands Rp5.000.000,00

BapakAndri27tahunD3PNS

AnakGeisan Azka1 tahun 5 hari---

Karakteristik sosial dan ekonomi keluarga termasuk keluarga dengan status ekonomi menengah ke atas.Pak Andri bekerja sebagai PNS di luar kota dan pulang sebulan sekali. Pak Andri jarang bertemu dengan anaknya yang masih kecil sehingga anak mendapatkan perhatian terbesar dari ibu. Ibu Iik mempunyai jadwal mengajar yang cukup fleksibel karena bekerja sebagai pengajar freelands.B. Capaian tumbuh kembang anak (umur 1-2 tahun)

NoTugas perkembanganSkorKeterangan

1.Gerakan kasar43%Anak mampu mengambil alat permainan dari lantai tanpa jatuh, duduk sendiri di kursi, dan bergoyang-goyang mengikuti irama musik.

2.Gerakan halus14%Anak mampu melempar mainan

3.Mengerti isyarat dan pembicaraan20 %Anak mampu menjalankan perintah untuk membawa benda yang sudah dikenalnya dari ruangan lain

4.Mengungkapkan dengan isyarat / kata-kata17%Anak mampu mengucapkan kata yang mempunyai arti (mama, papa, boy panggilan untuk kucing peliharaannya)

5.Kecerdasan43%Anak berekasi terhadap perkataan dan perintah, mampu untuk memperhatikan (berkonsentrasi) meskipun masih terbatas, dan belajar melalui mencari tahu/mengenal segala sesuatu yang dihadapi

NoTugas perkembanganSkorKeterangan

6.Menolong diri sendiri20%Anak bisa memakai sendok meskipun masih tumpah

7.Bergaul (tingkah laku sosial)40%Anak bermain sendiri dan mampu meniru tingkah laku orang dewasa dalam bermain

Skor rata-rata28%

Untuk menganalisis proses pencapaian tumbuh kembang anak, dapat menggunakan pengkategorian cut off. Anak dikatakan memiliki capaian perkembangan yang kurang apabila skornya kurang dari 60%. Untuk skor 60%-80%, capaian perkembangannya dikatakan sedang. Sedangkan untuk skor diatas 80%, maka capaian perkembangannya da