LAKIP PERWAKILAN BPKP PROVINSI BALI TAHUN 2012 2012.pdf · yang mencegah kecurangan dan memudahkan...

of 91 /91

Transcript of LAKIP PERWAKILAN BPKP PROVINSI BALI TAHUN 2012 2012.pdf · yang mencegah kecurangan dan memudahkan...

Page 1: LAKIP PERWAKILAN BPKP PROVINSI BALI TAHUN 2012 2012.pdf · yang mencegah kecurangan dan memudahkan pengungkapan kasus yang merugikan keuangan Negara di wilayah Perwakilan BPKP Provinsi
Page 2: LAKIP PERWAKILAN BPKP PROVINSI BALI TAHUN 2012 2012.pdf · yang mencegah kecurangan dan memudahkan pengungkapan kasus yang merugikan keuangan Negara di wilayah Perwakilan BPKP Provinsi

LAKIP PERWAKILAN BPKP PROVINSI BALI TAHUN 2012 Pengantar

ii

PENGANTAR

Puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas

izin dan rahmat-Nya penyusunan ”Laporan Akuntabilitas Kinerja Perwakilan Badan

Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Provinsi Bali Tahun 2012” dapat

diselesaikan dengan baik. Laporan ini merupakan wujud pertanggungjawaban

Perwakilan BPKP Provinsi Bali dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya

sebagai pengawas keuangan dan pembangunan serta berkaitan dengan

terselenggaranya kepemerintahan yang baik (good governance).

Laporan ini merupakan wujud transparansi dan akuntabilitas Perwakilan

BPKP Provinsi Bali dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya yang mengacu

kepada Penetapan Kinerja (Tapkin) Revisi Tahun 2012 sebagai penjabaran lebih

lanjut dari Rencana Strategis (Renstra) BPKP 2010-2014.

Berkat kebersamaan dan kedisiplinan yang tercermin dari kerja keras dari

seluruh jajaran dan optimalisasi seluruh sumber daya yang ada, program dan

kegiatan dapat dilaksanakan dengan capaian kinerja yang cukup memuaskan. Hal

ini menjadi modal dasar pengembangan pelaksanaan tugas pokok dan fungsi,

sehingga sumber daya yang dimiliki dapat dimanfaatkan secara lebih optimal dan

berkelanjutan untuk mengatasi tantangan di masa yang akan datang.

Namun sebagai manusia kita tidak luput dari kesalahan dan kekurangan

sehingga sangat disadari bahwa laporan ini belum secara sempurna menyajikan

prinsip transparansi dan akuntabilitas seperti yang diharapkan. Namun demikian,

setidaknya masyarakat dan berbagai pihak yang berkepentingan dapat memperoleh

gambaran tentang hasil capaian kinerja yang telah dilakukan oleh Perwakilan BPKP

Provinsi Bali. Oleh sebab itu, masukan dari berbagai pihak sangat diharapkan.

Page 3: LAKIP PERWAKILAN BPKP PROVINSI BALI TAHUN 2012 2012.pdf · yang mencegah kecurangan dan memudahkan pengungkapan kasus yang merugikan keuangan Negara di wilayah Perwakilan BPKP Provinsi

LAKIP PERWAKILAN BPKP PROVINSI BALI TAHUN 2012 Pengantar

iii

Ucapan terima kasih yang tulus dan penghargaan kami sampaikan kepada

semua pihak atas bantuan tenaga dan pikirannya sehingga laporan ini dapat disusun

dan diterbitkan.

Denpasar, 15 Januari 2013 Kepala Perwakilan

Mirawati Sudjono NIP 19560331 197811 2 001

Page 4: LAKIP PERWAKILAN BPKP PROVINSI BALI TAHUN 2012 2012.pdf · yang mencegah kecurangan dan memudahkan pengungkapan kasus yang merugikan keuangan Negara di wilayah Perwakilan BPKP Provinsi

LAKIP PERWAKILAN BPKP PROVINSI BALI TAHUN 2012 Daftar Isi

iv

DAFTAR ISI

Halaman Kata Pengantar ii Daftar Isi iv Ringkasan Eksekutif vi BAB I PENDAHULUAN 1 A. Tugas, Fungsi dan Wewenang Organisasi 1 B. Aspek Strategis Organisasi 3 C. Kegiatan dan Layanan Produk Organisasi 4 D. Struktur Organisasi 5 E. Sistematika Penyajian 9 BAB II Perencanaan dan Perjanjian Kinerja 10 A. Rencana Strategis 2010-2014 10 1. Pernyataan Visi 10 2. Pernyataan Misi 15 3. Tujuan 16 4. Sasaran Strategis 17 5. Indikator Kinerja Utama 17 6. Program dan Kegiatan 20 B. Perjanjian Kinerja 23 BAB III AKUNTABILITAS KINERJA 27 A. Capaian Kinerja 27 B. Analisis Capaian Kinerja 30 Sasaran Strategis 1 30 Sasaran Strategis 2 41 Sasaran Strategis 3 44 Sasaran Strategis 4 49 Sasaran Strategis 5 57 Sasaran Strategis 6 61 Sasaran Strategis 7 63 Sasaran Strategis 8 75 BAB IV PENUTUP 77 Lampiran:

1. Capaian Indikator Kinerja Utama Tahun 2012 Perwakilan BPKP Provinsi Bali

2. Perbandingan Realisasi IKU Tahun 2012 dengan Target Tahun 2014 Perwakilan BPKP Provinsi Bali

3. Capaian Kinerja Kegiatan Perwakilan BPKP Provinsi Bali Tahun 2012

4. Perbandingan Realisasi Output 2012 dengan Realisasi Output 2011 dan Target Output 2014 Perwakilan BPKP Provinsi Bali

5. a. Opini BPK-RI Perwakilan Bali atas LKPD Tahun 2010-2011 di Wilayah Provinsi Bali

Page 5: LAKIP PERWAKILAN BPKP PROVINSI BALI TAHUN 2012 2012.pdf · yang mencegah kecurangan dan memudahkan pengungkapan kasus yang merugikan keuangan Negara di wilayah Perwakilan BPKP Provinsi

LAKIP PERWAKILAN BPKP PROVINSI BALI TAHUN 2012 Daftar Isi

v

b. Pemda yang Telah Memiliki Peraturan Kepala Daerah SPIP c. Daftar Nilai GCG BUMN d. Daftar Kinerja BUMN e. Daftar Opini dan Auditor pada BUMD

Page 6: LAKIP PERWAKILAN BPKP PROVINSI BALI TAHUN 2012 2012.pdf · yang mencegah kecurangan dan memudahkan pengungkapan kasus yang merugikan keuangan Negara di wilayah Perwakilan BPKP Provinsi

LAKIP PERWAKILAN BPKP PROVINSI BALI TAHUN 2012 Ringkasan Eksekutif

vi

RINGKASAN EKSKUTIF

erwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Bali

telah menyusun Rencana Strategis (Renstra) Tahun 2010-2014 yang memuat

visi, misi, tujuan, sasaran, dan kegiatan, dilengkapi dengan indikator kinerja dan target

yang akan dicapai sebagai acuan dalam penyusunan Kebijakan Pengawasan (Jakwas)

dan Penetapan Kinerja (Tapkin) setiap tahun.

Dalam Renstra telah dirumuskan Visi Perwakilan BPKP Provinsi Bali mengacu pada

visi BPKP adalah menjadi Auditor Presiden yang Responsif, Interaktif, dan Terpercaya,

untuk Mewujudkan Akuntabilitas Keuangan Negara yang Berkualitas, dengan misi,

sebagai berikut:

1. Menyelenggarakan pengawasan intern terhadap akuntabilitas keuangan negara

yang mendukung tata kepemerintahan yang baik dan bebas KKN di wilayah

Perwakilan BPKP Provinsi Bali;

2. Membina secara efektif penyelenggaraan sistem pengendalian intern pemerintah di

wilayah Perwakilan BPKP Provinsi Bali;

3. Mengembangkan kapasitas pengawasan intern pemerintah yang profesional dan

kompeten di wilayah Perwakilan BPKP Provinsi Bali;

4. Menyelenggarakan sistem dukungan pengambilan keputusan yang andal bagi

presiden/pemerintah di wilayah Perwakilan BPKP Provinsi Bali.

Dalam mencapai visi dan misi tersebut, BPKP menetapkan enam tujuan strategis yang

akan dicapai dalam tahun 2010-2014, yaitu (1) meningkatnya kualitas akuntabilitas

keuangan Negara di wilayah Perwakilan BPKP Provinsi Bali; (2) meningkatnya tata

pemerintahan yang baik di wilayah Perwakilan BPKP Provinsi Bali; (3) terciptanya iklim

yang mencegah kecurangan dan memudahkan pengungkapan kasus yang merugikan

keuangan Negara di wilayah Perwakilan BPKP Provinsi Bali; (4) tercapainya efektivitas

penyelenggaraan sistem pengendalian intern pemerintah di wilayah Perwakilan BPKP

Provinsi Bali; (5) meningkatnya kapasitas aparat pengawasan intern pemerintah yang

profesional dan kompeten di wilayah Perwakilan BPKP Provinsi Bali; dan (6)

P

Page 7: LAKIP PERWAKILAN BPKP PROVINSI BALI TAHUN 2012 2012.pdf · yang mencegah kecurangan dan memudahkan pengungkapan kasus yang merugikan keuangan Negara di wilayah Perwakilan BPKP Provinsi

LAKIP PERWAKILAN BPKP PROVINSI BALI TAHUN 2012 Ringkasan Eksekutif

vii

terselenggaranya sistem dukungan pengambilan keputusan yang andal bagi

Presiden/pemerintah di wilayah Perwakilan BPKP Provinsi Bali.

Untuk mencapai tujuan strategis di atas, dalam tahun 2012 BPKP telah merumuskan

delapan sasaran strategis sebagai tindak lanjut atas surat Menteri PAN dan RB Nomor

B/3293/M.PAN-RB/11/2012 tanggal 30 November 2012 tentang hasil evaluasi atas

Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (AKIP) BPKP. Perumusan sasaran strategis

diikuti dengan penyesuaian Indikator Kinerja Utama (IKU) dan penetapan IKU dominan

sebagai dasar pengukuran capaian sasaran strategis.

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) BPKP Tahun 2012 ini

merupakan salah satu media yang menunjukkan kesiapan BPKP untuk mampu

menjawab pertanyaan atas pencapaian kinerja tahun 2012. LAKIP ini juga sebagai alat

kendali dan alat pengukuran kinerja secara kuantitatif menuju terwujudnya akuntabilitas

keuangan negara yang berkualitas.

Hasil penilaian atas pelaksanaan kinerja tahun 2012 menunjukkan bahwa sebanyak

lima dari delapan sasaran strategis BPKP telah tercapai, sementara tiga sasaran

strategis belum sepenuhnya tercapai. Delapan sasaran strategis BPKP berikut

capaiannya dapat dilihat pada Tabel RE.1.

Tabel RE.1. Capaian Sasaran Strategis

No. Sasaran Strategis Capaian Sasaran 1. Meningkatnya Kualitas, 95% LKKL, dan 95% LKPD Tercapai 100% 2. Tercapainya Optimalisasi Penerimaan Negara Sebesar 87,50% Tercapai 100% 3. Terselenggaranya Standar Pelayanan Minimal (SPM) pada 10

IPD dan Terselenggaranya Good Governance pada 75% BUMN/BUMD

Tercapai 100%

4. Meningkatkan Kesadaran dan Keterlibatan K/L, Pemda, BUMN/BUMD dalam Upaya Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi Menjadi 80%

Tercapai 100%

5. Meningkatnya Kualitas Penerapan SPIP di 70% K/L/Pemda Tercapai 20% 6. Meningkatnya Kapasitas Aparat Pengawasan Intern Pemerintah

yang Profesional dan Kompeten pada 80% K/L/Pemda Tercapai 57,14%

7. Meningkatnya Efektifitas Perencanaan Pengawasan sebesar 90% dan Kualitas Pengelolaan Keuangan Sebesar 100%

Tercapai 100%

8. Terselenggaranya Satu Sistem Dukungan Pengambilan Keputusan bagi Pimpinan

Tercapai 100%

Page 8: LAKIP PERWAKILAN BPKP PROVINSI BALI TAHUN 2012 2012.pdf · yang mencegah kecurangan dan memudahkan pengungkapan kasus yang merugikan keuangan Negara di wilayah Perwakilan BPKP Provinsi

LAKIP PERWAKILAN BPKP PROVINSI BALI TAHUN 2012 Ringkasan Eksekutif

viii

Keberhasilan capaian sasaran strategis diukur dengan IKU yang menggambarkan

peran Perwakilan BPKP Provinsi Bali dalam memberikan nilai tambah bagi

stakeholders. Pengukuran capaian kinerja sasaran strategis meliputi pengukuran atas

realisasi 12 IKU yang paling mempengaruhi capaian sasaran strategis (IKU dominan)

dari 39 IKU. Pengukuran kemudian dilanjutkan dengan analisis, khususnya terhadap

IKU yang menyimpang jauh dari targetnya. Realisasi pencapaian delapan sasaran

strategis tersebut di atas, adalah sebagai berikut:

1. Meningkatnya Kualitas 95% Laporan Keuangan Kementerian/Lembaga, dan 95% Laporan Keuangan Pemerintah Daerah

Capaian sasaran strategis tahun 2012 ditunjukkan oleh capaian dua IKU dominan,

dengan realisasi sebagai berikut:

a. Persentase Instansi Pemerintah Pusat (IPP) yang mendapat pendampingan

penyusunan laporan sebanyak 13 dari 13 satker yang diasistensi oleh

Perwakilan BPKP Provinsi Bali, atau mencapai 125% dari target sebesar 80%.

b. Persentase Instansi Pemerintah Daerah (IPD) yang laporan keuangannya

memperoleh opini minimal WDP sebanyak 10 dari 10 IPD yang diasistensi oleh

Perwakilan BPKP Provinsi Bali, atau mencapai 117,65%, atau sesuai dengan

target sebesar 85%.

2. Tercapainya Optimalisasi Penerimaan Negara sebesar 87,50%

Capaian sasaran strategis tahun 2012 ditunjukkan oleh capaian IKU dominan

“Persentase hasil pengawasan optimalisasi penerimaan negara/daerah yang

ditindaklanjuti”, Realisasi IKU ini tahun 2012 adalah sebesar 88,24%, atau atau

sebanyak 15 tindak lanjut dari seuruh rekomendasi/saran yang diberikan sebanyak

17 Rekomendasi/saran. Dibandingkan dengan targetnya sebesar 75,00%, maka

capaian IKU tersebut adalah sebesar 117,65%.

3. Terselenggaranya SPM pada 10 IPD dan terselenggaranya GG pada 75% BUMN/BUMD

Capaian sasaran strategis tahun 2012 ditunjukkan oleh capaian dua IKU dominan,

dengan realisasi sebagai berikut:

Page 9: LAKIP PERWAKILAN BPKP PROVINSI BALI TAHUN 2012 2012.pdf · yang mencegah kecurangan dan memudahkan pengungkapan kasus yang merugikan keuangan Negara di wilayah Perwakilan BPKP Provinsi

LAKIP PERWAKILAN BPKP PROVINSI BALI TAHUN 2012 Ringkasan Eksekutif

ix

a. Capaian IKU “Persentase IPD yang melaksanakan pelayanan sesuai Standar

Pelayanan Minimal”, pada tahun 2012 IPD di Provinsi Bali yang telah

mencantumkan SPM ke dalam dokumen perencanaan adalah sebanyak 3 IPD

atau 100% dari jumlah IPD yang diaudit kinerja pelayanan. Dibandingkan dengan

target sebesar 75%, capaian IKU ini pada tahun 2012 sebesar 133,33%.

b. Capaian IKU “Persentase BUMN/D/BLU/D yang dilakukan sosialisasi/ asistensi

GCG/KPI”, dalam tahun 2012, BUMN/BUMD/BUL/BLUD di Provinsi Bali yang

dilakukan sosialisasi/asistensi/evaluasi GCG/KPI sebanyak 15 atau 150% dari

target PKPT sebanyak 10. Bila dibandingkan dengan target IKU sebesar 55%,

maka capaian IKU tersebut adalah sebesar 200%.

4. Meningkatkan Kesadaran dan Keterlibatan K/L, Pemda, BUMN/BUMD dalam Upaya Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi Menjadi 80%

Capaian sasaran strategis tahun 2012 ditunjukkan oleh capaian IKU dominan

“Kelompok Masyarakat yang mendapatkan sosialisasi Program Anti Korupsi ”, yang

diukur berdasarkan jumlah kelompok masyarakat yang mendapatkan sosialisasi

Program Anti Korupsi sebanyak 4 kelompok masyarakat, atau 1005 dari target.

5. Meningkatnya Kualitas Penerapan SPIP di 70% K/L/Pemda

Capaian sasaran strategis tahun 2012 ditunjukkan oleh capaian IKU dominan

“Persentase Pemda yang menyelenggarakan SPIP sesuai PP 60/2008” diukur

dengan menghitung jumlah Pemda yang laporan keuangannya memperoleh opini

Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI dibandingkan dengan jumlah seluruh

Pemda sebanyak 1 pemda dari jumlah seluruh Pemda sebanyak 10 pemda dengan

realisasi 10%, dengan capaian 20% atas target sebesar 50%.

Belum tercapainya realisasi IKU dominan tersebut antara lain disebabkan:

a. Pemda masih mengandalkan bimbingan BPKP dalam menerapkan sosialisasi

pedoman/petunjuk teknis dan asistensi penyelenggaraan SPIP.

b. Implementasi SPIP belum secara integral menyatu dengan operasional instansi,

namun baru pada tahap pengembangan infrastruktur pengendalian, berupa

Page 10: LAKIP PERWAKILAN BPKP PROVINSI BALI TAHUN 2012 2012.pdf · yang mencegah kecurangan dan memudahkan pengungkapan kasus yang merugikan keuangan Negara di wilayah Perwakilan BPKP Provinsi

LAKIP PERWAKILAN BPKP PROVINSI BALI TAHUN 2012 Ringkasan Eksekutif

x

diagnostic assessment, pemetaan risiko dan penetapan serta pengembangan

kebijakan/Standard Operating Procedure (SOP).

6. Meningkatnya Kapasitas Aparat Pengawasan Intern Pemerintah yang Profesional dan Kompeten pada 80% K/L/Pemda

Capaian sasaran strategis tahun 2012 ditunjukkan oleh capaian IKU dominan

“Persentase Pemda yang dilakukan asistensi Penerapan Jabatan Fungsional

Auditor” dengan pengukuran berdasarkan jumlah Pemda yang dilakukan asistensi

penerapan JFA dibandingkan jumlah seluruh Pemda

Perwakilan BPKP Provinsi Bali telah melakukan asistensi penerapan JFA pada 4

Pemda yaitu Pemerintah Kabupaten Gianyar, Tabanan, Buleleng dan Badung, atau

40% dari seluruh Pemda di Provinsi Bali

Tidak tercapainya target antara lain disebabkan fasilitasi penerapan JFA pada APIP

belum dilakukan secara intensif. Di samping itu, jumlah kelulusan sertifikasi auditor

yang relatif rendah membuat APIP belum antusias menerapkan JFA.

7. Meningkatnya Efektivitas Perencanaan Pengawasan sebesar 90% dan Kualitas Pengelolaan Keuangan sebesar 100%

Capaian sasaran strategis tahun 2012 ditunjukkan oleh dua IKU dominan, dengan

realisasi sebagai berikut:

a. IKU “Persentase jumlah rencana penugasan pengawasan yang terealisasi”, diukur

diukur dengan membandingkan realisasi penugasan pengawasan PKPT

dibandingkan dengan target penugasan pengawasan dalam PKPT, dengan target

tahun 2012 sebesar 80%.

Realisasi IKU pada tahun 2012 sebesar 93,98% atau mencapai 117,48% dari

target.

b. IKU “Persentase kesesuaian laporan keuangan Perwakilan BPKP dengan SAP”

diukur hasil reviu Inspektorat terhadap laporan keuangan perwakilan. Pada tahun

2012 Inspektorat tidak melakukan reviu atas laporan keuangan Perwakilan BPKP

Provinsi Bali. Realisasi IKU dianalogikan dengan 100% jika predikat opini BPK RI

adalah Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) karena laporan keuangan perwakilan

Page 11: LAKIP PERWAKILAN BPKP PROVINSI BALI TAHUN 2012 2012.pdf · yang mencegah kecurangan dan memudahkan pengungkapan kasus yang merugikan keuangan Negara di wilayah Perwakilan BPKP Provinsi

LAKIP PERWAKILAN BPKP PROVINSI BALI TAHUN 2012 Ringkasan Eksekutif

xi

merupakan dukungan laporan keuangan BPKP. Pada tahun 2012, opini dari BPK

RI atas Laporan Keuangan BPKP Tahun Anggaran 2011 adalah WTP sehingga

mencapai 100% dari target.

8. Terselenggaranya Satu Sistem Dukungan Pengambilan Keputusan Bagi Pimpinan

Capaian sasaran strategis tahun 2012 ditunjukkan oleh capaian IKU Jumlah Sistem

Informasi yang Dimanfaatkan Secara Efektif, diukur berdasarkan Jumlah sistem

informasi yang dimanfaatkan dibagi dengan jumlah sistem informasi yang wajib

dimanfaatkan BPKP (SIM HP, SIM RKT, SIM MonevRKT, SAKPA, SIMAK BMN,

RKAKL, SPM, SPPD, DMS, SIMPEG)

Realisasi IKU tahun 2012 sebanyak 10 sistem informasi mencapai 100% dari target

sebanyak 10 sistem informasi

Keseluruhan program yang dilaksanakan Perwakilan BPKP Provinsi Bali pada tahun

2012 menggunakan dana sebesar Rp16.830.752.000,00 atau 97,42% dari anggaran

sebesar Rp17.276.990.000,00.

Secara umum sebagian besar sasaran strategis dalam tahun 2012 telah tercapai sesuai

dengan yang ditargetkan. Namun demikian, masih terdapat beberapa sasaran strategis

dan IKU yang masih belum mencapai target yang ditentukan.

Untuk itu, diperlukan upaya dan kerja yang lebih keras lagi untuk mengoptimalkan

pencapaian semua sasaran strategis di masa mendatang. Langkah-langkah yang harus

dilakukan oleh Perwakilan BPKP Provinsi Bali dalam upaya memperbaiki kinerja antara

lain:

1. Peningkatan penyelenggaraan SPIP pada Pemda, antara lain melalui:

a. Meningkatkan intensitas pembimbingan teknis penyelenggaraan SPIP, antara

lain untuk penyusunan desain penyelenggaraaan SPIP.

b. Berkoordinasi lebih intensif dengan Pemda untuk percepatan implementasi SPIP

secara integral dalam kegiatan operasional instansi, sehingga meningkatkan

efisiensi dan efektivitas kinerja instansi termasuk peningkatan kualitas

akuntabilitas dan laporan keuangan yang wajar.

Page 12: LAKIP PERWAKILAN BPKP PROVINSI BALI TAHUN 2012 2012.pdf · yang mencegah kecurangan dan memudahkan pengungkapan kasus yang merugikan keuangan Negara di wilayah Perwakilan BPKP Provinsi

LAKIP PERWAKILAN BPKP PROVINSI BALI TAHUN 2012 Ringkasan Eksekutif

xii

2. Intensifikasi fasilitasi penerapan JFA APIP dan peningkatan jumlah kelulusan

sertifikasi auditor.

3. Peninjauan ulang penetapan target tahunan IKU yang capaiannya di bawah 100%.

4. Pengembangan sistem informasi pengukuran data kinerja sampai dengan capaian

IKU.

Page 13: LAKIP PERWAKILAN BPKP PROVINSI BALI TAHUN 2012 2012.pdf · yang mencegah kecurangan dan memudahkan pengungkapan kasus yang merugikan keuangan Negara di wilayah Perwakilan BPKP Provinsi

LAKIP PERWAKILAN BPKP PROVINSI BALI TAHUN 2012 Bab I - Pendahuluan

1

BAB I

PENDAHULUAN

adan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) merupakan Lembaga

Pemerintah Non-Kementerian (LPNK) dengan tugas utama membantu Presiden

mengawasi pengelolaan dan pertanggungjawaban keuangan negara dan

pembangunan agar sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku

sekaligus memberikan masukan bagi penyusunan kebijakan yang terkait.

Tugas, fungsi, dan wewenang BPKP, aspek strategis organisasi, kegiatan dan layanan

produk BPKP, struktur organisasi dan komposisi pegawai, serta sistematika penyajian

Laporan Akuntabilitas Instansi Pemerintah Tahun 2012 lebih lanjut diuraikan sebagai

berikut:

A. Tugas, Fungsi, dan Wewenang Organisasi

Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) sebagai aparatur

pengawasan internal pemerintah dibentuk berdasarkan Surat Keputusan Presiden

Republik Indonesia Nomor : 31 Tahun 1983 Tanggal 30 Mei 1983 yang telah

diperbaharui dengan Keppres Nomor : 103 Tahun 2001. Dasar hukum organisasi

tersebut telah mengalami beberapa kali perubahan dan yang terakhir kali adalah

dengan terbitnya Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor: 64 Tahun 2005,

tentang Lembaga Pemerintah Non Departemen (LPND). BPKP adalah LPND yang

berkedudukan dan bertanggung jawab kepada Presiden Republik Indonesia.

Sedangkan, Perwakilan BPKP Provinsi Bali adalah unit organisasi yang berada di

daerah dan sebagai institusi perwakilan yang bertanggung jawab langsung kepada

Kepala BPKP.

Dalam Surat Keputusan Kepala BPKP Nomor: Kep-06.00.00-286/K/2002 tanggal

31 Mei 2002, yang terakhir telah diperbaharui dengan Surat Keputusan Kepala

BPKP Nomor : KEP-713/K/SU/2002 tanggal 15 Oktober 2002 tentang Organisasi

dan Tata Kerja Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan telah

menetapkan tugas pokok Perwakilan BPKP Provinsi Bali, yaitu:

B

Page 14: LAKIP PERWAKILAN BPKP PROVINSI BALI TAHUN 2012 2012.pdf · yang mencegah kecurangan dan memudahkan pengungkapan kasus yang merugikan keuangan Negara di wilayah Perwakilan BPKP Provinsi

LAKIP PERWAKILAN BPKP PROVINSI BALI TAHUN 2012 Bab I - Pendahuluan

2

Sedangkan fungsi yang diselenggarakan meliputi :

• Penyiapan rencana dan program kerja pengawasan;

• Pengawasan terhadap pengelolaan anggaran pendapatan dan belanja negara

dan pengurusan barang milik/ kekayaan negara;

• Pengawasan terhadap pengelolaan anggaran pendapatan dan belanja daerah

dan pengurusan barang milik/ kekayaan daerah atas permintaan daerah;

• Pengawasan terhadap penyelenggaraan tugas pemerintahan yang bersifat

strategis dan/ atau lintas departemen/ lembaga/ wilayah;

• Pemberian asistensi penyusunan laporan akuntabilitas kinerja instansi

pemerintah pusat dan daerah;

• Evaluasi atas laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah pusat dan

pemerintah daerah;

• Pemeriksaan terhadap badan usaha milik negara, Pertamina, cabang usaha

Pertamina, kontraktor bagi hasil dan kontrak kerja sama badan-badan lain yang

di dalamnya terdapat kepentingan pemerintah, pinjaman/ bantuan luar negeri

yang diterima pemerintah pusat, dan badan usaha milik daerah atas permintaan

daerah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku;

• Evaluasi terhadap pelaksanaan good corporate governance dan laporan

akuntabilitas kinerja pada badan usaha milik negara, Pertamina, cabang usaha

Pertamina, kontraktor bagi hasil, kontrak kerja sama, badan-badan lain yang di

dalamnya terdapat kepentingan pemerintah, dan badan usaha milik daerah,

sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku;

• Investigasi terhadap indikasi penyimpangan yang merugikan negara, badan

Melaksanakan pengawasan keuangan dan pembangunan serta penyelenggaraan akuntabilitas di

daerah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku

Tugas Pokok

Page 15: LAKIP PERWAKILAN BPKP PROVINSI BALI TAHUN 2012 2012.pdf · yang mencegah kecurangan dan memudahkan pengungkapan kasus yang merugikan keuangan Negara di wilayah Perwakilan BPKP Provinsi

LAKIP PERWAKILAN BPKP PROVINSI BALI TAHUN 2012 Bab I - Pendahuluan

3

usaha milik negara dan badan-badan lain yang di dalamnya terdapat

kepentingan pemerintah, pemeriksaan terhadap hambatan kelancaran

pembangunan dan pemberian bantuan pemeriksaan pada instansi penyidik dan

instansi pemerintah lainnya;

• Pelaksanaan analisis dan penyusunan laporan hasil pengawasan serta

pengendalian mutu pengawasan;

• Pelaksanaan administrasi Perwakilan BPKP.

B. Aspek Strategi Organisasi

Untuk melaksanakan tugas, fungsi, dan dalam rangka mendukung terwujudnya Rencana

Strategis (Renstra) BPKP, Perwakilan BPKP Provinsi Bali telah menyusun Rencana

Strategis (Renstra) Tahun 2010-2014. Renstra memuat visi, misi, tujuan, sasaran

strategis, program, dan kegiatan yang dilakukan dalam tahun 2010-2014 berikut target

output dan outcome yang akan dicapai.

Renstra BPKP Perwakilan BPKP Provinsi Bali Tahun 2010-2014 telah mengalami

perubahan karena adanya perubahan wilayah kerja maupun diselaraskan dengan

perubahan Renstra BPKP sehubungan dengan adanya mandat baru BPKP seiring

dengan terbitnya PP Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern

Pemerintah (SPIP) pada tanggal 28 Agustus 2008. Dengan adanya mandat baru yang

diemban BPKP yakni sebagai Auditor Presiden yang memiliki tugas melakukan

pengawasan intern terhadap akuntabilitas keuangan negara dan sebagai pembina SPIP

untuk seluruh instansi pemerintah ditindaklanjuti dengan reposisi dan revitalisasi BPKP

dimana BPKP harus dapat menunjukkan paradigma baru melalui unjuk kerja yang

optimal sebagai Auditor Presiden sehingga peran BPKP semakin nyata dalam membantu

pemerintah menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang dihadapi.

Dalam rangka mencapai visi dan misi, Perwakilan BPKP Provinsi Bali menyusun strategi

yang menggambarkan domain BPKP dalam akuntabilitas keuangan negara meliputi :

1. Capacity Building (Expertise)

Berperan mendukung manajemen pemerintahan yang profesional mencakup

pelaksanaan pengawasan intern, pembinaan dalam rangka penguatan sistem

pengendalian intern, dan peningkatan SDM.

Page 16: LAKIP PERWAKILAN BPKP PROVINSI BALI TAHUN 2012 2012.pdf · yang mencegah kecurangan dan memudahkan pengungkapan kasus yang merugikan keuangan Negara di wilayah Perwakilan BPKP Provinsi

LAKIP PERWAKILAN BPKP PROVINSI BALI TAHUN 2012 Bab I - Pendahuluan

4

2. Current Issues

Tanggap terhadap issue-issue terkini tentang pelaksanaan program-program

strategis nasiomal yang bersifat makro dan lintas kementerian dan berkaitan dengan

kepentingan masyarakat banyak.

3. Clearing House

Memberikan masukan atau saran secara akuntabel untuk mendukung

penyelenggaraan birokrasi pemerintah yang tertib, ekonomis, efisien, efektif , dan

penegakan hukum yang berkeadilan.

4. Check and Balance

Pengawas internal pemerintah yang kuat dan terkoordinasi dengan baik sehingga

memberikan early warning dan feed back yang benar kepada manajemen

pemerintah.

C. Kegiatan dan Layanan Produk Organisasi

Sesuai dengan Renstra, BPKP melaksanakan jenis kegiatan pengawasan sebagai

berikut:

1. Pre-emptif

Jenis kegiatan pre-emptif bertujuan agar auditan menyiapkan infrastruktur yang

diperlukan untuk pengembangan good governance, pelayanan publik, dan

pemberantasan KKN. Sasaran jenis kegiatan ini adalah berkurangnya penyakit

birokrasi yang bersifat laten.

2. Preventif

Jenis kegiatan preventif mencakup kegiatan konsultasi manajemen untuk

memecahkan permasalahan kesisteman yang mempengaruhi penciptaan

peringatan dini (early warning system) atas proses governance, manajemen risiko,

dan pencegahan KKN, berdasarkan pola kemitraan dengan unsur-unsur

manajemen pemerintah. Sasarannya adalah meminimalisasi peluang

berlangsungnya moral hazard di birokrasi.

3. Represif

Jenis kegiatan represif berupa audit investigatif untuk menjustifikasi perhitungan

kerugian negara atas kasus-kasus dengan atau tidak diketemukannya indikasi

Page 17: LAKIP PERWAKILAN BPKP PROVINSI BALI TAHUN 2012 2012.pdf · yang mencegah kecurangan dan memudahkan pengungkapan kasus yang merugikan keuangan Negara di wilayah Perwakilan BPKP Provinsi

LAKIP PERWAKILAN BPKP PROVINSI BALI TAHUN 2012 Bab I - Pendahuluan

5

melawan hukum/tindak pidana korupsi. Sasarannya adalah terungkap dan

terselesaikannya kasus-kasus penyimpangan dan perbuatan melawan hukum.

BPKP telah menghasilkan beberapa produk unggulan yang bermanfaat bagi

pembenahan manajemen pemerintahan. Selain produk untuk pembinaan

penyelenggaraan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah menurut PP 60 Tahun

2008, BPKP juga menghasilkan produk unggulan antara lain:

1. Pengembangan Sistem Monitoring dan Evaluasi Program Pembangunan;

2. Sistem Informasi Manajemen Keuangan Daerah (SIMDA);

3. Good Governance di Instansi Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah;

4. Program Peningkatan Kinerja Sektor Korporat (Performance Enhancement

Program);

5. Sistem Informasi Akuntansi PDAM;

6. Program Pengembangan Manajemen Risiko Sektor Korporat dan Sektor

Publik;

7. Program Pengembangan GCG BUMN/BUMD;

8. Program Pengembangan Internal Control BUMN/BUMD berbasis COSO;

9. Program Anti Korupsi (PAK);

10. Fraud Control Plan (FCP);

11. Management Assessment Center (MAC).

D. Struktur Organisasi

Berdasarkan Surat Keputusan Kepala BPKP Nomor: Kep-06.00.00-286/K/2002

tanggal 31 Mei 2002, yang terakhir telah diperbaharui dengan Surat Keputusan

Kepala BPKP Nomor : KEP-713/K/SU/2002 tanggal 15 Oktober 2002 tentang

Organisasi dan Tata Kerja Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan

Pembangunan, struktur organisasi Perwakilan BPKP memiliki struktur organisasi

sebagai berikut :

Page 18: LAKIP PERWAKILAN BPKP PROVINSI BALI TAHUN 2012 2012.pdf · yang mencegah kecurangan dan memudahkan pengungkapan kasus yang merugikan keuangan Negara di wilayah Perwakilan BPKP Provinsi

LAKIP PERWAKILAN BPKP PROVINSI BALI TAHUN 2012 Bab I - Pendahuluan

6

Dengan struktur organisasi tersebut di atas diharapkan terjadi sinergi antar lini dan

fungsi sehingga tujuan organisasi dapat tercapai.

Dalam menjalankan organisasi, Perwakilan BPKP Provinsi Bali didukung oleh

pegawai sebanyak 143 orang (per 31 Desember 2012), dengan klasifikasi

berdasarkan golongan, jabatan dan pendidikan yaitu :

1. Berdasarkan Golongan

No Uraian Posisi

31 Des 2012 (Orang)

%

1. Golongan IV 16 11,19 2. Golongan III 101 70,63 3. Golongan II 26 18,18 Jumlah 143 100,00

2. Berdasarkan Jabatan

No Uraian Posisi

31 Des 2012 (Orang)

%

1. Pejabat Struktural: a. Eselon II – Kepala Perwakilan 1 0,70 b. Eselon III – Kepala Bagian dan Kepala Bidang 5 3,49 c. Eselon IV – Kepala Sub Bagian 4 2,80

Sub Jumlah Pejabat Struktural 10 6,99

Kepala Perwakilan

Kelompok Jabatan

Fungsional

Kabid Akuntabilitas

Pemda

Kabid Akuntan Negara

Kabid Instansi Pemerintah Pusat

Kabid Investigasi

Kasubbag Keuangan

Kasubbag Kepegawaian

Kasubbag PP

Kasubbag Umum

Kabag Tata Usaha

Page 19: LAKIP PERWAKILAN BPKP PROVINSI BALI TAHUN 2012 2012.pdf · yang mencegah kecurangan dan memudahkan pengungkapan kasus yang merugikan keuangan Negara di wilayah Perwakilan BPKP Provinsi

LAKIP PERWAKILAN BPKP PROVINSI BALI TAHUN 2012 Bab I - Pendahuluan

7

No Uraian Posisi

31 Des 2012 (Orang)

%

2. Pejabat Fungsional Auditor (PFA): a. Auditor Madya 10 6,99 b. Auditor Muda 17 11,89 c. Auditor Pertama 16 11,20 d. Auditor Penyelia 22 15,38 e. Auditor Pelaksana Lanjutan 8 5,59 f. Auditor Pelaksana 7 4,89 Sub Jumlah PFA 80 55,94

3. Tata Usaha: a. Arsiparis 3 2,10 b. Analis Kepegawaian 0 0,00 c. Pranata Komputer 2 1,40 d. Pelaksana Administrasi 36 25,18 e. Pengemudi 2 1,40 f. CPNS 10 6,99 Sub Jumlah Tata Usaha 53 37,07

Jumlah (1 s/d 7) 143 100,00

Menurut peran dan jenjang fungsinya, Pejabat Fungsional Auditor (PFA) yang

terdiri dari 80 orang meliputi:

No Uraian Berdasarkan Peran Posisi

31 Des 2012 (Orang)

%

1. Pengendali Mutu 0 0,00 2. Pengendali Teknis 10 12,50 3. Ketua Tim 17 21,25 4. Ahli - Anggota Tim 16 20,00 5. Trampil – Anggota Tim 37 46,25

Jumlah (1 s/d 5) 80 100,00

Dari jumlah Pejabat Fungsional Auditor (PFA) sebanyak 80 orang tersebut terdiri

dari Akuntan 43 orang (53,75%) dan Ajun Akuntan 37 orang (46,25%).

05

10152025303540

Daltu Dalnis KT AT-A AT-Tr

Orang

Page 20: LAKIP PERWAKILAN BPKP PROVINSI BALI TAHUN 2012 2012.pdf · yang mencegah kecurangan dan memudahkan pengungkapan kasus yang merugikan keuangan Negara di wilayah Perwakilan BPKP Provinsi

LAKIP PERWAKILAN BPKP PROVINSI BALI TAHUN 2012 Bab I - Pendahuluan

8

3. Berdasarkan Pendidikan

No Uraian Posisi 31 Des 2012 %

1. S2 6 4,19 2. S1 51 35,66 3. D IV STAN 14 9,79 4. DIII 36 25,18 5. SLTA 36 25,18 Jumlah 143 100

4. Berdasarkan Pendidikan dan Pelatihan (DIKLAT)

No Uraian Tahun 2012

I. Diklat Subtansi 1. Audit Investigasi 1 2. Forensik 2 3. Froud Control Plan 1 4. Audit Klaim dan HKP 1 5. Manajemen Resiko 1 6. Audit Berbasis Resiko 1 7. Analisis Pemecahan Masalah 1 8. GCG 1 9. Sistim Akuntansi PDAM 1 10. Pengadaan Barang dan Jasa 5 11. E. Procurement 2 12. SPIP 5 13. Penyusunan LK Pemerintah Daerah (SIMDA) 2 14. Reviu LK Pemerintah Daerah 1 15. Evaluasi LAKIP 1 16. Training of TOT 1 17. Sistem Akuntansi Instansi 1 18. Pengukuran Kinerja BUMN 1 19. Pengadaan Barang Milik Daerah 1

II. Diklat Non Subtansi 1. Bendaharawan 1 2. Kesekretariatan 1 3. BMN 3 4. Perpustakaan 2 5. Teknologi Informasi (IIPMS dan Dashboard) 1 6. Kepemimpinan Tingkat IV 1 7. Sertifikasi Penjejangan JFA 2

Page 21: LAKIP PERWAKILAN BPKP PROVINSI BALI TAHUN 2012 2012.pdf · yang mencegah kecurangan dan memudahkan pengungkapan kasus yang merugikan keuangan Negara di wilayah Perwakilan BPKP Provinsi

LAKIP PERWAKILAN BPKP PROVINSI BALI TAHUN 2012 Bab I - Pendahuluan

9

No Uraian Tahun 2012

8. Kapita Selekta Pusbin JFA 1 9. Menulis yang Efektif 1 10. Persiapan Purnabhakti 1

E. Sistematika Penyajian

LAKIP Perwakilan BPKP Provinsi Bali Tahun 2012 melaporkan pencapaian kinerja

selama tahun 2012. Capaian kinerja 2012 diukur dan dinilai berdasarkan Penetapan

Kinerja (Tapkin) 2012 sebagai tolok ukur keberhasilan tahunan organisasi.

Analisis atas capaian kinerja terhadap perjanjian rencana kinerja tahun 2012

memungkinkan dilakukannya identifikasi atas sejumlah celah kinerja (performance

gap) sebagai masukan bagi perbaikan kinerja di masa datang. Dengan pola pikir

seperti ini, sistematika penyajian Laporan Akuntabilitas Kinerja BPKP Tahun 2012

dapat diilustrasikan sebagai berikut ini.

PENDAHULUAN Bab I

Bab IV PENUTUP

RencanaStrategis 2010-2014

PerjanjianKinerja/PenetapanKinerja 2012

Bab II

PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA

Bab III AKUNTABILITAS KINERJA

Page 22: LAKIP PERWAKILAN BPKP PROVINSI BALI TAHUN 2012 2012.pdf · yang mencegah kecurangan dan memudahkan pengungkapan kasus yang merugikan keuangan Negara di wilayah Perwakilan BPKP Provinsi

LAKIP PERWAKILAN BPKP PROVINSI BALI TAHUN 2012 Bab II – Perencanaan dan Perjanjian Kinerja

10

BAB II

PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA

erujuk pada Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara

dan Reformasi Birokrasi Nomor 29 Tahun 2010 tentang Pedoman

Penyusunan Penetapan Kinerja dan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja

Instansi Pemerintah, Perwakilan BPKP Provinsi Bali melakukan penajaman tujuan

dan sasaran strategis dan merekonstruksi Indikator Kinerja Utama, sehingga dapat

disajikan akuntabilitas pencapaian sasaran strategis. Perubahan ini sekaligus

menindaklanjuti Surat Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan

Reformasi Birokrasi Nomor B/3293/M.PAN-RB/11/2012 tanggal 30 November 2012

tentang Hasil Evaluasi atas Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintaah (AKIP) BPKP.

Sasaran dalam Renstra Perwakilan BPKP Provinsi Bali Tahun 2010-2014

dimodifikasi dengan menambah secara implisit jumlah anggaran dalam perspektif

masing-masing indicator sasaran startegis dengan maksud agar dapat melakukan

penilaian terhadap capaian tujuan dan sasaran strategis.

A. Rencana Strategis 2010-2014

Rencana strategis (Renstra) adalah dokumen perencanaan jangka menengah (5

tahun) yang memuat visi, misi, tujuan, strategi, kebijakan, program, dan kegiatan

sesuai dengan tugas pokok dan fungsi yang diemban oleh suatu organisasi.

Perwakilan BPKP Provinsi Bali sebagai suatu instansi, yang merupakan

perpanjangan tangan dari BPKP Pusat, mempunyai tugas mewujudkan Rencana

Strategis yang telah dirumuskan BPKP Pusat. Dalam implementasinya, rencana

strategis 2010-2014 yang telah disusun Perwakilan BPKP Provinsi Bali seoptimal

mungkin menjabarkan rencana strategis BPKP Pusat.

1. Pernyataan Visi

BPKP merupakan aparat pengawasan intern pemerintah yang bertanggung

jawab langsung kepada presiden yang harus memiliki kompetensi yang

mumpuni dan dipercaya oleh presiden untuk membantu dan menjalankan

fungsi pengawasan. Oleh karena itu, lingkup pengawasan yang menjadi

M

Page 23: LAKIP PERWAKILAN BPKP PROVINSI BALI TAHUN 2012 2012.pdf · yang mencegah kecurangan dan memudahkan pengungkapan kasus yang merugikan keuangan Negara di wilayah Perwakilan BPKP Provinsi

LAKIP PERWAKILAN BPKP PROVINSI BALI TAHUN 2012 Bab II – Perencanaan dan Perjanjian Kinerja

11

perhatian BPKP adalah hal - hal yang bersifat strategis, makro, lintas sektoral,

dan bersekala nasional. Kegiatan pengawasan difokuskan kepada

pengawasan keuangan negara yang menyentuh rakyat banyak, yang pro

growth, pro job, pro poor, dan pro environment.

Pernyataan Visi mengacu pada hasil Rapat Pimpinan BPKP tanggal 31

Desember 2008 yang telah menyepakati Visi, Misi, dan Values BPKP sesuai

dengan mandat Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem

Pengendalian Intern Pemerintah. Visi BPKP adalah:

Pernyataan visi tersebut di atas pada hakekatnya merupakan penegasan jati

diri BPKP sebagai aparat pengawasan intern pemerintah (APIP) yang

bertanggung jawab langsung kepada Presiden serta menggambarkan peran

dan manfaat BPKP kepada Presiden ataupun stakeholders lainnya .

Dalam pernyataan visi tersebut di atas, dapat dijelaskan sebagai berikut :

a. Sebagai auditor Presiden, BPKP berperan membantu pemerintah dalam

membangun pemerintahan yang baik dan bersih dan peningkatan kualitas

Akuntabilitas Keuangan Negara.

b. Responsif, tanggap terhadap permasalahan yang dihadapi pemerintah

dan segera memberikan masukan.

c. Interaktif, memperhatikan kepentingan atau kebutuhan stakeholders.

BPKP akan menjalin kemitraan dengan stakeholders dan APIP lain dalam

menjalankan perannya.

d. Terpercaya, adanya kepercayaan akan mendorong stakeholders untuk

memanfaatkan BPKP. Kepercayaan akan timbul jika BPKP terus menjaga

profesionalisme, kompetensi, dan integritas.

Selaras dengan nilai-nilai luhur yang telah dipilih oleh BPKP Pusat yang

diharapkan menjadi kata kunci yang dapat mengilhami seluruh staf BPKP

Auditor Presiden yang responsif, interaktif, dan terpercaya untuk mewujudkan akuntabilitas

keuangan negara yang berkualitas

Page 24: LAKIP PERWAKILAN BPKP PROVINSI BALI TAHUN 2012 2012.pdf · yang mencegah kecurangan dan memudahkan pengungkapan kasus yang merugikan keuangan Negara di wilayah Perwakilan BPKP Provinsi

LAKIP PERWAKILAN BPKP PROVINSI BALI TAHUN 2012 Bab II – Perencanaan dan Perjanjian Kinerja

12

dalam memaknai visi dan misi BPKP yang baru, nilai-nilai luhur tersebut

adalah : P I O N I R

P : Profesional

I : Integritas

O : Orientasi pada Pengguna

N : Nurani dan Akal Sehat

I : Independen

R : Responsibel

Profesional : profesional birokrat, kompetensi teknis/sertifikasi, kepatuhan

pada standar profesi dan kode etik ataupun ketentuan perundang-undangan

Integritas : kejujuran, objektivitas, keberanian, konsistensi, dan konsekuen

Orientasi pada pengguna : spirit kewirausahaan

Nurani dan Akal Sehat : Etika pengawasan pada tahapnya yang tertinggi,

minimalisasi distorsi, mengutamakan esensi, nilai untuk bertindak

proporsional

Independen : independen dalam sikap dan penampilan

Responsibel serta akuntabel : Obligation to act – obligation to answer,

kewajiban untuk bertindak sesuai dengan tanggung jawabnya serta

menjelaskan/menjawab apa yang telah dilaksanakan

Selain Nilai luhur yang menjadi tumpuan dalam berkinerja, sejalan dengan

arahan Kepala BPKP dalam berbagai kesempatan, Perwakilan BPKP Provinsi

Bali senantiasa memegang teguh prinsip “5 AS” dalam bekerja. Prinsip ini

diharapkan dijiwai oleh seluruh insan BPKP dalam mengemban tugas pokok

dan fungsinya. Prinsip tersebut adalah:

1) Kerja Cerdas Bekerja cerdas memiliki makna menggunakan seluruh kemampuan dan

kompetensinya dalam melaksanakan tugas. Kecerdasan tidak hanya

terbatas pada kemampuan teknis substantif semata namun juga secara

Page 25: LAKIP PERWAKILAN BPKP PROVINSI BALI TAHUN 2012 2012.pdf · yang mencegah kecurangan dan memudahkan pengungkapan kasus yang merugikan keuangan Negara di wilayah Perwakilan BPKP Provinsi

LAKIP PERWAKILAN BPKP PROVINSI BALI TAHUN 2012 Bab II – Perencanaan dan Perjanjian Kinerja

13

emosional dan spiritual. Dalam situasi menumpuknya beban kerja,

pegawai Perwakilan BPKP Provinsi Bali dapat menentukan prioritas

penyelesaian pekerjaan dengan mempertimbangkan waktu yang

dibutuhkan dan hasil kerja yang diharapkan. Pemikiran lain dalam

memaknai kerja cerdas adalah bagaimana kita bisa menjadi lebih

produktif dengan alokasi waktu kerja yang sama atau dengan

menggunakan peralatan yang sama.

2) Kerja Berintegritas Pegawai Perwakilan BPKP Provinsi Bali memegang teguh prinsip

integritas dalam bekerja. Prinsip atau nilai ini mengandung makna bahwa

bekerja berlandaskan pada kejujuran, objektivitas, keberanian,

konsistensi, dan konsekuensi. Kelima unsur dalam integritas tadi

mendorong pegawai bekerja sesuai dengan aturan yang berlaku. Dengan

integritas maka pegawai yang memiliki kepintaran atau banyak “akal” tidak

terjebak dalam sikap dan cara padang untuk “minteri” atau ngakali”.

3) Kerja Keras Kerja keras adalah kebalikan dari sifat malas. Prinsip ini merupakan salah

satu kunci dari hidup bahagia di dunia dan akhirat. Kerja keras dalam arti

harfiah, yaitu bekerja sekeras mungkin, hal ini tentu saja tidak cukup.

Sehingga kerja keras mesti dibarengi dengan pemanfaatan ilmu, sehingga

bekerja keras dengan segenap kemampuan yang dimiliki dan tidak mudah

pasrah atau kalah sebelum bertanding.

4) Kerja Tuntas Tuntas memiliki makna selesai atau paripurna. Oleh karena itu prinsip ini

mendorong pegawai BPKP untuk senantiasa bekerja dengan tuntas

sampai selesai dan tidak setengah-setengah. Ketuntasan ini sangat

diperlukan dalam mewujudkan peran BPKP yang berorientasi pada

pengguna.

5) Kerja Ikhlas Ikhlas secara sederhana dapat dimaknai dengan menerima tanpa keluh

kesah dan sumpah serapah, padanan dalam bahasa Jawa adalah

“legowo”. Pegawai BPKP diharapkan bekerja dengan ikhlas di tempat

Page 26: LAKIP PERWAKILAN BPKP PROVINSI BALI TAHUN 2012 2012.pdf · yang mencegah kecurangan dan memudahkan pengungkapan kasus yang merugikan keuangan Negara di wilayah Perwakilan BPKP Provinsi

LAKIP PERWAKILAN BPKP PROVINSI BALI TAHUN 2012 Bab II – Perencanaan dan Perjanjian Kinerja

14

kerja manapaun, jenis pekerjaan apapun, sekalipun di luar jam kerja. Hal

ini dijadikan prinsip agar Pegawai BPKP senantiasa siap dengan berbagai

bentuk penugasan dan ditempatkan pada unit kerja BPKP di Seluruh

Indonesia. Dengan demikian maka apapun yang datang pada kita,

menyenangkan atau tidak, kita terima dengan legowo.

Perumusan visi BPKP selain mempertimbangkan nilai luhur dan prinsip dalam

bekerja, juga diarahkan untuk mengakomodasi domain BPKP dalam

pengawasan Akuntabilitas Keuangan Negara. Domain BPKP tersebut

diuraikan dalam rumusan “4 C”, yang dapat dijelaskan sebagai berikut:

1) Capacity Building/Expertise

Domain ini memiliki makna mendukung penyelenggaraan manajemen

pemerintahan yang profesional melalui kegiatan pendidikan pelatihan,

pendampingan, back-up teknis dalam kesinergian dlam rangka capacity

building pengelolaan keuangan negara dan SPIP.

2) Current Issue

Domain ini mendukung sistem akuntabilitas Presiden terkait issue

strategis nasional, lintas sektoral, big fish berisiko tinggi, melalui kegiatan

analisa kebijakan dan evaluasi program, intelligence, scanning dan PR.

3) Clearing House

Domain ini mendukung penyelenggaraan birokrasi pemerintah yang tertib,

3E dan penegakan hukum yang berkeadilan untuk mengeliminasi

kegamangan dan ketakutan para pengelola keuangan negara sehingga

tidak menghambat, kelancaran pelaksanaan tugas pembangunan melalui

fasilitas, PR, pemahaman perundang-undangan, evaluasi dan auditing,

serta MoU dengan aparat penegak hukum.

4) Check And Balance

Domain ini menunjukkan dukungan BPKP terangka keseimbangan internal

dan eksternal auditor dalam konteks pelunasan terhadap pelaksanaan

tugas melalui kegiatan audit, advokasi, evaluasi, analisis dan PR.

Page 27: LAKIP PERWAKILAN BPKP PROVINSI BALI TAHUN 2012 2012.pdf · yang mencegah kecurangan dan memudahkan pengungkapan kasus yang merugikan keuangan Negara di wilayah Perwakilan BPKP Provinsi

LAKIP PERWAKILAN BPKP PROVINSI BALI TAHUN 2012 Bab II – Perencanaan dan Perjanjian Kinerja

15

2. Pernyataan Misi

Visi yang telah ditetapkan harus didukung dan dijabarkan melalui misi

sehingga visi tersebut dapat tercapai sesuai harapan. BPKP pada hakekatnya

bertujuan memberikan nilai tambah (value added) melalui dua peran yaitu

aktivitas assurance dan consulting. Adapun misi BPKP adalah sebagai

berikut:

a. Menyelenggarakan pengawasan intern terhadap akuntabilitas Keuangan

Negara yang mendukung tata kelola kepemerintahan yang baik dan bebas

KKN di wilayah Perwakilan BPKP Provinsi Bali.

b. Membina secara efektif penyelenggaraan Sistem Pengendalian Intern

Pemerintah di wilayah Perwakilan BPKP Provinsi Bali.

c. Mengembangkan kapasitas pengawasan intern pemerintah yang

profesional dan kompeten di wilayah Perwakilan BPKP Provinsi Bali.

d. Menyelenggarakan sistem dukungan pengambilan keputusan yang andal

bagi auditor/pemerintah di wilayah Perwakilan BPKP Provinsi Bali..

Keempat misi tersebut menggambarkan hal-hal yang seharusnya terlaksana,

sehingga hal-hal yang masih abstrak terlihat pada visi akan lebih nyata

terlihat pada misi. Keempatnya pada dasarnya ditetapkan dengan kesadaran

akan perlunya keseimbangan antara pencapaian kinerja yang berorientasi

pada manfaat dari keberadaan BPKP bagi stakeholders-nya dan kinerja-

kinerja aspek pendukung berupa inovasi dan kualitas proses kerja internal

serta peningkatan kapasitas internalnya.

Misi Pertama berkaitan dengan peran BPKP sebagai pengawas intern

pemerintah yang merujuk pada mandat BPKP sesuai Peraturan Pemerintah

Nomor 60 tahun 2008. BPKP melakukan pengawasan intern terhadap

akuntabilitas Keuangan Negara atas kegiatan lintas sektoral, kegiatan

kebendaharaan umum negara, dan kegiatan lain berdasarkan penugasan

Presiden. Misi ini juga merupakan pengakuan untuk menyerap aspirasi

Presiden selaku shareholder BPKP yang dapat diterjemahkan sebagai tugas

bagi BPKP dalam mendorong terwujudnya tata kelola pemerintahan yang

baik, meningkatkan kinerja program Pemerintah, dan mewujudkan iklim yang

Page 28: LAKIP PERWAKILAN BPKP PROVINSI BALI TAHUN 2012 2012.pdf · yang mencegah kecurangan dan memudahkan pengungkapan kasus yang merugikan keuangan Negara di wilayah Perwakilan BPKP Provinsi

LAKIP PERWAKILAN BPKP PROVINSI BALI TAHUN 2012 Bab II – Perencanaan dan Perjanjian Kinerja

16

mencegah KKN. Ketiga aspirasi ini jelas-jelas perpetaannya dengan fungsi

utama auditor internal di bidang good governance, pengelolaan risiko, dan

penerapan sistem pengendalian yang tentu diperlukan guna mengamankan

aset dan mencegah terjadinya kecurangan dan kesalahan sejak dini.

Misi kedua berkaitan dengan peran BPKP sebagai pembina

penyelenggaraan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah yang meliputi

kegiatan-kegiatan seperti: Penyusunan pedoman teknis, Sosialisasi SPIP,

Pendidikan dan pelatihan SPIP, serta Pembimbingan dan konsultasi SPIP.

Dengan peran ini diharapkan dapat terlaksana percepatan implementasi SPIP

baik di instansi vertikal maupun pemerintah daerah. Sebagai pembina, BPKP

juga harus mampu memberikan contoh atas penerapan implementasi SPIP.

Misi ketiga berkaitan dengan peran BPKP mengembangkan kapasitas APIP

yang meliputi: Pembinaan kompetensi APIP, Pembinaan JFA, Penelitian dan

pengembangan sistem dan prosedur pengawasan, serta sinergi dengan APIP

lainnya. Pada misi ini lebih ditekankan pada pengembangan kapasitas dan

kemampuan sumber daya manusia baik internal maupun eksternal.

Misi keempat berkaitan dengan peran BPKP dalam menyelenggarakan

dukungan pengambilan keputusan presiden/pemerintah. Secara keseluruhan

BPKP harus mampu menyediakan data dan informasi yang diperlukan dalam

pengambilan keputusan oleh presiden/pemerintah.

3. Tujuan

Tujuan merupakan pengejawantahan visi dan misi yang telah ditetapkan,

serta berorientasi pada operasionalisasi visi dan misi. Tujuan merupakan

penjabaran atau implementasi dari pernyataan misi, yang akan dicapai atau

dihasilkan dalam jangka waktu satu sampai dengan lima tahun, yang

tercermin dalam tujuan-tujuan strategis sebagai berikut:

a. Meningkatnya kualitas akuntabilitas keuangan negara di wilayah

Perwakilan BPKP Provinsi Bali;

b. Meningkatnya tata pemerintahan yang baik di wilayah Perwakilan BPKP

Provinsi Bali;

c. Terciptanya iklim yang mencegah kecurangan dan memudahkan

Page 29: LAKIP PERWAKILAN BPKP PROVINSI BALI TAHUN 2012 2012.pdf · yang mencegah kecurangan dan memudahkan pengungkapan kasus yang merugikan keuangan Negara di wilayah Perwakilan BPKP Provinsi

LAKIP PERWAKILAN BPKP PROVINSI BALI TAHUN 2012 Bab II – Perencanaan dan Perjanjian Kinerja

17

pengungkapan kasus yang merugikan keuangan negara di wilayah

Perwakilan BPKP Provinsi Bali;

d. Tercapainya efektivitas penyelenggaraan sistem pengendalian intern

pemerintah di wilayah Perwakilan BPKP Provinsi Bali;

e. Meningkatnya kapasitas aparat pengawasan intern pemerintah yang

profesional dan kompeten di wilayah Perwakilan BPKP Provinsi Bali;

f. Terselenggaranya sistem dukungan pengambilan keputusan yang andal

bagi Presiden/Pemerintah di wilayah Perwakilan BPKP Provinsi Bali.

4. Sasaran Strategis

Sasaran strategis merupakan penjabaran lebih lanjut dari tujuan, yang

dirumuskan secara spesifik dan terukur untuk dapat dicapai dalam kurun

waktu lebih pendek dari tujuan. Dengan pengertian ini, sasaran strategis

Perwakilan BPKP Provinsi Bali sebagai implementasi sasaran strategis BPKP

untuk Tahun 2010-2014 adalah sebagai berikut:

a. Meningkatnya Kualitas 95% LKKL dan 95% LKPD;

b. Tercapainya Optimalisasi Penerimaan Negara sebesar 87,50%;

c. Terselenggaranya Standar Pelayanan Minimal (SPM) pada 60% Instansi

Pemerintah Daerah (IPD) dan Terselenggaranya Good Governance (GG)

pada 75% BUMN/BUMD;

d. Meningkatkan Kesadaran dan Keterlibatan K/L, Pemda, dan BUMN/BUMD

dalam Upaya Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi Menjadi 80%;

e. Meningkatnya Kualitas Penerapan SPIP di 70% Pemda;

f. Meningkatnya Kapasitas Aparat Pengawasan Intern Pemerintah yang

Profesional dan Kompeten pada 80% Pemda;

g. Meningkatnya Efektivitas Perencanaan Pengawasan Sebesar 90% dan

Kualitas Pengelolaan Keuangan Sebesar 100%.

h. Terselenggaranya 100% Sistem Dukungan Pengambilan Keputusan Bagi

Pimpinan.

5. Indikator Kinerja Utama

Indikator kinerja utama (IKU) Perwakilan BPKP Provinsi Bali adalah indikator

yang berada pada perspektif manfaat bagi stakeholders yang menunjukan

peran utama Perwakilan BPKP Provinsi Bali dalam pengawasan

Page 30: LAKIP PERWAKILAN BPKP PROVINSI BALI TAHUN 2012 2012.pdf · yang mencegah kecurangan dan memudahkan pengungkapan kasus yang merugikan keuangan Negara di wilayah Perwakilan BPKP Provinsi

LAKIP PERWAKILAN BPKP PROVINSI BALI TAHUN 2012 Bab II – Perencanaan dan Perjanjian Kinerja

18

akuntantabilitas keuangan negara dan keuangan daerah serta pembinaan

penyelenggaraan SPIP.

IKU Perwakilan BPKP Provinsi Bali merupakan ukuran keberhasilan dari

tujuan dan sasaran strategis Perwakilan BPKP Provinsi Bali. IKU tersebut

terbagi dalam dua perspektif. Yang pertama bersifat outward looking, yaitu

perspektif manfaat langsung bagi stakeholders eksternal yang menunjukkan

peran utama Perwakilan BPKP Provinsi Bali dalam pengawasan akuntabilitas

keuangan negara dan keuangan daerah serta pembinaan penyelenggaraan

SPIP di Provinsi Bali. Perspektif kedua bersifat inword looking yang

menunjukkan manfaat bagi stakeholder internal Perwakilan BPKP Provinsi

Bali. Penetapan indikator tersebut dengan mempertimbangkan tujuan sasaran

strategis dan kegiatan-kegiatan yang mendukung tujuan strategis. Indikator ini

digunakan untuk mengukur keberhasilan sasaran strategis, sedangkan

keberhasilan kegiatan diukur dengan menggunakan indikator keluaran

(output).

IKU Perwakilan BPKP Provinsi Bali dapat dilihat pada Tabel 2.1.

Tabel 2.1.

IKU Perwakilan BPKP Provinsi Bali Tahun 2012

No. Indikator Kinerja Utama Tujuan 1: Meningkatnya Akuntabilitas Keuangan Negara Perwakilan BPKP Provinsi Bali; Sasaran Strategis 1.1 Meningkatnya Kualitas 95% LKKL dan 95% LKPD

1 Persentase IPP yang mendapat pendampingan penyusunan L/K 2 Persentase IPD yang laporan keuangannya memperoleh opini minimal WDP 3 Persentase jumlah laporan keuangan proyek PHLN yang memperoleh opini

dukungan Wajar 4 Persentase hasil pengawasan lintas sektoral yang disampaikan ke Pusat 5 Persentase hasil pengawasan atas permintaan Presiden yang disampaikan ke

Pusat 6 Persentase hasil pengawasan atas permintaan stakeholders yang dijadikan bahan

pengambilan keputusan oleh stakeholders 7 Persentase BUMD yang mendapat pendampingan penyelenggaraan akuntansi

Sasaran Strategis 1.2 Tercapainya Optimalisasi Penerimaan Negara sebesar 87,50%; 8 Persentase hasil pengawasan optimalisasi penerimaan negara/daerah yang

ditindaklanjuti 9 Persentase Hasil Pengawasan BUN yang disampaikan ke Pusat

Tujuan 2 : Meningkatnya tata pemerintahan yang baik di wilayah Perwakilan BPKP Provinsi Bali; Sasaran Strategis 2.1 Terselenggaranya Standar Pelayanan Minimal (SPM) pada 60%

Page 31: LAKIP PERWAKILAN BPKP PROVINSI BALI TAHUN 2012 2012.pdf · yang mencegah kecurangan dan memudahkan pengungkapan kasus yang merugikan keuangan Negara di wilayah Perwakilan BPKP Provinsi

LAKIP PERWAKILAN BPKP PROVINSI BALI TAHUN 2012 Bab II – Perencanaan dan Perjanjian Kinerja

19

Instansi Pemerintah Daerah (IPD) dan Terselenggaranya Good Governance (GG) pada 75% BUMN/BUMD 10 Persentase IPD yang melaksanakan pelayanan sesuai Standar Pelayanan Minimal 11 Persentase BUMN/D/BLU/D yang dilakukan sosialisasi/asistensi GCG/KPI 12 BUMN yang kinerja PSO nya baik 13 Persentase BUMD yang dilakukan audit kinerja

Tujuan 3 : Terciptanya iklim yang mencegah kecurangan dan memudahkan pengungkapan kasus yang merugikan keuangan negara di wilayah Perwakilan BPKP Provinsi Bali Sasaran strategis 3.1 Meningkatkan Kesadaran dan Keterlibatan K/L, Pemda, dan BUMN/BUMD dalam Upaya Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi Menjadi 80%;

14 Kelompok Masyarakat yang mendapatkan Sosialisasi Program Anti Korupsi 15 IPP/IPD/BUMN/BUMD/BLU/BLUD berisiko fraud yang mendapatkan

sosialisasi/DA/ asistensi/evaluasi FCP 16 Jumlah IPP/IPD/BUMN/BUMD/BLU/BLUD yang dilakukan kajian peraturan yang

berpotensi TPK 17 Persentase pelaksanaan penugasan HKP, klaim dan penyesuaian harga 18 Persentase pelaksanaan audit investigasi/ PKKN/PKA 19 Persentase TL hasil audit investigasi non TPK oleh instansi berwenang 20 Persentase laporan keinvestigasian yang sesuai standar 21 Persentase hasil telaahan pengaduan masyarakat

Tujuan 4 Tercapainya efektivitas penyelenggaraan sistem pengendalian intern pemerintah di wilayah Perwakilan BPKP Provinsi Bali Sasaran strategis 4.1 Meningkatnya Kualitas Penerapan SPIP di 70% Pemda

22 Persentase Pemda yang menyelenggarakan SPIP sesuai PP Nomor 60 Tahun 2008

23 Jumlah Pemda yang dilakukan asistensi penyelenggaraan SPIP sesuai PP No 60 Tahun 2008

24 Jumlah Pemda yang dilakukan monitoring Sistem Pengendalian Intern Tujuan 5 Meningkatnya kapasitas aparat pengawasan intern pemerintah yang profesional dan kompeten di wilayah Perwakilan BPKP Provinsi Bali Sasaran Strategis 5.1 Meningkatnya Kapasitas Aparat Pengawasan Intern Pemerintah yang Profesional dan Kompeten pada 80% Pemda

25 Persentase Pemda yang dilakukan asistensi penerapan JFA Sasaran Strategis 5.2 Meningkatnya Efektivitas Perencanaan Pengawasan Sebesar 90% dan Kualitas Pengelolaan Keuangan Sebesar 100%.

26 Persentase jumlah rencana penugasan pengawasan yang terealisasi 27 Persentase kesesuaian laporan keuangan Perwakilan BPKP dengan SAP 28 Persepsi kepuasan pegawai perwakilan terhadap layanan kepegawaian 29 Persentase pagu dana yang tidak diblokir dalam DIPA 30 Persepsi kepuasan pegawai perwakilan atas pencairan anggaran yang diajukan

sesuai prosedur 31 Persentase permintaan bantuan hukum yang ditindaklanjuti Biro Hukum dan

Humas 32 Jumlah publikasi kegiatan perwakilan BPKP di media massa 33 Persentase pemanfaatan asset 34 Persepsi kepuasan pegawai perwakilan terhadap layanan sarpras

Page 32: LAKIP PERWAKILAN BPKP PROVINSI BALI TAHUN 2012 2012.pdf · yang mencegah kecurangan dan memudahkan pengungkapan kasus yang merugikan keuangan Negara di wilayah Perwakilan BPKP Provinsi

LAKIP PERWAKILAN BPKP PROVINSI BALI TAHUN 2012 Bab II – Perencanaan dan Perjanjian Kinerja

20

35 Persentase tindak lanjut rekomendasi hasil audit Inspektorat 36 Jumlah masukan topik penelitian yang disampaikan ke Puslitbangwas 37 Jumlah instansi APIP yang telah disosialisasi dan/atau di-assessment tata kelola

APIP 38 Tingkat persepsi kepuasan Pemda atas auditor bersertifikat

Tujuan 6 Terselenggaranya sistem dukungan pengambilan keputusan yang andal bagi Presiden/Pemerintah di wilayah Perwakilan BPKP Provinsi Bali Sasaran Strategis 6.1 Terselenggaranya 100% Sistem Dukungan Pengambilan Keputusan Bagi Pimpinan

39 Jumlah sistem informasi yang dimanfaatkan secara efektif

6. Program dan Kegiatan

Untuk mendukung pencapaian tujuan dan sasaran strategis di atas, BPKP

menyesuaikan program dan kegiatan yang dilaksanakan oleh unit organisasi

BPKP dengan program yang ditetapkan oleh Bappenas.

Sesuai dengan Pedoman Restrukturisasi Program dan Kegiatan yang

diterbitkan oleh Bappenas dan Kementerian Keuangan, setiap Unit Eselon I

pada kementerian atau LPNK melaksanakan program teknis dan program

generik. Program teknis merupakan program yang menghasilkan pelayanan

kepada kelompok sasaran/masyarakat (pelayanan eksternal), sedangkan

program generik merupakan program yang bersifat pelayanan internal untuk

mendukung pelayanan aparatur dan/atau administrasi pemerintahan

(pelayanan internal).

Program BPKP sesuai dengan restrukturisasi program yang dirancang oleh

Bappenas terdiri dari tiga program, yaitu:

• Program Teknis

Program Pengawasan Intern Akuntabilitas Keuangan Negara dan

Pembinaan Penyelenggaraan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah

(SPIP).

• Program Generik

− Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis

Lainnya-BPKP;

− Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Negara-BPKP.

Kegiatan dan Sub kegiatan Teknis yang mendukung sasaran/outcome

Pengawasan atas Instansi Pemerintah Pusat bidang perekonomian,

polsoskam, penyelenggaraan keuangan daerah, akuntan negara dan

Page 33: LAKIP PERWAKILAN BPKP PROVINSI BALI TAHUN 2012 2012.pdf · yang mencegah kecurangan dan memudahkan pengungkapan kasus yang merugikan keuangan Negara di wilayah Perwakilan BPKP Provinsi

LAKIP PERWAKILAN BPKP PROVINSI BALI TAHUN 2012 Bab II – Perencanaan dan Perjanjian Kinerja

21

investigasi, kegiatan teknis terdiri dari :

a. Pengendalian/ Pelaksanaan Pengawasan Intern Akuntabilitas Keuangan

Negara dan Pembinaan Penyelenggaraan SPIP K/L Bidang Fiskal dan

Investasi

b. Pengendalian/ Pelaksanaan Pengawasan Intern Akuntabilitas Keuangan

Negara dan Pembinaan Penyelenggaraan SPIP K/L Bidang Produksi dan

Sumber Daya Alam

c. Pengendalian/ Pelaksanaan Pengawasan Intern Akuntabilitas Keuangan

Negara dan Pembinaan Penyelenggaraan SPIP K/L Bidang Industri dan

Distribusi

d. Pengendalian/ Pelaksanaan Pengawasan Intern Akuntabilitas Keuangan

Negara dan Pembinaan Penyelenggaraan SPIP pada kegiatan yang

dibiayai dari pinjaman dan bantuan luar negeri

e. Pengendalian/ Pelaksanaan Pengawasan Intern Akuntabilitas Keuangan

Negara dan Pembinaan Penyelenggaraan SPIP K/L Bidang

Perekonomian Lainnya

f. Pengendalian /Pelaksanaan Pengawasan Intern Akuntabilitas Keuangan

Negara dan Pembinaan Penyelenggaraan SPIP Kementerian/Lembaga

Bidang Pertahanan dan Keamanan

g. Pengendalian /Pelaksanaan Pengawasan Intern Akuntabilitas Keuangan

Negara dan Pembinaan Penyelenggaraan SPIP Kementerian/Lembaga

Bidang Penegakan Hukum dan Sekretariat Lembaga Tinggi Negara

h. Pengendalian /Pelaksanaan Pengawasan Intern Akuntabilitas Keuangan

Negara dan Pembinaan Penyelenggaraan SPIP Kementerian/Lembaga

Bidang Kesejahteraan Rakyat

i. Pengendalian /Pelaksanaan Pengawasan Intern Akuntabilitas Keuangan

Negara dan Pembinaan Penyelenggaraan SPIP Kementerian/Lembaga

Bidang Polsoskam Lainnya

j. Pengendalian /Pelaksanaan Pengawasan Intern Akuntabilitas Keuangan

Negara dan Pembinaan Penyelenggaraan SPI Instansi Pemerintah

Daerah Wilayah Bali

k. Pengendalian /Pelaksanaan Pengawasan Intern Akuntabilitas Keuangan

Negara dan Pembinaan Penyelenggaraan SPI Badan Usaha Agrobisnis,

Page 34: LAKIP PERWAKILAN BPKP PROVINSI BALI TAHUN 2012 2012.pdf · yang mencegah kecurangan dan memudahkan pengungkapan kasus yang merugikan keuangan Negara di wilayah Perwakilan BPKP Provinsi

LAKIP PERWAKILAN BPKP PROVINSI BALI TAHUN 2012 Bab II – Perencanaan dan Perjanjian Kinerja

22

Jasa Konstruksi, dan Perdagangan

l. Pengendalian /Pelaksanaan Pengawasan Intern Akuntabilitas Keuangan

Negara dan Pembinaan Penyelenggaraan SPI Badan Usaha Jasa

Perhubungan, Pariwisata, Kawasan Industri dan jasa lainnya serta

Kementerian Negara BUMN

m. Pengendalian /Pelaksanaan Pengawasan Intern Akuntabilitas Keuangan

Negara dan Pembinaan Penyelenggaraan SPI Badan Usaha Jasa

Keuangan dan Manufaktur

n. Pengendalian /Pelaksanaan Pengawasan Intern Akuntabilitas Keuangan

Negara dan Pembinaan Penyelenggaraan SPI Badan Usaha Milik Daerah

o. Pengendalian/Pelaksanaan Pengawasan Intern dan Pembinaan

Penyelenggaraan SPIP terkait kegiatan investigasi pada

Kementerian/Lembaga

p. Pengendalian/Pelaksanaan Pengawasan Intern dan Pembinaan

Penyelenggaraan SPIP terkait kegiatan Investigasi pada BUMN/D

q. Pengendalian/Pelaksanaan Pengawasan Intern dan Pembinaan

Penyelenggaraan SPIP terkait Hambatan Kelancaran Pembangunan

Sedangkan Sub Kegiatan Teknis terdiri dari :

a. Pengawasan atas kegiatan lintas sektoral

b. Pengawasan atas kegiatan kebendaharaan umum negara

c. Pengawasan atas penugasan Presiden

d. Pengawasan atas permintaan stakeholders

e. Reviu LKPD

f. Pengawasan penerimaan negara dan daerah

g. Pengawasan PHLN

h. Assesment atau Evaluasi GCG/KPI/MR

i. Pengawasan investigatif

j. Bimtek, pengembangan sistem pelaporan keuangan

k. Penyusunan pedoman SPIP

l. Sosialisasi SPIP

m. Diklat SPIP

n. Bimbingan Teknis SPIP

Page 35: LAKIP PERWAKILAN BPKP PROVINSI BALI TAHUN 2012 2012.pdf · yang mencegah kecurangan dan memudahkan pengungkapan kasus yang merugikan keuangan Negara di wilayah Perwakilan BPKP Provinsi

LAKIP PERWAKILAN BPKP PROVINSI BALI TAHUN 2012 Bab II – Perencanaan dan Perjanjian Kinerja

23

Terdapat kegiatan-kegiatan generik yang dilaksanakan pada Perwakilan

BPKP Provinsi Bali berupa :

1. Kegiatan yang berada pada Program Dukungan Manajemen dan

Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya-BPKP

a. Penyusunan dan evaluasi rencana

b. Pengelolaan kepegawaian dan organisasi

c. Pengelolaan anggaran dan sistem akuntansi pemerintah

d. Pembinaan hukum dan pengelolaan kehumasan

e. Pembinaan administrasi dan pengelolaan perlengkapan serta

pembayaran gaji/tunjangan

f. Pengawasan internal (inspektorat) BPKP

g. Pendidikan dan pelatihan pengawasan

h. Penelitian dan pengembangan pengawasan

i. Penyelenggaraan sistem dukungan pengambilan keputusan

Pemerintah/Presiden dan internal BPKP

j. Pembinaan JFA dan tata kelola APIP

k. Fasilitasi dukungan manajemen Perwakilan BPKP

2. Kegiatan yang berada pada Program Peningkatan Sarana dan Prasarana

Aparatur Negara-BPKP berupa kegiatan Pengadaan dan penyaluran

sarana dan prasarana-BPKP Pusat

B. Perjanjian Kinerja 2012

Pengukuran pencapaian tujuan sebagaimana ditetapkan dalam Renstra

Perwakilan BPKP Provinsi Bali dilakukan melalui pengukuran pencapaian

sasaran startegis, dalam hal ini pengukuran IKU. Untuk menguatkan pencapaian

sasaran strategis tersebut disusunlah perjanjian kinerja yang dulu disebut

penetapan kinerja (TAPKIN). Sebagai dokumen pernyataan kinerja berupa

perjanjian kinerja antara atasan dan bawahan untuk mewujudkan target kinerja

tertentu, dokumen perjanjian kinerja memuat pernyataan dalam format formulir

yang mencantumkan sasaran strategis, IKU oraganisasi, dan target kinerja.

Target kinerja menunjukkan komitmen dari pimpinan dan seluruh anggota

Page 36: LAKIP PERWAKILAN BPKP PROVINSI BALI TAHUN 2012 2012.pdf · yang mencegah kecurangan dan memudahkan pengungkapan kasus yang merugikan keuangan Negara di wilayah Perwakilan BPKP Provinsi

LAKIP PERWAKILAN BPKP PROVINSI BALI TAHUN 2012 Bab II – Perencanaan dan Perjanjian Kinerja

24

organisasi untuk mencapai hasil yang diinginkan dari setiap sasaran startegis

sesuai dengan IKU yang bersifat outcame.

Perjanjian kinerja Perwakilan BPKP Provinsi Bali Tahun 2012 yang telah

ditandatangani baru pada target capaian output.

Penetapan Kinerja Perwakilan BPKP Provinsi Bali Tahun 2012 telah menetapkan

target kinerja berupa indikator output dan besaran target outputnya yang akan

menjadi tolok ukur bagi keberhasilan kinerja. Indikator kinerja yang menjadi tolok

ukur adalah indikator kinerja input (rencana/anggaran keuangan) dan output.

Target kinerja dari masing-masing indikator adalah sebagai berikut:

PROGRAM SASARAN

OUTPUT ANGGARAN (Rp.000) INDIKATOR

TARGET TAHUNAN RENSTRA

TARGET TAHUN

BERJALAN 1 2 3 4 5 6

1. Hasil Pelaksanaan Pengawasan Intern Akuntabilitas Keuangan Negara dan Pembinaan Penyelengga raan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah

1.Meningkatnya kualitas penyelenggaraan pengawasan intern akuntabilitas keuangan negara dan pembinaan penyelenggaraan SPIP pada Kementerian/ Lembaga/ Pemerintah Daerah serta penyelenggaraan SPI pada badan usaha milik negara/pemerintah daerah 2. Meningkatnya K/L & Pemda yang Menyelenggarakan SPIP sesuai Ketentuan yang Berlaku

Laporan hasil pengawasan lintas sektor Bidang Perekonomian

10 LAP 17 LAP 202.328

Laporan hasil pengawasan BUN bidang Perekonomian 0 LAP 6 LAP 148.000

Laporan hasil bimbingan teknis/ asistensi penyusunan LKKL bidang Perekonomian

0 LAP 5 LAP 85.311

Laporan hasil pengawasan atas penerimaan negara bidang Perekonomian

0 LAP 1 LAP 32.134

Laporan hasil pengawasan atas permintaan stakeholder bidang Perekonomian

7 LAP 2 LAP 17.500

Laporan hasil pengawasan atas Proyek PHLN 41 LAP 27 LAP 180.465

Laporan hasil pengawasan lintas sektor bidang Polsoskam

30 LAP 29 LAP 526.605

Laporan hasil pengawasan BUN bidang Polsoskam 8 LAP 11 LAP 218.321

Laporan hasil pengawasan atas permintaan presiden Bidang Polsoskam

3 LAP 11 LAP 140.955

Laporan hasil bimbingan teknis/ asistensi penyusunan LKKL bidang Polsoskam

4 LAP 11 LAP 153.686

Laporan hasil pengawasan atas penerimaan negara 6 LAP 0 LAP 0

Page 37: LAKIP PERWAKILAN BPKP PROVINSI BALI TAHUN 2012 2012.pdf · yang mencegah kecurangan dan memudahkan pengungkapan kasus yang merugikan keuangan Negara di wilayah Perwakilan BPKP Provinsi

LAKIP PERWAKILAN BPKP PROVINSI BALI TAHUN 2012 Bab II – Perencanaan dan Perjanjian Kinerja

25

bidang Polsoskam

Laporan hasil pengawasan atas permintaan stakeholder bidang Polsoskam

0 LAP 3 LAP 55.166

Laporan pelaksanaan pembinaan penyelenggaraan SPIP bidang Polsoskam

2 LAP 0 LAP 0

Laporan hasil pengawasan lintas sektor bidang Keuangan Daerah

5 LAP 0 LAP 0

Laporan hasil pengawasan BUN bidang Keuangan Daerah

43 LAP 47 LAP 467.870

Laporan hasil pengawasan atas permintaan presiden Bidang Keuangan Daerah

6 LAP 0 LAP 0

Laporan hasil bimtek/ asistensi penyusunan LKPD Bidang Keuangan Daerah

15 LAP 38 LAP 458.956

Laporan hasil pengawasan atas permintaan stakeholder bidang Keuangan Daerah

1 LAP 3 LAP 19.748

Laporan hasil pengawasan atas kinerja pelayanan publik bidang Keuangan Daerah

22 LAP 6 LAP 114.370

Laporan dukungan pembinaan penyelenggaraan SPIP bidang Keuangan Daerah

0 LAP 13 LAP 182.268

Laporan hasil bimtek/asistensi GCG/KPI sektor korporat

16 LAP 10 LAP 107.293

Laporan hasil pengawasan atas kinerja BUMD 8 LAP 18 LAP 281.755

Laporan hasil bimtek/ asistensi penyusunan LK BUMD

12 LAP 7 LAP 52.187

Laporan hasil sosialisasi masalah korupsi 0 LAP 7 LAP 94.350

Laporan hasil bimtek/asistensi implementasi FCP

5 LAP 2 LAP 30.089

Laporan hasil kajian pengawasan 2 LAP 1 LAP 15.789

Laporan hasil audit investigasi atas HKP, Eskalasi dan Klaim

4 LAP 4 LAP 110.953

Page 38: LAKIP PERWAKILAN BPKP PROVINSI BALI TAHUN 2012 2012.pdf · yang mencegah kecurangan dan memudahkan pengungkapan kasus yang merugikan keuangan Negara di wilayah Perwakilan BPKP Provinsi

LAKIP PERWAKILAN BPKP PROVINSI BALI TAHUN 2012 Bab II – Perencanaan dan Perjanjian Kinerja

26

Laporan hasil audit investigasi, perhitungan kerugian negara, dan pemberian keterangan ahli atas permintaan Instansi Penyidik

3 LAP 44 LAP 345.646

Laporan hasil audit investigasi atas permintaan Instansi lainnya

1 LAP 0 LAP 0

Jumlah sosialisasi dan bimtek penerapan JFA APIP Daerah

1 LAP 3 LAP 14.360

Jumlah sosialisasi dan bimtek penerapan Tata Kelola APIP Daerah

0 LAP 10 LAP 117.095

Laporan evaluasi penerapan tatakelola APIP Daerah

0 LAP 1 LAP 25.175

2.Hasil Penyelenggaraan Dukungan Manajemen Perwakilan BPKP

Meningkatnya kualitas dukungan manajemen dan kapasitas penyelenggaraan pengawasan intern akuntabilitas keuangan negara dan pembinaan penyelenggaraan SPIP

Laporan Dukungan Manajemen Perwakilan BPKP

1 LAP 60 LAP 12.403.615

3.Hasil Pengadaan dan Penyaluran Sarana dan Prasarana Perwakilan BPKP

Terpenuhinya kebutuhan sarana dan prasarana aparatur BPKP

Jumlah Sarana Prasarana

17 Unit 12 Unit 675.000

JUMLAH 17.276.990

===000===

Page 39: LAKIP PERWAKILAN BPKP PROVINSI BALI TAHUN 2012 2012.pdf · yang mencegah kecurangan dan memudahkan pengungkapan kasus yang merugikan keuangan Negara di wilayah Perwakilan BPKP Provinsi

LAKIP PERWAKILAN BPKP PROVINSI BALI TAHUN 2012 Bab III – Akuntabilitas Kinerja

27

BAB III

AKUNTABILITAS KINERJA Pengukuran kinerja Perwakilan BPKP Provinsi Bali dilakukan untuk dapat melihat

sejauh mana tercapainya hasil yang diharapkan, yang telah dirumuskan dalam

dalam Renstra dan Rencana Kinerja Tahunan. Pengukuran kinerja dilakukan

dengan menggunakan indikator kinerja yang ditetapkan pada Penetapan Kinerja

Perwakilan BPKP Provinsi Bali Tahun 2012.

A. CAPAIAN KINERJA

engukuran capaian kinerja tahun 2012 merupakan bagian dari

penyelenggaraan akuntabilitas kinerja tahunan Perwakilan BPKP Provinsi

Bali. Pengukuran dilakukan terhadap kinerja yang diperjanjikan tahun 2012

dan membandingkannya dengan target yang diperjanjikan dalam dokumen

penetapan kinerja 2012. Sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan dalam Peraturan

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 29 Tahun

2010, yang menitikberatkan pada pengukuran pencapaian tujuan/sasaran strategis,

Perwakilan BPKP Provinsi Bali telah menyempurnakan rumusan sasaran strategis

dengan memilih indikator kinerja utama (IKU) yang dominan mengacu pada IKU

BPKP.

Pengukuran capaian kinerja sasaran strategis meliputi identifikasi atas realisasi IKU

dominan dan membandingkan dengan targetnya. Analisis lebih mendalam dilakukan

terutama terhadap capaian yang di bawah target untuk mengenali faktor penyebab

sebagai bahan penetapan strategi peningkatan kinerja di tahun 2013 dan atau

tahun-tahun selanjutnya (performance improvement).

Pengukuran pencapaian sasaran strategis pada Perwakilan BPKP Provinsi Bali

dilakukan dengan asumsi :

1. Pengukuran mengacu pada pengukuran yang dilakukan oleh BPKP secara

keseluruhan, dihitung berdasarkan jumlah IKU dominan yang tercapai dibagi

dengan jumlah IKU dominan.

2. Dalam menghitung capaian kinerja, capaian kinerja sasaran setiap indikator

dibatasi maksimal 200%. Hal ini dilakukan untuk menghindari distorsi

P

Page 40: LAKIP PERWAKILAN BPKP PROVINSI BALI TAHUN 2012 2012.pdf · yang mencegah kecurangan dan memudahkan pengungkapan kasus yang merugikan keuangan Negara di wilayah Perwakilan BPKP Provinsi

LAKIP PERWAKILAN BPKP PROVINSI BALI TAHUN 2012

Bab III – Akuntabilitas Kinerja

28

perhitungan capaian kinerja sasaran strategis Perwakilan BPKP Provinsi Bali

dan BPKP secara keseluruhan.

Capaian atas 39 IKU yang menunjukkan capaian tujuan dan sasaran strategis

secara ringkas disajikan menurut tujuan dan sasaran strategis sebagaimana terlihat

pada Tabel 3.1 berikut ini:

Tabel 3.1

Ringkasan Capaian Indikator Kinerja Utama No Uraian Indikator Kinerja Utama Satuan Target Reali-

sasi Capaian

(%)

Tujuan 1. Meningkatnya Kualitas Akuntabilitas Keuangan Negara Sasaran Strategis 1.1. Meningkatnya Kualitas 95% LKKL, dan 95% LKPD

1. Persentase IPP yang mendapat pendampingan penyusunan Laporan Keuangan

Persen 80,00 100,00 125,00

2. Persentase IPD yang laporan keuangannya memperoleh opini minimal WDP

Persen 85,00 100,00 117,65

3. Persentase jumlah laporan keuangan proyek PHLN yang memperoleh opini dukungan Wajar

Persen 82,00 90,91 110,87

4. Persentase hasil pengawasan lintas sektoral yang disampaikan ke Pusat

Persen 73,75 167,39 200,00

5. Persentase hasil pengawasan atas permintaan presiden yang disampaikan ke Pusat

Persen 68,00 154,55 200,00

6. Persentase hasil pengawasan atas permintaan stakeholders yang dijadikan bahan pengambilan keputusan oleh stakeholders

Persen 80,00 100,00 125,00

7. Persentase BUMD yang mendapat pendampingan penyelenggaraan akuntansi

Persen 50,00 43,75 87,50

Sasaran Strategis 1.2. Tercapainya Optimalisasi Penerimaan Negara sebesar 87,50% 8. Persentase hasil pengawasan optimalisasi penerimaan

negara/daerah yang ditindaklanjuti Persen 75,00 88,24 117,65

9. Persentase hasil pengawasan BUN yang disampaikan ke Pusat

Persen 71,25 196,88 200,00

Tujuan 2. Meningkatnya Tata Pemerintahan yang Baik Sasaran Strategis 2.1. Terselenggaranya SPM pada 10 IPD dan terselenggaranya GG pada 75% BUMN/BUMD

10. Persentase IPD yang melaksanakan pelayanan sesuai Standar Pelayanan Minimal

Persen 75,00 100,00 133,33

11. Persentase BUMN/D/BLU/D yang dilakukan sosialisasi/ asistensi GCG/KPI

Persen 55,00 150,00 200,00

12. Persentase BUMN yang dilakukan asistensi/evaluasi PSO Persen - - -

13. Persentase BUMD yang dilakukan audit kinerja Persen 50,00 127,78 200,00

Tujuan 3. Terciptanya Iklim yang Mencegah Kecurangan dan Memudahkan Pengungkapan Kasus yang Merugikan Keuangan negara Sasaran Strategis 3.1. Meningkatkan Kesadaran dan Keterlibatan K/L, Pemda, BUMN/BUMD Dalam Upaya Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi Menjadi 80%

14. Kelompok Masyarakat yang mendapatkan Sosialisasi Program Anti Korupsi

Kel. Masy 4 4 100,00

15. IPP/IPD/BUMN/BUMD/BLU/BLUD berisiko fraud yang mendapatkan sosialisasi/DA/asistensi/evaluasi FCP

Instansi 2 1 50,00

Page 41: LAKIP PERWAKILAN BPKP PROVINSI BALI TAHUN 2012 2012.pdf · yang mencegah kecurangan dan memudahkan pengungkapan kasus yang merugikan keuangan Negara di wilayah Perwakilan BPKP Provinsi

LAKIP PERWAKILAN BPKP PROVINSI BALI TAHUN 2012

Bab III – Akuntabilitas Kinerja

29

16. Jumlah IPP/IPD/BUMN/BUMD/BLU/BLUD yang dilakukan kajian peraturan yang berpotensi TPK

Instansi 1 1 100,00

17. Persentase Pelaksanaan penugasan HKP, klaim dan penyesuaian harga

Persen 84,00 260,00 200,00

18. Persentase pelaksanaan audit investigasi/ PKKN/PKA Persen 85,00 97,73 114,97

19. Persentase TL hasil audit investigasi non TPK oleh instansi berwenang

Persen - - -

20. persentase laporan keinvestigasian yang sesuai standar Persen 85 100 117,65

21. Persentase hasil telaahan pengaduan masyarakat Persen 10,00 100 200

Tujuan 4. Tercapainya Efektivitas Penyelenggaraan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah Sasaran Strategis 4.1 Meningkatnya Kualitas Penerapan SPIP di 70% K/L, Pemda

22. Persentase Pemda yang menyelenggarakan SPIP sesuai PP Nomor 60 Tahun 2008

Persen 50,00 10,00 20,00

23. Jumlah Pemda yang dilakukan asistensi penyelenggaraan SPIP sesuai PP No 60 Tahun 2008

IPP/IPD 6 8 133,33

24. Jumlah Pemda yang dilakukan monitoring Sistem Pengendalian Intern

IPP/IPD 2 3 150,00

Tujuan 5. Meningkatnya Kapasitas Aparat Pengawasan Intern Pemerintah yang Profesional dan Kompeten Sasaran Strategis 5.1. Meningkatnya kapasitas aparat pengawasan intern pemerintah yang profesional dan kompeten pada 80% K/L/Pemda

25. Persentase Pemda yang dilakukan asistensi penerapan JFA Persen 70,00 40,00 57,14

Sasaran Strategis 5.2. Meningkatnya efektifitas perencanaan pengawasan sebesar 90% dan kualitas pengelolaaan keuangan sebesar 100%

26. Persentase jumlah rencana penugasan pengawasan yang terealisasi

Persen 80,00 93,98 117,48

27. Persentase kesesuaian laporan keuangan Perwakilan BPKP dengan SAP

Persen 100,00 100 100,00

28. Persepsi kepuasan pegawai perwakilan terhadap layanan kepegawaian

Skala likert 1-10

7,6 6,4 84,21

29. Persentase Pagu Dana yang tidak Diblokir dalam DIPA Persen 90 100 111,11

30. Persepsi kepuasan pegawai perwakilan atas pencairan anggaran yang diajukan sesuai prosedur

Skala likert 1-10

8 7,5 93,75

31. Persentase permintaan bantuan hukum yang ditindaklanjuti Biro Hukum dan Humas

Persen 80 100 125,00

32. Jumlah publikasi kegiatan perwakilan BPKP di media massa Jumlah berita

20 19 95,00

33. Persentase pemanfaatan asset Persen 100 100 100

34. Persepsi kepuasan pegawai perwakilan terhadap layanan sarpras

Skala likert 1-10

7,9 6,8 86,08

35. Persentase tindak lanjut rekomendasi hasil audit Inspektorat Persen 74 100 135,14

36. Jumlah masukan topik penelitian yang disampaikan ke puslitbangwas

Jumlah Topik

1 0 0

37. Jumlah instansi APIP yang telah disosialisasi dan atau di-assessment tata kelola APIP

Jumlah APIP

1 1 100

38. Tingkat persepsi kepuasan Pemda atas auditor bersertifikat Skala likert 1-10

7,9 7,54 95,44

Tujuan 6. Terselenggaranya Sistem Dukungan Pengambilan Keputusan yang Andal bagi Presiden/Pemerintah Sasaran 6.1. Terselenggaranya 1 sistem dukungan pengambilan keputusan bagi pimpinan

39. Jumlah Sistem Informasi yang dimanfaatkan secara efektif Jumlah sistem

10 10 100,00

Page 42: LAKIP PERWAKILAN BPKP PROVINSI BALI TAHUN 2012 2012.pdf · yang mencegah kecurangan dan memudahkan pengungkapan kasus yang merugikan keuangan Negara di wilayah Perwakilan BPKP Provinsi

LAKIP PERWAKILAN BPKP PROVINSI BALI TAHUN 2012

Bab III – Akuntabilitas Kinerja

30

informasi

Uraian lebih lengkap tentang pencapaian kinerja sasaran strategis berserta realisasi

anggarannya dapat dilihat pada Lampiran 1.

B. ANALISIS CAPAIAN KINERJA

Analisis capaian kinerja dilakukan terhadap capaian kinerja sasaran strategis,

khususnya terhadap Indikator Kinerja Utama (IKU) dominan pada tiap-tiap sasaran

strategis serta capaian kinerja kegiatan (output) yang mendukung terhadap capaian

kinerja sasaran. Analisis juga dilakukan terhadap IKU yang tidak secara langsung

mendukung capaian kinerja sasaran namun berpengaruh terhadap perwujudan

sasaran strategis serta kegiatan yang mendukung. Selain itu, analisis dilakukan

berkaitan dengan kemungkinan tercapainya sasaran tahun terakhir Renstra, 2014.

Analisis capaian kinerja sasaran tidak membandingkan capaian 2012 dengan

capaian 2011 karena pada tahun 2011 belum dilakukan analisis capaian kinerja

sasaran sehingga tidak dapat diperbandingkan, namun demikian analisis dengan

membandingkan capaian 2012 dengan capaian 2011 dilakukan terhadap capaian

kinerja kegiatan (output), sebagaimana terinci dalam Lampiran 2.

Analisis tentang delapan sasaran strategis yang ditetapkan oleh BPKP dan

dilaksanakan oleh Perwakilan BPKP Provinsi Bali sebagai alat untuk mewujudkan

tujuan strategis pada akhir masa Renstra mengacu pada Renstra BPKP, disajikan

sebagai berikut:

Sasaran Strategis 1: Meningkatnya Kualitas 95% Laporan Keuangan Kementerian/ Lembaga dan 95% Laporan Keuangan Pemerintah Daerah

Meningkatnya kualitas laporan keuangan pemerintah pusat, kementerian/lembaga,

dan pemerintah daerah merupakan tekad BPKP sebagai perwujudan fungsi

consulting. Upaya strategis yang dilaksanakan dalam rangka menyukseskan

tercapainya sasaran ini adalah pendekatan yang intensif kepada para mitra kerja

BPKP sehingga BPKP dapat melakukan pendampingan penyusunan ataupun reviu

atas Laporan Keuangan sebelum diterbitkan oleh K/L/Pemda. Outcome yang

diharapkan adalah laporan keuangan dapat sesuai dengan Standar Akuntansi

Page 43: LAKIP PERWAKILAN BPKP PROVINSI BALI TAHUN 2012 2012.pdf · yang mencegah kecurangan dan memudahkan pengungkapan kasus yang merugikan keuangan Negara di wilayah Perwakilan BPKP Provinsi

LAKIP PERWAKILAN BPKP PROVINSI BALI TAHUN 2012

Bab III – Akuntabilitas Kinerja

31

Pemerintah (SAP) yang ditunjukkan dengan opini yang diperoleh dari BPK RI

minimal WDP. Perwakilan BPKP Provinsi Bali dalam upaya pencapaian sasaran

tersebut melakukan pendampingan penyusunan ataupun reviu laporan keuangan

dukungan terhadap Satker instansi vertikal dan pendampingan penyusunan ataupun

reviu terhadap laporan keuangan Pemda

Sasaran strategis “Meningkatnya Kualitas 95% Laporan Keuangan

Kementerian/Lembaga, dan 95% Laporan Keuangan Pemerintah Daerah”

diindikasikan oleh dua IKU dominan yang terkait langsung dengan kualitas laporan

keuangan Pemerintah Pusat, Laporan Keuangan Kementerian/Lembaga, dan

Laporan Keuangan Pemerintah Daerah. Bersama lima IKU lainnya, realisasi IKU

sasaran strategis tahun 2012 dikaitkan dengan target tahun 2014 disajikan dalam

Tabel 3.2 berikut ini:

Tabel 3.2 Perkembangan Pencapaian Indikator Sasaran Strategis 1

No Indikator Kinerja Satuan

Tahun 2012 Capaian Kinerja

Target Kinerja

2014

Realisasi 2012 thd

Target 2014 (%)

Target Realisasi

1 Persentase IPP yang mendapat pendampingan penyusunan Laporan Keuangan

Persen 80,00 100,00 125,00 95,00 105,26

2 Persentase IPD yang laporan keuangannya memperoleh opini minimal WDP

Persen 85,00 100,00 117,65 95,00 105,26

3 Persentase jumlah laporan keuangan proyek PHLN yang memperoleh opini dukungan Wajar

Persen 82,00 90,91 110,87 82,00 110,87

4 Persentase hasil pengawasan lintas sektoral yang disampaikan ke Pusat

Persen 73,75 167,39 200,00 86,25 194,08

5 Persentase hasil pengawasan atas permintaan presiden yang disampaikan ke Pusat

Persen 68,00 154,55 200,00 68,00 227,27

6 Persentase hasil pengawasan atas permintaan stakeholders yang dijadikan bahan pengambilan keputusan oleh stakeholders

Persen 80,00 100,00 125,00 93,33 107,15

7 Persentase BUMD yang mendapat pendampingan penyelenggaraan akuntansi

Persen 50,00 43,75 87,50 60,00 72,92

Page 44: LAKIP PERWAKILAN BPKP PROVINSI BALI TAHUN 2012 2012.pdf · yang mencegah kecurangan dan memudahkan pengungkapan kasus yang merugikan keuangan Negara di wilayah Perwakilan BPKP Provinsi

LAKIP PERWAKILAN BPKP PROVINSI BALI TAHUN 2012

Bab III – Akuntabilitas Kinerja

32

Dari tabel tersebut dan dikaitkan dengan capaian kinerja sasaran yang sama di

Tabel 3.1 terlihat bahwa kedua IKU dominan sasaran strategis tahun 2012 tercapai

100%. Secara keseluruhan, dengan tujuh IKU, rata-rata capaian sasaran 148,72%.

Uraian masing-masing capaian IKU sasaran strategis ini adalah sebagai berikut:

1. Persentase IPP yang mendapat pendampingan penyusunan Laporan Keuangan WDP

IKU pertama menunjukkan IKU dominan dalam mendukung pencapaian sasaran

strategis 1 BPKP adalah “Persentase IPP yang mendapat pendampingan

penyusunan Laporan Keuangan” dengan target sebesar 80,00%. IKU tersebut

merupakan dukungan IKU BPKP Pusat, “Persentase Instansi Pemerintah Pusat

(IPP) yang Laporan Keuangannya Memperoleh Opini Minimal WDP” Dalam

rangka mendukung IKU tersebut, Perwakilan BPKP Provinsi Bali proaktif

menjalankan kegiatan sebagai realisasi Memorandum of Understanding (MoU)

untuk membantu pemerintah, antara lain dengan melakukan pendampingan

penyusunan laporan keuangan K/L untuk meningkatkan kemampuan IPP

menyusun laporan keuangan sesuai dengan SAP pada Satker instansi pusat di

Provinsi Bali.

Keberhasilan pencapaian IKU ini diukur dengan menghitung jumlah instansi

vertikal yang mendapat pendampingan dibanding dengan target dalam PKPT

Dalam tahun 2012, instansi vertikal yang mendapat pendampingan baik

pendampingan penyusunan laporan keuangan maupun pendampingan reviu

sebanyak 13 Satuan Kerja (Satker) atau 100,00% dari target sebanyak 13

Satker. Bila dibandingkan dengan target capaian kinerja sebesar 80%, maka

capaian IKU ini tersebut adalah sebesar 125,00%.

Realisasi IKU tahun 2012 sebesar 100,00% tersebut, jika dibandingkan dengan

target akhir periode Renstra tahun 2014, IKU ini telah mencapai 105,26% dari

target sebesar 95%.

Capaian kinerja IKU tahun 2012 didukung dengan kegiatan dengan capaian

output sebesar 231,25% atau 37 laporan dari total target sebanyak 16 laporan.

Page 45: LAKIP PERWAKILAN BPKP PROVINSI BALI TAHUN 2012 2012.pdf · yang mencegah kecurangan dan memudahkan pengungkapan kasus yang merugikan keuangan Negara di wilayah Perwakilan BPKP Provinsi

LAKIP PERWAKILAN BPKP PROVINSI BALI TAHUN 2012

Bab III – Akuntabilitas Kinerja

33

Capaian output tersebut apabila dibandingkan dengan capaian tahun 2011

terdapat penurunan sebesar 58,43% atau 52 laporan dibandingkan realisasi

output tahun 2011 sebanyak 89 laporan.

Kegiatan yang mendukung capaian IKU berupa Bimbingan teknis penyusunan

laporan keuangan pada 13 instansi vertikal/SKPD yang menggunakan anggaran

dari Bagian anggaran Kementerian/Lembaga dan pendampingan reviu laporan

keuangan pada 2 instansi dalam rangka mendukung pencapaian opini WTP atas

laporan keuangan Kementerian/Lembaga

Kegiatan untuk mencapai IKU ini menggunakan dana sebesar Rp221.315.000,00

atau 92,60% dari anggaran sebesar Rp238.997.000,00 dengan menggunakan

SDM, sebanyak 1.002 OH atau 175,17% dari rencana sebanyak 572 OH.

2. Persentase Instansi Pemerintah Daerah yang Laporan Keuangannya Memperoleh Opini Minimal WDP

Selain IPP, BPKP juga berupaya mendorong akuntabilitas keuangan Pemerintah

Daerah ke arah yang lebih baik dengan IKU “Persentase Instansi Pemerintah

Daerah (IPD) yang Laporan Keuangannya Memperoleh Opini Minimal WDP” dari

BPK RI. Keberhasilan pencapaian IKU ini diukur dari realisasi jumlah IPD di

Provinsi Bali yang laporan keuangannya memperoleh opini minimal WDP

dibandingkan dengan jumlah IPD yang diasistensi oleh Perwakilan BPKP

Provinsi Bali.

Dalam tahun 2012, IPD di Provinsi Bali yang laporan keuangannya memperoleh

opini minimal WDP sebanyak 10 IPD atau 100,00% dari 10 IPD yang diasistensi

oleh BPKP. Bila dibandingkan dengan target IKU sebesar 85,00%, maka capaian

indikator IKU tersebut adalah sebesar 117,65%.

Rincian opini BPK atas laporan keuangan IPD dapat dilihat dalam Lampiran 5a.

Realisasi IKU tahun 2012 sebesar 100% tersebut, jika dibandingkan dengan

target akhir periode Renstra tahun 2014, IKU ini telah mencapai 105,26% dari

target sebesar 95,00%.

Capaian kinerja IKU tahun 2012 didukung dengan kegiatan dengan capaian

output sebesar 242,11% atau 92 laporan dari total target sebanyak 38 laporan.

Page 46: LAKIP PERWAKILAN BPKP PROVINSI BALI TAHUN 2012 2012.pdf · yang mencegah kecurangan dan memudahkan pengungkapan kasus yang merugikan keuangan Negara di wilayah Perwakilan BPKP Provinsi

LAKIP PERWAKILAN BPKP PROVINSI BALI TAHUN 2012

Bab III – Akuntabilitas Kinerja

34

Capaian output tersebut apabila dibandingkan dengan capaian tahun 2011

terdapat kenaikan sebesar 360,00% atau 72 laporan dibandingkan realisasi

output tahun 2011 sebanyak 20 laporan.

Kegiatan yang mendukung capaian IKU berupa kegiatan bimtek/asistensi

penyusunan LKPD, SIMDA, Pengelolaan asset, reviu laporan keuangan,

PBJ/APBD/SAKIP/LKPJ dan bimtek lainnya pada Pemerintah Provinsi Bali dan

10 Pemerintah Kabupaten/Kota di Provinsi Bali.

Kegiatan untuk mencapai IKU ini menggunakan dana sebesar Rp649.498.000,00

atau 141,52% dari anggaran sebesar Rp458.956.000,00 dengan menggunakan

SDM, sebanyak 2.633 OH atau 172,54% dari rencana sebanyak 1.526 OH.

3. Persentase Jumlah Laporan Keuangan Proyek PHLN yang Memperoleh Opini Dukungan Wajar

IKU “Persentase Jumlah Laporan Keuangan Proyek PHLN yang Memperoleh

Opini Dukungan Wajar”, merupakan IKU dukungan “Persentase Jumlah Laporan

Audit atas Proyek PHLN yang Opini Auditnya WTP” termasuk IKU lainnya dalam

pencapaian Sasaran Strategis 1.

Capaian IKU ini diukur dari jumlah laporan keuangan yang memperoleh opini

dukungan wajar dibandingkan dengan jumlah laporan keuangan proyek

Pinjaman dan Hibah Luar Negeri (PHLN) yang diaudit.

Realisasi tahun 2012 IKU ini adalah sebanyak 90,91%. Dengan demikian

capaian IKU tahun 2012 sebesar 110,87% dari target sebesar 82,00%.

Realisasi IKU tahun 2012 sebesar 90,91% tersebut, jika dibandingkan dengan

target akhir periode Renstra tahun 2014, IKU ini telah mencapai 110,87% dari

target sebesar 82,00%.

Capaian kinerja IKU tahun 2012 didukung dengan kegiatan dengan capaian

output sebesar 114,81% atau 31 laporan dari total target sebanyak 27 laporan.

Capaian output tersebut apabila dibandingkan dengan capaian tahun 2011

terdapat penurunan sebesar 61,73% atau 50 laporan dibandingkan realisasi

output tahun 2011 sebanyak 81 laporan.

Capaian IKU tersebut didukung dengan kegiatan sebagai berikut:

Page 47: LAKIP PERWAKILAN BPKP PROVINSI BALI TAHUN 2012 2012.pdf · yang mencegah kecurangan dan memudahkan pengungkapan kasus yang merugikan keuangan Negara di wilayah Perwakilan BPKP Provinsi

LAKIP PERWAKILAN BPKP PROVINSI BALI TAHUN 2012

Bab III – Akuntabilitas Kinerja

35

1) Audit atas Health Profesional Education Quality Project (HPEQ) Universitas

Udayana Bali dan Universitas Warmadewa.

2) Audit atas Laporan Keuangan Eastern Indonesia National Road Improvement

Project (EINRIP) Loan AIPRD L.002;

3) Audit Keuangan atas Loan IBRD Loan No.4789 IND, IDA Credit 4077 IND

(IMHERE), pada Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja, Universitas

Udayana Bali, Politeknik Negeri Bali.

4) Audit Keuangan atas Loan 7505-ID PNPM Mandiri Perdesaan II/ Loan 7867-

ID PNPM III/ Loan 8079-ID PNPM IV/Grant 97410 PNPM Generasi Provinsi

Bali dan 7 Kabupaten di Provinsi Bali.

5) Audit Keuangan PNPM Mandiri Perkotaan (Loan IBRD 7866-ID, IBRD 7504-

ID, 4384-7664-ID), Provinsi Bali dan 5 Kabupaten di Provinsi Bali.

6) Audit Keuangan atas Program BOS KITA pada 5 Kabupaten di Provinsi Bali.

7) Audit Keuangan atas INVEST (Loan ADB 2416-INO) pada SMKN 3 Denpasar

dan SMKN 3 Sukawati, Gianyar.

Kegiatan untuk mencapai IKU ini menggunakan dana sebesar Rp159.008.000,00

atau 88,11% dari anggaran sebesar Rp180.465.000,00 dengan menggunakan

SDM, sebanyak 921 OH atau 95,74% dari rencana sebanyak 962 OH.

4. Persentase Hasil Pengawasan Lintas Sektor yang Disampaikan ke Pusat

Sesuai dengan PP Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern

Pemerintah (SPIP), mandat yang diberikan kepada BPKP antara lain melakukan

pengawasan intern terhadap akuntabilitas keuangan negara atas kegiatan yang

bersifat lintas sektoral. Dengan PP tersebut, BPKP mempunyai kewenangan

yang lebih luas dan juga keunggulan kompetensi dalam melakukan pengawasan

intern yang bersifat lintas sektoral dibandingkan dengan APIP lainnya, sehingga

pengawasan atas program/kegiatan yang melibatkan beberapa pihak dan terkait

dengan berbagai aspek dapat dilakukan oleh BPKP.

IKU “Persentase Hasil Pengawasan Lintas Sektor yang Dijadikan Bahan

Pengambilan Keputusan oleh Stakeholders” diturunkan pada Perwakilan BPKP

Provinsi Bali menjadi “Persentase Hasil Pengawasan Lintas Sektor yang

Disampaikan ke Pusat”. Capaian IKU tersebut diukur dengan menghitung jumlah

laporan yang dikirim ke Pusat dibandingkan target laporan dari Pusat.

Page 48: LAKIP PERWAKILAN BPKP PROVINSI BALI TAHUN 2012 2012.pdf · yang mencegah kecurangan dan memudahkan pengungkapan kasus yang merugikan keuangan Negara di wilayah Perwakilan BPKP Provinsi

LAKIP PERWAKILAN BPKP PROVINSI BALI TAHUN 2012

Bab III – Akuntabilitas Kinerja

36

Dalam tahun 2012, jumlah laporan hasil pengawasan lintas sektoral yang dikirim

ke Pusat sebanyak 77 laporan, jika dibandingkan dengan target sebanyak 46

laporan maka realisasi capaian sebesar 167,39%, dan jika dibandingkan dengan

targetnya sebesar 73,75%, maka capaian IKU ini adalah sebesar 200,00%.

Realisasi IKU tahun 2012 sebesar 167,39% tersebut, jika dibandingkan dengan

target akhir periode Renstra tahun 2014, IKU ini telah mencapai 194,08% dari

target sebesar 86,25%.

Capaian kinerja IKU tahun 2012 didukung dengan kegiatan dengan capaian

output sebesar 167,39% atau 77 laporan dari total target sebanyak 46 laporan.

Capaian output tersebut apabila dibandingkan dengan capaian tahun 2011

terdapat penurunan sebesar 42,54% atau 57 laporan dibandingkan realisasi

output tahun 2011 sebanyak 134 laporan.

Kegiatan yang mendukung capaian IKU tersebut sebagai berikut:

1) Audit Kinerja Program Ketahanan Pangan pada Provinsi Bali dan 3

Kabupaten di Provinsi Bali.

2) Audit Kinerja Program Pembangunan Infrastruktur Perdesaan (PPIP) Tahun

Anggaran 2011 pada Provinsi Bali dan 3 Kabupaten di Provinsi Bali

3) Audit Kinerja atas Program BOS KITA pada 5 Kabupaten di Provinsi Bali;

4) Audit Kinerja atas Program Wajardikdas 9 Tahun pada Kementerian Agama

Tahun 2011 pada 5 Kabupaten/kota di Provinsi Bali;

5) Audit Operasional atas Pengelolaan Dana Dekonsentrasi pada Perpustakaan

Nasional pada Badan Perpustakaan Daerah Provinsi Bali Tahun 2011;

6) Audit Operasional atas Program Pendidikan Tinggi (Badan Penelitian dan

Pengembangan Islam) pada Kementerian Agama Tahun 2011 dan

Semester I Tahun 2012;

7) Monitoring Pelaksanaan Penerimaan Siswa Didik Baru (PPDB) pada Wilayah

Kota Denpasar;

8) Audit Operasional atas Program Peningkatan Akses dan Mutu Madrasah

Aliyah Tahun 2011 pada Madrasah Aliyah Negeri Mendoyo, Madrasah Aliyah

Negeri Amlapura dan Madrasah Aliyah Negeri Negara;

9) Audit Bimbingan Masyarakat Islam di Lingkungan Kanwil Kementerian Agama

Provinsi Bali Tahun 2012;

Page 49: LAKIP PERWAKILAN BPKP PROVINSI BALI TAHUN 2012 2012.pdf · yang mencegah kecurangan dan memudahkan pengungkapan kasus yang merugikan keuangan Negara di wilayah Perwakilan BPKP Provinsi

LAKIP PERWAKILAN BPKP PROVINSI BALI TAHUN 2012

Bab III – Akuntabilitas Kinerja

37

10) Peninjauan atas Kegiatan Pengawasan Obat dan Makanan di Kabupaten

Tabanan dan Gianyar;

11) Sosialisasi Petunjuk Teknis atas Program-Program di Lingkungan

Kementerian Agama RI;

12) Audit Kinerja Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) pada Kementerian

Kesehatan pada Provinsi Bali dan 4 Kabupaten di Provinsi Bali

13) Audit atas Dana Dekonsentrasi Bidang Lingkungan Hidup di Provinsi Bali

Tahun 2012;

14) Audit Operasional Program Peningkatan Mutu Kesejahteraan dan Subsidi

RA/BA dan Madrasah TA 2012 pada Kantor Kementerian Agama di

lingkungan Propinsi Bali.

Kegiatan untuk mencapai IKU ini menggunakan dana sebesar Rp838.890.000,00

atau 115,08% dari anggaran sebesar Rp728.933.000,00 dengan menggunakan

SDM, sebanyak 2.205 OH atau 127,53% dari rencana sebanyak 1.729 OH.

5. Persentase Hasil Pengawasan atas Permintaan Presiden yang Disampaikan ke Pusat

IKU “Persentase Hasil Pengawasan atas Permintaan Presiden yang

Disampaikan ke Pusat “, merupakan turunan IKU BPKP “Persentase Masukan

yang Dimanfaatkan Presiden” merupakan indikator pencapaian Sasaran

Strategis 1 dalam rangka pelaksanaan tugas BPKP melakukan pengawasan

intern melalui kegiatan pengawasan lainnya berdasarkan penugasan dari

Presiden, sesuai dengan amanat pasal 49 ayat 2 butir c PP 60 Tahun 2008

tentang SPIP.

Capaian IKU ini diukur dengan menghitung jumlah laporan yang dikirim ke Pusat

dibandingkan target laporan dari Pusat atas penugasan-penugasan berdasarkan

permintaan Presiden pada Perwakilan BPKP Provinsi Bali.

Dalam tahun 2012, jumlah laporan hasil pengawasan atas permintaan Presiden

yang dikirim ke Pusat sebanyak 17 laporan dan jika dibandingkan dengan target

sebanyak 11 laporan maka realisasi capaian sebesar 154,55%, dan jika

dibandingkan dengan targetnya sebesar 68,00%, maka capaian IKU ini adalah

sebesar 200,00%.

Page 50: LAKIP PERWAKILAN BPKP PROVINSI BALI TAHUN 2012 2012.pdf · yang mencegah kecurangan dan memudahkan pengungkapan kasus yang merugikan keuangan Negara di wilayah Perwakilan BPKP Provinsi

LAKIP PERWAKILAN BPKP PROVINSI BALI TAHUN 2012

Bab III – Akuntabilitas Kinerja

38

Realisasi IKU tahun 2012 sebesar 154,55% tersebut, jika dibandingkan dengan

target akhir periode Renstra tahun 2014, IKU ini telah mencapai 227,27% dari

target sebesar 68%.

Capaian kinerja IKU tahun 2012 didukung dengan kegiatan dengan capaian

output sebesar 154,55% atau 17 laporan dari total target sebanyak 11 laporan.

Capaian output tersebut apabila dibandingkan dengan capaian tahun 2011

terdapat penurunan sebesar 41,38% atau 12 laporan dibandingkan realisasi

output tahun 2011 sebanyak 29 laporan.

Kegiatan yang mendukung capaian IKU tersebut meliputi :

1) Monitoring Prioritas Pembangunan Nasional K/L per 30 Juni 2012 pada 5

Kabupaten;

2) Monitoring Pelaksanaan Percepatan Prioritas Pembangunan Nasional per

31 Desember 2011 pada 5 Kabupaten;

3) Audit Kinerja atas Program RASKIN Prov. Bali TA 2011

Kegiatan untuk mencapai IKU ini menggunakan dana sebesar Rp118.514.000,00

atau 84,08% dari anggaran sebesar Rp140.955.000,00, dengan menggunakan

SDM, sebanyak 287 OH atau 140,69% dari rencana sebanyak 204 OH.

6. Persentase Hasil Pengawasan atas Permintaan Stakeholders yang Dijadikan Bahan Pengambilan Keputusan oleh Stakeholders

IKU “Persentase Hasil Pengawasan atas Permintaan Stakeholders yang

Dijadikan Bahan Pengambilan Keputusan oleh Stakeholders” merupakan IKU

lainnya untuk mencapai Sasaran Strategis 1 dengan target sebesar 80%.

IKU ini diukur berdasarkan persentase laporan pengawasan atas permintaan

stakeholders yang disampaikan tepat waktu (sesuai RPL).

Dalam tahun 2012, laporan yang disampaikan tepat waktu sesuai RPL sebanyak

22 atau 100% dari seluruh laporan terbit sebanyak 22 laporan. Dibandingkan

dengan targetnya sebesar 80,00%, maka capaian IKU tersebut adalah sebesar

125,00%.

Page 51: LAKIP PERWAKILAN BPKP PROVINSI BALI TAHUN 2012 2012.pdf · yang mencegah kecurangan dan memudahkan pengungkapan kasus yang merugikan keuangan Negara di wilayah Perwakilan BPKP Provinsi

LAKIP PERWAKILAN BPKP PROVINSI BALI TAHUN 2012

Bab III – Akuntabilitas Kinerja

39

Realisasi IKU tahun 2012 sebesar 100% tersebut, jika dibandingkan dengan

target akhir periode Renstra tahun 2014, IKU ini telah mencapai 107,15% dari

target sebesar 93,33%.

Capaian kinerja IKU tahun 2012 didukung dengan kegiatan dengan capaian

output sebesar 275% atau 22 laporan dari total target sebanyak 8 laporan.

Capaian output tersebut apabila dibandingkan dengan capaian tahun 2011

terdapat penurunan sebesar 56,86% atau 29 laporan dibandingkan realisasi

output tahun 2011 sebanyak 51 laporan.

Kegiatan yang mendukung capaian IKU tersebut sebagai berikut:

- Audit Kinerja atas Program Peningkatan Fasilitas Penempatan dan

Perlindungan TKI TA 2011 pada BP3TKI Denpasar

- Monitoring dan Evaluasi Tindak Lanjut Hasil Pemeriksaan Bidang

Perekonomian.

- Sosialisasi Petunjuk Teknis Program-program di Lingkungan Kemenag RI;

- Audit atas Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1433 H/2012 M pada Kantor

Wilayah Provinsi Bali;

- Monitoring dan Evaluasi TL Hasil Pemeriksaan Bidang Polsoskam.

Kegiatan untuk mencapai IKU ini menggunakan dana sebesar Rp199.067.000,00

atau 215,41% dari anggaran sebesar Rp92.414.00,00, dengan menggunakan

SDM, sebanyak 799 OH atau 324,80% dari rencana sebanyak 246 OH.

7. Persentase BUMD yang mendapat Pendampingan Penyelenggaraan Akuntansi.

Sesuai dengan Undang-Undang Perbendaharaan Negara Nomor 1 Tahun 2004

Pasal 58 ayat 2, Kepala Daerah selaku pengguna anggaran/barang wajib

menyusun dan menyampaikan Laporan Keuangan yang meliputi: Laporan

Realisasi Anggaran, Neraca, dan Catatan atas Laporan Keuangan, dilampiri

dengan Laporan Keuangan BUMD pada Pemerintah Daerah.

Dengan kondisi kemampuan Sumber Daya Manusia BUMD yang pada umumnya

masih belum memadai, Perwakilan BPKP Provinsi Bali berperan aktif dalam

pendampingan penyusunan Laporan Keuangan BUMD di Provinsi Bali agar

sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku umum.

Page 52: LAKIP PERWAKILAN BPKP PROVINSI BALI TAHUN 2012 2012.pdf · yang mencegah kecurangan dan memudahkan pengungkapan kasus yang merugikan keuangan Negara di wilayah Perwakilan BPKP Provinsi

LAKIP PERWAKILAN BPKP PROVINSI BALI TAHUN 2012

Bab III – Akuntabilitas Kinerja

40

IKU “Persentase BUMD yang mendapat Pendampingan Penyelenggaraan

Akuntansi”, merupakan turunan IKU BPKP Pusat yaitu “BUMD yang Laporan

Keuangannya Memperoleh Opini Minimal WDP”, diukur dengan menghitung

jumlah BUMD yang mendapat pendampingan penyelenggaraan akuntansi dibagi

dengan jumlah seluruh BUMD di Provinsi Bali.

Dalam tahun 2012, Perwakilan BPKP Provinsi Bali telah melakukan

pendampingan pada 7 BUMD atau 43,75% dari seluruh BUMD di Provinsi Bali

sebanyak 16 BUMD. Dibandingkan dengan targetnya sebesar 50,00%, maka

capaian IKU tersebut adalah sebesar 87,50%.

Realisasi IKU tahun 2012 sebesar 43,75% tersebut, jika dibandingkan dengan

target akhir periode Renstra tahun 2014, IKU ini telah mencapai 72,92% dari

target sebesar 60%.

Capaian kinerja IKU tahun 2012 didukung dengan kegiatan dengan capaian

output sebesar 257,14% atau 18 laporan dari total target sebanyak 7 laporan.

Capaian output tersebut apabila dibandingkan dengan capaian tahun 2011

terdapat penurunan sebesar 28,00% atau 7 laporan dibandingkan realisasi output

tahun 2011 sebanyak 25 laporan.

Kegiatan yang mendukung capaian IKU tersebut sebagai berikut:

1) Audit atas Laporan Keuangan PDAM Kabupaten Jembrana, Bangli,

Tabanan, Klungkung dan Kota Denpasar Tahun Buku yang Berakhir

Tanggal 31 Desember 2011.

2) Monitoring dan Evaluasi TL Hasil Pemeriksaan Bidang Akuntan Negara.

3) Reviu Pengelolaan Farmasi RSUD Wangaya.

4) Bimtek SAK ETAP PDAM Kabupaten Tabanan, Bangli, Klungkung,

Karangasem, Jembrana, Gianyar dan Badung

5) Evaluasi Penerapan GCG pada PDAM Kabupaten Gianyar.

6) Pengumpulan Informasi Awal Dalam Rangka Pendampingan Penanganan

Hibah pada RS Indera Provinsi Bali.

Kegiatan untuk mencapai IKU ini menggunakan dana sebesar Rp124.726.000,00

atau 239,00% dari anggaran sebesar Rp52.187.000,00 dengan menggunakan

SDM, sebanyak 680 OH atau 225,17% dari rencana sebanyak 302 OH.

Page 53: LAKIP PERWAKILAN BPKP PROVINSI BALI TAHUN 2012 2012.pdf · yang mencegah kecurangan dan memudahkan pengungkapan kasus yang merugikan keuangan Negara di wilayah Perwakilan BPKP Provinsi

LAKIP PERWAKILAN BPKP PROVINSI BALI TAHUN 2012

Bab III – Akuntabilitas Kinerja

41

Sasaran Strategis 2: Tercapainya Optimalisasi Penerimaan Negara sebesar 87,50%

Sasaran Strategis “Tercapainya Optimalisasi Penerimaan Negara sebesar 87,50%”

memiliki dua IKU, namun IKU yang dominan untuk mengukur keberhasilannya

hanya satu yaitu Persentase Peningkatan Penerimaan Negara dari Hasil

Pengawasan dengan capaian 88,24%, sedangkan capaian kinerja rata-rata dua IKU

tersebut sebesar 158,83%. Secara lengkap, dua IKU tersebut disajikan dalam Tabel

3.4.

Tabel 3.4 Perkembangan Pencapaian Indikator Sasaran Strategis 2

No Indikator Kinerja Satuan

Tahun 2012 Capaian Kinerja

Target Kinerja

2014

Realisasi 2012 thd

Target 2014 (%)

Target Realisasi

1 Persentase hasil pengawasan optimalisasi penerimaan negara/ daerah yang ditindaklanjuti

Persen 75,00 88,24 117,65 87,50 100,84

2 Persentase hasil pengawasan BUN yang disampaikan ke Pusat

Persen 71,25 196,88 200,00 86,25 228,26

Uraian masing-masing capaian IKU sasaran strategis ini adalah sebagai berikut:

1. Persentase Hasil Pengawasan Optimalisasi Penerimaan Negara/daerah yang Ditindaklanjuti

Dalam rangka berperan melakukan optimalisasi penerimaan negara, BPKP

menetapkan “Persentase Peningkatan Penerimaan Negara dari Hasil

Pengawasan” sebagai IKU yang dominan dalam mengindikasikan ketercapaian

Sasaran Strategis Tercapainya Optimalisasi Penerimaan Negara dengan target

75%. IKU tersebut diturunkan menjadi IKU Perwakilan BPKP Provinsi Bali yaitu,

Persentase Hasil Pengawasan Optimalisasi Penerimaan Negara/daerah yang

Ditindaklanjuti”. Pengawasan atas penerimaan negara antara lain untuk

mendorong upaya perbaikan sistem manajemen Penerimaan Negara Bukan

Pajak (PNBP) yang transparan dan akuntabel, sehingga penerimaan yang

berasal dari PNBP menjadi meningkat sesuai dengan potensi yang diharapkan.

Kinerja IKU ini diukur berdasarkan jumlah tindak lanjut atas rekomendasi/saran

dibagi dengan jumlah rekomendasi/saran hasil audit Optimalisasi Penerimaan

Negara (OPN)/Optimalisasi Penerimaan Daerah (OPD). Realisasi IKU ini tahun

Page 54: LAKIP PERWAKILAN BPKP PROVINSI BALI TAHUN 2012 2012.pdf · yang mencegah kecurangan dan memudahkan pengungkapan kasus yang merugikan keuangan Negara di wilayah Perwakilan BPKP Provinsi

LAKIP PERWAKILAN BPKP PROVINSI BALI TAHUN 2012

Bab III – Akuntabilitas Kinerja

42

2012 adalah sebesar 88,24%, atau atau sebanyak 15 tindak lanjut dari seuruh

rekomendasi/saran yang diberikan sebanyak 17 Rekomendasi/saran.

Dibandingkan dengan targetnya sebesar 75,00%, maka capaian IKU tersebut

adalah sebesar 117,65%.

Realisasi IKU tahun 2012 sebesar 88,24% tersebut, jika dibandingkan dengan

target akhir periode Renstra tahun 2014, IKU ini telah mencapai 100,84% dari

target sebesar 87,50%.

Capaian kinerja IKU tahun 2012 didukung dengan kegiatan dengan capaian

output sebesar 700% atau 7 laporan dari total target sebanyak 1 laporan.

Capaian output tersebut apabila dibandingkan dengan capaian tahun 2011

terdapat penurunan sebesar 58,43% atau 52 laporan dibadingkan realisasi output

tahun 2011 sebanyak 89 laporan.

Capaian IKU tersebut didukung dengan kegiatan Audit Operasional atas

Pengelolaan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) pada Kementerian

Perhubungan Provinsi Bali Tahun 2011.

Kegiatan untuk mencapai IKU ini menggunakan dana sebesar Rp46.510.000,00

atau 144,74% dari anggaran sebesar Rp32.134.000,00 dengan menggunakan

SDM, sebanyak 236 OH atau 907,69% dari rencana sebanyak 26 OH.

2. Persentase Hasil Pengawasan BUN yang Disampaikan ke Pusat

Pemerintah melalui PP 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern

Pemerintah, pasal 49 ayat 2 butir b. menegaskan bahwa BPKP melakukan

pengawasan intern terhadap akuntabilitas keuangan Negara atas kegiatan

Kebendaharaan Umum Negara dengan tujuan untuk memberikan masukan

kepada Menteri Keuangan. Menindaklanjuti amanat tersebut, dalam Renstranya,

BPKP membentuk IKU berupa “Persentase Hasil Pengawasan Kebendaharaan

Umum Negara yang dijadikan Bahan Pengambilan Keputusan oleh Menteri

Keuangan”. IKU tersebut menjadi IKU Perwakilan BPKP Provinsi Bali berupa

“Persentase Hasil Pengawasan BUN yang Disampaikan ke Pusat”, diukur

berdasarkan jumlah laporan yang dikirim ke Pusat dibandingkan target laporan

dari pusat.

Page 55: LAKIP PERWAKILAN BPKP PROVINSI BALI TAHUN 2012 2012.pdf · yang mencegah kecurangan dan memudahkan pengungkapan kasus yang merugikan keuangan Negara di wilayah Perwakilan BPKP Provinsi

LAKIP PERWAKILAN BPKP PROVINSI BALI TAHUN 2012

Bab III – Akuntabilitas Kinerja

43

Pada tahun 2012, Jumlah laporan yang dikirim ke Pusat sebanyak 126 laporan

atau 196,88% dari target sebanyak 64 laporan. Dibandingkan dengan targetnya

sebesar 71,25%, maka capaian IKU tahun 2012 sebesar 200%.

Realisasi IKU tahun 2012 sebesar 196,88% tersebut, jika dibandingkan dengan

target akhir periode Renstra tahun 2014, IKU ini telah mencapai 228,26% dari

target sebesar 87,50%.

Capaian kinerja IKU tahun 2012 didukung dengan kegiatan dengan capaian

output sebesar 196,88% atau 126 laporan dari total target sebanyak 64 laporan.

Capaian output tersebut apabila dibandingkan dengan capaian tahun 2011

terdapat penurunan sebesar 41,94% atau 91 laporan dibandingkan realisasi

output tahun 2011 sebanyak 217 laporan.

Capaian IKU tersebut didukung dengan kegiatan berupa:

1) Evaluasi Penyerapan Anggaran Tahun 2012 Periode s.d. Juni 2012 pada

Kanwil Kemenkumham Provinsi Bali, Kanwil Kemenag Provinsi Bali,

Kementerian Kehutanan Provinsi Bali, Satker di Lingkungan Kementerian

Perhubungan Provinsi Bali, Kementerian Pekerjaan Umum Provinsi Bali,

Satker di Lingkungan MA Provinsi Bali, Kejaksaan Tinggi Provinsi Bali Kanwil

BPN Provinsi Bali, KPUD Provinsi Bali, Polda Provinsi Bali, Pelabuhan

Perikanan Nusantara, Balai Penelitian dan Observasi Kelautan Provinsi Bali,

Sekolah Tinggi Pariwisata Badung, RSUP Sanglah Denpasar, Universitas

Pendidikan Ganesha, Universitas Udayana, Politeknik Negeri Bali.

2) Clearance Asset atas Pembangunan Pasar Galiran Kab. Klungkung dengan

Kontrak Tahun Jamak TA 2011 s.d. 2013.

3) Monitoring Pengelolaan DAK pada Provinsi Bali dan 4 Kabupaten di Provinsi

Bali

4) Monitoring DPPID pada Provinsi Bali dan 9 Kabupaten/Kota di Provinsi Bali

5) Evaluasi Penyerapan APBD pada Provinsi Bali dan 2 Kabupaten di Provinsi

Bali;

6) Bimbingan Teknis Pengelolaan APBD Tahun Anggaran 2012 pada

Bendahara Pengeluaran Pemerintah Kabupaten Badung;

7) Evaluasi Kinerja Penyelnggaraan pemerintahan Daerah Kota Denpasar TA

2011;

Page 56: LAKIP PERWAKILAN BPKP PROVINSI BALI TAHUN 2012 2012.pdf · yang mencegah kecurangan dan memudahkan pengungkapan kasus yang merugikan keuangan Negara di wilayah Perwakilan BPKP Provinsi

LAKIP PERWAKILAN BPKP PROVINSI BALI TAHUN 2012

Bab III – Akuntabilitas Kinerja

44

Kegiatan untuk mencapai IKU ini menggunakan dana sebesar Rp349.801.000,00

atau 41,93% dari anggaran sebesar Rp834.191.000,00 dengan menggunakan

SDM, sebanyak 1.307 OH atau 113,65% dari rencana sebanyak 1.150 OH.

Sasaran Strategis 3: Terselenggaranya SPM pada 10 Instansi Pemerintah Daerah dan Terselenggaranya Good Governance pada 75% Badan Usaha Milik Negara/Badan Usaha Milik Daerah

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah,

dijelaskan bahwa pemerintahan daerah mengatur dan mengurus sendiri urusan

pemerintahan menurut asas otonomi dan tugas pembantuan. Urusan pemerintahan

yang menjadi kewenangan pemerintahan daerah tersebut terdiri atas urusan wajib

dan urusan pilihan. Urusan wajib adalah urusan pemerintahan yang berkaitan

dengan hak dan pelayanan dasar warga negara. Adapun urusan pilihan adalah

urusan pemerintahan yang secara nyata ada dan berpotensi untuk meningkatkan

kesejahteraan masyarakat. Untuk menjamin akses dan mutu pelayanan dasar

kepada masyarakat secara merata dalam rangka penyelenggaraan urusan wajib,

Pemerintah dan Pemerintahan Daerah menyusun suatu standar yang disebut

dengan Standar Pelayanan Minimal (SPM).

Tata Kelola Perusahaan yang Baik (Good Corporate Governance/GCG) adalah

struktur dan proses yang digunakan dan diterapkan organ perusahaan (Rapat

Umum Pemegang Saham (RUPS), dewan komisaris dan direksi) untuk

meningkatkan pencapaian sasaran hasil usaha dan mengoptimalkan nilai

perusahaan bagi seluruh stakeholders, berlandaskan peraturan perundang-

undangan dan etika berusaha. BUMN/BUMD karena sebagian besar modalnya

merupakan milik pemerintah dan atau pemerintah daerah berkewajiban menerapkan

GCG secara konsisten dan berkelanjutan.

Sebagai auditor internal pemerintah, terkait dengan perannya dalam meningkatkan

akuntabilitas Pemda dan pengelolaan BUMN/BUMD, BPKP perlu mendorong

pemerintah daerah untuk menerapkan SPM yang telah ditetapkan Kementerian

Teknis, dan mendorong BUMN/BUMD untuk menerapkan GCG.

Page 57: LAKIP PERWAKILAN BPKP PROVINSI BALI TAHUN 2012 2012.pdf · yang mencegah kecurangan dan memudahkan pengungkapan kasus yang merugikan keuangan Negara di wilayah Perwakilan BPKP Provinsi

LAKIP PERWAKILAN BPKP PROVINSI BALI TAHUN 2012

Bab III – Akuntabilitas Kinerja

45

Sasaran Strategis “Terselenggaranya SPM pada 10 Instansi Pemerintah Daerah

(IPD) dan terselenggaranya Good Governance pada 75% BUMN/BUMD”

diindikasikan oleh dua IKU dominan yaitu Persentase IPD yang melaksanakan

pelayanan sesuai Standar Pelayanan Minimal dan Persentase BUMN/D/BLU/D yang

dilakukan sosialisasi/ asistensi GCG/KPI. Capaian dua IKU dominan telah mencapai

100%, sedangkan rata capaian kinerja seluruh IKU sebesar 183,33%.

Bersama dua IKU lainnya, realisasi IKU sasaran strategis tahun 2012 dikaitkan

target 2014 disajikan dalam Tabel 3.5.

Tabel 3.5 Perkembangan Pencapaian Indikator Sasaran Strategis 3

No Indikator Kinerja Satuan

Tahun 2012 Capaian Kinerja

Target Kinerja

2014

Realisasi 2012 thd

Target 2014 (%)

Target Realisasi

1. Persentase IPD yang melaksanakan pelayanan sesuai Standar Pelayanan Minimal

Persen 75,00 100,00 133,33 85,00 117,65

2. Persentase BUMN/D/BLU/D yang dilakukan sosialisasi/ asistensi GCG/KPI

Persen 55,00 150,00 200,00 75,00 200

3. Persentase BUMN yang dilakukan asistensi/evaluasi PSO

Persen - - - - -

4. Persentase BUMD yang dilakukan audit kinerja

Persen 50,00 127,78 200,00 70,00 182,54

Uraian masing-masing capaian IKU sasaran strategis ini adalah sebagai berikut:

1. Jumlah IPD yang Melaksanakan Pelayanan Sesuai SPM/Pelayanan Prima

Dasar hukum pelaksanaan Standar Pelayanan Minimal (SPM) adalah Rencana

Pembangunan Jangka Menengah tahun 2010–2014, yang mewajibkan setiap

Pemda untuk menerapkan Standar Pelayanan Minimal. Selain itu juga terdapat

Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 2005 yang mensyaratkan implementasi

SPM dilakukan dengan menuangkan indikator SPM pada dokumen perencanaan

jangka menengah dan tahunan serta pada dokumen penganggaran daerah.

Selanjutnya Inpres Nomor 1 Tahun 2010 juga mengharuskan Pemda melakukan

SPM yang ditetapkan oleh kementerian teknis. Berdasarkan PP 60 Tahun 2008

tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah, pasal 48 ayat 2 butir a dan

pasal 50 ayat 1 butir a, menyebutkan bahwa BPKP melakukan pengawasan

intern antara lain melalui audit kinerja. Oleh karena itu, audit kinerja pelayanan

Page 58: LAKIP PERWAKILAN BPKP PROVINSI BALI TAHUN 2012 2012.pdf · yang mencegah kecurangan dan memudahkan pengungkapan kasus yang merugikan keuangan Negara di wilayah Perwakilan BPKP Provinsi

LAKIP PERWAKILAN BPKP PROVINSI BALI TAHUN 2012

Bab III – Akuntabilitas Kinerja

46

pemda yang dilaksanakan oleh Perwakilan BPKP Provinsi Bali mendukung

pencapaian Sasaran Strategis 3 dengan IKU “Jumlah IPD yang Melaksanakan

Pelayanan Sesuai SPM/Pelayanan Prima”. IKU tersebut diturunkan pada

Perwakilan BPKP Provinsi Bali menjadi “Persentase IPD yang melaksanakan

pelayanan sesuai Standar Pelayanan Minimal,” diukur dengan menghitung

jumlah IPD yang telah mencantumkan SPM ke dalam dokumen perencanaan

dibagi jumlah IPD yang diaudit kinerja pelayanan.

Dalam tahun 2012, IPD yang telah mencantumkan SPM ke dalam dokumen

perencanaan adalah sebanyak 3 IPD atau 100% dari jumlah IPD yang diaudit

kinerja pelayanan. Dibandingkan dengan target sebesar 75%, capaian IKU ini

pada tahun 2012 sebesar 133,33%

Realisasi IKU tahun 2012 sebesar 100% tersebut, jika dibandingkan dengan

target akhir periode Renstra tahun 2014, IKU ini telah mencapai 117,65% dari

target sebesar 85%.

Capaian kinerja IKU tahun 2012 didukung dengan kegiatan dengan capaian

output sebesar 150% atau 9 laporan dari total target sebanyak 6 laporan.

Capaian output tersebut apabila dibandingkan dengan capaian tahun 2011

terdapat penurunan sebesar 81,25% atau 39 laporan dibandingkan realisasi

output tahun 2011 sebanyak 48 laporan.

Kegiatan yang mendukung capaian IKU tersebut berupa Audit Kinerja Pelayanan

Pemerintah pada Pemerintah Provinsi Bali, Kabupaten Tabanan dan Kabupaten

Karangasem.

Kegiatan untuk mencapai IKU ini menggunakan dana sebesar Rp59.650.000,00

atau 52,16% dari anggaran sebesar Rp114.370.000,00 dengan menggunakan

SDM, sebanyak 293 OH atau 180,86% dari rencana sebanyak 162 OH.

2. Persentase BUMN/D/BLU/D yang dilakukan sosialisasi/ asistensi GCG/KPI

BPKP berperan melakukan pengawasan intern melalui pemberian pelayanan

jasa manajemen kepada BUMN/BUMD/BUL/BLUD di bidang GCG dan KPI,

dengan harapan dapat memperbaiki kinerja BUMN/BUMD/BUL/BLUD.

Untuk mengukur manfaat, ditetapkan IKU berupa “BUMN/BUMD/BUL/BLUD

yang GCG atau KPI Mendapat Skor Baik”. IKU tersebut di Perwakilan BPKP

Page 59: LAKIP PERWAKILAN BPKP PROVINSI BALI TAHUN 2012 2012.pdf · yang mencegah kecurangan dan memudahkan pengungkapan kasus yang merugikan keuangan Negara di wilayah Perwakilan BPKP Provinsi

LAKIP PERWAKILAN BPKP PROVINSI BALI TAHUN 2012

Bab III – Akuntabilitas Kinerja

47

Provinsi Bali diturunkan menjadi, “Persentase BUMN/D/BLU/D yang dilakukan

sosialisasi/asistensi GCG/KPI”. IKU ini diukur dengan menghitung Jumlah

BUMN/D/BLU/D yang dilakukan sosialisasi/asistensi/evaluasi GCG/KPI

dibandingkan dengan target PKPT.

Dalam tahun 2012, BUMN/BUMD/BUL/BLUD di Provinsi Bali yang dilakukan

sosialisasi/asistensi/evaluasi GCG/KPI sebanyak 15 atau 150% dari target PKPT

sebanyak 10. Bila dibandingkan dengan target IKU sebesar 55%, maka capaian

IKU tersebut adalah sebesar 200%.

Realisasi IKU tahun 2012 sebesar 150% tersebut, jika dibandingkan dengan

target akhir periode Renstra tahun 2014, IKU ini telah mencapai 200% dari target

sebesar 75%.

Capaian kinerja IKU tahun 2012 didukung dengan kegiatan dengan capaian

output sebesar 150% atau 15 laporan dari total target sebanyak 10 laporan.

Capaian output tersebut apabila dibandingkan dengan capaian tahun 2011

terdapat penurunan sebesar 37,50% atau 9 laporan dibandingkan realisasi output

tahun 2011 sebanyak 24 laporan.

Capaian indikator tersebut didukung dengan kegiatan, yaitu:

- Bimbingan Teknis/konsultasi/Sosialisasi/Asistensi/Pendampingan

- Assesment Penerapan GCG di BUMN/BUMD/BUL

Kegiatan untuk mencapai IKU ini menggunakan dana sebesar Rp90.735.000,00

atau 84,57% dari anggaran sebesar Rp107.293.000,00 dengan menggunakan

SDM, sebanyak 677 OH atau 138,16% dari rencana sebanyak 490 OH.

3. Persentase BUMN yang dilakukan Asistensi/Evaluasi PSO

Dalam menilai keberhasilan PSO, kriteria yang digunakan tidak hanya aspek

keuangan, tetapi mencakup kriteria keberhasilan PSO, yaitu tepat sasaran, tepat

kualitas, tepat kuantitas, tepat waktu, dan tepat biaya.

IKU “Persentase BUMN yang dilakukan Asistensi/Evaluasi PSO” merupakan

turunan IKU BPKP Pusat,”BUMN yang Kinerja Public Service Obligation (PSO)-

nya Baik.” Realisasi IKU tersebut diukur dengan menghitung jumlah BUMN yang

diasistensi/evaluasi PSO dibandingkan target PKPT.

Page 60: LAKIP PERWAKILAN BPKP PROVINSI BALI TAHUN 2012 2012.pdf · yang mencegah kecurangan dan memudahkan pengungkapan kasus yang merugikan keuangan Negara di wilayah Perwakilan BPKP Provinsi

LAKIP PERWAKILAN BPKP PROVINSI BALI TAHUN 2012

Bab III – Akuntabilitas Kinerja

48

Pada tahun 2012, BPKP Provinsi Bali melakukan evaluasi pada satu BUMN yaitu

PT Askrindo (Persero) Cabang Denpasar. Kegiatan tersebut tidak ditargetkan

dalam PKPT Tahun 2012 sehingga tidak dapat diukur capaian kinerjanya.

Kegiatan untuk mencapai IKU ini menggunakan SDM sebanyak 53 OH.

4. Persentase BUMD yang Dilakukan Audit Kinerja

Penetapan IKU “Persentase BUMD yang Kinerjanya Memperoleh Minimal

Predikat Baik”, dimaksudkan untuk mengukur manfaat pengawasan intern yang

dilaksanakan oleh BPKP dalam meningkatkan tata kelola BUMD. IKU tersebut

pada Perwakilan BPKP Provinsi Bali diturunkan menjadi “Persentase BUMD yang Dilakukan Audit Kinerja.”

IKU ini diukur dengan menghitung jumlah BUMD yang diaudit kinerja

dibandingkan target PKPT.

Dalam tahun 2012, BUMD yang diaudit kinerja sebanyak 14 atau 100% dari

target PKPT sebanyak 14 BUMD, sehingga capaian kinerja IKU ini adalah

sebesar 200% dari target sebesar 50%.

Realisasi IKU tahun 2012 sebesar 100% tersebut, jika dibandingkan dengan

target akhir periode Renstra tahun 2014, IKU ini telah mencapai 142,86% dari

target sebesar 70%.

Capaian kinerja IKU tahun 2012 didukung dengan kegiatan dengan capaian

output sebesar 127,78% atau 23 laporan dari total target sebanyak 18 laporan.

Capaian output tersebut apabila dibandingkan dengan capaian tahun 2011

terdapat penurunan sebesar 4,17% atau 1 laporan dibandingkan realisasi output

tahun 2011 sebanyak 24 laporan.

Capaian indikator tersebut didukung dengan kegiatan, yaitu:

- Audit Kinerja pada 9 PDAM

- Evaluasi Kinerja pada 3 BPR

- Evaluasi Kinerja RSU/RSUD sebanyak 2 RSU/RSUD

Kegiatan untuk mencapai IKU ini menggunakan dana sebesar Rp343.813.000,00

atau 122,03% dari anggaran sebesar Rp281.755.000,00 dengan menggunakan

SDM, sebanyak 1.154 OH atau 121,09% dari rencana sebanyak 953 OH.

Page 61: LAKIP PERWAKILAN BPKP PROVINSI BALI TAHUN 2012 2012.pdf · yang mencegah kecurangan dan memudahkan pengungkapan kasus yang merugikan keuangan Negara di wilayah Perwakilan BPKP Provinsi

LAKIP PERWAKILAN BPKP PROVINSI BALI TAHUN 2012

Bab III – Akuntabilitas Kinerja

49

Sasaran Strategis 4: Meningkatnya Kesadaran dan Keterlibatan K/L, Pemda, BUMN/BUMD dalam Upaya Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi Menjadi 80%

Perpres Nomor 55 Tahun 2012 menyatakan bahwa strategi Pencegahan dan

Pemberantasan Korupsi memiliki visi jangka panjang dan menengah. Visi jangka

panjang 2012-2025 adalah “Terwujudnya Kehidupan Bangsa yang Bersih dari

Korupsi dengan Didukung Nilai Budaya yang Berintegritas”.

Dalam rangka mencapai visi jangka panjang, maka, untuk jangka menengah

pemerintah menetapkan visi jangka menengah 2012-2014 yaitu “Terwujudnya Tata

Kepemerintahan yang Bersih dari Korupsi dengan Didukung Kapasitas Pencegahan

dan Penindakan serta Nilai Budaya yang Berintegritas”.

Untuk mencapai visi tersebut, pemerintah merancang enam strategi yaitu:

1. Pencegahan tindak pidana korupsi;

2. Penegakan Hukum atas tindak pidana korupsi;

3. Harmonisasi Peraturan Perundang-undangan;

4. Kerja sama Internasional dan Penyelamatan Aset Hasil Tipikor;

5. Pendidikan dan Budaya Antikorupsi;

6. Mekanisme Pelaporan Pelaksanaan Pemberantasan Korupsi.

Dalam kaitannya dengan strategi pencegahan dan pemberantasan korupsi, BPKP

perlu mengambil peran dalam mendukung enam strategi pencegahan dan

pemberantasan korupsi tersebut. Hal ini dapat dilakukan dengan mendorong

penerapan sistem pengendalian intern, atau Fraud Control Plan (FCP). Berkaitan

dengan penegakan hukum atas tindak pidana korupsi, BPKP berperan dalam

melakukan audit investigasi, perhitungan kerugian keuangan Negara, serta sebagai

pemberi keterangan ahli pada kasus tindak pidana korupsi. Perwakilan BPKP

Provinsi Bali sebagai unit pelaksana kegiatan di wilayah Provinsi Bali melaksanakan

strategi yang ditetapkan oleh BPKP ditingkat operasional.

Sasaran “Meningkatnya Kesadaran dan Keterlibatan Kementerian/Lembaga,

Pemerintah Daerah, Badan Usaha Milik Negara/Badan Usaha Milik Daerah Dalam

Upaya Pencegahan” diindikasikan oleh satu IKU dominan yang terkait langsung

dengan kesadaran dan keterlibatan masyarakat dalam upaya pencegahan dan

Page 62: LAKIP PERWAKILAN BPKP PROVINSI BALI TAHUN 2012 2012.pdf · yang mencegah kecurangan dan memudahkan pengungkapan kasus yang merugikan keuangan Negara di wilayah Perwakilan BPKP Provinsi

LAKIP PERWAKILAN BPKP PROVINSI BALI TAHUN 2012

Bab III – Akuntabilitas Kinerja

50

pemberantasan korupsi. Bersama tujuh IKU lainnya, realisasi IKU sasaran strategis

tahun 2012 dikaitkan target 2014 disajikan dalam Tabel 3.6.

Tabel 3.6 Perkembangan Pencapaian Indikator Sasaran Strategis 4

No Indikator Kinerja Satuan

Tahun 2012 Capaian Kinerja

Target Kinerja

2014

Realisasi 2012 thd

Target 2014 (%)

Target Realisasi

1. Kelompok Masyarakat yang mendapatkan Sosialisasi Program Anti Korupsi

Kel. Masy

4 4 100,00 8 50,00

2. IPP/IPD/BUMN/BUMD/BLU/BLUD berisiko fraud yang mendapatkan sosialisasi/DA/ asistensi/evaluasi FCP

Instansi 2 3 150 4 75,00

3. Jumlah IPP/IPD/BUMN/BUMD/BLU/BLUD yang dilakukan kajian peraturan yang berpotensi TPK

Instansi 1 1 100,00 3 33,33

4. Persentase Pelaksanaan penugasan HKP, klaim dan penyesuaian harga

Persen 84,00 260,00 200,00 84,00 309,52

5. Persentase pelaksanaan audit investigasi/ PKKN/PKA

Persen 85,00 97,73 114,97 85,00 114,97

6. Persentase TL hasil audit investigasi non TPK oleh instansi berwenang

Persen - - - 50,00 -

7. persentase laporan keinvestigasian yang sesuai standar

Persen 85 100 117,65 90,00 111,11

8. Persentase hasil telaahan pengaduan masyarakat

Persen 10,00 100 200,00 10,00 1.000

Dari tabel tersebut dan dikaitkan dengan capaian kinerja sasaran yang sama di

Tabel 3.1 terlihat bahwa satu IKU dominan sasaran strategis tahun 2012 tercapai

100%. Secara keseluruhan, dengan tujuh IKU lainnya, rata-rata capaian sasaran

140,37%. Uraian masing-masing capaian IKU sasaran strategis ini adalah sebagai

berikut:

1. Kelompok Masyarakat yang Mendapatkan Sosialisasi Program Anti Korupsi

Dalam rangka meningkatkan pemahaman mengenai praktik-praktik

penyelenggaraan good governance, BPKP menetapkan suatu IKU berupa

peningkatan pemahaman dan kepedulian publik terhadap permasalahan korupsi.

Berkaitan dengan IKU tersebut, Perwakilan BPKP Provinsi Bali menurunkannya

menjadi “Kelompok Masyarakat yang Mendapatkan Sosialisasi Program Anti

Page 63: LAKIP PERWAKILAN BPKP PROVINSI BALI TAHUN 2012 2012.pdf · yang mencegah kecurangan dan memudahkan pengungkapan kasus yang merugikan keuangan Negara di wilayah Perwakilan BPKP Provinsi

LAKIP PERWAKILAN BPKP PROVINSI BALI TAHUN 2012

Bab III – Akuntabilitas Kinerja

51

Korupsi,” dengan ukuran capaian dihitung dari julmah Kelompok Masyarakat

yang Mendapatkan Sosialisasi Program Anti Korupsi.

Fokus BPKP dalam kegiatan Sosialisasi Program Anti Korupsi (Sos-PAK)

utamanya pada kelompok dunia pendidikan karena BPKP yakin bahwa dunia

pendidikan yang anti korupsi akan menghasilkan generasi muda yang baik dan

menjadi harapan masa depan bangsa Indonesia. Sementara itu, dengan makin

tingginya perhatian Pemerintah kepada dunia pendidikan yang ditandai dengan

kenaikan anggaran, berbagai macam bantuan bagi dunia pendidikan membawa

konsekuensi meningkatnya risiko terjadinya korupsi. Dengan memberikan

pemahaman dan edukasi, BPKP berharap korupsi bisa dicegah, terutama di

dunia pendidikan.

Pada Tahun 2012, Perwakilan BPKP Provinsi Bali telah melaksanakan Sos-PAK

pada 4 kelompok masyarakat, yaitu sosialisasi masalah korupsi kepada Pejabat

Pemda Badung, Mahasiswa, Tokoh Adat dan Pelajar SLTA Kabupaten Badung

serta koordinasi dengan instansi penyidik. Jika dibandingkan dengan target IKU

sebanyak 4 kelompok masyarakat, maka capaian IKU adalah 100%.

Realisasi IKU tahun 2012 sebanyak 4 kelompok masyarakat tersebut, jika

dibandingkan dengan target akhir periode Renstra tahun 2014, IKU ini telah

mencapai 50% dari target sebanyak 8 kelompok masyarakat.

Capaian kinerja IKU tahun 2012 didukung dengan kegiatan dengan capaian

output sebesar 357,14% atau 25 laporan dari total target sebanyak 7 laporan.

Capaian output tersebut apabila dibandingkan dengan capaian tahun 2011

terdapat kenaikan sebesar 127,27% atau 14 laporan dibandingkan realisasi

output tahun 2011 sebanyak 11 laporan.

Kegiatan untuk mencapai IKU ini menggunakan dana sebesar Rp206.256.000,00

atau 218,61% dari anggaran sebesar Rp94.350.000,00 dengan menggunakan

SDM, sebanyak 618 OH atau 482,81% dari rencana sebanyak 128 OH.

Page 64: LAKIP PERWAKILAN BPKP PROVINSI BALI TAHUN 2012 2012.pdf · yang mencegah kecurangan dan memudahkan pengungkapan kasus yang merugikan keuangan Negara di wilayah Perwakilan BPKP Provinsi

LAKIP PERWAKILAN BPKP PROVINSI BALI TAHUN 2012

Bab III – Akuntabilitas Kinerja

52

2. IPP/IPD/BUMN/BUMD Berisiko Fraud yang Mendapatkan Sosialisasi/DA/Asistensi/Evaluasi FCP

Sistem pengendalian yang baik akan memberikan jaminan terhadap kualitas dan

kinerja organisasi secara keseluruhan, sehingga penyelenggaraan pemerintahan

dan korporasi dapat memenuhi prinsip-prinsip Good Governance.

FCP merupakan suatu pengendalian yang dirancang secara spesifik untuk

mencegah, menangkal, dan memudahkan pengungkapan kasus penyimpangan

yang berindikasi merugikan keuangan negara. FCP terdiri dari atribut-atribut

spesifik, yaitu Kebijakan Anti Fraud, Struktur Pertanggungjawaban, Penilaian

Risiko, Kepedulian Pegawai, Kepedulian Pelanggan dan Masyarakat, Sistem

Pelaporan Fraud, Perlindungan Pelapor, Pengungkapan kepada pihak eksternal,

Prosedur Investigasi serta Standar Perilaku dan Disiplin.

IKU “Jumlah IPP/IPD/BUMN/BUMD yang mengimplementasikan FCP” dalam

upaya perbaikan penyelenggaraan manajemen organisasi pemerintah melalui

pemanfaatan hasil pengawasan yang dilakukan oleh BPKP. Pada level

opreasional di Perwakilan BPKP Provinsi Bali, IKU tersebut menjadi,

“IPP/IPD/BUMN/BUMD Berisiko Fraud yang Mendapatkan

Sosialisasi/DA/Asistensi/Evaluasi FCP.” Capain IKU diukur dari jumlah instansi

yang mendapatkan sosialisasi/DA/bimtek/evaluasi FCP.

Pada Tahun 2012, Perwakilan BPKP Provinsi Bali telah melaksanakan

sosialisasi/DA/bimtek/evaluasi FCP pada 3 instansi, yaitu Provinsi Bali,

Kabupaten Badung dan Kota Denasar. Jika dibandingkan dengan target IKU

sebanyak 2 instansi, maka capaian IKU adalah 150%.

Realisasi IKU tahun 2012 sebesar 150% atau 3 instansi tersebut, jika

dibandingkan dengan target akhir periode Renstra tahun 2014, IKU ini telah

mencapai 75% dari target sebanyak 4 instansi.

Capaian kinerja IKU tahun 2012 didukung dengan kegiatan dengan capaian

output sebesar 200% atau 4 laporan dari total target sebanyak 2 laporan.

Capaian output tersebut apabila dibandingkan dengan capaian tahun 2011

terdapat penurunan sebesar 4,17% atau 1 laporan dibandingkan realisasi output

tahun 2011 sebanyak 24 laporan.

Page 65: LAKIP PERWAKILAN BPKP PROVINSI BALI TAHUN 2012 2012.pdf · yang mencegah kecurangan dan memudahkan pengungkapan kasus yang merugikan keuangan Negara di wilayah Perwakilan BPKP Provinsi

LAKIP PERWAKILAN BPKP PROVINSI BALI TAHUN 2012

Bab III – Akuntabilitas Kinerja

53

Kegiatan untuk mencapai IKU ini menggunakan dana sebesar Rp12.992.000,00

atau 43,18% dari anggaran sebesar Rp30.089.000,00 dengan menggunakan

SDM, sebanyak 31 OH atau 47,69% dari rencana sebanyak 65 OH.

3. Jumlah IPP/IPD/BUMN/BUMD yang Dilakukan Kajian Peraturan yang Berpotensi TPK

Upaya peningkatan kualitas penyelenggaraan pengawasan intern akuntabilitas

keuangan negara tidak terlepas dari adanya kebijakan yang mendukung upaya

pencegahan dan pemberantasan KKN. Indikator ini dimaksudkan untuk

mengukur instansi/BUMN/BUMD yang membuat/mengoreksi kebijakan terkait

dengan rekomendasi dari BPKP terhadap hasil kajian atas peraturan perundang-

undangan yang berindikasi menjadi penyebab terjadinya KKN.

Untuk merealisasikan IKU, BPKP melaksanakan kegiatan kajian atas

kebijakan/peraturan perundang-undangan yang berindikasi KKN dan

menyusun/menyempurnakan pedoman pelaksanaan kegiatan. Pada Perwakilan

BPKP Provinsi Bali, IKU tersebut diterjemahkan menjadi Jumlah

IPP/IPD/BUMN/BUMD yang Dilakukan Kajian Peraturan yang Berpotensi TPK

Dalam tahun 2012 realisasi IKU sebesar 100% atau sebanyak 1 instansi dari.

Jika dibandingkan dengan target IKU tahun 2012 sebanyak 1 Instansi, maka

realisasi IKU adalah sebesar 100%.

Realisasi IKU tahun 2012 sebanyak 1 instansi tersebut, jika dibandingkan

dengan target akhir periode Renstra tahun 2014, IKU ini telah mencapai 33,33%

dari target sebanyak 3 instansi.

Capaian kinerja IKU tahun 2012 didukung dengan kegiatan dengan capaian

output sebesar 100% atau 1 laporan dari total target sebanyak 1 laporan.

Capaian output tersebut apabila dibandingkan dengan capaian tahun 2011 tidak

terdapat kenaikan/penurunan.

Kegiatan untuk mencapai IKU ini menggunakan dana sebesar Rp1.000.000,00

atau 6,33% dari anggaran sebesar Rp15.789.000,00 dengan menggunakan

SDM, sebanyak 25 OH atau 41,67% dari rencana sebanyak 60 OH.

Page 66: LAKIP PERWAKILAN BPKP PROVINSI BALI TAHUN 2012 2012.pdf · yang mencegah kecurangan dan memudahkan pengungkapan kasus yang merugikan keuangan Negara di wilayah Perwakilan BPKP Provinsi

LAKIP PERWAKILAN BPKP PROVINSI BALI TAHUN 2012

Bab III – Akuntabilitas Kinerja

54

4. Persentase Pelaksanaan Penugasan Hambatan Kelancaran Pembangunan, Klaim, dan Penyesuaian Harga

Kasus Hambatan Kelancaran Pembangunan (HKP), audit penyesuaian harga,

dan audit klaim merupakan bagian dari hambatan/kendala terhadap peningkatan

kualitas penyelenggaraan pengawasan intern akuntabilitas keuangan negara.

Tingkat keberhasilan penyelesaian kasus tersebut berkorelasi terhadap

pencapaian sasaran strategis. Persentase terselesaikannya kasus HKP,

penyesuaian harga, dan klaim ditetapkan sebagai salah satu IKU yang harus

dicapai. Pada level operasional di Perwakilan IKU dirumuskan menjadi

“Persentase Pelaksanaan Penugasan Hambatan Kelancaran Pembangunan,

Klaim, dan Penyesuaian Harga”.

Pengukuran IKU dihitung berdasarkan Jumlah laporan HKP, klaim dan

penyesuaian harga yang terbit dibagi dengan permintaan HKP, klaim dan

eskalasi yg memenuhi syarat (diterbitkan ST).

Dalam tahun 2012 realisasi IKU sebesar 100% atau sebanyak 13 penugasan dari

13 permintaan HKP, klaim dan eskalasi. Apabila dibandingkan dengan target

sebesar 84 % maka capaian IKU adalah sebesar 119,05%.

Realisasi IKU tahun 2012 sebesar 100% tersebut, jika dibandingkan dengan

target akhir periode Renstra tahun 2014, IKU ini telah mencapai 119,05% dari

target sebesar 84%.

Capaian kinerja IKU tahun 2012 didukung dengan kegiatan dengan capaian

output sebesar 260% atau 13 laporan dari total target sebanyak 5 laporan.

Capaian output tersebut apabila dibandingkan dengan capaian tahun 2011

terdapat kenaikan sebesar 85,71% atau 6 laporan dibandingkan realisasi output

tahun 2011 sebanyak 7 laporan.

Kegiatan untuk mencapai IKU ini menggunakan dana sebesar Rp130.891.000,00

atau 117,97% dari anggaran sebesar Rp110.953.000,00 dengan menggunakan

SDM, sebanyak 554 OH atau 134,14% dari rencana sebanyak 413 OH.

Page 67: LAKIP PERWAKILAN BPKP PROVINSI BALI TAHUN 2012 2012.pdf · yang mencegah kecurangan dan memudahkan pengungkapan kasus yang merugikan keuangan Negara di wilayah Perwakilan BPKP Provinsi

LAKIP PERWAKILAN BPKP PROVINSI BALI TAHUN 2012

Bab III – Akuntabilitas Kinerja

55

5. Persentase Pelaksanaan Audit Investigasi/PKKN/PKA

Salah satu upaya pencapaian sasaran strategis peningkatan kualitas

penyelenggaraan pengawasan intern akuntabilitas keuangan negara, antara lain

dengan tertanganinya kasus KKN. Penanganan kasus yang berindikasi KKN

yang dilaksanakan oleh BPKP menjadi lengkap setelah dilimpahkan kepada

instansi penegak hukum. Dengan demikian, “Persentase Penyerahan Kasus

kepada Instansi Penegak Hukum” menjadi salah satu IKU BPKP dalam upaya

pencapaian sasaran strategis. Pada level operasional IKU tersebut dirumuskan

menjadi “Persentase Pelaksanaan Audit Investigasi/PKKN/PKA.”

Pengukuran IKU dihitung berdasarkan Jumlah laporan audit

investigasi/PKKN/PKA dibagi dengan permintaan audit investigasi/PKKN/ PKA

dari instansi penegak hukum.

Dalam tahun 2012 realisasi IKU sebesar 100% atau sebanyak 43 laporan.. Jika

dibandingkan dengan target IKU tahun 2012 sebesar 85%, maka capaian IKU

adalah sebesar 117,65%.

Realisasi IKU tahun 2012 sebesar 100% tersebut, jika dibandingkan dengan

target akhir periode Renstra tahun 2014, IKU ini telah mencapai 117,65% dari

target sebesar 100%.

Capaian kinerja IKU tahun 2012 didukung dengan kegiatan dengan capaian

output sebesar 97,73% atau 43 laporan dari total target sebanyak 44 laporan.

Capaian output tersebut apabila dibandingkan dengan capaian tahun 2011

terdapat penurunan sebesar 6,52% atau 3 laporan dibandingkan realisasi output

tahun 2011 sebanyak 46 laporan.

Kegiatan untuk mencapai IKU ini menggunakan dana sebesar Rp213.569.000,00

atau 61,79% dari anggaran sebesar Rp345.646.000,00 dengan menggunakan

SDM, sebanyak 809 OH atau 67,64% dari rencana sebanyak 1.196 OH.

6. Persentase Tindak Lanjut (TL) Hasil Audit Investigasi Non TPK oleh Instansi Berwenang

Audit investigatif merupakan kegiatan pengungkapan modus terjadinya kerugian

keuangan negara atas pelanggaran terhadap peraturan yang berlaku untuk

ditindaklanjuti oleh instansi berwenang. Hal ini merupakan bagian dari upaya

Page 68: LAKIP PERWAKILAN BPKP PROVINSI BALI TAHUN 2012 2012.pdf · yang mencegah kecurangan dan memudahkan pengungkapan kasus yang merugikan keuangan Negara di wilayah Perwakilan BPKP Provinsi

LAKIP PERWAKILAN BPKP PROVINSI BALI TAHUN 2012

Bab III – Akuntabilitas Kinerja

56

pencapaian sasaran strategis terciptanya iklim yang mencegah kecurangan dan

memudahkan pengungkapan kasus yang merugikan keuangan Negara.

Indikator kinerja utama berupa hasil audit investigasi yang ditindaklanjuti oleh

instansi berwenang diturunkan menjadi “Persentase TL Hasil Audit Investigasi

Non TPK oleh Instansi Berwenang.”

Realisasi IKU dihitung berdasarkan jumlah TL atas temuan investigasi non TPK

dibagi dengan jumlah temuan non TPK sampai dengan tahun berjalan.

Pada tahun 2012 tidak terdapat TL atas temuan investigasi non TPK karena tidak

terdapat saldo temuan hasil audit non TPK. Perwakilan BPKP Provinsi Bali juga

tidak menetapkan target capaian IKU ini untuk tahun 2012.

7. Persentase Laporan Keinvestigasian yang Sesuai Standar

Salah satu bentuk akuntabilitas penugasan investigatif terletak pada pemenuhan

standar pelaporan hasil penugasan. Hal ini berdampak pada efektivitas

pengungkapan dan penanganan kasus yang berindikasi KKN dalam rangka

peningkatan kualitas penyelenggaraan pengawasan intern akuntabilitas

keuangan negara. Untuk itu, dalam Renstranya, BPKP membentuk IKU

“Persentase Telaahan Terhadap Laporan Penugasan Investigasi yang Memenuhi

Standar”. Sedangkan pada tingkat perwakilan, IKU tersebut menjadi “Persentase

Laporan Keinvestigasian yang Sesuai Standar.”

Realisasi IKU dihitung berdasarkan jumlah laporan keinvestigasian yang tidak

dikembalikan pusat dibagi jumlah laporan keinvestigasian yg disampaikan ke

pusat.

Realisasi IKU tahun 2012 diukur dengan laporan keinvestigasian yang tidak

dikembalikan pusat sebanyak 52 laporan, atau mencapai 100% jumlah laporan

keinvestigasian yg disampaikan ke pusat sebanyak 52 laporan atau sebesar

117,65% dari target sebesar 85%.

Realisasi IKU tahun 2012 sebesar 100% tersebut, jika dibandingkan dengan

target akhir periode Renstra tahun 2014, IKU ini telah mencapai 111,11% dari

target sebesar 90%.

Page 69: LAKIP PERWAKILAN BPKP PROVINSI BALI TAHUN 2012 2012.pdf · yang mencegah kecurangan dan memudahkan pengungkapan kasus yang merugikan keuangan Negara di wilayah Perwakilan BPKP Provinsi

LAKIP PERWAKILAN BPKP PROVINSI BALI TAHUN 2012

Bab III – Akuntabilitas Kinerja

57

8. Persentase Hasil Telaahan Pengaduan Masyarakat

Masyarakat dapat melakukan pengawasan secara tidak langsung terhadap

akuntabilitas keuangan negara, antara lain melalui mekanisme pelaporan dan

pengaduan. Pengaduan masyarakat dapat menjadi salah satu sumber data bagi

BPKP dalam melaksanakan fungsi pengawasan. Setiap surat pengaduan atau

tembusan surat pengaduan, baik yang diterima secara langsung melalui Kepala

BPKP atau Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dilakukan penelaahan

untuk ditindaklanjuti. IKU dalam mencapai sasaran strategis, Reviu Terhadap

Laporan dan Pengaduan Masyarakat yang Ditindaklanjuti. Sedangkan IKU pada

Perwakilan BPKP adalah “Persentase Hasil Telaahan Pengaduan Masyarakat”

Realisasi IKU dihitung berdasarkan Jumlah hasil telaahan dibandingkan dengan

jumlah pengaduan yang masuk.

Pada tahun 2012, jumlah hasil telaahan sebanyak 12 atau 100% dibandingkan

jumlah pengaduan yang masuk sebanyak 12 pengaduan. Dengan target IKU

sebesar 10%, maka capaian IKU pada tahun 2012 adalah 200%.

Realisasi IKU tahun 2012 sebesar 100% tersebut, jika dibandingkan dengan

target akhir periode Renstra tahun 2014, IKU ini telah mencapai 1.000% dari

target sebesar 10%.

Capaian kinerja IKU tahun 2012 didukung dengan kegiatan, OH dan dana

sebagaimana kegiatan, OH dan Dana yang mendukung capaian kinerja IKU

bidang keinvestigasian.

Sasaran Strategis 5: Meningkatnya Kualitas Penerapan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah pada 70% Kementerian/Lembaga/Pememerintah Daerah

Penyelenggaraan SPIP pada dasarnya merupakan tanggung jawab masing-masing

menteri/pimpinan lembaga, gubernur, dan bupati/walikota. BPKP sesuai pasal 59 PP

Nomor 60 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah bertanggung jawab

melakukan pembinaan. Pada prinsipnya, pembinaan SPIP diarahkan agar instansi

pemerintah dapat menyelenggarakan SPIP dalam rangka mencapai tujuannya

Page 70: LAKIP PERWAKILAN BPKP PROVINSI BALI TAHUN 2012 2012.pdf · yang mencegah kecurangan dan memudahkan pengungkapan kasus yang merugikan keuangan Negara di wilayah Perwakilan BPKP Provinsi

LAKIP PERWAKILAN BPKP PROVINSI BALI TAHUN 2012

Bab III – Akuntabilitas Kinerja

58

melalui kegiatan yang efektif dan efisien, keandalan pelaporan keuangan,

pengamanan aset negara, dan ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan.

Tabel 3.8 Perkembangan Pencapaian Indikator Sasaran Strategis 5

No Indikator Kinerja Satuan

Tahun 2012 Capaian Kinerja

Target Kinerja

2014

Realisasi 2012 thd

Target 2014 (%)

Target Realisasi

1. Persentase Pemda yang menyelenggarakan SPIP sesuai PP Nomor 60 Tahun 2008

Persen 50,00 10,00 20,00 70,00 14,29

2. Jumlah Pemda yang dilakukan asistensi penyelenggaraan SPIP sesuai PP No 60 Tahun 2008

IPP/IPD 6 8 133,33 10 80,00

3. Jumlah Pemda yang dilakukan monitoring Sistem Pengendalian Intern

IPP/IPD 2 3 150,00 6 50,00

Sasaran strategis “Meningkatnya Kualitas Penerapan SPIP di

Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah” diindikasikan oleh satu IKU

dominan yang terkait langsung dengan penyelenggaraan SPIP pada seluruh

K/L/Pemda. Semakin banyak K/L/Pemda yang menyelenggarakan SPIP sesuai PP

Nomor 60 Tahun 2008, diharapkan akan semakin baik kualitas pencapaian tujuan

instansi pemerintah dan semakin berkualitas birokrasi. Bersama dua IKU lainnya,

realisasi IKU sasaran strategis tahun 2012 dikaitkan dengan target 2014 disajikan

dalam Tabel 3.8.

Dari tabel tersebut dan dikaitkan dengan capaian kinerja sasaran yang sama di

Tabel 3.1 terlihat bahwa IKU dominan sasaran strategis tahun 2012 belum tercapai.

Secara keseluruhan, dengan tiga IKU, rata-rata capaian sasaran 101,11%.

Uraian masing-masing capaian IKU sasaran strategis ini adalah sebagai berikut:

1. Persentase Pemda yang menyelenggarakan SPIP sesuai PP 60/2008

Sebagai Pembina SPIP, BPKP bertanggung jawab terhadap penyelenggaran

SPIP pada K/L/Pemda. Perwakilan BPKP Provinsi Bali bertanggung jawab

terhadap penyelenggaraan SPIP pada seluruh Pemda di Provinsi Bali.

Penyelenggaraan SPIP dinilai sesuai PP 60 Tahun 2008 melalui tingkat

maturitas. Sebelum penilaian tingkat maturitas penyelenggaraan SPIP dapat

dilaksanakan, maka IKU “Persentase Pemda yang menyelenggarakan SPIP

sesuai PP 60/2008” diukur dengan menghitung jumlah Pemda yang laporan

Page 71: LAKIP PERWAKILAN BPKP PROVINSI BALI TAHUN 2012 2012.pdf · yang mencegah kecurangan dan memudahkan pengungkapan kasus yang merugikan keuangan Negara di wilayah Perwakilan BPKP Provinsi

LAKIP PERWAKILAN BPKP PROVINSI BALI TAHUN 2012

Bab III – Akuntabilitas Kinerja

59

keuangannya memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI

dibandingkan dengan jumlah seluruh Pemda. Opini WTP atas laporan keuangan

diyakini dapat mewakili sistem pengendalian yang memadai sebagaimana

dimaksud dalam PP Nomor 60 Tahun 2008, karena audit keuangan yang

dilaksanakan oleh BPK RI mencakup pengujian atas keandalan sistem

pengendalian K/L/Pemda.

Dalam tahun 2012, Pemda yang laporan keuangan memperoleh opini WTP

adalah sebanyak 1 instansi atau 10% dari 10 Pemda di Provinsi Bali. Bila

dibandingkan dengan targetnya sebesar 50%, maka capaian IKU ini tersebut

adalah sebesar 20%.

Realisasi IKU tahun 2012 sebesar 20% tersebut, jika dibandingkan dengan target

akhir periode Renstra tahun 2014, IKU ini telah mencapai 14,29% dari target

sebesar 70,00%.

Capaian kinerja IKU tahun 2012 didukung dengan kegiatan dengan capaian

output sebesar 230,77% atau 30 laporan dari total target sebanyak 13 laporan.

Capaian output tersebut apabila dibandingkan dengan capaian tahun 2011

terdapat penurunan sebesar 67,39% atau 62 laporan dibandingkan realisasi

output tahun 2011 sebanyak 92 laporan.

Pada tahun 2012 telah dilaksanakan kegiatan asistensi penerapan SPIP dan

pendampingan berkaitan dengan upaya peningkatan kualitas laporan keuangan

pada pemda di Provinsi Bali.

Kegiatan untuk mencapai IKU ini menggunakan dana sebesar Rp154.755.000,00

atau 84,91% dari anggaran sebesar Rp182.268.000,00 dengan menggunakan

SDM, sebanyak 556 OH atau 134,30% dari rencana sebanyak 414 OH.

2. Jumlah Pemda yang telah Dilakukan Asistensi Penyelenggaraan Sistem Pengendalian Intern Sesuai PP Nomor 60 Tahun 2008

Sebagai Pembina SPIP, Perwakilan BPKP Provinsi Bali melaksanakan

pembinaan SPIP melalui kegiatan asistensi penerapan SPIP pada seluruh

Pemda di Provinsi Bali. Penerapan SPIP di Pemda diawali dengan pembuatan

rencana/desain penyelenggaraan SPIP, yaitu dokumen yang berisi tahap-tahap

pengembangan detil SPIP yang akan dilakukan. Manfaat rencana/desain adalah

Page 72: LAKIP PERWAKILAN BPKP PROVINSI BALI TAHUN 2012 2012.pdf · yang mencegah kecurangan dan memudahkan pengungkapan kasus yang merugikan keuangan Negara di wilayah Perwakilan BPKP Provinsi

LAKIP PERWAKILAN BPKP PROVINSI BALI TAHUN 2012

Bab III – Akuntabilitas Kinerja

60

sebagai acuan dan alat untuk memantau perkembangan penyelenggaraan SPIP.

IKU ini dibentuk pada tahun 2012 sebagai tindak lanjut atas terbitnya Pedoman

Penyusunan Desain Penyelenggaraan SPIP berdasarkan Peraturan Kepala

BPKP Nomor PER–687/K/D4/2012 tanggal 25 Mei 2012. Pada tahap berikutnya,

Pemda akan menerapkan SPIP sesuai dengan kondisi masing-masing. Sebagai

pertanggungjawaban fungsi Perwakilan BPKP sebagai pembina SPIP di daerah,

ditetapkan IKU “Jumlah Pemda yang telah Dilakukan Asistensi Penyelenggaraan

Sistem Pengendalian Intern Sesuai PP Nomor 60 Tahun 2008.”

Pada tahun 2012, Perwakilan BPKP telah melaksanakan asistensi pada 8 Pemda

baik Provinsi maupun Kabupaten/Kota atau sebesar 80% dari seluruh Pemda di

Provinsi Bali.

Capaian IKU ini belum dapat dibandingkan dengan tahun 2011. Jika

memperhatikan target tahun 2014 sebanyak 10 Pemda, maka Perwakilan BPKP

Provinsi Bali perlu bekerja dengan lebih keras untuk mencapainya.

Capaian kinerja IKU tahun 2012 didukung dengan kegiatan, OH dan dana

sebagaimana kegiatan, OH dan Dana yang mendukung capaian kinerja IKU

Persentase Pemda yang menyelenggarakan SPIP sesuai PP 60/2008

Kegiatan yang mendukung capaian IKU tersebut sebagai berikut:

- Sosialisasi/Bimtek SPIP dilakukan pada Pemerintah Provinsi Bali, Pemerintah

Kota Denpasar, Pemerintah Kabupaten Badung, Pemerintah Kabupaten

Gianyar, Pemerintah Kabupaten Bangli dan Pemerintah Kabupaten

Jembrana.

- Pemetaan (Diagnostic Assessment) Penyelenggaraan SPIP Pemerintah

Kabupaten Tabanan dan Pemerintah Kabupaten Klungkung.

3. Jumlah Pemda yang Dilakukan Monitoring Sistem Pengendalian Intern

BPKP selaku pembina penyelenggaraan SPIP, berkewajiban memantau

perkembangan penyelenggaraan SPIP K/L/Pemda. Pelaksanaan monitoring

perbaikan SPI di lingkungan instansi pemerintah didasarkan pada Peraturan

Kepala BPKP Nomor PER-852/K/2011 tentang Pedoman Monitoring Perbaikan

SPI di Lingkungan Instansi Pemerintah Tahun Anggaran 2011.

Page 73: LAKIP PERWAKILAN BPKP PROVINSI BALI TAHUN 2012 2012.pdf · yang mencegah kecurangan dan memudahkan pengungkapan kasus yang merugikan keuangan Negara di wilayah Perwakilan BPKP Provinsi

LAKIP PERWAKILAN BPKP PROVINSI BALI TAHUN 2012

Bab III – Akuntabilitas Kinerja

61

Realisasi IKU pada tahun 2012 sebanyak 3 Pemda telah dilakukan monitoring

Sistem Pengendalian Intern yaitu Pemerintah Provinsi Bali, Pemerintah

Kabupaten Badung dan Gianyar, atau sebesar 50% dari target sebanyak 6

Pemda.

Capaian kinerja IKU tahun 2012 didukung dengan kegiatan, OH dan dana

sebagaimana kegiatan, OH dan Dana yang mendukung capaian kinerja IKU

Persentase Pemda yang menyelenggarakan SPIP sesuai PP 60/2008.

Sasaran Strategis 6: Meningkatnya Kapasitas Aparat Pengawasan Intern Pemerintah yang Profesional dan Kompeten pada 80% Kementerian/Lembaga/ Pemerintah Daerah

Pelaksanaan audit intern di lingkungan Instansi Pemerintah dilakukan oleh pejabat

yang mempunyai tugas melaksanakan pengawasan dan telah memenuhi syarat

kompetensi keahlian sebagai auditor. Setiap aparat pengawas intern pemerintah

(APIP) mengimplementasikan JFA sebagai konsekuensi adanya fungsi dan peran

pelaksanaan tugas pengawasan intern oleh auditor sesuai dengan ketentuan

tersebut.

Sebagai organisasi, salah satu faktor penentu keberhasilan APIP adalah kompetensi

dan profesionalitas sumber daya manusia (SDM), karena faktor manusia yang

mengatur dan menggerakkan jalan organisasi. SDM yang kompeten adalah SDM

yang memiliki penguasaan teoretis, didukung dengan pengalaman, dan mendapat

pengakuan keahlian spesifik berdasarkan standar yang berlaku umum dalam

lingkungan keahlian tersebut. SDM yang profesional adalah SDM yang mampu

melaksanakan tugas dengan baik, sesuai dengan bidang keahliannya. Keahlian

tersebut perlu terus-menerus diperbarui dan ditingkatkan, baik melalui program

pendidikan gelar maupun program pendidikan nongelar dengan mengacu pada

dokumen Human Capital Development Plan (HCDP), yang merupakan dokumen

perencanaan pengembangan kompetensi pegawai, yang terkait dengan proses

pelatihan, pendidikan, dan kegiatan lainnya yang dapat meningkatkan pengetahuan,

keahlian, kemampuan, nilai-nilai, dan aset sosial lainnya yang dimiliki pegawai.

Page 74: LAKIP PERWAKILAN BPKP PROVINSI BALI TAHUN 2012 2012.pdf · yang mencegah kecurangan dan memudahkan pengungkapan kasus yang merugikan keuangan Negara di wilayah Perwakilan BPKP Provinsi

LAKIP PERWAKILAN BPKP PROVINSI BALI TAHUN 2012

Bab III – Akuntabilitas Kinerja

62

Sasaran “Meningkatnya kapasitas aparat pengawasan intern pemerintah K/L/Pemda

yang profesional dan kompeten pada 80% K/L/Pemda” diindikasikan oleh satu IKU

dominan yang terkait langsung dengan penerapan JFA, yang bertujuan untuk

mengukur manfaat pembinaan yang dilakukan BPKP selaku instansi Pembina JFA

dalam mewujudkan auditor yang profesional dan kompeten di lingkungan Aparat

Pengawas Intern Pemerintah (APIP) non-BPKP. Dalam mendukung pencapaian

sasaran tersebut, Perwakilan BPKP Provinsi Bali hanya bertanggung jawab pada

satu IKU yaitu Persentase Pemda yang dilakukan asistensi Penerapan JFA yang

merupakan turunan dari IKU Utama Tingkat Penerapan JFA.

Tabel 3.9 Perkembangan Pencapaian Indikator Sasaran Strategis 6

No Indikator Kinerja Satuan

Tahun 2012 Capaian Kinerja

Target Kinerja

2014

Realisasi 2012 thd

Target 2014 (%)

Target Realisasi

1. Persentase Pemda yang dilakukan asistensi Penerapan JFA

Persen 70,00 40,00 57,14 80,00 50,00

1. Persentase Pemda yang dilakukan asistensi Penerapan Jabatan Fungsional Auditor

Pelaksanaan audit intern di lingkungan instansi pemerintah dilakukan oleh

pejabat yang mempunyai tugas melaksanakan pengawasan dan telah memenuhi

syarat kompetensi keahlian sebagai auditor. Hal ini sesuai dengan Pasal 51 PP

60 Tahun 2008 tentang SPIP. Syarat kompetensi keahlian sebagai auditor

dipenuhi melalui keikutsertaan dan kelulusan dalam program sertifikasi.

Berdasarkan Pasal 1 Butir 2 Permenpan 220/2008 tanggal 4 Juli 2008 tentang

Jabatan Fungsional Auditor dan Angka Kreditnya, Auditor adalah jabatan yang

mempunyai ruang lingkup, tugas, tanggung jawab, dan wewenang untuk

melakukan pengawasan intern pada instansi pemerintah, lembaga dan/atau

pihak lain, yang di dalamnya terdapat kepentingan negara sesuai dengan

peraturan perundang-undangan, yang diduduki oleh Pegawai Negeri Sipil dengan

hak dan kewajiban yang diberikan secara penuh oleh pejabat yang berwenang.

Berdasarkan ketentuan tersebut, setiap APIP mengimplementasikan JFA sebagai

konsekuensi adanya fungsi dan peran pelaksanaan tugas pengawasan intern

oleh auditor sesuai dengan ketentuan tersebut.

Page 75: LAKIP PERWAKILAN BPKP PROVINSI BALI TAHUN 2012 2012.pdf · yang mencegah kecurangan dan memudahkan pengungkapan kasus yang merugikan keuangan Negara di wilayah Perwakilan BPKP Provinsi

LAKIP PERWAKILAN BPKP PROVINSI BALI TAHUN 2012

Bab III – Akuntabilitas Kinerja

63

Indikator sasaran atas tingkat penerapan Jabatan Fungsional Auditor bertujuan

untuk mengukur manfaat pembinaan yang dilakukan BPKP selaku instansi

Pembina JFA dalam mewujudkan auditor yang profesional dan kompeten di

lingkungan Aparat Pengawas Intern Pemerintah (APIP) non-BPKP. Penentuan

tingkat capaian indikator sasaran ini adalah jumlah K/L (APIP Pusat) dan Pemda

(APIP Daerah) non-BPKP yang mengimplementasikan JFA sampai dengan

tahun berjalan. Indikator tersebut diterjemahkan pada tingkat operasional pada

Perwakilan BPKP Provinsi Bali menjadi Persentase Pemda yang dilakukan

asistensi Penerapan Jabatan Fungsional Auditor dengan pengukuran

berdasarkan jumlah Pemda yang dilakukan asistensi penerapan JFA

dibandingkan jumlah seluruh Pemda.

Sampai dengan tahun 2012, Perwakilan BPKP Provinsi Bali telah melakukan

asistensi penerapan JFA pada 4 Pemda yaitu Pemerintah Kabupaten Gianyar,

Tabanan, Buleleng dan Badung, atau 40% dari seluruh Pemda di Provinsi Bali.

Tidak tercapainya target antara lain disebabkan fasilitasi penerapan JFA pada

APIP belum dilakukan secara intensif. Di samping itu, jumlah kelulusan sertifikasi

auditor yang relatif rendah membuat APIP belum antusias menerapkan JFA.

Capaian kinerja IKU tahun 2012 didukung dengan kegiatan dengan capaian

output sebesar 133,33% atau 4 laporan dari total target sebanyak 3 laporan.

Capaian output tersebut belum dapat dibandingkan dengan capaian tahun 2011

karena tidak terdapat kegiatan yang mendukung indikator tersebut.

Kegiatan untuk mencapai IKU ini menggunakan dana sebesar Rp18.410.000,00

atau 128,20% dari anggaran sebesar Rp14.360.000,00 dengan menggunakan

SDM, sebanyak 39 OH atau 144,44% dari rencana sebanyak 27 OH.

Sasaran Strategis 7: Meningkatnya Efektivitas Perencanaan Pengawasan sebesar 90% dan Kualitas Pengelolaan Keuangan sebesar 100%

Perencanaan pengawasan berfungsi mengarahkan kegiatan pengawasan agar

sesuai dengan peran dan tujuan BPKP, sekaligus media untuk mengukur tingkat

keberhasilan kinerja teknis BPKP. Selain itu, perencanaan juga terkait langsung

dengan pengelolaan SDM, penyediaan sarana prasarana, dan penganggaran.

Page 76: LAKIP PERWAKILAN BPKP PROVINSI BALI TAHUN 2012 2012.pdf · yang mencegah kecurangan dan memudahkan pengungkapan kasus yang merugikan keuangan Negara di wilayah Perwakilan BPKP Provinsi

LAKIP PERWAKILAN BPKP PROVINSI BALI TAHUN 2012

Bab III – Akuntabilitas Kinerja

64

Seiring dengan gencarnya penyerapan anggaran berdasarkan disbursement plan,

semakin dirasakan pentingnya arti perencanaan yang baik sehingga anggaran yang

digunakan benar-benar menghasilkan kinerja yang terbaik pula.

Dalam kerangka keuangan negara, BPKP sebagai lembaga pemerintah mempunyai

kewajiban menyusun dan menyajikan laporan keuangan sesuai dengan standar

yang diatur dalam PP Nomor 24 Tahun 2005 tentang Standar Akuntansi

Pemerintahan (SAP). Keberhasilan fungsi dukungan dalam membina satuan kerja

terkait dengan kualitas pengelolaan keuangan, ditandai dengan tingkat opini WTP

terhadap laporan keuangan BPKP yang diperoleh dari BPK RI.

Sasaran “Meningkatnya Efektivitas Perencanaan Pengawasan sebesar 90% dan

Kualitas Pengelolaan Keuangan sebesar 100%” diindikasikan oleh dua IKU dominan

yang terkait langsung dengan efektivitas perencanaan pengawasan dan kualitas

pengelolaan keuangan. Bersama dua belas IKU lainnya, realisasi IKU sasaran

strategis tahun 2012 dibandingkan dikaitkan target 2014 disajikan dalam Tabel 3.10

Tabel 3.10 Perkembangan Pencapaian Indikator Sasaran Strategis 7

No Indikator Kinerja Satuan

Tahun 2012 Capaian Kinerja

Target Kinerja

2014

Realisasi 2012 thd

Target 2014 (%)

Target Realisasi

1. Persentase jumlah rencana penugasan pengawasan yang terealisasi

Persen 80,00 93,98 117,48 90,00 104,42

2. Persentase kesesuaian laporan keuangan Perwakilan BPKP dengan SAP

Persen 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00

3. Persepsi kepuasan pegawai perwakilan terhadap layanan kepegawaian

Skala likert 1-

10

7,60 6,40 84,21 8,00 80,00

4. Persentase Pagu Dana yang tidak Diblokir dalam DIPA

Persen 90,00 100,00 111,00 100,00 100,00

5. Persepsi kepuasan pegawai perwakilan atas pencairan anggaran yang diajukan sesuai prosedur

Skala likert 1-

10

8,00 7,50 93,75 8,50 88,24

6. Persentase permintaan bantuan hukum yang ditindaklanjuti Biro Hukum dan Humas

Persen 80,00 100,00 125,00 100,00 100,00

7. Jumlah publikasi kegiatan perwakilan BPKP di media massa

Jumlah berita

20 19 95,00 24 79,17

8. Persentase pemanfaatan asset Persen 100 100 100 100 100

9. Persepsi kepuasan pegawai perwakilan terhadap layanan sarpras

Skala likert 1-

10

7,9 6,8 86,08 8,10 81,93

Page 77: LAKIP PERWAKILAN BPKP PROVINSI BALI TAHUN 2012 2012.pdf · yang mencegah kecurangan dan memudahkan pengungkapan kasus yang merugikan keuangan Negara di wilayah Perwakilan BPKP Provinsi

LAKIP PERWAKILAN BPKP PROVINSI BALI TAHUN 2012

Bab III – Akuntabilitas Kinerja

65

10. Persentase tindak lanjut rekomendasi hasil audit Inspektorat

Persen 74,00 100 135,14 80,00 125,00

11. Jumlah masukan topik penelitian yang disampaikan ke puslitbangwas

Jumlah Topik

1 0 0 1 0

12. Jumlah instansi APIP yang telah disosialisasi dan atau di-assessment tata kelola APIP

Jumlah APIP

1 1 100 4 25,00

13. Tingkat persepsi kepuasan Pemda atas auditor bersertifikat

Skala likert 1-

10

7,9 7,54 95,44 8,30 90,84

Dari tabel tersebut dan dikaitkan dengan capaian kinerja sasaran yang sama di

Tabel 3.1 terlihat bahwa kedua IKU dominan sasaran strategis tahun 2012 tercapai

100%. Secara keseluruhan, dengan tiga belas IKU, rata-rata capaian sasaran

96,29%. Uraian masing-masing capaian IKU sasaran strategis ini adalah sebagai

berikut:

1. Persentase jumlah rencana penugasan pengawasan yang terealisasi

IKU “Persentase Jumlah Rencana Penugasan Pengawasan yang Terealisasi”

diukur dengan membandingkan realisasi penugasan pengawasan PKPT

dibandingkan dengan target penugasan pengawasan dalam PKPT, dengan

target tahun 2012 sebesar 80%.

Realisasi IKU pada tahun 2012 sebesar 93,98% atau mencapai 117,48% dari

target.

Realisasi IKU tahun 2012 sebesar 93,98% tersebut, mencapai 104,42% dari

target akhir Renstra Perwakilan BPKP Provinsi Bali tahun 2014 sebesar 90%.

Selain itu, pada tahun 2012 Perwakilan BPKP Provinsi Bali telah melaksanakan

penugasan di luar yang direncanakan, khususnya untuk memenuhi permintaan

stakeholders sebanyak 243 penugasan atau 36,21% dari seluruh realisasi

penugasan tahun 2012 sebanyak 671penugasan.

Kegiatan untuk mencapai IKU ini menggunakan dana sebesar Rp761.950.000,00

atau 95,09% dari anggaran sebesar Rp801.309.000,00 dan SDM sebanyak

2.701OH atau 107,01% dari rencana sebanyak 2.524 OH.

Page 78: LAKIP PERWAKILAN BPKP PROVINSI BALI TAHUN 2012 2012.pdf · yang mencegah kecurangan dan memudahkan pengungkapan kasus yang merugikan keuangan Negara di wilayah Perwakilan BPKP Provinsi

LAKIP PERWAKILAN BPKP PROVINSI BALI TAHUN 2012

Bab III – Akuntabilitas Kinerja

66

2. Persentase kesesuaian laporan keuangan Perwakilan BPKP dengan SAP

Salah satu bentuk akuntabilitas pengelolaaan keuangan yang baik adalah tingkat

kewajaran laporan keuangan yang menjadi opini BPK RI terhadap penyajian

laporan keuangan BPKP. IKU “Tingkat Opini BPK RI terhadap Laporan

Keuangan BPKP”dibuat untuk mengukur tingkat keberhasilan dalam membina

satuan kerja terkait penyusunan laporan keuangan sesuai dengan SAP.

Perwakilan BPKP merupakan Unit Akuntansi Pengguna Anggaran BPKP secara

keseluruhan, sehingga laporan keuangan perwakilan merupakan laporan

keuangan dukungan bagi BPKP untuk mendapatkan opini WTP. IKU untuk

Perwakilan BPKP Persentase kesesuaian laporan keuangan Perwakilan BPKP

dengan SAP, diukur berdasarkan hasil reviu Inspektorat terhadap laporan

keuangan perwakilan.

Pada Tahun 2012, IKU ini tidak dapat diukur karena laporan keuangan

perwakilan tidak dilakukan oleh Inspektorat..

Namun demikian dalam rangka mendukung caaian IKU tingkat BPKP, Perwakilan

berupaya melaksanakan kegiatan pengelolaan anggaran sesuai dengan sistem

akuntansi pemerintah.

3. Persepsi kepuasan pegawai perwakilan terhadap layanan kepegawaian

Peningkatan pengelolaan kepegawaian dan organisasi sebagai upaya untuk

perbaikan kualitas SDM, serta penataan kelembagaan dan proses kerja internal

yang dapat menunjang tercapainya penyelenggaraan pengawasan intern

akuntabilitas keuangan negara dan pembinaan penyelenggaraan SPIP. Hal

tersebut dilandasi dengan pemikiran bahwa pelaksanaan prinsip-prinsip tata

kepemerintahan yang baik (good governance) akan terwujud dengan dukungan

SDM yang andal dan terkelola dengan baik.

Persepsi kepuasan terhadap suatu pelayanan sangat bergantung pada suatu

keadaan ketika keinginan, harapan, dan kebutuhan para penerima layanan dapat

terpenuhi. Pernyataan kepuasan atau ketidakpuasan diperoleh melalui survei

kepada para penerima layanan, dengan metode skala Likert 1-10. Perhitungan

persepsi kepuasan terhadap pelayanan pengelolaan kepegawaian dan organisasi

dilaksanakan dengan metode penyebaran kuesioner secara uji petik kepada para

pegawai dari seluruh unit kerja di lingkungan BPKP.

Page 79: LAKIP PERWAKILAN BPKP PROVINSI BALI TAHUN 2012 2012.pdf · yang mencegah kecurangan dan memudahkan pengungkapan kasus yang merugikan keuangan Negara di wilayah Perwakilan BPKP Provinsi

LAKIP PERWAKILAN BPKP PROVINSI BALI TAHUN 2012

Bab III – Akuntabilitas Kinerja

67

Target IKU “Persepsi kepuasan pegawai perwakilan terhadap layanan

kepegawaian” pada tahun 2012 adalah sebesar 7,60 dari skala Likert 1-10.

Capaian kinerja IKU ini menunjukkan tingkat kepuasan pegawai atas pelayanan

pengelolaan kepegawaian dan organisasi, antara lain: (a) Sistem rekrutmen yang

transparan dan berbasis kompetensi; (b) Pelayanan kenaikan pangkat pegawai,

kenaikan jabatan, gaji berkala, dan penyesuaian gaji selalu dilaksanakan secara

tepat waktu; (c) Struktur kelembagaan (organisasi dan tata kerja) yang

proporsional, efektif, dan efisien terus disesuaikan secara bertahap; serta (d)

Penandatanganan pakta integritas atau pernyataan kepatuhan terhadap aturan

perilaku pada setiap awal tahun untuk seluruh pegawai.

Realisasi IKU ini dalam tahun 2012 adalah sebesar 6,40 dari skala Likert 1-10

atau mencapai 84,21%. Realisasi IKU tersebut mencapai 80,00% dari target akhir

periode renstra tahun 2014 sebesar 8,00 dari skala likert 1-10.

Kegiatan untuk mencapai IKU ini menggunakan dana sebesar Rp420.758.000,00

atau 109,48% dari anggaran sebesar Rp384.318.000,00 dan SDM sebanyak

1.844 OH atau 419.09% dari rencana sebanyak 440 OH.

4. Persentase Pagu Dana yang Tidak Diblokir dalam DIPA

Ketersediaan dana yang memadai diperlukan untuk membiayai pelaksanaan

tugas dan fungsi BPKP melalui proses penyusunan anggaran, yang

menghasilkan dokumen anggaran berupa Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran

(DIPA). Pagu dana dalam DIPA dapat dilakukan pemblokiran/pemberian tanda

bintang oleh DPR untuk kegiatan dalam DIPA yang perlu dimintakan persetujuan

dari DPR terlebih dahulu, atau Direktorat Jenderal Anggaran (DJA) untuk

kegiatan pada saat penelaahan belum dilengkapi dengan data dukung yang

memadai/lengkap.

Realisasi pada Perwakilan BPKP Provinsi Bali diukur dengan membandingkan

antara jumlah dana DIPA yang tidak diblokir DJA dibandingkan dengan jumlah

DIPA Perwakilan Tahun 2013.

Pagu dana DIPA Perwakilan BPKP Provinsi Bali Tahun 2013 sebesar

Rp16.545.008.000,00, dengan jumlah dana DIPA yang tidak diblokir sebesar

Rp16.545.008.000,00 atau 100% dari total pagu dana DIPA Tahun 2013.

Page 80: LAKIP PERWAKILAN BPKP PROVINSI BALI TAHUN 2012 2012.pdf · yang mencegah kecurangan dan memudahkan pengungkapan kasus yang merugikan keuangan Negara di wilayah Perwakilan BPKP Provinsi

LAKIP PERWAKILAN BPKP PROVINSI BALI TAHUN 2012

Bab III – Akuntabilitas Kinerja

68

Target IKU sebesar 90%, sedangkan realisasi sebesar 100%, maka capaian IKU

adalah sebesar 111,11%. Realisasi IKU tersebut mencapai 100% dari target akhir

periode renstra tahun 2014 sebesar 100%.

Kegiatan yang mendukung capaian kinerja sasaran adalah Pengelolaan

Anggaran dan Sistem Akuntansi Pemerintah, melalui sub-sub kegiatan

penyusunan pedoman anggaran dan penyusunan dokumen anggaran.

Kegiatan untuk mencapai IKU ini menggunakan dana sebesar Rp73.099.000,00

atau 73,22% dari anggaran sebesar Rp99.834.000,00 dan SDM sebanyak 175

OH atau 364,58% dari rencana sebanyak 48 OH.

5. Persepsi Kepuasan Pegawai Perwakilan atas Pencairan Anggaran yang Diajukan Sesuai Prosedur

Penyediaan dana yang memadai bagi terlaksananya tugas-tugas BPKP secara

keseluruhan dengan pelayanan yang cepat, tepat, dan ramah menjadi kata kunci

yang harus senantiasa disadari oleh para pengelola keuangan dalam

pelaksanaan tugas sehari-hari, agar para pengguna merasa puas dengan

pelayanan keuangan yang mereka terima. Untuk itu, pengelolaan dana yang

tersedia dalam dokumen anggaran harus dilaksanakan secara profesional dan

akuntabel. Ketepatan jumlah dan waktu penyediaan dana memerlukan kerja

sama dari unit pengguna dalam penyampaian berkas permintaan dan

pertanggungjawaban dana sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Persepsi kepuasan pegawai perwakilan atas pencairan anggaran yang diajukan

sesuai dengan prosedur adalah untuk mengetahui tingkat kepuasan pengguna

anggaran atas pelayanan yang diberikan dalam menyediakan uang untuk

membiayai kegiatan yang telah dianggarkan, diukur berdasarkan hasil survai

kepuasan pegawai atas layanan keuangan.

Realisasi Indikator Kinerja Utama tahun 2012 sebesar 6,8 dari skala likert 1-10

atau mencapai 86,06% dari target sebesar 8,00 dari skala likert 1-10.

Realisasi sasaran tahun 2012 sebesar 6,8 dari skala likert 1-10 mencapai

88,24% dari target akhir periode renstra tahun 2014 sebesar 8,50 dari skala

Likert 1-10.

Page 81: LAKIP PERWAKILAN BPKP PROVINSI BALI TAHUN 2012 2012.pdf · yang mencegah kecurangan dan memudahkan pengungkapan kasus yang merugikan keuangan Negara di wilayah Perwakilan BPKP Provinsi

LAKIP PERWAKILAN BPKP PROVINSI BALI TAHUN 2012

Bab III – Akuntabilitas Kinerja

69

Pencapaian Indikator Kinerja Utama ini didukung dengan beberapa proses

kegiatan, antara lain penyediaan uang yang sesuai dengan jumlah dan waktu

yang diajukan dalam SPP yang sesuai dengan prosedur, verifikasi

perbendaharaan, monitoring/evaluasi penyusunan dan perbendaharaan

anggaran, pembinaan penyusunan dan perbendaharaan anggaran, serta

rekonsiliasi penyusunan dan perbendaharaan anggaran.

Kegiatan untuk mencapai IKU ini menggunakan dana sebesar Rp507.064.000,00

atau 75,79% dari anggaran sebesar Rp669.018.000,00 dan SDM sebanyak

1.374 OH atau 65,90% dari rencana sebanyak 2.085 OH.

6. Persentase permintaan bantuan hukum yang ditindaklanjuti Biro Hukum dan Humas

Salah satu fungsi pelayanan BPKP dalam rangka mendukung tugas dan fungsi

BPKP adalah memberikan bantuan hukum kepada satuan kerja BPKP yang

tengah menghadapi gugatan hukum, melakukan kajian hukum atas peraturan

perundang-undangan berdasarkan permintaan dari satuan kerja BPKP, dan

melakukan pembinaan hukum kepada satuan kerja BPKP yang membutuhkan.

Untuk itu, kinerja IKU bidang hukum BPKP diukur dengan menilai tingkat

kepuasan pegawai/satuan kerja terhadap layanan pembinaan dan bantuan

hukum. Indikator yang digunakan untuk mengukur kualitas layanan tersebut

adalah “Persepsi kepuasan pegawai/satuan kerja atas pembinaan dan bantuan

hukum”. Pada tingkat perwakilan IKU tersebut menjadi Persentase permintaan

bantuan hukum yang ditindaklanjuti Biro Hukum dan Humas dengan capain

diukur berdasarkan jumlah permintaan bantuan hukum yang ditindaklanjuti Biro

Hukum dan Humas dibandingkan dengan jumlah permintaan bantuan hukum.

Pada tahun 2012, permintaan bantuan hukum yang ditindaklanjuti oleh Biro

Hukum dan Humas sebanyak 1 Permintaan atau 100 % dari seluruh

permintaaan sebanyak 1 permintaan, sehingga capaian kinerja IKU sebesar

125% dari target sebesar 80%.

Realisasi IKU tahun 2012 sebesar 100% tersebut mencapai 100% dari target

IKU pada akhir periode Renstra tahun 2014 sebesar 100%.

Page 82: LAKIP PERWAKILAN BPKP PROVINSI BALI TAHUN 2012 2012.pdf · yang mencegah kecurangan dan memudahkan pengungkapan kasus yang merugikan keuangan Negara di wilayah Perwakilan BPKP Provinsi

LAKIP PERWAKILAN BPKP PROVINSI BALI TAHUN 2012

Bab III – Akuntabilitas Kinerja

70

7. Jumlah Publikasi Kegiatan Perwakilan BPKP di Media Massa

Eksistensi sebuah organisasi antara lain ditentukan oleh citra organisasi yang

terbentuk di lingkungannya. Demikian juga dengan eksistensi BPKP yang

ditentukan juga oleh citranya di mata publik. Oleh karena itu, persepsi publik

terhadap BPKP menjadi salah satu alat ukur yang relevan dalam menilai kinerja

BPKP.

Kinerja IKU ini diukur dengan cara mengukur jumlah berita tentang kegiatan

perwakilan BPKP di media massa.

Selama tahun 2012 jumlah berita tentang kegiatan Perwakilan BPKP di media

massa sebanyak 19 Berita atau 95% dari target sebanyak 20 Berita.

Realisasi IKU tahun 2012 sebanyak 19 berita tersebut mencapai 79,17% dari

target akhir periode Renstra 2014 sebanyak 24 berita.

Kegiatan untuk mencapai IKU ini menggunakan dana sebesar Rp35.690.000,00

atau 47,55% dari anggaran sebesar Rp75.065.000,00 dan SDM sebanyak 91

OH atau 44,39% dari rencana sebanyak 205 OH.

8. Persentase Pemanfaatan Aset

Persentase Pemanfaatan Aset digunakan untuk mengukur pengelolaan dan

pengembangan kapasitas sarana dan prasarana di BPKP yang dilaksanakan

melalui pengelolaan urusan tata usaha, perlengkapan, dan rumah tangga bagi

seluruh satuan kerja. Persentase pemanfaatan asset diukur berdasarkan total

asset dikurangi asset kondisi baik/kurang baik dibandingkan total asset.

Dalam tahun 2012, persentase pemanfaatan asset sebesar 100% atau 100%

dari target sebesar 100%.

IKU ini dicapai melalui kegiatan pembinaan administrasi dan pengelolaan

perlengkapan, meliputi sub-subkegiatan pencatatan dan updating akuntansi aset,

inventarisasi aset, serta validasi dan verifikasi aset pada BPKP.

Realisasi IKU tahun 2012 sebesar 100% tersebut telah sesuai dengan target

capaian akhir periode renstra tahun 2014.

Page 83: LAKIP PERWAKILAN BPKP PROVINSI BALI TAHUN 2012 2012.pdf · yang mencegah kecurangan dan memudahkan pengungkapan kasus yang merugikan keuangan Negara di wilayah Perwakilan BPKP Provinsi

LAKIP PERWAKILAN BPKP PROVINSI BALI TAHUN 2012

Bab III – Akuntabilitas Kinerja

71

Kegiatan untuk mencapai IKU ini menggunakan dana sebesar

Rp1.646.625.000,00 atau 144,28% dari anggaran sebesar Rp1.141.252.000,00

dan SDM sebanyak 759 OH atau 151,20% dari rencana sebanyak 502 OH.

9. Persepsi Kepuasan Pegawai Perwakilan Terhadap Layanan Sarana Prasarana

Fungsi dukungan manajemen BPKP diantaranya dilaksanakan melalui

penyediaan dan pengelolaan sarpras sesuai dengan kebutuhan di lingkungan

BPKP.

IKU “Persepsi Kepuasan Pegawai Perwakilan Terhadap Layanan Sarpras”

merupakan indikator tambahan untuk mencapai Sasaran Strategis 7 dengan

target sebesar 7,90 dari skala likert 1-10. IKU ini diukur dari hasil survey

kepuasan pegawai perwakilan atas layanan sarpras.

Berdasarkan hasil survai atas persepsi Kepuasan Pegawai Perwakilan Terhadap

Layanan Sarpras tahun 2012, capaian IKU atas pelaksanaan layanan sarpras

sebesar 6,8 dari skala likert 1-10 atau 86,08% dari target sebesar 7,9 dari skala

likert 1-10.

Tercapainya target kinerja sasaran ini antara lain karena adanya penggunaan

aplikasi sistem perbendaharaan, aplikasi gaji dan perjalanan dinas, serta

pengadaan keperluan sehari-hari perkantoran yang didasarkan pada skala

prioritas kebutuhan pengguna.

Faktor-faktor pendukung keberhasilan pencapaian target output karena adanya

kesiapan sarpras, kesiapan SDM pelaksana, dan peningkatan kompetensi SDM

pengelola secara berkesinambungan.

Realisasi IKU tahun 2012 sebesar 6,8 dari skala likert 1-10. Jika dibandingkan

dengan target akhir periode renstra tahun 2014, IKU ini telah mencapai 81,93%

dari target sebesar 8,30.

Kegiatan untuk mencapai IKU ini menggunakan dana sebesar

Rp9.312.821.000,00 atau 95,69% dari anggaran sebesar Rp9.732.500.000,00

dan SDM sebanyak 2.957 OH atau 66,48% dari rencana sebanyak 4.448 OH.

Page 84: LAKIP PERWAKILAN BPKP PROVINSI BALI TAHUN 2012 2012.pdf · yang mencegah kecurangan dan memudahkan pengungkapan kasus yang merugikan keuangan Negara di wilayah Perwakilan BPKP Provinsi

LAKIP PERWAKILAN BPKP PROVINSI BALI TAHUN 2012

Bab III – Akuntabilitas Kinerja

72

10. Persentase Tindak Lanjut Rekomendasi Hasil Audit Inspektorat BPKP

Kegiatan pengawasan internal yang dilaksanakan Inspektorat BPKP antara lain

bertujuan memberikan jaminan mutu dan kepatuhan pada setiap pelaksanaan

kegiatan BPKP. Hasil kegiatan pengawasan yang dilaksanakan Inspektorat

merupakan bagian dari fungsi early-warning dalam pengembangan dan

perbaikan operasional untuk mencapai dan meningkatkan kinerja BPKP.

IKU “Persentase Tindak Lanjut Rekomendasi Hasil Audit Inspektorat BPKP”

merupakan IKU lainnya untuk mencapai Sasaran Strategis 7 dengan target

sebesar 74,00. IKU ini diukur dengan menghitung Jumlah tindak lanjut

rekomendasi hasil audit Inspektorat dibandingkan dengan jumlah rekomendasi

Inspektorat yang diterima sampai dengan tahun berjalan.

Dalam tahun 2012, jumlah tindak lanjut rekomendasi hasil audit Inspektorat

sebanyak 8 tindak lanjut atau 100% dari 8 rekomendasi yang harus

ditindaklanjuti. Dibandingkan dengan target IKU pada tahun 2012 sebesar 74%,

maka capaian IKU sebesar 135,14%.

Realisasi IKU tahun 2012 sebesar 100%, jika dibandingkan dengan target akhir

periode renstra tahun 2014, IKU ini telah mencapai 125% dari target sebesar

80,00%.

Kegiatan untuk mencapai IKU ini menggunakan dana sebesar Rp3.580.000,00.

atau 15,94% dari anggaran sebesar Rp22.465.000,00 dan SDM sebanyak 28 OH

atau 58,33% dari rencana sebanyak 48 OH.

11. Jumlah Masukan Topik Penelitian yang Disampaikan ke Pusat Penelitian dan Pengembangan Pengawasan

IKU “Jumlah Masukan Topik Penelitian yang Disampaikan ke Pusat Penelitian

dan Pengembangan Pengawasan” merupakan IKU lainnya untuk mencapai

Sasaran Strategis 7 dengan target sebesar 77,00%. IKU ini diukur dari jumlah

masukan topik penelitian yang disampaikan ke Puslitbangwas.

Pada tahun 2012, Perwakilan BPKP Provinsi Bali belum pernah menyampaikan

masukan topik penelitian ke Pusat Penelitian dan Pengembangan Pengawasan.

Page 85: LAKIP PERWAKILAN BPKP PROVINSI BALI TAHUN 2012 2012.pdf · yang mencegah kecurangan dan memudahkan pengungkapan kasus yang merugikan keuangan Negara di wilayah Perwakilan BPKP Provinsi

LAKIP PERWAKILAN BPKP PROVINSI BALI TAHUN 2012

Bab III – Akuntabilitas Kinerja

73

12. Pencapaian Tata Kelola APIP yang Baik

Tugas dan fungsi Instansi Pembina berdasarkan Permenpan Nomor

PER/220/M.PAN/7/2008 tanggal 4 Juli 2008 tentang JFA dan Angka Kreditnya

serta Peraturan Bersama Kepala BPKP dan Kepala BKN, Nomor PER-

1310/K/JF/2008; Nomor 24 Tahun 2008 tanggal 11 November 2008 tentang

Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Auditor dan Angka Kreditnya,

memberi arah baru bagi BPKP sebagai Instansi Pembina JFA menuju pada

manajemen SDM berbasis kompetensi dan kinerja.

Terkait peran yang harus dilakukan oleh APIP, dalam pasal 48 Peraturan

Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang SPIP, dinyatakan bahwa

pengawasan intern atas penyelenggaraan tugas dan fungsi instansi pemerintah

dilakukan oleh APIP. Pengawasan intern tersebut mencakup kegiatan yang

berkaitan langsung dengan penjaminan kualitas (quality assurance), yaitu audit,

reviu, evaluasi, dan pemantauan, perlunya penerapan tata kelola yang baik guna

mendukung terselenggaranya pemerintahan yang efektif, transparan, akuntabel,

serta bersih dan bebas dari praktek KKN serta kegiatan pengawasan lainnya

yang berkaitan dengan bantuan saran (consultancy), antara lain berupa

sosialisasi mengenai pengawasan, pendidikan dan pelatihan pengawasan,

pembimbingan dan konsultasi, pengelolaan hasil pengawasan serta pemaparan

hasil pengawasan.

Dengan ketentuan tersebut, peran dan lingkup tugas pengawasan intern

semakin banyak dan kompleks sehingga berdampak pada kebutuhan SDM

auditor yang semakin meningkat, baik kuantitas maupun kualitas.

IKU “Pencapaian Tata Kelola APIP yang Baik” merupakan IKU lainnya untuk

mencapai Sasaran Strategis 7 dengan target sebesar 40,00%. Pada tingkat

perwakilan, IKU ini diterjemahkan menjadi “Jumlah Instansi APIP yang Telah

Disosialisasi dan atau di-Assesment Tata Kelola APIP.” IKU ini bertujuan untuk

mengukur manfaat pembinaan yang dilakukan BPKP selaku instansi Pembina

JFA dalam mewujudkan auditor yang profesional dan kompeten, serta tata kelola

yang baik di lingkungan APIP non-BPKP.

Salah satu kriteria yang digunakan untuk menilai bahwa unit APIP telah

melaksanakan tata kelola APIP yang baik untuk tahun 2012 adalah berdasarkan

Page 86: LAKIP PERWAKILAN BPKP PROVINSI BALI TAHUN 2012 2012.pdf · yang mencegah kecurangan dan memudahkan pengungkapan kasus yang merugikan keuangan Negara di wilayah Perwakilan BPKP Provinsi

LAKIP PERWAKILAN BPKP PROVINSI BALI TAHUN 2012

Bab III – Akuntabilitas Kinerja

74

hasil assessment (evaluasi) penerapan tata kelola APIP yang mengacu kepada

model Internal Audit Capability Model (IACM).

Realisasi IKU tahun 2012 sebanyak 1 instansi API atau mencapai 100% dari

target sebanyak 1 instansi APIP.

Realisasi IKU tahun 2012 sebanyak 1 instansi tersebut jika dibandingkan dengan

target akhir periode Renstra tahun 2014, IKU ini telah mencapai 25% dari target

sebanyak 4 instansi.

Dengan memerhatikan realisasi IKU selama tiga tahun terakhir, maka diperlukan

upaya yang intensif untuk mencapai target IKU pada akhir periode renstra tahun

2014.

Kegiatan untuk mencapai IKU ini menggunakan dana sebesar Rp70.185.000,00

atau 49,33% dari anggaran sebesar Rp142.270.000,00 dan SDM sebanyak 377

OH atau 172,94% dari rencana sebanyak 218 OH.

13. Tingkat Persepsi Kepuasan Pemda atas Auditor Bersertifikat

IKU “Tingkat Persepsi Kepuasan Pemda atas Auditor Bersertifikat” merupakan

IKU lainnya untuk mencapai Sasaran Strategis 7, dengan target sebesar 7,50

dari skala likert 1-10. IKU ini diukur dengan pendekatan kepuasan pelanggan

(customer satisfaction).

Pengukuran ditujukan kepada pimpinan/pejabat struktural di lingkungan Pemda

(Inspektorat Daerah Provinsi/Kabupaten/Kota).

IKU ini bertujuan untuk mengukur manfaat pembinaan yang dilakukan BPKP

selaku instansi pembina JFA dalam mewujudkan auditor berkualitas yaitu auditor

yang profesional, efisien, dan efektif sehingga dapat meningkatkan mutu

pengawasan.

Realisasi IKU sebesar 7,54 dari skala likert 1-10 atau mencapai 95,44% dari

target sebesar 7,9 skala Likert 1-10. IKU ini dicapai melalui kegiatan pembinaan

JFA dan Tata Kelola APIP yang didukung sub-sub kegiatan penerbitan sertifikat,

penilaian angka kredit terpusat JFA APIP, evaluasi penerapan JFA, dan

penyediaan layanan informasi.

Page 87: LAKIP PERWAKILAN BPKP PROVINSI BALI TAHUN 2012 2012.pdf · yang mencegah kecurangan dan memudahkan pengungkapan kasus yang merugikan keuangan Negara di wilayah Perwakilan BPKP Provinsi

LAKIP PERWAKILAN BPKP PROVINSI BALI TAHUN 2012

Bab III – Akuntabilitas Kinerja

75

Realisasi IKU tahun 2012 sebesar 7,54 dari skala likert 1-10 Jika dibandingkan

dengan target akhir periode Renstra tahun 2014, IKU ini telah mencapai 90,84%

dari target sebesar 8,30.

Kegiatan untuk mencapai IKU ini menggunakan dana sebesar Rp17.112.000,00

atau 570,40% dari anggaran sebesar Rp3.000.000,00 dan SDM sebanyak 37 OH

atau 92,50% dari rencana sebanyak 40 OH.

Sasaran Strategis 8: Terselenggaranya Satu Sistem Dukungan Pengambilan Keputusan Bagi Pimpinan

Sejalan dengan perubahan lingkungan strategis pada BPKP terutama dengan

terbitnya PP Nomor 60 Tahun 2008, menegaskan identitas BPKP sebagai Auditor

Presiden. Sehubungan dengan itu, BPKP dituntut untuk memberikan informasi yang

berharga bagi Presiden dan mampu memberikan solusi atas permasalahan yang

dihadapi pemerintah. Selain itu, BPKP juga harus mampu memberikan informasi

untuk mendukung pengambilan keputusan internal BPKP.

Sasaran strategis ini memiliki dua IKU, di mana satu IKU dominan untuk mengukur

keberhasilan sasaran strategis. Secara lengkap, realisasi IKU Sasaran Strategis

pada tahun 2012 dibandingkan dengan tahun 2011, dan dikaitkan dengan target

2014 disajikan dalam Tabel 3.12 berikut ini:

Tabel 3.12 Perkembangan Pencapaian Indikator Sasaran Strategis 8

No Indikator Kinerja Satuan Tahun 2012

Kinerja Target

Kinerja 2014

Capaian 2012 thd Target 2014 (%) Target Realisasi

1. Jumlah Sistem Informasi yang Dimanfaatkan Secara Efektif

Jumlah sistem

10 10 100 10 100

Dari tabel tersebut dan dikaitkan dengan capaian kinerja sasaran yang sama di

Tabel 3.12, terlihat bahwa IKU Sasaran Strategis pada tahun 2012 tercapai 100%.

Capaian IKU adalah sebagai berikut:

1. Jumlah Sistem Informasi yang Dimanfaatkan Secara Efektif

IKU ini digunakan untuk mengukur penggunaan/pengimplementasian sistem

informasi yang dikembangkan oleh BPKP untuk menghasilkan/menyediakan

Page 88: LAKIP PERWAKILAN BPKP PROVINSI BALI TAHUN 2012 2012.pdf · yang mencegah kecurangan dan memudahkan pengungkapan kasus yang merugikan keuangan Negara di wilayah Perwakilan BPKP Provinsi

LAKIP PERWAKILAN BPKP PROVINSI BALI TAHUN 2012

Bab III – Akuntabilitas Kinerja

76

informasi yang dibutuhkan oleh unit kerja di lingkungan BPKP. IKU ini diukur

berdasarkan Jumlah sistem informasi yang dimanfaatkan dibagi dengan jumlah

sistem informasi yang wajib dimanfaatkan BPKP (SIM HP, SIM RKT, SIM

MonevRKT, SAKPA, SIMAK BMN, RKAKL, SPM, SPPD, DMS, SIMPEG)

Realisasi IKU tahun 2012 sebanyak 10 sistem informasi mencapai 100% dari

target sebanyak 10 sistem informasi.

Realisasi IKU tahun 2012 sebanyak 10 sistem informasi tersebut, jika

dibandingkan target akhir periode renstra tahun 2014 sebanyak 10 sistem

informasi telah mencapai 100%.

Kegiatan untuk mencapai IKU ini menggunakan dana sebesar Rp42.468.000,00

atau 28,34% dari anggaran sebesar Rp149.854.000,00 dan SDM sebanyak

1.151 OH atau 442,69% dari rencana sebanyak 260 OH.

Page 89: LAKIP PERWAKILAN BPKP PROVINSI BALI TAHUN 2012 2012.pdf · yang mencegah kecurangan dan memudahkan pengungkapan kasus yang merugikan keuangan Negara di wilayah Perwakilan BPKP Provinsi

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA PERWAKILAN BPKP PROVINSI BALI TAHUN 2012

77

IV. PENUTUP

Sebagaimana diamanatkan dalam PP 60 Tahun 2008, Perwakilan BPKP Provinsi Bali melakukan pembinaan SPIP dan pengawasan intern terhadap kegiatan lintas sektoral, kebendaharaan umum dan kegiatan lain atas permintaan Presiden. Fungsi pengawasan intern dilakukan melalui kegiatan audit, reviu, evaluasi, pemantauan, dan kegiatan pengawasan lainnya. Pengawasan intern terutama diarahkan untuk membantu Menteri/Pimpinan Lembaga, Gubernur, dan Bupati/Walikota dalam rangka memperkuat dan menunjang efektivitas Sistem Pengendalian Intern.

Pertanggungjawaban pelaksanaan pengawasan intern dan pembinaan SPIP disampaikan dalam LAKIP Perwakilan BPKP Provinsi Bali. Dalam pelaporan kinerja ini disajikan informasi kinerja yang telah diperjanjikan disertai evaluasi dan analisis yang memadai sehingga dapat dimanfaatkan untuk perbaikan kinerja ke depan.

Laporan Akuntabilitas Kinerja Perwakilan BPKP Provinsi Bali, di samping merupakan pertanggungjawaban kinerja Perwakilan BPKP Provinsi Bali dalam mencapai tujuan/sasaran strategis tahun 2012, juga mencerminkan sejauh mana Sistem AKIP telah diimplementasikan. Beberapa perbaikan mendasar telah dilakukan terhadap seluruh komponen Sistem AKIP yang meliputi perencanaan kinerja, pengukuran kinerja, pelaporan kinerja, evaluasi kinerja, dan pencapaian sasaran organisasi.

Perbaikan dalam perencanaan kinerja berupa perbaikan kualitas dokumen renstra, rencana kinerja tahunan, penetapan kinerja, dan indikator kinerja utama. Terhadap Renstra Perwakilan BPKP Provinsi Bali 2010-2014 telah ditambahkan sasaran strategis, IKU dan target tahunan diselaraskan dengan RPJMN. Target-target kinerja jangka menengah dalam renstra telah dirinci dalam target-target kinerja tahunan dalam rencana kinerja tahunan dan penetapan kinerja, serta dimanfaatkan untuk mengukur keberhasilan. Sasaran strategis telah berorientasi hasil, bukan proses/kegiatan, dan diukur dengan indikator-indikator kinerja utama yang dominan. Kegiatan yang dirancang telah selaras dan memiliki hubungan kausalitas dengan sasaran.

Perbaikan dalam pengukuran kinerja berupa perbaikan mekanisme pengumpulan data kinerja dengan menggunakan teknologi informasi, dan melakukan pengukuran kinerja melalui pembandingan dengan target tahun berjalan.

Upaya perbaikan dalam evaluasi kinerja berupa pemantauan mengenai kemajuan pencapaian kinerja beserta hambatannya oleh pihak internal maupun eksternal, dan melaksanakan tindak lanjut atas hasil evaluasi.

Pencapaian sasaran strategis sebagian besar telah memenuhi target dan termasuk kategori “Memuaskan” dibandingkan target yang telah ditetapkan dalam tahun 2012.

Page 90: LAKIP PERWAKILAN BPKP PROVINSI BALI TAHUN 2012 2012.pdf · yang mencegah kecurangan dan memudahkan pengungkapan kasus yang merugikan keuangan Negara di wilayah Perwakilan BPKP Provinsi

78

Dari delapan sasaran strategis dengan keseluruhan 45 IKU, telah dipilih 12 IKU dominan sebagai ukuran penilaian capaian sasaran. Realisasi tahun 2012, lima dari delapan sasaran strategis telah mencapai target 100%, dan 9 dari 12 IKU dominan tercapai yang dirinci sebagai berikut.

Sasaran 1: Dari 3 IKU dominan, tercapai 3, capaian 100% Sasaran 2: Dari 1 IKU dominan tercapai 98,19% Sasaran 3: Dari 2 IKU dominan, tercapai 2, capaian 100% Sasaran 4: Dari 1 IKU dominan, tercapai 1, capaian 100% Sasaran 5: Dari 1 IKU dominan tercapai 41,96% Sasaran 6: Dari 1 IKU dominan tercapai 89,43% Sasaran 7: Dari 2 IKU dominan, tercapai 2, capaian 100% Sasaran 8: Dari 1 IKU dominan, tercapai 1, capaian 100%

Beberapa kelemahan dalam pencapaian sasaran strategis dapat diidentifikasi sebagai berikut:

1. Hasil pengawasan lintas sektor yang dijadikan sebagai bahwa pengambilan keputusan oleh stakeholder masih perlu ditingkatkan.

2. K/L/Pemda yang menyelenggarakan SPIP sesuai PP 60/2008 di bawah 100% disebabkan:

a. Implementasi SPIP belum secara integral menyatu dengan operasional instansi, namun baru pada tahap pengembangan infrastruktur pengendalian, berupa pemetaan risiko, penetapan dan pengembangan Kebijakan/Standard Operating Procedure (SOP);

b. Belum intensifnya fasilitasi penyelenggaraan SPIP sehingga manfaat nyata dari SPIP belum dapat dirasakan oleh K/L/Pemda.

Belum tercapainya sasaran tersebut terutama disebabkan belum adanya satu kedeputian PERWAKILAN BPKP PROVINSI BALI yang ditugaskan secara khusus melaksanakan pembinaan SPIP kepada seluruh K/L/Pemda.

3. Tingkat penerapan jabatan fungsional auditor di bawah 100% antara lain disebabkan fasilitasi penerapan JFA pada APIP belum dilakukan secara intensif. Di samping itu, jumlah kelulusan sertifikasi auditor yang relatif rendah membuat APIP belum antusias menerapkan JFA.

Langkah-langkah yang harus dilakukan oleh Perwakilan BPKP Provinsi Bali dalam upaya memperbaiki kinerja antara lain:

1. Menyempurnakan metodologi perencanaan dan pelaksanaan pengawasan yang secara dini dapat memetakan permasalahan lintas sektoral dan permasalahan stakeholder lainnya sehingga dapat lebih efektif mengarahkan perumusan rekomendasi yang relevan dan strategis.

2. Peningkatan K/L/Pemda yang menyelenggarakan SPIP sesuai PP 60/2008 diupayakan dengan cara:

Page 91: LAKIP PERWAKILAN BPKP PROVINSI BALI TAHUN 2012 2012.pdf · yang mencegah kecurangan dan memudahkan pengungkapan kasus yang merugikan keuangan Negara di wilayah Perwakilan BPKP Provinsi

BAB IV. PENUTUP

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA PERWAKILAN BPKP PROVINSI BALI TAHUN 2012

79

a. Menuntaskan penguatan dan pengembangan infrastruktur penyelenggaraan SPIP dengan terus meningkatkan pembinaan penyelenggaraan SPIP. Subkegiatan yang akan dilaksanakan untuk mendukung kegiatan tersebut antara lain :

1) Menambah jumlah personil satgas pembinaan SPIP yang dapat bertugas secara fokus untuk kegiatan pembinaan penyelenggaraan SPIP.

2) Meningkatkan target, realisasi dan kualitas sosialisasi, diklat dan workshop penyelenggaraan SPIP bagi Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah.

3) Meningkatkan intensitas pembimbingan teknis penyelenggaraan SPIP, antara lain untuk penyusunan desain penyelenggaraaan SPIP.

b. Berkoordinasi lebih intensif dengan Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah untuk percepatan implementasi dan internalisasi penyelenggaraan SPIP secara integral dalam kegiatan operasional instansi, sehingga meningkatkan efisiensi dan efektivitas kinerja instansi termasuk peningkatan kualitas akuntabilitas dan laporan keuangan yang wajar.

3. Intensifikasi pembentukan kedeputian PERWAKILAN BPKP PROVINSI BALI yang ditugaskan secara khusus melaksanakan pembinaan SPIP kepada seluruh K/L/Pemda.

4. Intensifikasi fasilitasi penerapan JFA APIP dan peningkatan jumlah kelulusan sertifikasi auditor.

5. Peninjauan ulang penetapan target tahunan IKU yang capaiannya di tahun 2012 jauh dari 100%.

6. Pengembangan sistem informasi pengukuran data kinerja sampai dengan capaian IKU.

Akhirnya dengan disusun LAKIP ini, diharapkan dapat memberikan informasi secara transparan kepada seluruh pihak yang terkait mengenai tugas fungsi Perwakilan BPKP Provinsi Bali, sehingga dapat memberikan umpan balik guna peningkatan kinerja pada tahun-tahun mendatang. Secara internal LAKIP ini telah menjadi motivator untuk lebih meningkatkan kinerja organisasi terhadap perkembangan tuntutan stakeholders, sehingga kontribusi Perwakilan BPKP Provinsi Bali dalam pembangunan dapat lebih dirasakan.

---o0o---