Kreasi London! Mei - Juni 2015

download Kreasi London! Mei - Juni 2015

of 34

  • date post

    22-Jul-2016
  • Category

    Documents

  • view

    226
  • download

    6

Embed Size (px)

description

E-newsletter edisi Mei – Juni 2015 bercerita mengenai Jam Session PPI London, Hello Indonesia yang diadakan oleh Restaurant Nusa Dua, dan tak kalah pentingnya juga ada review akomodasi dari pelajar di London.

Transcript of Kreasi London! Mei - Juni 2015

  • PEMIMPIN REDAKSI :

    Ria Dwi Agustina

    EDITOR :

    Rissa Nurul Eza

    PENATA LETAK :

    Chrisvensia Layhadi

    Nadia Hudiana

    Weelsen Suyanto

    FOTOGRAFER:

    Talitha Amalia Zafira

    Divachallista Teosavitri

    KONTRIBUTOR :

    Fadhilah Muslim

    Erlangga Hendratono

    Dorothy Ferary

    Tito Adibaskoro

    Niken Rarasati

    Savitri Sastrawan

    Nicholaus Prasetya

    Rissa Nurul Eza

    Tim Redaksi

  • May 2015

  • KABAR LONDON

  • 05-06DAFTAR ISI

    03TIM REDAKSI

    04

    THIS MONTHLONDON :

    07-18KABARLONDONHELLO INDONESIA

    JAM SESSION PPI London

    Oxford Education Day

    Research Update

    MOU PPI Oxbridge-PPI London

    Science Cafe

    Pojok Rohani (Nyepi di London)

  • 19-20REVIEWAKOMODASI

    21-22WIRA USAHA

    23-24JALAN-JALAN

    Cafe SenggolNusa Dua Restaurant

    Chelsea FCs Victory Parade

    SALAMKREASI LONDONSalam Musim Semi!

    Di bulan Mei yang cerah kali ini, E-Newsletter KREASI LON-DON! Edisi bulan Mei 2015 kembali terbit. Mengikuti perayaan hari Kartini dan berbagai acara menarik yang terjadi di London, ENews edisi kali ini akan mengusung tema Wanita. Dari berbagai event yang terja-di di London, salah satunya adalah jam session yang diadakan oleh PPI London. Selain itu, ada pula cerita menarik tentang Oxford Education Day dan MOU antara PPI Oxbridge dan PPI London.

    Ada pula liputan mengenai peringatan hari Kartini oleh ko-munitas INDUK. Research Update kali ini menceritakan mengenai penelitian salah satu pelajar London yang meneliti tentang evolusi wayang. Tidak lupa, pojok rohani meliput mengenai perayaan nyepi di ibukota United Kingdom ini. Ada pula review student accommodation di London yang mungkin berguna untuk teman-teman, terutama yang sebentar lagi akan memulai tahun akademik baru. Last but not least, rubrik jalan-jalan kali ini akan menceritakan tentang kemeriahan parade kemenangan Chelsea FC, salah satu klub sepak bola papan atas London. Enjoy!

  • HELLO INDONESIAHello Indonesia adalah acara yang diselenggarakan oleh

    Restaurant Nusa Dua London yang ingin memperkenalkan budaya Indonesia di UK tepatnya di London. Bu Usya, pemilik restaurant ini mengaku senang diadakannya kembali acara Hello Indonesia setelah sukses tahun lalu. Acara ini pun didukung banyak kalangan, salah satunya didukung oleh Mayor City of London.

    Hello Indonesia tahun 2015 ini diadakan di Trafalgar Square pada hari Sabtu tanggal 7 Juni 2015. Acaranya sendiri sangat meri-ah, tak tanggung-tanggung, pihak panitia turut mendatangkan pen-yanyi dari Indonesia langsung. Adapun Eyang Titiek Puspa beserta grup vokal duta cinta, dan juga Dwiki Darmawan yang ikut memer-iahkan acara perkenalan budaya Indonesia di London ini. Fashion show, tarian tradisional, dan lagu-lagu tradisional Indonesia pun diperkenalkan kepada masyarakat yang hadir di acara ini. Tak lupa makanan Indonesia yang terkenal pun ada di acara ini, sebut saja sate, gado-gado, rujak, martabak yang pastinya menjadi tombo kangen masyarakat Indonesia yang telah menetap di London.

    Warga asli UK pun berkomentar bahwa Indonesia kaya akan budaya dan juga memiliki ragam tarian dan lagu tradisional serta makanan yang menjadi favorit mereka. Nah, setelah mendengar komentar ini pastilah kita sebagai orang Indonesia bangga akan ke-megahan dan kekayaan seni dan budaya negara kita tercinta, Indo-nesia. Ayo kita ikut mempromosikan negara tercinta kita ini. Kalau bukan kita, siapa lagi?

  • Jamming session atau jam session adalah salah satu program kerja baru dari bidang kekel-uargaan PPI London yang bertujuan untuk mewadahi pelajar maupun non-pelajar di London berkumpul, bermain musik bersama, dan bertukar pikiran mengenai musik. Pada tanggal 11 April 2015 lalu, diadakan jam session pertama yang berlokasi di KBRI. Perkumpulan perdana ini dihadiri oleh sekitar 31 orang peserta, yang berasal dari beragam latar jenjang pendidikan, mulai dari pelajar di A-level, undergraduate, master, hingga doctorate hadir meramaikan acara ini.

  • Acara yang dimulai pada pukul 14 diawali dengan perkenalan mengenai jam session dan perkenalan peserta, dilanjutkan dengan disku-si singkat mengenai harapan akan jam session ke depannya. Tanpa berlama-lama, jam session segera memasuki acara utama yaitu sesi nge-jam bareng. Meskipun para peserta yang hadir merepresentasikan genre musik yang berbe-da dan belum pernah bermain musik bersama sebelumnya, namun spontanitas para peserta dalam bermain musik sungguh luar biasa. Para peserta silih berganti menaiki panggung dan saling bertukar peran, entah itu menjadi vokalis, pemain drum, pemain gitar/bas, pemain key-board, ataupun menjadi backing vocal. Musik yang dibawakan pun cukup beragam, mulai dari lagu Top40 international, jazz, pop, blues, rock, tembang lawas Indonesia, bahkan dangdut!

    Kumpul perdana jam session tidak hanya dihadiri oleh teman-teman pelajar dan non-pe-lajar yang memiliki hobi bermain alat musik, tetapi juga oleh teman-teman yang senang mendengarkan musik atau sekedar ingin ber-kumpul. Beberapa juga terlihat asyik bermain kartu sambil ditemani oleh iringan musik para peserta jam session dan kue-kue tradisional In-donesia, seperti martabak, pisang goreng, dan bolu yang disediazkan oleh panitia jam session.

    Selama acara berlangsung para pemain musik terlihat komunikatif dengan para penon-ton, tak jarang para pemain musik memainkan lagu-lagu yang di-request oleh penonton, men-gajak penonton untuk duet ke atas panggung, atau meminta penonton untuk menyanyikan lagu bersama-sama sehingga membuat acara kumpul perdana jam session ini menjadi hidup.

    Hingga mendekati akhir acara, yaitu pukul 18.00 para musisi nampaknya masih sulit untuk berhenti bermain begitu pula para penonton tampak masih menikmati kebersamaan di aca-ra kumpul perdana jam session. Acara diakhiri dengan ucapan terimakasih oleh panitia dan kerja bakti merapikan alat-alat musik yang dip-injam dari organisasi PERKI. Ke depannya, Jam Session diharapkan dapat terus diadakan secara reguler setiap bulan dan dapat menjadi suatu komunitas para penggemar musik di London. Jam Session untuk sesi-sesi berikutnya akan di-adakan di KBRI dan jika memungkinkan akan ada sesi dimana para peserta akan mendapat-kan kesempatan untuk unjuk kebolehan di tem-pat-tempat umum, seperti caf.

    Jam Session &

    Karaoke

  • London, 25 April 2015, PPI Ox-ford bekerjasama dengan PPI London dan PPI Cambridge, serta didukung oleh I-4 dan KBRI mengadakan acara Ed-ucation Day. Kegiatan ini merupakan program tahunan yang diadakan oleh PPI Oxford sejak tahun 2014. Acara ini dim-ulai pukul 9 pagi dan turut dihadiri serta dibuka oleh Wakil Duta Besar Indonesia di UK dan beberapa perwakilan dari KBRI di London. Presentasi pertama dibuka oleh Fadhilah Muslim, mahasiswa PhD di Im-perial College London yang menjelaskan tentang bagaimana menjadi dan men-jalani kehidupan mahasiswa Postgradu-ate di UK. Kemudian dilanjutkan dengan

    diskusi panel bersama tiga orang per-wakilan dari PPI London lainnya, yaitu Tata Sumirat, Ataka dan Dorothy. Se-lanjutnya presentasi dilanjutkan dengan materi tentang jenis beasiswa untuk studi di Inggris yang disampaikan oleh Timo-thy Astandu dari PPI Cambridge. Adapun sesi sebelum istirahat makan siang ini di-tutup oleh penyampaian materi oleh Sam-uel Putra mengenai kehidupan mahasiswa undergraduate di UK yang merupakan perwakilan dari PPI Oxford. Sesi kedua dilanjutkan dengan penyampaian berb-agai jenis materi mulai dari bagaimana menulis personal statement, menulis pro-posal penelitian sampai tips untuk mengh-

  • adapi seleksi interview di Oxbridge. Aca-ra ini pun turut dimeriahkan oleh Maudy Ayunda, seorang penyanyi serta artis muda dan berbakat Indonesia yang saat ini se-dang mengambil program undergraduate di University of Oxford yang member-ikan Inspirational speech di akhir penutup acara. Selain sesi presentasi yang disam-paikan seperti di atas, juga terdapat pam-eran yang menampaikan berbagai brosur serta buku panduan dari beberapa Uni-versitas di UK. Imperial College London, University of College London, LSE serta Kings College London merupakan empat perguruan tinggi top dunia yang ikut berpas-tisipasi dalam kegiatan ini mewakili pergu-

    ruan tinggi di London. Garuda Indonesia yang merupakan salah satu sponsor kegia-tan ini juga ikut serta meramaikan pameran ini. Antusias pengunjung terlihat pada saat sesi tanya jawab dimana ban-yaknya pertanyaan yang muncul saat sesi ini dibuka. Pertanyaan juga berdatangan dari penonton luar yang turut menyaksikan kegiatan ini secara online melalui media I-4.

    OxfordEducationDay

  • Sebuah Evolusi

    NICHOLAUS PRASETYA

    Perpaduan Arsitektur Kontemporer, Sinar Laser, dan Algoritma Pemrograman

    Wayang. Kata ini mungkin tidak terdengar asing den-gan sebuah pertunjukkan klasik semalam suntuk ketika kita memperhatikan seorang Dalang yang dengan mahir bermain dengan karakter wayang, memberikan alur cer-ita yang sarat makna nilai-nilai kehidupan. Bagi sebagian orang, pertunjukkan klasik ini masih menarik untuk disimak. Namun di era globalisasi, sebuah tantangan mun-cul: ketika pertunjukkan yang juga merupakan salah satu kebudayaan yang diakui UNESCO ini semakin dihimpit era globalisasi, adakah suatu cara lain untuk menarik minat generasi muda turut andil dalam melestarikan budaya ini? Hal inilah yang berusaha dijawab oleh Tania Miranti Chumaira Manaf, seorang mahasiswa asal Indonesia di University College London (UCL).

    Riset yang dilakukan Tania sebenarnya merupakan riset lanjutan yang sudah ia tek