Kode Etik Keperawatan

of 23 /23
ODE ETIK KEPERAWATAN by Muhammad Zuhair Zuhdi on 05:44 AM, 08-Apr-09 Kode etik adalah pernyataan standar profesional yang digunakan sebagai pedoman perilaku dan menjadi kerangka kerja untuk membuat keputusan. Aturan yang berlaku untuk seorang perawat Indonesia dalam melaksanakan tugas/fungsi perawat adalah kode etik perawat nasional Indonesia, dimana seorang perawat selalu berpegang teguh terhadap kode etik sehingga kejadian pelanggaran etik dapat dihindarkan. Fungsi Kode Etik Perawat Kode etik perawat yang berlaku saat ini berfungsi sebagai landasan bagi status profesional dengan cara sebagai berikut: 1. Kode etik perawat menunjukkan kepada masyarakat bahwa perawat diharuskan memahami dan menerima kepercayaan dan tanggungjawab yang diberikan kepada perawat oleh masyarakat 2. Kode etik menjadi pedoman bagi perawat untuk berperilaku dan menjalin hubungan keprofesian sebagai landasan dalam penerapan praktek etikal 3. Kode etik perawat menetapkan hubungan-hubungan profesional yang harus dipatuhi yaitu hubungan perawat dengan pasien/klien sebagai advokator, perawat dengan tenaga profesional kesehatan lain sebagai teman sejawat, dengan profesi keperawatan sebagai seorang kontributor dan dengan masyarakat sebagai perwakilan dari asuhan kesehatan 4. Kode etik perawat memberikan sarana pengaturan diri sebagai profesi. Kode etik keperawatan Indonesia : 1. Tanggung jawab perawat terhadap individu, keluarga dan masyarakat a. Perawat dalam melaksanakan pengabdiannya senantiasa berpedoman kepada tanggungjawab yang bersumber dari adanya kebutuhan akan keperawatan individu, keluarga dan masyarakat. b. Perawat dalam melaksanakan pengabdiannya di bidang keperawatan senantiasa memelihara suasana lingkungan yang menghormati nilai- nilai budaya, adat-istiadat dan kelangsungan hidup beragama dari individu, keluarga dan masyarakat.

description

Kode Etik Keperawatan

Transcript of Kode Etik Keperawatan

Page 1: Kode Etik Keperawatan

ODE ETIK KEPERAWATANby Muhammad Zuhair Zuhdi on 05:44 AM, 08-Apr-09

Kode etik adalah pernyataan standar profesional yang digunakan sebagai pedoman perilaku dan menjadi kerangka kerja untuk membuat keputusan.Aturan yang berlaku untuk seorang perawat Indonesia dalam melaksanakan tugas/fungsi perawat adalah kode etik perawat nasional Indonesia, dimana seorang perawat selalu berpegang teguh terhadap kode etik sehingga kejadian pelanggaran etik dapat dihindarkan.Fungsi Kode Etik PerawatKode etik perawat yang berlaku saat ini berfungsi sebagai landasan bagi status profesional dengan cara sebagai berikut:1. Kode etik perawat menunjukkan kepada masyarakat bahwa perawat diharuskan memahami dan menerima kepercayaan dan tanggungjawab yang diberikan kepada perawat oleh masyarakat2. Kode etik menjadi pedoman bagi perawat untuk berperilaku dan menjalin hubungan keprofesian sebagai landasan dalam penerapan praktek etikal3. Kode etik perawat menetapkan hubungan-hubungan profesional yang harus dipatuhi yaitu hubungan perawat dengan pasien/klien sebagai advokator, perawat dengan tenaga profesional kesehatan lain sebagai teman sejawat, dengan profesi keperawatan sebagai seorang kontributor dan dengan masyarakat sebagai perwakilan dari asuhan kesehatan4. Kode etik perawat memberikan sarana pengaturan diri sebagai profesi.

Kode etik keperawatan Indonesia :1. Tanggung jawab perawat terhadap individu, keluarga dan masyarakata. Perawat dalam melaksanakan pengabdiannya senantiasa berpedoman kepada tanggungjawab yang bersumber dari adanya kebutuhan akan keperawatan individu, keluarga dan masyarakat.b. Perawat dalam melaksanakan pengabdiannya di bidang keperawatan senantiasa memelihara suasana lingkungan yang menghormati nilai-nilai budaya, adat-istiadat dan kelangsungan hidup beragama dari individu, keluarga dan masyarakat.c. Perawat dalam melaksanakan kewajibannya bagi individu, keluarga dan masyarakat senantiasa dilandasi dengan rasa tulus ikhlas sesuai dengan martabat dan tradisi luhur keperawatan.Tanggungjawab terhadap tugasd. Perawat senantiasa menjalin hubungan kerja sama dengan individu, keluarga dan masyarakat dalam mengambil prakarsa dan mengadakan upaya kesehatan khususnya serta upaya kesejahteraan umum sebagai bagian dari tugas kewajiban bagi kepentingan masyarakat.2. Tanggungjawab terhadap tugasa. Perawat senantiasa memelihara mutu pelayanan keperawatan yang tinggi disertai kejujuran profesional dalam menerapkan pengetahuan serta ketrampilan keperawatan sesuai dengan kebutuhan individu, keluarga dan

Page 2: Kode Etik Keperawatan

masyarakat.b. Perawat wajib merahasiakan segala sesuatu yang diketahui sehubungan dengan tugas yang dipercayakan kepadanya kecuali jika diperlukan oleh yang berwenang sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.c. Perawat tidak akan menggunakan pengetahuan dan keterampilan keperawatan untuk tujuan yang bertentangan dengan norma-norma kemanusiaan.d. Perawat dalam menunaikan tugas dan kewajibannya senantiasa berusaha dengan penuh kesadaran agar tidak terpengaruh oleh pertimbangan kebangsaan, kesukuan, warna kulit, umur, jenis kelamin, aliran politik dan agama yang dianut serta kedudukan sosial.e. Perawat senantiasa mengutamakan perlindungan dan keselamatan klien dalam melaksanakan tugas keperawatan serta matang dalam mempertimbangkan kemampuan jika menerima atau mengalihtugaskan tanggungjawab yang ada hubungannya dengan keperawatan.3. Tanggungjawab terhadap sesama perawat dan profesi kesehatan lainnyaa. Perawat senantiasa memelihara hubungan baik antara sesama perawat dan dengan tenaga kesehatan lainnya, baik dalam memelihara kerahasiaan suasana lingkungan kerja maupun dalam mencapai tujuan pelayanan kesehatan secara menyeluruh.b. Perawat senantiasa menyebarluaskan pengetahuan, keterampilan dan pengalamannya kepada sesama perawat serta menerima pengetahuan dan pengalaman dari profesi lain dalam rangka meningkatkan kemampuan dalam bidang keperawatan.4. Tanggungjawab terhadap profesi keperawatana. Perawat senantiasa berupaya meningkatkan kemampuan profesional secara sendiri-sendiri dan atau bersama-sama dengan jalan menambah ilmu pengetahuan, keterampilan dan pengalaman yang bermanfaat bagi perkembangan keperawatan.b. Perawat senantiasa menjunjung tinggi nama baik profesi keperawatan dengan menunjukkan perilaku dan sifat pribadi yang luhur.c. Perawat senantiasa berperan dalam menentukan pembakuan pendidikan dan pelayanan keperawatan serta menerapkan dalam kegiatan dan pendidikan keperawatan.d. Perawat secara bersama-sama membina dan memelihara mutu organisasi profesi keperawatan sebagai sarana pengabdiannya.5. Tanggungjawab terhadap pemerintah, bangsa dan negaraa. Perawat senantiasa melaksanakan ketentuan-ketentuan sebagai kebijaksanaan yang diharuskan oleh pemerintah dalam bidang kesehatan dan keperawatan.b. Perawat senantiasa berperan secara aktif dalam menyumbangkan pikiran kepada pemerintah dalam meningkatkan pelayanan kesehatan dan keperawatan kepada masyarakat.

Page 3: Kode Etik Keperawatan

KODE ETIK KEPERAWATAN NASIONAL DAN DUNIA“TUGAS KELOMPOK”

Disusun oleh:

1. Nerry Indazah 08. 081

2. Sunar Giri A 08. 092

3. Wiwin Yuniarsih 08. 096

4. Yuwana Hadi W 08.099

Pembimbing : P. Erfandi

“KODE ETIK KEPERAWATAN NASIONAL DAN DUNIA”

Definisi

Etik merupakan prinsip yang menyangkut benar dan salah, baik dan buruk dalam hubungan

dengan orang lain.

Etik merupakan studi tentang perilaku, karakter dan motif yang baik serta ditekankan pada

penetapan apa yang baik dan berharga bagi semua orang.

Secara umum, terminologi etik dan moral adalah sama. Etik memiliki terminologi yang

berbeda dengan moral bila istilah etik mengarahkan terminologinya untuk penyelidikan

filosofis atau kajian tentang masalah atau dilema tertentu. Moral mendeskripsikan perilaku

aktual, kebiasaan dan kepercayaan sekelompok orang atau kelompok tertentu.

Etik juga dapat digunakan untuk mendeskripsikan suatu pola atau cara hidup, sehingga etik

merefleksikan sifat, prinsip dan standar seseorang yang mempengaruhi perilaku profesional.

Cara hidup moral perawat telah dideskripsikan sebagai etik perawatan.

Berdasarkan uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa etik merupakan istilah yang digunakan

untuk merefleksikan bagaimana seharusnya manusia berperilaku, apa yang seharusnya

dilakukan seseorang terhadap orang lain.

TIPE-TIPE ETIK

a. Bioetik

Bioetik merupakan studi filosofi yang mempelajari tentang kontroversi dalam etik,

menyangkut masalah biologi dan pengobatan. Lebih lanjut, bioetik difokuskan pada

Page 4: Kode Etik Keperawatan

pertanyaan etik yang muncul tentang hubungan antara ilmu kehidupan, bioteknologi,

pengobatan, politik, hukum, dan theology.

Pada lingkup yang lebih sempit, bioetik merupakan evaluasi etik pada moralitas treatment

atau inovasi teknologi, dan waktu pelaksanaan pengobatan pada manusia. Pada lingkup

yang lebih luas, bioetik mengevaluasi pada semua tindakan moral yang mungkin membantu

atau bahkan membahayakan kemampuan organisme terhadap perasaan takut dan nyeri,

yang meliputi semua tindakan yang berhubungan dengan pengobatan dan biologi. Isu

dalam bioetik antara lain : peningkatan mutu genetik, etika lingkungan, pemberian

pelayanan kesehatan

Dapat disimpulkan bahwa bioetik lebih berfokus pada dilema yang menyangkut perawatan

kesehatan modern, aplikasi teori etik dan prinsip etik terhadap masalah-masalah pelayanan

kesehatan

b. Clinical ethics/Etik klinik

Etik klinik merupakan bagian dari bioetik yang lebih memperhatikan pada masalah etik

selama pemberian pelayanan pada klien.

Contoh clinical ethics : adanya persetujuan atau penolakan, dan bagaimana seseorang

sebaiknya merespon permintaan medis yang kurang bermanfaat (sia-sia).

c. Nursing ethics/Etik Perawatan

Bagian dari bioetik, yang merupakan studi formal tentang isu etik dan dikembangkan dalam

tindakan keperawatan serta dianalisis untuk mendapatkan keputusan etik.

TEORI ETIK

a. Utilitarian

Kebenaran atau kesalahan dari tindakan tergantung dari konsekwensi atau akibat tindakan

Contoh : Mempertahankan kehamilan yang beresiko tinggi dapat menyebabkan hal yang

tidak menyenangkan, nyeri atau penderitaan pada semua hal yang terlibat, tetapi pada

dasarnya hal tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesehatan ibu dan bayinya.

b. Deontologi

Pendekatan deontologi berarti juga aturan atau prinsip. Prinsip-prinsip tersebut antara lain

autonomy, informed consent, alokasi sumber-sumber, dan euthanasia.

PRINSIP-PRINSIP ETIK

a. Otonomi (Autonomy)

Page 5: Kode Etik Keperawatan

Prinsip otonomi didasarkan pada keyakinan bahwa individu mampu berpikir logis dan

mampu membuat keputusan sendiri. Orang dewasa dianggap kompeten dan memiliki

kekuatan membuat sendiri, memilih dan memiliki berbagai keputusan atau pilihan yang

harus dihargai oleh orang lain. Prinsip otonomi merupakan bentuk respek terhadap

seseorang, atau dipandang sebagai persetujuan tidak memaksa dan bertindak secara

rasional. Otonomi merupakan hak kemandirian dan kebebasan individu yang menuntut

pembedaan diri. Praktek profesional merefleksikan otonomi saat perawat menghargai hak-

hak klien dalam membuat keputusan tentang perawatan dirinya.

b. Berbuat baik (Beneficience)

Beneficience berarti, hanya melakukan sesuatu yang baik. Kebaikan, memerlukan

pencegahan dari kesalahan atau kejahatan, penghapusan kesalahan atau kejahatan dan

peningkatan kebaikan oleh diri dan orang lain. Terkadang, dalam situasi pelayanan

kesehatan, terjadi konflik antara prinsip ini dengan otonomi.

c. Keadilan (Justice)

Prinsip keadilan dibutuhkan untuk terpai yang sama dan adil terhadap orang lain yang

menjunjung prinsip-prinsip moral, legal dan kemanusiaan. Nilai ini direfleksikan dalam

prkatek profesional ketika perawat bekerja untuk terapi yang benar sesuai hukum, standar

praktek dan keyakinan yang benar untuk memperoleh kualitas pelayanan kesehatan.

d. Tidak merugikan (Nonmaleficience)

Prinsip ini berarti tidak menimbulkan bahaya/cedera fisik dan psikologis pada klien.

e. Kejujuran (Veracity)

Prinsip veracity berarti penuh dengan kebenaran. Nilai ini diperlukan oleh pemberi

pelayanan kesehatan untuk menyampaikan kebenaran pada setiap klien dan untuk

meyakinkan bahwa klien sangat mengerti. Prinsip veracityberhubungan dengan kemampuan

seseorang untuk mengatakan kebenaran. Informasi harus ada agar menjadi akurat,

komprensensif, dan objektif untuk memfasilitasi pemahaman dan penerimaan materi yang

ada, dan mengatakan yang sebenarnya kepada klien tentang segala sesuatu yang

berhubungan dengan keadaan dirinya selama menjalani perawatan. Walaupun demikian,

terdapat beberapa argument mengatakan adanya batasan untuk kejujuran seperti jika

kebenaran akan kesalahan prognosis klien untuk pemulihan atau adanya hubungan

paternalistik bahwa ”doctors knows best” sebab individu memiliki otonomi, mereka memiliki

hak untuk mendapatkan informasi penuh tentang kondisinya. Kebenaran merupakan dasar

dalam membangun hubungan saling percaya.

f. Menepati janji (Fidelity)

Page 6: Kode Etik Keperawatan

Prinsip fidelity dibutuhkan individu untuk menghargai janji dan komitmennya terhadap

orang lain. Perawat setia pada komitmennya dan menepati janji serta menyimpan rahasia

klien. Ketaatan, kesetiaan, adalah kewajiban seseorang untuk mempertahankan komitmen

yang dibuatnya. Kesetiaan, menggambarkan kepatuhan perawat terhadap kode etik yang

menyatakan bahwa tanggung jawab dasar dari perawat adalah untuk meningkatkan

kesehatan, mencegah penyakit, memulihkan kesehatan dan meminimalkan penderitaan.

g. Karahasiaan (Confidentiality)

Aturan dalam prinsip kerahasiaan adalah informasi tentang klien harus dijaga privasi klien.

Segala sesuatu yang terdapat dalam dokumen catatan kesehatan klien hanya boleh dibaca

dalam rangka pengobatan klien. Tidak ada seorangpun dapat memperoleh informasi

tersebut kecuali jika diijinkan oleh klien dengan bukti persetujuan. Diskusi tentang klien

diluar area pelayanan, menyampaikan pada teman atau keluarga tentang klien dengan

tenaga kesehatan lain harus dihindari.

h. Akuntabilitas (Accountability)

Akuntabilitas merupakan standar yang pasti bahwa tindakan seorang profesional dapat

dinilai dalam situasi yang tidak jelas atau tanpa terkecuali.

KODE ETIK KEPERAWATAN INDONESIA

Kode etik adalah pernyataan standar profesional yang digunakan sebagai pedoman perilaku

dan menjadi kerangka kerja untuk membuat keputusan.

Aturan yang berlaku untuk seorang perawat Indonesia dalam melaksanakan tugas/fungsi

perawat adalah kode etik perawat nasional Indonesia, dimana seorang perawat selalu

berpegang teguh terhadap kode etik sehingga kejadian pelanggaran etik dapat dihindarkan.

Kode etik keperawtan Indonesia :

a. Perawat dan Klien

1) Perawat dalam memberikan pelayanan keperawatan menghargai harkat dan martabat

manusia, keunikan klien dan tidak terpengaruh oleh pertimbangan kebangsaan, kesukuan,

warna kulit, umur, jenis kelamin, aliran politik dan agama yang dianut serta kedudukan

sosial.

2) Perawat dalam memberikan pelayanan keperawatan senantiasa memelihara suasana

lingkungan yang menghormati nilai-nilai budaya, adat istiadat dan kelangsungan hidup

beragama klien.

3) Tanggung jawab utama perawat adalah kepada mereka yang membutuhkan asuhan

keperawatan.

Page 7: Kode Etik Keperawatan

4) Perawat wajib merahasiakan segala sesuatu yang dikehendaki sehubungan dengan tugas

yang dipercayakan kepadanya kecuali jika diperlukan oleh yang berwenang sesuai dengan

ketentuan hukum yang berlaku.

b. Perawat dan praktek

1) Perawat memlihara dan meningkatkan kompetensi dibidang keperawatan melalui belajar

terus-menerus

2) Perawat senantiasa memelihara mutu pelayanan keperawatan yang tinggi disertai

kejujuran profesional yang menerapkan pengetahuan serta ketrampilan keperawatan sesuai

dengan kebutuhan klien.

3) Perawat dalam membuat keputusan didasarkan pada informasi yang akurat dan

mempertimbangkan kemampuan serta kualifikasi seseorang bila melakukan konsultasi,

menerima delegasi dan memberikan delegasi kepada orang lain

4) Perawat senantiasa menjunjung tinggi nama baik profesi keperawatan dengan selalu

menunjukkan perilaku profesional.

c. Perawat dan masyarakat

Perawat mengemban tanggung jawab bersama masyarakat untuk memprakarsai dan

mendukung berbagai kegiatan dalam memenuhi kebutuhan dan kesehatan masyarakat.

d. Perawat dan teman sejawat

1) Perawat senantiasa memelihara hubungan baik dengan sesama perawat maupun dengan

tenaga kesehatan lainnya, dan dalam memelihara keserasian suasana lingkungan kerja

maupun dalam mencapai tujuan pelayanan kesehatan secara keseluruhan.

2) Perawat bertindak melindungi klien dari tenaga kesehatan yang memberikan pelayanan

kesehatan secara tidak kompeten, tidak etis dan ilegal.

e. Perawat dan Profesi

1) Perawat mempunyai peran utama dalam menentukan standar pendidikan dan pelayanan

keperawatan serta menerapkannya dalam kegiatan pelayanan dan pendidikan keperawatan

2) Perawat berperan aktif dalam berbagai kegiatan pengembangan profesi keperawatan

3)Perawat berpartisipasi aktif dalam upaya profesi untuk membangun dan memelihara

kondisi kerja yang kondusif demi terwujudnya asuhan keperawatan yang bermutu tinggi.

Page 8: Kode Etik Keperawatan

KODE ETIK KEPERAWATAN I

KODE ETIK KEPERAWATAN AMERICAN NURSES ASSOCIATION

1. Perawat memberikan pelayanan dengan penuh hormat bagi martabat kemanusiaan

dan keunikan klien yang tidak dibatasi oleh pertimbangan status sosial atau

ekonomi, atribut personal atau corak masalah kesehatan.

2. Perawat melindungi hak klien akan privasi dengan memegang teguh informasi yang

bersifat rahasia

3. Perawat melindungi klien dan publik bila kesehatan dan keselamatannya terancam

oleh praktek seseorang yang tidak berkompoten, tidak etis atau ilegal

4. Perawat memikul tanggung jawab atas pertimbangan dan tindakan perawatan yang

dijalankan masing-masing individu

5. Perawat memelihara kompetensi keperawatan

6. Perawat melaksanakan pertimbangan yang beralasan dan menggunakan

kompetensi dan kualifikasi individu sebagai kriteria dalam mengusahakan

konsultasi, menerima tanggung jawab dan melimpahkan kegiatan keperawatan

kepada orang lain.

7. Perawat turut serta beraktivitas dalam membantu pengembangan pengetahuan

profesi

8. Perawat turut serta dalam upaya-upaya profesi untuk melaksanakan dan

meningfkatkan standar keperawatan

9. Perawat turut serta dalam upaya-upaya profesi untuk membentuk dan membina

kondisi kerja yang mendukung pelayanan keperawatan yang berkualitas

10. Perawat turut serta dalam upaya-upaya profesi untuk melindungi publik terhadap

informasi dan gambaran yang salah serta mempertahankan integritas perawat

11. Perawat bekerja sama dengan anggota profesi kesehatan atau warga masyarakat

lainnya dalam meningkatkan upaya-upaya masyarakat dan nasional untuk

memenuhi kebutuhan kesehatan publik

(International Council of Nurse (ICN)

1. Tanggung Jawab Utama Perawat

Tanggung jawab utama perawat adalah meningkatkan kesehatan, mencegah timbulnya

penyakit, memelihara kesehatan dan mengurangi penderitaan. Untuk melaksanakan

tanggung jawab utama tersebut, perawat harus meyakini bahwa :

a. kebutuhan terhadap pelayanan keperawatan di berbagai tempat adalah

sama.

b. pelaksanaan praktik keperawatan dititik beratkan pada penghargaan terhadap kehidupan

yang bermartabat dan menjunjung tinggi hak asasi

manusia.

Page 9: Kode Etik Keperawatan

c. dalam melaksanakan pelayanan kesehatan dan /atau keperawatan kepada individu,

keluarga, kelompok dan masyarakat, perawat mengikutsertakan kelompok dan instansi

terkait.

2. Perawat, individu, dan anggota kelompok masyarakat.

Tanggung jawab utama perawat adalah melaksanakan asuhan keperawatan sesuai dengan

kebutuhan masyuarakat. Oleh karena itu , dalam menjalankan tugas, perawat perlu

meningkatkan keadaan lingkungan kesehatan dengan menghargai nilai-nilai yang ada di

masyarakat, menghargai aadat kebiasaan serta kepercayaan individu, keluarga, kelompok

dan masyarakat yang menjadi pasien atau kliennya. Perawat dapat memegang teguh

rahasia pribadi (privasi) dan hanya dapat memberikan keterangan bila diperlukaan oleh

pihak yang berkepentingan atau pengadilan.

3.Perawat dan pelaksanaan praktik keperawatan

Perawat memegang peranan penting dalam menentukan dan melaksanakan standar praktik

keperawatan untuk mencapai kemampuan yang sesuai dengan standar pendidikan

keperawatan. Perawat dapat mengembangkan pengetahuan yang dimilikinya secara aktif

untuk menopang perannya dalam situasi tertentu. Perawat sebagai anggota profesi, setiap

saat dapat mempertahankan sikap sesuai dengan standar profesi keperawatan.

4. Perawat dan lingkungan masyarakat

Perawat dapat memprakarsai pembaharuan, tanggap, mempunyai inisiatif, dan dapat

berperan serta secara aktif dalam menentukan masalah kesehatan dan masalah sosial yang

terjadi di masyarakat.

5. Perawat dan sejawat

Perawat dapat menopang hubungan kerja sama dengan teman kerja, baik tenaga

keperawatan maupun tenaga profesi lain di keperawatan. Perawat dapat melindungi dan

menjamin seseorang, bila dalam masa perawatannya merasa terancam.

6. Perawat dan profesi keperawatan

Perawat memainkan peran yang besar dalam menentukan pelaksanaan standar praktik

keperawatan dan pendidikan keperawatan . Perawat diharapkan ikut aktif dalam

mengembangkan pengetahuan dalam menopang pelaksanaan perawatan secara

profesional. Perawat sebagai anggota profesi berpartisipasi dalam memelihara kestabilan

sosial dan ekonomi sesuai dengan kondisi pelaksanaan praktik keperawatan.

http://blogs.unpad.ac.id/k2_nurse/?tag=etika-keperawatan

Page 10: Kode Etik Keperawatan

Share this:

Email

Facebook

Print

TIK DAN MORAL DALAM PRAKTEK KEPERAWATANPENDAHULUAN

Peningkatan pengetahuan dan teknologi yang sedemikian cepat dalam segala bidang serta

meningkatnya pengetahuan masyarakat berpengaruh pula terhadap meningkatnya tuntutan

masyarakat akan mutu pelayanan kesehatan termasuk pelayanan keperawatan atau

kebidanan. Hal ini merupakan tantangan bagi profesi keperawatan dan kebidanan dalam

mengembangkan profesionalisme selama memberi pelayanan yang berkualitas. Kualitas

pelayanan yang tinggi memerlukan landasan komitmen yang kuat dengan basis pada etik dan

moral yang tinggi.

Sikap etis profesional yang kokoh dari setiap perawat atau bidan akan tercermin dalam setiap

langkahnya, termasuk penampilan diri serta keputusan yang diambil dalam merespon situasi

yang muncul. Oleh karena itu pemahaman yang mendalam tentang etika dan moral serta

penerapannya menjadi bagian yang sangat penting dan mendasar dalam memberikan asuhan

keperawatan atau kebidanan dimana nilai-nilai pasen selalu menjadi pertimbangan dan

dihormati.

ETIKA, MORAL DAN NILAI-NILAI

Pengertian:

§ Etik merupakan suatu pertimbangan yang sistematis tentang perilaku benar atau salah,

kebajikan atau kejahatan yang berhubungan dengan perilaku.

§ Etika merupakan aplikasi atau penerapan teori tentang filosofi moral kedalam situasi nyata

dan berfokus pada prinsip-prinsip dan konsep yang membimbing manusia berpikir dan

bertindak dalam kehidupannya yang dilandasi oleh nilai-nilai yang dianutnya. Banyak pihak

yang menggunakan istilah etik untuk mengambarkan etika suatu profesi dalam hubungannya

dengan kode etik profesional seperti Kode Etik PPNI atau IBI.

§ Nilai-nilai (values) adalah suatu keyakinan seseorang tentang penghargaan terhadap suatu

standar atau pegangan yang mengarah pada sikap/perilaku seseorang. Sistem nilai dalam

Page 11: Kode Etik Keperawatan

suatu organisasi adalah rentang nilai-nilai yang dianggap penting dan sering diartikan sebagai

perilaku personal.

§ Moral hampir sama dengan etika, biasanya merujuk pada standar personal tentang benar

atau salah. Hal ini sangat penting untuk mengenal antara etika dalam agama, hukum, adat dan

praktek profesional

NILAI-NILAI ESENSIAL DALAM PROFESI

Pada tahun 1985, “The American Association Colleges of Nursing” melaksanakan suatu proyek

termasuk didalamnya mengidentifikasi nilai-nilai esensial dalam praktek keperawatan

profesional. Perkumpulan ini mengidentifikasikan 7 nilai-nilai esensial dalam kehidupan

profesional, yaitu:

1. Aesthetics (keindahan): Kualitas obyek suatu peristiwa atau kejadian, seseorang memberikan

kepuasan termasuk penghargaan, kreatifitas, imajinasi, sensitifitas dan kepedulian.

2. Altruism (mengutamakan orang lain): Kesediaan memperhatikan kesejahteraan orang lain

termasuk keperawatan atau kebidanan, komitmen, arahan, kedermawanan atau kemurahan

hati serta ketekunan.

3. Equality (kesetaraan): Memiliki hak atau status yang sama termasuk penerimaan dengan

sikap asertif, kejujuran, harga diri dan toleransi

4. Freedom (Kebebasan): memiliki kapasitas untuk memilih kegiatan termasuk percaya diri,

harapan, disiplin serta kebebasan dalam pengarahan diri sendiri.

5. Human dignity (Martabat manusia): Berhubungan dengan penghargaan yang lekat terhadap

martabat manusia sebagai individu termasuk didalamnya kemanusiaan, kebaikan,

pertimbangan dan penghargaan penuh terhadap kepercayaan.

6. Justice (Keadilan): Menjunjung tinggi moral dan prinsip-prinsip legal termasuk

objektifitas, moralitas, integritas, dorongan dan keadilan serta kewajaran.

7. Truth (Kebenaran): Menerima kenyataan dan realita, termasuk akontabilitas, kejujuran,

keunikan dan reflektifitas yang rasional.

PENGEMBANGAN DAN TRANSMISI NILAI-NILAI

Individu tidak lahir dengan membawa nilai-nilai (values). Nilai-nilai ini diperoleh dan

berkembang melalui informasi, lingkungan keluarga, serta budaya sepanjang perjalanan

hidupnya. Mereka belajar dari keseharian dan menentukan tentang nilai-nilai mana yang benar

dan mana yang salah. Untuk memahami perbedaan nilai-nilai kehidupan ini sangat tergantung

pada situasi dan kondisi dimana mereka tumbuh dan berkembang. Nilai-nilai tersebut diambil

dengan berbagai cara antara lain: (1) Model atau contoh, dimana individu belajar tentang nilai-

Page 12: Kode Etik Keperawatan

nilai yang baik atau buruk melalui observasi perilaku keluarga, sahabat, teman sejawat dan

masyarakat lingkungannya dimana dia bergaul; (2) Moralitas diperoleh dari keluarga, ajaran

agama, sekolah, dan institusi tempatnya bekerja dan memberikan ruang dan waktu atau

kesempatan kepada individu untuk mempertimbangkan nilai-nilai yang berbeda; (3) Sesuka hati

adalah proses dimana adaptasi nilai-nilai ini kurang terarah dan sangat tergantung kepada nilai-

nilai yang ada di dalam diri seseorang dan memilih serta mengembangkan sistem nilai-nilai

tersebut menurut kemauan mereka sendiri. Hal ini lebih sering disebabkan karena kurangnya

pendekatan, atau tidak adanya bimbingan atau pembinaan sehingga dapat menimbulkan

kebingungan, dan konflik internal bagi individu tersebut; (4) Penghargaan dan Sanksi;

Perlakuan yang biasa diterima seperti: mendapatkan penghargaan bila menunjukkan perilaku

yang baik, dan sebaliknya akan mendapat sanksi atau hukuman bila menunjukkan perilaku

yang tidak baik; (5) Tanggung jawab untuk memilih; adanya dorongan internal untuk menggali

nilai-nilai tertentu dan mempertimbangkan konsekuensinya untuk diadaptasi. Disamping itu,

adanya dukungan dan bimbingan dari seseorang yang akan menyempurnakan perkembangan

sistem nilai dirinya sendiri.

KLARIFIKASI NILAI-NILAI (VALUES)

Klarifikasi nilai-nilai merupakan suatu proses dimana seseorang dapat mengerti sistem nilai-nilai

yang melekat pada dirinya sendiri. Hal ini merupakan proses yang memungkinkan seseorang

menemukan sistem perilakunya sendiri melalui perasaan dan analisis yang dipilihnya dan

muncul alternatif-alternatif, apakah pilihan–pilihan ini yang sudah dianalisis secara rasional atau

merupakan hasil dari suatu kondisi sebelumnya (Steele&Harmon, 1983). Klarifikasi nilai-nilai

mempunyai manfaat yang sangat besar didalam aplikasi keperawatan dan kebidanan. Ada tiga

fase dalam klarifikasi nilai-nilai individu yang perlu dipahami oleh perawat dan bidan.

Pilihan: (1) Kebebasan memilih kepercayaan serta menghargai keunikan bagi setiap individu;

(2) Perbedaan dalam kenyataan hidup selalu ada perbedaan-perbedaan, asuhan yang

diberikan bukan hanya karena martabat seseorang tetapi hendaknya perlakuan yang diberikan

mempertimbangkan sebagaimana kita ingin diperlakukan. (3) Keyakinan bahwa penghormatan

terhadap martabat seseorang akan merupakan konsekuensi terbaik bagi semua masyarakat.

Penghargaan: (1) Merasa bangga dan bahagia dengan pilihannya sendiri (anda akan merasa

senang bila mengetahui bahwa asuhan yang anda berikan dihargai pasen atau klien serta

sejawat) atau supervisor memberikan pujian atas keterampilan hubungan interpersonal yang

dilakukan; (2) Dapat mempertahankan nilai-nilai tersebut bila ada seseorang yang tidak

bersedia memperhatikan martabat manusia sebagaimana mestinya. 

Page 13: Kode Etik Keperawatan

Tindakan (1) Gabungkan nilai-nilai tersebut kedalam kehidupan atau pekerjaan sehari-hari; (2)

Upayakan selalu konsisten untuk menghargai martabat manusia dalam kehidupan pribadi dan

profesional, sehingga timbul rasa sensitif atas tindakan yang dilakukan.

Semakin disadari nilai-nilai profesional maka semakin timbul nilai-nilai moral yang dilakukan

serta selalu konsisten untuk mempertahankannya. Bila dibicarakan dengan sejawat atau pasen

dan ternyata tidak sejalan, maka seseorang merasa terjadi sesuatu yang kontradiktif dengan

prinsip-prinsip yang dianutnya yaitu; penghargaan terhadap martabat manusia yang tidak

terakomodasi dan sangat mungkin kita tidak lagi merasa nyaman. Oleh karena itu, klarifikasi

nilai-nilai merupakan suatu proses dimana kita perlu meningkatkan serta konsisten bahwa

keputusan yang diambil secara khusus dalam kehidupan ini untuk menghormati martabat

manusia. Hal ini merupakan nilai-nilai positif yang sangat berguna dalam kehidupan sehari-hari

dan dalam masyarakat luas.

PELAKSANAAN ETIK DAN MORAL DALAM PELAYANAN KLINIS KEPERAWATAN DAN

KEBIDANAN

Aplikasi dalam praktek klinis bagi perawat/bidan diperlukan untuk menempatkan nilai-nilai dan

perilaku kesehatan pada posisinya. Perawat/bidan bisa menjadi sangat frustrasi bila

membimbing atau memberikan konsultasi kepada pasen yang mempunyai nilai-nilai dan

perilaku kesehatan yang sangat rendah. Hal ini disebabkan karena pasen kurang

memperhatikan status kesehatannya. Pertama-tama yang dilakukan oleh perawat/bidan adalah

berusaha membantu pasen untuk mengidentifikasi nilai-nilai dasar kehidupannya sendiri.

Sebagai ilustrasi dapat dicontohkan kasus sebagai berikut: Seorang pengusaha yang sangat

sukses dan mempunyai akses di luar dan dalam negeri sehingga dia menjadi sibuk sekali

dalam mengelola usahanya. Akibat kesibukannya dia sering lupa makan sehingga terjadi

perdarahan lambung yang menyebabkan dia perlu dirawat di rumah sakit. Selain itu dia juga

perokok berat sebelumnya. Ketika kondisinya telah mulai pulih perawat berusaha mengadakan

pendekatan untuk mempersiapkannya untuk pulang. Namun perawat menjadi kecewa, karena

pembicaraan akhirnya mengarah pada keberhasilan serta kesuksesannya dalam bisnis. Kendati

demikian upaya tersebut harus selalu dilakukan dan kali ini perawat menyusun list pertanyaan

dan mengajukannya kepada pasen tersebut. Pertanyaannya, “Apakah tiga hal yang paling

penting dalam kehidupan bapak dari daftar dibawah ini ?” Pasen diminta untuk memilih atas

pertanyaan berikut:

1. Bersenang-senang dalam kesendirian (berpikir, mendengarkan musik atau membaca).

2. Meluangkan waktu bersama keluarga.

3. Melakukan aktifitas seperti: mendaki gunung, main bola atau berenang.

4. Menonton televisi.

5. Membantu dengan sukarela untuk kepentingan orang lain.

6. Menggunakan waktunya untuk bekerja.

Page 14: Kode Etik Keperawatan

Langkah berikutnya adalah mengajaknya untuk mendiskusikan prioritas yang dibuat

berdasarkan nilai-nilai yang dianutnya, dengan mengikuti klarifikasi nilai-nilai sebagai berikut:

1. Memilih: Setelah menggali aspek-aspek berdampak terhadap kesehatan pasen, misalnya

stress yang berkepanjangan dapat mengganggu kesehatan dan mengganggu aktifitasnya,

maka sarankan kepadanya memilih secara bebas nilai-nilai kunci yang dianutnya. Bila dia

memilih masalah kesehatannya, maka hal ini menunjukkan tanda positif.

2. Penghargaan: Berikan dukungan untuk memperkuat keinginan pasen dan promosikan nilai-

nilai tersebut dan bila memungkinkan dapatkan dukungan dari keluarganya. Contoh: istri dan

anak anda pasti akan merasa senang bila anda memutuskan untuk berhenti merokok serta

mengurangi kegiatan bisnis anda, karena dia sangat menghargai kesehatan anda.

3. Tindakan: Berikan bantuan kepada pasen untuk merencanakan kebiasaan baru yang

konsisten setelah memahami nilai-nilai pilihannya. Minta kepada pasen untuk memikirkan suatu

cara bagaimana nilai tersebut dapat masuk dalam kehidupan sehari-hari. Kata-kata yang perlu

diucapkan perawat/bidan kepada pasennya: “Bila anda pulang, anda akan menemukan cara

kehidupan yang berbeda, dan anda menyatakan ingin mulai menggunakan waktu demi

kesehatan anda”.

PERILAKU ETIS PROFESIONAL

Perawat atau bidan memiliki komitmen yang tinggi untuk memberikan asuhan yang berkualitas

berdasarkan standar perilaku yang etis dalam praktek asuhan profesional. Pengetahuan

tentang perilaku etis dimulai dari pendidikan perawat atau bidan, dan berlanjut pada diskusi

formal maupun informal dengan sejawat atau teman. Perilaku yang etis mencapai puncaknya

bila perawat atau bidan mencoba dan mencontoh perilaku pengambilan keputusan yang etis

untuk membantu memecahkan masalah etika. Dalam hal ini, perawat atau bidan seringkali

menggunakan dua pendekatan: yaitu pendekatan berdasarkan prinsip dan pendekatan

berdasarkan asuhan keperawatan /kebidanan.

Pendekatan Berdasarkan Prinsip

Pendekatan berdasarkan prinsip, sering dilakukan dalam bio etika untuk menawarkan

bimbingan untuk tindakan khusus. Beauchamp Childress (1994) menyatakan empat

pendekatan prinsip dalam etika biomedik antara lain; (1) Sebaiknya mengarah langsung untuk

bertindak sebagai penghargaan terhadap kapasitas otonomi setiap orang: (2) Menghindarkan

berbuat suatu kesalahan; (3) Bersedia dengan murah hati memberikan sesuatu yang

bermanfaat dengan segala konsekuensinya; (4) Keadilan menjelaskan tentang manfaat dan

resiko yang dihadapi.

Dilema etik muncul ketika ketaatan terhadap prinsip menimbulkan penyebab konflik dalam

bertindak. Contoh; seorang ibu yang memerlukan biaya untuk pengobatan progresif bagi

Page 15: Kode Etik Keperawatan

bayinya yang lahir tanpa otak dan secara medis dinyatakan tidak akan pernah menikmati

kehidupan bahagia yang paling sederhana sekalipun. Di sini terlihat adanya kebutuhan untuk

tetap menghargai otonomi si ibu akan pilihan pengobatan bayinya, tetapi dilain pihak

masyarakat berpendapat akan lebih adil bila pengobatan diberikan kepada bayi yang masih

memungkinkan mempunyai harapan hidup yang besar. Hal ini tentu sangat mengecewakan

karena tidak ada satu metoda pun yang mudah dan aman untuk menetapkan prinsip-prinsip

mana yang lebih penting, bila terjadi konflik diantara kedua prinsip yang berlawanan. Umumnya,

pendekatan berdasarkan prinsip dalam bioetik, hasilnya terkadang lebih membingungkan. Hal

ini dapat mengurangi perhatian perawat atau bidan terhadap sesuatu yang penting dalam etika.

Pendekatan Berdasarkan Asuhan

Ketidakpuasan yang timbul dalam pendekatan berdasarkan prinsip dalam bioetik mengarahkan

banyak perawat atau bidan untuk memandang “care” atau asuhan sebagai fondasi dan

kewajiban moral. Hubungan perawat/bidan dengan pasen merupakan pusat pendekatan

berdasarkan asuhan, dimana memberikan langsung perhatian khusus

kepada pasen, sebagaimana dilakukan sepanjang kehidupannya sebagai perawat atau bidan.

Perspektif asuhan memberikan arah dengan cara bagaimana perawat/bidan dapat membagi

waktu untuk dapat duduk bersama dengan pasen atau sejawat, merupakan suatu kewajaran

yang dapat membahagiakan bila diterapkan berdasarkan etika. Karakteristik perspektif dari

asuhan meliputi : (1) Berpusat pada hubungan interpersonal dalam asuhan; (2) Meningkatkan

penghormatan dan penghargaan terhadap martabat klien atau pasen sebagai manusia; (3) Mau

mendengarkan dan mengolah saran-saran dari orang lain sebagai dasar yang mengarah pada

tanggung-jawab profesional; (4) Mengingat kembali arti tanggung-jawab moral yang meliputi

kebajikan seperti: kebaikan, kepedulian, empati, perasaan kasih-sayang, dan menerima

kenyataan. (Taylor,1993).

Asuhan juga memiliki tradisi memberikan komitmen utamanya terhadap pasen dan belakangan

ini mengklaim bahwa advokasi terhadap pasen merupakan salah satu peran yang sudah

dilegimitasi sebagai peran dalam memberikan asuhan keperawatan/kebidanan. Advokasi

adalah memberikan saran dalam upaya melindungi dan mendukung hak-hak pasen. Hal

tersebut merupakan suatu kewajiban moral bagi perawat atau bidan, dalam menemukan

kepastian tentang dua sistem pendekatan etika yang dilakukan yaitu pendekatan berdasarkan

prinsip dan asuhan. Perawat atau bidan yang memiliki komitmen tinggi dalam mempraktekkan

keperawatan profesional dan tradisi tersebut perlu mengingat hal-hal sbb: (1) Pastikan bahwa

loyalitas staf atau kolega agar tetap memegang teguh komitmen utamanya terhadap pasen; (2)

berikan prioritas utama terhadap pasen dan masyarakat pada umumnya; (3) Kepedulian

mengevaluasi terhadap kemungkinan adanya klaim otonomi dalam kesembuhan pasen. Bila

Page 16: Kode Etik Keperawatan

menghargai otonomi, perawat atau bidan harus memberikan informasi yang akurat,

menghormati dan mendukung hak pasien dalam mengambil keputusan.

KESIMPULAN

Dalam upaya mendorong profesi keperawatan dan kebidanan agar dapat diterima dan dihargai

oleh pasien, masyarakat atau profesi lain, maka mereka harus memanfaatkan nilai-nilai

keperawatan / kebidanan dalam menerapkan etika dan moral disertai komitmen yang kuat

dalam mengemban peran profesionalnya. Dengan demikian perawat atau bidan yang menerima

tanggung jawab, dapat melaksanakan asuhan keperawatan atau kebidanan secara etis

profesional. Sikap etis profesional berarti bekerja sesuai dengan standar, melaksanakan

advokasi, keadaan tersebut akan dapat memberi jaminan bagi keselamatan pasen,

penghormatan terhadap hak-hak pasen, akan berdampak terhadap peningkatan kualitas

asuhan keperawatan atau kebidanan

EVALUASI

1. Sebutkan pengertian etika dan moral, apa perbedaannya.

2. Apa yang dimaksud dengn transmisi nilai-nilai?

3. Sebutkan 3 fase klarifikasi nilai-nilai dan jelaskan masing-masing!

4. Bagaimana transmisi nilai-nilai profesional diadopsi oleh seorang perawat?

5. Sebutkan 4 karakteristik dalam pendekatan melelui prinsip asuhan!

LATIHAN

A. Kasus Kebidanan

Seorang ibu PP masuk kamar bersalin dalam keadaan inpartu. Sewaktu dilakukan anamnesa

dia mengatakan tidak mau di episiotomi. Sekarang ini pasen tersebut berada dalam kala II dan

kala II yang berlangsung agak lambat, tetapi ada kemajuan. Perineum masih kaku dan tebal.

Keadaan ini dijelaskan kepada ibu oleh bidan, tetapi ibu tetap pada pendiriannya. Sementara

waktu berjalan terus dan bjj mulai menunjukkan keadaan yang tidak stabil/fetal distress dan ini

mengharuskan bidan untuk mempertimbangkan melakukan episiotomi, tetapi ibu tersebut tidak

menggubrisnya. Bidan berharap bayinya selamat. Sementara itu ada bidan yang

memberitahukan bahwa dia pernah melakukan hal ini tanpa persetujuan pasen untuk

melindungi bayinya. Jika bidan melakukan episiotomi tanpa persetujuan pasen, maka bidan

akan dihadapkan kepada sederetan tuntutan.

Page 17: Kode Etik Keperawatan

Diskusikan:

1. Bila bidan melakukan tindakan tanpa persetujuan pasen, bagaimanakah pendapat Anda

ditinjau dari segi etik dan moral ?

2. Bila tidak dilakukan, apa yang akan terjadi pada bayinya ? Dan bagaimana sikap Anda

terhadap kasus ini ?

B. Kasus Keperawatan

Pasen 35 tahun, wanita, dirawat karena disentri amuba. Diberikan th/ flagil 3 x 2 tablet @ 500

mg. Dari pantauan perawat, obat sudah habis tetapi tidak ada kemajuan, padahal obat selalu

dibagikan oleh perawat pagi, siang, sore sebelum makan. Pada saat perawat verbed masuk

diketahui ada obat flagil di bawah bantalnya. Setelah ditanyakan, pasen menjawab bahwa

obatnya mahal, karena itu ia simpan supaya tidak cepat habis.

Diskusikan:

1. Mengapa hal tersebut bisa terjadi ?

2. Siapa yang bertanggung jawab ?

3. Langkah-langkah apa yang diambil oleh Ka. Ruangan ?

KEPUSTAKAAN

Carol Taylor,Carol Lillies, Priscilla Le Mone, 1997, Fundamental Of Nursing Care, Third Edition,

by Lippicot Philadelpia, New York.

Shirley R.Jones,1994, Ethics In Midwifery , by Mosby – Year Book Europe Ltd.

Diposkan oleh HERU SUBEKTI : di 22:48 

5 komentar :

Anonim mengatakan...

pak heru, bapak punya kasus etik dan hukum keperawatan komunitas??kalau ada, tlong kirim ke email saya [email protected]

23 Oktober 2008 20:04

ODE ETIK

Page 18: Kode Etik Keperawatan

KEPERAWATAN INDONESIA

MUKADIMAH

Sebagai profesi yang turut serta mengusahakan tercapainya kesejahteraan fisik, material dan mental spiritual untuk mahluk insani dalam wilayah Republik Indonesia, maka kehidupan profesikeperawatan di Indonesia selalu berpedoman kepada sumber asalnya yaitu kebutuhan masyarakat Indonesia akan

pelayanan keperawatan.

Warga Keperawatan di Indonesia menyadari bahwa kebutuhan akan keperawatan bersifat universal bagi klien (individu keluarga kelompok dan masyarakat), oleh karenanya pelayanan yang diberikan oleh perawat selalu berdasarkan kepada cita-cita yan luhur, niat yang murni untuk keselamatan dan kesejahteraan umat tanpa membedakan kebangsaan, kesukuan, warna, kulit, umur, jenis kelamin, aliran politik dan agama yang dianut serta kedudukan sosial.

Dalam melaksanakan tugas playanan keperawatan kepada klien, cakupan tanggung jawab perawat Indonesia adalah meningkatkan derajat kesehatan, mencegah terjadinya penyakit, mengurangi dan menghilangkan penderitaan serta memulihkan kesehatan yang kesemuanya ini dilaksanakan atas dasar pelayanan yang paripurna.

Dalam melaksanaka tugas professional yang berdaya guna dan berhasil guna para perawat mampu dan ikhlas memberikan pelayanan yang bermutu dengan memelihara dan meningkatkan integritas pribadi yang luhur dengan ilmu dan keterampilan yang memadai serta dengan kesadaran bahwa pelayanan yang diberikan merupakan bagian dari upaya kesehatan secara menyeluruh.

Dengan bimbingan Tuhan Yang Maha Esa dalam melaksanakan tugas pengabdian untuk kepentingan kemanusiaan, Bangsa dan Tanah Air, Persatuan Perawat Nasional Indonesia menyadari bahwa Perawat Indonesia yang berjiwa Pancasila dan berlandaskan pada UUD 1945 merasa terpanggil untuk menunaikan kewajiban dalam bidang keperawatan dengan penuh tanggung jawab, berpedoman kepada dasar-dasar seperti tertera di bawah ini :

PERAWAT DAN KLIEN

1. Perawat dalam memberikan pelayanan keperawatan menghargai harkat dan martabat manusia,

keunikan klien, dan tidak terpengaruh oleh pertimbangan kebangsaan, kesukuan, warna kulit,

umur, jenis kelamin, aliran politik dan agama yang dianut serta kedudukan sosial.

1. Perawat dalam memberikan pelayanan keperawatan senantiasa memelihara suasana

lingkungan yang menghormati nilai-nilai budaya, adat-istiadat dan kelangsungan hidup

beragama dari klien.3. Kepada mereka yang membutuhkan asuhan keperawatan.

4. Perawat wajib merahasiakan segala sesuatu yang diketahui

Page 19: Kode Etik Keperawatan

sehubungan dengan tugas yang dipercayakan kepadanya

kecuali jika diperlukan oleh yang berwenang sesuai dengan

ketentuan hukum yang berlaku.

PERAWAT DAN PRAKTIK

1. Perawat memelihara dan meningkatkan kompetensi dibidang keperawatan melalui belajar

terus-menerus.

1. Perawat senantiasa memelihara mutu pelayanan keperawatan yang tinggi disertai kejujuran

professional dalam menerapkan pengetahuan serta keterampilan keperawatan sesuai dengan

kebutuhan klien.3.Pada informasi yang adekuat dan mempertimbangkan kemampuan serta kualifikasi seseorang

bila melakukan konsultasi, menerima delegasi dan memberikan delegasi kepada orang lain.

4. Perawat senantiasa menjunjung tinggi nama baik profesi

keperawatan dengan selalu menunjukkan perilaku

professional.

PERAWAT DAN MASYARAKAT

1.Perawat mengemban tanggung jawab bersama

masyarakat untuk memprakarsai dan mendukung berbagai

kegiatan dalam memenuhi kebutuhan kesehatan

masyarakat.

PERAWAT DAN TEMAN SEJAWAT

1. Perawat senantiasa memelihara hubungan baik dengan perawat maupun dengan tenaga

kesehaan lainnya, dan dalam memelihara keserasian suasana lingkungan kerja maupun dalam

mencapai tujuan pelayanan kesehatan secara menyeluruh.

1. Perawat bertindak malindungi klien dan tenaga kesehatan yang memberikan pelayanan

kesehatan secara tidak kompeten, tidak etis dan illegal.PERAWAT DAN PROFESI

1. Perawat mempunyai peran utama dalam menentukan standar dan pelayanan keperawatan

serta menerapkan dalam kegiatan pelayanan dan pendidikan keperawatan.

Page 20: Kode Etik Keperawatan

1. Perawat berperan aktif dalam berbagai pengembangan profesi keperawatan.

1. Perawat berpartisipasi aktif dalam upaya profesi untuk membangun dan memelihara kondisi

kerja yang kondusif demi terwujudnya asuhan keperawatan yang bermutu tinggi.Diposkan oleh etikakeperawatan di 04:42 

0 KOMENTAR:

POSKAN KOMENTAR