Kanker Leher

download Kanker Leher

of 83

  • date post

    05-Oct-2015
  • Category

    Documents

  • view

    158
  • download

    1

Embed Size (px)

description

protap penatalaksanaan kanker leher

Transcript of Kanker Leher

REFERAT

KANKER KEPALA LEHER

Pembimbing :

dr. Lopo Triyanto, Sp.B(K)Onk

Disusun Oleh :

G4A014047

FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU-ILMU KESEHATAN

UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN

SMF ILMU BEDAH

RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO

PURWOKERTO

2014LEMBAR PENGESAHAN

Telah dipresentasikan dan disetujui presentasi referat dengan judul :KANKER KEPALA LEHERDiajukan untuk memenuhi salah satu syarat mengikuti ujian

di bagian Ilmu Bedah program profesi dokter

di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo PurwokertoDisusun Oleh :

Mayunda Riani Andristi

G4A014047

Purwokerto, 2014

Mengetahui,

Dokter Pembimbing,

dr. Lopo Triyanto, Sp.B(K)OnkPANDUAN PENATALAKSANAAN TUMOR/KANKER KELENJAR TIROID DAN PARATIROID

I . PENDAHULUAN

Epidemiologi kanker tiroid berdasarkan data/registrasi patologi di Indonesia menempati urutan ke"sembilan". Menurut kepustakaan dunia, kanker tiroid merupakan kanker organ endokrin terbanyak dijumpai.

Sebagian besar kanker tiroid (80-85%) berasal dari sel folikuler sebagai kanker tiroid berdiferensiasi baik, sedangkan sisanya kanker tiroid anaplastik/ berdiferensiasi buruk, karsinoma medularis yang berasal dari sel para folikuler dan tumor ganas (nontiroid) lainnya.Faktor resiko untuk terjadinya karsinoma tiroid adalah paparan radiasi, intake yodium, stimulasi yang kronik dari thyroid stimulating hormone (di daerah endemi).

Dari segi molekuler biologi adalah adanya perubahan pada RET-Proto-oncogene dan Ras Oncogene memegang peran penting untuk terjadinya karsinoma tiroid dan karsinoma medulare.Pembedahan tiroid pada awal abad ke-16-17, memberikan mortalitas yang tinggi, pada umumnya kematian disebabkan oleh perdarahan yang tidak dapat decontrol. Beberapa Ali bedah pionir pada pembedahan tiroid, antara lain Lorenz Heister, Pierre Joseph Desault, Wilhem Hedenus, Dieffenbach, dan Langenbeck yang semuanya mengajukan bahwa pembedahan tiroid sebaiknya dihindari karena angka kematian yang sangat tinggi. Sukses pembedahan kemudian dilakukan oleh Theodore Bilroth (pada abad ke-17-18), ahli bedah dari Swiss dan Eilliam Halsted dari Amerika, yang mengajukan pembedahan tanpa darah, yang kemudian diikuti oleh banyak ahli bedah modern saat ini. Saat ini, dikenal bahwa pembedahan tiroid benar pembedahan anatomis. Demikian juga hipertiroidisme ditemukan oleh Robert James Graves dan Carl Adolf van Basedow pada abad ke-18-19.

Kanker tiroid berasal dari sel-sel folikuler mempunyai tingkat keganasan yang berrange yang luas, mulai karsinoma tiroid berdiferensiasi sangat baik, tingkat keganasan yang rendah dan berprognosis baik sampai pada tingkat yang berdiferensiasi buruk dan mempunyai prognosis yang sangat buruk. Kewajiban ahli bedah untuk dapat mengerti, mengenal, dan melakukan terapi yang optimal terhadap karsinoma tiroid yang sangat bervariasi prognosisnya. Kanker tiroid berasal dari sel monoklonal, yang dalam bertumbuhannya akan membentuk jaringan tumor yang heterogen (poli seluler), artinya tidak semua sel kanker (tiroid) mempunyai sifat, kemampuan yang berbeda-beda, dan juga berbeda dalam ketergantungan pada hormon TSH (thyroid stimulating hormone).Penentuan prognosis dan manajemen karsinoma tiroid berdiferensiasi baik dibuat berdasarkan beberapa factorAMES: Age

Metastasis

Extent

SizeAGES: Age

Grading histologis

Extent

Size

MACIS: Metastasis

Age

Complete Excision

Size

MSKCC

: Tumor Factors

Patient Factors

High Risk Group (poor tumor & patient factors)

Moderate Risk (good tumor factors & bad patient factors or bad tumor factors and good patient factors)

Low Risk Factors (good tumor & patient factors)

Pasien dengan low risk karsinoma tiroid pada umumnya tidak memerlukan radioterapi atau thyro-scan/ablation sehingga manajemen bedah tidak harus dilakukan tiroidektomi total, dan tidak semua pasien memerlukan terapi supresi. Pemberian hormon tiroksin pascatiroidektomi total masih merupakan kontroversi apakah diperlukan sebagai adjuvant terapi ataukah sebagai terapi substitusi.

II. KLASIFIKASI HISTOPATOLOGI DAN STADIUM BERDASARKAN TNM

Klasifikasi Histopatologi Berdasarkan WHOTumor Epitel Maligna

Karsinoma Folikuler

Karsinoma Papiler

Karsinoma Campuran (folikuler-papiler) Karsinoma Sel Skuamosa Karsinoma Medulare

Tumor Non-Epitel Maligna

Fibrosarkoma Lain-lain

Tumor Maligna Lainnya

Sarkoma

Limfoma Maligna

Hemangiotelioma Maligna Teraroma Maligna

Tumor Sekunder dan Unclassified Tumors

Karsinoma papiler adalah tipe terbanyak mencapai 80%, dapat berbentuk solid ataupun kistik lebih banyak dijumpai pada wanita; karsinoma folikuler mempunyai insiden antara 10-20%. Karsinoma folikuler lebih banyak dijumpai pada umur yang lebih tua dibandingkan karsinoma papiler, dan diagnosis sitologi sulit karena morfologis sulit dibedakan antara adenoma dan karsinoma folikuler. Karsinoma sel Hurthle mempunyai insiden kurang lebih 5% yang dianggap sebagai varian dari karsinoma folikuler dengan prognosis yang lebih buruk.

Karsinoma medulare adalah karsinoma yang berasal dari sel para-folikuler dan merupakan 5% dad karsinoma tiroid dan bersifat familial. (pada 25% karsinoma medulare, sebagian besar adalah sporadik). Karsinoma medulare mempunyai kecenderungan bermetastasis jauh dan mempunyai prognosis lebih buruk dari karsinoma tiroid berdiferensiasi baik.

Karsinoma anaplastik merupakan keganasan yang jarang dijumpai, sangat agresif, cepat membesar, mempunyai prognosis yang buruk, dan diperkirakan berasal dari karsinoma berdiferensiasi baik, terutama karsinoma folikuler (Arms, et a l., 2006).

Klasifikasi Berdasarkan StadiumKlasifikasi Stadium berdasarkan Sistem TNM (Edisi 6, 2002)

Tumor Primer

TxTumor primer tidak dapat dinilai

T0

Tidak didapat tumor primer (misalnya: sudah dioperasi)

T1

Tumor dengan ukuran terbesar 2 cm atau kurang, masih terbatas pada tiroid

T2

Tumor dengan ukuran terkecil lebih dari 2 cm, dan ukuran terbesar tidak lebih dari 4 cm, dan masih terbatas pada tiroid

T3 Tumor dengan ukuran lebih dari 4 cm, dan masih terbatas pada tiroid; atau ukuran berapa saja dengan ekstensi minimal ekstra tiroid (misalnya: ke otot sternotiroid, atau jaringan lunak peritiroid)

T4a

Tumor dengan ekstensi keluar kapsel tiroid dan menginfiltrasi/ invasi jaringan lunak subkutan, laring, trakhea, esofagus, n.laringeus rekuren

T4b Tumor menginfiltrasi/invasi fasia prevertebra, pembuluh darah mediastinum atau a.karotis

T4a* (Karsinoma anaplastia) Tumor (dengan ukuran berapa saja) masih terbatas pada tiroid

T4b* (Karsinoma anaplastia) Tumor (dengan ukuran berapa saja) dan ekstensi keluar kapsel tiroidCatatan : Tumor multifokal dari semua tipe histoparologi harus diberi tanda "(m)", ukuran terbesar menentukan klasifikasi T Contoh T(m).

*Semua karsinoma tiroid anaplastik/undifferentiated termasuk T4

*Karsinoma anaplastik intra tiroid ( resektabel secara bedah

*Karsinoma anaplastik ekstra tiroid ( nonresektabel secara bedah

N- Nodes/Kelenjar Getah Bening (KGB)

NKelenjar getah bening tidak dapat dinilai

N0Tidak terdapat metastasis kelenjar getah bening

N1Terdapat metastasis ke kelenjar getah bening

N1aMetastasis pada kelenjar getah bening cervical level VI (pre-trakhea, para-trakhea, Delphian)

NibMetastasis pada KGB servikal unilateral, bilateral, kontra-lateral, atau KGB mediastinum

M-Metastasis Jauh

MxMetastasis jauh tidak dapat dinilai

M0Tidak terdapat metastasis jauh

M1Terdapat metastasis jauh

Stadium Klinis (Regrouping)

Terdapat empat jenis histopatologi mayor (yang sering dijumpai), yaitu:

Karsinoma papiler

Karsinoma folikuler Karsinoma medulare Karsinoma anaplastik

Karsinoma papiler atau folikuler, umur < 45 tahun

Stadium ITrap TTrap NM0

Stadium IITiap TTiap NMl

Karsinoma papiler atau folikuler, umur 45 tahun

Stadium IT1N0M0

Stadium IIT2N0M0

Stadium IIIT3N0M0

T1,T2,T3N1aM0

Stadium IVaT1, T2,T3

T4aN1bN0, N1M0M0

Stadium IVbT4bTiap NM0

Stadium IVcTiap TTiap NMl

Karsinoma anaplastic

Stadium IVaT4aTrap NM0

Stadium IVbT4bTiap NM0

Stadium IVcTiap TTiap NM l

Gambar 3.1 Stadium TNM Tumor/ Neoplasm Tiroid berdasarkan AJCC 2002. (Dikutip dari Rubin & Hansen 2008)

I

III.DIAGNOSIS

A. Anamnesis dan Pemeriksaan Fisik

1. Anamnesis

Pengaruh usia dan jenis kelamin. Pada ekstrem umur (< 25 tahun dan > 50 tahun); laki-laki secara proporsional merupakan faktor risiko.

Pernah mendapat paparan radiasi di daerah leher dan kepala pada masa kanak-kanak; atau di daerah yang pernah mengalami ledakan "bom atom" (Hiroshima, Nagasaki, Chernobyl)

Daerah strums endemis mempunyai insiden sedikit lebih tinggi terjadinya karsinoma tiroid tipe folikuler dan anaplastik. Daerah tanpa defisiensi yodium atau daerah pantai mempunyai angka insiden karsinoma papiler lebih tinggi dibandingkan daerah endemis.

Benjolan pada kelenjar tiroid yang tumbuh lebih cepat pada beberapa "waktu" terakhir (anaplastik atau kista tiroid). Pada umumnya, tumor jinak atau karsinoma tiroid berdiferensiasi mempunyai pertumbuhan yang sangat lambat.

Riwayat adanya gangguan mekanis, seperti gangguan meneian, gangguan bernapas (terutama waktu tidur terlentang), perubahan atau hilangnya suara, dan mulai adanya rasa nyeri o.k. infiltrasi pada syaraf atau kulit.

Ada