JURNAL SAINS DAN SENI POMITS Vol. 1, No. 1, (2012) 1-4...

of 4/4
JURNAL SAINS DAN SENI POMITS Vol. 1, No. 1, (2012) 1-4 1 Abstrak Penelitian untuk mengkarakterisasi reservoir telah sukses dilakukan pada lapangan ‘WA’, cekungan salawati yang berlokasi dekat dengan zona tektonik sesar sorong, papua. Penelitian difokuskan pada reservoir batuan karbonat umur miosen. Analisis atribut-atribut seismik dilakukan pada data seismik pre-stack hasil migrasi waktu 3D dan 5 data sumur yang diukur pada area penelitian. Kondisi struktur sesar dan rekahan pada zona reservoir ditentukan dengan analisis atribut similarity dan curvature Atribut-atribut ini terbuki efektif untuk interpretai struktur geologi dari data seismik . Inversi impedansi akustik (AI) dihitung untuk mengidentifikasi zona reservoir porositas tinggi yang berasosiasi dengan nilai AI renda, dan atribut dekomposisi spektral digunakan untuk mengetahui sifat lithologi dan keberadaan fluida hidrokarbon pengisi reservoir. Karena setiap atribut seismik saling berkaitan satu sama lain, dimana beberapa atribut memiliki sensitivitas terhadap sifat tertentu dari reservoir, maka atribut-atribut akan digunakan secara terintegrasi untuk mendapatkan informasi lebih detail mengenai karakteristik reservoir. Dari analisis terintegrasi atribut-atribut seismik diatas, dihasilkan detail geometri sistem sesar dengan dominan berarah NNE-SSW, zona interes berupa tinggian yang dibatasi oleh sesar-sesar normal. Properti fisis reservoir dan zona prospek akumulasi hidrokarbon dapat di interpretasi dengan lebih optimis melalui hasil inversi impedansi akustik dan atribut dekomposisi spektral setelah dikalibrasi dengan data sumur. Kata Kuncicurvature, dekomposisi spektral, impedansi akustik, karakterisasi reservoir, similarity. I. PENDAHULUAN APANGAN ‘WS’ merupakan lapangan migas yang berada di cekungan salawati. Terbukti memproduksi minyak dengan reservoir batuan karbonat umur miosen. Hal ini dibuktikan dari beberapa sumur pengeboran yang berproduksi kontinyu hingga saat ini. Secara stratigrafi, zona reservoir penelitian ditunjukkan pada gambar 1 dimana litologi didominasi oleh batuan karbonat terumbu. Hingga saat ini kegiatan eksplorasi terus dilakukan untuk meningkatkan kapasitas produksinya. Selain itu, cekungan Salawati berhadapan secara frontal dengan zona patahan besar di timur Indonesia yang dinamakan Sesar Sorong. Kondisi ini tentunya berpengaruh besar terhadap struktural dari reservoir lapangan tersebut. Untuk dapat mengkarakterisasi reservoir dengan baik, studi komperhensif yang melibatkan data seismik dan data sumur perlu dilakukan, salah satunya dengan melakukan analisis terhadap atribut-atribut seismik. Dalam penelitian ini, atrubut seismik berupa atribut similarity, curvature, dekomposisi spektral dan inversi impedansi akustik secara umum digunakan untuk mengetahui karakter struktur dan menganalisis property fisis yang berkaitan dengan porositas serta indentifikasi zona akumulasi hidrokarbon pada reservoir. II. METODA PENELITIAN Secara umum, data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari: 1) Data sumur berupa data wireline logging dari 5 sumur vertikal dimana masing-masing memiliki data pengukuran checkshot, log sonic, log gamma-ray, log RHOB (densitas), log NPHI (neutron porosity) dan data marker sumur. 2) Data data seismik pre-stack hasil migrasi waktu (PSTM) 3- D. Terdiri dari 140 inline dan 120 crossline dengan interval Karakterisasi Reservoir Batuan Karbonat Menggunakan Analisis Atribut Seismik Terintegrasi Pada Lapangan ‘WS’ Cekungan Salawati, Papua Febry Rokhman Firdaus, Yulia Putri Wulandari, Ayi Syaeful Bahri Jurusan Fisika, Fakultas MIPA, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Jl. Arief Rahman Hakim, Surabaya 60111 E-mail: [email protected] L Gambar. 1. Stratigrafi daerah penelitian dengan formasi karbonat umur miosen (dalam kotak merah) sebagai fokus
  • date post

    06-Feb-2018
  • Category

    Documents

  • view

    226
  • download

    2

Embed Size (px)

Transcript of JURNAL SAINS DAN SENI POMITS Vol. 1, No. 1, (2012) 1-4...

  • JURNAL SAINS DAN SENI POMITS Vol. 1, No. 1, (2012) 1-4

    1

    Abstrak Penelitian untuk mengkarakterisasi reservoir telah sukses dilakukan pada lapangan WA, cekungan salawati yang

    berlokasi dekat dengan zona tektonik sesar sorong, papua.

    Penelitian difokuskan pada reservoir batuan karbonat umur

    miosen. Analisis atribut-atribut seismik dilakukan pada data

    seismik pre-stack hasil migrasi waktu 3D dan 5 data sumur yang

    diukur pada area penelitian. Kondisi struktur sesar dan rekahan

    pada zona reservoir ditentukan dengan analisis atribut similarity

    dan curvature Atribut-atribut ini terbuki efektif untuk interpretai

    struktur geologi dari data seismik . Inversi impedansi akustik

    (AI) dihitung untuk mengidentifikasi zona reservoir porositas

    tinggi yang berasosiasi dengan nilai AI renda, dan atribut

    dekomposisi spektral digunakan untuk mengetahui sifat lithologi

    dan keberadaan fluida hidrokarbon pengisi reservoir. Karena

    setiap atribut seismik saling berkaitan satu sama lain, dimana

    beberapa atribut memiliki sensitivitas terhadap sifat tertentu dari

    reservoir, maka atribut-atribut akan digunakan secara

    terintegrasi untuk mendapatkan informasi lebih detail mengenai

    karakteristik reservoir. Dari analisis terintegrasi atribut-atribut

    seismik diatas, dihasilkan detail geometri sistem sesar dengan

    dominan berarah NNE-SSW, zona interes berupa tinggian yang

    dibatasi oleh sesar-sesar normal. Properti fisis reservoir dan zona

    prospek akumulasi hidrokarbon dapat di interpretasi dengan

    lebih optimis melalui hasil inversi impedansi akustik dan atribut

    dekomposisi spektral setelah dikalibrasi dengan data sumur.

    Kata Kuncicurvature, dekomposisi spektral, impedansi

    akustik, karakterisasi reservoir, similarity.

    I. PENDAHULUAN

    APANGAN WS merupakan lapangan migas yang berada

    di cekungan salawati. Terbukti memproduksi minyak

    dengan reservoir batuan karbonat umur miosen. Hal ini

    dibuktikan dari beberapa sumur pengeboran yang berproduksi

    kontinyu hingga saat ini. Secara stratigrafi, zona reservoir

    penelitian ditunjukkan pada gambar 1 dimana litologi

    didominasi oleh batuan karbonat terumbu. Hingga saat ini

    kegiatan eksplorasi terus dilakukan untuk meningkatkan

    kapasitas produksinya. Selain itu, cekungan Salawati

    berhadapan secara frontal dengan zona patahan besar di timur

    Indonesia yang dinamakan Sesar Sorong. Kondisi ini tentunya

    berpengaruh besar terhadap struktural dari reservoir lapangan

    tersebut. Untuk dapat mengkarakterisasi reservoir dengan baik,

    studi komperhensif yang melibatkan data seismik dan data

    sumur perlu dilakukan, salah satunya dengan melakukan

    analisis terhadap atribut-atribut seismik.

    Dalam penelitian ini, atrubut seismik berupa atribut

    similarity, curvature, dekomposisi spektral dan inversi

    impedansi akustik secara umum digunakan untuk mengetahui

    karakter struktur dan menganalisis property fisis yang berkaitan

    dengan porositas serta indentifikasi zona akumulasi

    hidrokarbon pada reservoir.

    II. METODA PENELITIAN

    Secara umum, data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri

    dari:

    1) Data sumur berupa data wireline logging dari 5 sumur

    vertikal dimana masing-masing memiliki data pengukuran

    checkshot, log sonic, log gamma-ray, log RHOB (densitas),

    log NPHI (neutron porosity) dan data marker sumur.

    2) Data data seismik pre-stack hasil migrasi waktu (PSTM) 3-

    D. Terdiri dari 140 inline dan 120 crossline dengan interval

    Karakterisasi Reservoir Batuan Karbonat

    Menggunakan Analisis Atribut Seismik

    Terintegrasi Pada Lapangan WS Cekungan

    Salawati, Papua Febry Rokhman Firdaus, Yulia Putri Wulandari, Ayi Syaeful Bahri

    Jurusan Fisika, Fakultas MIPA, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)

    Jl. Arief Rahman Hakim, Surabaya 60111

    E-mail: [email protected]

    L

    Gambar. 1. Stratigrafi daerah penelitian dengan formasi karbonat umur

    miosen (dalam kotak merah) sebagai fokus

  • JURNAL SAINS DAN SENI POMITS Vol. 1, No. 1, (2012) 1-4

    2

    sampling 2 ms. Spasi antara inline dan crossline adalah

    25m dan dibatasi pada inline 1-140 dan crossline 540-660

    Analisis diawali dengan proses pengikatan data sumur

    dengan data seismik hingga mendapatkan nilai korelasi yang

    tinggi. Selanjutnya, interpretasi horizon dilakukan dengan

    penelusuran jejak horizon top reservoir yang ditarik dari

    marker sumur ke dalam data seismik secara lateral. Dan

    akhirnya, atribut-atribut seismik di ekstrak dengan top horizon

    reservoir hingga kedalaman 100 ms dari top horizon sebagai

    zona interes reservoirnya. Gambar 2 berikut ini menunjukkan

    diagram alir kerja pada penelitian ini.

    Karakteristik struktur pada zona reservoir ditentukan dengan

    analisis atribut similarity dan curvature. Inversi impedansi

    akustik dan atribut dekomposisi spectral digunakan untuk

    mengetahui sifat fisis lithologi dan keberadaan fluida

    hidrokarbon pengisi reservoir. Semua atribut tersebut di hitung

    pada zona interest dengan horizon top reservoir sebagai acuan

    batas atasnya.

    III. HASIL DAN DISKUSI

    A. Atribut similarity dan curvatures untuk memetakan kondisi

    struktural reservoir.

    Atribut similarity sebagai bentuk dari atribut coherency

    menggambarkan seberapa mirip bentuk dan amplitudo suatu

    tras seismik satu dengan tras lain disekitarnya. Nilai similarity

    1 menunjukkan bagian-bagian tras seismik sepenuhnya sama,

    baik dalam hal bentuk gelombang maupun amplitudonya.

    Sedangkan nilai similarity 0 menunjukkan bahwa tras-tras

    seismik tersebut sepenuhnya tidak sama. Gambar 3 (a) dibawah

    menunjukkan hasil ekstraksi atribut similarity pada sayatan

    horizon top reservoir. Secara visual, kemenerusan sesar-sesar

    utama yang direpresentasikan oleh atribut similarity bernilai

    sangat rendah (mendekati nol) terlihat tegas berwarna hitam

    seperti yang ditunjukkan anak panah merah, dan secara umum

    memiliki tren arah NNE-SSW. Selain itu, tren similarity bernilai

    rendah, lebih tipis dan pendek juga teramati disekitar sesar-

    sesar utama, seperti yang ditunjukkan anak panah kuning. Tren

    ini dapat diinterpretasikan sebagai rekahan yang biasa muncul

    sebagai struktur penyerta akibat keberadaan sesar. Rekahan

    dominan berorientai NW-SE. Gambar 3 (c) dan (d) berturut-

    turut merupakan hasil ekstraksi atribut similarity pada sayatan

    horizon kedalaman 40ms, dan kedalaman 70ms dibawah

    horizon top reservoir. Sedangkan gambar 3 (b) merupakan

    hasil ekstraksi atribut similarity pada sayatan melintang seismik

    inline 82. Geometri kemiringan sesar dapat diamati seperti pada

    lingkaran hijau.

    sini dapat dilihat bahwa atribut similarity cukup baik dalam

    mendelineasi keberadaan struktur sesar pada reservoir, tatapi

    atribut ini belum mampu mendefinisikan jenis sesar yang

    berkembang diarea tersebut. Sehingga atribut yang lain, seperti

    curvature, perlu diaplikasikan untuk melengkapi informasi

    mengenai geometri dari struktur.

    Pada penelitian ini bentuk atribut curvature yang digunakan

    adalah Most positive dan most negative curvatures. Atribut

    tersebut dipilih karena Most positive curvature mampu

    merepresentasikan antiklin atau blok tinggian dari suatu

    struktur, sedangkan most negative curvature menggambarkan

    sinklin atau blok bawah dari suatu struktur sesar. Hal ini dinilai

    sesuai dengan kondisi geologi daerah penelitian dimana gaya

    ekstensi akibat tektonik sesar sorong dominan disini.

    Gambar 3. (a) Atribut similarity pada sayatan horizon top reservoir formasi.

    (b) Hasil ekstraksi atribut similarity pada penempang melintang seismik

    inline 82. (c) Atribut similarity pada sayatan horizon kedalaman 40 ms, dan

    (d) Atribut similarity pada sayatan horizon kedalaman 70 ms dibawah horizon

    top reservoir.

    Gambar 2. Diagram alir penelitian

  • JURNAL SAINS DAN SENI POMITS Vol. 1, No. 1, (2012) 1-4

    3

    Hasil perhitungan atribut curvature menunjukkan bahwa

    terdapat zona tunggian di tengah area penelitian yang dibatasi

    oleh sesar-sesar normal. kombinasi dari most positive curvature

    dan most negative curvature pada sayatan horizon top

    reservoir (gambar 4 b) menunjukkan adanya beberapa atribut

    curvature bernilai tinggi (most positive) yang ditunjukkan

    dengan warna kuning dan rendah (most negative) dengan

    warna biru yang saling berpasangan dan menerus seperti yang

    ditunjukkan pada lingkaran. Ini dapat diinterpretasikan sebagai

    sesar-sesar yang memiliki blok atas dan blok bawah. Dan pada

    gambar 4(a) menunjukkan bahwa blok tinggi merupakan foot

    wall dan blok rendah sebagai hanging wall.

    B. Karakteristik Lithologi Reservoir dan Delineasi Zona

    Hidrokarbon

    Atribut yang digunakan untuk mengetahui karakteristik

    litologi yang berhubungan dengan sebaran porositas adalah

    Inversi impedansi akustik. Sedangkan atribut dekomposisi

    spektral digunakan untuk identifikasi zona hidrokarbon di zona

    reservoir. Gambar 5 (a) bagian atas menunjukkan hasil inversi

    impedansi akustik (AI) metode model based pada penampang

    melintang seismik inline 82 yang dilalui oleh sumur WS_5.

    Pada zona reservoir, nilai impedansi akustik yang rendah

    berasisoasi dengan reservoir dengan porositas tinggi. Secara

    fisis batuan tersebut lebih porous sehingga cukup baik sebagai

    tempat akumulasi hidrokarbon. Sebaliknya, nilai impedansi

    akustik tinggi menunjukkan reservoir yang memiliki porositas

    rendah, batuan reservoir lebih tight dan sering dianggap

    sebagai reservoir yang kurang ekonomis. Sebaran porositas

    reservoir secara vertikal dapat dilihat pada gambar 5.2.

    Reservoir dengan nilai AI rendah menyebar kontinyu didekat

    top reservoir. Zona reservoir dengan AI rendah yang lain juga

    muncul seperti yang ditinjukkan anak panah hitam, berada pada

    kedalaman sekitar 30-50 ms dan 60-75 ms dari horizon top

    reservoir. Secara umum, reservoir porous hingga kedalaman

    sekitar 80 ms dibawah horizon top reservoir dan dibatasi oleh

    reservoir tight dengan AI tinggi yang ditunjukkan dengan

    warna ungu.

    Berdasarkan analisis hasil inversi AI pada penampang

    melintang seismik, Sayatan horizontal untuk melihat melihat

    sebaran zona reservoir porous secara lateral dilakukan pada

    kedalaman 10 ms, 40 ms, dan 70 ms dibawah horizon top

    reservoir formasi F2 dengan window 10 ms. Gambar 5 (b), (c)

    dan (d) menunjukkan sebaran lateral nilai impedasi akustik

    pada kedalaman 10ms, 40ms dan 70 ms dibawah top reservoir.

    dalam lingkaran hitam merupakan zona dengan nilai AI rendah

    antara 21800 27000 (ft/s)*(g/cc) yang ditunjukkan oleh

    warna hijau sampai kuning dan dikelilingi oleh nilai impedansi

    akustik lebih tinggi yang berwarna biru-violet.

    Pada atribut dekomposisi spektral, data seismik ditransformasi

    kedalam domain frekuensi. Efek anomali pada frekuensi tinggi

    dan rendah dapat diamati pada gambar 6. Atenuasi pada

    frekuensi yang lebih tinggi terlihat pada penampang melintang

    inline 82 yang dilalui oleh sumur produksi WS_5 yang

    diketahui zona produksinya seperti ditunjukkan anak panah

    hitam (gambar 6 a dan c). Ini digunakan sebagai kalibrasi untuk

    mengetahui bagaimanakah karakter anomali spektral yang

    terjadi pada zona hidrokarbon. Atenuasi pada frekuensi tinggi

    ini digunakan sebagai indikator zona akumulasi hidrokarbon.

    Gambar 6. (a) atribut dekomposisi spectral dengan (a) dan (c) isofrekuensi 35

    Hz dan 50 Hz pada penampang melintang inline 82 yang dilalui sumur

    produksi WS_5. (b) dan (d) isofrekuensi 35 Hz dan 50 Hz pada sayatan

    horizontal kedalaman 10ms dibawah horizon top reservoir.

    Gambar 5. (a) Hasil inversi impedansi akustik (AI) pada penampang

    melintang seismik inline 82. Sayatan horizontal impedansi akustik pada

    kedalaman (b) 10ms (c) 40ms (d) 70ms dibawah horizon top reservoir

    Gambar 4. (a) kombinasi dari most positive curvature dan most negative

    curvature pada penampang melintang seismik inline 82. (b) kombinasi dari

    most positive curvature dan most negative curvature pada sayatan horizon

    top reservoir.

  • JURNAL SAINS DAN SENI POMITS Vol. 1, No. 1, (2012) 1-4

    4

    Pada peta isofrekuensi sayatan horizontal gambar 6 (b) dan (d)

    zona akumulasi hidrokarbon yang berasosiasi dengan atenuasi

    pada frekuensi tinggi (warna merah) dapat di analisis secara

    langsung. Akhirnya analisis terintegrasi dari seluruh atribut

    yang digunakan dapat dilakukan untuk menentukan zona

    akumulasi hidrokarbon pada reservoir yang di interpretasi

    memiliki porositas tinggi dan juga mempertimbangkan struktur

    sesarnya seperti yang ditunjukkan pada gambar 7.

    Rekomendasi lokasi pengeboran sumur baru pun dapat

    dilakukan dengan lebih optimis.

    IV. KESIMPULAN

    Berdasarkan hasil analisis atribut-atribut seismik yang

    telah dilakukan untuk mengetahui karakteristik reservoir

    karbonate lapangan WS, maka dapat ditarik kesimpulan

    sebagai berikut:

    1) Analisis atribut similarity dan curvature menghasilkan

    informasi detail geometri system sesar pada zona reservoir

    karbonat formasi F2 didominasi oleh sesar normal dengan

    arah NNE-SSW. Dan zona interes daerah penelitian

    berupa tinggian yang dibatasi oleh sesar-sesar normal

    tersebut.

    2) Zona reservoir yang berpotensi memiliki porositas tinggi

    berasosisasi dengan nilai impedansi akustik rendah antara

    21800-27000 (ft/s)*(g/cc).

    3) Properti fisis reservoir dan zona akumulasi hidrokarbon

    dapat diinterpretasi dengan baik dan lebih optimis melalui

    hasil inverse impedansi akustik dan atribut dekomposisi

    spektral setelah dikalibrasi dengan data sumur.

    4) Lokasi yang direkomendasikan untuk sumur pengeboran

    baru berada di utara sumur-sumur lama. Pada zona

    reservoir kedalaman sekitar 40 ms dibawah horizon top

    reservoir uang merupakan zona reservoir porositas tinggi,

    tidak tersesarkan serta terdapat potensi akumulasi

    hidrokarbon.

    UCAPAN TERIMA KASIH

    Penulis mengucapkan terima kasih kepada PetroChina

    International (Bermuda) Ltd. atas izin yang diberikan untuk

    mempublikasikan tulisan ini. Dan dGB Earth Sciences

    Company yang telah memberikan lisensi software Opendtect

    4.2 yang digunakan dalam penelitian ini.

    DAFTAR PUSTAKA

    [1] Castagna, J.P., et.al, (2002), The Use Of Spectral Decomposition As A

    Hydrocarbon Indicator, GasTIPS Summer 2002, 24-27.

    [2] dGB Earth Science, (2009), Opendtect User Documentary.

    [3] Jibrin, B.W., et.al, (2009), Application of Volumetric Seismic Attributes

    to Delineate Fault Geometry: Examples From The Outer Fold And Trust

    Belt, Deepwater Niger Delta (Join Development Zone), dGB Earth

    Sciences.

    [4] Julian, Cuesta, et.al, (2009), The Use Of Seismic Attributes and Spectral

    Decomposition To Support The Drilling Plan Of Uracoa-Bombal Fields,

    Houston: SEG Houston International Exposition and Annual Meeting.

    [5] Kazeneimi, H., et.al, (2007), Application of the Continuous Wavelet

    Transform Decomposition to channel deposits and gas detection at

    Ketzin, Germany, London: EAGE 69th Conference & Exhibition

    London, UK, 11 - 14 June 2007.

    [6] Satyana, Awang H., (2000), Salawati Basin Evolution, JOB Pertamina-

    Santa FE Salawati, Studi report.

    [7] Sugiri, Oki., 2010, Fracture Basement Delineation using Seismic Multi

    Attribut, Master Thesis, Jurusan Geofisika Eksplorasi, Universitas

    Curtin: Melbourne, Australia.

    [8] Taner, . M. Turhan, (2001), Seismic Attributes, CSEG Recorder

    september 2001. 46-56.

    [9] Yilmaz, , (2001), Seismic Data Analysis, Processing, Inversion, and

    Interpretation of Seismic Data, Volume II, Society of Exploration

    Geophysicists: Tulsa USA.

    Gambar 7. (a) sayatan horizon atribut AI. (b) kombinasi atribut similarity

    sebagai background dan dekomposisi spektral. Analisis secara bersamaan

    menghasilkan rekomendasi zona rekomendasi untuk dilakukan pengeboran

    selanjutnya, seperti pada lingkaran putih.