hiv aids makalah

download hiv aids makalah

of 16

  • date post

    02-Jul-2015
  • Category

    Documents

  • view

    439
  • download

    6

Embed Size (px)

Transcript of hiv aids makalah

Kata Pengantar

HIV/AIDS merupakan salah satu masalah kesehatan di Indonesia. Prevalensi HIV cenderung bertambah tinggi dari tahun ke tahun. Peningkatan ini sejalan dengan peningkatan orang yang melakukan perilaku berisiko tinggi untuk tertular HIV. Pemerintah Indonesia dan lembaga swadaya masyarakat telah banyak melakukan intervensi untuk mengurangi penularan HIV di masyarakat. Sejalan dengan intervensi yang dilakukan, alat tes HIV yang sederhana dan akurat sangat dipelukan. Ketersediaan alat tes HIV yang sederhana, akurat dan ekonomis akan membantu pemerintah maupun lembaga swadaya masyarakat dalam memberikan pelayanan konseling dan tes HIV sukarela maupun pemantauan prevalensi HIV di kelompok berisiko dan masyarakat. OraQuick merupakan salah satu alat tes yang praktis karena tidak memerlukan darah dan sudah mendapat persetujuan oleh Food and Drug Administration USA maupun Badan POM di Indonesia. Sebelum alat ini dipasarkan dan digunakan secara luas d Indonesia, penelitian tentang akurasi OraQuick langsung di lapangan pada kelompok berisiko sangat diperlukan. Penelitian uji akurasi ini dapat terselenggara atas dukungan dana dari PT. Biotech Farma sebagai distributor OraQuick di Indonesia. Kami menghaturkan banyak terima kasih kepada ibu Yeyen Ardianti, direktur PT Biotech Farma, bapak Dodi manajer pemasaran OraQuick dan bapak M. Ridwan Husni atas kesediaannya untuk mendukung dan membiayai penelitian ini serta menyediakan alat tes OraQuick. Penelitian ini dapat terselenggara atas bantuan 5 lembaga swadaya masyarakat yang bergerak di bidang pencegahan HIV di Jakarta dan Depok, yaitu: Unit Penjangkauan Kelompok Berisiko HIV/AIDS Puslitkes UI, Yayasan Gerbang, LSM Rempah, Kiosk Universitas Atmajaya, dan Yayasan Kharisma. Atas bantuan mereka mencari subyek penelitian yang mau ikut penelitian ini dengan sukarela, kami juga mengucapkan banyak terima kasih. Kami mengucapkan banyak terima kash juga kepada Laboratorium Klinik RS Duren Sawit yang telah melakukan tes ELISA sebagai baku emas pada penelitian ini. Tidak lupa pula kami mengucapakan banyak terima kasih kepada pada subyek penelitian yang telah secara sukarela bersedia ikut dalam penelitian ini. Kami berharap penelitian ini dapat membawa manfaat bagi program pencegahan HIV di Indonesia. Tiada gading yang tak retak, kami mohon maaf jika ada kekurangan dalam pelaksanaan penelitian maupun penulisan laporan ini.

Depok, 18 Desember 2007 Tim Peneliti Iwan Ariawan, Rita Damayanti, Agus Solichin, Ferdinand P Siagian, Arif Iryawan i

Daftar Isi Halaman

KataPengantar.i DaftarIsi..ii Bab1:Pendahuluan.1 1.1 LatarBelakang....1 1.2 Tujuan2 Bab2:MetodePenelitian.3 2.1UjiAkurasiOraQuick..3 2.2DiskusiKelompokTerarah5

Bab3:HasildanPembahasan..6 3.1KarakteristikSubyek6 3.2PrevalensiHIV..6 3.3UjiAkurasi..7 3.4SkenarioAplikasiOraQuickpadaBerbagaiPrevalensiHIV9

Bab4:KesimpulandanSaran.12 DaftarKepustakaan...14 Lampiran...15

ii

Bab 1 Pendahuluan

1.1

Latar Belakang

Jumlah orang dengan HIV/AIDS terus meningkat di Indonesia dalam 5 tahun terakhir ini, dari 2575 kasus pada tahun 2001 menjadi 4091 kasus pada tahun 2003 dan informasi terakhir menunjukkan jumlah kumulatif sampai dengan September 2007 sebesar 16288. Peningkatan prevalensi ini sejalan dengan peningkatan orang yang melakukan perilaku berisiko tinggi untuk tertular HIV, seperti hubungan seks tidak aman dan penggunaan jarum suntik bersama pengguna narkoba. Banyak usaha telah dilakukan oleh pemerintah dan lembaga swadaya masyarakat untuk mengurangi penularan HIV, antara lain edukasi umum tentang HIV/AIDS, pendidikan teman sebaya, pendidikan ketrampilan hidup, perbaikan distribusi kondom dan penyediaan tempat konseling dan tes HIV1. Penyediaan tempat konseling dan tes HIV bertujuan untuk menyediakan tempat pelayanan bagi anggota masyarakat yang ingin berkonsultasi masalah HIV dan ingin tahu status HIV mereka. Sesuai dengan konvensi PBB, uji HIV harus dilakukan secara sukarela, diawali dan diakhiri dengan konseling. Konseling bertujuan untuk memberikan edukasi tentang pencegahan penularan HIV dan mempersiapkan klien untuk mengetahui hasil tes HIV. Salah satu kendala dalam tes HIV adalah diperlukannya darah, sehingga perlu ada petugas laboratorium yang terlatih untuk mengambil darah vena. Kendala lainnya pemeriksaan darah menggunakan metode ELISA yang memakan waktu 1 hari atau lebih. Saat ini telah tersedia beberapa tes cepat untuk HIV, baik yang menggunakan darah ataupun cairan tubuh lainnya. OraQuick merupakan tes cepat HIV yang dapat menggunakan bahan darah ataupun air liur klien. Hasil uji OraQuick dapat diketahui dalam waktu 15-30 menit dan karena tidak diperlukan darah, tes dapat dilakukan dengan lebih mudah dan cepat. OraQuick telah mendapat persetujuan dari Food and Drug Administration Amerika Serikat dan juga Depatermen Kesehatan Republik Indonesia untuk dipasarkan. Hasil penelitian sebelumnya oleh juga menunjukkan akurasi OraQuick yang baik untuk tes HIV, sensitifitas 99,3% dan spesifisitas 99,8%2,3. Sebelum memulai pemasaran di1

Indonesia, PT Biotech Farma sebagai distributor tunggal OraQuick di Indonesia bermaksud untuk mengetahui akurasi OraQuick untuk tes HIV di Jakarta.

1.2

Tujuan

Tujuan Umum Tujuan umum penelitian ini adalah untuk mengetahui akurasi dari tes saliva HIV dengan menggunakan OraQuick di Jabodetabek. Tujuan Khusus Tujuan khusus penelitian ini adalah: Mengetahui sensitifitas tes saliva HIV OraQuick dibandingan tes standar HIV Mengetahui spesifisitas tes saliva HIV OraQuick dibandingkan tes standar HIV Mengetahui nilai prediksi positif tes saliva HIV OraQuick dibandingkan tes standar HIV Mengetahui nilai prediksi negatif tes saliva HIV OraQuick dibandingkan tes standar HIV Mengetahui persepsi lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang bergerak di bidang pencegahan HIV/AIDS tentang OraQuick

2

Bab 2 Metode Penelitian

Penelitian ini menggunakan 2 metode, yaitu: (1) metode penelitian uji diagnostik untuk mengetahui akurasi tes OraQuick dan (2) diskusi kelompol terarah (DKT) untuk mengetahui persepsi LSM terhadap OraQuick.

2.1

Uji Akurasi OraQuick

2.1.1 Populasi dan Sampel Penelitian akan dilakukan di Jakarta pada populasi berisiko untuk tertular HIV secara sukarela. Besar sampel dihitung berdasarkan rumus besar sampel untuk estimasi proporsi (Lemeshow, 1990)4:

dengan p=sensitifitas atau spesifisitas, d=presisi, z21-a/2=nilai z pada derajat kepercayaan 1-/2. Besar sampel untuk penelitian ini dihitung bersadarkan asumsi sensitifitas 95%, spesifisitas 95%, presisi 2,5% dan derajat kepercayaan 95%. Besar sampel minimal yang diperlukan adalah 292 orang dengan HIV positif dan 292 orang dengan HIV negatif menurut tes baku emas. Menurut catatan berbagai pusat layanan konseling dan tes HIV sukarela, rata-rata 30% dari klien yang datang untuk tes HIV menunjukkan hasil HIV positif dan prakiraan drop out sebesar 10%, sehingga diperlukan subyek sejumlah 1072 sebagai sampel. Desain sampel menggunakan metode surveilans pada subyek berisiko tertular HIV pada daerah binaan 6 LSM, yaitu: Pusat Penelitian Kesehatan UI, Yayasan Gerbang, LSM Rempah, Kiosk Universitas Atmajaya, dan Yayasan Kharisma. Surveilans dilakukan pada tanggal 30 Oktober sampai dengan 16 November 2007.

3

2.1.2 Prosedur Pemeriksaan Prosedur pemeriksaan subyek dengan menggunakan teknik unlink anonimous sebagai berkut: 1. Subyek secara sukarela bersedia untuk tes HIV. 2. Subyek diberikan pre test konseling sesuai prosedur KPA/WHO. 3. Subyek ditanyakan kesediaanya untuk ikut dalam penelitian uji akurasi OraQuick. 4. Jika subyek bersedia untuk ikut penelitian, ia diminta untuk menandatangi persetujuan tertulis kesediaan untuk ikut penelitian (inform consent). 5. Petugas laboratorium dari RSU Duren Sawit mengambil saliva subyek dengan alat OraQuick dan darah. 6. Subyek meninggalkan tempat tes. 7. Hasil uji OraQuick dibaca oleh petugas dan dicatat dalam formulir data tanpa nama, tetapi menggunakan kode identifikasi. Formulir data disimpan oleh petugas. Hasil uji OraQuick tidak diberitahu ke subyek. 8. Darah subyek diberikan kode identifikasi yang sama dan dikirim ke laboratorium RSU Duren Sawit. Uji Elisa dilakukan dengan Vironostika HIV AG/AB Lot A 57 NB ed 12-07 dari Biomerieux . Nama subyek sama sekali tidak dicantumkan. 9. Setelah ada hasil uji tes standar HIV, petugas pusat layanan mencatat hasilnya pada formulir data. Nama subyek sama sekali tidak ada dan tidak boleh ditulis dalam formulir data. 10. Formulir akan diambil oleh staf peneliti dengan terlebih dahulu menyobek bagian kanan bawah yang berisi nomor identifikasi subyek dan memisahkan dari formulir inform consent. Cara ini dilakukan untuk menjamin kerahasiaan subyek, sehingga tidak mungkin lagi menghubungan informasi yang ada pada formulir data dengan nama subyek.

2.1.3 Manajemen dan Analisis Data Manajemen data akan dilakukan dengan menggunakan EpiData dan analisis dengan Stata 10. Hasil analisis berupa perhitungan sensitifitas dan spesifisitas, nilai prediksi positif dan negatif pada berbagai skenario prevalensi HIV. Semua perhitungan akan disertai estimasi selang dengan derajat kepercayaan 95%.

4

2.2

Diskusi Kelompok Terarah

Diskusi kelompok terarah (DKT) dengan para pimpinan dan aktivis dari 6 LSM dilakukan pada tanggal 4 Oktober 2007 di hotel Ibis Arkadia. DKT dilakukan pada 2 kelompok dan difasilitasi oleh Rita Damayanti, dra, MSPH, DR dan Ferdinan Siagian, drs, Msi. Tiap kelompok DKT terdiri dari 6-8 orang pimpinan dan aktivis LSM. Analisis hasil DKT dilakukan dengan analisis isi.

5

Bab 3 Hasil dan Pembahasan

3.1

Karateristik Subyek

Pada penelitian ini berhasil dikumpulkan 1080 subyek yang secara sukarela bersedia untuk di uji HIV saliva dan darah. Karakteristik subyek penelitian sebagai berikut: