HERMENEUTIKA TRADISIONAL SAYYED HOSSEIN NASR DALAMe- Hermeneutika Tradisional Seyyed Hossein Nasr...

download HERMENEUTIKA TRADISIONAL SAYYED HOSSEIN NASR DALAMe- Hermeneutika Tradisional Seyyed Hossein Nasr dalam

of 141

  • date post

    09-Feb-2021
  • Category

    Documents

  • view

    1
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of HERMENEUTIKA TRADISIONAL SAYYED HOSSEIN NASR DALAMe- Hermeneutika Tradisional Seyyed Hossein Nasr...

  • i

    HERMENEUTIKA TRADISIONAL SAYYED HOSSEIN NASR

    DALAM

    THE STUDY QURAN A NEW TRANSLATION AND COMMENTARY

    SKRIPSI

    Diajukan untuk memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar

    Sarjana Agama (S. Ag)

    Oleh :

    Luluk Khumaerah

    NIM 53020150029

    PROGRAM ILMU AL-QUR’AN DAN TAFSIR

    FAKULTAS USULUDIN, ADAB DAN HUMANIORA

    INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) SALATIGA

    2019

  • ii

    Halaman ini sengaja dikosongkan

  • iii

  • iv

    Halaman ini sengaja dikosongkan

  • v

  • vi

    Halaman ini sengaja dikosongkan

  • vii

    MOTTO

    Berjuang dan Berbuat Kebaikan Seluas-luasnya

    PERSEMBAHAN

    Kupersembahkan untuk:

    Ibunda, Nur Wachidah

    Ayahanda, Muh. Umar Fattah

    Kedua adik tersayang, Lilik Zakiatul F dan Ali Kaustar.

    Belahan hati dunia akhirat, Hamdan Yuafi.

  • viii

    Halaman ini sengaja dikosongkan

  • ix

    ABSTRAK

    Khumaerah, Luluk. 2019. Hermeneutika Tradisional Seyyed Hossein Nasr dalam The

    Study Quran A New Tranlation and Commentary.

    Dr. Adang Kuswaya, M.Ag

    Banyak pendapat yang menyatakan bahwa metode tafsir klasik atau tradisional

    sudah tidak relevan lagi untuk mengungkap pesan-pesan dalam Al-Qur'an. Bahkan ada

    yang berpendapat bahwa metodologi tafsir ulama klasik, diasumsikan memandang

    sebelah mata terhadap kemampuan akal, terlalu mengaggungkan teks dan mengabaikan

    realita sosial. Mereka yang berpendapat seperti itu, lebih memilih metode hermeneutika

    sebagai alat untuk mengungkap makna didalam Al-Qur'an.

    Sebaliknya, sosok cendekiawan Muslim kontemporer bernama Seyyed Hossein

    Nasr datang membawa hal baru. Dia memilih menfsirkan Al-Qur'an dengan tetap

    mengambil pendapat dari ulama tafsir klasik atau tradisional. Terutama dalam karya

    terbarunya yang berjudul The Study Quran: A New Translation and Commentary. Hal

    inilah yang menjadi research gap bagi penulis sehingga tertarik melakukan penelitian

    ini.

    Melalui penelitian ini penulis ingin mengkaji metode hermeneutika yang

    digunakan oleh Seyyed Hossein Nasr dalam menafsirkan Al-Qur'an terutama dalam

    karya tafsirnya tersebut. Metodologi yang digunakan penulis dalam menyusun

    penelitian ini adalah dengan pendekatan kualitatif. Sumber penelitian ini berupa bahan

    kepustakaan atau kajian literatur dengan sumber primer buku asli The Study Quran: A

    New Translation and Commentary yang sampai saat ini masih terus digunakan sebagai

    bahan kajian di rumah penulis.

    Untuk menemukan hermeneutika yang dipegang oleh Seyyed Hossein Nasr

    dalam melakukan penerjemahan dan penafsiran Al-Qur'an penulis mencoba

    menganalisisnya dengan pokok-pokok hermeneutika filosofis yang salah satunya

    menekankan bahwa selalu ada konteks antara penafsir dengan teks, yang menurut

    bahasa Gadamer disebut dengan Teori Kesadaran Sejarah atau affective history.

    Konteks disini tentu saja prinsip tradisionalisme Islam yang dipegang oleh Seyyed

    Hossein Nasr. Sehingga penulis menyimpulkan bahwa Seyyed Hossein Nasr memegang

    prinsip hermeneutika tradisional dalam menafsirkan ayat-ayat Al-Qur'an..

    Penelitian ini memiliki kontribusi yang sangat besar, sejauh pengetahuan

    penulis, sampai penelitian ini diselesaikan belum pernah diangkat penelitian terkait

    hermeneutika Seyyed Hossein Nasr di kampus manapun. Terlebih lagi belum ada

    terjemahan dalam Bahasa Indonesia dari buku The Study Quran A New Tranlation and

    Commentary tersebut.

    Kata Kunci : Hermeneutika, Seyyed Hossein Nasr, The Study Quran A New Tranlation

    and Commentary.

  • x

    Halaman ini sengaja dikosongkan

  • xi

    PEDOMAN TRANSLITERASI

    Pedoman transliterasi huruf (pengalihan huruf) dari huruf Arab ke huruf Latin

    yang digunakan bersumber dari buku The Study Quran karya Seyyed Hossein Nasr dkk.

    Penulis mengambil keputusan ini karena, banyak pengalihan huruf diambil dari buku

    tersebut.

    A. Penulisan huruf :

    No Huruf Arab Huruf Latin

    ʾ ا .1

    b ب .2 t ت .3 th ث .4 j ج .5 ḥ ح .6

    kh خ .7 d د .8 dh ذ .9 r ر .01 z ز .00 s س .02 sh ش .03 ṣ ص .04

    ḍ ض .05 ṭ ط .06

    ẓ ظ .07

    ʿ ع .08

    gh غ .09 f ف .21 q ق .20 k ك .22 l ل .23 m م .24 n ن .25 h, -t- ة .26 h ه .27

  • xii

    B. Huruf Vokal dan Konsonan

    Huruf ا, ي , dan و dapat berfungsi sebagai konsonan atau vokal yang panjang:

     ا ditulis ʾ ketika digunakan sebagai hamzah yang terletak diawal

     ا ditulis ā ketika digunakan sebagai vokal yang dibaca panjang

     ي ditulis y ketika digunakan sebagai konsonan

     ي ditulis ī when ketika digunakan sebagai huruf vokal

     و ditulis w ketika digunakan sebagai konsonan

     و ditulis ū ketika digunakan sebagai huruf vokal

    C. Vokal Pendek

     a seperti huruf vokal dalam kata ‘san’ ketika bertemu dengan konsonan yang

    berat yaitu kh, r, ṣ, ḍ, ṭ, ẓ, gh, q dan seperti dalam kata ‘set’ untuk konsonan

    yang ringan yaitu ʾ, b, t, th, j, ḥ, d, dh, z, s, sh, ʿ, f, k, l, m, n, h, w, y

     i seperti huruf vokal dalam kata ‘sit’

     u seperti huruf vokal dalam kata ‘sut’

    D. Vokal Panjang:

     ā seperti huruf vokal dalam kata ‘saab’ jika jatuh setelah huruf konsonan berat

    yaitu kh, r, ṣ, ḍ, ṭ, ẓ, gh, q dan seperti huruf vokal dalam kata ‘sat’ untuk

    konsonan yang lebih ringan yaitu ʾ, b, t, th, j, ḥ, d, dh, z, s, sh, ʿ, f, k, l, m, n, h,

    w, y akan tetapi diucapkan dengan agak lama.

     ī seperti huruf vokal dalam kata ‘siin’

     ū seperti huruf vokal dalam kata ‘suun’

    E. Alif Lam Shamshiah dan Qamariyah

    Ketika dibaca, huruf ‘l’ dalam kata ‘al-’ mengambil suara sesuai dengan huruf konsonan

    yang mengikutinya, pertama disebut dengan huruf Shamshiah ysitu t, th, d, dh, r, z, s,

    sh, ṣ, ḍ, ṭ, ẓ, l, n. Seperti contoh, al-nūr dibaca dengan an-noor, bukan alnoor.

    Untuk konsonan yang lain, yang biasa disebut dengan huruf Qamariyah yaitu ʾ, b, j, ḥ,

    kh, ʿ, gh, f, q, k, m, h, w, y huruf ‘l’ dalam kata ‘al-‘ tetap diucapkan, seperti contoh, al-

    kitāb diucapkan dengan al-ki-taab.

  • xiii

    KATA PENGANTAR

    Puji syukur Alhamdulillah penulis haturkan kehadirat Allah SWT yang telah

    memberikan rahmat, taufik serta hidayah kepada setiap ciptaan-Nya. Sehinnga penulis

    dapat menyelesaikan Penelitian ini. Solawat serta salam senantiasa tercurahkan kepada

    baginda Nabi Muhammad SAW. beserta keluraga, sahabat, dan pengikut-pengikutnya.

    Penulis menyadari sepenuhnya bahwa tanpa bantuan, bimbingan, dan dorongan dari

    berbagai pihak, penulisan Penelitian ini tidak dapat terselesaikan. Banyak orang yang

    berada di sekitar penulis, baik secara langsung maupun tidak, telah memberi dorongan

    yang berharga bagi penulis. Untuk itu penulis mengucapkan terima kasih kepada:

    1. Rektor IAIN Salatiga, Prof. Dr. Zakiyyudin Baidhawi, M.Ag. beserta segenap

    jajaranya.

    2. Dekan Fakultas Ushuluddin Adab dan Humaniora IAIN Salatiga, Dr. Benny

    Ridwan, M.Hum beserta jajaranya

    3. Ketua Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir IAIN Salatiga, Tri Wahyu Hidayati,

    M.Ag. yang telah memberikan izin untuk penelitian dan penyusunan Penelitian.

    4. Dr. Adang Kuswaya, M.Ag. selaku dosen pembimbing Penelitian penulis yang

    telah membimbing, memberi nasihat, arahan serta masukan-masukan yang sangat

    membantu penyusunan tugas akhir ini.

    5. Seluruh dosen Fakultas Ushuluddin, Adab dan Humaniora IAIN Salatiga, terlebih

    dosen Ilmu Tafsir untuk ilmu-ilmu dan warisan-warisan intelektual beliau curahkan

    sehingga mengantarkan penulis untuk berproses menjadi lebih baik lagi.

  • xiv

    6. Bapak dan ibu tercinta beserta keluarga yang tak pernah lelah mendo’akan penulis

    untuk tetap semangat dalam menuntut ilmu serta dukungan selama proses

    pembuatan Penelitian.

    7. Suami tercinta Hamdan Yuafi yang tak pernah lelah memberi semangat dan selalu

    membantu memberikan arahan juga pemikiran dalam menyelesaikan Penelitian ini,

    semoga Allah membalas dengan lebih baik.

    8. Ibu mertua yang selalu sabar dan perhatian disetiap kesibukanku serta tak lelah

    mendo’akan penulis.

    9. Teman-teman program studi ilmu al-Qur’an dan Tafsir angkatan 2015 yang terus

    memberikan dukungan serta selalu meluangkan waktu untuk mendengarkan ocehan

    penulis di tengah-tengah perjalanan luar biasa dalam menulis dan menyelesaikan

    Penelitian.

    10. Terakhir, untuk semua pihak dan elemen yang secara langsung maupun tidak

    langsung dalam membantu menyelesaikan tulisan ini dari awal hingga proses

    penelitian hingga Penelitian ini terselesaikan.

    Penulis menyadari bahwa Penelitian ini masih banyak kekurangan, sehingga