fenomena biosfer

download fenomena biosfer

of 55

  • date post

    26-Jun-2015
  • Category

    Documents

  • view

    6.544
  • download

    15

Embed Size (px)

Transcript of fenomena biosfer

BAB I BIOSFER Standar kompetensi : 1. Menganalisis fenomena biosfer dan antroposfer Kompetensi Dasar : 1.1 Menjelaskan pengertian fenomena biosfer Indikator : - Mendeskripsikan pengertian fenomena geosfer Mengidentifikasikan factor-faktor yang berpengaruh terhadap Keberadaan flora dan fauna

A. Pengertian biosfer Biosfer merupakan system kehidupan paling besar karena terdiri atas gabungan yang ada di planet bumi. Sistem itu mencakup seluruh mahkluk hidup yang berinteraksi dengan lingkungannya sebagai kesatuan yang utuh. Istilah biosfer terdiri dari dua kata, yaitu bios yang artinya hidup dan sphere yang artinya lapisan. Jadi biosfer dapat diartikan sebagai lapisan tempat tinggal mahkluk hidup yang meliputi lapisan litosfer, hidrosfer dan atmosfer. Biosfer adalah bagian luar dari planet Bumi, mencakup udara, daratan, dan air, yang memungkinkan kehidupan dan proses biotik berlangsung. Dalam pengertian luas menurut geofisiologi, biosfer adalah sistem ekologis global yang menyatukan seluruh makhluk hidup dan hubungan antarmereka, termasuk interaksinya dengan unsur litosfer (batuan), hidrosfer (air), dan atmosfer (udara) Bumi. Bumi hingga sekarang adalah satu-satunya tempat yang diketahui yang mendukung kehidupan. Biosfer dianggap telah berlangsung selama sekitar 3,5 milyar tahun dari 5,5 milyar tahun usia Bumi GBR 1.1 Lingkungan Biosfer

Pemahaman tentang biosfer sangat penting dalam rangka pengelolaan sumber daya hayati, terutama karena perkembangan kehidupan flora dan fauna yang semakin berkurang. Seluruh ekosistem di dunia disebut biosfer. Dalam biosfer, setiap makhluk hidup menempati lingkungan yang cocok untuk hidupnya. Lingkungan atau tempat yang cocok

1

untuk kehidupannya disebut habitat. Biosfer yang meliputi tanah, air dan udara merupakan lapisan tipis, yakni sekitar 8 km kearah atmosfer dan 9 km kearah pedalaman laut. B. Persebaran flora dan fauna di permukaan bumi. Gejala biosfer yang berkaitan dengan flora, fauna dan manusia sangat dipengaruhi oleh unsur atmosfir, litosfer dan hidrosfer. Adanya persebaran gejala biosfer pada permukaan bumi mempengaruhi persebaran mahkluk hidup yang ada di dunia. Faktorfaktor yang mempengaruhi persebaran mahkluk hidup di muka bumi, yaitu sebagai berikut : 1. Perbedaan iklim, kelembaban, temperature, curah hujan dan angin 2. Pola penyinaran matahari yang berlainan akibat adanya perbedaan relief bumi 3. Kondisi tanah, tekstur tanah, mineral hara, humus tanah, kandungan udara, air tanah. 4. Tekanan populasi, yaitu semakin banyaknya populasi menyebabkan persediaan bahan makanan terbatas, sehingga suatu spesies hewan harus bermigrasi untuk mencari makanan di tempat lain. 5. Perubahan habitat menyebabkan tidak cocoknya suatu spesies hewan untuk terus berada di daerah yang di tempati. 6. Aktivitas manusia yang mengubah bentukan alam. Pada lingkungan darat, pengaruh iklim terhadap persebaran flora dan fauna sangat besar. Iklim merupakan factor utama yang dapat menentukan tipe tanah dan jenis tumbuhan yang hidup pada suatu daerah, selanjutnya jenis tumbuhan tersebut akan mempengaruhi jenis hewan dan mikroorganisme yang akan hidup di daerah tersebut, sehingga pada akhirnya akan terdapat suatu kecenderungan bahwa daerah yang memiliki tipe iklim yang sama akan memiliki tipe komunitas yang tidak jauh berbeda. Karakteristik suatu jenis tumbuhan merupakan hasil adaptasi terhadap tipe iklim di tempat tersebut. Misalnya di wilayah yang beriklim tropis ekuator terdapat vegetasi yang selalu hijau sepanjang tahun. Pada tahun 1889 C.Hart Meeriem, seorang peneliti biologi alam, mengemukakan model persebaran tumbuhan berdasarkan variasi ketinggian pada gunung San Fransisco dari kaki hingga puncaknya. Model tersebut sejalan dengan pola persebaran tumbuhan dari garis tropis ekuator hingga ke arah utara maupun selatan. Karena temperature. Kemudian dapat dibuktikan bahwa factor kelembaban ternyata lebih berperan daripada factor temperature.Curah hujan yang tinggi dibutuhkan untuk untuk mendukung pertumbuhan tanaman besar. Sebaliknya, semakin kita bergerak ke daerah dengan curah hujan rendah akan didominasi dengan tumbuhan kecil, belukar, padang rumput, dan akhirnya kaktus atau tanaman padang pasir lainnya. Gbr 1.2 fenomena Biosfer

2

Relief juga menentukan jenis dan vegetasi suatu wilayah. Di wilayah yang berlereng terjal, aliran air cepat dan tanah tererosi. Untuk itu, tanah yang tersisa merupakan tanah yang tidak subur dan tanaman tidak dapat tumbuh dengan baik. Jenis tanah dan jumlah nutrisi yang ada dalam tanah mempengaruhi jenis vegetasi yang dapat tumbuh. Misalnya sisa tumbuhan dan daun di daerah tropis akan cepat mengalami pekapukan karena temperature dan kelembaban udara yang tinggi. Pelapukan tersebut menyebabkan tanah banyak mengandung nutrisi dan menjadi subur. Hal inilah yang menyebabkan tanah di daerah ekuator memiliki lapisan humus yang tebal dan kaya nutrisi. Campur tangan manusia seperti industrialisasi, pertanian dan pembangunan pemukiman sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan vegetasi. Banyak vegetasi yang ditebang untuk memperoleh lahan yang digunakan untuk kegiatan pertanian dan pembangunan pemukiman. 3. Persebaran flora di dunia Persebaran tumbuhan di muka bumi didasarkan atas letak geografis dan fisiologis atau lebih dikenal dengan istilah pendekatan ekologis. Pendekatan ekologis meliputi distribusi tumbuhan dilihat dari pengaruh kondisi lingkungan terutama iklim yang disebabkan oleh perbedaan letak lintangdan pengaruh ketinggian dari permukaaan laut.Atas dasar iklim di muka bumi, ada empat wilayah yang dapat dipergunakan untuk mengklasifikasikan jenis flora, yaitu daerah beiklim tropis, daerah beriklim sedang, daerah beriklim gurn, dan daerah beriklim dingin. * Daerah beriklim Tropis Terletak pada lintang 0 derajat hingga 23,5 derajat lintang utara dan selatan. Di wilayah terdapat empat tipe vegetasi yaitu : (1) Bioma hutan basah (hutan hujan tropis) Hutan basah terdapat di daerah tropis meliputi Amerika Selatan, Semenanjung Amerika tengah, Afrika, Madagaskar, Australia Utara, Indonesia dan Malaysia. Di hutan ini terdapt berbagai macam jenis tumbuhan karena sepanjang tahun mendapat sinar matahri yang cukup, air tanah yang cukup, curah hujan di atas 2000 mm/ tahun, keadaan alamnya memungkinkan tumbuhnya berbagai jenis tanaman. Pohon-pohonnya memiliki ketinggian antara 20 60 meter, cabang pohonnya berdaun lebar dan lebat, selalu hijau sepanjang tahun (Evergreen) dan terdapat vegetasi khas lain seperti liana (tumbuhan memanjat, seperti rotan) dan Epifit (tumbuhan menempek tapi tidak merugikan seperti Anggrek).Pohon-pohon utamanya memiliki ketinggian antara 20-40 meter dengan cabang-cabangnya yang berdaun lebat sehingga membentuk tudung (canopy) yang mengakibatkan hutan menjadi gelap. Daerah tudung tersebut cukup mendapat cahaya matahari, tetapi hanya akan mendapat air dari hujan dan tidak ada sumber air lainnya. Dalam hutan basah juga terdapat perubahan perubahan iklim mikro dari tudung hutan ke bawah sampai kedasar hutan. Pada tudung hutan terdapat juga kaktus, yang mempunyai jaringan khusus untuk menyimpan air. Tersebarnya daerah kaktus dari gurun yang kering sampai ke hutan basah tropika yang daerah tudungnya juga kering, merupakan contoh dari preadaptasi. Preadaptasi berarti adaptasi terhadap suatu daerah yang juga sesuai bagi daerah lain yang lingkungannya sangat berbeda. Dasar hutan selalu gelap, air hujan

3

sulit mencapai dasar hutan tersebut secara langsung. Tetapi kelelembaban di daerah itu tinggi dan suhu sepanjang hari hampir tetap, yaitu rata-rata 25 derajat celcius. Gbr 1.3 Bioma hutan hujan tropis

(2) Bioma hutan musim tropis Tersebar antara 10 derajat lintang utara dan selatan. Hutan ini berada di wilayah yang memiliki perbedaan antara musim hujan dan musim kemarau yang jelas. Sebagian besar vegetasi merupakan pohon berkayu keras, seperti jati dan pinus. Hutan musim tropis terdapat di India, Bangladesh, Thailand, Kamboja, Myanmar, Cina bagian selatan, Australia bagian timur laut, Afrika bagian tengah, Amerika selatan dan Indonesia. Ciricirri pohon di hutan musim tropis adalah sebagai berikut : Memiliki daun yang lebar dan ujungnya runcing Pada musim kering curah hujan antara 750- 1000 mm per tahun serta adanya musim dingin dan musim panas. Dengan adanya musim dingin dan musim panas ini tumbuhan di daerah tersebut mengadakan penyesuaian, yaitu dengan menggugurkan daunnya. Musim yang mendahului musim dingin di sebut musim gugur. Sejak musim gugur sampai musim semi, tumbuhan yang menahun pertumbuhannya terhenti. Tumbuhan semusim, mati pada musim dingin.Yang tinggal hanya bijinya. Tumbuhan yang tahan dingindapat berkecambah menjelang musim panas. Pohon-pohon di hutan musim tropis memiliki akar yang dalam untuk mendapatkan air tanah. Di hutan musim, jarak antara pohon-pohonnya tidak terlalu rapat dan jumlah spesiesnya sedikit, yaitu antara 10 sampai 20 spesies. Hutan musim memiliki banyak keragaman pohon, meskipun tidak sebanyak hutan hujan tropis. Terdapat juga beberapa tanaman rambat dan tumpang. Beberapa pohon berguguran dan tumbuh kembali, terutama di daerah yang memiliki perbedaan yang sangat jelas antara musim panas dan musim hujan.. Hutan musim terdapat di daerah yang mempunyai musim kering yang panjang dimana jumlah hari hujan dalam 4 bulan terkering berturut-turut hanya 20 hari dengan jumlah hujan kurang dari 60 mm, perbulan terkering. Tajuk hutan jarang, lebih dari satu lapisan dengan ketinggian tak kurang dari 25 m. Pohon bercabang rendah dan sering bengkok-bengkok, jumlah jenis tumbuhan jauh lebih sedikit dari pada hutan hujan. Tumbuhan bawah banyak, sebagian rumpun -rumpun bambu dan palem sangat banyak. Tumbuhan yang mengugurkan daun pada musim kering biasa terdapat disini. Ada beberapa tipe hutan musim :

4

1. Hutan musim dataran rendah. Hutan hanya terdiri dari satu jenis pohon. jenis-jenisnya diantaranya asem (Tamanrindus indica), angsana (Pterocarpus Sp.), p