Factsheet Migrasi Tenaga Kerja

download Factsheet Migrasi Tenaga Kerja

of 2

  • date post

    11-Jan-2017
  • Category

    Documents

  • view

    217
  • download

    1

Embed Size (px)

Transcript of Factsheet Migrasi Tenaga Kerja

  • Sekilas Fakta

    6.5 juta Jumlah tenaga kerja Indonesia yang tercatat bekerja di luar negeri pada tahun 2014

    US$ 8.34 milyar Pengiriman remitansi yang tercatat ke Indonesia pada tahun 2014 85% Persentase dari 7,193 korban perdagangan orang yang dibantu oleh OIM pada tahun 2014 yang diperdagangkan keluar Indonesia oleh agen rekrutmen

    Kontak Kami:

    OIM INDONESIA Sampoerna Strategic Square

    North Tower, 12A Fl. Jl. Jend. Sudirman Kav. 45-46

    Jakarta 12930, Indonesia Tel: +62 (21) 57951275 Fax: +62 (21) 57951274

    E-mail: iomjakarta@iom.int www.iom.or.id

    Migrasi tenaga kerja didefinisikan sebagai pergerakan orang-orang dari satu negara ke negara lainnya, atau di dalam negeri tempat nggal mereka, demi mencari pekerjaan. Globalisasi perekonomian di seluruh dunia telah mendorong per-mintaan buruh dengan keahlian rendah, terutama di negara maju, sementara di negara berkembang seper Indonesia, pengangguran, serta faktor-faktor sosio-ekonomis dan lingkungan hidup telah memicu mobilitas penduduk untuk ke dae-rah atau negara lain demi mencari peker-jaan. Indonesia merupakan negara pemasok tenaga tenaga kerja yang utama, yang se-bagian besar terdiri dari sektor-sektor kerja berkeahlian rendah dan berpenghasilan rendah contohnya: pekerjaan rumah tangga, perikanan, dan perkebunan. Di-perkirakan ada sekitar 500,000 tenaga ker-ja Indonesia (TKI) yang diberangkatkan se-

    ap tahunnya, dan menurut Badan Nasion-al Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), terdapat 6.5 juta TKI yang bekerja di luar negeri saat ini. Angka ini diyakini lebih nggi, disebabkan banyaknya TKI yang pergi melalui jalur yang

    dak resmi atau menjadi dak tercatat saat berada di luar negeri. Tenaga kerja Indonesia yang di luar negeri secara mayoritas adalah tenaga kerja mi-gran perempuan, namun sejak 2012 porsi migran perempuan setara dengan porsi migran laki-laki karena adanya beberapa moratorium yang diberlakukan oleh Pemerintah Indonesia mengenai penem-patan pembantu rumah tangga (terutama perempuan) ke beberapa negara tujuan dengan alasan pelanggaran hak. Memang, meskipun kontribusi mereka yang sig-nifikan terhadap negara tuan rumah dan negara asal terutama dalam bentuk pengi-riman uang, banyak TKI mengalami mi-

    nimnya perlindungan sosial dan terkena dampak risiko-risiko yang cukup besar, ter-masuk perdagangan manusia. Pendekatan OIM Pendekatan OIM terhadap migrasi tenaga kerja adalah untuk mempromosikan jalur-jalur hukum berkenaan dengan migrasi tenaga kerja sebagai alterna f untuk migrasi gelap, memfasilitasi perlindungan dan bantuan yang efek f terhadap tenaga kerja migran dan keluarga mereka, serta

    membina sinergi antara migrasi tenaga kerja dan pembangunan. Di Indonesia, OIM bekerja dengan mitra-mitra pemerintah dan non-pemerintah untuk memperbaiki manajemen migrasi tenaga kerja melalui peneli an, pembangunan kapasitas pemerintah dan peningkatan kesadaran masyarakat mengenai migrasi yang aman . Fitur Proyek-proyek Memperkuat Kapasitas Manajemen Migrasi Tenaga kerja di Bangladesh, Indo-nesia, Nepal dan Filipina untuk Replikasi di Negara Anggota Proses Kolombo Lainnya : The Regional Consulta ve Process on Over-

    Factsheet Migrasi Tenaga Kerja

    Photo: OIM 2009

  • seas Employment and Contractual Labour for Countries of Origin in Asia, juga dikenal sebagai the Colombo Process, merupakan suatu forum yang didekasikan untuk memfasili-tasi kolaborasi dan koordinasi di antara negara-negara pengirim tenaga kerja utama di Asia. Di bawah proyek ini, OIM mendukung beberapa Negara Anggota Colombo Pro-cess terpilih Bangladesh, Indonesia, Nepal dan Filipina untuk memperkuat kapasitas manajemen migrasi tenaga kerja, dalam upaya untuk mereplikasi prak k-prak k terbaik yang serupa di negara-negara anggota Colombo Process lainnya. Komponen kunci proyek termasuk: (1) pem-bangunan kapasitas lembaga pemerintah dan badan-badan swasta yang terakreditasi untuk memantau rekrutmen dan mempromosikan e ka perekrutan; (2) memfasilitasi koordi-nasi dan kolaborasi antar negara asal, transit dan tujuan demi mengedepankan migrasi yang aman dan teratur; (3) mendukung negara-negara sasaran untuk mengimbangi per-mintaan pasar tenaga kerja secara efek f dengan pasokan yang ada melalui pengumpulan data yang lebih baik; (4) mempromosikan tersedianya informasi mengenai proses migrasi, kesempatan hukum, hak-hak migran, manfaat dari migrasi resmi dan risiko dari migrasi gelap. Untuk pelaksanaan proyek ini, OIM Indonesia bermitra erat dengan BNP2TKI, Kementerian Tenaga Kerja, UN Women Indonesia, Asosisasi Lembaga Rekrutmen dan organisasi pendukung migran tenaga kerja. Mengurangi Resiko Perdagangan Orang melalui Pening-katan Kesadaran Migrasi Aman di Indonesia: Di Indonesia, informasi tentang migrasi tenaga kerja jarang tersedia di ngkat masyarakat dan banyak calon TKI yang

    dak memiliki atau bahkan salah informasi mengenai proses yang ada. Minimnya informasi ini mengakibatkan banyak TKI rentan terhadap malpraktek perekrutan dan eksploitasi tenaga kerja. Menyadari kebutuhan akan peran serta informasi sebagai alat kunci pemberdayaan, OIM menyediakan dukungan un-tuk meningkatkan kesadaran masyarakat sumber migran mengenai migrasi aman. Saat ini, OIM melaksanakan kegiatan di provinsi Lampung dan Nusa Tenggara Timur un-tuk menanggapi migrasi keluar yang nggi. Dengan melakukan replikasi terhadap model yang telah dilakukan sebelumnya di provinsi sumber migran kunci lainnya di Indo-nesia (Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Barat, dll), proyek tersebut melibatkan

    secara erat struktur kepemimpinan masyarakat untuk mem-fasilitasi penjangkauan berbasis masyarakat mengenai migrasi aman. Informasi dan pesan yang telah disampaikan bertujuan untuk membantu anggota masyarakat agar lebih siap dan mengambil keputusan yang tepat perihal rencana migrasi mereka.

    OIM bekerja dengan lembaga non-pemerintah yang telah memiliki keberadaan yang kuat di lapangan dan akses ter-hadap struktur kepemimpinan masyarakat seper Rumah Perempuan dan Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI); ba-dan pemerintah daerah melalui Satuan Tugas An Perdagangan Manusia ngkat kabupaten - juga terlibat secara ak f untuk memas kan kepemilikan ndakan terse-but dan mendorong kemungkinan adanya replikasi inisia f peningkatan kesadaran lainnya di masa yang akan datang. Donor Terdahulu dan Saat Ini : Uni Eropa Pemerintah Kerajaan Norwegia Kementerian Luar Negeri AS UN Women

    Factsheet