F2. gmo & biosafety protocol

of 27 /27
Genetically Modified Organism: Risks and Problems Wahyu Yun Santoso

Transcript of F2. gmo & biosafety protocol

Page 1: F2. gmo & biosafety protocol

Genetically Modified Organism:Risks and Problems

Wahyu Yun Santoso

Page 2: F2. gmo & biosafety protocol
Page 3: F2. gmo & biosafety protocol

Pemahaman• BIOTEKNOLOGI : penggunaan tanaman, hewan, ataupun

mikroba, baik secara keseluruhan maupun sebagian, untuk membuat atau memodifikasi suatu produk mahluk hidup ataupun merubah spesies mahluk hidup yang sudah ada.

• REKAYASA GENETIKA (RG) : Proses bioteknologi modern dimana sifat-sifat dari suatu mahluk hidup dirubah dengan cara memindahkan gen-gen dari satu spesies mahluk hidup ke spesies yang lain, ataupun memodifikasi gen-gen dalam satu spesies

• PRODUK TRANSGENIK MENCAKUP: Obat-obatan (sebagai alat diagnosis & obat seperti misalnya insulin), tanaman (yang tahan hama, penyakit dan herbisida), enzim untuk pengolahan makanan (keju), bahan bakar dan pelarut (ethanol)

Page 4: F2. gmo & biosafety protocol

Examples

Page 5: F2. gmo & biosafety protocol

• Tanaman transgenik dibuat dengan menggunakan tehnik biologi molekuler yang memungkinkan peneliti untuk:– mengindentifikasi gen-gen tertentu, – membuat duplikatnya, – kemudian menyisipkan duplikat gen tersebut ke tanaman

penerima dengan menggunakan alat (yang paling umum dipakai adalah bakteri tanah, disebut Agrobacterium).

• Ketika sel tanaman penerima membelah diri, DNA baru dari tanaman asal (yang dibawa oleh Agrobacterium) tergandakan & terpindahkan ke dalam sel baru tersebut.

• Keberadaan gen baru ini akan mempengaruhi keturunan dari tanaman tersebut, baik dari segi sifatnya bahkan penampilannya. Ada pula metode lain yang digunakan, seperti ‘Pistol Gen’, atau metode Bombardir.

Page 6: F2. gmo & biosafety protocol

Kemungkinan Risiko

Page 7: F2. gmo & biosafety protocol
Page 8: F2. gmo & biosafety protocol

Jadi mana yang benar???

• Jawabannya tergantung pada situasi, saat, & kepada siapa perusahaan multinasional penghasil benih transgenik tersebut berbicara. Mereka mengatakan tanaman transgenik itu sama, dan juga berbeda dengan tanaman aslinya; sepanjang memberi keuntungan bagi mereka.

Page 9: F2. gmo & biosafety protocol

Laporan Independent Science Panel Juni 2008• Setelah 30 tahun Organisme Hasil Rekayasa Genetik (OHRG) atau

Genetically Modified Organism (GMO), lebih dari cukup kerusakan yang ditimbulkannya terdokumentasikan dalam laporan ISP. Di antaranya:

1. Tidak ada perluasan lahan, sebaliknya lahan kedelai rekayasa genetik menurun sampai 20 persen dibandingkan dengan kedelai non-rekayasa genetik. Bahkan kapas Bt di India gagal sampai 100 persen.

2. Tidak ada pengurangan pengunaan pestisida, sebaliknya penggunaan pestisida tanaman rekayasa genetik meningkat 50 juta pound dari 1996 sampai 2003 di Amerika Serikat.

Page 10: F2. gmo & biosafety protocol

• 3. Tanaman rekayasa genetik merusak hidupan liar, sebagaimana hasil evaluasi pertanian Kerajaan Inggris.

4. Bt tahan pestisida dan roundup tahan herbisida yang merupakan dua tanaman rekayasa genetik terbesar praktis tidak bermanfaat.

5. Area hutan yang luas hilang menjadi kedelai rekayasa genetik di Amerika Latin, sekitar 15 hektar di Argentina sendiri, mungkin memperburuk kondisi karena adanya permintaan untuk biofuel. Meluasnya kasus bunuh diri di daerah India, meliputi 100.000 petani antara 1993-2003 dan selanjutnya 16.000 petani telah meninggal dalam waktu setahun.

Page 11: F2. gmo & biosafety protocol

• 6. Pangan dan pakan rekayasa genetik berkaitan dengan adanya kematian dan penyakit di lapangan dan di dalam tes laboratorium.

7. Herbisida roundup mematikan katak, meracuni plasenta manusia dan sel embrio. Roundup digunakan lebih dari 80 persen semua tanaman rekayasa genetik yang ditanam di seluruh dunia.

8. Kontaminasi transgen tidak dapat dihindarkan. Ilmuwan menemukan penyerbukan tanaman rekayasa genetik pada non-rekayasa genetik sejauh 21 kilometer.

Page 12: F2. gmo & biosafety protocol
Page 13: F2. gmo & biosafety protocol

Risiko Potensial

1. Gen sintetik dan produk gen baru yang berevolusi dapat menjadi racun dan atau imunogenik untuk manusia dan hewan.

2. Rekayasa genetik tidak terkontrol dan tidak pasti, genom bermutasi dan bergabung, adanya kelainan bentuk generasi karena racun atau imunogenik, yang disebabkan tidak stabilnya DNA rekayasa genetik.

Page 14: F2. gmo & biosafety protocol

3. Virus di dalam sekumpulan genom yang menyebabkan penyakit mungkin diaktifkan oleh rekayasa genetik.

4. Penyebaran gen tahan antibiotik pada patogen oleh transfer gen horizontal, membuat tidak menghilangkan infeksi.

5. Meningkatkan transfer gen horizontal dan rekombinasi, jalur utama penyebab penyakit.

Page 15: F2. gmo & biosafety protocol

6. DNA rekayasa genetik dibentuk untuk menyerang genom dan kekuatan sebagai promoter sintetik yang dapat mengakibatkan kanker dengan pengaktifan oncogen (materi dasar sel-sel kanker).

7. Tanaman rekayasa genetik tahan herbisida mengakumulasikan herbisida dan meningkatkan residu herbisida sehingga meracuni manusia dan binatang seperti pada tanaman.

Page 16: F2. gmo & biosafety protocol
Page 17: F2. gmo & biosafety protocol

Cartagena Protocol• The Cartagena Protocol on Biosafety to the

Convention on Biological Diversity is an international agreement which aims to ensure the safe handling, transport and use of living modified organisms (LMOs) resulting from modern biotechnology that may have adverse effects on biological diversity, taking also into account risks to human health.

• Protocol untuk CBD ditandatangani 29 Januari 2000, efektif berlaku 20 September 2003.

Page 18: F2. gmo & biosafety protocol

• The difference between an LMO and a GMO is that a Living Modified Organism is capable of growing, and typically refers to agricultural crops.

• Genetically Modified Organisms include both LMOs and organisms which are not capable of growing, i.e. are dead

• 'Modern biotechnology' is defined in the Protocol to mean the application of in vitro nucleic acid techniques, or fusion of cells beyond the taxonomic family, that overcome natural physiological reproductive or recombination barriers and are not techniques used in traditional breeding and selection

Page 19: F2. gmo & biosafety protocol

Biosafety Protocol Diperlukan utk mencegah erosi pd biodiversity; Teknologi pemanfaatan SDAH msh hrs dipelajari n

dikembangkan; Akses thdp teknologi hrs dilakukan tanpa penghalang; Pertukaran Selatan-Selatan juga terdukung; IPR harus dpt membantu pencapaian tujuan KSDAH

bukannya menghambat; Perlindungan thdp local wisdom; Isi uji coba apa yg perlu dilakukan sblm GMO

dilepas ke alam, apa saja jenisnya, rencana keamanan terkait dg pelepasan, pengujian tingkat keamanan.

Page 20: F2. gmo & biosafety protocol

Perkembangan TerkiniPerkembangan Terkini

• Nagoya-Kualalumpur Supplementary Protocol on Liability and Redress (hasil meeting 6 thn)

• Dihasilkan dalam Group of Friend of the Co Chair (GFCC), diadopsi pada tanggal 15 Oktober 2010 saat Konferensi PBB mengenai Biosafety, 11-15 Oktober 2010 di Nagoya, Jepang.

• Isi menetapkan peraturan dan prosedur internasional utk pertanggungjawaban dan upaya pemulihan dalam hal kerusakan keanekaragaman hayati yang dihasilkan dari organism hidup hasil modifikasi (LMOs).

Page 21: F2. gmo & biosafety protocol

Bagaimanakah Keamanan Produk Rekayasa Genetika di Indonesia?

• Indonesia mengadopsi lewat UU No. 21 Tahun 2004 tentang Ratifikasi Protokol Cartagena;

• Amanat Balai Kliring Keamanan Hayati (BCH – Biosafety Clearing House) indonesiabch.org

• Tujuan: 1) menfasilitasi pertukaran informasi yg ilmiah, teknis; informasi lingkungan dan hukum; dan pengalaman penggunaan LMO, (2) membantu implementasi protokol dg memperhatikan kepentingan khusus negara

Page 22: F2. gmo & biosafety protocol

Kegiatan Indonesia BCH• Dilaksanakan o/ Puslit Bio LIPI dg kerjasama

universitas ternama (IPB, ITB, UI, UGM);• Melaksanakan pengkajian keamanan hayati

(biosafety protocol)• Prosedur keamanan hayati yg harus dilakukan:– Prosedur pengkajian litbang;– Prosedur pengkajian keamanan lingkungan;– Prosedur pengkajian keamanan pangan; dan– Prosedur pengkajian keamanan pakan.

• Rilis publik proses dan hasil pengkajian

Page 23: F2. gmo & biosafety protocol

Regulasi Lain• UU No. 7 Tahun 1996 ttg Pangan perlu direvisi;• UU No. 29 Tahun 2000 ttg Perlindungan Varietas

Tanaman• UU No. 4 Tahun 2006 ttg Pengesahan International

Treaty On Plant Genetic Resources For Food And Agriculture;

• UU No. 13 Tahun 2010 ttg Hortikultura• PP No. 28 Tahun 2004 ttg Keamanan, Mutu, dan Gizi

Pangan;• PP No. 21 Tahun 2005 ttg Keamanan Hayati PRG;

Page 24: F2. gmo & biosafety protocol

GMO menurut PP No. 28 tahun 2004 tentang Keamanan, Mutu, dan Gizi Pangan

• Pasal 1 angka 18: Pangan produk rekayasa genetika adalah pangan yang diproduksi atau menggunakan bahan baku, bahan tambahan pangan, dan/atau bahan lain yang dihasilkan dari proses rekayasa genetika

• Pangan hasil rekayasa genetika atau GMO adalah pangan atau produk pangan yang diturunkan dari tanaman, atau hewan yang dihasilkan melalui proses rekayasa genetika.

• Pengaturan lain terdapat pada pasal 35 PP No.69 tahun 1999 tentang Label dan Iklan Pangan cek pasal 35 mengenai kewajiban label produk pangan hasil rekayasa genetika.

Page 25: F2. gmo & biosafety protocol

Protokol ttg GMO (pangan) di Indonesia

(Psl 14) Kewajiban pemeriksaan pangan yg meliputi:• informasi genetika, antara lain deskripsi umum pangan

produk rekayasa genetika dan deskripsi inang serta penggunaanya sebagai pangan;

• deskripsi organisme donor;• deskripsi modifikasi genetika;• karakterisasi modifikasi genetika; dan• informasi keamanan pangan, antara lain kesepadanan

substansial, perubahan nilai gizi, alergenitas dan toksisitas.

Page 26: F2. gmo & biosafety protocol

Hak Masyarakat selaku Konsumen?• hak atas kenyamanan, keamanan, dan keselamatan dalam

mengkonsumsi barang dan/atau jasa; • hak atas informasi yang benar, jelas, dan jujur mengenai

kondisi dan jaminan barang dan/atau jasa; • hak untuk didengar pendapat dan keluhannya atas barang

dan/atau jasa yang digunakan; • hak untuk mendapatkan advokasi, perlindungan, dan upaya

penyelesaian sengketa perlindungan konsumen secara patut;

• hak untuk mendapatkan kompensasi, ganti rugi dan/atau penggantian, apabila barang dan/atau jasa yang diterima tidak sesuai dengan perjanjian atau tidak sebagaimana mestinya

Page 27: F2. gmo & biosafety protocol