Cover Poksus

of 30/30
ASUHAN KEPERAWATAN KELOMPOK KHUSUS TPA MASJID NURUL HUDA DI PANDES PANGGUNGHARJO SEWON BANTUL D.I.YOGYAKARTA Disusun untuk Memenuhi Tugas Praktik Kerja Lapangan Komunitas II Oleh : Kelompok I KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA POLTEKKES KEMENKES YOGYAKARTA
  • date post

    10-Nov-2015
  • Category

    Documents

  • view

    226
  • download

    0

Embed Size (px)

description

mnbmghj

Transcript of Cover Poksus

ASUHAN KEPERAWATAN KELOMPOK KHUSUS TPA MASJID NURUL HUDA DI PANDES PANGGUNGHARJO SEWON BANTUL D.I.YOGYAKARTA

Disusun untuk Memenuhi Tugas Praktik Kerja Lapangan Komunitas II

Oleh :Kelompok I

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIAPOLTEKKES KEMENKES YOGYAKARTAJURUSAN KEPERAWATAN2015

A. PENGKAJIAN1. Struktur dan Sifat Keluargaa. Identitas Kepala KeluargaNama KK: Tn. YUmur: 47 thJenis Kelamin: Laki-lakiAgama: IslamPendidikan Terakhir: SLTPPekerjaan: Buruh harian lepasAlamat: Sukunan 05/19, Banyuraden, Gamping, Sleman 55293 Suku/Kebangsaan: Jawa/IndonesiaJumlah anggota keluarga: 4 orang

b. Daftar Anggota KeluargaNoNamaJKHub. dgKKUmur/thPekerjaanPendidikan

1Ny.JPIstri46thnIRTSLTP

2Nn.MPAnak21thnKaryawan SwastaSLTA

3Nn.WPAnak21 thnKaryawan SwastaSLTA

4An.ILAnak10 thnPelajar Belum tamat SD

c. Anggota Keluarga Yang MeninggalTidak ada anggota keluarga yang meninggal

d. Tempat Tinggal Masing-masing Anggota KeluargaSemua anggota keluarga Tn. Y, baik istri dan ketiga anaknya tinggal dalam satu rumah.

e. Struktur Keluarga1) Keluarga Tn. R menganut struktur keluarga Patriakal yaitu yang memegang kekuasaan dalam keluarga adalah Ayah.2) Tipe keluarga Tn. Y adalahKeluarga inti (Nuclear Family) yaitu keluarga yang terdiri dari Ayah, Ibu, dan Anak anak.3) Tahap perkembangan keluargasaat iniPadasaat ini keluarga Tn. Y berada pada tahap perkembangan ke VI yaitu keluarga melepas anak dewasa muda.4) Tahap perkembangan keluarga yang belum terpenuhi:Keluarga Tn.Y belum melalui semua tahap perkembangan keluarga, yaitu tahap VII keluarga dengan usia pertengahan dan tahap VIII keluarga dalam masa pensiun dan lansia.

f. Hobby Masing-masing Anggota KeluargaNoNamaMacam hobbyWaktuTempatManfaat

1Tn.YBersepedaSore hariLingkungan desaHiburan

2Ny.JMenonton sinetronSiang hariRuang KeluargaHiburan

3Nn.MJalan-jalanLibur kerjaTempat wisataHiburan

4Nn.WJalan-jalanHari LiburTempat wisataHiburan

5An.IBermain sepak bolaPagi hariSekolahHiburan

g. Hubungan Antar Anggota Keluarga1) Hubungan Suami Isteri :Ny. J mengatakan hubungan dengan suaminya baik-baik saja. Bila ada masalah selalu dibicarakan dan diselesaikan bersama dengan musyawarah.2) Hubungan Orang tua Anak : Ny. R mengatakan hubungan dengan anaknya baik, Ny. J mengatakan bila anaknya memiliki masalah,mereka akan menceritakan masalah yang sedang dihadapi kepada Ny.J3) Hubungan Anak-Anak :Ny. P mengatakan hubungan dengan anak-anaknya cukup baik, namun anak bungsunya sering menjahili kedua kakaknya.Selain itu,anak bungsu dalam keluarga Tn.Y tersebut tidak pernah memperhatikan nasihat atau perintah dari kedua kakaknya.4) Hubungan antar anggota baik dengan anggota keluarga dan keluarga lain : Ny. J mengatakan hubungan antar anggota keluarga yang tinggal serumah baik .Hubungan keluarga Tn.Y dengan keluarga yang lainnya pun juga baik.

h. Anggota Keluarga yang Berpengaruh dalam Mengambil KeputusanDalam keluarga ini yang mempunyai pengaruh dalam pengambilan keputusan adalah Ayah.Karena Ayah memegang peranan sebagai kepala keluarga.Ny.J mengatakan bahwa pengambilan keputusan dipengaruhi oleh ayah dengan musyawarah sebelumnya.

i. Kebiasaan Anggota Keluarga Sehari-hari1) Nutrisia) Frekuensi makan: 3 kali seharib) Waktu makan: pagi, siang, dan malam (teratur)c) Porsi makan: cukup (1 piring rata)d) Jenis makanan: (1) Makanan pokok: Nasi(2) Porsi: Cukup(3) Lauk-pauk: Telur,tempe,tahu,bandengPorsi: Cukup(4) Sayuran: Bayam,kangkung,kolPorsi sayuran: Cukup(5) Buah-buahan: Pisang,JerukPorsi: Cukup(6) Makanan Selingan: singkonge) Cara pengolahan makanan: Ny. J mengatakan sering memasak di rumah dan kadang-kadang juga membeli. Akan tetapi jika memasak, caranya sudah memenuhi syarat kesehatan, sebelum dimasak dicuci terlebih dahulu dan dimasak sampai matang,kadang-kadangterdapat variasi menu makanan setiap harinya.f) Cara penyajian makanan:Makanan disajikan langsung setelah selesai masak.Makanan disajikan dalam satu kali makan.jika ada sisa kelebihan makanan dibuang,karena ketiga anaknya tidak suka makan makanan yang sudah berulang kali dipanasi. Cara makan tidak di meja makan,melainkan dimana saja sesuai keinginan anggota keluarga,karena anggota keluarga makan secara masing-masing,saat makan kadang sambil bercakap-cakap. Anggota keluarga makan menggunakan tangan atau sendok, tergantung jenis makananyang dimakan.g) Makanan pantangan keluargaNy.J mengatakan bahwa tidak ada pantangan makanan pada keluarga Tn. Y.Padahal Tn.Y dan Ny.J menderita hipertensi,namun Ny.J menganggap bahwa tidak ada makanan pantangan bagi mereka.h) Makanan kesukaan keluargaTn.Y dan Ny.J menyukai singkong,sedangkan anak kembarnya Nn.M dan Nn.W menyukai jagung bakar dan anak bungsunya An.I menyukai telur goreng.2) Kebiasan Minum KeluargaTn,Y dan Ny.J sering mengkonsumsi teh manis,2 gelas dalam 1 hari yaitu pada pagi dan sore hari,dan mengkonsumsi air putih sekitar 4 gelas sehari dengan total jumlah 1500-2000 cc setiap harinya.Sedangkan Nn.W dan Nn.M suka mengkonsumsi air putih sekitar 6-8 gelas setiap hari dengan total tiap harinya 1200-1600 cc,dan An.I sering mengkonsumsi minum minuman yang mengandung sari manis dan susu.

3) Pola IstirahatNONAMA ANGGOTAKELUARGAWAKTU ISTIRAHATPENGGUNAAN WAKTU ISTIRAHATKET

CUKUPKURANG

1

2

3

4

5Tn.Y

Ny.J

Nn.M

Nn.W

An.I6 jam (23.00 05.00 WIB)

7 jam (21.00-04.00 WIB)

9 jam (21.00 -06.00 WIB)

9 jam (22.00-07.00 WIB)

8,5 jam (21.00 05.30 WIB)

4) RekreasiNy. J mengatakan keluarganya tidak pernah pergi jalan-jalan bersama satu rumah walaupun saat hari libur.Ny.J mengatakan bahwa jika ada hari libur,masing-masing anggota mempunyai acara masing-masing seperti anak kembarnya Nn.M dan Nn,W,jika ada hari libur,mereka pergi masing-masing bersama teman-temannya sedangkan an.I pergi untuk bermain bersama temannya.5) Pemanfaatan Waktu SenggangNy.J mengatakan bahwa jika ada waktu senggang,digunakan keluarga untuk menonton TV.Selain itu,anak bungsunya juga menggunakan waktu senggang untuk bermain dengan temannya. 6) Pola eliminasia) MiksiNy.J mengatakan semua anggotanya keluarganya tidak ada yang memiliki gangguan dalam buang air kecil. Biasanya buang air kecil 5 kali dalam sehari.b) DefekasiNy.J mengatakan semua anggota keluarganya buang air besar secara teratur, yaitu satu kali sehari setiap pagi dengan feses normal.7) Hygiene perorangana) Kebiasaan mandiNy.J mengatakan semua anggota keluarganya mandi dua kali dalam sehari menggunakan sabun mandi.b) Kebiasaan gosok gigiNy.J mengatakan semua anggota keluarganya menggosok gigi dua kali sehari menggunakan sikat dan pasta gigi.c) Kebiasaan mencuci rambutNy.J mengatakan ayah, anak bungsu dan ia mencuci rambut biasanya tiga hari sekali, sedangkan anak kembarnya hampir setiap hari mencuci rambut.d) Penggunaan alas kaki bila di rumahNy.J mengatakan semua anggota keluarganya tidak menggunakan alas kaki saat di dalam rumah.e) Kebiasaan mengganti pakaianNy.J mengatakan semua anggota keluarganya mengganti pakaian dua kali dalam sehari.f) Kebiasaan menggunting kukuNy.J mengatakan menggunting kuku satu kali dalam seminggu atau setiap kukunya sudah panjang.g) Kebiasaan cuci tangan sebelum makanNy.J mengatakan kebiasaan cuci tangan sebelum makan dilakukan kadang-kadang tanpa menggunakan sabun cuci tangan.h) Kebiasaan cuci kaki sebelum tidurNy.J mengatakan kebiasaan cuci kaki sebelum tidur hanya dilakukan kadang-kadang.i) Penggunaan kamar mandi/WC umumNy.J mengatakan sudah memiliki kamar mandi dan WC sendiri, sehingga tidak menggunakan kamar hanya digunakan oleh anggota keluarganya saja.8) Kebiasaan keluarga yang merugikanNy.J mengatakan bahwa kebiasaan anak bungsunya susah jika disuruh mandi sore, biasanya mandi saat adzan maghrib. Ny.J menganggap bahwa kebiasaan anaknya itu merugikan karena dia khawatir akan mempengaruhi kondisi kesehatan anaknya.2. Faktor Rumah dan Lingkungana. RumahNy.J mengatakan bahwa rumah yang ditempati merupakan milik sendiri. Rumah berdinding permanen, terbuat dari batu-bata dan semen. Lantai rumah 70% terbuat dari keramik, sisanya hanya disemen. Langit-langit hanya terbuat dari kayu, belum dipasang eternit. Atap rumah berupa genting. Ventilasi ada di setiap ruangan. Jenis ventilasi berupa jendela dan lubang angin dengan keadaan yang memenihi syarat kesehatan. Penerangan di rumah menggunakan listrik, saat siang hari rumah cukup terang sehingga tidak perlu menyalakan lampu. Rumah terdiri atas 2 lantai. Luas lantai satu sekitar 15 x 8 (120 m2) dan lantai dua hanya terdiri dari 1 kamar tidur seluas 15 m2. Lantai satu terdiri atas sembilan ruang, yaitu 1 kamar tamu 32 m2, 3 kamar tidur dengan masing-masing ukuran 12 m2, 1 ruang keluarga 12 m2, 1 dapur 15 m2, 1 kamar mandi 6 m2, 12 m2 berupa lorong yang digunakan untuk memarkir sepeda motor dan sisanya digunakan untuk mencuci pakaian dan peralatan makan.b. DapurNy.J memanfaatkan dua alat untuk memasak, yaitu kompor gas dan kayu bakar. Peralatan dapur disimpan di sebuah kotak. Terdapat ventilasi di dapur, berupa lubang angin dan biasanya pintu dibuka jika sedang masak. Kebersihan dapur kurang.c. Sampah Di rumah keluarga Tn.Y sudah tersedia tempat pembuangan sampah yang diletakkan di luar rumah. Biasanya sampah diambil oleh petugas, kadang-kadang juga dibakar sendiri. Jarak tempat sampah dengan sumber air minum 5 meter.

d. Sumber airAir minum bersumber dari sumur gali. Jarak sumber air dengan WC 2 meter. Ny.J mengatakan air sumur tercemar sungai yang ada di samping rumah ketika musim hujan. Air sumur akan berubah warna menjadi kecoklatan, tidak berbau maupun berasa. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa kebersihan sumber air kurang. e. Jamban keluargaKeluarga Tn.Y sudah memiliki jamban sendiri yang terletak di dalam rumah. Jenis jamban berupa angsa latrine dan kondisinya cukup bersih. Jarak antara jamban dan sumur 2 meter. Ny.J mengatakan jika di rumahnya banyak tikus, teruma di tumpukan kayu.f. Pembuangan air limbahKeluarga Tn.Y hanya memiliki limbah rumah tangga dan langsung dibuang ke sungai samping rumah yang hanya berjarak 50 cm. Ny.J mengatakan sungai akan berbau jika sedang kering karena sebagian besar penduduk membuang limbah rumah tangga ke sungai juga. Kebersihan tempat pembuangan limbah kurang.g. Kandang ternakKeluarga Tn.Y tidak memiliki ternak.h. HalamanKeluarga Tn.Y memiliki halaman yang terletak di depan rumah dengan luas 20 m2. Halaman depan rumah klien digunakan untuk berdagang buah. Halaman rumah cukup bersih.i. Kamar mandiKeluarga Tn.Y memiliki kamar mandi yang terletak di dalam rumah. Bak mandi terbuat dari keramik. Kamar mandi kurang bersih.j. Lingkungan rumahRumah keluarga Tn.Y terletak di pedesaan. Jarak rumah dengan tetangga saling berdekatan. Suasana lingkungan rumah ramai karena terletak di pinggir jalan perkampungan. Lokasi rumah di tepi sungai.k. Fasilitas pendidikanLokasi rumah dekat dengan TK dan SD, berjarak 600 m.l. Fasilitas perdaganganLokasi rumah dekat dengan pasar, berjarak 1 km.m. Fasilitas kesehatanLokasi rumah dekat dengan puskesmas, berjarak 700 meter.n. Fasilitas peribadatanAda fasilitas peribadatan berupa masjid, berjarak 500 meter.o. Sarana hiburanKeluarga Tn.Y memiliki sarana hiburan berupa televisi.p. Fasilitas transportasi keluargaFasilitas transportasi keluarga berupa sepeda motor.1. Riwayat kesehatan keluargaa. Riwayat kesehatan anggota keluarga1) Riwayat penyakit keturunanTn.Y dan Ny.J memiliki riwayat penyakit keturunan yaitu hipertensi. Penyakit hipertensi Tn.Y dan Ny.J diturunkan oleh ayah kandungnya masing-masing.2) Riwayat status kesehatan masing-masing anggota keluargaPada saat dilakukan pengkajian, ada anggota keluarga yang sakit yaitu An.I. Ia sedang mengalami flu dan batuk berdahak sejak 3 hari yang lalu. Sebelumnya sudah minum obat flu dan batuk yang dibeli di warung. Setelah diminum demam turun, tetapi flu dan batuk belum membaik sehingga An.I meminta ibunya untuk memeriksakan ke puskesmas. Ny.J mengatakan anak bungsunya sering jajan minuman kemasan dan es. An.I juga kurang suka minum air putih dan makan sayur. b. Kebiasaan memeriksakan diriNy.J mengatakan ia melakukan pemeriksaan hipertensi secara rutin dan anggota keluarga yang lain melakukan pemeriksaan bila sakit saja. Biasanya periksa ke puskesmas karena jaraknya yang paling dekat dengan rumahnya.c. Kebiasaan minum obatNy.J mengatakan ia dan anggota keluarga yang lain minum obat bila perlu atau saat sakit saja. Obat yang diminum berasal dari dokter.

2. Lingkungana. Karakteristik rumah :1) Luas rumah: 10 x 9 meter2) Tipe rumah: permanen3) Jumlah ruangan:Tujuh terdiri dari 4 kamar tidur , 1 ruang tamu dan 1 dapur. 1 kamar mandi.Ventilasi rumah memenuhi syarat kesehatan.Bahan dasar lantai keramik. Kamar mandi:bersih. Rumah tidak memiliki halaman dan keluarga memiliki tempat sampah pribadi.4) Peralatan perabotan rumah tangga: pengaturan barang barang rumah teratur5) Sumber air minum yang digunakan: air PDAM6) Denah rumah :Ruang TamuK. TidurK. Tidur

K. Tidur

R. makanWCKMdapur K. Tidur

lantai 2

lantai 1

b. Karakteristik tetangga dan komunitas RW:1) Keluarga Tn. E hidup dilingkungan tempat tinggal yang merupakan daerah perkotaan dengan pemukiman yang padat dipinggir sungai. Sebagian besar tetangga di lingkungan tempat tinggal dari Tn. E adalah penududuk asli (Jawa), dan bekerja sebagai buruh harian dan wiraswasta. Interaksi antara warga banyak dilakukan pada sore dan malam hari karena pada siang hari umumya bekerja.2) Keadaan tempat tinggal dan jalan terpelihara3) Ada pengangkutan sampah setiap pagi di tempat tinggal4) Tidak ada polusi udara yang berasal dari tetangga di samping rumah keluarga.5) Kelas sosial rata-rata sedang artinya tidak kekurangan tetapi juga tidak berlebihan (biasa-biasa saja).6) Lembaga pelayanan kesehatan dan sosial yang ada dalam lingkungan adalah rumah ibadah (masjid), sekolah TK dan SD Bopkridan komunitas seperti Posyandu (ada), tempat rekreasi tidak ada dan kasus kriminal yang terjadi di komunitas 6 bulan terakhir ada, yaitu pencurian.c. Mobilitas gegrafis keluarga:Keluarga Tn E sudah menempati rumah yang ditempatinya sejak berumah tangga sampai sekarang.d. Perkumpulan keluarga dan interaksi dengan masyarakat:Keluarga Tn E termasuk anggota masyarakat yang aktif dalam mengikuti kegiatan yang ada dimasyarakat, keluarga dengan lingkungan disekitarnya tampak saling berinteraksi dengan baik.e. Sistem pendukung keluarga:Keluarga Tn. E7 orangterdiri dari suami istri, 3 anak, 1 menantu dan 1 orang cucu, Tn.E mempunyai 3 orang anak, anak yang pertama sudah menikah, fasilitas kesehatan yang dekat dapat menunjang kesehatan keluarga.

3. Struktur Keluargaa. Pola komunikasi keluarga:Antar anggota keluarga terbina hubungan yang harmonis,pembuat keputusan adalah kepala keluarga (Tn. E) tetapi tidak menutup kemungkinan anggota keluarga yang lain sebagai pengambil keputusan karena segala permasalahan dipecahkan dengan cara musyawarah yang mengatur disiplin dan aktivitas anak adalah orang tua.b. Struktur kekuatan keluarga:Keluarga merupakan keluarga inti yang terdiri dari suami istri dan 3 orang anak, namun kurang saling perhatianc. Struktur peran (formal dan informal):1) Tn. E sebagai kepala keluarga yang bertanggung jawab dalam mencari nafkah2) Ny. S sebagi istri sebagai ibu rumah tangga3) Tn. Y sebagai anak tertua di keluarga yang sudah menikah4) Tn. S sebagai anak ke dua yang belum menikah5) An. T sebagai anak terakhir 6) Ny. R sebagai menantu bagi Tn. E dan istri bagi Tn. Y7) An. F sebagai cucu pertama Tn. Ed. Nilai dan norma keluarga:Nilai dan norma yang berlaku dalam keluarga menyesuaikan dengan nilai agama islam yang dianutnya serta norma masyarakat disekitarnya

4. Fungsi Keluargaa. Fungsi afektif keluarga:Keluarga cukup rukun dan perhatian dalam membina rumah tangga.b. Fungsi soial:Keluarga selalu mengajarkan dan menanamkan perilaku sosial yang baik.c. Fungsi perawatan kesehatan:Keyakinan, nilai-nilai dan perilaku keluarga. Keluargamemperhatikan perawatan kesehatan keluarganya setelah salah satu keluarganya yaitu Ny. S sakit ginjal. Sebelumnya keluarga meyakini bahwa Ny. S menderita hipertensi namun keluarga menganggap hal itu sudah biasa, sehinggapenyakit hipertensi Ny. S kambuh. Faktor yang menjadi pemicu kambuhnya hipertensi adalah anakketiga dari Ny. S dan Tn. E melakukan pencurian uang miliknya, sehingga Ny.S drop dan sakit sejak saat itu.Ny. S mengatakan sudah lama menderita hipertensi tetapi klien jarang memeriksakan kesehatannya di puskesmas dan klien tidak mengetahui pola hidup sehatyang tepat untuk penderita hipertensi.Penyakit ginjal Ny. S diketahui oleh keluarga sejak kejadian sakit hipertensi Ny. S kambuh. Klien mengatakan merasa nyeri di bagian punguNy.S sudah disarankan oleh dokter untuk mengurangi makan yang berlemak dan daging serta untuk istirahat total, namun Ny. S tidak menurutisaran dari dokter tersebut, Keluarganya pun tidak mampu menahan sedih ketika tahu Ny. S menderita penyakit ginjal.Keluarga tidak mampu menolak karena jika menolak Ny.S akan menangis. Dokter juga menyarankan pada Ny. S untuk melakukan cuci darah, namun Ny. S masih takut sehingga Ny. S tidak melakukan cuci darah.d. Fungsi ekonomi:Tn.E bekerja sebagai wiraswasta untuk memenuhi kebutuhan rumah tangganya sehari-hari dan klien mengatakan pendapatan keluarga sebenarnya tidak sesuai dengan kebutuhan keluarga.

5. Stres dan koping keluargaa. Stress jangka pendek dan panjang:Stressorstressor yang dialami oleh keluarga yang berkaitan dengan anggota keluarga yang lainnyayaitu karena anak ketiganya mencuri uang milik orangtuanya berkali-kali, serta anak tersebut mengalami kecelakaan hingga korban yang ditabrak meninggal dunia.Keadaan ekonomi keluarga mengalami kesulitan ekonomi sejak terjadi pencurian uang yang dilakukan oleh anaknya dan pengobatan untuk istrinya yang sakit.b. Kemampuan keluarga berespon terhadap situasi/stressorKeluarga mampu bertindak berdasarkan penilaian yang obyektif dan realistis terhadap situasi yang mengandung stress, namun kurang mampu melihat dan menempatkan situasi dan kondisi yang tepat.c. Strategi koping yang digunakan:Jika keluarga menghadapi situasi yang penuh stress keluarga menghadapi dengan penuh kesabaran. Strategi yang digunakan untuk menyelesaikan masalah adalah musyawarah dengan anggota keluarga.

6. Pemeriksaan FisikPemeriksaanTn.ENy.STn.YTn.SAn.TNy RAn F

KEPALA :Rambut

Mata

Hidung

TelingaGigi mulutMesochepalHitam, ada uban dan tidak mudah dicabut.

Reaksi/akomodasi cahaya baik,konjungtiva tidak anemis

Simetris ki-ka,tidak ada nyeri tekan

Simetris ki-kaKondisi gigi kurang rapi,beberapa yang dicabut dan keadaan mulut dan lidah kurang bersihMesochepalHitam, ada uban dan tidak mudah dicabut

Reaksi/akomodasi cahaya baik,konjungtiva anemis

Simetris ki-ka,tidak ada nyeri tekan

Simetris ki-kaKondisi gigi rapiMesochepalHitam dan tidak mudah dicabut

Reaksi/akomodasi cahaya baik,konjungtiva tidak anemis

Simetris ki-ka,tidak ada nyeri tekan

Simetris ki-kaKondisi gigi rapi, keadaan mulut dan lidah cukup bersihMesochepalHitam dan tidak mudah dicabut

Reaksi/akomodasi cahaya baik,konjungtiva tidak anemis

Simetris ki-ka,tidak ada nyeri tekan

Simetris ki-kaKondisi gigi rapi, keadaan mulut dan lidah cukup bersihMesochepalHitam dan tidak mudah dicabut

Reaksi/akomodasi cahaya baik,konjungtiva tidak anemis

Simetris ki-ka,tidak ada nyeri tekan

Simetris ki-kaKondisi gigi rapi, keadaan mulut dan lidah cukup bersihMesochepalHitam dan tidak mudah dicabut

Reaksi/akomodasi cahaya baik,konjungtiva tidak anemis

Simetris ki-ka,tidak ada nyeri tekan

Simetris ki-kaKondisi gigi rapi, keadaan mulut dan lidah cukup bersihMesochepalHitam dan tidak mudah dicabut

Reaksi/akomodasi cahaya baik,konjungtiva tidak anemis

Simetris ki-ka,tidak ada nyeri tekan

Simetris ki-kaKondisi gigi rapi, keadaan mulut dan lidah cukup bersih

LEHER :TonsilKelenjarTidak ada pembesatan tosil dan vena jungularisTidak ada pembesatan tosil dan vena jungularisTidak ada pembesatan tosil dan vena jungularisTidak ada pembesatan tosil dan vena jungularisTidak ada pembesatan tosil dan vena jungularisTidak ada pembesatan tosil dan vena jungularisTidak ada pembesatan tosil dan vena jungularis

DADA :

Jantung

Paru

Bentuk dadaGerakanSimetris Ki-Ka

Nadi teraba.tidak ada peningkatan vena jungularis dan tidak ada bunyi tambahan

Pola napas eupnea frekuensi napas 18x/i

Simetris Ki-Ka, tidak ada penggunaan otot bantuSimetris Ki-Ka

Nadi teraba.tidak ada peningkatan vena jugularis dan tidak ada bunyi tambahan

Pola napas takipneau frekuensi napas 27x/m

Simetris Ki-Ka, tidak ada penggunaan otot bantuSimetris Ki-Ka

Nadi teraba.tidak ada peningkatan vena jungularis dan tidak ada bunyi tambahan

Pola napas takipnea frekuensi napas 27 x/m

Simetris Ki-Ka, tidak ada penggunaan otot bantuSimetris Ki-Ka

Nadi teraba.tidak ada peningkatan vena jungularis dan tidak ada bunyi tambahan

Pola napas eupnea frekiensi napas 18x/i

Simetris Ki-Ka, tidak ada penggunaan otot bantuSimetris Ki-Ka

Nadi teraba.tidak ada peningkatan vena jungularis dan tidak ada bunyi tambahan

Pola napas eupnea frekiensi napas 20x/i

Simetris Ki-Ka, tidak ada penggunaan otot bantuSimetris Ki-Ka

Nadi teraba.tidak ada peningkatan vena jungularis dan tidak ada bunyi tambahan

Pola napas eupnea frekiensi napas 20x/i

Simetris Ki-Ka, tidak ada penggunaan otot bantuSimetris Ki-Ka

Nadi teraba.tidak ada peningkatan vena jungularis dan tidak ada bunyi tambahan

Pola napas eupnea frekiensi napas 22x/i

Simetris Ki-Ka, tidak ada penggunaan otot bantu

PERUT DAN PUNGGUNG :Bising ususNyeri TekanSimetris Ki-Ka, busung usus 4x/i, tdak ada distensi abdomenSimetris Ki-Ka, busung usus 7x/m, ada distensi abdomen, terdapat nyeri di punggung bagian bawah ketika dilakukan bland perkusiSimetris Ki-Ka, busung usus 6x/i, tdak ada distensi abdomenSimetris Ki-Ka, busung usus 4x/i, tdak ada distensi abdomenSimetris Ki-Ka, busung usus 4x/i, tdak ada distensi abdomenSimetris Ki-Ka, busung usus 4x/i, tdak ada distensi abdomenSimetris Ki-Ka, busung usus 4x/i, tdak ada distensi abdomen

KULIT :TurgorTurgor kulit baikTurgor kulit burukTurgor kulit baikTurgor kulit baikTurgor kulit baikTurgor kulit baikTurgor kulit baik

EXTREMITAS :GerakanKelainanTerdapat nyeri di bagian punggung dan lututterdapat odem pada ekstremitas atas dan bawah, capilary refil > 2sKedua ektremitas baik baik atasa dan bawah(Ki-Ka) dapat digerakkanKedua ektremitas baik baik atasa dan bawah(Ki-Ka) dapat digerakkanKedua ektremitas baik baik atasa dan bawah(Ki-Ka) dapat digerakkanKedua ektremitas baik baik atasa dan bawah(Ki-Ka) dapat digerakkanKedua ektremitas baik baik atasa dan bawah(Ki-Ka) dapat digerakkan

LAIN LAIN :Tekanan DarahNadiRespirasiBerat badanTD: 130/80 mmHgN: 78x/iS: 36,5CP :18x/iTD:180/100 mmHgN: 110x/mS: 36CP : 27x/mTD:90/60 mmHgN: 80x/iS: 36,5CP :27x/iN: 100x/iS: 36,5CP :18x/iN: 100x/iS: 36,5CP :20x/iN: 100x/IS: 36,5CP :20x/iN: 100x/IS: 36,5CP :22x/i

VIII.Harapan keluargaHarapan keluarga tentang kesehatan masingmasing anggota keluarga yaitu keluarga berharap agar semua anggota keluarga sehat walafiat khususnya Ny.S supaya cepat sembuh dan bisa memenuhi kebutuhan hidup, hidup tenang, aman, dan tentram, bisa membentuk keluarga yang sakinah mawaddah warahmah dan bisa mendapatkan bantuan baik fisik maupun dari perawat dalam menyelesaikan masalah kesehatan keluarga serta dapat memperoleh bantuan dana sehat dari pemerintah.

B. Analisa DataNO.SIMPTOMPROBLEMETIOLOGI

1

DS: Ny.J mengatakan anaknya mengalami batuk dan flu sejak 3 hari yang lalu. Ny.J mengatakan tidur bersama dengan anaknya dalam satu kamar. Ny.J mengatakan bahwa anaknya mengeluarkan dahak disembarang tempat.DO : Klien tidak memakai masker saat berkomunikasi dengan orang lain. Saat sakit klien terlihat bermain dengan teman-temannya.

DS : Ny.J mengatakan tidak mengetahui cara mencegah penularan penyakit yang diderita klien.DO : Keluarga tidak menyuruh klien untuk beristirahat saat sakit.

DS : Tn.Y mengatakan anggota keluarganya malas membersihkan rumah.DO : Lantai rumah tampak kotor dan berdebu. Kondisi rumah tidak tertata rapi Beberapa jendela tidak memenuhi syarat kesehatan karena jendela tersebut merupakan jenis jendela yang tidak bisa dibuka.Risiko penularan ISPA

Ketidakmampuan keluarga memberikan perawatan bagi anggotanya yang sakit

Ketidakmampuan keluarga dalam menciptakan lingkungan fisik.

2DS : Ny.J mengatakan Tn.Y jarang kontrol ke puskesmas. Ny.J mengatakan Tn.Y datang ke puskesmas hanya saat memiliki keluhan. Ny.J mengatakan bahwa Tn.Y suka makan daging kambing.DO : TD : 150/90 mmHg

DS : Ny.J mengatakan bahwa suaminya jarang kontrol karena berdagang dari pagi hingga dzuhur.DO : Jarak rumah dengan puskesmas 700 meter

Ketidakefektifan regimen terapeutik hipertensi pada Tn.Y

Ketidakmampuan keluarga dalam memanfaatkan sumber-sumber kesehatan