Control Chart Variable

of 10 /10
  p://susenobimo.blogspo .com Control Chart For Variable Control cha rt unt uk pro ses dala m kea daa n tidak terkendali karena ada nil ai-n ila i karakteristik kualitas berada di luar batas-batas kontrol (berada di atas UCL atau di bawah LCL). Hal ini berarti bahwa proses berada di luar pengendalian karena adanya variasi yang disebabkan oleh penyebab khusus. Untuk dapat mengendalikan proses, maka perusahaan  perlu menghilangkan penyebab khusus itu dan mengambil tindakan yang tepat untuk me ncegah muncul ny a kem bal i fakt or -f aktor peny ebab khusus terseb ut . Hal ini akan membiarkan variasi yang terjadi adalah semata-mata karena adanya penyebab umum saja. Selain itu con trol chart l disebu t juga out control walaupun semua titik karakteristik kualitas yang diperiksa berada di dalam batas kendali tetapi menunjukkan pola tidak natural yang disebabkan oleh penyebab khusus. Data variabel menunjukkan karakteristik kualitas yang memiliki dimensi kontinu yang dap at men gambil nil ai-n ila i kon tinu dal am kemung kin an yan g tidak ter bata s, seperti :  panjang, kecepatan, bobot, volume, dan lain-lain. Chontrol chart variabel menggunakan  parameter rata-rata dan simpangan baku. Simpangan baku merupakan variasi yang disebabkan oleh penyebab umum. Biasanya control chart variabel yang umum digunakan adalah “control chart 3 sigma”. Akan tetapi di Jepang banyak perusahaan yang menggunakan “control chart 6 sigma” dengan pengendalian kualitas yang sangat ketat dan menggunakan uku ra n ke cacata n da la m satuan  part per million. Pe ru saha an Jepang ya ng bi asa menggunakannya adalah perusahaan elektronik. Contoh tingkat kerusakan produk adalah 25  ppm, artinya dalam 1 juta unit yang diproduksi hanya ditemui produk cacat sebanyak 25 unit. Manfaat dari penggunaan control chart variabel adalah : Peningkatan kualitas. Menentukan kemampuan proses. Membuat keputusan dalam menentukan proses produksi. Membuat keputusan dalam menentukan spesifikasi produk. Menentukan apakah produk yang dihasilkan sekarangdapat terus dihasilkan oleh  proses produksi berikutnya atau tidak. 1

Transcript of Control Chart Variable

Page 1: Control Chart Variable

5/11/2018 Control Chart Variable - slidepdf.com

http://slidepdf.com/reader/full/control-chart-variable 1/10

Http://susenobimo.blogspot.com

Control Chart For Variable

Control chart untuk proses dalam keadaan tidak terkendali karena ada nilai-nilai

karakteristik kualitas berada di luar batas-batas kontrol (berada di atas UCL atau di bawahLCL). Hal ini berarti bahwa proses berada di luar pengendalian karena adanya variasi yang

disebabkan oleh penyebab khusus. Untuk dapat mengendalikan proses, maka perusahaan

  perlu menghilangkan penyebab khusus itu dan mengambil tindakan yang tepat untuk 

mencegah munculnya kembali faktor-faktor penyebab khusus tersebut. Hal ini akan

membiarkan variasi yang terjadi adalah semata-mata karena adanya penyebab umum saja.

Selain itu control chartl disebut juga out control walaupun semua titik karakteristik kualitas

yang diperiksa berada di dalam batas kendali tetapi menunjukkan pola tidak natural yang

disebabkan oleh penyebab khusus.

Data variabel menunjukkan karakteristik kualitas yang memiliki dimensi kontinu yang

dapat mengambil nilai-nilai kontinu dalam kemungkinan yang tidak terbatas, seperti:

  panjang, kecepatan, bobot, volume, dan lain-lain. Chontrol chart variabel menggunakan

  parameter rata-rata dan simpangan baku. Simpangan baku merupakan variasi yang

disebabkan oleh penyebab umum. Biasanya control chart variabel yang umum digunakan

adalah “control chart 3 sigma”. Akan tetapi di Jepang banyak perusahaan yang menggunakan“control chart 6 sigma” dengan pengendalian kualitas yang sangat ketat dan menggunakan

ukuran kecacatan dalam satuan   part per million. Perusahaan Jepang yang biasa

menggunakannya adalah perusahaan elektronik. Contoh tingkat kerusakan produk adalah 25

 ppm, artinya dalam 1 juta unit yang diproduksi hanya ditemui produk cacat sebanyak 25 unit.

Manfaat dari penggunaan control chart variabel adalah :

• Peningkatan kualitas.

• Menentukan kemampuan proses.

• Membuat keputusan dalam menentukan proses produksi.

• Membuat keputusan dalam menentukan spesifikasi produk.

• Menentukan apakah produk yang dihasilkan sekarangdapat terus dihasilkan oleh

 proses produksi berikutnya atau tidak.

1

Page 2: Control Chart Variable

5/11/2018 Control Chart Variable - slidepdf.com

http://slidepdf.com/reader/full/control-chart-variable 2/10

Http://susenobimo.blogspot.com

Jenis-jenis Control chart variabel :

1) Xbar R chart

Pada dasarnya setiap peta kontrol memiliki:

• Central line (CL).

• Control limit , yang terdiri dari batas kontrol atas (UCL) dan batas kontrol bawah

(LCL).

• Tebaran nilai karakteriktik kualitas yang menggambarkan keadaan dari proses.

Xbar R chart digunakan untuk memantau proses yang mempunyai karakteristik 

 berdimensi kontinu.

Control chart X menjelaskan perubahan-perubahan yang terjadi pada ukuran titik pusat

atau rata-rata dari suatu proses. Hal ini dapat disebabkan oleh faktor-faktor seperti

 peralatan yang dipakai, perbedaan metode yang digunakan pada shift kedua, material

 baru, tenaga kerja baru yang belum dilatih, dll.

Control chart R menjelaskan mengenai perubahan-perubahan yang terjadi dalam ukuran

variasi, yaitu perubahan homogenitas produk yang dihasilkan melalui suatu produk. Hal

ini mungkin disebabkan oleh faktor-faktor seperti: bagian peralatan yang hilang, minyak 

 pelumas mesin yang tidak mengalir dengan baik, kelelahan pekerja, dll.

Setelah mendapatkan control chart X dan R yang menunjukkan bahwa proses berada

dalam pengendalian statistika, maka peta kontrol tersebut dapat digunakan untuk 

memantau proses yang sedang berlangsung dari waktu ke waktu. Kemudian setelah

ditemukan adanya perubahan-perubahan proses (orang, material, metode kerja,

lingkungan, dll) maka perubahan tersebut harus dicatat.

Contoh kasus

PT. Tri Plywood adakah perusahaan pembuatan produk kayu lapis. Berdasarkan

 permintaan pelanggan ditetapkan spesifikasi ketebalan dari produk kayu lapis itu adalah:

2

Page 3: Control Chart Variable

5/11/2018 Control Chart Variable - slidepdf.com

http://slidepdf.com/reader/full/control-chart-variable 3/10

Http://susenobimo.blogspot.com

2.40 mm ± 0.05 mm. Untuk mengetahui kemampuan proses dan mengendalikan proses

 produksi, maka QC Dept. melakukan pengukuran terhadap 20 sampel, masing-masing

 berukuran (n) 5 unit. Data yang diperoleh sebagai berikut :

Langkah-langkah analisis.

(1) Klik  Analize > Quality Control > Control Charts

(2) Pilih X-bar R  Chart, s klik Define

(3) Masukkan variabel tebal kayu lapis ke kolom Process Measurement

(4) Masukkan variabel sampel ke kolom Subgroups define by

(5) Klik tombol Control Rule, pilih All control rules

(6) Klik  Continue kemudian OK 

3

X1 X2 X3 X4 X5

1 2.38 2.45 2.4 2.35 2.42

2 2.39 2.4 2.43 2.34 2.4

3 2.4 2.37 2.36 2.36 2.35

4 2.39 2.35 2.37 2.39 2.38

5 2.38 2.42 2.39 2.35 2.41

6 2.41 2.38 2.37 2.42 2.42

7 2.36 2.38 2.35 2.38 2.37

8 2.39 2.39 2.36 2.41 2.36

9 2.35 2.38 2.37 2.37 2.39

10 2.43 2.39 2.36 2.42 2.37

11 2.39 2.36 2.42 2.39 2.36

12 2.38 2.35 2.35 2.35 2.39

13 2.42 2.37 2.4 2.43 2.41

14 2.36 2.38 2.38 2.36 2.36

15 2.45 2.43 2.41 2.45 2.45

16 2.36 2.42 2.42 2.43 2.37

17 2.38 2.43 2.37 2.39 2.38

18 2.4 2.35 2.39 2.35 2.35

19 2.39 2.45 2.44 2.38 2.37

20 2.35 2.41 2.45 2.47 2.35

Sampel

Tebal kayu lapis

Page 4: Control Chart Variable

5/11/2018 Control Chart Variable - slidepdf.com

http://slidepdf.com/reader/full/control-chart-variable 4/10

Http://susenobimo.blogspot.com

Hasil Output SPSS

Rule Violations for X-bar 

Sampel Violations for Points

15 Greater than +3 sigma

1 points violate control rules.

Pada diagram pertama di atas adalah X bar yang menggambarkan rata-rata ketebalan

kayu lapis. Setiap plot dalam X bar adalah variasi antara subgrup atau variasi antara

4

Page 5: Control Chart Variable

5/11/2018 Control Chart Variable - slidepdf.com

http://slidepdf.com/reader/full/control-chart-variable 5/10

Http://susenobimo.blogspot.com

rata-rata ketebalan kayu lapis. Pada diagram kedua adalah range,menggambarkan

 proses variasi dalam satu grup. Nlai kontrol limit adalah sebagai berkut :

(1) Control limit X bar adalah LCLx = 2,3543, Center line = 2,3886, UCLx = 2,4229

(2) Control limit Range adalah LCLr = 0,000, Center line = 0,595, UCLr = 0,1258

Tanda “Rule Violation” menunjukan ada kejadian  special causes variation terlihat

 pada diagram X bar. Special causes ini terjadi pada plot atau sampel 15. Oleh karena

itu proses produksi dihentikan dan mencari penyebab special cause ini.

2) Selanjutnya kita akan mencoba control chart X bar s chart dengan menggunakan data

seperti di atas.

Langkah-langkah :

1) Klik Analize > Quality Control > Control Charts

2) Pilih X-bar R  Chart, s klik Define

3) Masukkan variabel tebal kayu lapis ke kolom Process Measurement

4) Masukkan variabel sampel ke kolom Subgroups define by

5) Pada kolom charts pilih using X-bar using standartd deviation

6) Klik tombol Control Rule, pilih All control rules

7) Klik Continue kemudian OK 

 

5

Page 6: Control Chart Variable

5/11/2018 Control Chart Variable - slidepdf.com

http://slidepdf.com/reader/full/control-chart-variable 6/10

Http://susenobimo.blogspot.com

Hasil Output SPSS

6

Page 7: Control Chart Variable

5/11/2018 Control Chart Variable - slidepdf.com

http://slidepdf.com/reader/full/control-chart-variable 7/10

Http://susenobimo.blogspot.com

Rule Violations for X-bar 

Sampel Violations for Points

15 Greater than +3 sigma

1 points violate control rules.

Rule Violations for SD

Sampel Violations for Points

20 Greater than +3 sigma

1 points violate control rules.

 Nilai kontrol limitnya adalah :

(1) Control limit X bar adalah LCLx = 2,3543, Center line = 2,3886, UCLx = 2,4229

(2) Control limit standar deviation adalah LCLs = 0,000, Centerl line = 0,0253, UCLs =

0,0529.

Pola diagram menunjukan adanya out of control atau terjadi special causes terlihat pada

sampel 15 (diagram X bar) dan sampel 20 pada diagram standar deviasi. Oleh karena itu

 perlu dilakukan pemberhentian proses produksi dan dicari penyebab-penyebabnya.

3) I-MR Chart (Individual Moving Range)

Kadangkala ukuran sampel yang digunakan perusahaan adalah sebesar 1 (n = 1).

Seringkali terjadi apabila pemeriksaan dilakukan secara otomatis dan juga terjadi pada

tingkat produksi yang sangat lambat. Hal ini mengakibatkan timbulnya kesukaran untuk 

mengambil ukuran sampel lebih besar daripada 1. Perusahaan yang mengalami kondisi

seperti ini misalnya pada pabrik kimia.

Pembuatan peta kontrol I-MR diterapkan pada proses yang menghasilkan output relatif 

homogen, misalnya dalam cairan kimia, kandungan mineral dari air, makanan, dan lain-

lain. Dapat pula diterapkan pada kasus-kasus di mana inspeksi 100% digunakan untuk 

 proses produksi yang sangat lama.

Contoh kasus

PT. ABC adalah perusahaan pembuat produk kimia. Untuk mengetahui kemampuan

7

Page 8: Control Chart Variable

5/11/2018 Control Chart Variable - slidepdf.com

http://slidepdf.com/reader/full/control-chart-variable 8/10

Http://susenobimo.blogspot.com

  proses, QC Departemen perusahaan melakukan pengukuran sebagai sampel. Didapat

sampel sebagai berikut :

Langkah-langkah :

(1) Klik Analize > Quality Control > Control Charts

(2) Pilih Individual Moving Range klik Define

(3) Masukkan variabel kekentalan ke kolom Process Measurement

(4) Masukkan variabel sampel ke kolom Subgroups define by

(5) Klik tombol Control Rule, pilih All control rules

(6) Klik Continue kemudian OK 

8

1 33.75

2 33.05

3 34

4 33.81

5 33.46

6 34.02

7 33.68

8 33.27

9 33.49

10 33.211 33.62

12 33

13 33.54

14 33.12

15 33.84

Sampel Kekentalan (X)

Page 9: Control Chart Variable

5/11/2018 Control Chart Variable - slidepdf.com

http://slidepdf.com/reader/full/control-chart-variable 9/10

Http://susenobimo.blogspot.com

Hasil Output SPSS

9

Page 10: Control Chart Variable

5/11/2018 Control Chart Variable - slidepdf.com

http://slidepdf.com/reader/full/control-chart-variable 10/10

Http://susenobimo.blogspot.com

Diagram pertama menggambarkan nilai individual dari kekentalan kimia dan diagram

kedua menggambarkan range antara tiap urutan nilai. Untuk tanda  Rule Violation : No

 berarti tidak ada out of control  atau  special cause variation sehingga proses produksi

dapat terus dijalankan karena proses produksi in control .

10