Cairan Infus INDIKASI

14
Cairan Infus (Komposisi, Indikasi) Cairan Kristaloid 1. Normal Saline Komposisi (mmol/l) : Na = 154, Cl = 154. Kemasan : 100, 250, 500, 1000 ml. Indikasi : a. Resusitasi Pada kondisi kritis, sel-sel endotelium pembuluh darah bocor, diikuti oleh keluarnya molekul protein besar ke kompartemen interstisial, diikuti air dan elektrolit yang bergerak ke intertisial karena gradien osmosis. Plasma expander berguna untuk mengganti cairan dan elektrolit yang hilang pada intravaskuler. b. Diare Kondisi diare menyebabkan kehilangan cairan dalam jumlah banyak, cairan NaCl digunakan untuk mengganti cairan yang hilang tersebut. c. Luka Bakar Manifestasi luka bakar adalah syok hipovolemik, dimana terjadi kehilangan protein plasma atau cairan ekstraseluler dalam jumlah besar dari permukaan tubuh yang terbakar. Untuk mempertahankan cairan dan elektrolit dapat digunakan cairan NaCl, ringer laktat, atau dekstrosa. d. Gagal Ginjal Akut Penurunan fungsi ginjal akut mengakibatkan kegagalan ginjal menjaga homeostasis tubuh. Keadaan ini juga meningkatkan metabolit nitrogen yaitu ureum dan kreatinin serta gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit. Pemberian normal saline dan glukosa menjaga cairan ekstra seluler dan elektrolit. Kontraindikasi : hipertonik uterus, hiponatremia, retensi cairan. Digunakan dengan pengawasan ketat pada CHF, insufisiensi renal, hipertensi, edema perifer dan edema paru. Adverse Reaction : edema jaringan pada penggunaan volume besar (biasanya paru-paru), penggunaan dalam jumlah besar menyebabkan akumulasi natrium. 2. Ringer Laktat (RL) Komposisi (mmol/100ml) : Na = 130-140, K = 4-5, Ca = 2-3, Cl = 109-110, Basa = 28-30 mEq/l. Kemasan : 500, 1000 ml.

description

a. ResusitasiPada kondisi kritis, sel-sel endotelium pembuluh darah bocor, diikuti oleh keluarnya molekul protein besar ke kompartemen interstisial, diikuti air dan elektrolit yang bergerak ke intertisial karena gradien osmosis. Plasma expander berguna untuk mengganti cairan dan elektrolit yang hilang pada intravaskuler.b. DiareKondisi diare menyebabkan kehilangan cairan dalam jumlah banyak, cairan NaCl digunakan untuk mengganti cairan yang hilang tersebut.c. Luka BakarManifestasi luka bakar adalah syok hipovolemik, dimana terjadi kehilangan protein plasma atau cairan ekstraseluler dalam jumlah besar dari permukaan tubuh yang terbakar. Untuk mempertahankan cairan dan elektrolit dapat digunakan cairan NaCl, ringer laktat, atau dekstrosa.d. Gagal Ginjal AkutPenurunan fungsi ginjal akut mengakibatkan kegagalan ginjal menjaga homeostasis tubuh. Keadaan ini juga meningkatkan metabolit nitrogen yaitu ureum dan kreatinin serta gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit. Pemberian normal saline dan glukosa menjaga cairan ekstra seluler dan elektrolit.Kontraindikasi : hipertonik uterus, hiponatremia, retensi cairan. Digunakan dengan pengawasan ketat pada CHF, insufisiensi renal, hipertensi, edema perifer dan edema paru.Adverse Reaction : edema jaringan pada penggunaan volume besar (biasanya paru-paru), penggunaan dalam jumlah besar menyebabkan akumulasi natrium.2. Ringer Laktat (RL)Komposisi (mmol/100ml) : Na = 130-140, K = 4-5, Ca = 2-3, Cl = 109-110, Basa = 28-30 mEq/l.Kemasan : 500, 1000 ml.Cara Kerja Obat : keunggulan terpenting dari larutan Ringer Laktat adalah komposisi elektrolit dan konsentrasinya yang sangat serupa dengan yang dikandung cairan ekstraseluler. Natrium merupakan kation utama dari plasma darah dan menentukan tekanan osmotik. Klorida merupakan anion utama di plasma darah. Kalium merupakan kation terpenting di intraseluler dan berfungsi untuk konduksi saraf dan otot. Elektrolit-elektrolit ini dibutuhkan untuk menggantikan kehilangan cairan pada dehidrasi dan syok hipovolemik termasuk syok perdarahan.Indikasi : mengembalikan keseimbangan elektrolit pada keadaan dehidrasi dan syok hipovolemik. Ringer laktat menjadi kurang disukai karena menyebabkan hiperkloremia dan asidosis metabolik, karena akan menyebabkan penumpukan asam laktat yang tinggi akibat metabolisme anaerob.Kontraindikasi : hipernatremia, kelainan ginjal, kerusakan sel hati, asidosis laktat.Adverse Reaction : edema jaringan pada penggunaan volume yang besar, biasanya paru-paru.Peringatan dan Perhatian : ”Not for use in the treatment of lactic acidosis”. Hati-hati pemberian pada penderita edema perifer pulmoner, heart failure/impaired renal function & pre-eklamsia.3. DekstrosaKomposisi : glukosa = 50 gr/l (5%), 100 gr/l (10%), 200 gr/l (20%).Kemasan : 100, 250, 500 ml.Indikasi : sebagai cairan resusitasi pada terapi intravena serta untuk keperluan hidrasi selama dan sesudah operasi. Diberikan pada keadaan oliguria ringan sampai sedang (kadar kreatinin kurang dari 25 mg/100ml).Kontraindikasi : Hiperglikemia.Adverse Reaction : Injeksi glukosa hipertonik dengan pH rendah dapat menyebabkan iritasi pada pembuluh darah dan tromboflebitis.4. Ringer Asetat (RA)Larutan ini merupakan salah satu cairan kristaloid yang cukup banyak diteliti. Larutan RA berbeda dari RL (Ringer Laktat) dimana laktat terutama dimetabolisme di hati, sementara asetat dimetabolisme terutama di otot. Sebagai cairan kristaloid isotonik yang memiliki komposisi elektrolit mirip dengan plasma, RA dan RL efektif sebagai terapi resusitasi pasien dengan dehidrasi berat dan syok, terlebih pada kondisi yang disertai asidosis. Metabolisme asetat juga didapatkan lebih cepat 3-4 kali dibanding laktat. Dengan profil seperti ini, RA memiliki manfaat-manfaat tambahan pada dehidrasi dengan kehilangan bikarbonat masif yang terjadi pada diare.Indikasi : Penggunaan Ringer Asetat sebagai cairan resusitasi sudah seharusnya diberikan pada pasien dengan gang

Transcript of Cairan Infus INDIKASI

Page 1: Cairan Infus INDIKASI

Cairan Infus (Komposisi, Indikasi)Cairan Kristaloid

1. Normal Saline

Komposisi (mmol/l) : Na = 154, Cl = 154.

Kemasan : 100, 250, 500, 1000 ml.

Indikasi :

a. Resusitasi

Pada kondisi kritis, sel-sel endotelium pembuluh darah bocor, diikuti oleh keluarnya molekul

protein besar ke kompartemen interstisial, diikuti air dan elektrolit yang bergerak ke intertisial

karena gradien osmosis. Plasma expander berguna untuk mengganti cairan dan elektrolit yang

hilang pada intravaskuler.

b. Diare

Kondisi diare menyebabkan kehilangan cairan dalam jumlah banyak, cairan NaCl digunakan

untuk mengganti cairan yang hilang tersebut.

c. Luka Bakar

Manifestasi luka bakar adalah syok hipovolemik, dimana terjadi kehilangan protein plasma atau

cairan ekstraseluler dalam jumlah besar dari permukaan tubuh yang terbakar. Untuk

mempertahankan cairan dan elektrolit dapat digunakan cairan NaCl, ringer laktat, atau

dekstrosa.

d. Gagal Ginjal Akut

Penurunan fungsi ginjal akut mengakibatkan kegagalan ginjal menjaga homeostasis tubuh.

Keadaan ini juga meningkatkan metabolit nitrogen yaitu ureum dan kreatinin serta gangguan

keseimbangan cairan dan elektrolit. Pemberian normal saline dan glukosa menjaga cairan ekstra

seluler dan elektrolit.

Kontraindikasi : hipertonik uterus, hiponatremia, retensi cairan. Digunakan dengan pengawasan

ketat pada CHF, insufisiensi renal, hipertensi, edema perifer dan edema paru.

Adverse Reaction : edema jaringan pada penggunaan volume besar (biasanya paru-paru),

penggunaan dalam jumlah besar menyebabkan akumulasi natrium.

2. Ringer Laktat (RL)

Komposisi (mmol/100ml) : Na = 130-140, K = 4-5, Ca = 2-3, Cl = 109-110, Basa = 28-30 mEq/l.

Kemasan : 500, 1000 ml.

Cara Kerja Obat : keunggulan terpenting dari larutan Ringer Laktat adalah komposisi elektrolit

dan konsentrasinya yang sangat serupa dengan yang dikandung cairan ekstraseluler. Natrium

merupakan kation utama dari plasma darah dan menentukan tekanan osmotik. Klorida

merupakan anion utama di plasma darah. Kalium merupakan kation terpenting di intraseluler dan

Page 2: Cairan Infus INDIKASI

berfungsi untuk konduksi saraf dan otot. Elektrolit-elektrolit ini dibutuhkan untuk menggantikan

kehilangan cairan pada dehidrasi dan syok hipovolemik termasuk syok perdarahan.

Indikasi : mengembalikan keseimbangan elektrolit pada keadaan dehidrasi dan syok

hipovolemik. Ringer laktat menjadi kurang disukai karena menyebabkan hiperkloremia dan

asidosis metabolik, karena akan menyebabkan penumpukan asam laktat yang tinggi akibat

metabolisme anaerob.

Kontraindikasi : hipernatremia, kelainan ginjal, kerusakan sel hati, asidosis laktat.

Adverse Reaction : edema jaringan pada penggunaan volume yang besar, biasanya paru-paru.

Peringatan dan Perhatian : ”Not for use in the treatment of lactic acidosis”. Hati-hati pemberian

pada penderita edema perifer pulmoner, heart failure/impaired renal function & pre-eklamsia.

3. Dekstrosa

Komposisi : glukosa = 50 gr/l (5%), 100 gr/l (10%), 200 gr/l (20%).

Kemasan : 100, 250, 500 ml.

Indikasi : sebagai cairan resusitasi pada terapi intravena serta untuk keperluan hidrasi selama

dan sesudah operasi. Diberikan pada keadaan oliguria ringan sampai sedang (kadar kreatinin

kurang dari 25 mg/100ml).

Kontraindikasi : Hiperglikemia.

Adverse Reaction : Injeksi glukosa hipertonik dengan pH rendah dapat menyebabkan iritasi

pada pembuluh darah dan tromboflebitis.

4. Ringer Asetat (RA)

Larutan ini merupakan salah satu cairan kristaloid yang cukup banyak diteliti. Larutan RA

berbeda dari RL (Ringer Laktat) dimana laktat terutama dimetabolisme di hati, sementara asetat

dimetabolisme terutama di otot. Sebagai cairan kristaloid isotonik yang memiliki komposisi

elektrolit mirip dengan plasma, RA dan RL efektif sebagai terapi resusitasi pasien dengan

dehidrasi berat dan syok, terlebih pada kondisi yang disertai asidosis. Metabolisme asetat juga

didapatkan lebih cepat 3-4 kali dibanding laktat. Dengan profil seperti ini, RA memiliki manfaat-

manfaat tambahan pada dehidrasi dengan kehilangan bikarbonat masif yang terjadi pada diare.

Indikasi : Penggunaan Ringer Asetat sebagai cairan resusitasi sudah seharusnya diberikan pada

pasien dengan gangguan fungsi hati berat seperti sirosis hati dan asidosis laktat. Hal ini

dikarenakan adanya laktat dalam larutan Ringer Laktat membahayakan pasien sakit berat

karena dikonversi dalam hati menjadi bikarbonat.

Ringer Asetat telah tersedia luas di berbagai negara. Cairan ini terutama diindikasikan sebagai

pengganti kehilangan cairan akut (resusitasi), misalnya pada diare, DBD, luka bakar/syok

hemoragik; pengganti cairan selama prosedur operasi; loading cairan saat induksi anestesi

regional; priming solution pada tindakan pintas kardiopulmonal; dan juga diindikasikan pada

stroke akut dengan komplikasi dehidrasi.

Manfaat pemberian loading cairan pada saat induksi anastesi, misalnya ditunjukkan oleh studi

Ewaldsson dan Hahn (2001) yang menganalisis efek pemberian 350 ml RA secara cepat (dalam

Page 3: Cairan Infus INDIKASI

waktu 2 menit) setelah induksi anestesi umum dan spinal terhadap parameter-parameter volume

kinetik. Studi ini memperlihatkan pemberian RA dapat mencegah hipotensi arteri yang

disebabkan hipovolemia sentral, yang umum terjadi setelah anestesi umum/spinal.

Untuk kasus obstetrik, Onizuka dkk (1999) mencoba membandingkan efek pemberian infus

cepat RL dengan RA terhadap metabolisme maternal dan fetal, serta keseimbangan asam basa

pada 20 pasien yang menjalani kombinasi anestesi spinal dan epidural sebelum seksio sesarea.

Studi ini memperlihatkan pemberian RA lebih baik dibanding RL untuk ke-3 parameter di atas,

karena dapat memperbaiki asidosis laktat neonatus (kondisi yang umum terjadi pada bayi yang

dilahirkan dari ibu yang mengalami eklampsia atau pre-eklampsia).

Dehidrasi dan gangguan hemodinamik dapat terjadi pada stroke iskemik/hemoragik akut,

sehingga umumnya para dokter spesialis saraf menghindari penggunaan cairan hipotonik karena

kekhawatiran terhadap edema otak. Namun, Hahn dan Drobin (2003) memperlihatkan

pemberian RA tidak mendorong terjadinya pembengkakan sel, karena itu dapat diberikan pada

stroke akut, terutama bila ada dugaan terjadinya edema otak.

Hasil studi juga memperlihatkan RA dapat mempertahankan suhu tubuh lebih baik dibanding RL

secara signifikan pada menit ke 5, 50, 55, dan 65, tanpa menimbulkan perbedaan yang

signifikan pada parameter-parameter hemodinamik (denyut jantung dan tekanan darah sistolik-

diastolik).

Tabel I. Komposisi Beberapa Cairan Kristaloid

Cairan

Tonusitas

Na(mmol/l)

Cl(mmol/l)

K (mmol/)

Ca (mmo

l/l)

Glukosa

(mg/dl)

Laktat

(mmol/l)

Asetat

(mmol/l)

NaCl 0,9 %

308 (isoton

us)

154 154

½ Saline

154 (hipoto

nus)

77 77

Dextrose 5

%

253 (hipoto

nus)

5000

D5NS 561 (hiperto

nus

154 154 5000

D5 ¼NS

330 (isoton

us)

38,5 38,5 5000

2/3 D & 1/3

S

Hipertonus

51 51 3333

Page 4: Cairan Infus INDIKASI

Ringer

Laktat

273 (isoton

us)

130 109 4 3 28

D5 RL

273 (isoton

us)

130 109 4 3 50 28

Ringer

Asetat

273,4 (isoton

us)

130 109 4 3 28

Cairan Koloid

Merupakan larutan yang terdiri dari molekul-molekul besar yang sulit menembus membran

kapiler, digunakan untuk mengganti cairan intravaskuler. Umumnya pemberian lebih kecil,

onsetnya lambat, durasinya lebih panjang, efek samping lebih banyak, dan lebih mahal.

Mekanisme secara umum memiliki sifat seperti protein plasma sehingga cenderung tidak keluar

dari membran kapiler dan tetap berada dalam pembuluh darah, bersifat hipertonik dan dapat

menarik cairan dari pembuluh darah. Oleh karena itu penggunaannya membutuhkan volume

yang sama dengan jumlah volume plasma yang hilang. Digunakan untuk menjaga dan

meningkatkan tekanan osmose plasma.

1. Albumin

Komposisi : Albumin yang tersedia untuk keperluan klinis adalah protein 69-kDa yang

dimurnikan dari plasma manusia (cotoh: albumin 5%).

Albumin merupakan koloid alami dan lebih menguntungkan karena : volume yang dibutuhkan

lebih kecil, efek koagulopati lebih rendah, resiko akumulasi di dalam jaringan pada penggunaan

jangka lama yang lebih kecil dibandingkan starches dan resiko terjadinya anafilaksis lebih kecil.

Indikasi :

·                     Pengganti volume plasma atau protein pada keadaan syok hipovolemia,

hipoalbuminemia, atau hipoproteinemia, operasi, trauma, cardiopulmonary bypass,

hiperbilirubinemia, gagal ginjal akut, pancretitis, mediasinitis, selulitis luas dan luka bakar.

·                     Pengganti volume plasma pada ARDS (Acute Respiratory Distress Syndrome).

Pasien dengan hipoproteinemia dan ARDS diterapi dengan albumin dan furosemid yang dapat

memberikan efek diuresis yang signifikan serta penurunan berat badan secara bersamaan.

·                     Hipoalbuminemia yang merupakan manifestasi dari keadaan malnutrisi,

kebakaran, operasi besar, infeksi (sepsis syok), berbagai macam kondisi inflamasi, dan ekskresi

renal berlebih.

·                     Pada spontaneus bacterial peritonitis (SBP) yang merupakan komplikasi dari

sirosis. Sirosis memacu terjadinya asites/penumpukan cairan yang merupakan media

pertumbuhan yang baik bagi bakteri. Terapi antibiotik adalah pilihan utama, sedangkan

penggunaan albumin pada terapi tersebut dapat mengurangi resiko renal impairment dan

Page 5: Cairan Infus INDIKASI

kematian. Adanya bakteri dalam darah dapat menyebabkan terjadinya multi organ dysfunction

syndrome (MODS), yaitu sindroma kerusakan organ-organ tubuh yang timbul akibat infeksi

langsung dari bakteri.

Kontraindikasi : gagal jantung, anemia berat.

Produk : Plasbumin 20, Plasbumin 25.

2. HES (Hydroxyetyl Starches)

Komposisi : Starches tersusun atas 2 tipe polimer glukosa, yaitu amilosa dan amilopektin.

Indikasi : Penggunaan HES pada resusitasi post trauma dapat menurunkan permeabilitas

pembuluh darah, sehingga dapat menurunkan resiko kebocoran kapiler.

Kontraindikasi : Cardiopulmonary bypass, dapat meningkatkan resiko perdarahan setelah

operasi, hal ini terjadi karena HES berefek antikoagulan pada dosis moderat (>20 ml/kg). Sepsis,

karena dapat meningkatkan resiko acute renal failure (ARF). Penggunaan HES pada sepsis

masih terdapat perdebatan.

Muncul spekulasi tentang penggunaan HES pada kasus sepsis, dimana suatu penelitian

menyatakan bahwa HES dapat digunakan pada pasien sepsis karena :

·                     Tingkat efikasi koloid lebih tinggi dibandingkan kristaloid, disamping itu HES tetap

bisa digunakan untuk menambah volume plasma meskipun terjadi kenaikan permeabilitas.

·                     Pada syok hipovolemia diperoleh innvestigasi bahwa HES dan albumin

menunjukkan manifestasi edema paru yang lebih kecil dibandingkan kristaloid.

·                     Dengan menjaga COP, dapat mencegah komplikasi lebih lanjut seperti asidosis

refraktori.

·                     HES juga mempunyai kemampuan farmakologi yang sangat menguntungkan pada

kondisi sepsis yaitu menekan laju sirkulasi dengan menghambat adesi molekuler.

Sementara itu pada penelitian yang lain, disimpulkan HES tidak boleh digunakan pada sepsis

karena :

·                     Edema paru tetap terjadi baik setelah penggunaan kristaloid maupun koloid (HES),

yang manifestasinya menyebabkan kerusakan alveoli.

·                     HES tidak dapat meningkatkan sirkulasi splanchnic dibandingkan dengan gelatin

pada pasien sepsis dengan hipovolemia.

·                     HES mempunyai resiko lebih tinggi menimbulkan gangguan koagulasi, ARF,

pruritus, dan liver failure. Hal ini terutama terjadi pada pasien dengan kondisi iskemik reperfusi

(contoh: transplantasi ginjal).

·                     Resiko nefrotoksik pada HES dua kali lebih tinggi dibandingkan dengan gelatin

pada pasien dengan sepsis.

Adverse reaction : HES dapat terakumulasi pada jaringan retikulo endotelial jika digunakan

dalam jangka waktu yang lama, sehingga dapat menimbulkan pruritus.

Contoh : HAES steril, Expafusin.

3. Dextran

Komposisi : dextran tersusun dari polimer glukosa hasil sintesis dari bakteri Leuconostoc

mesenteroides, yang ditumbuhkan pada media sukrosa.

Page 6: Cairan Infus INDIKASI

Indikasi :

·                     Penambah volume plasma pada kondisi trauma, syok sepsis, iskemia miokard,

iskemia cerebral, dan penyakit vaskuler perifer.

·                     Mempunyai efek anti trombus, mekanismenya adalah dengan menurunkan

viskositas darah, dan menghambat agregasi platelet. Pada suatu penelitian dikemukakan bahwa

dextran-40 mempunyai efek anti trombus paling poten jika dibandingkan dengan gelatin dan

HES.

Kontraidikasi : pasien dengan tanda-tanda kerusakan hemostatik (trombositopenia,

hipofibrinogenemia), tanda-tanda gagal jantung, gangguan ginjal dengan oliguria atau anuria

yang parah.

Adverse Reaction : Dextran dapat menyebabkan syok anafilaksis, dextran juga sering

dilaporkan dapat menyebabkan gagal ginjal akibat akumulasi molekul-molekul dextran pada

tubulus renal. Pada dosis tinggi, dextran menimbulkan efek pendarahan yang signifikan.

Contoh : hibiron, isotic tearin, tears naturale II, plasmafusin.

4. Gelatin

Komposisi : Gelatin diambil dari hidrolisis kolagen bovine.

Indikasi : Penambah volume plasma dan mempunyai efek antikoagulan,

Pada sebuah penelitian invitro dengan tromboelastropgraphy diketahui bahwa gelatin memiliki

efek antikoagulan, namun lebih kecil dibandingkan HES.

Kontraindikasi : haemacel tersusun atas sejumlah besar kalsium, sehingga harus dihindari

pada keadaan hiperkalsemia.

Adverse reaction : dapat menyebabkan reaksi anafilaksis. Pada penelitian dengan 20.000

pasien, dilaporkan bahwa gelatin mempunyai resiko anafilaksis yang tinggi bila dibandingkan

dengan starches.

Contoh : haemacel, gelofusine.

Cairan Khusus

MANNITOL

D-Manitol. C6H14O6

Indikasi

Menurunkan tekanan intrakranial yang tinggi karena edema serebral, meningkatkan diuresis

pada pencegahan dan/atau pengobatan oliguria yang disebabkan gagal ginjal, menurunkan

tekanan intraokular, meningkatkan ekskresi uriner senyawa toksik, sebagai larutan irigasi

genitouriner pada operasi prostat atau operasi transuretral.

ASERING

Indikasi:

Dehidrasi (syok hipovolemik dan asidosis) pada kondisi: gastroenteritis akut, demam berdarah

dengue (DHF), luka bakar, syok hemoragik, dehidrasi berat, trauma.

Komposisi:

Setiap liter asering mengandung:

·                     Na 130 mEq

Page 7: Cairan Infus INDIKASI

·                     K 4 mEq

·                     Cl 109 mEq

·                     Ca 3 mEq

·                     Asetat (garam) 28 mEq

Keunggulan:

·                     Asetat dimetabolisme di otot, dan masih dapat ditolelir pada pasien yang

mengalami gangguan hati

·                     Pada pemberian sebelum operasi sesar, RA mengatasi asidosis laktat lebih baik

dibanding RL pada neonatus

·                     Pada kasus bedah, asetat dapat mempertahankan suhu tubuh sentral pada

anestesi dengan isofluran

·                     Mempunyai efek vasodilator

·                     Pada kasus stroke akut, penambahan MgSO4 20 % sebanyak 10 ml pada 1000 ml

RA, dapat meningkatkan tonisitas larutan infus sehingga memperkecil risiko memperburuk

edema serebral

KA-EN 1B

Indikasi:

·  Sebagai larutan awal bila status elektrolit pasien belum diketahui, misal pada kasus emergensi

(dehidrasi karena asupan oral tidak memadai, demam)  

·   Dosis lazim 500-1000 ml untuk sekali pemberian secara IV. Kecepatan sebaiknya 300-500

ml/jam (dewasa) dan 50-100 ml/jam pada anak-anak

·  Bayi prematur atau bayi baru lahir, sebaiknya tidak diberikan lebih dari 100 ml/jam

Komposisi :

Tiap 1000 ml isi mengandung

-          sodium klorida 2,25 g

-          anhidrosa dekstros 37,5 g.

-          Elektrolit (meq/L) :

a.       Na+ 38,5

b.      Cl- 38,5

c.       Glukosa 37,5 g/L.

d.      kcal/L : 150

KA-EN 3A & KA-EN 3B

Indikasi:

·                     Larutan rumatan nasional untuk memenuhi kebutuhan harian air dan elektrolit

dengan kandungan kalium cukup untuk mengganti ekskresi harian, pada keadaan asupan oral

terbatas

·                     Rumatan untuk kasus pasca operasi (> 24-48 jam)

·                     Mensuplai kalium sebesar 10 mEq/L untuk KA-EN 3A

·                     Mensuplai kalium sebesar 20 mEq/L untuk KA-EN 3B

Kompisisi  :

Page 8: Cairan Infus INDIKASI

KA-EN 3A

Tiap liter isi mengandung

-          sodium klorida 2,34 g

-          potassium klorida 0,75 g, sodium laktat 2,24 g

-          anhydrous dekstros 27 g.

-          Elektrolit (mEq/L)

a.       Na+ 60

b.      K+ 10

c.       Cl- 50

d.      laktat- 20

e.       glukosa : 27 g/L.

f.       kcal/L : 108

KA-EN 3B

Tiap liter isi mengandung

-          sodium klorida 1,75g,

-          ptasium klorida 1,5g,

-          sodium laktat 2,24g,

-          anhydrous dekstros 27g.

-          Elektrolit (mEq/L) :

a.       Na+ 50,

b.      K+ 20,

c.       Cl- 50,

d.      laktat- 20,

e.       glukosa 27 g/L.

f.       kcal/L. 108

KA-EN MG3

Indikasi :

·                     Larutan rumatan nasional untuk memenuhi kebutuhan harian air dan elektrolit

dengan kandungan kalium cukup untuk mengganti ekskresi harian, pada keadaan asupan oral

terbatas

·                     Rumatan untuk kasus pasca operasi (> 24-48 jam)

·                     Mensuplai kalium 20 mEq/L

·                     Rumatan untuk kasus dimana suplemen NPC dibutuhkan 400 kcal/L

Komposisi :

Tiap liter isi mengandung bahan :

-          sodium klorida 1,75g,

-          potassium klorida 1,5g,

-          sodium laktat 2,24g,

-          anhydrous dekstros 100g.

-          Elektrolit (mEq/L) :

Page 9: Cairan Infus INDIKASI

A.    Na+ 50,

B.     K+ 20,

C.     Cl- 50,

D.    laktat- 20,

E.     glukosa 100 g/L;

F.      kcal/L: 400

KA-EN 4A

Indikasi :

·                     Merupakan larutan infus rumatan untuk bayi dan anak

·                     Tanpa kandungan kalium, sehingga dapat diberikan pada pasien dengan berbagai

kadar konsentrasi kalium serum normal

·                     Tepat digunakan untuk dehidrasi hipertonik

Komposisi (per 1000 ml):

·                     Na 30 mEq/L

·                     K 0 mEq/L

·                     Cl 20 mEq/L

·                     Laktat 10 mEq/L

·                     Glukosa 40 gr/L

KA-EN 4B

Indikasi:

·                     Merupakan larutan infus rumatan untuk bayi dan anak usia kurang 3 tahun

·                     Mensuplai 8 mEq/L kalium pada pasien sehingga meminimalkan risiko hipokalemia

·                     Tepat digunakan untuk dehidrasi hipertonik

Komposisi:

·                     Na 30 mEq/L

·                     K 8 mEq/L

·                     Cl 28 mEq/L

·                     Laktat 10 mEq/L

·                     Glukosa 37,5 gr/L

Otsu-NS

Indikasi:

·                     Untuk resusitasi

·                     Kehilangan Na > Cl, misal diare

·                     Sindrom yang berkaitan dengan kehilangan natrium (asidosis diabetikum,

insufisiensi adrenokortikal, luka bakar)

Mengandung elektrolit mEq/L

· Na+ = 154

· Cl- = 154

Otsu-RL

Indikasi:

Page 10: Cairan Infus INDIKASI

·                     Resusitasi

·                     Suplai ion bikarbonat

·                     Asidosis metabolik

Mengandung elektrolit mEq/L

· Na+ = 130

· Cl- = 108.7

· K+ = 4

· Ca++ = 2.7

· Laktat = 28

MARTOS-10

Indikasi:

·                     Suplai air dan karbohidrat secara parenteral pada penderita diabetik

·                     Keadaan kritis lain yang membutuhkan nutrisi eksogen seperti tumor, infeksi berat,

stres berat dan defisiensi protein

·                     Dosis: 0,3 gr/kg BB/jam

·                     Mengandung 400 kcal/L

AMIPAREN

Indikasi:

·                     Stres metabolik berat

·                     Luka bakar

·                     Infeksi berat

·                     Kwasiokor

·                     Pasca operasi

·                     Total Parenteral Nutrition

·                     Dosis dewasa 100 ml selama 60 menit

Komposisi

Setiap liter Amiparen isi mengandung

-          L-leucine 14g,

-          L-isoleucine 8g,

-          L-valine 8g,

-          lysine acetate 14,8g (L-lysine equivalent 10,5g),

-          L-threonine 5,7g,

-          L-tryptophan 2g,

-          L-methionine 3,9g,

-          L-phenylalanine 7g,

-          L-cysteine 1g,

-          L-tyrosine 0,5g,

-          L-arginine 10,5g,

-          L-histidine 5g,

-          L-alanine 8g,

Page 11: Cairan Infus INDIKASI

-          L-proline 5g,

-          L-serine 3g,

-          aminoacetic acid 5,9g,

-          L-aspartic acid 30 w/w%,

-          total nitrogen 15,7g,

-          sodium kurang lebih 2 mEq,

-          acetate kira-kira 1220 mEq.

-          Sodium bisulfit ditambahkan sebagai stabilisator.

AMINOVEL-600

Indikasi:

·                     Nutrisi tambahan pada gangguan saluran GI

·                     Penderita GI yang dipuasakan

·                     Kebutuhan metabolik yang meningkat (misal luka bakar, trauma dan pasca

operasi)

·                     Stres metabolik sedang

·                     Dosis dewasa 500 ml selama 4-6 jam (20-30 tpm)

Komposisi :

Tiap liter Aminovel 600 berisi

-          amino acid (L-form) 50g,

-          D-sorbitol 100g,

-          ascorbic acid 400mg,

-          inositol 500mg,

-          nicotinamide 60mg,

-          pyridoxine HCl 40mg,

-          riboflavin sodium phosphate 2,5mg,

-          Elektrolit :

a.       Sodium 35 mEq,

b.      potassium 25 mEq,

c.       magnesium 5 mEq,

d.      acetate 35 mEq,

e.       maleate 22 mEq,

f.       chloride 38 mEq.

-          Setiap 50g asam amino berisi :

a.       L-isoleucine 3,2gram,

b.      L-leucine 2,4g,

c.       L-lysine (calculated as base) 2g,

d.      L-methionine 3g,

e.       L-phenylalanine 4g,

f.       L-threonine 2g,

g.      L-tryptophan 1g,

Page 12: Cairan Infus INDIKASI

h.      L-valine 3,2g,

i.        L-arginine (calculated as base) 6,2g,

j.        L-histidine (calculated as base) 1g,

k.      L-alanine 6g,

l.        glycine 14g,

m.    L-proline 2g

PAN-AMIN G

Indikasi:

·                     Suplai asam amino pada hiponatremia dan stres metabolik ringan

·                     Nutrisi dini pasca operasi

·                     Tifoid

Komposisi

Tiap liter infuse mengandung

-          L-arginine HCl 2,7g,

-          L-histidine HCl H2O 1,3g,

-          L-isoleucine 1,8g,

-          L-leucine 4,1g,

-          L-lysine HCl 6,2g,

-          L-methionine 2,4g,

-          L-phenyilalanine 2,9g,

-          L-threonine 1,8g,

-          L-tryptophane 0,6g,

-          L-valine 2g,

-          glycine 3,4g,

-          D-sorbitol 50g

-          air.

TUTOFUSIN OPS

Per liter :

-          Natrium 100 mEq,

-          Kalium 18 mEq,

-          Kalsium 4 mEq,

-          Magnesium 6 mEg,

-          Klorida 90 mEq,

-          Asetat 38 mEq,

-          Sorbitol 50 gram.

Indikasi :

o Air & elektrolit yang dibutuhkan pada fase sebelum, selama, & sesudah operasi.

O Memenuhi kebutuhan air dan elektrolit selama masa pra operasi, intra operasi dan pasca

operasi

Page 13: Cairan Infus INDIKASI

O Memenuhi kebutuhan air dan elektrolit pada keadaan dehidrasi isotonik dan kehilangan cairan

intraselular

o Memenuhi kebutuhan karbohidrat secara parsial

Kontraindikasi :

O Insufisiensi ginjal

O intoleransi Fruktosa & Sorbitol

O kekurangan Fruktosa-1-6-difosfate

O keracunan Metil alkohol.

Hati-hati pada :

O Penyakit ginjal atau jantung

O retensi cairan

O hipernatremia