BULAN JANUARI 2017 - Perbandingan Antar Negara, Pemanfaatan Pinjaman, Reprofiling Struktur Jatuh...

download BULAN JANUARI 2017 - Perbandingan Antar Negara, Pemanfaatan Pinjaman, Reprofiling Struktur Jatuh Tempo

of 92

  • date post

    21-Jul-2019
  • Category

    Documents

  • view

    212
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of BULAN JANUARI 2017 - Perbandingan Antar Negara, Pemanfaatan Pinjaman, Reprofiling Struktur Jatuh...

  • Februari 2017

    BULAN JANUARI 2017

  • Kementerian Keuangan

    Daftar Isi

    Bagian 1

    Latar Belakang, Tujuan & Kebijakan Utang, Jenis-jenis Utang,Landasan Hukum

    1. Latar Belakang (1)

    2. Latar Belakang (2)

    3. Tujuan dan Kebijakan Pengelolaan Utang

    4. Jenis-jenis Utang (1)

    5. Jenis-jenis Utang (2)

    6. Landasan Hukum Pengelolaan Utang

    Bagian 2

    APBN, Pembiayaan APBN dan Perkembangan Defisit

    7. APBN 2012-2017

    8. Cashflow Pembiayaan 2012-2017

    9. Defisit dan Pembiayaan APBN 2012-2017

    10. Defisit Anggaran di Berbagai Negara 2011-2016

    11. Pagu dan Realisasi Belanja dan Pembiayaan UtangTahun 2017

    12. Realisasi Penerbitan SBN 2017

    13. Ringkasan Hasil Penerbitan SBN Tahun 2017

    14. Penarikan Pinjaman Berdasarkan Jenis Pembiayaan,2012-2017

    15. Pinjaman Tunai APBN 2017

    16. Pembiayaan Pinjaman Luar Negeri 2011 2016

    17. Penarikan Pinjaman Pembiayaan Proyek 2017

    Bagian 3Portofolio Utang (Outstanding Utang, Profil Jatuh TempoUtang, Perkembangan SBN dan Pinjaman)18. Posisi Utang Pemerintah Pusat 2012-2017

    19. Posisi Utang Pemerintah Pusat 2012-2017 (Grafik)

    20. Profil Jatuh Tempo Utang Pemerintah Pusat per 31Januari 2017

    21. Posisi Surat Berharga Negara 2012 2017

    22. Posisi Utang Pemerintah Pusat Berdasarkan Kreditur(1)

    23. Posisi Utang Pemerintah Pusat Berdasarkan Kreditur(2)

    24. Posisi Utang Pemerintah Pusat Berdasarkan Kreditur(Grafik)

    25. Posisi Pinjaman Berdasarkan Sektor Ekonomi

    26. Posisi Utang Pemerintah Pusat Berdasarkan BeberapaMata Uang Utama

    27. Posisi Utang Pemerintah Pusat Berdasarkan MataUang Lainnya

  • Kementerian Keuangan

    28. Posisi Utang Pemerintah Pusat Beberapa Mata UangUtama (Grafik)

    29. Posisi Pinjaman Berdasarkan Status & Jumlah Loan

    30. Proporsi Penarikan Pinjaman Berdasarkan JenisPinjaman

    Bagian 4

    Kinerja Pengelolaan Portofolio Utang (Berbagai Rasio Utangdan Perbandingan Antar Negara, Pemanfaatan Pinjaman,Reprofiling Struktur Jatuh Tempo SUN)

    31. Perkembangan Rasio Utang Indonesiaterhadap PDB

    32. Rasio Utang terhadap PDB Indonesia dan berbagaiNegara

    33. Perubahan Rasio Utang terhadap PDB di BerbagaiNegara Tahun 2006-2016

    34. Jatuh Tempo SBN Tradable 31 Januari 2017

    35. Program Debt Switch dan Buyback SBN

    36. Pengurangan Utang melalui Skema Debt Swap

    37. Pemanfaatan Pinjaman

    38. Rasio Kewajiban Pinjaman Luar Negeri terhadapCadangan Devisa

    39. Utang per Kapita di Berbagai Negara Tahun 2006 2016

    40. Indikator Risiko Utang 2011-2016

    Bagian 5Biaya-Biaya Berbagai Instrumen Utang (RealisasiPembayaran Utang, Rasio Biaya Utang, Yield Curve, BiayaPinjaman Luar Negeri)

    41. Realisasi Pembayaran Utang Pemerintah Pusat TahunAnggaran 2016 dan 2017

    42. Realisasi Pembayaran Utang Pemerintah Pusat TahunAnggaran 2017 (Grafik)

    43. Realisasi Pembayaran Utang Pemerintah PerDenominasi TA 2016 dan 2017

    44. Rasio Pembayaran Bunga Utang

    45. Realisasi Pembayaran Bunga Utang

    46. Biaya Pinjaman dari Kreditur Multilateral

    47. Biaya Pinjaman dari Kreditur Bilateral (Jepang)

    48. Kurva Imbal Hasil SUN Rupiah

    49. Kurva Imbal Hasil SUN Valas (dlm denominasi USD)

    Bagian 6Kinerja Pasar Sekunder SBN (Aktivitas Perdagangan,Kepemilikan SBN oleh Investor)

    50. Perdagangan Rata-Rata Harian SUN Rupiah di PasarSekunder

    51. Perdagangan Rata-Rata Harian SBSN Rupiah di PasarSekunder

    Daftar IsiDaftar Isi

  • Kementerian Keuangan

    52. Posisi Kepemilikan SBN Rupiah Yang Diperdagangkan(Grafik)

    53. Posisi Kepemilikan SBN Rupiah Yang Diperdagangkan

    54. Posisi Kepemilikan SBN Rupiah Yang Diperdagangkan(dalam %)

    55. Kepemilikan SBN Rupiah Yang Diperdagangkan olehNon Residen (Asing) berdasarkan Tenor

    56. Spread terhadap UST- Feb 26

    57. Spread terhadap UST- Nov 45

    58. Spread terhadap 7Y Euro Midswap

    59. Spread terhadap 10Y Euro Midswap

    60. Rangkuman Penerbitan SBN Valas Terkini (1)

    61. Rangkuman Penerbitan SBN Valas Terkini (2)

    Bagian 8Rating, Opini BPK, Kesimpulan71. Rating Indonesia72. Perkembangan Credit Rating Indonesia (1)73. Perkembangan Credit Rating Indonesia (2)74. Performa Sovereign Rating Indonesia (1)75. Performa Sovereign Rating Indonesia (2)76. Opini BPK tentang Laporan Keuangan77. Kesimpulan

    Bagian 9

    Ekstra Slide

    78. Utang Luar Negeri Indonesia

    Bagian 7

    Penjaminan Pemerintah

    62. Definisi Kewajiban Penjaminan

    63. Landasan Hukum Pemberian Penjaminan Pemerintah

    64. Pengelolaan Kewajiban Penjaminan, Batas MaksimalPenjaminan (BMP) dan Jenis Potensi Default

    65. Program Penjaminan Pemerintah 2008 s.d. saat ini

    66. Posisi Alokasi Anggaran Kewajiban PenjaminanDalam APBN

    67. Posisi Pengelolaan Kewajiban Penjaminan

    68. Komposisi Kewajiban Penjaminan Pemerintah (per31 Desember 2016)

    69. Maturity Profile Penjaminan Kredit yang DijaminPemerintah (per 31 Desember 2016)

    70. Realisasi dan Proyeksi Outstanding Kredit yangDijamin Pemerintah (per 31 Desember 2016)

    Daftar Isi

  • Kementerian Keuangan

    Bagian 1

    Latar Belakang, Tujuan & Kebijakan Utang, Jenis-jenis Utang,

    Landasan Hukum

  • Kementerian Keuangan

    Latar Belakang (1)

    Utang merupakan bagian dari Kebijakan Fiskal (APBN) yang menjadi bagian dari Kebijakan PengelolaanEkonomi secara keseluruhan.

    Tujuan Pengelolaan Ekonomi adalah:

    Menciptakan kemakmuran rakyat dalam bentuk:

    Penciptaan kesempatan kerja;

    Penurunan angka kemiskinan;

    Penguatan pertumbuhan ekonomi.

    Menciptakan keamanan.

    Utang terutama merupakan konsekuensi dari postur APBN (yang mengalami defisit), dimanaPendapatan Negara lebih kecil daripada Belanja Negara.

    Pembiayaan defisit APBN merupakan keputusan politik antara Pemerintah dan DPR-RI antara lainuntuk:

    Menjaga stimulus fiskal misalnya melalui pembangunan infrastruktur, pertanian dan energi;

    Meningkatkan kesejahteraan masyarakat misalnya PNPM, BOS, Jamkesmas, Raskin, PKH,Subsidi;

    Mendukung pemulihan dunia usaha termasuk misalnya insentif pajak;

    Mempertahankan anggaran pendidikan 20%;

    Meningkatkan anggaran Alat Utama Sistem Persenjataan (Alutsista);

    Melanjutkan reformasi birokrasi.

  • Kementerian Keuangan

    Latar Belakang (2)

    Pembiayaan APBN melalui utang merupakan bagian dari pengelolaan keuangan negara yanglazim dilakukan oleh suatu negara:

    Utang merupakan instrumen utama pembiayaan APBN untuk menutup defisit APBN,dan untuk membayar kembali utang yang jatuh tempo (debt refinancing);

    Refinancing dilakukan dengan terms & conditions (biaya dan risiko) utang baru yanglebih baik.

    Kenaikan jumlah nominal utang Pemerintah berasal dari:

    Akumulasi utang di masa lalu (legacy debts) yang memerlukan refinancing yang cukupbesar;

    Dampak krisis ekonomi tahun 1997/1998:

    Depresiasi Rupiah terhadap mata uang asing;

    BLBI dan Rekapitalisasi Perbankan; Sebagian setoran BPPN dari asset-recovery digunakanuntuk APBN selain untuk melunasi utang/obligasi rekap.

    Pembiayaan defisit APBN

  • Kementerian Keuangan

    Tujuan dan Kebijakan Pengelolaan Utang

    Tujuan Memenuhi kebutuhan pembiayaan, termasuk pembiayaan kembali utang jatuh tempo, dengan biaya yang

    optimal dan risiko yang terkendali;

    Mendukung pengembangan pasar SBN domestik untuk mendukung terciptanya pasar SBN yang dalam, aktif,dan likuid yang berdampak pada peningkatan efisiensi pengelolaan utang dalam jangka panjang;

    Meningkatkan akuntabilitas publik sebagai bagian dari pengelolaan utang Pemerintah yang transparan dalamrangka mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik.

    Kebijakan Mengendalikan rasio utang terhadap PDB pada level yang aman;

    Mengupayakan peningkatan efisiensi biaya utang dalam jangka panjang untuk mendukung kesinambunganfiskal;

    Mengoptimalkan bauran mata uang (currency mix) dalam penerbitan SBN dengan mengutamakan penerbitandalam mata uang Rupiah, sedangkan penerbitan SBN valas dilakukan sebagai komplementer;

    Mengoptimalkan peran serta masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pembiayaan dan melakukanpendalaman pasar SBN domestik;

    Melakukan pengelolaan portofolio utang secara aktif antara lain melalui cash buyback dan debt switch untukmengingkatkan likuiditas dan stabilitas pasar serta implementasi Asset Liability Management (ALM) dalamupaya untuk menjaga keseimbangan makro;

    Mengarahkan pemanfaatan utang untuk kegiatan produktif antara lain melalui pengadaan pinjaman kegiatandan penerbitan sukuk yang berbasis proyek dengan tetap mempertimbangkan kebutuhan pendanaanpembangunan dalam jangka menengah;

    Mengoptimalkan penggunaan pinjaman untuk mendukung pembiayaan belanja modal APBN danpemanfaatan pinjaman sebagai alternatif instrumen pembiayaan.

  • Kementerian Keuangan

    Jenis-jenis Utang (1)

    Pinjaman terdiri dari pinjaman luar negeri dan pinjaman dalam negeri :

    Pinjaman Luar Negeri

    World Bank, Asian Development Bank, Islamic Development Bank dan kreditor bilateral(Jepang, Jerman, Perancis dll), serta Kredit Ekspor.

    Pinjaman Tunai:

    Untuk budget support dan pencairannya dikaitkan dengan pemenuhan Policy Matrix di bidangkegiatan untuk mencapai SDGs (pengentasan kemiskinan, pendidikan, ketahanan pangan,kesejahteraan masyarakat), pemberdayaan masyarakat, policy terkait dengan climate changedan infrastruktur.

    Pinjaman Kegiatan:

    Untuk pembiayaan proyek infrastruktur di berbagai sektor (perhubungan, energi, dll); proyek-proyek dalam rangka pengentasan kemiskinan (PNPM).

    Pinjaman Dalam Negeri Peraturan Pemerintah (