Biodata Tokoh

download Biodata Tokoh

of 22

  • date post

    08-Aug-2015
  • Category

    Documents

  • view

    146
  • download

    10

Embed Size (px)

Transcript of Biodata Tokoh

Biodata Singkat Bung Hatta

Siapa yang tidak familiar dengan wakil presiden pertama Republik Indonesia ini, Mohammad Hatta lahir pada tanggal 12 Agustus 1902 di Bukittinggi. Lahir dan dibesarkan di kota kecil bersama keluarga dari Ibunya, Ayahnya Haji Mohammad Djamil meninggal dunia pada saat Bung Hatta berusia 8 bulan. Bung Hatta memiliki 6 saudara perempuan, beliau adalah satu-satunya anak laki-laki. Tumbuh di daerah Sumatera Barat, Bung Hatta dikenal sebagai pemuda yang tertarik dengan pergerakan. Ketertarikannya sudah muncul sejak beliau duduk di MULO (Meer Uirgebreid Lagere School) sekolah setingkat dengan SMP. Oleh karena itu beliau bergabung dengan perkumpulan Jong Sumateranen Bond dan menjabat sebagai bendahara, sejak saat itu Bung Hatta menjadi sosok yang lebih disiplin dan bertanggung jawab. Bung Hatta sangat tertarik dalam bidang ekonomi, namun tidak dipungkiri juga karena pola pikirnya yang kritis dan memiliki wawasan luas, Bung Hatta juga paham tentang isu politik dan hukum. Bung Hatta sempat diasingkan saat beliau menjabat sebagai salah satu pemimpin Partai Pendidikan Nasional. Pada awal Agustus 1945, Bung Hatta menjabat sebagai wakil ketua dalam Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia yang ketuanya adalah Soekarno. Pada tanggal 16 Agustus, panitia mempersiapkan teks proklamasi kemerdekaan, yang akhirnya dibacakan oleh Ir.Soekarno tanggal 17 Agustus 1945 di Jalan Pengangsaan Timur 56. Pada keesokan harinya, Ir.Soekarno diangkat sebagai Presiden pertama Indonesia dengan wakil presiden adalah Mohammad Hatta Setelah kemerdekaan, Bung Hatta aktif memberikan ceramahnya di beberapa universitas di Indonesia. Beliau juga mendapat gelar Doctor Honoris Causa dalam bidang ekonomi dan dalam bidang hukum dari beberapa universitas dalam negeri. Periode tahun 1950-1956, selama menjabat sebagai wakil presiden yang sering memberikan ceramah di instansi pendidikan tinggi Indonesia. Bung Hatta juga aktif menulis buku ilmiah dalam bidang ekonomi dan koperasi, beliau juga aktif membimbing gerakan koperasi untuk merealisasikan cita-cita ekonomi koperasi miliknya. Pada tanggal 12 Juli 1951, beliau mengucapkan pidato radio untuk menyambut hari koperasi Indonesia. Karena besamya aktivitas Bung Hatta dalam gerakan koperasi, maka pada tanggal 17 Juli 1953 dia diangkat sebagai Bapak Koperasi Indonesia pada Kongres Koperasi Indonesia di Bandung. Pikiran-pikiran Bung Hatta mengenai koperasi antara lain dituangkan dalam bukunya yang berjudul Membangun Koperasi dan Koperasi Membangun. Bung Hatta wafat pada tanggal 14 Maret 1980 di Jakarta, beliau dimakamkan di Tanah Kusir Jakarta. Meninggalkan Istri Rahmi Rachim dan 3 orang putri yaitu Meutia Farida, Gemala Rabi'ah, dan Halida Nuriah

BIOGRAFI SINGKAT Ir. SOEKARNO

Ir. SOEKARNO adalah Presiden Indonesia Pertama, Lahir di Blitar, Jawa Timur, 6 Juni 1901 dan meninggal di Jakarta, 21 Mei 1970 pada umur 69 tahun. Ia memainkan peranan penting untuk memerdekakan Bangsa Indonesia dari penjajahan Belanda. Ia adalah penggali Pancasila. Ia adalah Proklamator Kemerdekaan Indonesia (bersama dengan Mohammad Hatta) pada tanggal 17 Agustus 1945. Soekarno menandatangani Surat Perintah 11 Maret 1966 (lebih dikenal dengan : SUPERSEMAR) yang isinya berdasarkan versi yang dikeluarkan Markas Besar Angkatan Darat, Menugaskan Letnan Jenderal Soeharto untuk mengamankan dan menjaga keamanan negara dan institusi kepresidenan. Supersemar menjadi dasar Soeharto untuk membubarkan PKI (Partai Komunis Indonesia) dan mengganti anggotanya yang duduk di parlemen. Setelah pertanggungjawabannya ditolak oleh MPRS pada sidang umum ke empat tahun 1967, Presiden Soekarno diberhentikan dari jabatannya sebagai Presiden pada Sidang Istimewa MPRS di tahun yang sama dan mengangkat Soeharto sebagai pejabat Presiden Republik Indonesia

Biografi Singkat Presiden Megawati SoekarnoputriPresiden Megawati Soekarnoputri

Presiden Republik Indonesia ke-5, Megawati Soekarnoputri lahir di Yogyakarta, 23 Januari 1947. Sebelum diangkat sebagai presiden, beliau adalah Wakil Presiden RI yang ke-8 dibawah pemerintahan Abdurrahman Wahid. Megawati adalah putri sulung dari Presiden RI pertama yang juga proklamator, Soekarno dan Fatmawati. Megawati, pada awalnya menikah dengan pilot Letnan Satu Penerbang TNI AU, Surendro dan dikaruniai dua anak lelaki bernama Mohammad Prananda dan Mohammad Rizki Pratama. Pada suatu tugas militer, tahun 1970, di kawasan Indonesia Timur, pilot Surendro bersama pesawat militernya hilang dalam tugas. Derita tiada tara, sementara anaknya masih kecil dan bayi. Namun, derita itu tidak berkepanjangan, tiga tahun kemudian Mega menikah dengan pria bernama Taufik Kiemas, asal Ogan Komiring Ulu, Palembang. Kehidupan keluarganya bertambah bahagia, dengan dikaruniai seorang putri Puan Maharani. Kehidupan masa kecil Megawati dilewatkan di Istana Negara. Sejak masa kanakkanak, Megawati sudah lincah dan suka main bola bersama saudaranya Guntur. Sebagai anak gadis, Megawati mempunyai hobi menari dan sering ditunjukkan di hadapan tamu-tamu negara yang berkunjung ke Istana. Wanita bernama lengkap Dyah Permata Megawati Soekarnoputri ini memulai pendidikannya, dari SD hingga SMA di Perguruan Cikini, Jakarta. Masuknya Megawati ke kancah politik, berarti beliau telah mengingkari kesepakatan keluarganya untuk tidak terjun ke dunia politik. Trauma politik keluarga itu ditabraknya. Megawati tampil menjadi primadona dalam kampanye PDI, walau tergolong tidak banyak bicara. Ternyata memang berhasil. Suara untuk PDI naik. Dan beliau pun terpilih menjadi anggota DPR/MPR. Pada tahun itu pula Megawati terpilih sebagai Ketua DPC PDI Jakarta Pusat. Tetapi, kehadiran Mega di gedung DPR/MPR sepertinya tidak terasa. Tampaknya, Megawati tahu bahwa beliau masih di bawah tekanan. Selain memang sifatnya pendiam, belaiu pun memilih untuk tidak menonjol mengingat kondisi politik saat itu. Maka belaiu memilih lebih banyak melakukan lobi-lobi politik di luar gedung wakil rakyat tersebut. Lobi politiknya, yang silent operation, itu secara langsung atau tidak langsung, telah memunculkan terbitnya bintang Mega dalam dunia politik. Pada tahun 1993 dia terpilih menjadi Ketua Umum DPP PDI. Hal ini sangat mengagetkan pemerintah pada saat itu. Mega terus berjuang. PDI pun menjadi dua. Yakni, PDI pimpinan Megawati dan PDI pimpinan Soerjadi. Massa PDI lebih berpihak dan mengakui Mega. Tetapi, pemerintah mengakui Soerjadi sebagai Ketua Umum PDI yang sah. Akibatnya, PDI pimpinan Mega tidak bisa ikut Pemilu 1997. Setelah rezim Orde Baru tumbang, PDI Mega berubah nama menjadi PDI Perjuangan. Partai politik berlambang banteng gemuk dan bermulut putih itu berhasil memenangkan Pemilu 1999 dengan meraih lebih tiga puluh persen suara. Kemenangan PDIP itu menempatkan Mega pada posisi paling patut menjadi presiden dibanding kader partai lainnya. Tetapi ternyata pada SU-MPR 1999, Mega kalah. Tetapi, posisi kedua tersebut rupanya sebuah tahapan untuk kemudian pada waktunya memantapkan Mega pada posisi sebagai orang nomor satu di negeri ini. Sebab kurang dari dua tahun, tepatnya tanggal 23 Juli 2001 anggota MPR secara aklamasi menempatkan Megawati duduk sebagai Presiden RI ke-5 menggantikan KH Abdurrahman Wahid. Megawati menjadi presiden hingga 20 Oktober 2003. Setelah habis masa jabatannya, Megawati kembali mencalonkan diri sebagai presiden dalam pemilihan presiden langsung tahun 2004. Namun, beliau gagal untuk kembali menjadi presiden setelah kalah dari Susilo Bambang Yudhoyono yang akhirnya menjadi Presiden RI ke-6.

Biografi SIngkat Presiden HabibiePresiden ketiga Republik Indonesia, Bacharuddin Jusuf Habibie lahir di ParePare, Sulawesi Selatan, pada 25 Juni 1936. Beliau merupakan anak keempat dari delapan bersaudara, pasangan Alwi Abdul Jalil Habibie dan RA. Tuti Marini Puspowardojo. Habibie yang menikah dengan Hasri Ainun Habibie pada tanggal 12 Mei 1962 ini dikaruniai dua orang putra yaitu Ilham Akbar dan Thareq Kemal.

Masa kecil Habibie dilalui bersama saudara-saudaranya di Pare-Pare, Sulawesi Selatan. Sifat tegas berpegang pada prinsip telah ditunjukkan Habibie sejak kanak-kanak. Habibie yang punya kegemaran menunggang kuda ini, harus kehilangan bapaknya yang meninggal dunia pada 3 September 1950 karena terkena serangan jantung. Tak lama setelah bapaknya meninggal, Habibie pindah ke Bandung untuk menuntut ilmu di Gouvernments Middlebare School. Di SMA, beliau mulai tampak menonjol prestasinya, terutama dalam pelajaran-pelajaran eksakta. Habibie menjadi sosok favorit di sekolahnya. Setelah tamat SMA di bandung tahun 1954, beliau masuk Universitas Indonesia di Bandung (Sekarang ITB). Beliau mendapat gelar Diploma dari Technische Hochschule, Jerman tahun 1960 yang kemudian mendapatkan gekar Doktor dari tempat yang sama tahun 1965. Habibie menikah tahun 1962, dan dikaruniai dua orang anak. Tahun 1967, menjadi Profesor kehormatan (Guru Besar) pada Institut Teknologi Bandung. Di Indonesia, Habibie 20 tahun menjabat Menteri Negara Ristek/Kepala BPPT, memimpin 10 perusahaan BUMN Industri Strategis, dipilih MPR menjadi Wakil Presiden RI, dan disumpah oleh Ketua Mahkamah Agung menjadi Presiden RI menggantikan Soeharto. Soeharto menyerahkan jabatan presiden itu kepada Habibie berdasarkan Pasal 8 UUD 1945. Sampai akhirnya Habibie dipaksa pula lengser akibat refrendum Timor Timur yang memilih merdeka. Pidato Pertanggungjawabannya ditolak MPR RI. Beliau pun kembali menjadi warga negara biasa, kembali pula hijrah bermukim ke Jerman. Sebagian Karya beliau dalam menghitung dan mendesain beberapa proyek pembuatan pesawat terbang :

VTOL ( Vertical Take Off & Landing ) Pesawat Angkut DO-31. Pesawat Angkut Militer TRANSALL C-130. Hansa Jet 320 ( Pesawat Eksekutif ). Airbus A-300 ( untuk 300 penumpang ) CN 235 N-250 dan secara tidak langsung turut berpartisipasi dalam menghitung dan mendesain: Helikopter BO-105. Multi Role Combat Aircraft (MRCA). Beberapa proyek rudal dan satelit.

Sebagian Tanda Jasa/Kehorma